Anda di halaman 1dari 14

MODUL PERKULIAHAN

MANAJEMEN
KONSTRUKSI
Project Procurement
Management

Fakultas Program Studi e-learning Kode MK Disusun Oleh

12
Fakultas Teknik Program Studi 81004 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM
Perencanaan dan Teknik Sipil
Desain

Abstrak Kompetensi
Modul ini memberikan pengetahuan kepada Mahasiswa mengetahui dan memahami
mahasiswa mengenai pengertian dan fungsi pengertian manajemen proyek, unsur-unsur
manajemen, pengertian proyek, manajemen yang terlibat dan hubungan kerja diantara
proyek, unsur-unsur yang terlibat serta mereka.
hubungan kerja diantaranya mereka

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


1 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
1. PENDAHULUAN

Project procurement management meliputi proses yang diperlukan untuk membeli


atau mengadakan suatu barang dan jasa. Pengadaan tersebut difasilitasi oleh manajemen
kontrak dan proses monitoring perubahan. Manajemen pengadaan ini terdiri dari 4 proses
sebagai berikut :

a. Perencanaan pengadaan barang & jasa, adalah proses menentukan


vendor, penentuan jenis kontrak yang akan dipakai, penentuan cara
pelelangan

b. Proses pengadaan barang & jasa, adalah proses tender untuk


mendapatkan produk yang optimal

c. Kontrol proses pengadaan, yaitu proses menjaga hubungan baik dengan


vendor, monitoring efektifitas sistem pembelian, melakukan penyesuaian
terhadap proses pelelangan agar memenuhi harapan.

d. Closing proses pengadaan, yaitu penyelesaian pembayaran, dokumen


pendukung, final account dan sebagainya

Manajemen pengadaan meliputi perjanjian kontrak yang merupakan dokumen


legal antara penjual dan pembeli. Sebuah dokumen kontrak menyangkut perjanjian yang
mengikat kedua belah pihak yang mewajibkan penjual menyediakan suatu produk / jasa
dan mewajibkan pembeli untuk membayarnya. Pihak yang dimaksud penjual dapat berupa
kontraktor, suplier, vendor dan konsultan. Sedangkan pembeli dapat berupa pemberi
tugas, main kontraktor, atau siapapun yang memberikan order kepada penjual.

Salah satu tahapan proyek yaitu tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement/


Tender). Pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan kontraktor yang akan mengerjakan
proyek konstruksi tersebut, atau bahkan mencari sub kontraktornya. Kegiatan yang
dilaksanakan meliputi prakualifikasi dan dokumen kontrak. Pihak yang terlibat adalah
pemilik proyek, pelaksana jasa konstruksi (kontraktor), dan para konsultan.
Kontrak pada proyek menentukan hak dan kewajiban antara dua belah pihak atau
lebih yang terlibat dalam kontrak, biasa dilakukan antara pemilik (owner) dengan
konsultan atau kontraktor, kontraktor dengan pemasok, dan lain sebagainya. Kontrak
bersifat mempunyai aspek hukum yang kuat serta mengikat, sehingga para pihak yang
terlibat mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi, ditulis dengan jelas dalam dokumen
kontrak.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


2 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning
3 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
2. PLAN PROCUREMENT MANAGEMENT

Perencanaan pengadaan adalah proses pengambilan keputusan mengenai cara


pengadaan barang / jasa dan identifikasi penjual yang potensial. Proses ini memerlukan
informasi proyek antara lain scope pekerjaan, schedule, quantity, jenis kontrak yang akan
diterapkan, standar kualitas terkait dengan anggaran dan sebagainya.

Kontrak adalah perjanjian atau persetujuan antara dua pihak secara sukarela dan
mengikatkan diri mereka masing-masing dalam persetujuan tersebut, yang dianggap
sebagai ‘HUKUM’ yang harus ditaati dan dipenuhi (Nugraha,1986). Definisi Kontrak
menurut FIDIC, " Kontrak" berarti Perjanjian Kontrak (Contract Agreement), Surat
Penunjukan (Letter of Acceptance), Surat Penawaran (Letter of Tender), Persyaratan
(Schedules), dan dokumen-dokumen lebih lanjut yang terdaftar di dalam Perjanian
Kontrak atau dalam Surat Penunjukan.
1. Perjanjian Kontrak yaitu perjanjian kontrak dimana para pihak harus melakukan
Perjanjian Kontrak dalam waktu 28 hari setelah Kontraktor menerima Surat
Penunjukan, kecuali dinyatakan lain dalam Persyaratan Khusus. Perjanjian Kontrak
harus didasarkan pada formulir yang dilampirkan pada Persyaratan Khusus. Biaya
meterai dan biaya sejenis lainnya (bila ada) yang dibebankan sesuai peraturan
tentang pembuatan Perjanjian Kontrak harus ditanggung oleh Pengguna Jasa.
2. Surat Penunjukan berarti surat penunjukan resmi, ditandatangani oleh Pengguna
Jasa, berdasarkan Surat Penawaran, termasuk memorandum tambahan yang
disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah Pihak. Bila tidak ada surat penunjukan,
istilah ”Surat Penunjukan” berarti Perjanjian Kontrak dan tanggal diterbitkannya atau
diterimanya Surat Penunjukan berarti tanggal ditandatanganinya Perjanjian Kontrak.
3. Surat Penawaran berarti dokumen yang merupakan surat penawaran yang
dilengkapi oleh Kontraktor dan berisi penawaran pekerjaan yang ditandatangani dan
ditujukan kepada Pengguna Jasa.
4. Spesifikasi berarti dokumen yang berisi spesifikasi, sebagaimana termasuk dalam
Kontrak, berikut semua tambahan serta perubahan terhadap spesifikasi sesuai
dengan Kontrak. Dokumen ini memuat detail Pekerjaan.
5. Gambar-Gambar berarti gambar-gambar Pekerjaan, sebagaimana terdapat di dalam
Kontrak, berikut semua tambahan serta perubahan gambar yang diterbitkan oleh
(atau atas nama) Pengguna Jasa sesuai dengan Kontrak.
6. Jadwal dan Daftar berarti dokumen berisi jadual dan daftar, dilengkapi oleh
Kontraktor dan disampaikan dengan Surat Penawaran, sebagaimana terdapat di
dalam Kontrak. Dokumen tersebut dapat meliputi Daftar Kuantitas dan Harga, data,
daftar-daftar, dan daftar tarif dan / atau harga.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


4 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
Pemilihan Jenis Kontrak didasarkan atas
1. Cara pembayaran

a. Kontrak lump sum


adalah kontrak pengadaan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga
yang pasti dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses
penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung penyedia jasa.

b. Kontrak harga satuan


adalah kontrak pengadaan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga
satuan untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu,
yang volume pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan
pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume
pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa.

c. Kontrak Terima Jadi (Turnkey) merupakan Kontrak Pengadaan


Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya atas penyelesaian seluruh pekerjaan
dalam batas waktu tertentu dengan ketentuan sebagai berikut:

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


5 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
 jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan;
 pembayaran dilakukan berdasarkan hasil penilaian bersama yang
menunjukkan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan kriteria
kinerja yang telah ditetapkan.

2. Pembebanan Tahun Anggaran

a. Kontrak Tahun Tunggal merupakan Kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya


mengikat dana anggaran selama masa 1 (satu) Tahun Anggaran.
b. Kontrak Tahun Jamak merupakan Kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya
untuk masa lebih dari 1 (satu) Tahun Anggaran atas beban anggaran, yang
dilakukan setelah mendapatkan persetujuan

3. Sumber Pendanaan
a. Kontrak Pengadaan Tunggal merupakan Kontrak yang dibuat oleh 1 (satu) PPK
dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan
tertentu dalam waktu tertentu.
b. Kontrak Pengadaan Bersama merupakan Kontrak antara beberapa PPK
dengan
1 (satu) Penyedia Barang/Jasa untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu
tertentu, sesuai dengan kebutuhan masing-masing PPK yang menandatangani
Kontrak. Kontrak Pengadaan Bersama dimaksudkan untuk meningkatkan
efisiensi pelaksanaan maupun anggaran, contohnya adalah pengadaan ATK,
obat, peralatan kantor, komputer.
c. Kontrak Payung (Framework Contract) merupakan Kontrak Harga Satuan
antara Pemerintah dengan Penyedia Barang/Jasa yang dapat dimanfaatkan oleh
K/L/D/I, dengan ketentuan sebagai berikut:
 diadakan untuk menjamin harga Barang/Jasa yang lebih efisien, ketersediaan
Barang/Jasa terjamin dan sifatnya dibutuhkan secara berulang dengan
volume atau kuantitas pekerjaan yang belum dapat ditentukan pada saat
Kontrak ditandatangani; dan
 pembayarannya dilakukan oleh setiap PPK/Satuan Kerja yang didasarkan
pada hasil penilaian/pengukuran bersama terhadap volume/kuantitas
pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara nyata.
 Pengadaan Barang/Jasa dengan Kontrak Payung antara lain dilakukan untuk
pengadaan alat tulis kantor (ATK), pekerjaan pengadaan kendaraan dinas,
jasa boga, jasa layanan perjalanan (travel agent) dan pekerjaan lain sejenis

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


6 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
4. Jenis Pekerjaan
a. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Tunggal merupakan Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa yang hanya terdiri dari 1 (satu) pekerjaan perencanaan,
pelaksanaan atau pengawasan.

b. Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi merupakan Kontrak Pengadaan


Pekerjaan Konstruksi yang bersifat kompleks dengan menggabungkan
kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan/atau pengawasan.

Macam dari kontrak pengadaan pekerjaan terintegrasi adalah :

 Kontrak berbasis kinerja (Performance Based Contract) merupakan Kontrak


Pengadaan Barang/Jasa atas dicapainya suatu tingkat pelayanan tertentu
yang bisa merupakan penggabungan paket pekerjaan yang biasanya
dilakukan terpisah.
 Kontrak Rancang dan Bangun (Design & Build) merupakan Kontrak
Pengadaan yang meliputi desain dan pembangunan.
 Kontrak Rancang Bangun Konstruksi (Engineering Procurement
Construction/EPC) merupakan Kontrak pengadaan yang meliputi desain,
pengadaan, dan konstruksi.
 Kontrak Rancang-Bangun-Operasi-Pemeliharaan (Design-Build-Operate-
Maintain) merupakan Kontrak pengadaan yang meliputi desain,
pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan.
 Kontrak Jasa Pelayanan (Service Contract) merupakan Kontrak Pengadaan
untuk melayani kebutuhan layanan tertentu.
 Kontrak Pengelolaan Aset merupakan Kontrak untuk pengelolaan aset
sehingga aset yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal.
 Kontrak Operasi dan Pemeliharaan merupakan Kontrak pengadaan yang
meliputi pengoperasian dan pemeliharaan atas suatu aset yang dimiliki.

Bentuk Kontrak Konstruksi berdasar aspek :


1. Aspek Perhitungan Biaya
a. Fixed Lum Sum Price
Suatu kontrak dimana volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak tidak
boleh diukur ulang
b. Unit Price
Kontrak dimana volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak hanya

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


7 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
merupakan perkiraan dan akan diukur ulang untuk menentukan volume
pekerjaan yang benar – benar dilaksanakan
2. Aspek Perhitungan Jasa
a. Biaya Tanpa Jasa (Cost Without Fee)
Bentuk kontrak dimana penyedia jasa hanya dibayar biaya pekerjaan yang
dilaksanakan tanpa mendapatkan imbalan jasa

b. Biaya Ditambah jasa (Cost Plus Fee)


Kontrak dimana penyedia jasa dibayar seluruh biaya untuk melaksanakan
pekerjaan, ditambah jasa yang biasanya dalam bentuk persentase dari biaya
(misal 10%).
e. Biaya Ditambah Jasa Pasti ( Cost Plus Fixed Fee)

Pada dasarnya sama dengan kontrak CPF, perbedaannya pada jumlah


imbalan (fee) untuk penyedia jasa. Dalam kontrak CPF besarnya imbalan/jasa
Penyedia Jasa bervariasi tergantung dari besarnya biaya. Sedangkan dalam
kontrak CPFF jumlah imbalan/jasa penyedia jasa sudah ditetapkan sejak awal
dalam jumlah yang pasti dan tetap (fixed fee) walaupun biaya berubah.
3. Aspek Cara Pembayaran
Pra pendanaan penuh dari Penyedia Jasa (Contractor’s Full Prefinanced)

 Penyedia Jasa harus mendanai terlebih dahulu seluruh pekerjaan sesuai


kontrak. Setelah pekerjaan selesai 100% dan diterima baik oleh Pengguna
Jasa maka Penyedia Jasa mendapatkan pembayaran sekaligus
 Dapat pula Pengguna Jasa membayar 95% dari nilai kontrak karena yang 5%
ditahan (retention money) selama masa tanggungan jawab atas cacat atau
pembayaran penuh 100%, tapi Penyedia Jasa harus memberikan jaminan
untuk masa tanggung jawab atas cacat dan lain hal sesuai kontrak.
4. Aspek Pembagian Tugas
a. Rancang Bangun
Penyedia Jasa memiliki tugas membuat suatu perencanaan proyek yang
lengkap dan sekaligus melaksanakannya dalam satu kontrak konstruksi. Jadi,
Penyedia Jasa selain mendapat pembayaran atas pekerjaan konstruksi
(termasuk imbalan jasanya) turut pula menerima imbalan jasa atas pembuatan
rencana / design proyek tersebut.
b. Engineering, Procurement & Construction (EPC)
Kontrak ini merupakan bentuk kontrak rancang bangun. Bila design
build/turnkey dimaksudkan untuk pekerjaan konstruksi sipil/bangunan gedung,
sedangkan EPC dimaksudkan untuk pembangunan pekerjaan-pekerjaan

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


8 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
dalam industri, minyak, gas bumi dan petrokimia.
c. BOT/BLT
Merupakan pola kerja sama antara Pemilih Lahan yang akan menjadikan
lahan tersebut menjadi satu fasilitas , misalnya untuk jalan tol, perdagangan
dan lain- lain
- B (Build) = kegiatan dilakukan oleh investor dimulai dari membangun
fasilitas sesuai kehendak pemilik lahan/tanah

- O (Operate) = setelah pembangunan fasilitas selesai, investor diberi hak


untuk mengelola dan memungut hasil dari fasilitas tersebut selama kurun
waktu tertentu.
- T (Transfer) = setelah masa pengoperasian/konsesai selesai, fasilitas tadi
dikembalikan kepada pengguna jasa.
- Setelah fasilitas dibangun selesai (Built); pemilik fasilitas seolah menyewa
fasilitas yang baru dibangun untuk suatu kurun waktu (lease) kepada
investor untuk dipakai sebagai angsuran dari investasi yang sudah
ditanam atau fasilitas tersebut dapat pula disewakan kepada pihak lain;
setelah masa sewa berakhir, fasilitas dikembalikan kepada pemilik
fasilitas (Transfer)
d. Swakelola
Swakelola adalah pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan dan
diawasi sendiri. Contohnya suatu instansi pemerintah melaksanakan suatu
pekerjaan dengan mempekerjakan sekumpulan orang dalam instansi itu
sendiri, yang memberi perintah, yang mengawasi, dan yang mengerjakan
adalah orang orang dari satu instansi yang sama.

Beberapa proyek infrastruktur sudah banyak dilakukan dengan cara privatisasi, dimana
peran swasta lebih dominan dibanding peran pemerintah. Kondisi ini mempengaruhi posisi
hak dan kewajiban. Kontrak proyek infrastruktur dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Build Operate Transfer (BOT)


Suatu rancangan kontrak dimana sektor swasta membangun suatu fasilitas
dengan biaya sendiri, lalu mengoperasikannya dan memungut pembayaran
terhadap pengguna fasilitas, lalu sektor swasta mengalihkannya kepada
pemerintah setelah kurun waktu tertentu yang telah disepakati.
Kontrak BOT melibatkan pihak swasta dalam seluruh aspek desain,pelaksanaan
konstruksi, pembiayaan, pengoperasian hingga pengalihan kepada pemerintah,

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


9 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
yang semuanya berhubungan dengan risiko yang harus ditanggungnya. Tetapi
dalam beberapa hal, pemerintah bertanggungjawab terhadap risiko politik,
kebijakan dan regulasi,serta pembebasan lahan.
2. Build Transfer Operate (BTO)
Suat rancangan kontrak dimana sektor swasta membangun suatu fasilitas, yang
telah selesai dialihkan kepada pemerintah sebagai pemilik yang kemudian
mengoperasikan fasilitas tersebut.

Contoh Kontrak BTO di Amerika pada proyek jalan raya. Karena pembayaran
premi risiko kecelakaan kendaraan sangat tinggi, pemerintah melindungi investor
dengan mengambil alih tanggung jawab dalam menerapkan konsep kontrak ini.
3. Build Own Operate (BOO)
Suatu rancangan kontrak dimana pihak swasta membangun suatu fasilitas dengan
biaya sendiri, mengoperasikannya dan memungut pembayaran terhadap
pengguna fasilitas tersebut. Pihak swasta mengoperasikan dan memiliki fasilitas
tersebut tanpa waktu yang ditentukan. Kontrak BOO hampir sama dengan BOT,
perbedaannya tidak ada kewajiban bagi pihak swasta untuk mengalihkan aset
kepemilikan kepada pemerintah.

Dari ketiga jenis kontrak konsesi proyek diatas, yang biasa digunakan adalah kontrak
BOT, dimana kontrak ini mempunyai karakteristik yang sesuai dengan proyek infrastruktur.
Dengan kontrak BOT merupakan jalan keluar terbaik dalam memecahkan masalah
penyediaan dana yang besar serta masalah proyek yang memerlukan teknologi baru baik
dalam desain maupun pengoperasian.

3. PELAKSANAAN MANAJEMEN PENGADAAN

Proses ini untuk seleksi dan memperoleh penawaran dari penjual, yang dilanjutkan
dengan pembuatan kontrak (SPK atau purchase order). Dalam praktek sehari – hari,
aktifitas ini disebut tender atau pelelangan. Pada kondisi tertentu dapat juga berupa
penunjukan langsung. Penunjukan langsung dilaksanakan bila merupakan pembelian
ulang (repeat order) dimana harga satuan sudah disepakati, dapat juga karena fanatisme
kepada sebuah vendor ataupun hanya ada satu – satunya vendor yang menjual produk
yang dimaksud. Sedangkan bentuk tender ini sangat beragam, mulai dari tender
sederhana sampai dengan yang sangat rumit.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


10 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
PROSES PENGADAAN BARANG / JASA (TENDER)

Perubahan Kontrak

Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan, dengan
gambar dan/atau spesifikasi teknis yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak, PPK
bersama Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan perubahan Kontrak yang meliputi:
a. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak;
b. menambah dan/atau mengurangi jenis pekerjaan;
c. mengubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan; atau
d. mengubah jadwal pelaksanaan.

Cara Pembayaran

Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. untuk Usaha Kecil paling tinggi 30% (tiga puluh perseratus) dari nilai Kontrak
Pengadaan Barang/Jasa; atau
b. untuk usaha non kecil paling tinggi 20% (dua puluh perseratus) dari nilai Kontrak
Pengadaan Barang/Jasa.
Besarnya Uang Muka untuk Kontrak Tahun Jamak adalah nilai yang paling kecil diantara
2 (dua) pilihan, yaitu:
a. 20% (dua puluh perseratus) dari Kontrak tahun pertama;
b. 15% (lima belas perseratus) dari nilai Kontrak.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


11 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
Nilai Jaminan Uang Muka secara bertahap dapat dikurangi secara proporsional sesuai
dengan pencapaian prestasi pekerjaan.
Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan dalam bentuk:
a. pembayaran bulanan;
b. pembayaran berdasarkan tahapan penyelesaian pekerjaan (termin); atau
c. pembayaran secara sekaligus setelah penyelesaian pekerjaan.
Pembayaran bulanan/termin untuk Pekerjaan Konstruksi, dilakukan senilai pekerjaan
yang telah terpasang. Sebagian pembayaran prestasi pekerjaan dapat ditahan sebagai
uang retensi untuk Jaminan Pemeliharaan Pekerjaan Konstruksi.

Penyesuaian Harga dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:


a. penyesuaian harga diberlakukan terhadap Kontrak Tahun Jamak berbentuk Kontrak
Harga Satuan berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah tercantum dalam
Dokumen Pengadaan dan/atau perubahan Dokumen Pengadaan;
b. tata cara perhitungan penyesuaian harga harus dicantumkan dengan jelas dalam
Dokumen Pengadaan;
c. penyesuaian harga tidak diberlakukan terhadap Kontrak Tahun Tunggal dan Kontrak
Lump Sum serta pekerjaan dengan Harga Satuan timpang.

Serah Terima

• Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) sesuai dengan ketentuan yang
tertuang dalam Kontrak, Penyedia Barang/Jasa mengajukan permintaan secara
tertulis untuk penyerahan pekerjaan.
• Panitia Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang
telah diselesaikan.
• Apabila terdapat kekurangan dalam hasil pekerjaan, Penyedia Barang/Jasa harus
memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan sebagaimana yang
disyaratkan dalam Kontrak.
• Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan menerima penyerahan pekerjaan setelah
seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak.
• Khusus Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya:
a. Penyedia Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya melakukan pemeliharaan atas hasil
pekerjaan selama masa yang ditetapkan dalam Kontrak, sehingga kondisinya
tetap seperti pada saat penyerahan pekerjaan;
b. masa pemeliharaan paling singkat untuk pekerjaan permanen selama 6 (enam)
bulan, sedangkan untuk pekerjaan semi permanen selama 3 (tiga) bulan; dan

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


12 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
c. masa pemeliharaan dapat melampaui Tahun Anggaran.
masa pemeliharaan, Jaminan Pemeliharaan / uang retensi dikembalikan kepada
Penyedia Barang /Jasa.
• Khusus Pengadaan Barang, masa garansi diberlakukan sesuai kesepakatan para
pihak dalam Kontrak.
• Penyedia Barang/Jasa menandatangani Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan
pada saat proses serah terima akhir (Final Hand Over).

4. KONTROL PROSES PENGADAAN

Proses ini meliputi evaluasi penerapan kontrak kepada vendor, terkait dengan
efektifitas prosedur pengadaan dan kontrak pengadaannya. Selain itu juga menjalin hubungan
baik dengan vendor terpilih, dengan harapan dapat diberikan prioritas pada pemesanan
berikutnya. Termasuk juga kontrol pembayaran kepada penjual. Hal ini untuk memastikan
bahwa kondisi pembayaran dilaksanakan sesuai dengan perjanjian dari awal sampai proses
closing .

Beberapa cara melaksanakan kontrol proses pengadaan antara lain dengan inspeksi
dan audit. Pada pembelian jasa, tentunya ada prosedur QA/QC yang harus dijalankan. Hasil
dari inspeksi ini memberikan penilaian kepada penjual apakah layak untuk diberikan repeat
order atau tidak. Dalam hal pembelian barang, proses kontrol dapat dilakukan dengan cara
wawancara dengan pengguna barang mengenai kesesuaian kualitas, ketepatan pengiriman,
pelayanan garansi dan lain sebagainya.

5. PROSES CLOSING

Proses closing merupakan penyelesaian dari seluruh rangkaian jual beli. Tujuan
utama adalah melakukan final account sehingga tidak ada lagi hutang dan piutang antara
kedua belah pihak. Selain itu juga bertujuan untuk menutup pencatatan dalam perusahaan.
Lesson learnt atau pengalaman yang didapat dari proses jual beli juga didokumentasikan dan
dipublikasikan agar hal – hal positif dapat diulangi lagi dan sebaliknya.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


13 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka

Abrar Husen, 2010, Manajemen Proyek Edisi Revisi, CV Andi Offset, Yogyakarta

Chris Hendrickson and Tung Au , 2000, Project Manajemen for Construction, Second
Edition prepared for world wide web publication.

Dipohusodo, Istimawan. 1996. Manajemen Proyek dan Konstuksi jilid I. Yogyakarta:


Kanisius.

Federasi Internasional Konsultan Enjiniring. 2008. Persyaratan Kontrak Untuk


Pelaksanaan Konstruksi MDB Harmonised Edition. Jakarta

Imam Soeharto, 1999, Manajemen Proyek (Dari Konseptual sampai Operasional) Jilid 1
dan 2, Edisi kedua, Erlangga, Jakarta.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


14 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id