Anda di halaman 1dari 10

SAP POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan SAP ini yang alhamdulillah
tepat pada waktunya yang berjudul “POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA ”

SAP ini berisikan tentang informasi lingkungan atau yang lebih khususnya membahas tentang
kesehatan lingkungan, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dari lingkungan, serta
identifikasi dan contoh lingkungan sehat.

Diharapkan SAP ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang kesehatan
lingkungan.
saya menyadari bahwa SAP ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan SAP ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan SAP ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.

Martapura, November, 2012

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................. 1
DAFTAR ISI............................................................................................................... 2
PENGANTAR............................................................................................................. 3

LATAR BELAKANG.................................................................................... 4
I. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )…………………………………….. 4
II. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )…………………………………… 4
III. Materi………………………………………………………………….. 4
IV. Media………………………………………………………………….. 4
V. Metode………………………………………………………………….. 5
VI. Pelaksanaan……………………………………………………………. 5
VII. Materi…………………………………………………………………. 5
PENGERTIAN ……………………………………………………... 5
A. Faktor Makanan.............................................................................. 7
B. Faktor Istirahat................................................................................ 7
C. Olahraga......................................................................................... 7
D. Faktor Perilaku................................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................
9
SAP
POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA

Mata kuliah : promosi kesehatan


Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat
Sub Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat Pada Lansia
Hari/Tanggal :-
Waktu :-
Tempat :-
Sasaran : Lansia
A. LATAR BELAKANG
Menua merupakan masa perubahan yang dialami individu baik fisik maupun psikologi
akibat penurunan fungsi tubuh sehingga memerlukan pemeliharaan yang berbeda dengan usia
anak-anak, remaja, maupun dewasa yang membutuhkan dukungan dari orang di sekitarnya.
Lansia mengalami penurunan fungsi tubuh akibat proses degenerasi, oleh karena itu diperlukan
usaha untuk mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf setinggi-tingginya agar
terhindar dari penyakit atau gangguan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan wadah yang
dapat memberikan sarana bagi lansia yang dapat memelihara kesehatannya yaitu posyandu
lansia. Pada tempat tersebut dapat diperoleh manfaat antara lain, lansia dapat mengetahui status
kesehatannya juga kegiatan lain yang bermanfaat untuk mengisi kegiatan para lansia. Dalam
posyandu lansia, terdapat suatu kepedulian dan perhatian yang didapat dari kontak sosial
sehingga memberi harapan dan semangat para lansia untuk terus dapat hidup mandiri dan
menyadari bahwa di usia senja mereka tetap prima.

I. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Peserta dapat mengetahui dan memahami tentang pola hidup sehat.

II. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )


A. Peserta dapat menjelaskan tentang pengertian pola hidup sehat.
B. Peserta dapat menyebutkan tentang perilaku hidup sehat yang dianjurkan bagi lansia.
C. Peserta dapat menyebutkan tentang perilaku yang tidak dianjurkan bagi lansia.
D. Peserta dapat menyebutkan manfaat perilaku hidup sehat bagi lansia.

III. Materi
A. Pengertian pola hidup sehat
B. Perilaku hidup sehat yang dianjurkan bagi lansia
C. Perilaku yang tidak dianjurkan bagi lansia.
D. Manfaat perilaku hidup sehat bagi lansia.
IV. Media
A. Leaflet
B. LCD

V. Metode
A. Ceramah
B. Tanya jawab

VI. Pelaksanaan
No. Acara Waktu Kegiatan penyuluhan Evaluasi
1. Pembukaan 5 menita. Mengucapkan salam dan terima kasih Menjawab
atas kedatangan para peserta. salam,
b. Memperkenalkan diri dan apersepsi. mendengarkan
dengan
seksama
2. Inti 15 menit
a. Menyampaikan materi tentang Mendenngarkan
pengertian pola hidup sehat. dan
b. Menjelaskan tentang perilaku hidup memperhatikan
sehat yang dianjurkan bagi lansia.
c. Menjelaskan tentang perilaku yang
tidak dianjurkan bagi lansia
d. Menjelaskan tentang manfaat
perilaku hidup sehat bagi lansia.
Tanya 20 menit Meminta peserta untuk mengajukan Peserta
jawab pertanyaan jika belum jelas mengajukan
pertanyaan
3. Penutup 10 menit
a Menyimpulkan hasil penyuluhan Peserta
b Memberi saran dan kritik memperhatikan
c Memberi salam dan meminta maaf dan menjawab
bila ada kesalahan salam
d Mengucapkan terima kasih atas
perhatian dan mengucapkan salam
penutup

VII. Materi
Pola Hidup Sehat Pada Lansia
Pola hidup sehat adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau
serta mampu melakukan perilaku hidup sehat. Gaya hidup sangat mempengaruhi penampilan
untuk menjadi awet muda dan panjang umur atau sebaliknya. Mengatur pola makan setelah
berusia 40 tahun keatas, sangatlah penting. Asupan gizi seimbang sangat diperlukan tubuh jika
ingin awet muda dan berusia lanjut dalam keadaan tetap sehat. Tidak dapat disangkal, banyak
kendala yang dihadapi manusia saat memasuki pertambahan usia dan mulai menua. Terutama
bila sejak muda tidak menerapakan pola hidup sehat atau sudah terserang beragam penyakit
seperti stroke, hipertensi, jantung, dsb. Bahkan ketajaman penglihatan manusia sudah berkurang
sejak berusia 40 tahun. Kemampuan tersebut berkurang terutama untuk melihat jarak dekat
sehingga memerlukan kaca mata berlensa cembung. Keadaan ini tidak dapat dihindari, namun
mudah diatasi dengan menggunakan kacamata. Penyebabnya bias bermacam-macam namun
lebih sering karena ketuaan itu sendiri dan akibat kencing manis.
Masa tua bagi sebagian masyarakat adalah masa-masa yang menakutkan oleh karena itu
berbagai upaya dilaukan untuk menyiapkan investasi kesehatan diusia tua. Penuaan adalah
sebuah prose salami. Setiap orang akan mengalami fase yang mengarah kepada penuaan.
Seseorang dianggap berhasil menjalani proses penuaan jika dapat terhindar dari berbagai
penyakit, organ tubuhnya dapat berfungsi dengan baik, serta kemampuan berfikirnya/ kognitif
masih tajam. Para usila yang berhasil mempertahankan fungsi gerak dan berfikirnya dianggap
berhasil menghadapi penuaan sehingga dapat bekerja aktif terutama disektor informal. Mereka
biasanya dapat berbagi pengalaman dan telah mencapai tahap perkembangan psikologis dimana
mereka dianggap bijaksana menyikapi kehidupan dan mendalami kehidupan spiritual.
Agar tetap aktif sampai tua, sejak muda seseorang perlu melakukan mempertahankan
kemudian pola hidup sehat dengan menkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, melakukan
aktifitas fisik/ olahraga secara benar dan teratur dan tidak merokok. Rencana hidup yang realistis
seharusnya sudah dirancang jauh sebelum memasuki masa lanjut usia, paling tidak individu
sudah punya bayangan aktivitas apa yang akan dilakukan kelak bila pensiun sesuia dengan
kemampuan dan minatnya. Berdasarkan prinsip tersebut maka lanjut usia merupakan usia yang
penuh kemandirian baik dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari, bekerja maupun berolahraga.
Dengan menjaga kesehatan fisik, mental, spiritual, ekonomi, dan social, seseorang dapat memilih
masa tua yang lebih membahagiakan, terhindar dari banyak masalah kesehatan.
Pola hidup dan pola makanan juga bisa mempengaruhi terjadinya proses penuaan.
Misalnya pola makanan yang tidak seimbang antara asupan dengan kebutuhan baik jumlah
maupuin jenis makanannya, seperti makan makanan tinggi lemak, kurang mengkonsumsi
sayuran dan buah dan sebagainya. Juga makanan yang melebihi kebutuhan tubuh yang bias
menyebaabkan obesitas atau kegemukan. Pola hidup juga bias mempengaruhi hal tersebut
terutama kurangnya aktifitas fisik. Akibatnya, timbul penyakit yang sering diderita antara lain
diabetes militus atau kencing manis, penyakit jantung, hipertensi, kanker atau keganasan dll. Jika
sudah terjadi penyakit tersebut harus diterapi dan selanjutnya harus menerapkan pola hidup
maupun pola makan yang benar, sehingga kerusakan yang terjadi tidak menjadi lebih berat.
Menginjak usia 40 tahun keatas, tidak perlu menghindari pada satu jenis makanan tertentu.
Sepanjang orang tersebut dalm keadaan sehat atau tidak menderita suatu penyakit, tidak perlu
menghindari terhadap jenis makanan tertentu. Terpenting adalah selalu menerapakan pola hidup
maupun pola makan yang sehat. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi pola hidup sehat
pada Lansia:

A. Faktor Makanan
Usia tua sudah di mulai pada umur 40 tahun, karena perkembangan fisik akan menurun, tapi
perkembangan mental terus berlangsung. Mulai saat itulah kita harus bisa menahan diri untuk
tidak mengkonsumsi makanan yang hanya di sukai dan yang memberi kepuasan, karena enak di
mulut. Tapi memikirkan akibatnya dalam tubuh, karena bukan lagi kesehatan jadi baik, tapi
sudah membuat penyakit di tubuh kita. Bagi lansia sebaiknya mengkonsumsi makanan seperti
sayuran segar yang di cuci bersih dengan pestisida, buah segar, tahu, tempe yang berprotein
tinggi. Terutama hati yang banyak mengandung gizi seperti kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1,
B2, B12 dan vitamin C.

B. Faktor Istirahat
Istirahat yang cukup sangat di butuhkan dalam tubuh kita. Orang lansia harus tidur lima
sampai enam jam sehari. Banyak orang kurang tidur jadi lemas, tidak ada semangat, lekas marah,
dan stress. Bila kita kurang tidur hendaknya di isi dengan ekstra makan. Dan bila tidur terganggu
perlu konsultasi ke dokter. Hobi untuk menonton televise boleh saja, tapi jangan sampai larut
malam.

C. Olahraga
Olahraga yang teratur apapun itu, baik untuk kesehatan kita seperti senam, berenang, jalan
kaki, yoga, waitangkung, taichi, dan lain-lain. Berolahraga bersama orang lain lebih
menguntungkan, karena dapat bersosialisasi, berjumpa dengan teman-teman, dan mendapat
kenalan baru, mengadakan kegiatan lainnya, seperti bisa berwisata dan makan bersama.
Kebanyakan olahraga dilakukan pada pagi hari setelah subuh. Dimana udara masih bersih.
Berolahraga dapat menurunkan kecemasan dan mengurangi perasaan depresi dan lowself esteem.
Selain fisik sehat jiwa juga terisi, membuat kita merasa muda dan sehat di usia tua.
D. Faktor Perilaku
1. Perilaku yang dianjurkan
a Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b Mau menerima keadaan, sabar, dan optimis serta meningkat rasa percaya diri dengan melakukan
kegiatan yang sesuai dengan kemampuan.
c Menjalin hubungan yang teratur dengan keluarga dan sesame.
d Olahraga ringan tiap hari.
e Makan sedikit tapi sering, dan pilih makanan yang sesuai serta banyak minum.
f Berhenti merokok dan minum minuman keras.
g Minum obat sesuai dengan anjuran dokter/ petugas kesehatan yang lain.
h Mengembangkan hobi sesuai kemampuan.
i Tetap memelihara dan bergairah dalam kehidupan sex.
j Memeriksakan kesehatan dan gigi secara teratur.
2. Perilaku yang kurang baik
a Kurang berserah diri.
b Pemarah, merasa tidak puas, murung, dan putus asa.
c Menyendiri.
d Kurang gerak.
e Makan yang tidak teratur dan kurang tidur.
f Melanjutkan kebiasaan merokok dan minum minuman keras.
g Minum obat penenang dan penghilang rasa sakit tanpa aturan.
h Melakukan kegiatan yang melebihi kemampuan.
i Menganggap kehidupan sex tidak diperlukan lagi dimasa tua.
j Tidak memeriksakan kesehatan dan gigi secara teratur.

Diantara manfaat yang bisa didapat dengan menerapkan pola hidup sehat pada usia Lansia
adalah hidupa akan menjadi lebih taqwa dan tenang, tetap ceria dan mengisi waktu luang,
keberadaannya tetap diakui keluarga dan masyarakat, kesegaran dan kebugaran tubuh tetap
terpelihara, terhindar dari kegemukan/ kekurusan dan penyakit yang berbahaya di masa tua,
penyakit jantung, paru-paru, dan kanker paru-paru dapat dicegah, mencegah keracunan obat dan
efek ssamping lainnya, mengurang stress, kecemasan dan membuat merasa awet muda,
hubungan harmonis tetap terpelihara, gangguan kesehatan dapat diketahui dan diatasi sesegera
mungkin.
DAFTAR PUSTAKA

Darmojo, Boedhi,et al.2000.Beberapa masalah penyakit pada Usia Lanjut. Jakarta: Balai
Penerbit FKUI
Lueckenotte. 1997. Pengkajian Gerontologi edisi 2.EGC: Jakarta
www.google.com. Keyword: Penyakit yang Sering Muncul pada Lansia.

Anda mungkin juga menyukai