Anda di halaman 1dari 5

BEAM DEFLECTION APPARATUS

BAB VI
BEAM DEFLECTION APPARATUS

6.1 Tujuan Percobaan

1) Untuk mengetahui hubungan antara defleksi/ lendutan dengan variasi


pembebanan pada cantilever beam ( tumpuan jepit ), simply supported beam (
tumpuan sendi-sendi ) dan overhang beam pada kedua ujungnya secara
ekspreimen .
2) Untuk mengetahui pengaruh variasi panjang (l) dan dimensi penampang (b x d)
pada beam terhadap besarnya defleksi yang terjadi secara eksperimen

6.2 Alat Pengujian


6.2.1 Spesifikasi Alat
 Sanderson Beam Deflection Apparatus dengan
spesifikasi: Dimensi = 470 x 420 x 1220 mm
Berat ( Nett Weight ) = 26 Kg
 Dial indikator untuk mengetahui besarnya defleksi yang terjadi
 Beban berupa piringan dengan massa yang berbeda-beda dan load hanger
sebagai tempat peletakan beban
 Spesimen uji profil segi empat dengan dimensi penampang ( b x d )
berbeda dan panjang ( l ) yang berbeda. Modulus Elastisitas spesimen = 2 x
1011 N/m2

6.3 Cara Pengambilan Data


1. Pengujian defleksi pada Cantilever beam ( beam dengan tumpuan jepit )
1. Gunakan tumpuan jepit dan letakkan spesimen yang akan diuji pada
tumpuan jepit tersebut.
2. Letakkan load hanger pada ujung spesimen yang akan diuji (mencari
defleksi maksimum) , lalu letakkan dial indikator pada ujung spesimen
yang diberi load hanger tersebut. Kalibrasikan dial indikator agar jarum
penunjuk pada dial indikator menunjukkan angka nol.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2017/2018


BEAM DEFLECTION APPARATUS

3. Catat pembacaan defleksi pada dial indikator untuk setiap variasi beban
pada load hanger dan plot kedalam grafik.
4. Untuk pengujian akibat penambahan d :
Spesimen 5 ( l = 700 mm ; b = 25 mm ; d = 6,1 mm )
Spesimen 6 ( l = 700 mm ; b = 25 mm ; d = 8 mm )

2. Pengujian defleksi pada simply supported beam (beam dengan tumpuan sendi )
1. Atur jarak antar bearer sendi / tumpuan sendi (l) pada skala sehingga
sesuai dengan panjang spesimen yang akan diuji
2. Letakkan spesimen yang akan diuji pada bearer/ tumpuan

3. Letakkan load hanger di tengah-tengah spesimen, lalu letakkan dial


indikator di atas lengan load hanger tepat di tengah. Kalibrasikan dial
indikator agar jarum penunjuk pada dial indikator menunjukkan angka nol.
4. Catat pembacaan defleksi pada dial indikator untuk setiap variasi beban
pada loadhanger dan plot kedalam grafik.
5. Untuk pengujian akibat penambahan l :
Spesimen 1 ( l = 400 mm ; b = 20 mm ; d = 3,2 mm )
Spesimen 2 ( l = 500 mm ; b = 20 mm ; d = 3,2 mm )
6. Untuk pengujian akibat penambahan b :
Spesimen 3 ( l = 700 mm ; b = 20 mm ; d = 3,2 mm )
Spesimen 4 ( l = 700 mm ; b = 24,65 mm ; d = 3,2 mm )
7. Untuk pengujian akibat penambahan d :
Spesimen 5 ( l = 700 mm ; b = 25 mm ; d = 6,1 mm )
Spesimen 6 ( l = 700 mm ; b = 25 mm ; d = 8 mm )

3. Pengujian defleksi pada overhang beam pada kedua ujungnya


1. Atur jarak antar bearer sendi / tumpuan sendi (l) dan panjang overhang
(a), seperti tertera dibawah sehingga sesuai dengan panjang spesimen
yang akan diuji
2. Letakkan spesimen yang akan diuji pada bearer/ tumpuan

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2017/2018


BEAM DEFLECTION APPARATUS

3. Letakkan load hanger pada kedua ujung spesimen , lalu letakkan dial
indikator tepat ditengah-tengah spesimen . Kalibrasikan dial indikator
agar jarum penunjuk pada dial indikator menunjukkan angka nol.
4. Catat pembacaan defleksi pada dial indikator untuk setiap variasi beban
pada load hanger dan plot dalam grafik.
5. Spesimen yang digunakan adalah Spesimen 6 ( l = 700 mm ; b = 25 mm ;
d = 8 mm ). Berikut jarak antar tumpuan ( l ) dan panjang overhang ( a ) :
Percobaan 1 l = 600 mm a = 50 mm
Percobaan 2 l = 500 mm a = 100 mm
Percobaan 3 l = 400 mm a = 150 mm
Percobaan 4 l = 300 mm a = 200 mm

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2017/2018


BEAM DEFLECTION APPARATUS

6.3.1 Contoh Perhitungan

a. Cantilever beam ( beam dengan tumpuan jepit ) yang mengalami beban W pada ujung
batang.
W
b
L
d

wl 3 b.d 3
Defleksi maksimum yang terjadi pada ujung batang   , dimana I =
3.E.I 12
 4.l 3
defleksi persatuan berat 
W E.b.d 3
b. Simply supported beam ( beam dengan tumpuan sendi-sendi ) yang mengalami beban
terpusat W ditengah batang.

W
b
d

L
w.l 3 b.d 3
Defleksi maksimum yang terjadi ditengah batang   , dimana I =
48.E.I 12
 l3
defleksi persatuan berat 
W 4.E.b.d 3
c. Overhang beam( beam dengan tumpuan sendi overhang ) pada kedua ujungnya
W W
b
a L a d

M
X

w.a.l 2 b.d 3
Defleksi maksimum yang terjadi pada   , dimana I =
8.E .I 12
 3.a.l 2
defleksi persatuan berat 
W 2.E.b.d 3

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2017/2018


BEAM DEFLECTION APPARATUS

6.4 Pembahasan

Analisa grafik
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2017/2018