Anda di halaman 1dari 15

SOAL UJIAN MASUK PPDS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF FKUSU Maret 2012

1. Obat anti hipertensi berikut yang sering di gunakan untuk post operative sedation adalah:
A. Minoxidil D. Amiloride
B. Dexmedetomidine E. Valsartan
C. Terazosin

2. Rebound Hypertension bisa terjadi pada pemakaian obat di bawah ini :


A. Bisoprolol D. Hydralazine
B. Diltiazem E. Furosemide
C. Clonidine

3. Yang tidak menentukan potensi obat anestesi lokal


A. Batas molekul anestesi lokal
B. Water solubility
C. Jumlah total carbon dalam molekul anestesi lokal
D. Kemampuan molekul anestesi lokal menembus membran hidrofilik
E. Lipid solubility

4. Nilai Apgar Scores bagi bayi dengan SC terpengaruh langsung oleh :


A. Kondisi ibu saat hamil
B. Kondisi anak dalam kandungan
C. Tehnik anestesi dengan general anestesi
D. Tehnik anestesi dengan regional anestesi
E. Obat yang dipakai selama proses persalinan

5. Absorbsi atelectasis terjadi :


A. Oksigen konsentrasi rendah pada area dengan rasio V/Q yang tinggi
B. Oksigen konsentrasi tinggi pada area dengan rasio V/Q yang rendah
C. Oksigen konsentrasi tinggi pada area dengan rasio V/Q yang tinggi
D. Oksigen konsentrasi rendah pada area dengan rasio V/Q yang rendah
E. Tidak ada hubungannya dengan konsentrasi oksigen

6. Hypothermia dapat menimbulkan :


A. Cardiac arrhytmia dan ischemia
B. Menurunkan peripheral vascular ressistance
C. kurva dissosiasi oksigen bergeser kekanan
D. Menurunkan insiden infeksi
E. Meningkatkan metabolisme obat

7. Diantara gas anestesi berikut ini yang uptakenya ke sirkulasi paru paling besar adalah:

A. Sevoflurane D. Halothane
B. Isoflurane E. Desflurane
C. N2O
8. Faktor-faktor yang mempengaruhi cepatnya recovery dari gas anestesi inhalasi adalah,
KECUALI :

A. Fresh Gas Flow yang tinggi


B. Volume circuit anestesi yang rendah
C. Kelarutan dalam lemak yang rendah
D. Cerebral blood flow yang tinggi
E. Absorbsi tinggi oleh sirkuit mesin anestesi

9. Diantara opioid berikit ini yang kelarutannya dalam lemak paling tinggi adalah :

A. Sufentanil C. Morfin
B. Alfentanil D. Remifentanil E. Meperidin

10. Obat mana yang bukan merupakan intermediate nondepolaraizing muscle relaxant :
A. atracurium
B. cisatracurium
C. mivacurium
D. rocuronium
E. vecuronium

11. Onset cepat pada succinylcholine terutama dikarenakan :


A. low lipid solubility
B. high lipid solubility
C. high water solubility
D. low water solubility
E. dosis yang besar

12. Obat – obatan yang tidak berpotensiasi terhadap nondepol muscle relaxant :
A. antibiotik
B. inhalasi anesthestic
C. Ketamine
D. anticonvulsant
E. Magnesium Sulfate
13. Obat–obat dibawah ini yang eliminasinya tergantung pada fungsi ginjal adalah :
A. atracurium
B. rocuronium
C. mivacurium
D. vecuronium
E. cis atracurium

14. Obat kolinesterase inhibitor yang bekerja paling cepat adalah :


A. neostigmin
B. pyridostigmin
C. edrophonium
D. physostigmin
E. glycopirolate

15. Obat kolinesterase inhibitor yang bisa menyebabkan diffuse excitation pada otak adalah
A. aneostigmin C. Edrophonium
B. pyridostigmin D. Physostigmin E. Glycopirolate

16. Antikolinergik yang paling efektif untuk mengobati bradiaritmia adalah:


A. atropin
B. scopolamin
C. glycopyrolate
D. edrophonium
E. neostigmin

17. Obat antikolinergik yang menyebabkan sedasi :


A. atropin D. edrophonium
B. scopolamin E. neostigmin
C. glycopyrolate

18. Obat adrenergik agonist dibawah ini yang paling mempengaruhi reseptor alpha-1 yaitu :

A. Phenylephrine
B. Clonidine
C. Fenoldopam
D. Dobutamine
E. Methyldopa

19. Dari obat-obat adrenergik agonist dibawah ini yang paling meningkatkan renal blood
flow :
A. Epinephrine
B. Dobutamine
C. Fenoldopam
D. Ephedrine
E. Dopexamine

20. Obat anestesi lokal yang paling cepat dimetabolisme oleh tubuh adalah :

A. Lidocaine C. Bupivacaine
B. Prilocaine D. Mepivacaine E. Ropivacaine

21. Dosis maksimum dari Lidocaine adalah :


A. 3 mg / kgBB
B. 5 mg / kgBB
C. 7 mg / kgBB
D. 8 mg/ kgBB
E. 12 mg/ kgBB

22. Dosis maksimum dari Lidocaine setelah ditambah Adrenaline adalah :


A. 3 mg / kgBB
B. 5 mg / kgBB
C. 7 mg / kgBB
D. 8 mg/ kgBB
E. 12 mg/ kgBB

23. Obat anti hipertensi yang didalam anestesi digunakan sebagai tambahan untuk epidural
infusion dalam mengatasi nyeri adalah
A. Captopril
B. Nifedipine
C. Amlodipine
D. Clonidine
E. Propanolol
24. Hal-hal tersebut dibawah ini adalah kontraindikasi anestesi blok perifer, KECUALI:
A. Infeksi
B. Toksisitas lokal anestesi
C. Perifer neuropathy
D. Pasien tidak kooperatif
E. Anak-anak

25. Chemical mediator timbulnya nyeri yang bekerja via aktivasi reseptor N-methyl D Aspartate
adalah :
A. Acetylcholine C. Glutamate
B. Endorphin D. Serotonin E. Substance-P

26. SA node merupakan special pacemaker sel yang terletak pada:


A. sulcus terminalis
B. posterior dari hubungan antara atrium kanan dengan vena cava superior
C. anterior dari hubungan antara atrium kanan dengan vena cava superior
D. bundle of His
E. dinding atrium kiri

27. Tiga gelombang yang terdapat saat kontraksi atrium yakni gelombang a, c, v ;
gelombang ‘a’ menyatakan :
A. kontraksi ventrikel
B. penonjolan katup AV ke ventrikel
C. hasil tekanan vena sebelum katup AV terbuka kembali .
D. sistolik atrium
E. penonjolan katup AV ke atrium

28. Ditundanya operasi pasien hypertensi dengan organ failure ,tekanan diastole yang tidak
diijinkan ;
A. >100 mmHg
B. >105 mmHg
C. >110 mmHg
D. >115 mmHg
E. >120 mmHg
29. Penggunaan Pancuronium pada hipertensi tidak terkontrol ,harus ditunda kerena alasan ;
A. merupakan steroid
B. melepaskan histamin
C. blokade vagal dan katekolamin release
D. blokade parasimpatis dan histamin release
E. blokade simpatis

30. Faktor-faktor dibawah ini dapat meningkatkan dead space, KECUALI:


A. Umur C. Emboli paru
B. Obat-obat anticholinergik D. Emfisema E. Flexi leher

31. Berikut ini adalah hal yang benar tentang shunting, KECUALI :
A. Shunting adalah suatu proses desaturasi darah dari jantung kanan kembali
kejantung kiri tanpa resaturasi dengan oksigen diparu-paru.
B. Shunt intrapulmonal sering diklasifikasikan menjadi shunt absolut dan shunt relatif
C. Shunt absolut adalah shunt anatomi dan V/Q adalah nol
D. Hipoksemia yang disebabkan oleh shunt relatif dapat diperbaiki
E. Shunting dari kiri ke kanan tidak menyebabkan hipoxemia

32. Dibawah ini yang merupakan penyebab demam pada perioperatif yang berhubungan
dengan gangguan metabolik adalah, KECUALI :
A. Alergi
B. Granulomatous disorders
C. Trombosis
D. Pheochromocytoma
E. Neoplastik disorders

33. Faktor-faktor yang memicu terjadinya komplikasi disfungsi pulmonal post operatif KECUALI
A. Penyakit paru yang dialami sebelumnya
B. Merokok
C. Obesitas
D. Usia > 60 tahun
E. Anestesi umum < 3 jam
34. Mengenai kurva dissosiasi oksigen-hemoglobin:
A. Hemoglobin tipe F akan menggeser kurva ke kiri sehingga mengganggu
pelepasan oksigen ke jaringan
B. Hipertermia akan menggeser kurva ke kiri sehingga affinitas Hb terhadap oksigen
semakin tinggi
C. 2,3 Difosfogliserat akan menggeser kurva ke kiri sehingga affinitas Hb terhadap oksigen
semakin tinggi
D. Asidosis akan menggeser kurva ke kanan sehingga menurunkan pelepasan oksigen ke
jaringan
E. Kerja otot (exercise) akan menggeser kurva ke kiri karena terjadi peningkatan
karbondioksida

35. Pernyataan yang paling benar mengenai autoregulasi serebral adalah:


A. Perubahan mean arterial pressure < 60 mmHg atau >150 mmHg, tidak akan
mempengaruhi autoregulasi aliran serebral secara bermakna
B. Hipertensi kronik akan menggeser kurva ke kanan sehingga bila terjadi
penurunan tekanan darah selama MAP masih > 50 mmHg aliran darah serebral
tidak akan terganggu
C. Autoregulasi tidak berubah dan mempertahankan aliran darah di daerah sekitar tumor
atau infark serebral
D. Metabolik asidosis akan menimbulkan vasokonstriksi yang akan menurunkan aliran
darah serebral
E. Autoregulasi dan aliran darah serebral dipengaruhi oleh peningkatan atau penurunan
PCO2, PO2 dan MAP

36. Saraf dari sympathetic nervous system :

A. T1 – L1 D. T2 – L1
B. T1 – L2 E. T2 – L2
C. T1 – L3

37. Keuntungan LMA dibandingkan dengan intubasi trachea adalah :

A. Sangat berguna pada intubasi sulit D. Resiko polusi gas anestesi lebih besar
B. Menaikkan resiko aspirasi E. Dapat menyebabkan perut kembung
C. Kurang aman pada posisi tengkurap

38. Posisi pasien pada waktu operasi yang menyebabkan penurunan kapasitas vital dan
meningkatkan kemungkinan aspirasi adalah :
A. Telungkup (prone) D. Lithotomy
B. Lateral dekubitus E. Anti trendelenburg
C. Trendelenburg

39. Pada pemberian Midazolam untuk pasien yang mendapatkan analgetika dengan opioid,
maka efek dari opioid untuk analgetiknya akan :

A. Tidak terpengaruh
B. Menurunkan efek analgetiknya D. Meningkat tajam
C. Terpengaruh sedikit meningkat E. Bisa meningkat atau menurun, tergantung
kondisi pasien

40. Pemberian Total Parenteral Nutrition menggunakan jalur :

A. Pulmonary Artery Catheterization


B. Pheripheral vena catheterization
C. Central Vena Catheterization
D. Pulmonary Vena Catheterization
E. Femoralis Artery Catheterization

41. Seorang laki laki 40 th, 60kg, TD 180/95 mmHg, tidak ada keluhan menderita Hernia
Inguinalis Lateralis dextra, akan dilakukan bedah herniorrhaphy elektip. Hasil foto thorax
dan laboratorium dalam batas normal. Pasien ini termasuk :

A. PSASA I
B. PSASA II
C. PSASA III
D. PSASA I-D
E. PSASA II-D
42. Pemeriksaan laboratorium sebelum tindakan bedah elektip pasien usia 50 th, dengan kasus
perdarahan :
A. lekosit
B. Gula darah sesaat
C. Hb
D. Serum creatinin
E. Cholesterol

43. Perioperative mortality rate pada pasien dengan PSASA –IV


A. 0.05%
B. 1%
C. 20%
D. 40%
E. >50%

44. Shock didefinisikan sebagai :

A. tekanan darah rendah


B. oxygen consumption lebih rendah dari oxygen delivery
C. VO2 < DO2
D. DO2 < VO2
E. Gagal jantung

45. Masalah utama pada cardiogenic-shock adalah :


A. volume loss
B. expanded venous capacity
C. uptake oksigen dijaringan
D. obstruksi extra cardiac
E. pump failure

46. Bila diinfuskan cairan RL 1 liter,maka pada keseimbangan, yang akan bertahan dalam
intravascular :
A.750 ml B. 500 ml C. 250 ml D. 100 ml E. BSSD
47. Bila dinfuskan 1 liter Albumin 5%, maka provisinya akan sama dengan bila yang diinfuskan :
A. Gelatine 1 liter
B. Albumin 20%, 250 ml
C. HES 6%, 1 liter
D. Dextran 40, 1 liter
E. RL , 2 liter

48. pada pemeriksaan pasien KLL, didapat : pulse rate 125x/m, T 90/70 mmHg, R: 35 x/m,
confuse , maka estimasi jumlah perdarahan :
A. 10% EBV
B. 15% EBV
C. 15-30% EBV
D. > 30% EBV
E. > 40% EBV

49. Bila terjadi perdarahan 1000 ml, maka replacement cairan :


A. atau RL 3000 ml
B. atau Tutofusin 1000 ml
C. atau Exfafusin 100 ml,
D. atau D5W 3000 ml
E. atau Ivelip 500 ml

50. BB 50 kg, KLL, perdarahan banyak Hb 5 gr%, transfusi s/d Hb 9 gr% dengan WB (1 unit
=250 ml) :
A. 2 unit B. 3 unit C. 4 unit D. 5 unit. E. 6 unit

51. Shock yang terjadi pada kasus cardiac-tamponade termasuk :


A. shock septic
B. shock hypovolemia
C. shock cardiogenik
D. shock obstructive
E. BSSD
Kasus ,
Untuk no. 52 s/d 56
Seorang laki-laki dengan BB. 70 kg, TB. 165 cm
Bila diketahui Cardiac output = 5 L/menit, Hb = 15gr%
SaO2 = 100%, SvO2 = 75%

52. . Delivery Oxygen (DO2)


A. 2000 ml/menit
B. 1000 ml/menit
C. 1500 ml/menit
D. 350 ml/menit
E. 250 ml/menit

53. DO2-Index :
A. 1100 ml/menit/m2
B. 550 ml/menit/m2
C. 750 ml/menit/m2
D. 660 ml/menit/m2
E. 100 ml/menit/m2

54. CaO2 (kandungan oksigen dalam darah arteri)


A. 15 ml/dl
B. 20 ml/dl
C. 25 ml/dl
D. 30 ml/ml
E. 35 ml/dl

55. O2ER (Oksigen Extraction Ratio)


A. 100%
B. 75%
C. 50%
D. 25%
E. BSSD

56. VO2-Index :
A. 250 ml/menit
B. 140 ml/menit
C. 100 ml/menit
D. 75 ml/menit
E. 50 ml/menit

57. Yang termasuk dalam ”sign of circulation ” adalah :


A. Buka mata
B. Reaksi pupil
C. Mengeluarkan suara
D. Batuk.
E. Mengeluh sakit
58. DC shock dilakukan bila gambaran EKG :
A. PEA
B. A-systole
C. EMD
D. VT with pulse
E. VF

59. Tindakan RJPO dengan dua penolong, perbandingan ventilasi paru dengan kompressi jantung :

A. 5 :1
B. 15 : 2
C. 15 : 1
D. 5:2
E. 30 : 2

60. Bila gambaran EKG-nya Ventricular Tachycardia, dan nadi carotis teraba , maka tindakannya
adalah :

A. DC shock 200 joules


B. Adrenalin 1mg/iv
C. Lidokain 1 mg/kg/iv
D. SA 0.50 mg/iv
E. BSSD

61. Bila gambaran EKG-nya A-systole, maka tindakannya adalah :

A. DC-shock 200 joules


B. CPR
C. Adrenalin 1 mg/iv
D. cardioversion
E. Automated External Defibrillation

62. Pijat jantung luar pada CPR :

A. 60 x/m
B. 80 x/m
C. 100 x/m
D. 30 x pompa/30 detik
E. 30 x pompa/15 detik

63. Bila gambaran EKG-nya VT dan nadi teraba lemah, TD rendah, tindakannya adalah :
A. DC shock 360 joules
B. Cardioversion 1 joules/kg
C. Lidokain 1 mg/kg/iv
D. SA, 1 mg/iv
E. Adrenalin 1 mg/iv
64. Sewaktu visite, tiba tiba pasien cardiac arrest (wittness cardiac arrest), maka tindakannya adalah :
A. Cardioversion
B. DC shock 200 joules
C. DC shock 300 joules
D. DC shock 360 joules
E. Adrenalin 1 mg/iv

65. Dosis awal DC shock pada kasus VF adalah :


A. 50 joules
B. 200 joules
C. 300 joules
D. 360 joules
E. 1 joule/kg

66. Yang tidak tepat dilaporkan pada waktu menghubungi Emergency Medical System adalah :
A. Keadaan pasien saat itu
B. Petugas yang ada.
C. Tindakan yang dilakukan
D. No. HP yang bisa dihubungi
E. Alamat keluarga korban

67. Satu siklus bantu nafas dan pompa jantung luar adalah :
A. 5 kali
B. 4 kali
C. 3 kali
D. 2 kali
E. 1 kali

68. CPCR dihentikan bila :


A. Tidak jelas apakah sudah ROSC atau belum.
B. Nafas terlihat satu satu, lambat, tetapi jantung belum ROSC
C. Penolong kelelahan
D. Belum ROSC tangan hangat
E. Aparat keamanan setempat datang menolong.

69. Paru paru neonatus dan bayi mudah terjadi atelectase disebabkan , KECUALI:

A. RR yang cepat
B. compliance paru yang rendah
C. FRC yang rendah
D. compliance dinding dada yang besar
E. diameter trachea kecil

70. Kesulitan intubasi pada neonatus dan bayi disebabkan KECUALI :


A. kepala dan lidah yang relatif lebih besar
B. chuby neck D. Epiglotis yang panjang
C. epiglotis yang panjang E. Plica vocalis letak rendah
71. Tanda utama deplesi cairan intra vaskular pada neonatus dan bayi adalah :
A. Takikardi
B. Bradikardi
C. Hypotensi dgn takikardi
D. Hypotensi dgn bradikardi
E. Hypotensi tanpa takikardi

72. Hypotermia pada neonatus dan bayi disebabkan oleh hal yg dibawah ini , KECUALI :
A. luas permukaan tubuh relatip lebih besar dari BB
B. temperatur yg rendah didalam OT
C. dry anesthetic gases
D. cauterisasi pada luka operasi
E. effek obat anestesi pada regulasi temperatur tubuh.

73. Produksi panas pada bayi dan neonatus didapat dari :


A. Proses menggigil
B. Metabolisme air
C. Metabolisme KH
D. Metabolisme lemak coklat
E. Metabolisme protein

74. Puasa sebelum anestesi dan pembedahan pada bayi < 6 bulan :
A. Makan padat 6 jam, clear liquid 3 jam
B. Makan padat 4 jam, clear liquid 2 jam
C. Makan padat 3jam, clear liquid 2 jam
D. Makan padat 8 jam, clear liquid 4 jam
E. Makan padat 4 jam, clear liquid 1jam

75. Pemeriksaan laboratorium yang wajib dilakukan sebelum anestesi dan pembedahan :
A. Urine
B. Faeces
C. Hb
D. Darah rutin
E. Faktor pembekuan darah

76. yang menjadi pilihan untuk rute pemberian premedikasi pada neonatus dan bayi :
A. oral
B. transdermal
C. nasal
D. intramuskular
E. rectal

77. Succinylcholine pada bayi dan neonatus dapat menyebabkan :


A. Haemoglobinuria
B. Cardiac dysrhytmia
C. Hypokalemia
D. Hyponatremia
E. Hypercalcemia
78. drug of choice untuk fasilitasi intubasi pada bayi dan anak :
A. vecuronium
B. atracurium
C. pavulon
D. rocuronium
E. succinylcholine

79. Pilihan cara extubasi pada akhir anesthesia pada bayi :


A. Light sedation
B. light anesthesia
C. fully awake
D. fully relaxation
E. TOF 30%

80.Pemasangan kateter urin adalah rutin pada prosedur operasi :


A. Operasi Appendektomy
B. Operasi Cardiovascular
C. Operasi eksisis lipoma
D. Debridement pada fractur tulang terbuka.
E. Operasi Labioplasty