Anda di halaman 1dari 6

SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN

PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN


LINGKUNGAN HIDUP
(SPPL)

PEMRAKARSA :
MAYA AFRIDA YUSKA
C.V. SAUNG SEWU BAMBU

RUMAH MAKAN SAUNG SEWU BAMBU


GADINGREJO KECAMATAN GADINGREJO
KABUPATEN PRINGSEWU
2018

0
SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP (SPPL)

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:


 Nama : MAYA AFRIDA YUSKA
 Jabatan : Pimpinan
 Alamat : Jl. Terusan Imam Bonjol RT.03 RW.04
Pekon Kurungan Nyawa Kec. Gedong
Tataan Kabupaten Pesawaran

Selaku penanggung jawab atas pengelolaan lingkungan dari:



Nama perusahaan/Usaha : C.V. SAUNG SEWU BAMBU
 Alamat perusahaan/usaha : RT.01 RW.06 Pekon Gadingrejo
Kec. Gadingrejo Kabupaten Pringsewu
 Jenis Usaha/sifat usaha : Rumah Makan

Luas lahan : 5.854 m2

Luas Bangunan : 180 m2

Kapasitas Tempat Duduk : 110 tempat duduk

Perizinan yang dimiliki : a. Izin Tetangga
b. Sertifikat Tanah
c. Rekomendasi Kepala Pekon
d. Rekomendasi Camat

Besarnya modal : Rp. 750.000.000,-

Dengan ini menyatakan bahwa kami sanggup untuk:


1. Melaksanakan ketertiban umum dan senantiasa membina hubungan
baik dengan tetangga sekitar.
2. Menjaga kesehatan, kebersihan dan keindahan di lingkungan usaha.
3. Bertanggung jawab terhadap kerusakan dan/atau pencemaran
lingkungan yang diakibatkan oleh usaha dan/atau kegiatan tersebut.
4. Bersedia melaksanakan isi dokumen ini dan dipantau dampak
lingkungan dari usaha dan/atau kegiatannya oleh pejabat yang berwenang.
5. Bersedia mencatat dan mendokumentasikan semua kegiatan yang
dilaksanakan diantaranya pencatatan volume timbulan limbah, kebutuhan
pakan, pembersihan kandang dan sebagainya.
6. Menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup di lokasi
dan disekitar tempat usaha dan/atau kegiatan.

1
7. Membantu dan mendukung kemitraan terhadap program-program
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan oleh
Pemerintah Kabupaten Pringsewu seperti Dana Mitra Lingkungan, Adipura,
Adiwiyata, Bank Pohon, Warga Madani, Peringatan Hari-Hari Lingkungan
Hidup Indonesia, Kalpataru dan kegiatan lingkungan hidup sejenis lainnya.
8. Apabila kami lalai untuk melaksanakan pernyataan pada angka 1 sampai
angka 7 di atas, Kami bersedia bertanggung jawab sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keterangan:
A. Rencana Usaha/Kegiatan
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh C.V. Saung Sewu Bambu adalah rumah
makan dengan penjualan utamanya adalah makanan jadi dan minuman.
Kegiatan yang dilakukan oleh pemrakarsa berlokasi di Pekon Gadingrejo
Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Tenaga yang dipekerjakan di
RM Saung Sewu Bambu berjumlah 50 orang terdiri dari kasir, pelayan, juru
masak hingga keamanan dengan jam operasi setiap hari mulai pukul 10.00
– 21.00 WIB.

Bahan-bahan yang dijadikan bahan baku dibeli dari pasar pringsewu, pasar
gadingrejo dan petani disekitar lokasi kegiatan. Diutamakan bahan sayuran
segar agar kualitas hasil masakan lebih terjamin.

B. Dampak lingkungan yang terjadi:


Setiap usaha/kegiatan pasti menimbulkan dampak baik positif maupun
negatif. Dampak yang diperkirakan akan terjadi dari kegiatan rumah makan
antara lain:

1. Limbah Cair dan penurunan kualitas air tanah.


Limbah cair bersumber dari aktifitas pencucian bahan makanan, dapur
dan aktifitas domestik karyawan serta pengunjung lainnya. Limbah cair
ini jika dibuang sembarangan akan berpengaruh pada menurunnya
kualitas air tanah.

2
2. Limbah Padat
Limbah padat yang ditimbulkan termasuk dalam limbah padat domestik
dan yang bersumber dari sisa sayuran dan makanan pengunjung, bekas
dus barang, plastik, kertas dan botol minuman.

3. Kebakaran
Potensi kebakaran akan terjadi di kegiatan ini karena barang-barang
yang ada dalam minimarket maupun gudang merupakan barang yang
mudah terbakar.

4. Terbukanya lapangan pekerjaan


Kegiatan rumah makan memerlukan karyawan untuk kasir, pramuniaga,
juru masak, parkir dan keamanan sehingga membuka lapangan
pekerjaan terutama bagi penduduk sekitar sesuai dengan kualifikasi
yang dibutuhkan.

5. Penurunan kuantitas air tanah.


Air tanah untuk kegiatan domestik bersumber dari sumur bor di lokasi
rumah makan. Selain itu juga berdirinya bangunan akan berpengaruh
pada berkurangnya kuantitas air tanah.

C. Pengelolaan dampak lingkungan yang dilakukan :


Untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang terjadi sehubungan dengan
pengelolaan rumah makan, Kami merencanaan pengelolaan dan
pemantauan dampak lingkungan sebagai berikut:.

1. Limbah Cair dan penurunan kualitas air tanah.


Limbah cair akan diolah terlebih dahulu dengan membuat IPAL berupa
bak yang minimal terdiri dari 3 bak. Bak pertama berfungsi untuk
pengendapan padatan atau pemisah air dari partikel padat seperti pasir
atau partikel padat organik melalui proses fisika yakni sedimentasi. Bak
kedua berfungsi sebagai penyaringan dengan dilengkapi ijuk, pasir,
koral dan batu kali. Pada keluaran bak kedua ini diharapkan mendapat
cairan bebas kotoran, bau dan kuman. Bak ketiga merupakan

3
fermentasi yang akan mendegradasi limbah organik menjadi sederhana.
Selanjutnya dibuat sebuah bak indikator sebagai tolak ukur hasil
buangan air limbah layak atau tidak dibuang ke perairan. Indikator yang
digunakan adalah menggunakan ikan mas.

2. Limbah Padat
Limbah padat domestik akan dikelola dengan konsep 3R, yaitu Reuse,
Reduce dan Recycle. Untuk sampah organik dari sisa sayuran dan sisa
makanan para pengunjung dan karyawan akan diolah menjadi pupuk
organik yang dapat digunakan untuk memupuk tanaman sekitar. Kardus
bekas, botol minuman, bekas air mineral dan sampah anorganik atau
kering yang bisa didaur ulang akan dipilah untuk dijual atau
dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna. Untuk sampah
lainnya yang tidak termanfaatkan akan bekerja sama dengan Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu untuk dibuang ke TPA.

3. Kebakaran
Kebakaran sering terjadi karena konsleting arus listrik atau kelalaian
petugas terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan kebakaran.
Menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di dapur dan tempat-
tempat yang mudah dijangkau.

4. Terbukanya lapangan pekerjaan


Dengan adanya kegiatan rumah makan memberikan kesempatan kerja
kepada penduduk sekitar sehingga mengurangi pengangguran yang
merupakan salah satu dampak positif.

5. Penurunan kuantitas air tanah.


Semakin sedikitnya tempat untuk menyimpan air hujan akan
mengakibatkan kekeringan di musim kemarau dan banjir dimusim
hujan. Salah satu cara mengelolanya adalah dengan membuat kolam
penampungan air hujan, sumur resapan dan lubang biopori. Selain itu
juga penanaman pohon disekitar lokasi akan menambah cadangan air
tanah.

4
SPPL ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan berakhirnya usaha
dan/atau kegiatan atau mengalami perubahan lokasi, desain, proses, bahan
baku dan/atau bahan penolong sehingga perlu di susun dokumen yang lebih
lengkap.

Demikian Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan


Lingkungan Hidup (SPPL) ini disusun. Terimakasih atas perhatiannya.

Pringsewu, Februari 2018

Menyetujui, Yang menyatakan,


KEPALA DINAS LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN PRINGSEWU

EMIL RIADY, S.Sos. MAYA AFRIDA YUSKA


NIP. 19600805 198101 1 003 Pemrakarsa

PENGESAHAN DOKUMEN OLEH


DINAS LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN PRINGSEWU
NOMOR : TANGGAL :