Anda di halaman 1dari 2

Bagaimana Makna Upacara Adat Kacar-kucur?

Bagaimana Makna Upacara Adat Kacar-kucur?


Oleh : Tarjo, S.Pd.

Kacar-kucur yaitu adat dalam pengantin Jawa. Kegiatannya adalah


pengantin pria menumpahkan segala isi dari kantung atau wadah kain
berwarna merah dan putih. Isi dari kantung tersebut adalah segala isi bulu
bekti dari bumi. Istilah isi bulu bekti dalam bahasa umum biasa diartikan
segala biji-bijian yang tumbuh dari bumi yang telah dicampur dengan uang
logam. Untuk bi-bijian yang paling utama adalah beras. Kenapa beras?
Karena beras digunakan sebagai bahan pokok untuk dijadikan nasi sebagi
bahan pangan utama.

Untuk melaksanakan upacara kacar-kucur bisa dengan


mencampurkan kunir didalamnya agar warna beras menjadi kuning dan enak
dipandang. Kunir disini sebagi rempah atau bumbu. Maknanya adalah manusia
pastilah suatu saat akan mendapatkan ujian atau biasa disebut bumbu
kehidupan perkawinan. Namun jangan kuatir jika permasalahan tersebut
dapat diatasi pastilah akan merasakan kebahagiaan tersendiri.

Apa maksud upacara kacar-kucur menggunakan beras dan uang


logam sebagai alatnya?
1. Beras
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, beras menjadi bahan pokok.
Untuk menciptakan sebuah keluarga perlulah kiranya ada jaminan kebutuhan
pokok terlebih dahulu berupa beras. Bukannya penulis bersikap matre. Namun
secara realistis setelah pernikahan berlangsung kita tidak serta merta
mengandalkan orang tua. Tidak baik bukan membebani orang tua terus
menerus? Peribahasa Jawa mengatakan “wong ngelih pikirane ngalih.”
Artinya orang yang lapar bisa berubah pikiran. Ungkapan ini harus diubah oleh
setiap pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Bukankah kita
mempunyai pikiran dan kemampuan untuk mewarnai dunia ini. Manfaatkan
dan gunakan!

2. Uang Logam
Uang adalah alat yang digunakan seseorang untuk memenuhi kebutuhan
hidup Orang mencari uang kesana kemari adalah demi memenuhi kebutuhan
hidupnya yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Dijaman sekarang
kebutuhan seseorang berbeda dengan kebutuhan orang jaman dahulu.
Manusia hidup cenderung konsumtif. Untuk mengatsinya perlulah kirannya
dengan pengendalian nafsu. Kalalu tidak bisa mengendalikan penulis kuatir
bisa jadi akan menghalalkan segala cara. Ini sungguh tidak terpuji. Alangkah
lebih baik jika mencari uang dengan menggali kemampuan kita, kelebihan dan
kepandaian kita agar bermanfaat bagi orang banyak. Jangan lupa untuk selalu
berkarya. Denga sebuah karya dunia akan mencatat dalam sejarah. Dengan
karya yang yang indah mencari uang akan lebih mudah.
Sebagai penutup acara kacar-kucur biasanya setelah biji-bijian tadi
ditumpahkan kemudian dimasukkan kembali kedalam wadah oleh pengantin
perempuan. Setelah itu diikat dan diberikan kepada ibu pengantin putri. Ini
mengandung maksud bahwa seorang perempuan haruster pandai menyimpan
harta suami yang kemudian dibelanjakan di jalan yang benar. Pertanyaan
berikutnya adalah kenapa harus diberikan kepada ibu? Secara naluri jika
harta atau uang yang diberikan kepada ibu akan dirasakan oleh seluruh
anggota keluarga. Sebagai contoh uang lima puluh ribu jika diberikan seorang
ibu akan dibelanjakan untuk keperluan sehari-hari seperti nasi dan lauk pauk
yang akan dirasakan oleh seluruh keluarga.

Ada sepenggal doa dalam acara kacar kucur yang bunyinya demikian
“kacar-kucur kacar-kucur katuta dadya sedulur.” Yang artinya mudah-mudahan
setelah ini bisa menjadi saudara untuk semua. Makna kerukunan dan
ketentraman tertanam dalam acara ini.