Anda di halaman 1dari 12

Buletin

Orthopaedi
Indonesia
E disi 7 | j u l i 2 0 1 5

Topik Uta m a

http://www.wse.kr/bin/minihome

Sharing Ilmu Para Ahli Bedah Spinal


dalam World Spine Essay 2015 Bali

B
ali mendapat kehormatan WSE juga membahas perkembangan belakang di seluruh dunia.
menjadi tuan rumah World terbaru juga tren yang tengah Terdapat 4 tema utama yang
Spine Essay (WSE) 2015 berkembang dalam bedah tulang diangkat dalam WSE 2015, yaitu
yang digelar pada tanggal 5-7 Juni belakang secara global. Komunitas deformitas degeneratif, penyakit
yang lalu. Acara yang pada tahun internasional menjadi kunci sukses diskus degeneratif lumbar (lumbar
sebelumnya diselenggarakan di acara ilmiah ini karena tujuan WSE degenerative disc disease atau DDD
Macau, Cina, ini melibatkan ratusan adalah untuk menyatukan isu terkait lumbar), bedah invasif minimal,
ahli bedah tulang belakang dari bedah tulang belakang dari seluruh dan DDD servikal. Pada deformitas
berbagai institusi di seluruh dunia. dunia. Tidak hanya melulu soal degeneratif, disajikan setidaknya
Dalam acara ini, seluruh partisipan keilmuan dan pengalaman, WSE juga 10 subtopik menarik, misalnya
diajak untuk berdiskusi sekaligus diharapkan mampu membangun pilihan bedah untuk pasien skoliosis
saling berbagi pengalaman klinis jaringan dan hubungan kerja sama degeneratif, vertebral coplanar
profesional di bidang tulang belakang. yang kuat di antara ahli bedah tulang alignment, serta kifosis lumbar
bers ambung ke hal 10....

E disi 7 | JULI 2015 | h al a m an 1


B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Salam Redaksi

Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi


kita semua.

De wa n R e da k si
Taqabbalallahuminna wa minkum, Shiyamana wa
Shiyamakum
Pelindung
Segenap redaksi Buletin Orthopaedi Indonesia mengucapkan Dr. dr. Lut hfi Gata m, Sp OT ( K )
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H. Semoga Allah
menerima ibadah puasa dan amal yang kita jalankan selama
bulan suci Ramadhan. Selamat menyambut kemenangan Pemimpin Redak si
dan semoga kita masih diberi kesempatan untuk berjumpa
dr. Phedy, Sp OT
kembali dengan Ramadhan berikutnya.

Menginjak edisi ketujuh, kami menampilkan liputan beberapa Redak si


kegiatan PABOI, meliputi World Spine Essay di Bali, IMAST
dr. A jiantor o
di Malaysia, serta acara golf yang menjadi kegiatan rekreatif
di kalangan anggota PABOI. Simak juga mengenai SRS World
Wide Conference yang akan dihelat di Bali tahun depan.
Redak si pel ak sana

K oordinator
Beranjak ke rubrik profil, kami menampilkan sosok dr. Ifran
Saleh, SpOT(K) yang menjabat sebagai Presiden PABOI 2008- dr. L aurent ya Olga
2010. Semoga perjalanan karier juga pengalaman memimpin
PABOI beliau yang tertuang dalam artikel tersebut semakin
memotivasi kita untuk berkontribusi dalam organisasi kita Staf redak si pel ak sana
bersama ini. A ldo Ferly, SKed, MRes,

Indah Fadlul M aul a, SFar m


Di rubrik klinik dan pojok ilmiah, kami mengajak sejawat
untuk terus memperbarui ilmu, salah satunya dengan aktif
membaca artikel jurnal orthopaedi terbaru. Tak lupa kami
L ayout er
masih sangat mengharapkan partisipasi sejawat untuk
dapat menyumbangkan artikel ilmiah dalam kemasan lebih dr. M ar cel a Yolina
ringan untuk dimuat dalam rubrik ini. Berbagai masukan
sejawat mengenai konten buletin ataupun sharing cerita dan
pengalaman klinis sehari-hari juga dapat sejawat kirimkan ke
alamat surel buletinpaboi@gmail.com.

Tim redaksi berharap edisi ketujuh ini tetap dapat menjadi


media komunikasi antarsejawat PABOI sekaligus sarana
untuk memperbaiki organisasi PABOI itu sendiri untuk
menjadi lebih baik lagi.

Selamat membaca!

E di si 7 | J UlI 2 0 1 5 | ha l a m a n 2
B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Profil

Mengalir Seperti Air ala


dr. Ifran Saleh, SpOT(K)

M
enjadi dokter ternyata Department of Surgery, Singapore
bukan merupakan pilihan General Hospital di bawah supervisi
karier yang utama untuknya langsung Prof. Tan Ser Kiat pada
dahulu. Ketika tamat dari SMA, dr. tahun 1990.
Ifran Saleh, SpOT(K) diterima di Mengenai kiprahnya dalam
dua universitas ternama di Indonesia. organisasi profesi, semua bermula
”Yang satu jurusan Teknik Sipil dan ketika Ifran diminta menjabat
Perencanaan ITB, satunya lagi FKUI,” sebagai Sekretaris Jenderal PABOI
kenang Ifran, begitu ia disapa. Ketika selama lebih dari 3 periode berturut-
itu, dengan pertimbangan restu ibu, turut. Menyandang gelar sebagai
Ifran memilih dokter sebagai profesi Sekjend terlama tersebut mungkin
masa depannya. menjadi salah satu alasan mengapa
Seusai lulus dari FKUI, dokter selanjutnya Ifran didapuk sebagai
kelahiran 21 April 1956 ini elect president PABOI pada tahun
melanjutkan dengan program Inpres 2006. Dua tahun kemudian, yaitu
ke daerah. Selepas Inpres, ia pun pada periode 2008-2010, Ifran resmi
hendak mendaftar ke bagian bedah dilantik sebagai Presiden PABOI.
yang ketika itu sudah mulai dibagi ke Banyak prestasi yang didulang
dalam jurusan Bedah Umum, Bedah orthopaed penyuka musik dan
Urologi, dan Bedah Orthopaedi. film ini selama menjabat sebagai
”Pertimbangan saya waktu itu Presiden PABOI. Yang pertama dan
manusia kan esensinya hidup dan yang terbesar ialah PABOI mampu
bergerak. Bergerak dimungkinkan membeli dan memiliki kantor
dengan sistem muskuloskeletal yang kesekretariatan sendiri. Sebelumnya,
baik. Makanya saya ambil bedah organisasi yang berdiri pada 1969 ini
orthopaedi,” papar Ifran. tidak mempunyai kantor milik sendiri
Proses pendidikan menjadi hingga sekitar tahun 2006, dan
orthopaed dilaluinya dengan mulus, hanya menumpang di Departemen
hingga akhirnya pada tahun 1991 Orthopaedi dan Traumatologi FKUI.
setelah dinyatakan lulus ujian board Ifran yang merasa miris kemudian
di Surabaya, Ifran resmi dilantik mengajak anggota PABOI untuk
sebagai dokter ahli bedah tulang. bersama-sama menyumbang guna
Setelah lulus, past president PABOI merealisasikan gedung milik bersama
ini kembali menjalankan program itu. Voila, dalam waktu 1,5 tahun
Inpres untuk kedua kalinya. saja PABOI sudah mampu membeli
Untuk Inpres Dokter Spesialis ini, gedung, yang hanya 20% biayanya
ia ditugaskan selama 2 tahun di saja didapat dari kas PABOI. Sisanya?
Pontianak. Ifran mengaku sangat ”Didapat dari kontribusi para anggota
menikmati kerja di daerah ketika itu PABOI!” sahut Ifran.
karena merupakan ahli bedah tulang Momentum ini menandai pula
pertama yang ditematkan di daerah sistem keuangan PABOI yang lebih
tersebut. ”Jadinya leluasa. Apalagi independen, mandiri, dan juga
masyarakatnya cukup kooperatif. transparan. ”Keuangan PABOI
Walau banyak tukang urut, tapi mulai bagus, dalam arti semakin
masyarakat masih mengerti sedikit baik sebagai organisasi profesi. Kas
banyak tentang orthopaedi,” jelasnya. PABOI bisa diaudit, dan mampu
Kemudian, sekitar tahun 1998, mensponsori partisipasi anggota
Ifran pun memfokuskan lagi dalam acara di luar negeri,” ungkap
spesialisasinya, yakni spine atau Ifran. Terkait hal ini, Ifran mengaku
tulang belakang. Ia menjalani Spine saat ini PABOI sudah baik secara
Surgery Training Fellow di FKUI- organisatoris dan ia pun berharap
RSCM, setelah sebelumnya juga agar ke depannya PABOI dapat
menjalani fellowship di Lee/Shaw menjadi organisasi mandiri yang
Foundation Orthopaedic Fellow, bers ambung ke hal 10....

E disi 7 | Juli 2015 | hal a m an 3


B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Klinik

Apakah Prosedur Posterior Lumbar Interbody


Fusion (PLIF) Dapat Menyebabkan Syok
Neurogenik?

Walaupun jarang terjadi, syok neurogenik pascaoperasi spinal


dapat berakibat fatal. Matsumoto dan rekan melaporkan dua
kasus syok neurogenik yang terjadi segera setelah prosedur
Posterior Lumbar Interbody Fusion (PLIF).

K
asus pertama adalah seorang untuk memperbaiki posisi kauda CSS akibat adanya lubang di dura.
perempuan 76 tahun yang ekuina dan hal ini menghasilkan Munculnya lubang di dura
mengeluh nyeri punggung perbaikan kemampuan motorik. sering terjadi pada tindakan bedah
bawah. Pasien ini sebelumnya Walau demikian, masih terdapat tulang belakang. Lubang di dura ini
tidak memiliki riwayat penyakit kekuatan motorik bernilai 3, yaitu di memang merupakan komplikasi
kardiovaskular serta tidak juga otot gastroknemius, serta kekuatan prosedur PLIF, diperkirakan terjadi
mempunyai keluhan motorik motorik 1 di otot peroneus longus 4 pada 7,6 % kasus. Pada kedua
preoperatif. Prosedur PLIF dilakukan tahun sesudah operasi. kasus di atas, dilakukan reoperasi
pada L5-S1 pada posisi pronasi. Kasus kedua membahas seorang segera dan ditemukan penjepitan
Selama prosedur berlangsung, perempuan berumur 83 tahun kauda ekuina. Reoperasi segera ini
kondisi hemodinamik pasien stabil dengan keluhan utama nyeri direkomendasikan karena dapat
dengan anestesi umum menggunakan punggung bawah, nyeri ekstremitas mendeteksi inkarserasi kauda
sevofluran dan remifetanil. Pada bawah bilateral dan klaudikasio. ekuina yang dapat menyebabkan
bagian dorsal lamina, dipasang Pasien ini memiliki riwayat diabetes, tingkat morbiditas yang tinggi.
tuba drainase sebesar 5 mm. Saat hipertensi, angina prinzmetal Dengan demikian, penulis sangat
dilakukan penutupan insisi dan dan astma. Pada pasien dilakukan menyarankan untuk melakukan
pembukaan tuba drainase, pasien tindakan PLIF di L4-5. Kejadian yang tindakan reoperasi bila menemui
mendadak mengalami bradikardia sama terjadi seperti kasus pertama, kasus serupa guna mengetahui
dan hipotensi. Denyut nadi pasien muncul bradikardia berat dan henti penyebab penurunan kemampuan
turun dari 78 menjadi 44 kali per jantung setelah menutup insisi dan motorik dan membantu
menit. Resusitasi jantung paru membuka tuba drainase. Pemeriksaan mengembalikan kemampuan otot.
dilakukan dengan bantuan inotropik penunjang menunjukan hasil yang
segera setelah posisi pasien berubah normal. Dilakukan tindakan reoperasi
dari pronasi ke supinasi. Pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kejadian
penunjang menunjukkan tersebut. Ditemukan hasil serupa
bahwa kejadian tersebut tidak kasus pertama, yaitu CSS yang
disebabkan oleh emboli pulmonal, menggenang dan inkarserasi kauda
syok perdarahan, maupun syok ekuina yang terjepit. Terdapat pula
kardiogenik. Pasien juga mengalami perdarahan yang diperkirakan akibat
penurunan kemampuan motorik. heparinisasi yang dilakukan pada
Karena penyebab syok masih pasien tersebut.
tidak jelas, keesokan harinya Kedua kasus di atas sama-sama
dilakukan tindakan operasi ulang mengenai dua perempuan usia tua
untuk mengeksplorasi penyebab yang mengalami spondilolistesis
terjadinya paralisis pada pasien. degeneratif dengan inkarserasi kauda
Saat reoperasi tersebut, dilakukan ekuina. Diduga penyebab bradikardia
pengambilan cairan serebrospinal dan henti jantung pada kedua pasien
(CSS) dan ditemukan inkarserasi adalah syok akibat refleks vasovagal
kauda ekuina multipel. Kauda ekuina yang sering terjadi pada tindakan Disarikan dari: Matsumoto T, Okuda S, Haku T, Maeda
yang terjepit tersebut tampak bedah saluran cerna dan saluran K, Maeno T, Yamashita T, et al. Neurogenic Shock
Immediately following Posterior Lumbar Interbody
pucat dan bengkak akibat kongesti napas. Refleks vasovagal ini diduga Fusion: Report of Two Cases. Global Spine J. 2015
vena. Kemudian, dilakukan operasi disebabkan oleh penurunan tekanan Aug;5(4):e13-6. doi: 10.1055/s-0034-1395422.

E di si 7 | J u l i 2 0 1 5 | ha l a m a n 4
B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Pojok Ilmiah

Model Hewan Terbaru pada Infeksi Tulang


Belakang Pascaoperasi dan Potensi
Kemajuan di Masa Depan

intervensi terapeutik potensial skalpel. Dilakukan pemisahan antara


selanjutnya. otot paravertebral dengan prosesus
Ada tiga model tulang belakang spinosus dan lamina propria. Jarum
yang sudah dikembangkan untuk sebesar 20-gage dimasukkan ke
penelitian. Model yang pertama dalam persambungan antara lamina
dibuat oleh Guiboux dan rekan pada dan facet-joint. Melalui jarum
1998. Tim yang mengembangkan tersebut, dimasukkan 10 mikroliter
model hewan infeksi tulang belakang larutan saline atau S. aureus. Hewan-
pertama kali ini menggambarkan hewan coba ini dieuthanasia pada
infeksi diskus intervertebralis, hari ke-15 pascaoperasi kemudian
instrumentasi, dan fusi menggunakan dilakukan evaluasi, baik secara
tulang belakang kelinci. Sebanyak histopatologis maupun mikrobiologis.
Gambar 1. Vertebra torakal tikus dengan pedicle
20 kelinci diinokulasi dengan S. Semua hewan coba pada grup S.
screw aureus intraoperatif kemudian aureus mengalami osteomielitis
dibagi ke dalam kelompok-kelompok pascaoperasi berdasarkan
berdasarkan instrumentasi dan pengamatan histopatologis.

I
nfeksi pascaoperasi merupakan antibiotik profilaksis perioperatif Model tulang belakang ketiga
komplikasi berat yang sering yang diberikan. Setelah itu, dilakukan dikembangkan pada tahun 2000
terjadi setelah operasi implan implantasi menggunakan kawat oleh Poelstra dan rekan. Dilakukan
tulang belakang, yang dapat 26-gage dua lapis yang diletakkan implantasi methicilin resistant S.
menyebabkan gangguan neurologis, pada L3/L4 dan L4/L5 bilateral. aureus (MRSA) pada regio lumbar
disabilitas, hingga peningkatan Pada hari ke-5 pascaoperasi, seluruh kelinci. Peneliti menggunakan
morbiditas dan mortalitas yang hewan dieuthanasia dan dibuka 8 kelinci dalam studi ini. Pada
signifikan. Komplikasi yang terjadi tempat operasinya. Dilakukan kondisi steril, dilakukan insisi kulit
pada tulang belakang ini relatif sulit evaluasi melalui kultur jaringan dan bagian dorsal sepanjang 2,5 cm,
untuk ditatalaksana. Diperlukan didapatkan bahwa seluruh hewan yang kemudian dilanjutkan dengan
antibiotik dengan jangka waktu yang tidak menerima antiobiotik insisi fascia untuk mengekspos
pemberian yang lama. Melihat profilaksis mengalami infeksi tulang prosesus spinosus. Prosesus
besarnya masalah yang ditimbulkan, belakang pascaoperaasi. spinosus kemudian dieksisi
diperlukan penelitian basic science Model tulang belakang kedua menggunakan ronguer kecil agar
mengenai infeksi pada tulang dikembangkan oleh Ofluoglu dan menyerupai laminektomi parsial
belakang ini. Artikel penelitian rekan pada 2007 menggunakan (gambar 2). Kemudian, kawat
ini memberikan gambaran umum model pedicle screw pada tikus Kirschner berdiameter 0,85 mm
mengenai infeksi tulang belakang (gambar 1). Dalam kondisi yang diimplantasikan ke dalam prosesus
pascaoperasi menggunakan hewan steril, dilakukan insisi longitudinal transversus T13, L3 dan L6. Pada T13
coba untuk mewujudkan perangkat sepanjang 1,5 cm pada area dan L6 peneliti kemudian melakukan
skrining cost-effective dalam torakolumbar (T10-L1) menggunakan inokulasi dengan larutan saline steril
bers ambung ke hal 10....

Gambar 2. Vertebra kelinci (A), dengan


laminektomi parsial (B), dan fiksasi
screw (C)

E disi 7 | Juli 2015 | hal a m an 5


B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Pojok Ilmiah

Pengaruh Jenis Kelamin pada Komplikasi


Jangka Pendek Fraktur Panggul:
Studi Kohort Prospektif

Panduan tersebut merekomendasikan


operasi dalam 24 jam pertama pasca-
fraktur, menyarankan mobilisasi
secepatnya, juga penggunaan
kateter urin seminimal mungkin.
Pengambilan data dilakukan oleh
perawat yang telah terlatih. Hasil
tersebut dikonfirmasi oleh konsulen
orthopaedi yang bertanggungjawab
terhadap studi ini. Pada awal
penelitian, perawat melakukan
anamnesis terstruktur menggunakan
standar nasional. Selain itu, mereka
juga menggunakan standar data
fraktur panggul Eropa (SAHFE).
Pengambilan data dilakukan pada
awal masuk dan setelah empat bulan
perawatan.
Data yang diambil mencakup
keadaan fisik, mental, kemampuan
untuk hidup sehari-hari yang
digambarkan oleh kuesioner
activities of daily living (ADL), data
komorbiditas, ASA, status kognitif
pasien yang digambarkan oleh Short
Tabel 1. Karakteristik demografis subjek penelitian
Portable Mental Status Questionnaire
(SPMSQ), ulkus dekubitus yang dinilai
berdasarkan standar European Ulcer

P
asien fraktur panggul sering pasca-fraktur. Menurut studi tersebut, Advisory Panel (EPUAP 1999), serta
dijumpai di rumah sakit, skor ASA menjadi hal yang paling data komplikasi yang didapat dari
terutama di bangsal orthopaedi berpengaruh pada kejadian pasca- rekam medis pasien.
dan geriatri. Beberapa faktor fraktur. Berangkat dari hal tersebut, Pada awal masuk (tabel 1),
diketahui dapat meningkatkan studi ini hendak mengetahui apakah didapatkan rata-rata jumlah
komplikasi perawatan juga jenis kelamin merupakan faktor risiko komorbid pada pasien pria lebih
menurunkan kualitas hidup yang penting dalam komplikasi pasca- besar secara siginifikan dibanding
pasien. Sebuah studi dari Swedia fraktur panggul guna memberikan wanita. Dari seluruh komorbid
menduga ada pengaruh jenis pelayanan yang berkualitas pada tersebut, penyakit signifikan lebih
kelamin pada komplikasi jangka pasien. banyak diderita pria mencakup
pendek dan panjang pada fraktur Semua pasien fraktur panggul stroke, penyakit paru, penyakit
panggul. Penelitian ini berawal yang dirawat di 4 rumah sakit di Parkinson, dan ganggan ginjal. Tidak
dari ditemukannya inkonsistensi Stockholm hingga tahun 2003 ada perbedaan yang signifikan pada
dalam literatur yang sudah ada berpartisipasi dalam penelitian ini. penyakit jantung dan sendi.
sebelumnya. Studi yang dilakukan Kemudian, pasien dipantau selama Untuk komplikasi pasca-
oleh Wehren dan rekan tahun 2003 2 tahun. Kriteria eksklusi yang perawatan, tidak ada perbedaan yang
menemukan bahwa pria berisiko diterapkan dalam studi ini meliputi signifikan antara kedua grup, dengan
dua kali lipat dalam hal kematian fraktur panggul yang patologis, 59% pria dan 56% wanita mengalami
pasca-fraktur panggul dibandingkan misalnya akibat metastasis tumor, komplikasi pasca-perawatan
perempuan. Hal yang berbeda penyakit Paget, dan kista tulang, (p=0,119). Namun, risiko pneumonia
ditemukan oleh Endo dan rekan yang serta usia di bawah 65 tahun. Seluruh dan penyakit jantung lebih besar
mengatakan bahwa jenis kelamin pasien mendapatkan tata laksana pada pria, sementara risiko infeksi
tidak berpengaruh pada mortalitas sesuai panduan nasional Swedia. bers ambung ke hal 10....

E di si 7 | J u l i 2 0 1 5 | ha l a m a n 6
B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Klinik

Apakah Skor Keparahan Trauma


Torakolumbar Dapat Diaplikasikan Secara
Seragam pada T1-L5 atau Perlu Dilakukan
Modifikasi?

Sistem klasifikasi trauma tulang


belakang yang ideal akan mampu
memandu diagnosis dan tata laksana
pasien juga memfasilitasi komunikasi
di antara dokter bedah dan peneliti.
Beberapa waktu belakangan ini,
diperkenalkan sistem klasifikasi yang
didedikasikan untuk tulang belakang
servikal subaksial dan torakolumbar,
yaitu AOSpine Thoracolumbar
Spine Injury Classification System
dan AOSpine Subaxial Cervical
Spine Injury Classification System.
Gambar 1. Tiga jenis fraktur torakolumbar. Tipe A: Kerusakan akibat kompresi, B: Kerusakan akibat kegagalan
Sistem klasifikasi ini terbukti cukup band anterior dan posterior, C: Kerusakan bagian pertulangan dan jaringan lunak
terpercaya dalam mengklasifikasikan
cedera tulang belakang karena
memiliki tingkat realibilitas inter- menjadi lebih sulit karena ukuran penanganan trauma torakolumbar.
dan intraobserver yang cukup baik. pedikulus yang lebih kecil. Walaupun klasifikasi dan skor trauma
Mengingat setiap bagian tulang Masalah kedua adalah munculnya spinal telah dipublikasikan, ambang
belakang memiliki variasi morfologi fraktur lumbar letak bawah yang batas tindakkan bedah masih diteliti.
dan saraf yang cukup besar yang terjadi pada daerah L3-L5. Fraktur Meski demikian, ada dua fraktur
mungkin berpengaruh terhadap tata lumbar letak bawah ini penting yang masih menjadi tantangan
laksana, maka, dalam tulisannya, karena meliputi 60% dari seluruh algoritma global tersebut, yakni
Schroeder dan rekan membahas fraktur torakolumbar yang terjadi di fraktur di daerah persambungan
mengenai fraktur cervicothoracic kalangan militer Amerika Serikat. servikotorakal dan persambugan
junction dan fraktur torakolumbar Manajemen fraktur di daerah lumbosakral. Fraktur di dua daerah
yang membutuhkan penatalaksanaan tersebut cenderung berbeda dari tersebut memiliki karakteristik
khusus. Tulisan ini juga menunjukkan fraktur-fraktur tulang belakang yang berbeda sehingga memerlukan
bahwa klasifikasi homogen lainnya. Defisit neurologis yang penanganan yang berbeda pula. Oleh
untuk seluruh ruas belakang sulit terjadi juga jauh lebih banyak dan tata karena itu, dokter bedah diharapkan
direalisasikan. laksana konservatif sering menjadi dapat fasih melakukan penilaian
Bahasan pertama mengenai fraktur pilihan utama. Penelitian Butler klinis untuk menentukan penanganan
di daerah cervicohotracic junction dan rekan membandingkan sepuluh suatu fraktur: apakah paling baik
yang mencakup 2,4-4,5% dari seluruh orang yang memperoleh pengobatan diklasifikasikan berdasarkan
fraktur tulang belakang. Sebanyak konservatif dan empat orang yang sistem klasifikasi trauma spinal
60-83% kecelakaan yang terjadi di menjalani fusi posterolateral L4-S1. torakolumbar AOSpine yang baru,
area tersebut menyebabkan defisit Tidak ada perbedaan radiografik yang sistem klasifikasi trauma spinal
neurologis. Hal ini disebabkan oleh signifikan pada dua kelompok pasien servikal subaksial AOSpine, atau
banyak faktor, misalnya banyaknya tersebut. Pada kelompok pasien sistem klasifikasi trauma sacral
pembuluh darah dan terletaknya yang mendapatkan pengobatan AOSpine mendatang.
cabang terminal tulang belakang. konservatif, tingkat rasa sakit
Selain itu, tulang belakang bagian dilaporkan lebih rendah dengan
toraks juga memiliki karakteristik perbaikan fungsi dicapai rata-rata
yang lebih kaku dibandingkan pada bulan ke-71. Disarikan dari:
dengan bagian-bagian lain. Kekauan Sebagai kesimpulan, sistem klasifikasi Schroeder GD, Kepler CK, Koerner JD, Oner
ini menjadi tantangan sendiri trauma spinal torakolumbar FC, Fehlings MG, Aarabi B, et al. Can a Thoraco-
lumbar Injury Severity Score Be Uniformly Ap-
untuk tatalaksana. Sebagai contoh, AOSpine yang baru dibuat untuk plied from T1 to L5 or Are Modifications Necessary?
pemasangan pedicle screw akan membantu komunikasi dan memandu Global Spine J. 2015 Aug;5(4):339-45. doi: 10.1055/s-
0035-1549035.

E disi 7 | Juli 2015 | hal a m an 7


B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Liputan Golf Juli


Pada bulan Juli 2015, anggota PABOI Jaya dan PABOI
Banten bermain golf bersama di Jakarta Golf Club,
Rawamangun. Acara ini selain ditujukan sebagai sarana
refreshing, diharapkan sekaligus dapat mempererat
kekeluargaan antarsejawat. Kami tunggu kehadiran
sejawat dalam acara golf berikutnya!

Kabar Profesi

Indonesia Menjadi Tuan Rumah


SRS World Wide Conference 2016

S
etiap tahunnya, Scoliosis Research negeri, terutama Asia. macet, butuh waktu cukup lama dari
Community (SRS) mengadakan Panitia sendiri sudah mencapai bandara hingga pusat kota,” jelas
World Wide Conference yang progress yang siginifikan. Seluruh Ifran lagi.
bertujuan mendekatkan pertemuan- pembicara yang berasal dari Ketika ditanya lebih lanjut
pertemuan ilmiah di bidang tulang Indonesia sudah dihubungi dan mengenai acara, ia pun menjawab,
belakang ke seluruh negara di dunia. dikonfirmasi kebersediaannya. Waktu “Terkait acara ilmiah, akan diadakan
Pada tahun 2016 yang akan datang, dan tempat sudah ditentukan, serta 4-5 workshop dalam waktu 2 hari.
Indonesia menjadi salah satu tuan konsep acara secara umum pun Selain itu, akan diadakan pula
rumah konferensi bergengsi tersebut, sudah dirancang. “Rencananya acara simposium untuk masyarakat awam.”
selain Jepang, Cina, Rusia, Inggris, ini akan diadakan pada pertengahan Adapun simposium awam tersebut
Brasil, dan negara-negara lainnya. Agustus 2016, sementara ini dimaksudkan untuk memperkenalkan
Dalam konsep tanggalnya adalah 11-13. Tempatnya masalah tulang belakang kepada
penyelenggaraannya, SRS World di Bali,” papar dr. Ifran Saleh, masyarakat sehingga nantinya
Wide Conference Indonesia akan SpOT(K) yang merupakan fellow SRS dapat meningkatkan pengetahuan
diadakan bersama-sama dengan ini, antusias. juga pelayanan kesehatan bagi
Kongres Nasional Indonesian Spine “Mengapa Bali? Karena Bali kan masyarakat.
Society (ISS) yang ke-10 dan Kongres lebih dikenal dan lebih menarik untuk
Nasional Pedicle Club Indonesia (PCI) orang luar, sehingga diharapkan bisa
perdana. Kepanitiaan akan dipegang mendatangkan banyak peserta dari
secara lokal, sementara pembicara luar. Jakarta sebenarnya juga dikenal,
akan berasal dari Indonesia dan luar tapi kotanya terlalu crowded dan

E di si 7 | J u l i 2 0 1 5 | ha l a m a n 8
B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Liputan Update Teknologi Bedah


Tulang Belakang dalam
IMAST 2015

A
cara 22nd International
Meeting on Advanced Spine
Techniques (IMAST) berhasil
diselenggarakan dengan sangat baik
di Kuala Lumpur, Malaysia, 8-11 Juli
yang lalu. Sebagai salah satu peserta
yang menghadiri acara tersebut, dr.
Ifran Saleh, SpOT(K) mengaku cukup
puas. “Penyelenggaraan IMAST 2015
tergolong sukses. Secara keseluruhan
acaranya bagus, pesertanya banyak,
kira-kira 800 orang, dan semua
agenda dapat berjalan dengan lancar,”
ungkapnya. Adapun jumlah peserta
dari Indonesia sendiri berjumlah
sekitar 30 orang.
Seperti tahun-tahun sebelumnya,
IMAST 2015 membahas mengenai
teknologi-teknologi terbaru dalam
keilmuan bedah tulang belakang.
Pembicara yang hadir dalam acara
ini juga hampir semuanya berasal
dari luar Asia. Kontribusi dari Asia
pun berasal dari tuan rumah saja,
yaitu Malaysian Spine Society. Bukan
hanya itu, kepanitiaan dan scientific
organization IMAST sebenarnya juga
bukan dipegang oleh tuan rumah,
melainkan dari luar. Pihak tuan rumah
‘hanya’ menyediakan tempat, liaison
officer (LO), dan panitia hari-H.
Diketuai oleh Christopher Shaffrey,
MD, kepanitiaan IMAST 2015 perkembangan terbaru dalam hal lokasi penyelenggaraannya diusahakan
memfasilitasi pesertanya dengan motion-sparing devices, nucleus untuk disesuaikan dengan annual
aplikasi mobile berisi informasi replacement, dan penggunaan agen meeting SRS itu sendiri. “Bila annual
mengenai agenda, profil pembicara, biologis. meeting SRS bertempat di Amerika,
abstrak, hingga daftar sponsor acara. Menurut Ifran, IMAST sendiri maka IMAST diusahakan untuk
Forum internasional berdurasi tiga hari tergolong acara ilmiah dengan bobot diadakan di luar Amerika. Demikian
ini mengedepankan aspek kebaruan tinggi dalam lingkup tulang belakang pula sebaliknya,” jelas Ifran kemudian.
dalam teknik bedah tulang belakang atau spine, sehingga merupakan Oleh karenanya, pada tahun depan,
guna meningkatkan pelayanan acara yang ditunggu oleh para ahli annual meeting SRS direncanakan akan
bagi pasien. Topik yang disajikan bedah tulang mancanegara. Acara ini dilangsungkan di Praha, sementara
mencakup skoliosis, trauma, tumor, merupakan agenda penting tahunan IMAST akan dihelat di Washington DC,
penyakit degeneratif, juga meliputi Scoliosis Research Society (SRS) yang Amerika.

S egen a p K e luar g a Be s a r R e da k si B uletin Orthopa edi I ndonesi a m enguca pkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri


1 Syawal 1436 H
Minal Aidin Walfaidzin,
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Selamat menyambut hari kemenangan
B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

s am b u nga n h a l 3
Mengalir seperti Air Al a dr. Ifr an Saleh Sp OT(K)

lebih baik lagi, ”PABOI dapat mandiri Western Pacific Orthopedic Association meningkat, risiko malapraktik pun
karena kontribusi anggotanya. Maka, (WPOA) tercatat sebagai acara ilmiah perlu diingat akan meningkat karena
PABOI harus dapat mengayomi, yang paling banyak mendatangkan melakukan hal-hal yang tidak perlu.
melindungi, mensejahterakan, serta pembicara juga peserta dari luar. Misalnya, tidak perlu dioperasi malah
memperbarui keilmuan anggota Atas semua pencapaiannya ini, dioperasi. Sebaliknya, kalau hanya
PABOI secara terus menerus. Intinya, Ifran mengaku prinsip hidupnya satu orthopaednya di suatu kota,
mendorong anggotanya agar semakin justru mengalir seperti air, ”Hidup itu dalam satu hari bisa 2-3 operasi
maju.” mengalir saja. Planning tetap dibuat, dilakoninya,” Ifran mengingatkan.
Hal baru lainnya yang dipelopori tapi ingat, ada yang namanya takdir.” ”Jadi apa yang harus dilakukan?”
Ifran sewaktu menjadi ketua ialah Ia juga selalu bersyukur akan apa tanyanya kemudian. ”Bekerjalah
apresiasi pada seluruh mantan yang sudah dicapainya hingga saat ini. dengan benar dan ikhlas. Pegang etika
Ketua PABOI melalui penyematan Lalu bagaimana untuk para dan keilmuan. Jangan melakukan
pin berlambang bintang dari emas, anggota PABOI itu sendiri, Dok? tindakan yang tidak ada dasar
serta pada seluruh istri mantan ”Kepada sejawat, perlu diingat bahwa keilmuannya. Kalau bekerja benar
Ketua PABOI dengan pin berlambang profesi orthopaed dibutuhkan orang. dan ikhlas, pasien dan keluarga juga
bintang dari perak dengan emerald di Dari lahir hingga tua, selalu ada pasti akan respect dan mereka sendiri
tengahnya. masalah orthopaedinya. Maka, bila yang akan melakukan promosi dari
Acara ilmiah yang digelar pada dokter orthopaedi semakin banyak, mulut ke mulut. Niat kita haruslah
saat periode ia memimpin juga harusnya cakupannya pun semakin menolong orang, imbalan itu urusan
mendulang sukses. Kongres PABOI di luas. Sayangnya, distibusinya masih berikutnya,” simpul Ifran mengakhiri
Hotel Westin, Bali tahun 2008 yang tidak merata. Di kota besar banyak wawancara.
diselenggarakan bersamaan dengan orthopaed, akibatnya persaingan

s am b u nga n h a l 6
Pengaruh Jenis Kel a min pada Komplika si Jangka... saluran kemih lebih besar pada
wanita (tabel 2).
Dalam penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa kondisi awal
pria yang mengalami fraktur panggul
lebih buruk dibandingkan dengan
wanita. Kondisi awal yang lebih buruk
ini berkaitan dengan meningkatnya
komorbiditas dan komplikasi saat
perawatan. Selain itu, keterlambatan
dalam operasi juga berpengaruh
terhadap meningkatnya risiko
komplikasi pada pasien.

Disarikan dari:
Ekström W, Samuelsson B, Ponzer S, Cederholm
T, Thorngren KG, Hedström M. Sex effects on short-
term complications after hip fracture:
a prospective cohort study. Clin Interv Aging. 2015
Aug 5;10:1259-66. doi: 10.2147/CIA.S80100.
Tabel 2. Regresi logistik komplikasi yang sering terjadi

s am b u nga n h a l 5
M ode l H e wa n Te r ba r u Pa da I nf e k si T u l a ng Be l a ka ng . . .

atau MRSA, sementara L3 menjadi adalah dapat dilakukannya yang menggunakan model infeksi
kontrol. Pada hari ke-7 pacaoperasi, kuantifikasi bakteria. Pada penelitian tulang belakang pascaoperasi yang
hewan tersebut dieuthanasia dan dan berikutnya, diharapkan ada model lebih kecil, misalnya mencit, yang juga
dilakukan biopsi kultur untuk melihat tulang belakang yang dapat dimonitor memungkinkan dilakukannya studi
infeksi. Didapatkan bahwa infeksi terus menerus secara longitudinal imunomodulasi menggunakan hewan
dapat terjadi akibat inokulum dengan selama beberapa hari atau minggu, yang dimodifikasi secara genetik.
jumlah minimum 1000 CFU MRSA. tidak hanya pada titik waktu tunggal.
Disarikan dari:
Ketiga model tersebut memiliki Selain itu, penelitian selanjutnya Stavrakis AI1, Loftin AH1, Lord EL1, Hu Y1, Manegold
keunggulan karena secara anatomis diharapkan dapat pula mengevaluasi JE1, Dworsky EM1, Scaduto AA1, Bernthal
mirip dengan model yang ada pada infeksi akibat bakteri selain S. aureus, NM1. Current Animal Models of Postoperative
Spine Infection and Potential Future Advances. Front
manusia. Keunggulan penelitian- misalnya S. epidermidis dan P. acnes. Med (Lausanne). 2015 May 26;2:34. doi: 10.3389/
penelitian yang telah dilakukan Diharapkan pula akan muncul studi fmed.2015.00034. eCollection 2015.

E di si 7 | J u l i 2 0 1 5 | ha l a m a n 1 0
B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

s am b u nga n h a l 1
S h a r ing I lm u Pa r a A hl i Be da h . . . .

degeneratif. Untuk DDD lumbar, tata laksana


bedah pada tumor korda spinalis, laminotomi
osteoplastik, hingga terapi sel punca mesenkimal
untuk degenerasi diskus intervertebral. Tak kalah
menariknya, dalam tema teknik bedah invasif
minimal, terdapat bahasan mengenai masalah
yang ditemui dalam fiksasi screw perkutaneus
multilevel, dekompresi endoskopi biportal
unilateral untuk stenosis lumbal, manajemen
minimal invasif pada metastasis spinal, dan
lain-lain. Kemudian, pada DDD servikal, peserta
mendapatkan materi mengenai penanganan
bedah pada mielopati spondilotik servikal, faktor
anatomis yang perlu dipertimbangkan pada tata
lakasana patologi servikal atas, penggantian
diskus artifisial servikal, dan masih banyak lagi
topik lainnya.
Jadwal acara tahunan ini dikemas dengan
sangat padat, tampak dari aktivitas yang dimulai
dari pukul 7 pagi dan diakhiri dengan makan
malam pada pukul 7 malam. Hampir seluruh
pembicara dan moderator yang hadir berasal
dari luar Indonesia. Sebut saja Korea, Amerika,
Chile, Spanyol, Cina, Thailand, India, Meksiko,
hingga Uzbekistan. Ketua PABOI sendiri, dr. Luthfi
Gatam, SpOT(K) ditugasi menjadi moderator
dalam salah satu sesi mengenai bedah invasif
minimal, serta berbicara pula mengenai luaran
awal fusi interbody lumbar transforaminal invasif
minimal.
Secara umum WSE 2015 berjalan dengan
sukses, tidak hanya pada sesi ilmiah, tetapi
juga pada acara kekeluargaan seperti makan
malam bersama. Seluruh peserta yang hadir
tampak antusias mengikuti jadwal acara ilmiah
yang padat, dan kemudian tampak hangat
bersenda gurau di kala santap malam juga acara
sosial lainnya. Semoga acara ini akan semakin
mempererat kesejawatan antar-ahli bedah tulang
belakang di seluruh dunia juga meningkatkan
pelayanan medis di bidang bedah spinal.

Sampai jumpa pada WSE 2016 di Pattaya,


Thailand!

E disi 7 | Juli 2015 | h a l a m an 1 1


B U L E T I N ORT HOPA E DI I N D ON E S I A

Kalender Acara
Berikut acara ilmiah yang dapat sejawat ikuti hingga 3 bulan ke depan.

No Acara Waktu Lokasi Info Lebih Lanjut


1 AOSpine Advances Symposium 7-8 Agustus, 2015 Jakarta Info: aospine2015@gmail.com
The 15 Pacific and Asian Society of Minimally
th
2 13-15 Agustus 2015 Korea Selatan http://www.pasmiss.org/
Invasive Spine Surgery (PASSMISS)
The 23rd Asia Pacific Cancer Conference (APCC) Hotel Grand Hyatt Nusa Dua
3 20-22 Agustus 2015 http://www.apcc2015.com/
2015 Bali, Indonesia
Swedish Orthopedic Association – Orthopedics http://www.ortopedi.se/index1.
4 24-28 Agustus 2015 Falun, Sweden
Week 2015 asp?siteid=1&pageid=1#
4th Scientific Meeting of Indonesian Hip and Knee Hotel Shangri-La, Surabaya,
5 26-30 Agustus 2015 http://ihks.org/
Society (IHKS) Indonesia
Annual meeting of the Nordic Spinal Deformities
6 27-29 Agustus 2015 Amsterdam, Belanda http://www.nsdsmeeting.com/
Society
http://www.deformitycourse.com/
Baltimore Limb Deformity Course (BLDC) 2015 –
7 27-31 Agustus 2015 Baltimore, Amerika Serikat RIAO/BaltimoreLimbDeformityCourse1.
25th Annual Course
aspx
61st South African Orthopaedic Association (SAOA) 31 Agustus-3 September
8 Champagne, Afrika Selatan http://www.saoa.org.za/
Annual Congress 2015
23 European Orthopaedic Research Society
rd
9 2-4 September 2015 Bristol, Inggris http://eors2015.org/
(EORS) Annual Meeting 2015
http://www.eurospine.org/p31000474.
10 Eurospine 2015 2-4 September 2015 Copenhagen, Denmark
html
4th Fragility Fracture Network (FFN) Global Con-
11 3-5 September 2015 Rotterdam, Belanda http://www.ffn-congress.com/
gress 2015
3rd Annual Meeting of Indonesian Orthopaedic Soci-
12 3-6 September 2015 Hotel Hilton, Bandung http://www.iossma.org/
ety of Sport Medicine and Arthroscopy (IOSSMA)
Argentinean Association of Arthroscopy (AAA) San Carlos de Bariloche, http://www.artroscopia.com.ar/#
13 9-12 September 2015
2015 Argentina
74th American Association for the Surgery of Trau-
http://www.aast.org/Meetings/Annual-
14 ma (AAST) Annual Meeting and Clinical Congress of 9-12 September 2015 Las Vegas, Amerika Serikat
Meeting/Default.aspx
Acute Care Surgery 2015
70th American Society for Surgery of the Hand
15 10-12 September 2015 Seattle, Amerika Serikat http://www.assh.org/annualmeeting/
(ASSH) Annual Meeting 2015
34th Annual Meeting of the European Bone and Joint
16 10-12 September 2015 Estoril, Lisboa, Portugal http://ebjis2015.org/
Infection Society
http://apasonline.org/APAS_2015_wel-
17 Asia Pacific Arthroplasty Surgery (APAS) 2015 11-13 Septembr 2015 Delhi, India
come.html
2nd International Congress for Joint Reconstruction Hotel Eastern & Oriental,
18 14-15 September 2015 http://www.icjrsea.com/
– South East Asia (ICJRSEA) Penang, Malaysia
British Orthopaedic Association (BOA) Annual
19 15-18 September 2015 ACC Liverpool, Inggris http://congress.boa.ac.uk/
Congress 2015
26th SECEC-European Society for Surgery of the
20 16-19 September 2015 Milano, Italia http://www.secec2015.com/
Shoulder and the Elbow (ESSSE)
21 36th SICOT Orthopaedic World Congress 17-19 September 2015 Guangzhou, Cina http://www.sicot2015.org/
22 International Society for Hip Arthroscopy 23-26 September 2015 Cambridge, Inggris http://www.ishameeting2015.net/
http://cme.ahc.umn.edu/Scripts/4Disa-
23 Pedatric Orthopaedic Trauma Summit 2015 24-25 September 2015 Minnesota, Amerika Serikat pi.dll/4DCGI/events/388.html?Action=-
Conference_Detail&ConfID_W=388&
24 Spine Summit Asia Pacific 2015 25-27 September 2015 Asia World Expo, Hongkong http://www.spinesummitap.org/
International Society for Technology in Arthroplas- 30 September-3 Oktober http://www.istaonline.org/?page_
25 Vienna, Austria
ty (ISTA) 2015 2015 id=3139
The 47th Annual Scientific Meeting Myamar Ortho- http://www.myanmarorthopaedicsoci-
26 1-4 Oktober 2015 Sky Hotel Yangon
paedic Society 2015 ety.org/index.html
http://www.aoassn.org/programs/trav-
27 ASEAN Travelling Fellows 4-17 Oktober 2015 eling-fellowships/association-of-south-
east-asian-nations-(asean).aspx
75th Annual Scientific Meeting of the Australian
28 11-15 Oktober 2015 Brisbane, Australia http://asm.aoa.org.au/
Orthopaedic Association
Grand Copthrone Waterfront
29 Singapore Orthopaedic Annual Meeting 2015 15-17 Oktober 2015 http://www.soa.org.sg/
Hotel, Singapura
3rd Malaysian Arthroscopy Society Annual Scientific
Nexus Connexion, Kuala http://www.my-arthroscopy.com/Conf/
30 Meeting Incorporating with 3rd Asian Cartilage 29-31 Oktober 2015
Lumpur MAS_ACRS_2015/
Repair Society
http://indonesia-orthopaedic.org/
31 Konferensi Kerja (KONKER) PABOI Ke-XII 3-7 November 2015 Novotel Tangcity, Tangerang
announcement-konker-paboi-2015.pdf

E di si 7 | J u l i 2 0 1 5 | ha l a m a n 1 2