Anda di halaman 1dari 2

Analisis Jurnal PICO

Physiotherapy intervention after intubation in pediatric patients


Sdougka, E. Volakli2, E. Varsamidou, T. Apostolou1, K. Varsamidis, I P. Chatziprodromidou and
A. Hristara
P Problem
perawatan pencegahan dan dukungan nutrisi, pengembangan yang efisien layanan
darurat pediatrik dan perawatan kritis di negara-negara dengan sumber daya terbatas,
dapat secara signifikan mengurangi global mortalitas pada anak-anak di bawah 5.
(Knotzer et al., 2006). Ruangan di ICU pediatrik harus terutama dilengkapi dengan
perangkat pendukung seperti (inhalator, resuscitators) sistem hisap terintegrasi, udara
darah analisa, unit udara terkompresi, oksigen, beberapa soket dan monitor medis
sehingga evaluasi parameter vital dan terapi yang efektif dari pasien dapat
dimungkinkan. Secara ideal kondisi setiap pasien harus dirawat di ruangan dengan satu-
satunya tempat tidur (Caruso et al., 2014).
Beberapa penyebab masuknya pasien pediatri adalah lesi kepala cedera serius
dan cedera otak, yang dihubungkan dengan sekitar lima kali peningkatan mortalitas
(Bair et al., 2002). Infeksi pernapasan serius dari beberapa virus, termasuk Para
influenza, menyebabkan implikasi serius pada sistem pernapasan (Bessereau et al.,
2010). prosedur intubasi harus diterapkan sesuai dengan protokol medis
tertentu.Bantuan hidup membuat pembersihan saluran udara sulit (Esguerra-Gonzalez
et al., 2013)
Population
Pasien pada jurnal ini sebesar 22 anak yang dipilih (13 anak laki-laki dan 9
perempuan) berusia antara 40 hari hingga 14 tahun.. Kriteria pemilihannya menyangkut
anak-anak itu berhasil diekstubasi dari respirator dan tetap tanpa mesin pernapasan
buatan setidaknya untuk dua yang pertama 24 jam.
I Intervention
Pada jurnal penelitian ini intervensi yang dilakukan adalah fisioterapi dada pada
pasien anak-anak yang telah menjalani ekstubasi di ruang intensive care unit khusus
anak-anak

C Comparison
Tsaridou et al. 2018. Physiotherapy intervention after intubation in pediatric
patients
ketika intervensi fisioterapi dengan penerapan teknik pernapasan adalah 15 menit
dan sesudahnya Endotracheal hisap dilakukan, maka tingkat kejenuhannya ditingkatkan
(Mehta et al., 2016). Teknik pernapasan (tekanan, getaran, guratan) biasanya digunakan
di kompilasi dengan perubahan posisi pasien (Spapen et al., 2017).
Dua puluh dua anak adalah ukuran sampel penelitian kami. Semua dirawat di unit
perawatan intensif anak-anak dan memenuhi kriteria seleksi. Dalam perbandingan anak-
anak itu dan asosiasi data dalam 24 jam pertama dan kedua disajikan dalam Tabel 1, 2,
3 dan 4. Khususnya dalam kasus pertama ditemukan bahwa setelah akhir fisioterapi
tingkat rata-rata dari acidimetric itu dicatat dalam monitor adalah kenaikan yang
signifikan secara statistic dibandingkan dengan tingkat sebelum fisioterapi dengan p
<0,001, jadi p <0,05. Juga tingkat rata-rata respirasi per menit setelah fisioterapi secara
statistik lebih rendah dibandingkan dengan tingkat sebelum fisioterapi dengan p = 0,015
jadi p <0,05.
Analisis Jurnal PICO

Physiotherapy intervention after intubation in pediatric patients


Sdougka, E. Volakli2, E. Varsamidou, T. Apostolou1, K. Varsamidis, I P. Chatziprodromidou and
A. Hristara

Bilan et al. 2013. The Role of Chest Physiotherapy in Prevention of Postextubation


Atelectasis in Pediatric Patients with Neuromuscular Diseases
penelitian menunjukkan bahwa frekuensi atelektasis lebih rendah pada pasien
dari kelompok kasus yang menerima fisioterapi dada profilaksis dibandingkan dengan
kelompok kontrol (16,6% vs 40% masing-masing; p <0,04). Harus diingatkan bahwa lima
pasien dari kelompok kasus dan empat pasien dari kelompok kontrol dikeluarkan karena
kematian atau pulang dari rumah sakit.

O Outcome
Dalam penelitian ini dinemukan bahwa Gambaran klinis seorang anak setelah
fisioterapi pernafasan menunjukkan hasil positif. Tingkat pernapasan dan frekuensi
membaik, batuk menjadi tingkat efektif dan saturasi meningkat. Meskipun demikian data
untuk ICU anak terbatas. Studi terbaru menunjukkan bahwa awal intervensi fisioterapi,
yang meliputi pernapasan fisioterapi dalam kombinasi dengan gerakan, bisa dengan
aman mulai di unit perawatan intensif anak-anak. Studi masa depan dengan spesimen
yang lebih besar dari pasien akan menjadi minat khusus, itu akan memberikan
konsistensi sehingga kesimpulan lebih aman dapat ditarik. Kehadiran fisioterapis anak-
anak khusus di ICU dianggap perlu agar dipersonalisasi program dapat diterapkan.