Anda di halaman 1dari 3

Tugas :

TATA CARA PERENCANAAN UMUM BENDUNG


SNI 03-2401-1991

OLEH

NAMA : LOWANDI HADI


NPM : 121052220115021

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA
(UMMU) TERNATE
TATA CARA
PERENCANAAN UMUM BENDUNG
SNI 03-2401-1991

RUANG LINGKUP :
Tata cara ini meliputi dasar tentang persyaratan hidraulik dan struktur
untuk mendesain bendung yang mencakup tata cara dan informasi yang
diperlukan antara lain mengenai jaringan pengaliran yang airnya dipasok dari
bendung, morfologi sungai, material, mesin dan peralatan, persyaratan yang
mengenai fungsi, keamanan, hidraulik, struktur, operasi dan lingkungan, pra
desain uji model hidraulik, desain hidraulik, desain struktur, desain akhir, dan
pemakian tata cara perencanaan umum. Tata cara ini dipakai bersama-sama
dengan standar lain yang terkait pemakai standar dari negara lain harus disertai
penjelasan dan alasan yang kuat serta disetujui oleh instansi yang berwenang.

RINGKASAN :
Standar ini dimaksud sebagai acuan dalam membuat desain bendung agar
memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara
benar dan aman, sesuai dengan pola bangunan berwawasan lingkungan sehingga
diharapkan desain bendung dengan baik, aman dan berfungsi semestinya, sesuai
dengan kelembagaan dan pengaturan yang terkait dengan mempertimbangkan
faktor teknis perencanaan.
Pra desain hidraulik membahas tentang panjang dan tinggi mercu
bendung, mercu dan tubuh bendung, peredam energi, tembok sayap hilir,
bangunan pengambil, bangunan pembilas, bangunan pengarah arus, tanggul
penutup dan tanggul banjir, tembok pangkal bendung, saringan sampah dan batu
bongkah, lantai undik dan dinding tirai, bangunan penangkap sedimen. Desain
struktur meliputi desain struktur atas dan struktur bawah.
Fungsi kelengkapan bendung mencakup tubuh bendung merupakan ambang
tetap, ambang bendung gerak, peredam energi, lantai undik, tembok penangkal,
dan tembok sayap.
 ambang tetap yang berfungsi menaikkan muka air
 ambang bendung gerak berfungsi sebagai perletakan pintu bendung gerak
 peredam energi berfungsi untuk meredam energi air agar tidak terjadi
penggerusan setempat yang membahayakan konstruksi
 lantai undik berfungsi mengurangi bahaya rembesan dan erosi
 tembok penangkal berfungsi untuk sebagai penahan tanah
 tembok sayap berfungsi sebagai pengarah arus.
Syarat keamanan hidraulik bendung dan bangunan pelengkap antara lain
keamanan terhadap luapan, terhadap gerusan lokal, degradasi sungai, keamanan
terhadap agradasi dasar sungai, rembesan, perubahan arah aliran dan tekanan air.
Sedangkan syarat keamanan struktur meliputi kekuatan, kestabilan, kimiawi dan
biotis.