Anda di halaman 1dari 9

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH

KELURAHAN PEMATANG WANGI KECAMATAN TANJUNG SENANG BANDAR


LAMPUNG TAHUN 2015

*Nurisa R.A*
*Purbianto**

ABSTRAK

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh penduduk dunia. Salah satu faktor
penyebab terjadinya hipertensi adalah kualitas tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas tidur dengan Kejadian Hipertensi di wilayah
Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun 2015.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh responden dengan usia >40 tahun yang ada di
wilayah Kelurahan Pematang Wangi yang berjumlah 1552 responden, sedangkan sampel dalam
penelitian ini berjumlah 63 responden. Hasil uji statistik dengan uji Chi Square didapatkan p-
value 0,028 dengan tingkat kepercayaan 0,05 sehingga p-value < α (0,028<0,05), yang berarti
ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan Hipertensi di wilayah Kelurahan
Pematang Wangi Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun 2015. Hasil univariat
didapatkan 43 orang (68,3%) yang mengalami kualitas tidur buruk dan didapatkan 42 orang
(66,7%) yang mengalami hipertensi. Hasil bivariat didapatkan dari 43 responden yang
mengalami kualitas tidur buruk ada 33 orang (76,3) pada kategori hipertensi dan dari 20
responden yang mengalami kualitas tidur baik ada 11 orang ( 55,0%) pada kategori tidak
hipertensi.
Kata Kunci : Kualitas Tidur dan Hipertensi
Referensi : 19 (2006-2014)

ABSTRACT

Hypertension is one of most common disease in the world. One of factors causing hypertension is
sleeping quality. The objective of this research was to find out the correlation between sleeping
quality and hypertension in Pematang Wangi village of Tanjung Senang sub district in Bandar
Lampung in 2015. This was an analytic research with cross sectional approach. Population was
1552 residents of more than 40 years old in Pematang Wangi village. Samples were 63
respondents. Chi square statistic test result derived p-value 0.028 < α 0.05, and this indicated
that there was a significant correlation between sleeping quality and hypertension in Pematang
Wangi village of Tanjung Senang sub district in Bandar Lampung in 2015. Univariate analysis
result showed that 43 respondents (68.3%) had poor sleeping quality and 42 respondents
(66.7%) experienced hypertension. Bivariate analysis results showed that from 43 respondents,
there were 33 respondents (76.3%) experienced hypertension and from 20 respondents with poor
sleeping quality, there were 11 respondents (55.0%) did not experience hypertension.
Keywords : sleeping quality and hypertension
Reference : 19 (2006-2014)
PENDAHULUAN pengukuran. Perhitungan menggunakan

Hipertensi merupakan pengukuran metode wawancara didapatkan prevalensi

tekanan darah di atas skala normal (120/80 penyakit hipertensi dipropinsi Lampung

mmHg). Menurut JNC 7, tekanan darah yaitu 7,4%, sedangkan hasil pengukuran di

dibagi dalam tiga klasifikasi yakni normal, dapatkan 24,7%.

pre-hipertensi, hipertensi stage 1, dan Berdasarkan penyebabnya, hipertensi

hipertensi stage 2 . Klasifikasi ini dapat dibedakan menjadi 2 yaitu hipertensi

berdasarkan pada nilai rata-rata dari dua atau primer dan sekunder. Hipertensi primer

lebih pengukuran tekanan darah yang baik, dapat disebut juga hipertensi esensial yang

yang pemeriksaannya dilakukan pada posisi belum diketahui penyebab pastinya,

duduk dalam setiap kunjungan berobat sedangkan hipertensi sekunder ada beberapa

(Prasetyaningrum, 2014). faktor yang mempengaruhi terjadinya

Badan Kesehatan Dunia (WHO) diantaranya faktor genetik, umur, jenis

menyatakan bahwa hipertensi merupakan kelamin, etnis, stress, obesitas, nutrisi,

penyebab nomor satu kematian dunia. Data merokok, narkoba, alkohol, kafein,

Joint National Committee on Prevention, kurangnya olah raga, dan kualitas tidur

Detection, Evaluation, and Treatment on /gangguan tidur (Wulandari, A : 2011)

Higt Blood Pressure VII mengatakan Salah satu faktor penyebab hipertensi

hampir 1 milyar penduduk dunia mengidap diantaranya adalah kulitas tidur. Kualitas

Hipertensi. Sementara itu, hasil Riset tidur sangat penting terhadap dunia

Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun kesehatan karena dua alasan yang utama.

2013 menunjukan prevalensi hipertensi pada Pertama, keluhan terhadap kualitas tidur

penduduk berusia 18 tahun ke atas di menjadi semakin sering. Survey

Indonesia sebesar 25,8% (Prasetyaningrum, epideminologi mengidentifikasi bahwa 15-

2014) . 35% dari populasi remaja dan orang dewasa

Pravelensi hipertensi di Propinsi megeluh gangguan kualitas tidur yang sering

Lampung berdasarkan Riset Kesehatan mereka alami, seperti gangguan memasuki

Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 dengan tidur atau gangguan mempertahankan tidur

menggunakan 2 perhitungan yaitu sehingga durasi tidur memendek. Kedua,

menggunakan metode wawancara dan kualitas tidur yang buruk dapat dijadikan
symptom dan gejala yang penting untuk Kelurahan Pematang Wangi pada tahun
banyak penyakit tidur dan penyakit medis 2013 mencapai 356 orang dan pada tahun
lainnya (Kripke,et al, 2008) 2014 mencapai angka 458 orang, sehingga
Beberapa studi telah menunjukkan berdasarkan data tersebut penderita
hubungan antara kualitas tidur yang buruk hipertensi mengalami peningkatan sebanyak
sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi 19% dan dari data rekam medik responden
selain obesitas, stress, kurang berolahraga. yang mengalami hipertensi 85% responden
Meskipun penyebabnya masih belum mengeluh nyeri dibagian tengkuk dan
diketahui secara pasti, beberapa teori gangguan tidur yang secara otomatis
menyatakan bahwa kualitas tidur yang tidak mempengaruhi kualitas tidurnya (Data Profil
baik dapat menyebabkan gangguan Puskesmas Rawat Inap Pusat Way Kandis :
metabolic dan endokrin. Beberapa penelitian 2014).
bahkan melaporkan bahwa buruknya Hasil wawancara 12 responden di
kualitas tidur seseorang dapat menyebabkan puskesmas pusat yang terdapat di kelurahan
penyakit diabetes mellitus (Javaheri,et al, pematang wangi kecamatan tanjung senang
2008). Bandar Lampung, 2 responden mengatakan
Rekap data Kelurahan Pematang nyeri pada ulu hati, 2 responden mengatakan
Wangi Kecamatan Tanjung Senang Bandar batuk dan pilek, dan 8 Responden
Lampung tahun 2015, diketahui jumlah mengatakan sering mengalami nyeri kepala
penduduk secara keseluruhan adalah 7.807 di bagian tengkuk belakang yang di
orang dan jumlah kepala keluarganya adalah sebabkan oleh mengkonsumsi makanan
1.595 KK. Di Puskesmas Pusat Rawat Inap yang berminyak, pola tidur yang tidak
yang ada di Kelurahan Pematang Wangi teratur, dan faktor banyak pikiran. Setelah di
Kecamatan Tanjung Senang Bandar lakukan pengukuran tensi darah ternyata 8
Lampung diketahui kejadian kasus responden tersebut tekanan darahnya
hipertensi menjadi penyakit tertinggi ke 2 >140/90 mmHg. Hal ini dikarenakan
setelah penyakit gastritis. Berdasarkan sebagian besar responden di daerah
laporan pada tahun 2013 penderita hipertesi kelurahan Pematang Wangi Kecamatan
pada Kelurahan Way Kandis mencapai 252 Tanjung Senang Bandar Lampung memiliki
orang dan pada tahun 2014 mencapai angka tingkat karakteristik aktivitas yang sangat
325 atau sekitar 10,5%, sedangkan pada padat, sehingga tidak terkontrol asupan
makanan dan mengalami gangguan pada chi square. Digunakan untuk mengetahui
jam tidur dan kurangnya kualitas tidur yang hubungan antara kualitas tidur dengan hipertensi

di butuhkan. pada sampel yang dilakukan pemeriksaan dan


pengisian kuesioner.

Metodelogi penelitian
Hasil Penelitian
Desain dalam penelitian ini adalah Analisa Univariat
analitik dengan pendekatan cross sectional. 1. Kualitas Tidur
Jenis penelitian yang digunakan dalam Tabel 4.3
penelitian ini adalah kuantitatif yaitu jenis Distribusi Frekuensi Responden
penelitian untuk mendapatkan gambaran yang Berdasarkan Kualitas Tidur Di Wilayah
Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan
akurat dari sebuah karakteristik masalah yang
Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun
berbentuk mengklasifikasikan suatu data. 2015
Sampel pada penelitian ini adalah semua
masyarakat pada usia > 40 tahun di wilayah Kualitas Frekuensi Persentas
Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan Tanjung
Tidur e (%)
Kualitas Tidur 20 31,7
Senang Bandar Lampung pada tanggal 15-17 baik
Juni 2015. Kualitas Tidur 43 68,3
Buruk
Alat dan teknik pengumpulan data Total 63 100.0

Alat pengumpulan data pada penelitian ini Berdasarkan tabel 4.3 maka dapat diketahui
menggunakan kuesioner PSQI yang berisi 21 bahwa sebagian besar responden di
pernyataan. Yang didalam pernyataan tersebut
Kelurahan Pematang Wangi memiliki
terdapat data responden seperti no. responden,
kualitas tidur buruk dengan jumlah 43
umur, jenis kelamin, serta pengukuran kualitas
orang atau sebesar 68,3%.
tidur. Teknik pengumpulan data pasien kualitas
tidur dengan hipertensi dalam penelitian ini
adalah pengisian lembar kuesioner secara 2. Kejadian Hipertensi
langsung oleh responden dan peneliti melakukan Tabel 4.4
pengukuran tekanan darah menggunakan tensi Distribusi Frekuensi Responden
meter. Berdasarkan Kejadian Hipertensi di Wilayah
Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan
Analisa data dilakukan dengan menggunkan
Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun
komputerisasi, data dianalisa dengan univariat
dan bivariat menggunkan Uji statistic yaitu Uji 2015
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat

Hipertensi Frekuensi Persentase bahwa responden yang memiliki kualitas


(%) tidur baik dan tidak hipertensi sebanyak 11
Hipertensi 42 66,7
Tidak 21 33,3 orang (55,0%) dan responden yang
Hipertensi mengalami kualitas tidur baik pada
Total 63 100.0
hipertensi sebanyak 9 orang (45,0%).

Berdasarkan tabel 4.4 maka dapat Sedangkan responden yang

diketahui bahwa sebagian besar responden mengalami kualitas tidur buruk pada tidak

di wilayah pematang wangi memiliki hipertensi sebanyak 10 orang (23,3%) dan

hipertensi dengan jumlah 42 orang atau responden yang mengalami kualitas tidur

66,7%. buruk pada hipertensi sebanyak 33 orang


(76,3%)
Hasil uji statistic dengan uji chi –
Analisa Bivariat
1. Hubungan Antara Kualitas Tidur square di dapatkan p value = 0,028 , artinya

Dengan Hipertensi lebih kecil dibanding dengan nilai alpha


(0,028 < 0,05), hal ini menunjukkan bahwa
Tabel 4.5
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan ada hubungan yang signifikan antara

Hipertensi Pada Responden di wilayah kualitas tidur dengan hipertensi di wilayah

Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan Pematang Wangi Kecamatan Tanjung

Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun Senang Bandar Lampung Tahun 2015.

2015. Kemudian didapatkan OR = 4.033, yang


berarti bahwa responden yang memiliki
Kejadian Hipertensi
kualitas tidur baik beresiko mengalami
Kualit Tidak HT Total P-
as HT Val OR hipertensi 4.033 kali lebih besar
Tidur Nil % Nil % Nil % ue
dibandingkan dengan responden yang
ai ai ai
Kualit kualitas tidurnya buruk.
as 11 55, 9 45, 20 10
Tidur 0 0 0
Baik 4.0
0,0 33
Kualit 28 (1,3
as 10 23, 33 76, 43 10 03-
Tidur 3 3 0 12.
Buruk 484
)
Jumla 21 33, 42 66, 63 10
h 3 7 0
Pembahasan perasaan lelah, mudah terangsang dan
Analisis Univariat gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar
mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva
1 Kualitas Tidur
merah, mata perih, perhatian terpecah-
Hasil penelitian didapatkan bahwa
pecah, sakit kepala dan sering menguap atau
dari 63 responden yang diteliti terdapat 20
mengantuk (Hidayat, 2006).
orang (31,7%) yang mengalami kualitas
tidur baik, dan 43 orang (68,3%) yang
2 Kejadian Hipertensi
mengalami kualitas tidur buruk. Kualitas
Hasil penelitian didapatkan bahwa
tidur yang baik dapat mencegah hipertensi.
dari 63 responden yang diteliti terdapat 42
menurut penelitian J.E Gangwish
orang (66,7%) yang mengalami hipertensi
menyatakan bahwa apabila terjadi
dan 21 orang (33,3%) yang mengalami tidak
kekurangan waktu tidur akan secara akut
hipertensi. Peneliti juga mengungkapkan
menaikan tekanan darah dan mengaktivasi
bahwa kualitas tidur yang terjadi pada usia >
sistem saraf simpatis yang dalam jangka
40 keatas berkontribusi terhadap kesehatan
waktu lama hal tersebut akan memicu
termasuk hipertensi. Penelitian lain oleh J.F
terjadinya hipertensi.
Vanderberg,et al mengatakan bahwa orang
Maka peneliti menyimpulkan bahwa
yang lebih tua yang sudah mengalami
kualitas tidur buruk pada masyarakat
gangguan kognitif ketika mereka sedang
Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan
tidur, hal tersebut yang menyebabkan
Tanjung Senang Bandar Lampung
meningkatnya tekanan darah.
disebabkan oleh aktivitas perindividu yang
Maka peneliti menyimpulkan bahwa
sering melanjutkan pekerjaan pada jam
selain umur, masyarakat Kelurahan
istirahat di rumah serta khususnya bagi
Pematang Wangi Tanjung Senang Bandar
responden laki-laki yang sebagian besar
Lampung adalah pola hidup. Masyarakat
perokok sehingga pada jam istrahat nya
mengaku bahwa jarang sekali berolah raga
terganggu karena batuk pada saat malam
dan sering mengkonsumsi makanan siap saji
hari.
atau jungfood yang mengandung MSG/
Kualitas tidur adalah kepuasan
kadar garam berlebih sehinnga terjadinya
seseorang terhadap tidur, sehingga
peningkatan tekanan darah.
seseorang tersebut tidak memperhatikan
Menurut Shadine M (2010), termasuk hipertensi. Penelitian lain oleh J.F
hipertensi (hypertention) adalah suatu Vanderberg,et al mengatakan bahwa orang
keadaan dimana seseorang mengalami yang lebih tua yang sudah mengalami
peningkatan tekanan darah diatas normal gangguan kognitif ketika mereka sedang
yang ditunjukkan oleh angka systolic tidur, hal tersebut yang menyebabkan
(bagian atas) dan angka bawah (diastolic) meningkatnya tekanan darah.
pada pemeriksaan tensi darah menggunakan Maka peneliti menyimpulkan bahwa
alat pengukur tekanan darah baik yang selain umur, jenis kelamin, merokok, dan
berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) kurangnya aktivitas olahraga, kualitas tidur
atau pun alat digital lainnya. juga termasuk dalam salah satu resiko
terjadinya peningkatan tekanan atau
Hipertensi atau penyakit tekanan
hipertensi.
darah tinggi merupakan salah satu penyakit
Hasil uji statistic dengan uji chi –
yang paling sering muncul di negara
square didapatkan (0,028 <0,05), hal ini
berkembang seperti Indonesia. Seseorang
menunjukkan bahwa ada hubungan yang
dikatakan hipertensi dan beresiko
signifikan antara kualitas tidur dengan
mengalami masalah kesehatan apabila
hipertensi di wilayah Kelurahan Pematang
setelah dilakukan beberapa kali pengukuran,
Wangi Kecamatan Tanjung Senang Bandar
nilai tekanan darah tetap tinggi – nilai
Lampung Tahun 2015. Kemudian
tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau
didapatkan OR = 4.033, yang berarti bahwa
diastolik ≤ 90 mmHg (Prasetyaningrum,
responden yang memiliki kualitas tidur baik
2014).
beresiko mengalami hipertensi 4.033 kali
lebih besar dibandingkan dengan responden
Analisis Bivariat
yang kualitas tidurnya buruk.
1. Kualitas Tidur dengan Hipertensi
Menurut peneliti, bahwa kualitas
Hasil penelitian didapatkan bahwa
tidur itu memang berhubungan dengan
dari 63 responden yang diteliti terdapat 42
terjadinya penyakit hipertensi, karena salah
orang (66,7%) yang mengalami hipertensi
satu dari penyebab terjadinya hipertensi
dan 21 orang (33,3%) yang mengalami tidak
adalah kualitas tidur.
hipertensi. Peneliti juga mengungkapkan
bahwa kualitas tidur yang terjadi pada usia >
40 keatas berkontribusi terhadap kesehatan
Kesimpulan 1. Bagi Kelurahan Pematang Wangi

Berdasarkan data yang diperoleh pada Bagi pihak Kelurahan Pematang Wangi
penelitian hubungan antara kualitas tidur dengan diharapkan untuk meningkatkan pelayanan
hipertensi di wilayah Kelurahan Pematang kesehatan dan memberikan informasi yang
Wangi Kecamatan Tanjung Senang Bandar
lengkap dan bermanfaat tentang manajemen
Lampung Tahun 2015, dengan jumlah sampel 63
kualitas tidur agar tekanan darah tetap
responden dapat disimpulkan bahwa :
normal atau tidak meningkat.
1. Sebagian besar responden di
2. Bagi Penelitian Selanjutnya
Kelurahan Pematang Wangi Tanjung
Senang Bandar Lampung Tahun Diharapkan Bagi peneliti selanjutnya yang
2015 yang mengalami kualitas tidur tertarik untuk melanjutkan penelitian ini
buruk yaitu 43 orang (68,3%). disarankan selain menggunakan pendekatan
2. Sebagian besar responden Kelurahan kuantitatif dapat juga menggunakan
Pematang Wangi Tanjung Senang kualitatif. Peneliti selanjutnya juga dapat
Bandar Lampung Tahun 2015 yang meneliti faktor-faktor yang dapat
hipertensi yaitu 42 orang (66,7%). mempengaruhi kualitas tidur dan hipertensi.
3. Terdapat hubungan antara kualitas
3. Bagi Institusi Keperawatan
tidur dengan hipertensi di wilayah
Kelurahan Pematang Wangi Tanjung Diharapkan institusi keperawatan dapat
Senang Bandar Lampung Tahun memperbanyak bahan bacaan
2015 dengan p value = 0,028. diperpustakaan tentang kualitas tidur
hipertensi yang berguna sebagai bahan
Saran
referensi dan informasi untuk memperluas
Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapat pengetahuan.
bahwa ada hubungan yang signifikan antara
Daftar Pustaka
kualitas tidur dengan hipertensi di wilayah
Dinas Kesehatan RI. 2013.
Kelurahan Pematang Wangi Tanjung
Http//www.google.com.Profil Kesehatan
Senang Bandar Lampung Tahun 2015.
Indonesia
Adapun saran yang diberikan :
2013.2013.www.depkes.go.id.diakses 11
mei 2015
Depkes RI. 2007. Hubungan kualitas tidur Trianto, E. 2014. Pelayanan Keperawatan
dengan tekanan darah pada remaja usia Bagi Penderita Hipertensi Secara
15-17 tahun di SMA Negeri 1 Tanjung Terpadu. Yogyakarta: GRAHA ILMU.
Morawa. Http// research.net. diakses Wulandari, A . 2011 . Cara Jitu Mengatasi
pada 11 mei 2015 Hipertensi . Yogyakarta : C.V Andi
Offset
Hidayat, A. Azil Alimul. 2008 . Riset
Keperawatan dan Tehnik Penulisan
Ilmiyah. Edisi 2. Jakarta : Salemba
Medika
Hidayat. 2006. Hubungan antara kualitas
tidur dan prestasi belajar pada
mahasiswa STIKes flora Medan.
http//independen.academia.edu/mitra
hujau/ diakses 20 mei 2015
Javaheri, et, al. 2008. http://
repository.usu.ac.id // diakses pada 11
mei 2015
Kementrian Kesehatan RI, 2013. Riset
Kesehatan Dasar (Riskesda) . Jakarta :
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan.
Kripke at,al . 2008 . http://
repository.usu.ac.id // diakses pada 11
mei 2015
Prasetyaningrum, Y. I. 2014 . Hipertensi
Bukan Untuk Ditakuti. Jakarta Selatan :
FMedia C.V Andi Offset
Susilo, Y., Wulandari, A., 2011 .Cara Jitu
Mengatasi Insomnia.Yogyakarta : C.V
Andi Offset