Anda di halaman 1dari 67

BAB 7

KAS DAN PIUTANG

Ak-I/Dwi Ratnadi 1
KAS
 Aktiva yang paling likuid
 Merupakan media pertukaran standar
 Dasar pengukuran serta akuntansi untuk semua pos lain
 Diklasifikasikan sebagai aktiva lancar

Syarat kas
 Dapat digunakan untuk membayar kewajiban lancar
 Harus bebas dari setiap restriksi kontraktual yang
membatasi pemakaiannya dalam melunasi hutang

Ak-I/Dwi Ratnadi 2
PENGENDALIAN INTERN

 Penetapan tanggung jawab yg jelas


 Penyelenggaraan pencatatan yg memadai
 Pengasuransian kekayaan dan karyawan
 Pemisahan pctt dan penyimpanan aktiva
 Pemisahan tangjwb atas transaksi terkait
 Pemakain peralatan mekanis
 Pelaksanaan pemeriksaan secara
independen

Ak-I/Dwi Ratnadi 3
PENGENDALIAN INTERN KAS
 Tiga prinsip pokok pengendalian intern
kas adalah
 Harus ada pemisahan tugas yang tepat
 Semua penerimaan kas hendaknya disetor
seluruhnya ke bank secara harian.
 Semua pengeluaran kas hendaknya
dilakukan dengan menggunakan
cek,kecuali untuk pengeluaran yg
jumlahnya kecil dimungkinkan untuk
menggunakan uang tunai
Ak-I/Dwi Ratnadi 4
SISTIM VOUCHER DAN PENGAWASAN
 Sistim ini dirancang untuk membantu dalam pelaksanaan
pengawasan terhadap pengeluaran Kas :
 Kewajiban perusahan hanya dapat terjadi dari transaksi yg
telah disetujui oleh yg diberi wewenang oleh perusahaan
 Prosedur2 yg berkaitan dg terjadinya kewajiban yg
meliputi verifikasi, pengesahan, dan pencatatan harus
ditetapkan
 Cek hanya bisa dikeluarkan untuk pembayaran kewajiban
yg telah diverifikasi, disahkan, dan dicatat dengan benar.
 Kewajiban harus dicatat pada saat terjadi, dan setiap
terjadi pembelian harus diperlakukan sebagai transaksi
yang independen.

Ak-I/Dwi Ratnadi 5
Manajemen dan Pengendalian Kas
 Pengendalian yang tepat untuk menjamin
tidak ada transaksi yang tidak diotorisasi
dicatat oleh pejabat atau karyawan
 Informasi yang diperlukan untuk
manajemen kas yang ada ditangan dan
transaksi kas harus tersedia
 Pengendalian intern atas kas harus
diperhatikan untuk melindungi kas dan
menjamin keakuratan catatan akuntansi
untuk kas

Ak-I/Dwi Ratnadi 6
PENGENDALIAN KAS
 Penggunaan Rekening Bank
 Rekening koran umum
 Rekening Bank Imprest dibuat untuk sejumlah
kas tertentu tersedia bagi tujuan terbatas
 Rekening lockbox, sering digunakan oleh
perusahaan besar dengan multi lokasi untu
melakukan penagihan
 Sistem Kas Kecil
 Sistem Fluktuasi
 Sistem Dana Tetap (imprest system)
Ak-I/Dwi Ratnadi 7
Perlindungan Fisik Atas Saldo Kas
 Kas ditangan hanya terdiri dari:
 Dana kas kecil
 Penerimaan harian
 Dana untuk pertukaran Hari ini

 Kas yang ada di deposito dibuktikan


dengan membuat rekonsiliasi bank

Ak-I/Dwi Ratnadi 8
SISTEM KAS KECIL(Petty Cash)
 Kas kecil digunakan oleh perusahaan
untuk mendanai pengeluaran yang relatif
kecil yang tidak efisien bila dilakukan
dengan cek.
 Ada dua metode pencatatan kas kecil
yaitu:
 Sistem fluktuasi
 Sistem dana tetap (imprest system for petty
cash)

Ak-I/Dwi Ratnadi 9
Sistem kas Kecil
1. Seorang ditugasi untuk mengawasi kas kecil dan
diberikan sejumlah uang untuk melakukan
pembayaran bernilai kecil.
2. Ketika pengeluaran dilakukan, pengawas kas kecil
mendapatkan tanda terima yang telah
ditandatangani dari setiap individu yang menerima
pembayaran kas itu. Jika mungkin, bukti
pengeluaran kas harus dilampirkan pada tanda
terima kas kecil.
3. Ketika kas kecil telah menipis, pengawas dapat
meminta tambahan kas dari kasir umum untuk
pengisian kembali.
4. Jika diputuskan bahwa jumlah kas yang terdapat
dalam dana kas kecil berlebihan/kekurangan,
penyesuaian harus dibuat
Ak-I/Dwi Ratnadi 10
Perbandingan sistem Fluktuasi dan
sistem Imprest
Sistem Fluktuasi Sistem Imprest
1. Kas Kecil XX - 1. Kas Kecil XX -
- Kas - XX - Kas - XX

2. Transaksi kas kecil tidak dicatat sampai


dana itu diisi kembali, dan kemudian ayat
2. Beban XX - jurnal yang terkait dicatat oleh orang lain,
bukan oleh pengawas kas kecil
- Kas Kecil - XX
Pada saat pengisian kembali
pengeluaran baru dicatat
-
3. Kas Kecil XX - 3. Beban-Beban
XX XX
- Kas - XX - Kas
-

4. Kas XX -
- Kas Kecil - XX 4. Kas XX -
- Kas Kecil - XX
Ak-I/Dwi Ratnadi 11
Sitem Kas Kecil
 Bila perusahaan menggunakan sistem
Imprest, dan tanggal pengisian kembali
tidak pada tanggal tutup buku, maka
pengeluaran sampai tanggal neraca harus
dibuat ayat jurnal penyesuaian.
 Beban-Beban xx -
 Kas Kecil - xx
 Awal periode berikutnya ayat jurnal
tersebut, dibuatkan ayat jurnal pembalik
 Kas Kecil xx -
Beban-Beban - xx

Ak-I/Dwi Ratnadi 12
 10 des pembentukan Kas Kecil
 Kas kecil $ 250 000
 Kas $ 250 000
 31 des penyesuain
 b abonemen intr $ 57 500
 pemb supplis ktr $ 37 500
 b listrik $ 65 000
 Kas kecil $ 160 000
 1 jan jurnal balik
 Kas kecil $ 160 000
 biaya biaya $ 160 000
 10 jan pengisian kembali
 biaya biaya $ 245 500
 kas $ 245 500

Ak-I/Dwi Ratnadi 13
LAPORAN ARUS KAS
 Melaporkan semua penerimaan kas,
pengeluaran kas dan perubahan kas,suatu
entitas pada periode tertentu yang
diklasifikasikan sebagai berikut :
 AKTIVITAS OPERASI
 AKTIVITAS INVESTASI
 AKTIVITAS PEMBIAYAAN

Ak-I/Dwi Ratnadi 14
TUJUAN LAPORAN ARUS KAS
Adalah menyediakan informasi yang
relevan mengenai penerimaan dan
pembayaran kas suatu entitas
(perusahaan) selama suatu peride,dan
perubahan bersih saldo kas.
 Laporan arus kas, melaporkan kas yg
mempengaruhi aktv operasi,transaksi
investasi,transaksi pembiayaan dan
kenaikan/penurunan kas bersih selama
satu periode.
Ak-I/Dwi Ratnadi 15
FORMAT DAN ISI LAPORAN
ARUS KAS
 Laporan Arus Kas
 Arus Kas dari aktivitas operasi $ XXXX
 Arus Kas dari aktivitas investasi $ XXXX
 Arus Kas dari aktivitas pembiayaan $ XXXX
 Kenaikan (penurunan) bersih kas $ XXXX
 Kas awal tahun $ XXXX
 Kas akhir tahun $ XXXX

Ak-I/Dwi Ratnadi 16
Ilustrasi Arus kas masuk dan Arus
kas keluar
Aktivitas Operasi Aktivitas Investasi Aktivitas
• Penjualan
Pembiayaan
• Ketika penerimaan properti,pabrik,dan peralatan. • Penerbitan sekuritas
kas (pendapatan) • Penjualan sekuritas utang ekuitas
melebihi atau ekuitas entitas lain
pengeluaran kas • Penagihan pinjaman dari
entitas lain.
• Penerbitan utang
(beban) (obligasi dan wesel )

Arus Kas Masuk Arus Kas Masuk


Pool Kas
Arus Kas Keluar Arus Kas Keluar

Aktivitas Operasi Aktivitas Investasi Aktivitas


Pembiayaan
• Ketika pengeluaran • Pembelian
properti,pabrik,dan peralatan • Pembayaran dividen.
kas (beban) melebihi • Penebusan utang.
penerimaan kas • Pembelian sekuritas utang
dan ekuitas entitas lain. • Pembelian-kembali
(pendapatan) modal saham.
• Pinjaman kepada entitas lain.
Ak-I/Dwi Ratnadi 17
Laporan Arus Kas
NESTOR COMPANY
Laporan Arus Kas
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2007

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Laba bersih $320.720
Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih ke kas
bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi :
Beban Penyusutan $88.400
Amortisasi aktiva tak berwujud 16.300
Keuntungan atas penjualan aktiva pabrik (8.700)
Kenaikan piutang usaha (bersih) (11.000)
Penurunan Persediaan 15.500
Penurunan utang usaha ( 9.500) 91.000
Kas bersih yang disediakan oleh aktivias operasi 411.750

Ak-I/Dwi Ratnadi 18
Laporan Arus Kas
Arus Kas dari Aktivitas investasi
Penjualan Aktiva pabrik 90.500
Pembelian peralatan (182.500)
Pembelian tanah (70.000)
Kas bersih yang digunakan oleh aktivitas investasi (162.000)
Arus Kas dari aktivitas pembiayaan
Pembayaran dividen tunai (19.800)
Penerbitan saham biasa 100.000
Penebusan obligasi (50.000)
Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas pembiayaan 30.200
Kenaikan bersih kas 279.950
Kas pada awal tahun 135.000
Kas pada akhir tahun $414.950
Aktivitas pembiayaan dan investasi non-kas
Pembelian peralatan melalui penerbitan obligasi senilai $50.000

19
Ak-I/Dwi Ratnadi
Pembuatan Laporan Arus Kas
TELEMARKETING INC.
NERACA
Aktiva 31 Des 2007 1 Jan.2007 Naik / Turun
Kas $31.000 $-0- $31.000 Naik
Piutang usaha 41.000 -0- 41.000 Naik
Tanah 15.000 -0- 15.000 Naik
Total $87.000 $-0-

Kewajiban dan Ekuitas Pemegang saham


Utang Usaha $12.000 $-0- 12.000 Naik
Saham biasa 50.000 -0- 50.000 Naik
Laba ditahan 25.000 -0- 25.000 Naik
Total $87.000 $-0-

Ak-I/Dwi Ratnadi 20
Pembuatan Laporan Arus Kas
TELEMARKETING INC.
LAPORAN LABA-RUGI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007

Pendapatan $172.000
Beban operasi 120.000
Laba sebelum pajak penghasilan 52.000
Pajak penghasilan 13.000
Laba bersih $39.000

Informasi tambahan :
Dividen sebesar $14.000 telah dibayarkan selama tahun berjalan

Ak-I/Dwi Ratnadi 21
Pembuatan Laporan Arus Kas
TELEMARKETING INC.
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007

Arus kas dari aktivitas operasi


Laba bersih $39.000
Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih ke kas
bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi :
Kenaikan piutang usaha $(41.000)
Kenaikan utang usaha 12.000 (29.000)
Arus kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi 10.000
Kas dari aktivitas investasi
Pembelian tanah (15.000)
Kas bersih yang digunakan oleh aktivitas investasi (15.000)
Arus kas dari aktivitas pembiayaan
Penerbitan saham biasa 50.000
Pembayaran dividen tunai (14.000)
Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas pembiayaan 36.000
Kenaikan bersih kas 31.000
Kas pada awal tahun -0-
Kas pada akhir tahun $31.000

Ak-I/Dwi Ratnadi 22
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
 Catatan atas laporan keuangan merupakan
komponen lap. Keu yang menampung
catatan,skedul tambahan,dan informasi lainnya
yg dianggap relevan. Unsur2 yg disajikan
diNeraca,laba/rugi dan lap. Perubahan posisi keu.
(lap. Arus kas) sering kali didukung lebih lanjut
dg rincian dan/atau penjelasan agar lebih
informatif dan bermanfaat untuk pengambilan
keputusan. Perlu diungkapkan antara lain
kebijakan akuntansi, risiko, dan ketidakpastian
yang mempengaruhi entitas dan setiap sumber
daya dan kewajiban yang tdk disajikan dalam
neraca Ak-I/Dwi Ratnadi 23
Dua prosedur tambahan harus diterapkan untuk
untuk menciptakan pengendalian menyeluruh atas
dana kas kecil:
 Perhitungan mendadak atas dana dilakukan
dari waktu ke waktu oleh pengawas kas
kecil untuk memastikan bahwa dana
tersebut diperhitungkan secara
memuaskan.

 Tanda terima kas kecil dibatalkan atau


dihancurkan setelah diserahkan untuk
pengisian ulang, sehingga tanda terima
tidak dapat digunakan untuk meminta
pengisian-ulang yang kedua.
Ak-I/Dwi Ratnadi 24
REKONSILIASI BANK
 Skedul yang menjelaskan setiap perbedaan
antara catatan kas bank dengan catatan kas
perusahaan
 Jika perbedaan ini hanya berasal dari
transaksi yg. Belum dicatat oleh bank, maka
catatan ke kas perusahaan dipandang yang
benar.
 Bila beberapa bagian dari perbedaan ini
berasal dari pos-pos lain, maka catatan bank
atau catatan perusahaan harus disesuaikan.

Ak-I/Dwi Ratnadi 25
Beberapa penyebab perbedaan antara saldo menurut
pembukuan perusahaan dengan laporan bank
 Bank belum mencatat transaksi tertentu.
 Setoran dalam perjalanan.
 Cek masih beredar
 Perusahaan belum mencatat transaksi tertentu
 Penerimaan kas melalui Bank
 Biaya adm Bank
 pendapatan bunga/jasa giro
 Cek kosong
 Cek yg dikembalikan kepada penyetor krn alasan lain
 Bank/Perusahaan telah melakukan kesalahan pencatatan

Ak-I/Dwi Ratnadi 26
POS-POS REKONSILIASI
 Deposito dalam Perjalanan.
 Deposito kas akhir bulan yang telah dicatat dalam
pembukuan depositor untuk satu bulan baru diterima dan
dicatat oleh bank pada bulan berikutnya.
 Cek-Cek yang Beredar
 Cek-cek yang sudah ditulis oleh depositor dicatat ketika
ditulis tetapi mungkin belum dicatat / dikliring oleh bank
sampai bulan berikutnya.
 Beban Bank
 Beban yang sudah dicatat oleh bank, tapi depositor
belum mencatatnya, spt: Jasa bank, perosesan cek, cek
kosong (non sufficient fund) dan safe deposit box
 Kredit Bank
 Penagihan atau deposito oleh bank tetapi belum diketahui
oleh depositor sampai diterimanya laporan Bank. Spt:
penagihan wesel oleh bank, bunga yang dihasilkan.
 Kesalahan Bank atau Depositor.
 kesalahan baik dilakukan oleh bank maupun oleh
depositor yang dapat menyebabkan saldo bank berbeda
dengan saldo pembukuan.
Ak-I/Dwi Ratnadi 27
Bentuk Rekonsiliasi Bank
 Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan
saldo buku atau sebaliknya
 Merekonsiliasi saldo bank maupun saldo
buku untuk mencari saldo yang benar.

Ak-I/Dwi Ratnadi 28
Bentuk dan Isi Rekonsiliasi Bank
Saldo per laporan Bank (Saldo Akhir) xx
Ditambah: Deposito dalam perjalanan xx
Kas ditangan (penerimaan yg belum didepositokan) xx
Kesalahan bank yang membuat saldo laporan bank terlalu rendah xx xx
xx
Dikurangi: Cek-cek beredar xx
Kesalahan Bank, yg membuat saldo lap bank terlalu tinggi xx xx
Saldo Kas Yang Tepat xx
Saldo per buku perusahaan (depositor)
Ditambah: Kredit Bank dan penagihan yg. Belum dicatat dalam buku xx
Kesalahan pembukuan yang membuat saldo buku terlalu rendah xx xx
xx
Dikurangi: Biaya bank yang belum dicatat dalam pembukuan xx
Kesalahan pencatatan yang membuat saldo buku terlalu tinggi xx xx
Saldo Kas yang Tepat XX
Ak-I/Dwi Ratnadi 29
Bentuk Rekonsiliasi
 Selalu terdiri dari dua bagian yaitu
 Saldo per laporan Bank
 Saldo per buku depositor.
 Kedua bagian berakhir dengan “Saldo Kas Yang
Tepat” yang sama.
 Saldo kas yang tepat adalah Jumlah pembukuan
harus disesuaikan dan yang harus dilaporkan
dalam neraca
 Ayat jurnal penyesuaian harus dibuat untuk
keseluruhan pos-pos penambahan dan
pengurangan yang muncul dalam “Saldo per
Buku Depositor”

Ak-I/Dwi Ratnadi 30
Illustrasi
Nugget Mining Company memperlihatkan saldo kas
perusahaan di Denver National Bank per 30 November
2001 sebesar $20.502. Laporan Bank yang mencakup
bulan november memperlihatkan saldo akhir sebesar
$22.190. Pemeriksaan atas akuntansi Nugget dan laporan
bank bulan November menemukan pos-pos rekonsiliasi
sebagai berikut:
1. Deposito bernilai $3.680 telah dikirim pada tanggal 30
Nov. tetapi belum muncul dalam laporan bank.
2. Cek yang ditulis selam bulan Nov. tetapi belum tercantum
dalam laporan bank adalah: Cek #7327 $150, #7348
$4.820 #7349 $31
3. Nugget belum mencatat bunga sebesar $600 yang ditagih
oleh oleh bank pada tanggal 20 Nov. atas obligasi Sequioa
Company yang dikelola oleh bank atas Nugget

Ak-I/Dwi Ratnadi 31
Illustrasi
4. Beban jasa bank sebesar $18 belum dicatat
dalam pembukuan Nugget.
5. Salah satu cek pelanggan Nugget yang bernilai
$220 telah dikembalikan bersama dengan
laporan bank dan ditandai ‘NSF”. Bank
memperlakukan cek kosong ini sebagai
pengeluaran.
6. Nugget menemukan bahwa cek #7322 senilai
$131, yang ditulis bulan November untuk
pembayaran hutang usaha, telah salah dicatat
sebesar $311 dalam Pembukuan.
7. Sebuah cek untuk Nugget Oil Company yang
berjumlah $175 telah salah dibebankan kepada
Nugget Mining Oleh Bank.

Ak-I/Dwi Ratnadi 32
Rekonsiliasinya Sbb :
Saldo Per laporan Bank $22.190

(+): Deposito dl. Perjalanan 1 $3.680

Kesalahan bank-cek yg.tdk benar 7 $ 175 3.855


dibebankan ke perusahaan
26.0445
(-): Cek-cek yang beredar 2 5.001
Saldo Kas yang Tepat 21.044

Saldo per pembukuan $20.502

(+): Bunga yang ditagih oleh bank 3 $600

Kesalahan pencatatan cek #7322 6 180 780


21.282
(-): Beban jasa bank 4 18
NSF yang dikembalikan 5 220 238
Ak-I/Dwi Ratnadi 33
Saldo Kas yang benar 21.044
PIUTANG DAGANG
(ACCOUNT RECEIVABLES)
 Klaim uang, barang atau jasa kepada
pelanggan atau pihak lainnya.
 Klasifikasi piutang:
 Piutang lancar (jk. Pendek)
Piutang dagang

Piutang non dagang

 Piutang tidak lancar (jk. Panjang)

Ak-I/Dwi Ratnadi 34
Piutang Dagang (Trade Receivables)
 Jumlah yang terhutang oleh pelanggan
untuk barang dan jasa yang telah diberikan
sebagai bagian dari operasi bisnis normal.
 Piutang usaha (account receivable) janji
lisan dari pembeli untuk membayar barang
atau jasa yang dijual
 Wesel tagih (notes receivables) adalah janji
tertulis untuk membayar sejumlah uang
tertentu di masa depan

Ak-I/Dwi Ratnadi 35
Piutang Non Usaha
 Berasal dari berbagai transaksi dan dapat berupa janji
tertulis untuk membayar atau mengirimkan sesuatu.
 Contoh:
 Uang muka kepada karyawan atau staf
 Uang muka kepada anak perusahaan
 Deposito untuk menutup kemungkinan kerugian atau
kerusakan.
 Deposito sebagai jaminan untuk penyediaan jasa atau
pembayaran.
 Piutang deviden dan bunga
 Piutang Klaim terhadap perusahaan assuransi dll.
 Piutang terhadap Terdakwa dalam suatu perkara hukum
 Piutang thd.Badan-badan pemerintah untuk pengembalian
pajak

Ak-I/Dwi Ratnadi 36
Pengakuan dan Penilaian Piutang Usaha
 Piutang diakui sebesar harga pertukaran dan
dicatat sejumlah nilai nominalnya(face amount)
 Harga pertukaran jumlah yang terhutang dari
debitor (seorang pelanggan atau peminjam) dan
umumnya dibuktikan dibuktikan dengan
beberapa jenis dokumen bisnis.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi piutang yaitu:
 Adanya diskon
 Lamanya tenggang waktu antara tanggal penjualan
dengan tanggal jatuh tempo.

Ak-I/Dwi Ratnadi 37
Diskon Dagang dan Diskon Tunai
 Diskon dagang potongan yang diberikan krn
membeli dalam jumlah banyak
 Diskon tunai, diberikan bila pembeli membayar
dengan tunai atau membayar secepatnya
 Metode pencatatan diskon tunai adalah:
 Metode kotor (piutang dan penjualan dicatat sebesar
jumlah sebelum dikurangi potongan)

 Metode bersih (piutang dicatat sebesar jumlah setelah


dikurangi potongan)/bila pot. Tdk dimanfaatkan maka “
Diskon Penjualan Yang Hilang)

Ak-I/Dwi Ratnadi 38
Penilaian Piutang Usaha
 Pelaporan piutang melibatkan
 Klasifikasi
 Melibatkan penentuan lamanya waktu setiap piutang
akan beredar
 Penilaian di dalam neraca
 Piutang jangka pendek dinilai dan dilaporkan pada
nilai realisasi bersih (net realizable value) yaitu
jumlah bersih yang diperkirakan akan diterima dalam
bentuk kas, yang tidak selalu secara resmi
merupakan piutang.

Ak-I/Dwi Ratnadi 39
 Contoh ; tlg 1 juli 2010 PD Merapi menjual
barang dagangan kepada PD Merbabu seharga $
1000 000 dg termin 2/10 n/30. tgl 5 juli barang
seharga $ 100 000 dikembalikan PD Merbabu krn
rusak, tgl 11 juli PD Merapi menerima
pembayaran dr PD Merbabu sebesar $ 500 000,
tgl 31 juli sisa tagihannya dilunasi.
 Diminta: catat transaksi tgl 1,5,11 dan 31 juli
baik di PD Merapi dan PD Merbabu

Ak-I/Dwi Ratnadi 40
 Catatan PD Merapi (penjual)
 1 juli
 Piutang dagang $ 1000 000
 Penjualan $ 1000 000
 5 juli
 Retur penjualan $ 100 000
 Piutang dagang $ 100 000
 11 juli
 Kas $ 490 000
 pot tunai penj 10 000
 Piutang dagang $ 500 000
 31 juli
 Kas $ 400 000
 Piutang dagang $ 400 000

Ak-I/Dwi Ratnadi 41
 Catatan PD Merbabu (pembeli)
 1 juli
 pembelian/sediaan $ 1000 000
 Utang dagang $ 1000 000
 5 juli
 Utang dagang $ 100 000
 Retur pembelian $ 100 000
 11 juli
 Utang dagang $ 500 000
 Kas $ 490 000
 Pot tunai pembelian $ 10 000
 31 juli
 Utang dagang $ 400 000
 Kas $ 400 000

Ak-I/Dwi Ratnadi 42
Piutang Usaha Yang Tak Tertagih
 Merupakan kerugian pendapatan
 Kerugian pendapatan dan penurunan laba
diakui dengan mencatat “ Beban Piutang
Ragu-Ragu” atau “ Beban Piutang tak
Tertagih”
 Metode Pencatatan Piutang:
 Metode Penghapusan Langsung (direct write-of
methode)
 Metode Penyisihan/Metode Cadangan
(allowance Methode)
Ak-I/Dwi Ratnadi 43
Metode Penghapusan Langsung
 Yang dicatat haruslah Fakta, bukan
estimasi.
 Metode penghapusan langsung bisa
diterapkan bila piutang tak tertagih tidak
material.
 Jurnal yang dibuat:
Beban Piutang tak Tertagih xxx -
- Piutang Dagang - xxx

Ak-I/Dwi Ratnadi 44
Metode Penyisihan
 Pendekatan Laba/Rugi
 Pendekatan Persentase Penjualan (percentage-
of sales approach), mengaitkan beban pada
periode dimana penjualan dicatat.
 Cnt. Penjualan Rp100.000.000, Berdasarkan
pengalaman tak tertagih 2%
 Beban=2% x Rp100.000.000 = Rp2.000.000
 Beban Piutang Tak tertagih 2.000.000 -
- Penyisihan untuk Piutang Tak Tertagih - 2.000.000

Ak-I/Dwi Ratnadi 45
Pendekatan Neraca (Prosentase Piutang)
 Penyisihan piutang dinaikkan sebesar %
tertentu dari saldo Piutang (melihat
penyisihan piutang sebelumnya)
 Beban kerugian piutang ditetapkan
sebesar % tertentu dari piutang dagang
 Penyisihan piutang ditetapkan sebesar %
tertentu berdasarkan analisis umur
piutang.(Harus melihat saldo penyisihan
piutang sebelumnya)

Ak-I/Dwi Ratnadi 46
Contoh Analisis umur Piutang
Wilson & Co.
Skedul Umur Piutang

Nama Saldo Dibawah 60 61-90 hari 91-120 Diatas


Pelanggan 31 Des. hari hari 120 hari
W SS Corp 98.000 80.000 18.000 - -
BS Comp. 320.000 320.000 - - -
FS &T Co. 55.000 - - - 55.000
Allegheny 74.000 60.000 - 14.000
547.000 460.000 18.000 14.000 55.000

Ak-I/Dwi Ratnadi 47
Ikhtisar
Umur Jumlah Persentase Saldo yg.
($) Estimasi Tak Diperlukan dl.
Tertagih penyisihan ($)

Dibawah 60 $460.000 4% $18.400


Hari
61-90 Hari 18.000 15% 2.700

91 – 120 14.000 20% 2.800


Hari
Di atas 120 55.000 25% 13.750
hari
Saldo penyisihan piutang tak tertagih akhir tahun $37.650
Ak-I/Dwi Ratnadi 48
Disposisi Piutang
 Piutang dagang ditagih pada saat jatuh
tempo.
Jurnal: Kas xxx -
- Piutang Dagang - xxx
 Sebelum jatuh tempo piutang dapat
ditransfer ke perusahaan lain untuk
mendapatkan kas dengan cara:
 Penggadaian piutang dagang
 Penjualan(pemfaktoran) piutang dagang

Ak-I/Dwi Ratnadi 49
Penggadaian Piutang Dagang
 Jenis Penggadaian Piutang:
 Penggadaian umum
 Penggadaian Khusus
 Siapa yang menerima hasil piutang dagang yang
digadaikan
 Beban keuangan ditanggung siapa?

 Piutang spesifik yang berlakuk sebagai jaminan

 Ada atau tidaknya pemberitahuan kepada kreditor.

 Piutang yang digadaikan dijurnal:


 Kas xxx -
 Beban Keuangan xxx -
 Piutang dagang yg. Digadaikan xxx -
 Wesel bayar - xxx
 Piutang Dagang - xxx
Ak-I/Dwi Ratnadi 50
Penjualan (Transfer) Piutang Dagang
 Faktor adalah perusahaan keuangan atau
bank yang membeli piutang untuk bisnis
dengan suatu biaya dan kemudian
menerima penagihan langsung dari
pelanggan
 Piutang dapat dijual atas dasar tanpa
tanggung renteng(without recourse) atau
dengan tanggung renteng

Ak-I/Dwi Ratnadi 51
Tanggung –renteng adalah:
 Hak penerima transfer piutang untuk
menerima pembayaran dari pelaku
transfer:
 Jika debitor tidak mampu melunasi piutang
pada saat jatuh tempo
 Untuk pengaruh sebelum pembayaran
 Untuk penyesuaian yang muncul akibat
turunnya nilai piutang yang ditransfer.

Ak-I/Dwi Ratnadi 52
Penjualan tanpa tanggung renteng
 Crest Textiles,Inc, memfaktorkan piutang
usahanya senilai $500.000 kepada
Commercial Factors,Inc. yang akan
menerima penagihan. Comercial
Factors,Inc mengenakan beban
pembiayaan sebesar 3% dari jumlah
piutang usaha dan menahan sejumlah
hasil yang besarnya sama dengan 5% dari
piutang usaha.

Ak-I/Dwi Ratnadi 53
Jurnal untuk mencatat Piutang
Crest Textiles,Inc Commercial Factor,Inc.

Kas 460.000
Terhutang dari
Faktor 25.000 Piutang Usaha 500.000 -
Kerugian atas -Terhutang
penj. Piutang kpd. Ct - 25.000
15.000
- Piutang usaha - Pend. - 15.000
-
500.000 Pembiayaan
- Kas 460.000

Ak-I/Dwi Ratnadi 54
Penjualan dengan tanggung renteng
 Penjual menjamin pembayaran kepada
pembeli seandainya debitor tidak mampu
membayar.
 Untuk mecatat transaksi jenis ini
digunakan pendekatan komponen
keuangan
 Penjual akan terus terlibat dengan piutang

Ak-I/Dwi Ratnadi 55
Penjulan dengan tanggung renteng
 Crest Textiles,Inc, memfaktorkan piutang
usahanya senilai $500.000 kepada
Commercial Factors,Inc. yang akan
menerima penagihan.Piutang dijual
dengan tanggung renteng. Comercial
Factors,Inc mengenakan beban
pembiayaan sebesar 3% dari jumlah
piutang usaha dan menahan sejumlah
hasil yang besarnya sama dengan 5% dari
piutang usaha. Kewajiban tanggung
renteng ini memiliki nilai wajar $6.000
Ak-I/Dwi Ratnadi 56
Hasil bersih (Net proceeds) adalah kas atau aktiva lainnya
yang diterima dalam penjualan dikurangi kewajiban yang
terjadi
Kas yang diterima $460.000
Terhutang dari factor 25.000 $485.000
Dikurangi:
Kewajiban T-R 6.000
Hasil Bersih $479.000

Ak-I/Dwi Ratnadi 57
Perhitungan kerugian atas penjulan
 Jurnal Oleh Crest Nilai Buku $500.000
Kas (D) 460.000 Hasil
Terhutang Bersih $479.000
dr. faktor (D) 25.000 Kerugian $ 21.000
Kerugian
atas penj.
Piutang (D) 21.000
- Piutang usaha (K) 500.000
- Kewajiban Tanggung
Renteng (K) 6.000
Ak-I/Dwi Ratnadi 58
Pengakuan Wesel Tagih.
 Wesel tagih didukung oleh promes
(promissory note) formal yaitu janji
tertulis untuk membayar sejumlah uang
tertentu pada suatu tanggal dimasa yang
akan depan.
 Wesel dapat diklasifikasikan:
 Wesel berbunga (interest-bearing notes)
 Wesel tanpa bunga (zero-interest bearing
notes), memasukkan bunga sebagai bagian
dari nilai nominal yang tidak dinyatakan secara
eksplisit.

Ak-I/Dwi Ratnadi 59
Wesel tagih
 Sering diterima dari pelanggan yang ingin
memperpanjang periode pembayaran
piutangnya.
 Wesel juga digunakan untuk pelanggan
beresiko tinggi atau baru
 Tapi mayoritas wesel berasal dari
transaksi peminjaman
 Wesel tagih/wesel bayar jangka pendek
biasanya dicatat sebesar nilai nominalnya
(dikurangi penyisihan)

Ak-I/Dwi Ratnadi 60
Wesel tagih jangka panjang
 Dicatat dan dilaporkan pada nilai sekarang dari
kas yang diperkirakan akan tertagih
 Jika suku bunga ditetapkan sama dengan bunga
efektif atau bunga pasar, maka wesel itu dijual
pada nilai nominal.
 Jika suku bunga ditetapkan berbeda dengan suku
bunga pasar, maka kas yang dipertukarkan(nilai
sekarang) berbeda dengan nilai nominal wesel.
Selisih antara nilai sekarang dengan nilai nominal
akan dicatat sebagai disagio atau premi dan
diamortisasi sepanjang umur wesel.

Ak-I/Dwi Ratnadi 61
Wesel tagih jangka pendek
 Bila bunga pasar > dari bunga nominal
akan dicatat sebagai AGIO
 Bila Bunga pasar < dari bunga nominal
akan dicatat sebagai disagio
 Disposisi Wesel Tagih:
 Pada saat jatuh tempo sebesar nilai nominal +
Bunga sampai dengan Jatuh tempo
 Wesel tagih bisa dijual (didiskontokan sebelum
jatuh tempo)

Ak-I/Dwi Ratnadi 62
Pendiskontoan wesel tagih

Nilai Nominal Wesel xxx


(+) Bunga wesel s/d jatuh tempo xxx
Nilai Jatuh Tempo (NJT) xxx
Diskonto (NJT x HD x Tk Diskonto) (xxx)
Hasil yang diterima xxx
Nilai Buku tercatat (Nominal + bunga (xxx)
s/d tgl diskonto)
Beban Bunga/kerugian xxx
NB tercatat >Hasil yang diterima  Rugi
NB tercata < Hasil yang diterima  Laba
Ak-I/Dwi Ratnadi 63
Wesel Tidak berbunga
 Ilustrasi : Wesel dengan nominal $ 10 000
000 JW 2 bulan tgl 1 mei 2012
didiskontokan pada tgl 26 mei dengan
diskonto 10%.berapa jumlah yg diterima
tgl 26 mei
 Berbunga : ilustrasi diatas wesel berbunga
12%, berapa jumlah yg diterima tgl 26
mei

Ak-I/Dwi Ratnadi 64
Jawab
 Tidak berbunga;
 Periode diskonto dihitung sbb
 26 – 31 mei 5 hari
 juni 30 hari
 juli tgl jt 1 hari
 Jumlah 36 hari
 Nilai nom. Wesel $ 10 000 000
 Bunga 36/360 x 10% x 10 000 000 = 100 000.
 Uang yang diterima 9 900 000
 Jurnalnya : Kas 9 900 000
 biaya bunga 100 000
 Piutang wesel (didiskontokan) 10 000 000
Ak-I/Dwi Ratnadi 65
Jawab
 Wesel berbunga
 Nilai nom. Wesel $ 10 000 000
 Bunga 12%x2/12x NW 200 000
 Nilai JT Wesel $ 10 200 000
 10 200 000x 10%x36/360 = 102 000
 Uang yg diterima 10 200 000 – 102 000 =
 10 098 000
 Jurnal : Kas 10 098 000
 Piutang wesel 10 000 000
 Pendt bunga 98 000
Ak-I/Dwi Ratnadi 66
Penyajian Piutang:
 Aturan umum dalam pengklasifikasian Piutang:
 Memisahkan berbagai jenis piutang yang dimiliki
perusahaan jika material
 Menjamin bahwa akun penilaian secara tepat meng-
offset akun piutang yang terkait.
 Menentukan bahwa piutang yang diklasifikasi dalam
kelompok aktiva lancar akan dikonversikan menjadi kas
dalam satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung
mana yang lebih panjang
 Mengungkapkan setiap kontijensi kerugian yang ada
pada piutang
 Mengungkapkan setiap piutang yang digadaikan sebagai
jaminan
 Mengungkapkan semua konsentrasi yang signifikan dari
resiko kredit yang berasal dari piutang.

Ak-I/Dwi Ratnadi 67