Anda di halaman 1dari 2

Sungai Luk Ulo Karangsambung

Daerah Karangsambung terlintasi sebuah sungai yang besar dan penting di Kabupaten
Kebumen, yaitu Sungai Luk Ulo. Sungai ini mempunyai arti penting karena merupakan salah
satu sumber air permukaan di daerah Kebumen. Sungai ini terletak titik koordinat 07°32’15,9” LS
- 109°40’37,6” BT dengan elevasi 75 meter.
Luk Ulo berasal dari kata luk dan ulo, luk berarti liku ulo berarti ular. Diberi nama Sungai Luk
Ulo dikarenakan kenampakan sungai yang meliuk-liuk seperti ulo (ular). Bentuk meliuk-liuk
Sungai Luk Ulo menurut penelitian LIPI menunjukkan bahwa pembentukan sungai melalui
proses penerobosan batuan sediman tua yang dinamakan formasi Totogan dan formasi
Waturanda di Karangsambung, dua formasi yang terdiri dari batuan-batuan beku vulkanik.
Setiap tahunnya debit air sungai Luk Ulo sangat fluktuatif. Namun, bisa mengikis tanah
yang berada di tepi sungai dan menyebabkan likuan sungai menjadi berubah. Penduduk
Karangsambung yang dilintasi Sungai Luk Ulo dan sekaligus menjadi batas wilayah kecamatan
Karangsambung dengan kecamatan Karanggayam. Pada musim penghujan debitnya meningkat
tajam dan sering menimbulkan bencana banjir. Penyebab terjadinya banjir adalah curah hujan
yang berlebih dibandingkan dengan kapasitas infiltrasi tanah yang ada di daerah tangkapan
hujan sehingga sebagian besar air hujan berubah menjadi aliran permukaan.
Sungai Luk Ulo dimana sisi kiri jalan langsung berbatasan dengan sungai dan sisi kanan
terdapat tebing batu yang merupakan batuan sedimen raksasa yang terbentuk dari batuan
vulkanik dan batuan pasir. Bukit Sipako
Sekitar 300 m ke arah utara tepatnya dari kaki bukit Sipako, terdapat singkapan blok rijang-
batugamping merah yang menunjukan kontak sesar dengan fillit di bagian selatan dan dengan
greywacke di bagian utara.
Pada kaki bukit Sipako terdapat singkapan fillit-grafit yeng telah mengalami perlipatan.
Batuan ini diinterpretasikan sebagai produk selama proses subduksi yang mentransfer sedimen
palung ke dalam metamorfosa derajat rendah. Singkapan ini telah mengalami deformasi lanjut
yang ditunjukan oleh sesar-sesar naik, jalur milonit, dan fault gouge.
Sungai Luk Ulo Lokasi ini berjarak sekitar 200 m ke arah barat dari UPT BIKK
Karangsambung–LIPI, berada di tepi Sungai Luk Ulo, kaki bukit Pesang-grahan. Pada lokasi ini
dijumpai batuan sedimen konglomerat berwarna abu-abu cerah dengan fragmen bervariasi
(kuarsa, batupasir, rijang, batuan beku, dan batuan metamorf) yang tersemen sangat kuat.
Konglomerat ini merupakan bongkah sangat besar hasil pelongsoran.
Pada sungai Luk Ulo terdapat batuan metamorf nonfoliasi dan foliasi serta batuan metamorf
derajat tinggih berupa batuan skis mika dan batuan metamorf derajat rendah berupa fillit. Hal ini
dikarenakan temperatur dan tekanannya rendah. Batuan ini berasal dari batu lempeng di palung-
palung yang mengalami tekanan dan temperatur tinggi sehingga terbentuk batuan metamorf.
Batuan ini berasal dari batuan fiolit, contohnya batuan sekismika yang merupakan pondasi di
Pulau Jawa karena merupakan batuan paling tua di Pulau Jawa yaitu berumur 117 juta tahun
(Pre-Tertier), teksturnya berupa repidoblastik.
Bagian hulu lembah sungai Luk Ulo berbentuk relatif lurus, sempit dan dalam menyerupai
huruf V. Semakin ke hilir terutama di daerah Karangsambung bentuk lembah sungai Luk Ulo
berubah relatif dangkal dan berkelak-kelok. Dalam sejarah alirannya, sungai bagian hulu
mengalami proses erosi vertikal lebih dominan sehingga lembahnya cukup dalam dan
menyerupai huruf V. Semakin ke hilir erosi yang berkembang adalah erosi horisontal sehingga
kedalaman sungai akan berkurang dan alirannya dapat berbelok-belok atau dikenal dengan
sungai meander. Hal tersebut menyebabkan tali arus dari sungai Luk ulo berada pada tepian
sungai.
Sungai Luk Ulo yang dapat digolongkan menjadi sungai mender ada 4 segmen, yaitu:
1) Kelokan sungai di daerah Kalikayen Pucangan, batuan penyusunnya berupa endapan alluvial
berupa batu lempung serta kompleks melange.
2) Kelokan sungai di daerah Pesanggrahan, batuan penyusunya berupa endapan alluvial.
3) Kelokan sungai di daerah Kedungwaru, di sekitar bukit Pesanggrahan (O) yang dominan di
kontrol oleh litologi penyusun yang resisten (konglomerat). ini terdiri dari material berukuran
lempung, pasir, kerikil dan kerakal.
4) Kelokan sungai di daerah Seling, batuan penyususnnya berupa endapan alluvial.

Gambar 4.9 Penambangan Pasir di Sungai Luk Ulo

Dari 4 segmen tersebut, secara umum batuan penyusunnya berupa endapan alluvial yaitu
batu lempung bercampur kerikil dll. Sehingga mempengaruhi warna sungi Luk Ulo yaitu
berwarna hija kebiruan. Erosi yang terjadi di Sungai Luk Ulo tergolong tinggi disebabkan
akrivitas penambangan pasir yang besar. Volume pasir yang ditambang lebih besar dari
sedimentasinya jadi lahan yang ada rusak akibat erosi yang tinggi.

Vegetasi di sekitar sungai Luk ulo tergolong kurang lebat karena. Pada hutan produksi
penambangan emas kini telah dilarang karena merusak lahan. Jenis vegetasi nya antara lain
pohon pinus yang berada pada tepian sungai dekat jalan.

Anda mungkin juga menyukai