Anda di halaman 1dari 18

BAB III

PROSES DESALINATION PLANT


DI PLTU MUARA KARANG

Gambar 3.1 Desalination Plant

Sumber : Foto Album lukman

1.1 Peralatan-Peralatan Desalination Plant

3.1.1 Dolpin Screen

Dolpin screen merupakan saringan awal sebelum air laut masuk ke bar screen.

1.1.1 Bar Screen

Bar screen atau saringan kasar berfungsi untuk menyaring sampah atau

kotoran yang besar, terutama menyaring potongan-potongan kayu, daun-daun,

plastik, dan kotoran sejenis. Bar screen harus dibersihkan secara rutin, terutama bila

kotorannya sudah banyak. Pembersihan dilakukan secara manual, yaitu dengan

diangkat dan dibersihkan menggunakan tangan. Kotoran yang ada diangkat dan

Kerja Praktek Hairun Nizar 14


PT PJB Muara Karang (41308010044)
dibuang. Lalu bar screen-nya dibuka dan dibersihkan menggunakan kain lap katun.

Apabila sudah bersih, bar screen dapat dipasang kembali.

Proteksi yang dilakukan pada bar screen berupa sacrinficial anode, dengan

menggunakan Al anoda atau Zn anoda. Artinya Al atau Zn yang termakan

sedangkan material baja besi (Fe) tidak termakan.

Gambar 3.2 Bar screen

Sumber : http://www.infobarscreens.com/

1.1.2 Travelling Screen

Travelling Screen atau saringan putar berfungsi sebagai penyaring kotoran-

kotoran yang lolos dari bar screen. Saringan putar ini dapat dibersihkan secara

otomatis dengan menggunakan spray water, yang dihasilkan dari screen wash pump

dan dikontrol dengan timer. Perbedaan tinggi permukaan air sebelum dan setelah

saringan, dapat diatur dengan menggunakan timer, salah satu yang mana tercapai

lebih dahulu.

Disini juga dilakukan proteksi katodik sama pada bar screen yaitu alumunium

anode yang dipasang pada bingkai (freme).

Kerja Praktek Hairun Nizar 15


PT PJB Muara Karang (41308010044)
Gambar 3.3 Travelling Screen

Sumber : http://www.nslpg.com/

1.1.3 Circulating Water Pump (CWP)

Ini merupakan pompa utama air laut untuk pendingin,jenis pompa yang

digunakan adalah propeller atau impeller, dengan poros tegak. Walaupun terbuat dari

baja tahan karat, harus di-coating dengan cat tahan air atau coating keramik.

Maksutnya agar peralatan tersebut tidak korosi dan abrasi karena fluida air laut.

Korosi artinya besi (Fe) termakan oleh kandungan garam (NaCl), karena bahan

baja yang masih banyak mengandung kadar besi (Fe), dan akan terjadi reaksi berikut

2NaCl + Fe FeCl2 + 2Na+ + 2e

Abrasi artinya pengikisan pada metal yang menyebabkan luka, karena

terbawanya lumpur yang mengandung pasir.

Pembersihan CWP dilakukan pada baling-balingnya (kipas-kipasnya) saat unit

shutdown dengan jalan mechanical cleaning atau coating (pengecetan), sabagai cara

untuk menghambat laju korosi.

Kerja Praktek Hairun Nizar 16


1.1.4 Kondensor

Condensor adalah tempat uap panas dari turbin didinginkan dengan

menggunakan pendingin air laut. Disinilah uap panas tadi terkondensasi menjadi air

yang siap digunakan sebagai bahan utama ketel uap, boiler, atau HRSG.

Pembersihan condenser dilakukan pada saat overhaul.

Pada condenser dilakukan proteksi berupa impressed current catodik dan

injeksi ferrossulfat, tepatnya pada condenser dan CWHE sisi water box.

1.1.5 Pipa-Pipa Kanal

Pipa-pipa yang dialiri air laut mulai dari outlet CWP sampai dengan outlet

condenser. Pada bagian ini dipasang proteksi rubber lining, maksutnya agar pipa-

pipa yang terbuat dari carbon stell terhindar dari korosi dan abrasi fluid air laut. Saat

overhaul pipa-pipa kanal tersebut selalu dibersihkan, karena dikhawatirkan sudah

masuk telur-telur biota laut yang telah berkembang dan volumenya telah membesar.

1.2 Desalination Plant

1.2.1 Pengertian desalination plant

Gambar 3.4 Desalination Proses Diagram PLTGU Muara karang Blok I

Sumber : Data Diklat PJB Muara Karang “ Desalination Plant”

Kerja Praktek Hairun Nizar 17


PT PJB Muara Karang (41308010044)
Desalination plant adalah sebuah unit yang memproduksi air baku/raw water

dari air laut dengan proses destilasi. Proses destilasi adalah proses memisahkan

unsur garam dan mineral yang terkandung dalam cairan dengan menggunakan

metode evaporasi.

Flash Evaporation ialah bila air laut dalam suatu chamber dan tekanan didalam

diatur dibawah tekanan 1 atm maka air laut tersebut akan menguap walau temperatur

masih dibawah temperatur penguapan. Uap yang dihasilkan ini adalah uap murni

tampa mengandung zat – zat terlarut. Dan apabila uap ini dikondensasikan maka

hasil kondensasi berupa air murni. Berikut gambar proses evaporator.

Gambar 3.5 proses evaporator

Sumber : Data Diklat PJB Muara Karang “ Desalination Plant”

Air penambah/ pengisi ketel untuk kebutuhan PLTU Muara Karang unit 1

sampai dengan unit 5 diperoleh dari proses distilasi air laut dengan menggunakan

Desalination plant yang mempunyai kapasitas 40 ton/jam, di tampung di tangki

Make-Up.

Kerja Praktek Hairun Nizar 18


PT PJB Muara Karang (41308010044)
Air dari Make-Up ini diolah lagi dalam Demin Plant 1 yang mempunyai

kapasitas 864 ton/hari dan ditampung dalam tangki Demin dan tangki Kondensate

dengan kapasitas 2x380 ton dan 1x760 ton.

1.2.2 Tujuan desalination plant

Proses destilasi tujuannya untuk memperoleh destilate water. Caranya dengan

memenaskan air laut dengan brine heater, untuk mencapai temperature air laut yang

diinginkan yaitu antara 96 oC sampai dengan 110 oC. Selain itu berfungsi juga

sebagai pensuplai air tawar/air penambah yang berfungsi untuk mengganti

kehilangan air dalam siklus yang diakibatkan oleh adanya kebocoran air atau uap

dan pembuangan lewat CBD sebagai koreksi kualitas boiler water. Air penambah

mempunyai syarat-syarat kualitas tertentu. Untuk memperoleh kualitas yang

ditentukan, air baku atau raw water diolah melalui Demin Water Plant.

1.2.3 Proses desalination plant

a. Pemanasan

Proses menaikkan temperatur air laut yang terjadi di Brine Heater.

b. Penguapan

Terbentuknya fase uap dari sebagian air laut yang terjadi di ruang

evaporator.

c. Kondensasi

Proses perubahan fase dari uap (vapor) menjadi cair (liquid). Terjadi di

kondensor evaporator.

1.2.4 Bagaimana Memperoleh Air Baku ?

Untuk memperoleh air baku/raw water ada beberapa cara diantaranya :

Kerja Praktek Hairun Nizar 19


PT PJB Muara Karang (41308010044)
a. Pengolahan dengan sistim Reverse Osmosis

b. Pengolahan dengan cara Evaporasi (Desalination Plant)

1.3 Prinsip kerja desalination plant

Air laut panas (brine heater) tersebut pada ruangan evaporator dikondisikan

dengan bantuan alat pembuat vacuum (hampa udara) yang disebut ejector, sehingga

terjadi perubahan fase dari fase air yang dinamakan air desilete. Pada brine heater

terjadi perubahan fase uap ke fase air yang dinamakan air condensate, sebagaian air

condensate dipompa dan disemprotkan dalam bentuk spray (embun) pada auxilary

steam brine heater yang bertujuan untuk menjaga temperature auxiliary steam.

Gambar 3.6

Sumber : http://www.acwasasakura.com/

Kerja Praktek Hairun Nizar 20


PT PJB Muara Karang (41308010044)
A. DIAGRAM DESALINATION PLANT

Gambar 3.7 Diagram Desalination Plant


Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

B. SISTIM VACUM

Gambar 3.8 Sistim Vacum

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang.

Kerja Praktek Hairun Nizar 21


PT PJB Muara Karang (41308010044)
C. SISTIM SEA WATER

Gambar 3.9 Sistim Se Water


Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

D. SISTIM BLOW DOWN

Gambar 3.10 Sistim Blow Down

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

Kerja Praktek Hairun Nizar 22


PT PJB Muara Karang (41308010044)
E. SISTIM KONDENSATE

Gambar 3.11 Sistim Kondensate


Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

F. SISTIM DESTILATE

Gambar 3.12 Destilate

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

Kerja Praktek Hairun Nizar 23


PT PJB Muara Karang (41308010044)
G. SISTIM INJEKSI KIMIA

Gambar 3.13 Sistim Injeksi Kimia

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

H. PANEL KONTROL

Gambar 3.14 Panel Kontrol

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

Kerja Praktek Hairun Nizar 24


PT PJB Muara Karang (41308010044)
I. MONITORING DESALINATION PLANT

Gambar 3.15 Monotoring Desalination Plant

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

J. REPORT PARAMETER OPERASI

Gambar 3.16 Report Parameter Operasi

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

Kerja Praktek Hairun Nizar 25


PT PJB Muara Karang (41308010044)
K. REPORT ARSIP PARAMETER OPERASI

Gambar 3.17 Report Arsip Parameter Operasi


Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

L. REPORT TRENDING

Gambar 3.18 Report Trending

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

Kerja Praktek Hairun Nizar 26


PT PJB Muara Karang (41308010044)
M. REPORT ALARM HISTORY

Gambar 3.19 Report Alarm History

Sumber : Media Pustaka PJB Muara Karang

Pada bagian ini mulai terjadi banyak permasalahan, karena air laut penuh

dengan polutan-polutan . masalah-masalah yang sering dijumpai pada pengoperasian

desalination plant diataranya berkembangnya biota laut atau kerang pada tube-tube,

pengerakan (scaling), korosi, dan foaming (pembusaan).

Pengerakan (scaling) merupakan masalah yang paling banyak ,menimbulkan

kerugian, karena terjadi pada pipa-pipa brine heater. Akibatnya dapat terjadi

penurunan produk, karena menurunnya kapasitas pertukaran panas. Selain itu

terjadinya proses korosi di bawah deposit (kerak).

Kerja Praktek Hairun Nizar 27


PT PJB Muara Karang (41308010044)
Gambar 3.20 Desalination Plant

Sumber : Album Foto hairun

Pergerakan dapat terjadi karena adanya kandungan bahan kimia tertentu pada

air laut, dan adanya reaksi kimia selama proses penguapan (evaporasi). Proses

pengerakan dapat diatasi dengan membatasi temperature brine, dan menambah

bahan kimia inhibitor, yang berfungsi mencegah terjadinya pengerakan. Kedua cara

tersebut dapat dilakukan secara bersamaan.

Reaksi primer

2HCO3-  CO2 + CO-3 + H2O

H2O + CO-3  2OH- + CO2

Reaksi sekunder

a. Mg+2 + 2OH-  Mg(OH)2 (Brucite)

(pada temperature dan pH tertinggi) (mengedap)

 Anhydrite biasanya tidak menimbulkan masalah dan kurang larut pada temperature

tinggi, tapi memerlukan waktu yang lamamengendap atau membentuk kerak.

 Hemydrate (CaSO4.x1/2H O) menendap seketika begitu terbentuk, paling sering

ditemukan pada kerak evapator.

Kerja Praktek Hairun Nizar 28


PT PJB Muara Karang (41308010044)
 Dehydrate (CaSO42H2O) kelarutannya relatif lebih baik dibandingkan lainnya.

 Komponen pembentuk kerak lainnya adalah Mg6Fe(CO3)3.x4H2O,SO2,CaSiO3 atau

MgSiO3

Tahapan pembentukan kerak adalah pertama pembentukan CO3 dan OH,

kemudian akan mencapai titik jenuhnya apada temperature yang tinggi. Kedua,

pembentukan inti Kristal (nucleation). Dan ketiga, pertumbuhan Kristal. Pada tahap

ketiga ini anion dan kation bergerak secara diffuse menuju inti Kristal dan bergabung

ke dalam Iattice atau terjadi pertumbuhan Kristal.

Untuk mencegah terjadinya pergerakan (scale inhibition) dengan cara

menambahkan scale inhibitor (antiscale agent) ke dalam air laut. Selama ini

dikenalkan beberapa scale inhibitor yang biasanya digunakan, yaitu H2SO4 dan

inhibitor ambang batas (threshold inhibitor).

Ada tiga jenis threshold inhibitor, yaitu polyphosphate, phosphate, dan

polycarboxylic. Cara kerjanya dengan berfungsi sebagai growth inhibitor

(pembatasan pertumbuhan), dengan menghambat dan menghentikan pertumbuhan

yang terjadi pada Kristal. Hasilnya pertumbuhan pertumbuhan Kristal di luar

kebiasaanya, sehingga dihasilkan Kristal yang bulat dan tidak mudah menempel

sebagai kerak. Selain itu berfungsi pula sebagai dispersant, yaitu partikel padat

seperti lumpur, debu dan Kristal CaCO3 dipertahankan dalam bentuk suspense,

sehingga dengan demikian mencegah terbentuknya endapan yang mengerak.

Kriteria pemilihan bahan kimia sabagai antiscale adalah :

a. Bahan kimia yang mempunyai kemampuan untuk mendistorsi Kristal.

Mekanismenya dengan meningkatkan daya kelarutan dari Kristal tersebut, dan

mengubah bentuk struktur pertumbuhan Kristal. Proses tersebut terjadi karena

adanya bahan polimer yang mempunyai bentuk tidak teratur dan masuk

Kerja Praktek Hairun Nizar 29


PT PJB Muara Karang (41308010044)
kedalam kisi-kisi Kristal, yang dapat menahan terjadinya endapan yang

mempunyai sifat struktur kimia yang getas dan keras.

b. Bahan kimia harus mempunyai sifat dispersant. Mekanismenya dapat

mengabsorbsi atau menyerap pada permukaan Kristal dan memberikan

muatan-muatan sejenis terhadap kristal tersebut, akibatnya pertikel tetap

tinggal diam sebagai suspense.

c. Bahan kimia harus mempunyai sifat sequestren. Mekanismenya dengan

mencegah ion dari keadaan normal, dengan cara membentuk senyawa ion

komplek.

Bahan anti scale anti scale yang digunakan di PLTU/PLTG adalah bahan

kimia yang mengandung polyphosphate dan polycarboxylic. Selain berfungsi

sebagai anti scale, bahan kimia tersebut juga berfungsi threshold inhibitor.

Sehingga dapat berfungsi mencegah terjadinya kerak dan dapat memecahkan kerak

yang sudah terbentuk.

Air destilasi yang diperoleh dari proses desalination plant yang ditampung

dengan raw water tank belum memenuhi syarat untuk pengisian boiler. Sehingga

perlu diolah kembali melalui peralatan water treatment.

Dari raw water tank, air dipompa ke water treatment. Selanjutnya air tersebut

melalui pre-filter air dan juga diberi mix bed polisher yang terdapat bahan kimia

anion resin yang dapat mengikat ion negatif dan kation resin yang dapat mengikat

ion positif. Ion-ion yang terdapat pada water tank adalah ion positif Na+ dan ion

negatif Cl-.

Dengan banyaknya ion yang menempel pada mix bed polisher, maka

kemungkinan besar air menjadi jenuh sehingga mempengaruhi proses penyaringan.

Untuk itu perlu dihilangkan dengan menggunakan hydrolic acid, cautic sods dan

Kerja Praktek Hairun Nizar 30


PT PJB Muara Karang (41308010044)
dibantu panas uap dari boiler. Air yang telah dihilangkan mineralnya (demineralized

water) ditampung dalam tangki penambah (make up water tank) yang selanjutnya

akan digunakan dalam proses berikutnya untuk air penambah atau pengisi di boiler.

Kerja Praktek Hairun Nizar 31


PT PJB Muara Karang (41308010044)