Anda di halaman 1dari 9

MENGHITUNG JUMLAH SEL MIKROALGA JENIS CHLORELLA SP

Khoerunisa1, Rizal Maulana Hasby2, Ria Andani3


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Jl. A.H. Nasution no. 105, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
email: nkhoiru02@gmail.com

ABSTRAK
Alga merupakan salah satu sumber kekayaan alam hayati yang memilki keragaman lebih dari 26.000
jenis. Mikroalga merupakan alga kecil (berukuran 2-20 µm) berupa tanaman thallus yang memiliki
klorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis. Alga (Thallophyta) disebut sebagai tumbuhan thallus
karena bagian tubuhnya belum dapat dibedakan akar, batang, dan daunnya. Chlorella sp. tergolong
tumbuhan renik air yang mikroskopis dan berukuran 3 – 15 µm. Chlorella sp. memiliki kelebihan untuk
tumbuh/berkembang biak dengan cepat dan merupakan salah satu jenis mikroalga yang dominan di
wilayah perairan Indonesia dan dapat hidup diwilayah tropis, tahan mikroba pathogen serta memiliki
ketahanan terhadap kadar CO2 tinggi dalam udara pengaerasi. Adapun tujuan dari praktikum kali ini
yaitu mengetahui pengaruh media terhadap jumlah sel Chlorella sp, mengetahui struktur tubuh (bentuk)
Chlorella sp, serta agar mahasiswa memiliki keterampilan menghitung jumlah sel mikroalga. Hasil dari
praktikum kali ini yaitu media yang digunakan dalam pengkulturan Chlorella adalah Media Basal bold,
yang didalamnya terdapat berbagai macam nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan Chlorella, struktur
tubuh dari Chlorella ini yaitu berbentuk bulat, berwarna hijau dan thallus. Adapun jumlah sel Chlorella
yang telah dikultur selama satu minggu dengan pemberian cahaya yang berbeda-beda yaitu, jumlah
Chlorella sp yang dikultur tanpa menggunakan cahaya total berjumlah 11.620.000 sel / ml, kemudian
Chlorella sp yang dikultur dengan 12 jam cahaya total jumlahnya yaitu 12.150.000 sel / ml, dan
Chlorella sp yang dikultur selama 24 jam menggunakan cahaya berjumlah 22.000.000 sel / ml.
Kata kunci: Alga, thallus, Chlorella sp, struktur tubuh Chlorella sp, tujuan, hasil,

I. Pendahuluan
Mikroalga merupakan organisme mikroalga termasuk eukariotik, umumnya
dengan tingkat organisasi selnya termasuk bersifat fotosintetik dengan pigmen
dalam tumbuhan tingkat rendah, yang fotosintetik hijau (klorofil), coklat
dikelompokkan ke dalam filum Thallophyta, (fikosantin), biru kehijauan (fikobilin), dan
karena tidak memiliki akar, batang dan daun merah (fikoeritrin) (Romimohtarto, 2004).
sejati (Kristian, 2015). Oonk (2006), memaparkan bahwa
Mikroalga termasuk dalam kelompok wilayah negara dengan suhu di atas 15°C
tumbuhan berukuran renik yang termasuk cenderung merupakan negara yang cocok
dalam kelas alga, baik sel tunggal maupun digunakan untuk produksi mikroalga.
koloni yang hidup di seluruh wilayah Menurut Wulanmi (2010), parameter
perairan tawar maupun laut, yang lazim pertumbuhan fitoplankton mencakup pH,
disebut fitoplankton. Di dunia mikrobia, salinitas, suhu, cahaya, karbondioksida,
nutrient, dan aerasi. Isnansetyo dan digunakan di laboratorium untuk
Kurniastuty (1995), menyatakan bahwa penelitian fotosintesis. Karena sifatnya
terdapat empat kelompok mikroalga antara yang unik, para ahli berpendapat bahwa
lain: Bacillariophyceae (diatom), Chlorella dapat ikut mengatasi kebutuhan
Chlorophyceae (alga hijau), Chrysophyceae pangan manusia pada masa yang akan
(alga emas) dan Cyanophyceae (alga biru). datang (Azimatun, 2014).
Penyebaran habitat mikroalga Menurut Sachlan (1982) dalam Utami
biasanya di air tawar (limpoplankton) dan (2012), memaparkan bahwa sel Chlorella sp
air laut (haloplankton), sedangkan sebaran memilki tingkat reproduksi yang tinggi,
berdasarkan distribusi vertikal di perairan setiap sel Chlorella sp mampu berkembang
meliputi : plankton yang hidup di zona menjadi 10.000 sel dalam waktu 24 jam.
euphotik (ephiplankton), hidup di zona Chlorella sp dapat dibudidayakan dengan
disphotik (mesoplankton), hidup di zona menggunakan pupuk buatan, atau pupuk
aphotik (bathyplankton) dan yang hidup di kimia formulasi: beneck, PHM, EDTA, dan
dasar perairan / bentik (hypoplankton) urea.
(Eryanto, 2003). Chlorela merupakan mikroorganisme
Chlorella sp. merupakan organisme yang termasuk dalam filum Chlorophyta
autotrof dan eukariotik. Autotrof berarti atau yang sering kita kenal sebagai alga
jenis tumbuhan yang dapat memproduksi hijau.Mi kroalga jenis Chlorella sp.
makanannya sendiri belum mempunyai akar, berwarna hijau, pergerakannya tidak motil
batang dan daun sebenarnya; tetapi sudah dan struktur tubuhnya tidak memiliki flagel.
memiliki klorofil. Sedangkan eukariotik Selnya berbentuk bola berukuran sedang
artinya sel yang telah mengandung inti sel dengan diameter 2-10 μm, bergantung pada
dan organel-organel lain. spesiesnya, dengan kloroplas berbentuk
Chlorella adalah genus mikroalga atau seperti cangkir. Alga hijau memiliki struktur
ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di yang hampir sama dengan tumbuhan, salah
air tawar, laut, dan tempat basah. Ganggang satunya ialah dinding selnya. Chlorella juga
ini memiliki tubuh seperti bola.Di dalam mempunyai dinding sel yang tersusun atas
tubuhnya terdapat kloroplas berbentuk selulosa (Wijaya, 2016).
mangkuk. Perkembangbiakannya terjadi Selain tersusun atas selulosa, beberapa
secara vegetatif dengan membelah diri. spesies chlorella mempunyai dinding sel
Setiap selnya mampu membelah diri dan yang juga tersusun atas sporopollenin.
menghasilkan empat sel baru yang tidak Sporopollenin juga terdapat pada spora dan
mempunyai flagel. Ganggang ini sering serbuk sari yang merupakan suatu
biopolimer dari karotenoid memiliki II. Metode
kemampuan resisten luar biasa terhadap 2.1 Alat dan bahan
degradasi oleh enzim atau reagen-reagen Alat-alat yang digunakan meliputi: rak
kimia yang kuat. kultur, botol kultur, selang, aerator, lampu
Selain mempunyai kemampuan resisten TL 40 watt, haemacytometer, lux meter, dan
yang sangat kuat, Sporopollenin ini pipet tetes. Bahan-bahan yang digunakan
mempunyai kemampuan mengadsorbsi ion yaitu isolat Chlorella sp, dan media F/2 dan
logam dari suatu larutan membentuk media basal bold (MBB).
kompleks logam dengan ligan. Hal ini 2.2 Prosedur Kerja
menyebabkan alga hijau ini disebut sebagai Pada praktikum ini mahasiswa
filter feeder, yaitu organisme yang mampu melakukan perhitungan terhadap jumlah sel
menyaring partikel yang berasal dari mikrolaga jenis Chlorella sp. Sebelum
suspensi di lingkungan hidupnya melakukan proses perhitungan, mahasiswa
(Iriani,2017) terlebih dahulu mengkultur mikroalga jenis
Faktor penting dalam mengkultur Chlorella sp dengan media tertentu.
Chlorella sp adalah intensitas cahaya. Langkah pertama yaitu pembuatan
Chaya diperlukan dalam proses fotosintesis media, media yang dibuat diantaranya
sebagai sumber energi karena footosintesis media F/2, media air laut/garam, dan media
terdiri atas reaksi gelap dan reaksi terang basal bold. Media kemudian disterilkan
dengan proses kimia dan fotokimia. Dalam dalam autoclave dengan tujuan untuk
reaksi terang diketahui bahwa yang mengurangi resiko terjadinya kontamianasi
terpenting bukanlah intensitas cahaya pada media. Setelah pembuatan media
melainkan lama cahaya (bukan hanya selesai, selanjutnya pemasangan selang
cahaya matahari) kaitannya dengan kultur pada aeratir yang kemudian
pemenuhan kebutuhan mikroalga akan lama dimasukan pada botol kultur. Selanjutnya
penyinaran yang ideal, lama penyinaran ini pemasangan lampu TL, serta diatur
dapat dimanipulasi dan biasa disebut juga pencahayaannya. Chlorella sp
sebagi siklus gelap terang (Utami, 2012). diinokulasikan pada media, dan dikultur
Adapun tujuan praktiikum kali ini selama satu minggu. Dalam waktu satu
yaitu mengetahui pengaruh media terhadap minggu tersebut, dihitung pertambahan
jumlah sel Chlorella sp, mengetahui struktur jumlah sel/harinya dengan menggunakan
tubuh (bentuk) Chlorella sp, serta agar haemacytometer dibawah mikroskop.
mahasiswa memiliki keterampilan Setelah diperoleh jumlah sel/hari, kemudian
menghitung jumlah sel mikroalga. dibuat grafik perbandingan pertumbuhannya.
III. Hasil Pengamatan dan Pembahasan
3.1 Tabel Data Rata – Rata Hasil Pengamatan Jumlah Chorella sp
(Kelompok 1 dan 2 : A0 (Tanpa Cahaya), 3 dan 4 : A1 (12 Jam Cahaya), 5 dan 6 : A2 (24 Jam Cahaya)
Rata-rata Jumlah Pertumbuhan Chlorella sp

Hari/Tanggal Tanpa Cahaya 12 Jam Cahaya 24 Jam Cahaya

Kamis (09/11/2017) 128 x 104 111 x 104 412 x 104


Jumat (10/11/2017) 172 x 104 101 x 104 430 x 104
Senin (13/11/2017) 77 x 104 319 x 104 281 x 104
Selasa (14/11/2017) 377 x 104 304 x 104 728 x 104
Rabu (15/11/2017) 408 x 104 380 x 104 349 x 104

Jumlah 1.162 x 104 1.215 x 104 2.200 x 104


Petumbuhan Umum Chlorella sp
K = [n x 104]
Ket : n (Jumlah Pertumbuhan Chlorella sp selama sepekan/seminggu)
1. Tanpa Cahaya (Kelompok 1 dan 2 :A0)
 1.162 x 104 = 11.620.000 sel / ml
2. 12 Jam Cahaya(Kelompok 3 dan 4 :A1)
 1.215 x 104 = 12.150.000 sel / ml
3. 24 Jam Cahaya(Kelompok 5 dan 6 :A2)
 2.200 x 104 = 22.000.000 sel / ml

Pada praktikum kali ini mahasiswa Dari tabel diatas dapat diketahui
melakukan pengamatan serta perhitungan jumlah pertumbuhan dari Chlorella sp
jumlah sel terhadap salah satu jenis alga dengan 3 perlakuan yang berbeda, dimana
yaitu Chlorella sp. yang telah dikultur tiap-tiap perlakuan menghasilkan jumlah
selama 5 hari dengan tiga perlakuan yang Chlorella yang berbeda-beda pula.
berbeda yaitu tanpa cahaya, 12 jam Berdasarkan hasil perhitungan, dapat
menggunakan cahaya, dan 24 jam yang diketahui bahwa jumlah Chlorella sp yang
menggunakan cahaya pula. dikultur tanpa menggunakan cahaya total
Cahaya yang digunakan berasal dari berjumlah 11.620.000 sel / ml, kemudian
lampu TL 40 watt yang berfungsi sebagai Chlorella sp yang dikultur dengan 12 jam/
pengganti cahaya matahari, dimana lamanya ml, dan Chlorella sp yang dikultur selama
pencahayaan yang berlangsung dapat c24 jam menggunakan cahaya berjumlah
mempengaruhi proses fotosintesis. 22.000.000 sel / ml.
Hasil perhitungan menunjukan bahwa spesies Chlorella dapat menyesuaikan
perioditas atau lamanya pencahayaan diri dengan kondisi kandungan CO2
memberikan pengaruh yang signifikan dalam udara sampai 12 %.
terhadap pertumbuhan jumlah Chlorella sp. 3. Nutrisi dan nilai pH, ketersediaan nutrisi
Dari hasil tersebut menunjukan bahwa yang cukup untuk mikroalga adalah pre-
semakin lama cahaya yang diberikan kondisi untuk fotosintesis yang optimal.
terhadap media kultur yang berisi isolat Deviasi dari nilai pH optimum akan
Chlorella sp, maka pertumbuhan serta mempengaruhi reaksi dan produktivitas
jumlah sel yang dihasilkan semakin banyak. terkait dengan ketersediaan ion
Baegitu pula sebaliknya, semakin sedikit bikarbonat, salah satu bentuk CO2 yang
perioditas atau lamanya pencahayaan yang terlarut dalam air dalam medium kultur
diberikan terhadap kultur, maka laju yang berperan dalam transfer CO2 dari
perttumbuhannya pun semakin rendah. medium kultur ke sitoplasma sel melalui
Selain cahaya, terdapat beberapa dinding dan membran semipermeabel
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sel tersebut.
Chlorella sp, diantaranya yaitu nutrisi, Berdasarkan hasil pengamatan,
karbondioksida, serta pH pada media. mikroalga jenis Chlorella sp ini memiliki
Menurut Santoso (2016), faktor-faktor bentuk bulat, berwarna hijau, dan termasuk
yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan thallus karena tidak dapat terlihat
mikroalga diantaranya: bagian akar, batang, maupun daunnya.
1. Cahaya, sebagai sumber energi untuk Chlorella sp termasuk kedalam kelompok
kehidupan fotoautotropik merupakan alga hijau atau Chlorophyta, dimana warna
faktor pembatas yang mendasar dalam hijau yang terlihat merupakan berasal dari
photobiotechnology. Pada pencahayaan klorofil yang terdapat pada jaringan alga.
yang intens, laju fotosintesis akan Menurut taksonominya Chlorella
berbanding lurus proporsional dengan memiliki klasifikasi berikut, (Chlorella,
intensitas cahaya. Wikipedia):
2. Kesetimbangan CO2/O2, dalam medium Kingdom : Plantae
kultur alga dengan densitas sel yang Divisi : Thallophyta
tinggi, kecukupan CO2 harus dipenuhi, Kelas : Chlorophyta
dan keberadaan O2 harus dihilangkan Ordo : Chlorellales
sebelum mencapai konsentrasi Famili : Chlorellaceae
penghambatan reaksi fotosintesis Genus : Chlorella
(inhibitory concentration. Kebanyakan Spesies : Chlorella sp
3.2 Grafik Garis Perbandingan Rata – rata Pertumbuhan Chlorella sp Selama Satu Pekan

Perbandingan Pertumbuhan Chlorella sp Selama


Satu Pekan
8200000
Jumlah Chlorella sp

7200000
6200000
5200000
4200000
3200000
2200000
1200000
200000
Kamis Jum'at Senin Selasa Rabu
Hari/Tanggal

A0 (Tanpa Cahaya) A1 (12 Jam Cahaya) A3 (24 Jam Cahaya)

Grafik diatas menunjukkan perbandingan Menurut (Fogg (1975) dalam Fasya


rata-rata pertumbuhan Chlorella sp selama (2016), fase pertumbuhan logaritmik (log
lima hari. Pada hari pertama dan kedua phase), selama fase ini sel membelah
(kamis - jum’at), jumlah Chlorella sp tidak dengan cepat, sel-sel berada dalam keadaan
mengalami banyak perubahan atau stabil, dan jumlah sel bertambah dengan
pertumbuhan, hal tersebut dikarenakan kecepatan konstan. Bahan sel baru terbentuk
Chlorella sp sedang dalam fase adaptasi atau dengan laju tetap, akan tetapi bahan-bahan
fase dimana mikroalga sedang tersebut bersifat katalitik dan massa
menyesuaikan terhadap kultur. Hal ini bertambah secara eksponensial.
sesuai dengan teori Fogg (1975) dalam Pada hari selasa-rabu, pada perlakuan
Fasya (2016), yaitu fase tunda (lag phase) tanpa cahaya dan 12 jam menggunakan
terjadi setelah pemberian inokulum ke cahaya mengalami sedikit kenaikan atau
dalam media kultur, yang disebabkan oleh pertambahan jumlah Chlorella sp.
penyesuaian lingkungan yang baru sebelum Sedangakn pada perlakuan 24 jam
memulai pembiakan (pembelahan sel). menggunakan cahaya mengalami penurunan
Pada hari senin – selasa, Chlorella sp yang cukup signifikan. Hal tersebut dapat
mengalami pertumbuhan jumlah sel yang disebabkan oleh adanya kompetisi dalam
cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan pada media serta kurangnya zat makanan karena
fase ini sel – sel Chlorella sp membelah jumlah Chlorella sp yang semakin banyak.
dengan cepat sehingga hal tersebut Hal ini sesuai dengan teori yang
berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah disampaikan oleh Fogg (1975) dalam Fasya
Chlorella sp. (2016), fase penurunan laju pertumbuhan
atau laju pertumbuhan sel menurun dalam media hidup, dan zat makanan
diakibatkan adanya kompetisi yang tinggi yang tersedia dalam media tidak
dalam media hidup, dan zat makanan yang mencukupi kebutuhan populasi yang
tersedia dalam media tidak mencukupi bertambah dengan cepat pada fase
kebutuhan populasi yang bertambah dengan eksponensial. Akibatnya hanya sebagian
cepat pada fase eksponensial. Akibatnya dari populasi yang mendapatkan cukup
hanya sebagian dari populasi yang nutrisi untuk tumbuh dan membelah.
mendapatkan cukup nutrisi untuk tumbuh 4. Fase stasioner, selama fase ini jumlah sel
dan membelah. cenderung konstan. Hal ini disebabkan
Berikut ini merupakan fase-fase dalam oleh habisnya nutrisi dalam medium atau
proses prtumbuhan sel alga menurut Fogg karena menumpuknya hasil metabolisme
(1975) dalam Fasya (2016): yang beracun sehingga mengakibatkan
1. Fase tunda (lag phase), setelah pemberian pertumbuhan berhenti.
inokulum ke dalam media kultur, terjadi 5. Fase kematian (death phase), pada fase ini
fase tunda yang disebabkan oleh jumlah populasi menurun. Jumlah sel
penyesuaian lingkungan yang baru yang mati per satuan waktu perlahan-
sebelum memulai pembiakan lahan bertambah dan akhirnya kecepatan
(pembelahan sel). Penyesuaian dalam hal mati dari sel-sel menjadi konstan.
ini berarti suatu masa ketika sel-sel Peristiwa fotosintesis merupakan hal
kekurangan metabolit dan enzim akibat yang sangat penting dalam proses
keadaan yang tidak menguntungkan pertumbuhan sel alga. Dan berdasarkan
dalam pembiakan sebelumnya. penelitian yang dilakukan, dengan
2. Fase pertumbuhan logaritmik (log phase), perlakuan gelap dan terang, maka hal
selama fase ini sel membelah dengan tersebut mempengaruhi pula terhadap
cepat, sel-sel berada dalam keadaan stabil, proses fotosintesis. Dimana dalam proses
dan jumlah sel bertambah dengan fotosisntesis terdapat reaksi gelap dan terang.
kecepatan konstan. Bahan sel baru Menurut Oonk (2006), fotosintesis meliputi
terbentuk dengan laju tetap, akan tetapi reaksi oksidasi (reaksi terang) dan reduksi
bahan-bahan tersebut bersifat katalitik atau reaksi gelap. Reaksi terang adalah
dan massa bertambah secara oksidasi air (pemindahan elektron disertasi
eksponensial.. pelepasan O2 sebagai hasil samping) dan
3. Fase penurunan laju pertumbuhan, pada menghasilkan sintesis ATP dan NADPH
fase ini, laju pertumbuhan sel menurun untuk membentuk senyawa organik pada
akibat adanya kompetisi yang tinggi reaksi gelap. Sedangkan reaksi gelap adalah
reduksi CO2 untuk membentuk senyawa IV. Kesimpulan
organik, misalnya karbohidrat. Berdasarkan praktikum yang telah
Komposisi mikroalga chlorella sangat dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa:
istimewa karena memiliki manfaat. Menurut  Media yang digunakan dalam
Wijaya (2016), manfaat dari kandungan pengkulturan mikroalga Chlorella sp
yang terdapat dalm Chlorella yaitu: sangat berperan penting terhadap laju
1. Klorofil, bertugas mengubah energi pertumbuhan sel Chlorella sp. Dimana
matahari menjadi energi kimia dalam dalam media tersebut terdapat berbagai
tanaman, berfungsi luas sebagai "pembersih macam faktor yang mempengaruhi
alami" dalam tubuh manusia. proses berlangsungnya pertumbuhan
2. Dinding sel tersusun dari sellulosa, mikroalga, faktor tersebut diantaranya
hemisellulosa dan linin, merupakan sumber nutrisi dan pH. Ketersediaan nutrisi dan
serat yang sangat dibutuhkan manusia pH tersebut dapat memberikan kondisi
termasuk untuk pencegahan kanker usus. yang optimal bagi Chlorella untuk
3. Beta karoten, merupakan satu-satunya berfotosintesis.
karoten yang bisa dirubah menjadi vitamin  Stuktur tubuh (bentuk) mikroalga
A dalam tubuh. Vitamin A sangat penting Chlorella sp yaitu, Chlorella sp
bagi kesehatan , memegang peranan penting memiliki bentuk tubuh bulat seperti bola
dalam penglihatan, pertumbuhan tulang, berwarna hijau, dengan tepian berwarna
reproduksi, dan pembagian sel. kekuning-kuningan. Warna hijau
4. CGF (Chlorella Growth Factor) tersebut berasal dari Klorofil b yang
Merupakan zat penting dalam chlorella terdapat pada mikroalga dari kelompok
yang berperan dalam pertumbuhan. Sel-sel. Chlorophyta.
CGF yang terdapat dalam inti sel  Perhitungan jumlah sel dilakukan setiap
mengandung asam nukleat (DNARNA), hari selama satu minggu, dengan
asam amino, polipeptida dan sebagainya. menggunakan haeocytometer dan
CGF dapat meningkatkan pertumbuhan diamati dibawah mikroskop. Setelah
sampai 47% lebih tinggi. diperoleh jumlah sel Chlorella dari
5. Protein Chlorella memiliki kadar protein perhitungan. Selanjutnya dibuatlah
di atas 58%, tertinggi dibanding makhluk grafik perbandingan pertumbuhannya
hidup lainnya. Selain berguna bagi untuk mengetahui pengaruh dari tiga
pertumbuhan, kandungan protein alami perlakuan yang berbeda.
yang dimilki Chlorella juga membantu
menjaga kandungan gula dalam darah.
DAFTAR PUSTAKA

Azimatun, Nur. 2014. Potensi Mikroalga Romimohtarto K. 2004. Meroplankton


sebagai Sumber Pangan Fungsional Laut : Larva Hewan Laut yang
di Indonesia (overview). Eksergi. Menjadi Plankton. Jakarta :
9(2): 1-6. Djambatan.
Eryanto A et al. 2003. Suatu Pendekatan Santoso, AD dan Darmawan RA. 2016.
Biologi dan Manajemen Plankton Pengaruh Laju Alir Injeksi Gas Emisi
dalam Budidaya Udang. Surabaya : Pada Fotobioreaktor Terhadap
PT. CPB. Penyerapan Co 2 Oleh Chlorella Sp.
Fasya, AG Dan Dinasti, AR. 2016. Jurnal Teknologi BPPT. Vol. 34: 176-
Ekstraksi, Hidrolisis Dan Partisi 188
Metabolit Sekunder Dari Utami, Puji dan Yuniarti, MS. 2012.
Mikroalga Chlorella Sp. Ejournal Pertumbuhan Chlorella sp Yang
UIN Malang. 2(1): 12-20. Dikultur Pada Perioditas Cahaya
Iriani, D. dan Hasan B. 2017. Pengaruh Yang Berbeda. Jurnal Perikanan
Konsentrasi Ion Fe3+ Yang Berbeda dan Kelautan. 3(3): 237-244.
Terhadap Kandungan Klorofil A Dan Wijaya, TB. 2016. Aktivitas Antibakteri
B, Karotenoid Dan Antioksidan Dari Ekstrak Chlorella Sp. Dan
Chlorella Sp. Jurnal Terubuk. Vol. Spirulina Sp. Terhadap Bakteri
12: 78-86. Patogen Susu Segar. Mikrobiologi.
Isnansetyo A, Kurniastuti. 1995. Pakan 16(3): 142-149.
Alami untuk Pembenihan Organisme Wikipedia.en.d Diakses pada tanggal [27-
Laut. Yogyakarta :Penerbit Kanisius. 11-2017] Pukul [18.45]
Kristian, Rio. 2015. Uji Aktivitas Wulamni. 2010. Budidaya Pakan Alami
Antioksidan Mikroalga Air Tawar. Mikroalga dari Skala Lab. Kendari :
Medula. 3(1): 201-207. Universitas Haluoleo.
Oonk, H and Van Harmelen, T. 2006.
Micro-algae Bio-fixation Processes:
Applications and Potential
Contributions to Greenhouse Gas
Mitigation Options. Bioscientae.
7(2): 398: 410.