Anda di halaman 1dari 5

5 M

TO ATER
P L ID
EV AN
EL LAT
- X IH
II S AN
MA SO
AL
SB
MP
TN

FISIKA
SET 5
SUHU DAN KALOR

A. suhu
Suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda, bisa juga dikatakan ukuran
kelajuan gerak-gerak partikel dalam suatu benda. Alat ukur suhu adalah termometer.
Jenis-jenis termometer di antaranya termometer Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.
Hubungan termometer tersebut dirumuskan:

C R F − 32 K − 273 X − Xmin
= = = =
5 4 9 5 Xmax − Xmin

Xmin = titik lebur es


Xmax = titik didih air

CONTOH SOAL

1. Termometer A dan B menunjukkan angka yang sama saat mengukur air yang mendidih.
Termometer A menunjukkan angka 75C, sementara termometer B menunjukkan angka
50C. Jika termometer A menunjukkan angka 35C, maka termometer B akan menunjukkan
angka ....

1
Pembahasan:
A − 75 B − 50
=
100 − 75 100 − 50
35 − 75 B − 50
=
25 50
−40 B − 50
=
1 2
B − 50 = − 80
B = − 300 o C

B. KALOR
Kalor merupakan bentuk energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke
benda yang suhunya lebih rendah jika kedua benda bersentuhan.

a. Kalor Jenis
Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg zat
sebesar 1 kelvin. Dirumuskan sebagai:

Q
c=
m ⋅ ∆T

dengan:
c = kalor jenis (J/kg.oC)
Q = Kalor (J)
m = massa zat (kg)
∆T = perubahan suhu (oC)

Keterangan:
1 joule = 0,24 kalori
1 kalori = 4,2 joule

b. Kapasitas Kalor
Kapasitas kalor adalah bilangan yang menunjukkan banyaknya kalor yang diperlukan
oleh suatu zat untuk menaikkan suhu zat itu sebesar 1oC.

Dirumuskan sebagai:

Q
H=m.c atau H= dengan H = kapasitas kalor (J/K)
∆t

2
c. Kalor Laten
Kalor laten adalah kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud 1 gram zat dari wujud
satu ke wujud lainnya pada suhu tetap.

Dirumuskan sebagai:

Q=m.L L = kalor laten/lebur (J/Kg).

d. Grafik Penambahan Kalor


Perjalanan kalor untuk es di bawah To C yang dipanaskan hingga menjadi uap di atas 100οC
adalah:
TOC
F

T
D E

B C
Q

–T A

o) Dari A ke B dan C ke D zat mengalami perubahan suhu. Kalor yang diperlukan pada
proses perubahan tersebut dirumuskan:

Q = m . c . ∆T

Keterangan:
Kalor jenis es (ces) = 0,5 kal/go C = 2.100 J/kgοC
Kalor jenis air (cair) = 1 kal/go C = 4.200 J/kgοC

o) Dari B ke C dan D ke E zat mengalami perubahan wujud. Besarnya kalor yang


diperlukan dirumuskan sebagai:

Q=m.L

Keterangan:
Kalor lebur/laten = 80 kal/gram = 336.000 J/kg.

e. Asas Black
Apabila dua zat atau lebih dicampurkan pada suatu wadah, maka zat yang suhunya tinggi
akan melepas kalor dan zat yang suhunya rendah akan menyerap kalor sehingga akan

3
mencapai suhu kesetimbangan.

Dirumuskan sebagai:
Qlepas = Qserap


C. PERPINDAHAN KALOR

a. Konduksi
Konduksi adalah perambatan kalor yang tidak disertai dengan perpindahan massa.
T1 T2

A H
Keterangan:
K = koefisien konduksi termal (W/m.K)
A = Luas penampang batang (m2)
L = panjang batang (m)
H = Laju aliran kalor (J/s)
∆T = T1 – T2 (dalam oC)

b. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai perpindahan massa zat perantaranya.
Laju kalor nya dirumuskan sebagai:

H = h . A . ∆T

Dengan, h adalah koefisien konveksi termal (W/m2.K)

c. Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor oleh gelombang elektromagnetik tanpa memerlukan
zat perantara. Laju energi radiasinya dirumuskan sebagai:

P = e . σ . A . T4

Dengan,
P = laju energi (W)
T = suhu mutlak benda (K)
A = luas permukaan benda (m2)

4
σ = tetapan Stefan–Boltzmann (5,67 × 10-8 W/m2.K4)
e = emisivitas ( 0 ≤ e ≤ 1 ), dengan warna hitam emisivitasnya = 1

CONTOH SOAL

1. Air yang suhunya 20oC bermassa X gram dicampur dengan es yang suhunya 10 oC
bermassa Y gram. Pada saat terjadi kesetimbangan, sebagian es melebur. Jika kalor jenis
es 0,5 kal/g.oC, berapa gram massa es yang melebur dalam X dan Y?

Pembahasan:
QL = Qs
mair . cair . ∆T = mes . L + mes . ces . ∆T
X.1.20 = m 80 + Y.0,5.10
20X = 80m + 5Y
4X = 16m + Y
4X − Y
m= gram
16