Anda di halaman 1dari 5

2.

JENIS PENGGOLONGAN HOTEL ATAU KLASIFIKASI HOTEL

Klasifikasi atau penggolongan hotel adalah suatu system pengelompokan hotel


kedalam berbagai kelas atau tingkatan, berdasarkan ukuran penilaian tertentu. Hotel dapat
dikelompokan kedalam berbagai kriteria menurut kebutuhanya, namun ada beberapa kriteria
yang dianggap paling lazim digunakan. Sistem klasifikasi hotel di dunia berlainan antara
negara yang satu dengan negara yang lain. Sebagai contoh negara Tiongkok menggunakan
klasifikasi: Tourist class, starndart&super class. Negara Bulgaria, Kolombo, Equador, Syria,
Kuwait menggunakan klasifikasi hotel kelas A, B, C, D dan E. Di Indonesia pada tahun 1977,
dengan keputusan Menparpostel No. PM.10/PW.301/Pdb-77 tentang usaha dan klasifikasi
hotel, ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada:
a) Jumlah Kamar
b) Fasilitas
c) Peralatan yang tersedia
d) Mutu pelayanan
Berdasarkan pada penilaian tersebut, hotel-hotel di Indonesia kemudian digolongkan
ke dalam 5 (lima) kelas hotel, yaitu: bintang satu sampai bintang lima. Tujuan dari klasifikasi
atau penggolongan hotel secara umum adalah:
1) Sebagai pedoman teknis bagi calon investor untuk memilih investasinya dibidang
usaha perhotelan apakah pada hotel berbintang atau melati.
2) Memberikan informasi kepada para tamu yang akan menginap dihotel tentang
standart fasilitas yang dimliki oleh masing-masing jenis dan tipe hotel.
3) Agar tercipta suatu persaingan yang sehat antara pengusaha hotel.
4) Supaya tercipta keseimbangan antara permintaan (supply) dan penawaran (demand)
dalam usaha perhotelan.

Peraturan tersebut kemudian diperbaiki dengan peraturan baru yaitu berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM37/PW.340/MPPT-86 tentang
Peraturan Usaha dan Penggolongan Hotel, diberikan penjelasan tentang:
- Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh
bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa
penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersal (Bab I, pasal 1, ayat b).
- Akomodasi adalah wahana untuk menyediakan pelayanan jasa penginapan, yang dapat
dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta jasa lainnya (Bab I, pasal 1, ayat
a).
- Penginapan atau Losmen adalah suatu usaha komersial yang menggunakan seluruh atau
sebagian dari suatu bangunan yang khusus disediakan bagi setiap orang untuk
memperoleh pelayanan sewa kamar untuk menginap (Bab I, pasaI 2).

Fasilitas usaha hotel sebagai bagian integral dari usaha pariwisata, yang merupakan usaha
akomodasi yang dikomersialkan, meliputi :
- kamar tidur (kamar tamu)
- makanan dan minuman
- pelayanan penunjang lain, seperti tempat rekreasi, fasilitas olah raga, fasilitas laundry
dan sebagainya.

Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh tamu yang menginap pada hotel tersebut selama 24
jam. Sedangkan penggolongan hotel berdasarkart SK di atas, ditetapkan sebagai berikut:
1) Penggolongan hotel ditandai dengan "bintang", dari bintang 1 sampai dengan 5.
2) Syarat penggolongan hotel berdasarkan kondisi phisik:
a. Besar/kecilnya hotel atau banyaknya kamar:
- Hotel kecil: 25 kamar atau kurang
- Hotel sedang: lebih dari 25-100 kamar
- Hotel rnenengah: lebih dari 100-300 kamar
- Hotel besar: lebih dari 300 kamar
b. Kualitas, lokasi dan lingkungan bangunan
c. Fasilitas yang dimiliki hotel untuk tamu
d. Kelengkapan peralatan yang tersedia
e. Kualitas bangunan
f. Tata letak ruang dan ukuran ruang
3) Operasional/manajemen meliputi:
a. Struktur organisasi, uraian tugas dan manual kerja secara tertulis
b. Tenaga kerja, spesialisasi dan tingkat pendidikan karyawan
4) Pelayanan meliputi:
a. Keramahan, sopan dan menggunakan seragam
b. Pelayanan mengacu pada kebutuhan dan keinginan tamu
c. Pelayanan dibuka selama 24 jam (hotel bintang 4 dan 5)

Dalam SK Dirjen Pariwisata tersebut juga mengatur jenis penginapan dengan fasilitas
bawah hotel berbintang (hotel melati), seperti wisma, home stay, losmen.
United State Lodging Industry membagi hotel menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Transient hotel, hotel yang lokasinya di tengah kota dengan jenis tamu yang menginap
sebagian besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.
- Residential hotel, hotel yang pada dasarnya merupakan rumah-rumah berbentuk
apartemen dengan kamar-kamarnya, dan disewakan secara bulanan atau tahunan yang
menyediaka kemudahan-kemudahan seperti restoran, layanan makanan yang diantar ke
kamar, dan pelayanan kebersihan kamar.
- Resort hotel, hotel yang pada umumnya berlokasi di tempat-tempat wisata, dan
menyediaka tempat-tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi untuk
tamu-tamunya.

Dilihat dari jaringan pemasaranya, ada 3 kelompok jaringan pengusahaan hotel:


- jaringan hotel internasional (international hotel chains)
adalah jenis hotel yang pengelolaanya dibawah hotel jaringan internasional sehingga
pemasaran dan fasilitas antara jaringan tersebut akan sama.
- jaringan hotel nasional (national hotel chains)
adalah jenis hotel yang pengelolaanya dibawah hotel jaringan nasional sehingga
pemasaran dan fasilitas antara jaringan tersebut akan sama.
- hotel yang dikelola secara independen
adalah hotel yang dimiliki secara personal sehingga dari segi pemasaran dan
pengelolaannya tergantung dari pemiliknya.

Perbedaan dari ke 3 kelompok tersebut ada pada produk yang dihasilkan, yang
memberikan kekuatan bagi konsumen dan pengelola secara sendiri-sendiri untuk
mempengaruhi permintaan dan penawaran.
Dilihat dari tipe harga kamar yaitu penetapan harga kamar yang dikaitkan dengan
penyediaan atau penjualan makanan, maka hotel dikelompokan menjadi:
a. European Plan (EP)
European Plan adalah system satuan harga hanya untuk kamar saja, sedangkan harga
makanan tidak termasuk dalam satuan harga kamar. Jika ada tamu ingin makan,dan
minum maka tamu dapat menggunakan fasilitas restaurant yang ada dihotel, dan harga
makanab dan minuman dikenakan di luar kamar.
b. American Plan (AP)
American Plan adalah sistem satuan harga sewa kamar sudah termasuk harga makanan
yang disajikan kepada tamu, tanpa memperhatikan apakah tamu tersebut makan atau
tidak. Sistem American Plan dapat dibedakan menjadi dua:
- Full American Plan adalah hotel sudah memasukan keharga kamar plus tiga kali
makan, yaitu: breakfast, lunch dan dinner.
- Vied American Plan adalah hotel sudah memasukan keharga kamar plus makan dua
kali yaitu: breakfast dengan lunch atau breakfast dengan dinner.
c. Continental Plan (CP)
adalah hotel sudah memasukan keharga kamarnya makan satu kali, breakfast dan jenis
makan breakfast adalah makanan continental.
d. Plan (BP)
adalah hotel sudah memasukan keharga kamarnya makan satu kali, yaitu breakfast dan
jenis makan breakfast adalah makanan ala American atau English.

Kebanyakan hotel kecil, dikelola secara langsung oleh pemiliknya, tetapi pada hotel besar
terdapat pemisahan antara pengelola dan pemiliknya. Dilihat dari kepemilikan dan
manajemenya, dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) Propetary ownership
2) Franchise
3) Management Contract

Kegiatan utama dari suatu hotel adalah menyewakan kamar kepada tamu. Untuk bisa
memberikan kepuasan kepada tamu keadaan kamar yang disewakan harus ada dalam keadaan
bersih, nyaman, menarik dan aman. Jenis-jenis kamar pada hotel dilihat dari fasilitas tempat
tidur yang ada dikamar pada dasarnya dapat dibedakan menjadi:
a. Single Room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat
tidur berukuran single untuk satu orang.
b. Twin Room ndalah kamar untuk dua orang yang dilengkapi dengan dua buah tempat
tidur berukuransingle.
c. Double Room adalah karnar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat
tidur berukuran double untuk dua orang.
d. Double-Double room adalah kamar untuk empat orang yang dilengkapi dua kamar
dengan dua buah tempat tidur berukuran double untuk dua orang.
Adapun jenis kamar menurut harga atau tarif dan fasilitas yang ada dikamar dapat
dibedakan menjadi:
a) Standart Room
b) Superior Room
c) Moderate Room
d) Suite Room
e) Excecutive suite room
f) Penhouse