Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial,

Hambatan Listrik Serta Hubungan Dan


Contoh Soal Terlengkap
By Dedi RainerPosted on October 15, 2017

Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik Serta Hubungan Dan Contoh Soal
Terlengkap – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang kuat arus, beda potensial,
hambatan listrik dan hubungannya dari ketiganya dan disertai contoh soal yang dijelaskan dengan
lengkap dan ringan. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik


Kuat arus merupakan banyaknya muatan listrik yang mengalir pada sebuah penghantar dalam
satuan waktu satu sekon. Kuat arus memiliki satuan yaitu Ampere diberi simbol (A).

Beda Pontensial yaitu beda suatu tegangan antara ujung-ujung penghantar yang diberi arus listrik.
Volume beda potensial yang ada di rangkaian listrik akan berpengaruh terhadap kuat arus listrik
yang mengalir.

Hambatan Listrik yaitu perbandingan dari tegangan listrik dari suatu komponen elektronik dengan
arus listrik yang melaluinya. Hambatan listrik memiliki satuan Ohm (Ω).
Hubungan Antara Kuat Arus, Beda Potensial Serta Hambatan Listrik

Didalam arus listrik ada suatu hambatan listrik yang menjadi penentu besar kecilnya arus listrik.
Apabila besar hambatan listrik, maka semakin kecil kuat arusnya, dan sebaliknya. George Simon
Ohm (1787-1854), dengan percobaanya membuat kesimpulan bahwa arus I pada sebuah kawat
penghantar sebanding dengan beda potensial V yang diberikan pada ujung-ujung kawat penghantar
tersebut: I ~ V. Contohnya jika kita menyambungkan satu kawat penghantar ke kutub-kutub baterai
3 volt, maka aliran arus akan menjadi dua kali lipat apabila dihubungkan ke batera 6 volt.

Hukum Ohm

Besarnya arus yang mengalir pada satu kawat penghantar tidak hanya bergantung pada tegangan
tetapi juga pada hambatan yang dimiliki oleh kawat terhadap aliran elektron. Kuat arus listrik
berbanding terbalik dengan hambata: I ~ 1/R, hal ini artinya semakin besar hambatan pada
rangkaian maka kuat arus yang mengalir di rangkaian tersebut mennjadi lebih besar.

Contohnya adalah, apabila suatu rangkaian dipasang hambatan 6 ohm (Ω), maka aliran arus akan
menjadi dua kali lipat jika dipasang hambatan yang besarnya 6 ohm (Ω).

Aliran elektron di suatu kawat penghantar lebih lambat karena ada interaksi dengan atom-atom
kawat. Semakin besar hambatan tersebut, maka semakin kecil arus untuk suatu tegangan V.
Dengan begitu, arus I yang mengalir berbanding lurus dengan beda potensial antar ujung-ujung
penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatannya. Pernyataan demikian dikenal dengan
Hukum Ohm, dan dibuatlah dengan persamaan.

Dengan R merupakan hambatan di sebuah kawat atau suatu alat lainnya, V adalah beda potensial
antar kedua ujung penghantar, dan I adalah arus yang mengalir. Hubungan ini biasanya ditulis
dengan persamaan: V = I.R

Dalam satuan internasional (SI), hambatan dinyatakan dalam satuan volt per ampere (V/A) atau
ohm (Ω). Grafik hubungan antara arus I dan beda potensial V, dan juga kuat arus I dan hambatan
listrik R, dinyatakan dapam gambar sebagai berikut:

Contoh Soal Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik


Berikut ini adalah beberapa contoh soal dari kuat arus, beda potensial dan hambatan listrik yang
bisa kalian coba.

1.Suatu pemanas listrik memiliki beda potensial 40 V dan kuat arus 4 A. Hitunglah hambatan
pemanas tersebut?

Penyelesaian:
Diketahui:
V= 40 V
I= 4 A
Ditanya: R =…?

Jawaban:
R=V/I
R = 40 V / 4A
R = 10 (Ω)

Jadi dapat ditemukan hambatan pemanas tersebut adalah 10 ohm (Ω).

2.Apabila tegangan listrik di suatu penghantar 20 volt, maka arus yang mengalir ¾ ampere. Jika
tengan dinaikkan menjadi 42 volt, tentukan kuat arusnya!
Penyelesaian:
Diketahui:
V1 = 20 V
I1 = ¾ A
V2 = 42 V
Ditanya: L2 = …?

Jawaban:
Dalam soal ini besarnya R akan konstan (tetap), dengan memakai rumus R = V/I, maka:
R1 = R2
V1/I1 = V2/I2
20 V/ (¾) A = 42 V/ I2
I2 = (¾) A x 42 V /20 V
I2 = 1,575 A
Maka dapat diperoleh kuat arusnya adalah 1,575 A.

Anda mungkin juga menyukai