Anda di halaman 1dari 4

RESUME

KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL ( SELF MANAGEMENT )

A. Hakikat Manusia

Manusia selaku produsen dan hasil dari conditioning sosial menunjukkan bahwa perilaku manusia merupakan hasil belajar dan
membelajarkan lingkungannya. Manusia terlahir netral tidak baik dan buruk. Manusia memiliki tugas perkembangan dimana tugas-tugas
yang perlu diselesaikan melalui proses belajar. Setiap manusia lahir membawa keadaan bawaan namun proses terbentuknya kepribadian
adalah melalui proses belajar dan kematangan.

B. Hakikat Masalah

Manusia menjadi bermasalah apabila tidak mempunyai kemampuan menghadapi tantangan yang terjadi dalam hidup. Perilaku
bermasalah dapat pula diartikan sebagai kebiasaan negatif atau perilaku yang tidak tepat/tidak sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu
perilaku dikatakan bermasalah jika menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Masalah yang timbul dapat diselesaikan seiring dengan
meningkatnya pemahaman tentang diri sendiri, yang dapat diukur menggunakan observasi atau self monitoring.

C. Kegiatan Konseling

NO KEGIATAN TUGAS KONSELOR TUGAS KONSELI TEKNIK

1. Tahap Pembentukan - Menyampaiakan organisasional - Menyimak penjelasan Rapport


kelompok. konseling kelompok meliputi tujuan konselor
kelompok, anggota dan frekuensi
pertemuan ( bisa selesai hari itu atau
bila ada yang masih perlu didiskusikan
bisa lanjut pertemuan selanjutnya atau
konseling individu), serta peraturan
untuk saling berjanji menjaga rahasia
2. Tahapan bangun atraksi - Pada tahap ini siswa dan konselor - Konseli perkenalan diri Acceptance
dan identitas kelompok perkenalan, dan konselor
awal. memperkenalkan apa-apa saja yang ada
dalam konseling kelompok dan
mempertegas bahasan tema pemanduan
wawancara siswa pada pra kelompok.
Dalam proses ini pemimpin kelompok
mampu mengeksplorasi tujuan siswa
lebih mendalam.
3. Tahapan membangun - Konselor menjelaskan apa itu hambatan - Konseli bisa mengklarifikasi Rapport ,
keterbukaan belajar dan contohnya, Siswa diminta atau bertanya apakah acceptance
satu persatu menceritakan apa yang maslahanya tersebut
merupakan hambatan belaja
menjadi permasalahannya ( hambatan
dalam belajar misalnya) - Konseli satu persatu
menceritakan bagaimana pola
dan apa yang menjadi
hambatan belajarnya secara
umum
4. Tahapan membangun - Konselor menjelaskan mengenai tujuan - Konseli menyimak Structuring
kerangka kerja pembuatan kerangka kerja penjelasan mengenai tujuan (time limit)
behavioral untuk - Konselor membagikan lembar kerja pembuatan kerangka kerja
seluruh peserta. Pada - Konselor membacakan panduan - Konseli menerima lembar
tahapan membangun pengerjaan lembar kerja kerja
kerangka kerja - Konseli mendengarkan
behavioral, pemimpin penjelasan panduan
kelompok menjelaskan pengerjaan lembar kerja
kepada anggota
kelompok tentang
kerangka rujukan
behavioral yang harus
dilakukan dalam
kegiatan kelompok.
5. Tahapan membangun - Konselor meminta siswa untuk mengisi - Konseli mengisi lembar kerja Clarification
dan masalah dan penyebab dari perilakunya mengenai masalah dan
mengimplementasikan - Konselor meminta satu atau dua dari penyebab dari perilakunya
model untuk perubahan. kelompok untuk membacakan yang - Konseli membacakan
Pada tahapan ini sudah di tulis masalah dan penyebabnya
anggota kelompok yang sudah ditulis
menjadi lebih spesifik
atas upaya-upaya yang
siswa lakukan. Siswa
menunjukkan perilaku
yang ditargetkan untuk
berubah, memelihara
landasan tentang
bagaimana siswa
selanjutnya,
mengimplementasikan
tekhnik perubahan yang
penting dalam
mengukur tingkat
kesuksesan siswa.
6. Generalisasi dan - Konselor meminta anggota kelompok - Konseli menulis pesan diri Termination,
transferensi perlakuan untuk membuat pesan diri (dear my (dear my self) sumarry
kepada lingkungan self) - Konseli membuat jadwal
alamiah, sebagai ciri- - Konselor meminta anggota kelompok kegiatan harian
ciri mengakhiri membuat jadwal kegiatan harian
kelompok. Generalisasi
menampilkan perilaku
dilingkungan luar. Itu
menunjukkan bahwa
pemindahan pada
adegan lain dapat
terjadi. Apabila tidak
terjadi perubahan di
lingkungan luat maka
pemimpin kelompok
perlu memberi tugas
rumah, penguat
perilaku siswa dan
konsultasi dengan
anggota kelompok.