Anda di halaman 1dari 20

Definisi

teknologi USG memungkinkan dokter untuk "melihat" di dalam pasien tanpa


menggunakan operasi. pemancar A mengirim gelombang suara frekuensi tinggi ke
dalam tubuh, di mana mereka terpental jaringan yang berbeda dan organ untuk
menghasilkan pola yang khas dari gema. Sebuah penerima "Mendengar" yang
kembali gema pola dan diajukan ke komputer, yang menerjemahkan data ke dalam
sebuah gambar pada layar televisi. Karena USG dapat membedakan variasi halus
antara lunak, jaringan cairan yang dipenuhi, maka terutama bermanfaat dalam
menyediakan gambar diagnostik dari perut. USG juga dapat digunakan dalam
pengobatan.

Tujuan

Faktor medis potensi aplikasi USG pertama kali diakui pada tahun 1940-an sebagai
hasil dari
teknologi sonar dikembangkan untuk mendeteksi kapal selam selama Perang Dunia
II. Gambar pertama medis yang berguna diproduksi di awal 1950-an, dan, pada
1965, kualitas USG telah meningkatkan ke titik yang datang ke umum medis
digunakan. Perbaikan dalam teknologi, aplikasi, dan interpretasi USG terus. Its
rendah biaya, fleksibilitas, keamanan dan kecepatan telah membawanya ke laci
atas teknik pencitraan medis.

Sementara USG panggul secara luas dikenal dan umumnya digunakan untuk
memantau janin selama kehamilan, USG juga secara rutin digunakan untuk umum
perut pencitraan. Hal ini memiliki keuntungan besar atas x-ray imaging teknologi
dalam bahwa hal itu tidak merusak jaringan dengan pengion radiasi. USG juga
umumnya jauh lebih baik daripada sinar x polos di membedakan variasi halus
lembut struktur jaringan, dan dapat digunakan dalam beberapa mode, tergantung
pada kebutuhan di tangan.

Sebagai alat pencitraan ultrasound, perut umumnya digunakan untuk pasien yang
menderita: sakit perut akut atau kronis, trauma perut, Massa abdomen; gejala
penyakit hati, penyakit pankreas , batu empedu, penyakit limpa, penyakit ginjal
dan penyumbatan kemih, atau gejala dari perut aneurisma aorta. Secara spesifik:


Sakit perut
Trauma abdomen
Massa abdomen
Penyakit hati
Penyakit pankreas.
Batu empedu
Penyakit limpa
Penyakit ginjal
Aneurisma aorta perut
USG teknologi ini juga dapat digunakan untuk pengobatan tujuan, yang paling
sering sebagai bantuan visual selama bedah seperti prosedur-pedoman penempatan
jarum untuk mengalirkan cairan dari kista, atau untuk mengekstrak sel-sel tumor
untuk biopsi. Semakin, terapi aplikasi langsung untuk USG sedang dikembangkan.

Intensitas tinggi USG digunakan secara rutin untuk mengobati cedera jaringan
lunak, seperti strain, air mata dan yang terkait jaringan parut. Pemanasan dan
agitasi dipercaya untuk mempromosikan penyembuhan cepat melalui sirkulasi
meningkat. Sangat terfokus, tinggi intensitas, frekuensi tinggi ultrasound dapat
juga digunakan untuk menghancurkan secara fisik jenis tertentu tumor, serta batu
empedu dan jenis lainnya bate. Mengembangkan aplikasi pengobatan baru untuk
USG area aktif penelitian medis.

Precautions

Jika Benar dilakukan, pencitraan USG hampir tanpa risiko atau efek samping.
Beberapa pasien melaporkan perasaan sebuah geli sedikit dan / atau kehangatan
saat discan, tapi yang paling merasakan apa-apa. USG gelombang yang tepat
frekuensi dan intensitas yang tidak diketahui menyebabkan atau memperburuk
berbagai kondisi medis, meskipun wanita mana pun yang
berpikir ia mungkin hamil harus mengangkat masalah itu dengan dia dokter
sebelum menjalani USG abdomen.

Descriptions

USG mencakup semua gelombang suara di atas frekuensi manusia-hertz
mendengar sekitar 20 ribu, atau siklus per detik. USG umumnya menggunakan
frekuensi Medis antara satu dan 10 juta hertz (1-10 MHz). USG gelombang
frekuensi yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak gambar rinci, tetapi juga
lebih mudah diserap dan sehingga tidak dapat menembus sedalam ke dalam tubuh.
Perut pencitraan USG umumnya dilakukan pada frekuensi antara 2-5 MHz.

Sebuah mesin ultrasound terdiri dari dua bagian: transduser dan analyzer tersebut.
transduser Kedua menghasilkan gelombang suara yang menembus tubuh dan
menerima tercermin gema. Transduser dibangun sekitar piezoelektrik keramik
chip. (Piezoelectric mengacu pada listrik yang dihasilkan ketika Anda menekan
kristal tertentu seperti kuarsa). Keramik chip ini bereaksi terhadap pulsa listrik
dengan memproduksi gelombang suara (mereka transmisi gelombang) dan
bereaksi terhadap gelombang suara dengan menghasilkan listrik pulsa (menerima).
Semburan listrik frekuensi tinggi pulsa dipasok ke transduser penyebab itu untuk
memproduksi pemindaian gelombang suara. transduser kemudian menerima
kembali gema, berarti mereka kembali ke pulsa listrik dan mengirimkannya ke
komputer-analyzer yang menyelenggarakan data ke dalam sebuah gambar pada
layar televisi.

Karena gelombang suara perjalanan seluruh tubuh jaringan di hampir sama
kecepatan-sekitar 3.400 mil per jam-the mikrodetik diperlukan untuk setiap echo
untuk dapat diterima diplot pada layar sebagai jarak ke dalam tubuh. Kekuatan
relatif dari masing-masing echo, fungsi dari jaringan khusus atau organ yang
menghasilkan batas itu, dapat diplot sebagai titik kecerahan yang bervariasi.
Dengan cara ini, gema dijabarkan ke dalam gambar. Dikelilingi jaringan oleh
tulang atau diisi dengan gas (perut, usus dan usus) tidak dapat dicitrakan dengan
menggunakan ultrasound, karena gelombang diblokir atau menjadi secara acak.

Empat modus yang berbeda dari USG digunakan dalam medis imaging:
1. A-Mode. Ini adalah jenis yang paling sederhana USG di mana suatu
transduser tunggal line scan melalui tubuh dengan gema diplot di layar
sebagai fungsi mendalam. Metode ini digunakan untuk mengukur jarak
dalam tubuh dan ukuran organ internal. Terapeutik USG ditujukan pada
tumor tertentu atau kalkulus juga Sebuah mode-, untuk memungkinkan
untuk menentukan fokus yang akurat dari merusak energi gelombang.
2. B-mode. Dalam B-mode ultrasound, sebuah array linier dari transduser scan
secara bersamaan pesawat melalui tubuh yang dapat dilihat sebagai gambar
dua dimensi pada layar. Ultrasound probe yang mengandung lebih dari 100
Transduser dalam bentuk urutan dasar ini paling umum digunakan scanner,
dengan biaya sekitar $ 50.000.
3. M-Mode. M singkatan dari gerak. Urutan cepat scan B-mode yang gambar
saling mengikuti urutan pada layar memungkinkan dokter untuk melihat dan
mengukur berbagai gerakan, sebagai batas organ yang refleksi memproduksi
bergerak relatif terhadap probe
4. Doppler mode. ultrasonografi Doppler termasuk kemampuan secara akurat
mengukur kecepatan bergerak materi, seperti darah dalam arteri dan vena.
Prinsip adalah sama dengan yang digunakan dalam senjata radar yang
mengukur kecepatan mobil di jalan raya. kemampuan Doppler adalah paling
sering dikombinasikan dengan B-mode pemindaian untuk menghasilkan
gambar pembuluh darah dari aliran darah yang dapat diukur secara langsung.
Teknik ini digunakan secara luas untuk menyelidiki cacat katup,
arteriosclerosis dan hipertensi, terutama dalam hati, tetapi juga di perut aorta
dan vena portal hati. Harga sekitar $ 250.000.
Preparation
Seorang pasien menjalani USG perut akan disarankan oleh dokter mereka tentang
apa yang diharapkan dan bagaimana untuk mempersiapkan. Sebagaimana
disebutkan di atas, persiapan umumnya termasuk puasa dan tiba untuk prosedur
dengan penuh kandung kemih, jika perlu. Persiapan ini terutama berguna jika
kandung empedu, ovarium atau vena harus diperiksa.

Rehabilitasi
Secara umum, tidak ada rehabilitasi terkait dengan perut USG prosedur itu sendiri
diperlukan

Risiko
USG perut disertai dengan tidak diakui risiko atau efek samping, jika benar
dilakukan dengan tepat rentang frekuensi dan intensitas. Sensitif jaringan,
khususnya orang-organ reproduksi, mungkin bisa mengalami kerusakan jika
kekerasan digetarkan dengan terlalu intens USG gelombang. Secara umum
meskipun, kerusakan tersebut akan hanya hasil dari penyalahgunaan peralatan.

Setiap perempuan yang dapat berpikir ia mungkin hamil harus mengangkat
masalah ini dengan dokter sebelum menjalani USG perut, sebagai janin dalam
tahap awal pembangunan bisa terluka dengan ultrasound dimaksudkan untuk probe
sangat tersembunyi organ perut.

Hasil Normal
Sebagai suatu teknik pencitraan diagnostik, yang normal perut USG adalah salah
satu yang menunjukkan tidak adanya menduga kondisi yang mendorong scan.
Sebagai contoh, gejala seperti batuk terus-menerus, bernapas bekerja, dan nyeri
perut bagian atas menyarankan kemungkinan, antara lain, suatu aneurisma aorta
abdominal. Sebuah ultrasound scan yang menunjukkan tidak adanya suatu
aneurisma akan mengabaikan kondisi ini mengancam kehidupan dan arahkan ke
lainnya, kurang serius menyebabkan.

Hasil Abnormal
Karena pencitraan USG perut umumnya dilakukan untuk mengkonfirmasi kondisi
diduga hasil dari scan sering akan membuktikan abnormal-yang mereka akan
mengkonfirmasikan diagnosis, baik itu batu ginjal, sirosis hati atau aneurisma
aorta. Pada saat itu, sesuai perawatan medis yang diresepkan oleh dokter pasien
dalam ketertiban. Lihat penyakit yang relevan dan catatan gangguan di
ensiklopedia untuk informasi lebih lanjut.
Posted by gandiwor at 12:30 AM
Labels: A, BAB A

















Gambaran Radiologis USG Abdomen pada Hepatosplenomegali dengan Hepatitis
Abstrak
Telah dilaporkan Pasien wanita umur 47 tahun datang dengan keluhan mual mual dan sempat
muntah yang kadang disertai dengan darah berwarna merah segar. Keluhan seperti ini
dirasakan sejak 2 hari lalu. Selain itu pasien juga mengeluh kepala terasa pusing, BAK
berwarna seperti teh, BAB tidak ada keluhan. Tidak ada demam, tidak ada batuk. Pasien merasa
mudah lelah dan lemas tetapi tidak ada nyeri ulu hati. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
tekanan darah 90/60 mmhg, terdapat sclera ikterik dan hepar teraba membesr dengan
konsistensi kenyal, permukaan licin, tepi tumpul, lien teraba membesar. Kesan
hepatosplenomegali.
Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan radiologis didapatkan diagnosis radiologis
hepatosplenomegali dengan hepatitis. Hepatitis virus akut merupakan penyakit infeksi yang
penyebarannya luas dalam tubuh, walaupun efek yang menyolok terjadi pada hati. Telah
ditemukan 5 kategori virus yang ditemukan menjadi agen penyebab : Virus hepatitis A, Virus
Hepatitis B, Virus Hepatitis C, Virus Hepatitis D, Virus Hepatitis E. Walaupun kelima agen ini
dapat dibedakan melalui petanda antigeniknya, tetapi kesemuanya memberikan gambaran klinis
yang mirip, yang dapat bervariasi dari keadaan subklinis tanpa gejala hingga keadaan infeksi
akut yang fatal. Pemeriksaan Radiologis USG abdomen dapat memberikan interpretasi
hepatitis.
Keywords : Hepatosplenomegali, hepatitis.
History
Pasien wanita umur 47 tahun datang dengan keluhan mual mual dan sempat muntah yang
kadang disertai dengan darah berwarna merah segar. Keluhan seperti ini dirasakan sejak 2 hari
lalu. Selain itu pasien juga mengeluh kepala terasa pusing, BAK berwarna seperti teh, BAB tidak
ada keluhan. Tidak ada demam, tidak ada batuk. Pasien merasa mudah lelah dan lemas tetapi
tidak ada nyeri ulu hati. Riwayat mondok dengan keluhan yang sama sekitar 1 tahun lalu. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmhg, terdapat sclera ikterik dan hepar
teraba membesr dengan konsistensi kenyal, permukaan licin, tepi tumpul, lien teraba membesar.
Pada pemeriksaan USG abdomen didapatkan hepar : membesar, struktur echoparenchym kasar
heterogen. System vaskular tak melebar. Lien : membesar, struktur echoparenchym homogeny.
Kesan Hepatosplenomegali.
Diagnosis :
Hepatosplenomegali dengan hepatitis
Diskusi :
Diagnosa hepatitis pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang. Pada anamnesa didapatkan keluhan mual mual dan sempat
muntah yang kadang disertai dengan darah berwarna merah segar. Keluhan seperti ini dirasakan
sejak 2 hari lalu. Selain itu pasien juga mengeluh kepala terasa pusing, BAK berwarna seperti
teh, BAB tidak ada keluhan. Tidak ada demam, tidak ada batuk. Pasien merasa mudah lelah dan
lemas tetapi tidak ada nyeri ulu hati. Riwayat mondok dengan keluhan yang sama sekitar 1 tahun
lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmhg, terdapat sclera ikterik dan
hepar teraba membesr dengan konsistensi kenyal, permukaan licin, tepi tumpul, lien teraba
membesar. Pada pemeriksaan USG abdomen didapatkan hepar : membesar, struktur
echoparenchym kasar heterogen. System vaskular tak melebar. Lien : membesar, struktur
echoparenchym homogeny. Kesan Hepatosplenomegali. Dalam anamnesa, perlu ditanyakan
bagaiman amulainya penyakit, adakah keluhan sakit perut atau kolik, apakah pasien pernah
berhubungan dengan orang yang sakit kuning sebelumnya, atau memakan obat-obatan
sebelumnya, dan sebagainya. Adapun gejala prodromal seperti : Tidak nafsu makan, Nyeri ulu
hati, Menyerupai flu seperti panas badan, Cepat lelah dan Lemas, Mual, muntah, Sakit di otot,
Meriang atau menggigil yang timbul beberapa hari sebelum kulit berwarna kuning. Jika ada,
maka hepatitis viral aktif harus dicurigai. Adanya fase jaundice ( biasanya pada orang dewasa
dimulai dengan suatu masa prodromal kurang lebih 3-4 hari sampai 2-3 minggu ) :kekuningan
pada sklera, kulit dan mukosa 10-14 hari setelah gejala awal. Bila meradang, hati tidak mampu
mengeluarkan bilirubin dengan baik sehingga kadarnya dalam darah meningkat. Peningkatan
bilirubin inilah yang membuat air kencing kemerahan ( seperti teh ) & kekuningan pada mata
dan kulit. Keluhan yang lebih khas seperti air kencing berwarna seperti teh pekat. Fase
penyembuhan (setelah kurang lebih 1-4 minggu masa ikterik, biasanya pasien dewasa akan
sembuh ) :Kelelahan hingga berminggu-minggu. Kadang penderita menderita sakit kepala yang
hebat. Pada anak dengan kaku kuduk, haruslah dipikir kemungkinan meningitis, yang
didiagnosis dengan adanya protein dan jumlah limfosit dalam cairan serebrospinal yang
meninggi.Hati dapat dipalpasi dengan pinggiran lunak dan nyeri tekan pada 70 % pasien,
perkusi keras pada tulang iga kanan bawah sebelah belakang akan menimbulkan nyeri
bertambah, limpa dapat diraba pada 20% pasien. Orang dewasa mengurus sampai 4 kg,
beberapa spider vascular dapat timbul sepintas. Kekambuhan Ini terjadi pada 1,8-15% kasus.
Pada beberapa keadaan, serngan seperi semula berulang kembali, tetapi biasanya lebih ringan.
Yang lebih sering terjadi adalah kekambuhan hanya menunjukkan peningkatan serum
transaminase dan kadang juga bilirubin.Kadang juga disebabakan oleh aktivitas yang terlalu
dini atau minum alkohol terlalu banyak.
o Hepatitis Fulminant. Jenis penyakit ini yang jarang terjadi, biasanya mematikan dalam 10
hari, dapat berkembang demikian cepatnya sehingga ikterus tak mencolok dan penyakit dapat
dikacaukan dengan suatu psikosis akut atau meningoensefalitis. Di pihak lain, setelah
mengalami suatu serangan akut yang khas pada pasien akan menjadi sangat kekuningan, gejala-
gejala yang membahayakan adalah muntah yang berulang, fetor hepatic, kebingungan dan rasa
mengantuk, flapping tremor mungkin hanya sepintas tetapi biasanya timbul kekakuan, kemudian
secara cepat timbul koma & pasien jatuh dalam kegagalan hati akut, suhu badan meningkat,
ikterus bertambah dan hati mengecil, dapat timbul perdarahan yang luas.
Tidak ada pengobatan spesifik untuk hepatitis virrus akut. Tirah baring selama fase akut dengan
diet yang cukup bergizi merupakan anjuran yang lazim. Pemberian makanan intravena mungkin
penting selama fase akut bila pasien terus-menerus muntah.Aktivitas fisik biasanya perlu dibatasi
hingga gejala-gejala mereda dan tes fungsi hati kembali normal. Yang terpenting adalah istirahat
mutlak kepada penderita. Bahkan cara ini merupakan perawatan yang sudah lama dianjurkan
kepada penderita dengan hepatitis virus akut. Lama istirahat mutlak tergantung keadaan umum
penderita dan hasil tes faal hati terutam terhadap kadar bilirubin serum. Sebaiknya pendetita
dipulangkan, setelah kadar bilirubin serum kurang dari 1,5 mg%. Pada umumnya, penderita yang
ringan akan memakan waktu istirahat mutlak 3 minggu, sedangkan penderita berat memakan
waktu 6 minggu.

GAMBARAN RADIOLOGIS USG ABDOMEN PADA HEPATITIS
Gambaran pada USG terlihat hati membesar dengan permukaan yang licin atau rata dan tepi hati
yang normal. Echotexture atau echodensitas dari parenkim hati pada umumnya menurun dan
terlihat lebih gelap ( echolusen ) dibanding echo jaringan hati yang normal. Pembuluh darah
terutama cabang-cabang vena porta di dalam hati, dindingnya lebih tebal atau menonjol (
prominent ) dengan cabang-cabang pembuluh darah yang lebih melebar dibanding keadaan
normal. Hepatitis viral akut memberikan perubahan yang nampak pada 50% kasus. Penemuan
khasnya adalah hepatomegali yang terlihat sebagai bulatan dan convexitas dari kontur hepar dan
penurunan ekogenitas pada parenkim hepar bila dibandingakn dengan eko yang kuat dari vena
portal dan saluran billiar intrahepatic. Pada hepatitis kronik didapatkan adanya permukaan hepar
yang ireguler dengan ekoparenkim yang hiperekoik difus. Batas vena ireguler karena banyak
fibrotik. Terjadi pula pengurangan dalam penerangan dari hati dan sejumlah dinding radikal vena
porta. CT-Scan & MRI tidak di lakukan pada penderita Hepatitis. Hanya bila sangat perlu.
Gambaran CT-Scan biasanya hanya menunjukkan hati membesar tetapi permukaan tepi yang
tumpul.
Kesimpulan :
Diagnosis Hepatitis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan radiologis USG Abdomen.
Daftar Pustaka :
1. Malueka, RG. 2008. Radiologi Diagnostik. Pustaka Cendekia Press. Yogyakarta.
2. Price, A.S et al. 2006. PATOFISIOLOGI Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit Volume
I Edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
3. Price, A.S et al. 2006. PATOFISIOLOGI Konsep Klinis Proses-Prose Penyakit Volume
II Edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
4. Sudoyo, Aru W. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Pusat Penerbitan
Ilmu Penyakit Dalam, FK UI, Jakarta


BEBERAPA CATATAN TENTANG
ULTRASONOGRAFI HATI
Prof. Dr.dr.Soewignjo Soemohardjo SpPD,KGEH
RS. Biomedika Mataramliver edge
Pendahuluan:
Artikel pendek ini di tujukan untuk para dokter Internist yang ingin mempelajari USG hati.
Namun tidak ada salahnya bahwa artikel ini dibaca oleh para ahli radiologi yang banyak
berkecimpung dalam USG hati sebagai bahan penyegaran. Dalam artikel ini dikemukakan
tentang kasus-kasus ultrasonografik yang sering dikelirukan (common mistakes). Dalam
melakukan USG hati para radiologist diharapkan mempunyai frekuensi pemikiran yang sama
dengan klinisi, dan harus mengikuti hal-hal baru dalam klinik.
Hal-hal yang penting yang harus diperhatikan waktu melakukan USG hati adalah:
1. Permukaan hati : Parameter ini menurut penelitian paling besar artinya. Permukaan hati
dapat bersifat :
Rata (smooth)
Tidak rata lagi (fine irrigular)
Nodular
1. Tepi dari hati (liver edge) :
Tajam rata (sharp smooth)
Tajam tidak rata ( sharp irrigular)
Tumpul rata ( blunt smooth)
Tumpul tidak rata ( blunt irrigular)
3. Ukuran hati : Normal, membesar atau mengkerut.
4. Echolevel :
Hypoechoic ( echo rendah )
atau sering disebut dark liver
Isoecho (echo normal)
Slight hyperechoic(echo agak meningkat)
Hyperechoic (echo tinggi) sering juga disebut bright liver
Dark liver didapatkan pada hepatitis acut karena udema hati sehingga
mudah meneruskan gelombang suara.

Brigth liver didapatkan pada fatty liver.
Perubahan echolevel pada hati sering juga dinyatakan sebagai liver
kidney contrast.
Liver kidney contrast : Perbedaan echopattern hati dibandingkan
dengan ginjal :
Positif : Parenkim hati lebih putih dibandingkan parenkim ginjal.
Negatif : Echopattern antara ginjal dan berbeda.
5. Echopatrn :
Normal
Kasar
Diffuse atau homogin
Heterogin
6. Dinding pembuluh darah :
Tidak tampak
Tampak jelas
Reflektif (putih mengkilat)
7. Vena porta :
Ukuran maksimal 12 mm
Pembuluhnya patent atau ada trombus
Berkelok-kelok ?
8. V. Hepatika : Melebar (kongestif) atau normal
9. Ukuran limpa : Normal atau membesar.
Gambaran ultrasonografi pada beberapa penyakit hati :
Sirosis hati :
Permukaan nodular
Ehopattern meningkat, heterogin
V.porta berkelok,ukuran membesar
Pada awal sirosis hepar membesar
Pada sirosis berat ukuran hati mengecil.
Splenomegali mendukung sirosis
Tanda-tanda hipertensi portal misalnya v. porta melebar, dinding kandung empedu
menebal (edema karena tekanan portal)

Fatty liver :
Permukaan rata
Tepi tajam atau sedikitn tumpul
Echopattern meningkat, diffuse
Hepar membesar & berbentuk biconvex
Liver kidney contrast : positip ( bright lever )
Dinding pembuluh darah kabur
Hepatitis akut :
Permukaan rata
Hepar membesar
Tepi tajam
Echopattern menurun ( dark liver)
Pembuluh darah terutama vena porta dan cabangnya jelas dan reflektif
Chronic Hepatitis :
Sulit ditentukan dengan USG harus didukung dengan lab atau klinik atau
biopsi maupun skorimg . Diagnosa USG hanya suspect.
Yang mendukung hepatitis kronik adalah :
Ukuran hati normal
Tepi tumpul
Permukaan tidak rata tetapi belum nodular.
Echopattern meningkatn kasar heterogen
Hepatitis kronik dengan exacerbasi akut :
Klinis hepatitis akut
Seperti gambaran hepatitis kronik tetapi ada
gambaran dark liver dan pembuluh darah
dindingnya reflektif
Beberapa aspek penyakit dalam yang perlu diketahui oleh ahli radiologiCLD (Chronic liver
disease):
1. LCD
Walaupun tidak sesuai dengan makna yang benar CLD dalam ultrasonografi dipakai untuk
penyakit hati kronik yang belum advanced (lanjut) seperti sirosis hati. Kalau seorang
ultrasonografer menyatakan CLD berarti diagnosa bandingnya hepatits kronik atau sirosis dini.
Kenapa tidak langsung hepatitis kronik atau sirosis? memang para ahli sepakat bahwa hepatitis
kronik sulit dibedakan dengan sirosis awal. Bila tanda-tanda yang mendukung sirosis jelas labih
baik membuat diagnosa sirosis awal.
Bila tanda-tanda yang jelas tidak ada memang tepat bila dibuat diagnosa CLD untuk
mengingatkan klinisi bahwa perlu ditindak lanjuti dengan pemeriksaan lain yang akan
memparkuat diagnosa.
Misalnya bila seseorang di diagnosa CLD pada USG perlu diperiksa enzim hati dan petanda
infeksi virus Hepatitis B dan C, serta kadar albumin dan diperhatikan kadar trombosit.
Bila kita membuat diagnosa USG sirosis awal berati tidak ada tanda-tanda sirosis lanjut misalnya
adanya ascites, hati yang mengkerut, tanda-tanda hiperetensi portal dll. CLD hendaknya
merupakan peringatan kepada klinisi tentang kemungkinan adanya penyakit hati yang serius.
2. Fatty Liver
Fatty liver adalah adanya penumpukan lemak pada jaringan hati . Ada beberapa penyebab fatty
liver yaitu obesitas atau overweight, diabetes mellitus dan alkoholisme.
Walaupun tidak semua fatty liver itu bening tapi umumnya fatty liver tidak membahayakan
terutama pada obesitas. Walaupun sebenarnya fatty liver pada umumnya tidak sulit dibandingkan
dengan CLD, tetapi justru kedua keadaan ini sering dikelirukan terutama pada para
ultrasonografer yang kurang teliti. Hal itu sering dipengaruhi oleh adanya echopattern yang
meningkat dan informasi bahwa hasil lab menunjukkan SGOT dan SGPT yang meningkat.
Tidak jarang seorang yang overweight dan di diagnosa secara ultrasonografik sebagai CLD, oleh
dokter yang merawat disuruh istirtahat dan di berikan diit TKRP. Maka pada follow up SGOT
dan SGPT makin bertambah tinggi karena fatty livernya tambah parah. Pada hal untuk orang
dengan fatty liver dianjurkan olah raga berat dan menurunkan berat badannya.
Tetapi tidak semua fatty liver itu benigna ada juga fatty liver yang berbahaya dan bahkan dapat
terjun kearah sirosis. Dalam hal ini perlu diperhatikan gambaran yang lain, misalnya permukaan
hati yang tidak rata dll.

3. Hepatoma :
Ada 2 macam gambaran hepatoma yaitu bentuk nodular yang gambaran nodul tumor jela
misalnya tumor yang tidak berbatas rata, atau diffuse. Hepatoma bentuk diffus ditandai dengan
edchopattern yang sangat kasat dan mengelompok dengan batas tidak teratur dan bagian
sentralnya lebih ecvhogenik. Pembuluh darah disekitarnya sering distorted. Seringkali para
ultrasonografer yang tidak berpengalaman membuat diagnosa sirosis pada hal diagnosa yang
betul adalah sirosis dan hepatoma diffuse. Gambaran hepatoma diffuse harus dibedakan dari
gambaran focal fatty liver dimana ada gambaran echopattern yang kasar tetapi fokal.

Heptoma yang berukuran 3 cm atau kurang disebut : Hepatoma dini (Early).
Bila ukuran lebih 3 cm disebut : Hepatoma lanjut ( advanced )
Hepatoma dini sering kali bersifat hypoechoic sedang hepatoma lanjut biasanya hyperechoic atau
multiple echo yang menunjukkan nekrosis atau fibrosis dalam tumor. Kadang kadang
hepatoma dini berbentuk seperti mata sapi ( bulls eye ).

4. Ascites.
Ada beberpa macam penyebab ascites. Ascites karena sirosis hati. ascites karena penyakit ginjal
dan ascites karena peritonitis kronik. Untuk mendiagnosa ascites akibat sirosis tidak menjadi soal
karena jelas ada tanda-tanda sirosis misalnya hati yang berdungkul dan mengkerut dan
spenomegali.
Untuk sirosis akibat penyakit ginjal biasanya pasien mengalami sindroma nefrotik dengan odema
anasarka. Sedangkan hati secara ultrasonografik normal dan ada nephritis kronik bilateral
Yang sangat penting diperhatikan adalah ascites akibat peritonitis tuberculosa yang sering
dijumpai di Lombok. Pada keadaan ini hati ultrasonografik normal, tak ada tanda hipertensi
portal tetapi ada asdcites dan peritoneum yang menebal dan bisa terdapat kelenjar getah bening
abdominal pada keadaan ini sebenarnya ultrasonografer cukup membuat diagnosa ascitres
dengan liver nomal, peritonitis? Diagnosa peritonitis Tb dapat dibuat dengan pemeriksaan PCR
Tb dari cairan ascites
5. Hepatitis kronik dengan eksaserbasi akut :
Kalau dulu kita hanya menghenal hepatitis akut, hepatitis kronik dan siroaia hati, sekarang ada
sutau Clinical Entity yang relatif baru yaitu hepatitis kronik dengan exacerbasi akut yang
terdapat pada infeiksi hepatitis B kronik.
Seringkali seseorang yang diketahui HBsAg positif dengan SGOT dan SGPT yang relatif normal
selama bertahun-tahun. Mendadak orang itu datang dengan gejala-gejala seperti hepatitis akut
yaitu mual dan muntah, ikterus dan kadang-kadang kesadarannya turun karena hepatic
encephalopathy.
Kalau tidak waspada seorang dokter bisa mengira kasus itu suatu hepatitis akut Disamping itu
waktu meminta pemerikisaan USG klinisi mungkin mengisi diagnosanya sebagai Hepatitis
akut.Tetapi ternyata pada pemeriksaan USG tampak tanda-tanda CLD, tetapi disamping itu ada
tanda darki liver yang memang hanya terdapat pada hepatitis akut.Maka diagnosa USG yang
benar adalah CLD dengan eksaserbasi akut atau Hepatitis Kronik dengan exacerbasi akut.
Karena dengan diagnosa itu klinisi mungkin akan memberikan terapi khusus yaitu terapi dengan
analog nukleosid .
6. Asymptomatic HBsAg carrier
Di NTB angka infeksi Hepatitis B sangat tinggin terutama pada generasi yang berusia diatas 18
tahun, karena belum tercakup oleh program imunisasi Hepatits B universal. Mereka biasanya
tahu waktu pemeriksaaan calon pegawai atau ABRI. Mereka sehat tak ada keluhan maupun
tanda-tanda penyakit hati. Kebanyakan SGOT dan SGPT normal,tetapi beberapa orang SGOT
dan SGPT nya tinggi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa seorang yang masih muda dan
HBsAg poitip, bila SGOT dan SGPTnya normal dapat dikatakan asymptojmatic carrier yang
dahulu dinamakan carrier sehat. Tetapi tidak terlepas kemungkinan adanya kasus2 semacam itu
yang pada USG menunjukkan hepatits kronik bahkan sirosis. Kasus-kasus semacam itu harus
dievaluasi lebih lanjut dan bahkan perlu dilakukan biopsi hati untuk memperjerlas..
Demikianpula kasus-kasus yang menunjukkan peningkatan SGOT dan SGPT.
7. Abses hati
Abses hati terutama karena amuba sangat banyak didapatkan di NTB. Karena itu para radiologist
harus betul-betul menguasai tentang hal ini. Abses hati yang belum diobati dindingnya rata,
bagian dalam abses biasanya reolatif hypoechoic yang menunjukkan bahwa isinnya cair. Tetapi
mungkin terdapat abses yang isinya kelihatan hyperechoioc atau dengan multiple echo level
bila nanahnya masih kental yang sering dikelirukan sebagai abses ganas. Untuk membedakan
dengan tumor yang solid kita lihat adanya acoustic enhancement yaitu warna keputihan dibawah
massa yang menunjukkan bahwa massa tersebut cair dan meneruskan suara dengan baik.
Sedangkan bila massa itu solid justru akan terlihat acoustic shadow yaitu warna kehitaman
dibawah massa. Abses yang isinya hyperechoic sering juga dikelirukan sebagai massa padat dan
didiagnosa sebagai hepatoma. Kadang-kadang memang sulit dibedakan. Dalam hal ini seringkali
kita memberi terapi abses dengan anti amuba dan antibiotik dan setelah beberapa hari dilakukan
USG ulang. Bila memang abses isinya menjadi lebih hypoechoic karena cairannya lebih encer.
Pada abses yang sudah diberikan terapi medikamentosa dan hampir sembuh seringkali
dindingnya nampak irreguler dan didalam massa ada bentukan yang tidak teratur. Bentuk abses
semacam ini dinamakan absess with resolution. Walaupun abses amuba kebanyakan terjadi
dilobus kanan tetapi tidak jarang kita jumpai abses amuba dilobus kiri. Karena itu kita tidak bisa
membedakan apakah abses hati karena amuba ataukah abses banal. Penyebab abses baru dapat
dipastikan setelah pungsi abses.
Abses yang besar harus dipungsi sebab bila hanya diberi terapi medikamentosa rongga abses
baru akan hilang bertahun-tahun kemudian. Karena itu radiologist yang menemukan abses harus
mengusahakan kemudahan bagi internist untuk melakukan pungsi abses. Selain diameter abses
harus disebutkan harus diukur dan ditulis berapa cm sentral abses dari kulit. Disamping itu harus
diberi tanda dengan spidol permanen yang menunjukkan titik yang tepat untuk melakukan
pungsi. Waktu memberi tanda harus dipastikan bahwa probe diposisikan tegak lurus terhadap
permukaan tubuh. Penderita diberitahu agar segera menghadap interninya dan dilarang
menghapus tanda untuk pungsi tsb.

Lymphoma maligna pada hati :
Lymphoma maligna primer dihati relatif jarang dijumpai. Tetapi bila ada gambaran yang khas
yaitu gambaran hypoechoic yang uniforum jangan sampai luput dari diagnosa, karena diagnosa
itu sangat penting bagi klinisi terutama untuk memutuskan dilakukan khemotherapi. Lymphoma
maligna hati biasanya multiple tetapi dapat juga single. Suatu hal yang khas pada lymphoma
respon terhadap khemotherapi cepat kelihatan.
Diagnosa banding : Hati polikistik, Abses dan Hemangioma

DAFTAR KEPUSTAKAAN:
1. Lin DY, Sheen IS, Chiu CT, Lin SM, Kuo YC, Liaw YF. Ultrasonographic changes of early
liver cirrosis in cronic hepatitis B: A longitudinal study. Journal of clinical ultrasound 2005; 21:
303-308.
2. Hung CH, Lu SN, Wang JH, Lee CM, Chen TM, Tung HD, Chen CH, Huang WS and
Changchien CS. Correlation between ultrasonographc and pathologic diagnoses of hepatitis B
and C virus related cirrhosis. Journal of Gastroenterology 2003; 38: 153-157.
3. Galip E, Ali D, Ulus AS, Funda Y, Omer O, Zeki K, Tankut L. The value of ultrasonography
in the diagnosis of early cirrosis. The Turkish Journal of Gastroenterology 1999; 10: 07-10
4. Chen YP, Dai l, Wang JL, Zhu YF, Feng XR, Hou JL. Model consisting of ultrasonographic
and simple blood indexes accurately identify compensated hepatitis B cirrosis. Gastroenterol
Hepatol 2008; 23: 1228-34.
5. Zheng RQ, Wang QH, Lu MD, Xie SB, Ren J, Su ZZ, Cai YK, Yao JL. Liver fibrosis in
chronic viral hepatitis: An Ultrasonographic study. World J Gastroenterol 2003; 9: 2484-2489.
6. Ong TZ, Tan HJ. Ultrasonography is not Realible in Diagnosing Liver Cirrhosis in Clinical
Practice. Singapore Med J 2003; 44: 293-295.
7. Tanaka N, Tanaka E, Sheena Y, Komatsu M, Okiyama W, Misawa N, Muto H,Umemura T,
Ichijo T, Matsumoto A, Yoshizawa K, Houriuchi A, Kiyosawa K. Useful Parameters for
Distinguishing Nonalcoholic Steatohepatitis With Mild Steatosis From Cryptogenic Chronic
Hepatitis in the Japanese Population. Liver International 2006; 26: 956-963.
8. Deokar MS, Shah VB, Lad SK, Rupani AS, Modi CJ. Primary Renal Lymphoma A Case
Report. Bombay Hospital Journal 2008; 50: 522-525.
9. Park NC, Baik SH, Lee SM, Kim JH, Cho SW and Shim
CS. Ultrasonographic Diagnosis of Liver Cirrhosis. The
Korea Journal of Gastroenterology 1988; 20; 641-650.
10.A. Anil et al : Diagnostic Imaging : Ultrasound. Amir Sys Hongkong 2007