Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN

LAODE MUHAMMAD SUKARNO KAMALUDDIN


MPA 2017/2018

1. Vice President for Internal Affair (VPI)

Vice President for Internal Affair (VPI) atau Wakil Sekretaris Jendral
Internal mempunyai tugas berat dalam menguatkan hubungan antara ISMKI
dan institusi serta hubungan antar Institusi anggota ISMKI ditambah pula
alur komando yang cuba di gagas pada tahun ini tentu menjadi tantangan
tersendiri bagi VPI. Untuk menunaikan kewajiban tersebut diperlukan
strategi pendekatan yang efektif sehingga tujuan mempersatukan mahasiswa
kedokteran Indonesia tercapai. Selama satu tahun kepengurusan ISMKI
2017/2018, VPI berusaha menjaga hubungan baik ISMKI dengan institusi
dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi dan media sosial yang
ada. VPI juga telah melakukan kunjungan ke beberapa institusi dan atau
kegiatan ISMKI Wilayah untuk melakukan koordinasi secara langsung.
VPI juga mempunyai tugas membuat sistem kerja dan komunikasi
yang optimal bagi Pengurus Harian Nasional dan Harian Wilayah serta
mengkoordinasikan aktivitas wilayah dengan sekretaris wilayah.
Rekomendasi Per Program Kerja

Nama
Program Indikator Pencapaian Rekomendasi MPA
Kerja
We Are ISMKI 1. Terbentuknya SOP We Are 1. Menambahakan Indikator
ISMKI keberhasilan agar mampu dinilai
2. Terbukanya PO Merchandise secara kuantitatif dan kualitatif
ISMKI 2. Membantu FP dalam fungsi
3. Terbentuknya Format Kampanye kontroling terkait Merchandise
Via Media Sosial yang telah terpesan agar mampu
tepat waktu.
3. Menambah metode baru dalam
melakukan Branding ISMKI
seperti; stiker line
4. Menetapkan satu hari dalam satu
bulan sebagai hari untuk
menggunakan Merchandise
ISMKI guna membatu Branding
ISMKI
5. Mendorong FP melalui FP
wilayah dan bekerja sama dengan
FP institusi untuk sesegera
mungkin membuka PO
Merchandise ISMKI untuk
seluruh mahasiswa kedokteran se
indonesia.
Sinergisitas Secara Kualitatif : 1. Melakukan kontroling berkala
Program Grand Design Sekjend dan semua terhadapat koordinasi dalam
Institusi- Programnya yang sinergis selama sinergisitas pada seluruh bidang
Wilayah- satu kepengurusan, dinilai dari agar terus terjaga keutuhan
Nasional Angket Evaluasi yang disebar ke Sinergisitas Program Institusi-
Presbem dan Sekretaris Wilayah. Wilayah-Nasional
Adanya Kalender Grand Design
Nasional-Wilayah-Institusi dan
sudah dipublikasikan kepada kepada
PHW, PHN, dan Presbem
Secara Kuantitatif :
Presbem dan Sekwil hadir 80% di
setiap sesi diskusi online Grand
Design, Leadership Camp, dan
Mukernas.
Center Of PHW 1. Secara Kualitatif : 1. Penanaman kembali kepada PHW
and PHN Semua Komponen Utama sudah dan PHN lewat sosialisasi terkait
Recruitment and apa sebenarnya CPRC ini
Coordination membahas AD/ART ISMKI, 2. Pembuatan modul Khusus untuk
(CPRC) GBHO ISMKI, Rekomendasi Mempermudah diskusi terkait
komponen pembahasan
Munas ISMKI di tahun tersebut,
Instruksi Sekjend tahun tersebut,
Garis Koordinasi dan
Kepemimpinan di ISMKI, dan
bidang-bidang yang ada di ISMKI
yang berkaitan dengan PHW dan
PHN serta Koordinasi dan kondisi
di lapangan dalam satu
kepengurusan ISMKI yang di
buktikan di notulensi pelaporan
Forum Diskusi
2. Target Kuantitatif : Komponen
Utama hadir 80% di setiap sesi
diskusi
Koordinasi 1. Terlaksan NM rutin dengan 1. Menambahakan Indikator
institusi-wilayah- Sekwil setiap 2 bulan sekali keberhasilan agar mampu dinilai
nasional 2. Terlaksana NM dengan secara kuantitatif dan kualitatif
PresBEM perwilayah setiap 2 2. Adanya indikator keberhasilan
bulan sekali pada setiap NM
3. Terbentuknya form evaluasi
wilayah

Koordinasi 1. Terlaksananya pengakaran 1. Menambahakan Indikator


Badan bersama minimal di 40 institusi keberhasilan agar mampu dinilai
Kelengkapan FK di Indonesia secara kuantitatif dan kualitatif
ISMKI 2. Terlaksananya upgrading PHN 2. Menambah metode baru dalam
BK minimal 2 kali dalam satu melakukan pengakaran
tahun kepengurusan 3. Berkoordiansi dengan BK untuk
3. Terlaksananya oprec bersama menciptakan terobosan upgrading
dengan target lebih dari 80 anatara PHN dan BK yang tidak
pendaftar per lembaga (ISMKI, melulu melalui tatap muka secara
BAPIN,BPN) langsung
4. Terlaksananya evaluasi minimal 6 4. VPI bersama SEKJENTER dan
kali dalam satu tahun
ketua terpilih dari masing BK
kepengurusan
memulai untuk mulai merancang
5. Terlaksananya koordinasi dengan
oprec yang terintegrasi dan tepat
EB ISMKI
sasaran
5. Menentukan tanggal pasti setiap 2
bulan sekali guna melakukan
evaluasi yang terintegrasi

Tim Upgrading 1. Secara Kualitatif : 1. Lebih sering lagi mengadakan


PHN dan PHW Semua Komponen Utama sudah Upgrading PHN dan PHW guna
membahas AD/ART ISMKI, menjaga semangat PHW dan
GBHO ISMKI, Rekomendasi PHN
Munas ISMKI di tahun tersebut,
Instruksi Sekjend tahun tersebut,
Garis Koordinasi dan
Kepemimpinan di ISMKI, dan
bidang-bidang yang ada di ISMKI
yang berkaitan dengan PHW dan
PHN serta Koordinasi dan kondisi
di lapangan dalam satu
kepengurusan ISMKI
2. Secara Kuantitatif :
PHW dan PHN 80% hadir di
setiap sesi Upgrading

Tim Khusus SK Melakukan Komunikasi Intens 1. Melakukan pendekatan lebih


FK Baru intens lagi terhadap FK baru yang
dengan Institusi
1.Terjalin Komunikasi melalui Net dalam peroses perintisan
Meeting Rutin setiap bulannya (3) BEM/HIMA/LGM
2. Melakukan pendampingan yang
2.Terjalin Komunikasi melalui Net berkelanjutan oleh pengurus
Meeting lebih dari 1 bulan sekali (2) harian wilayah maupun nasional
secara jelas dan terjadwal
3.Tidak terjalin Komunikasi (1)
Mendapatkan minimal 1
kunjungan kerja dari pengurus
ISMKI baik wilayah maupun
nasional
1.Kunjungan dilakukan di seluruh
institusi yang belum bergabung
menjadi anggota ISMKI(3)
2.Kunjungan dilakukan di minimal >
½ jumlah institusi yang belum
bergabung menjadi anggota ISMKI
(2)
3.Kunjungan dilakukan di minimal <
½ jumlah institusi yang belum
bergabung menjadi anggota ISMKI
(1)
Evaluasi dan penilaian terhadap
kinerja staff VPI dalam mengawal
insititusi yang belum bergabung
yang menjadi anggota ISMKI
1.Seluruh institusi yang belum
bergabung menjadi anggota ISMKI
dapat merasakan kebermanfaatan
ISMKI(3)
2. > ½ jumlah institusi yang belum
bergabung menjadi anggota ISMKI
dapat merasakan kebermanfaatan
ISMKI (2)
3. < ½ jumlah institusi yang belum
bergabung menjadi anggota ISMKI
dapat merasakan kebermanfaatan
ISMKI (1)

Total indikator keberhasilan


7-9 : Baik
5-6 : Cukup
3-4: Kurang

Leadership Camp Kehadiran Presbem 1. Menambahakan Indikator


Dihadiri > 60% PresBEM institusi keberhasilan agar mampu dinilai
secara kuantitatif dan kualitatif
se-Indonesia 2. Perlu adanya metode lain ataupun
Hasil Diskusi pendekatan lain guna memasifkan
program kerja ini
Terciptanya Rekomendasi bagi
Sekjenter untuk kepengurusanya
disaat Sekjendter sudah di
lantik menjadi Sekjend
Intervensi PHN Melakukan screening PHN dengan 1. Dilakukannya intervesi Khusus
kinerja kurang memuaskan dan pula pada PH yang berprestasi
seperti apresiasi yang lebih
memberi intervensi setiap 2 bulan.
Pengakaran Secara Kualitatif :
ISMKI 1. Menetapkan kriteria pemateri
Anggota sudah mengenal ISMKI dan
pengakaran di masing institusi
anggota sudah merasakan manfaat maupun region sehingga pemateri
pengakaran merupakan orang
dari institusi yang dinilai secara
yang mampu memenuhi tuntutan
objektif dengan hasil Angket standard pengakaran.
Evaluasi yang di sebar secara online
maupun offline kepada anggota
Secara Kuantitatif :
Pengenalan ISMKI di laksanakan
minimal 1 kali dalam 1
kepengurusan. Pengembangan
Institusi dengan Kunjungan ke
Institusi minimal 2 bulan sekali.

Rekomendasi Umum:
a. VPI diharapkan menjaga konsistensi dan komitmennya selama
kepengurusan ISMKI.
b. Diperlukan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas kunjungan
VPI beserta jajarannya, baik ke institusi maupaun dengan
memanfaatkan acara-acara ISMKI, baik Nasional maupun
Wilayah untuk penguatan koordinasi.
c. VPI diharapkan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan wilayah-
nasional dengan membuat kalender kegiatan ISMKI perbulan.
d. VPI diharapkan meningkatkan koordinasi kegiatan-kegiatan
wilayah-nasional pada kalender kegiatan ISMKI perbulan agar
tidak terjadi penumpukan kegiatan wilayah maupun nasional.
e. VPI diharapkan mengarahkan pengakaran ISMKI melalui
program-program kerja ISMKI dengan metode kerjasama antar
institusi per regio.
f. VPI diharapkan memberikan perhatian kepada institusi yang
memerlukan perhatian secara khusus, dalam artian yang
mempunyai organisasi kemahasiswaan yang belum stabil.
g. VPI diharapkan menjaga keutuhan koordinasi internal agar
menjaga semangat PH terus berkobar.
2. Public Relation (PR)

Public Relation (PR) atau biasa dikenal dengan Hubungan


Masyarakat adalah bidang yang membantu ISMKI dalam menjaga relasi
ISMKI dengan pihak-pihak eksternal ISMKI seperti IOMS atau stakeholder
, dan memperkenalkan ISMKI kepada masyarakat luas dengan berpartispasi
atau hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan stakeholder dan
mempublikasikan kegiatan tersebut di media yang dipunyai ISMKI
Rekomendasi Perprogram Kerja

Nama
Program Indikator Pencapaian Rekomendasi MPA
Kerja
Media ISMKI 1. Terkumpulnya database dan 4. Perlu adanya relasi yang
contact person dari media yang berkelanjutan dengan media massa
ditargetkan (10%/10%) cetak maupun elektronik dan media
2. Berhasil bekerja sama dengan partner untuk peliputan publikasi
media saat kegiatan ISMKI jika kegiatan ISMKI
institusi pemegang tender
meminta untuk koordinasi dengan
PR (30%/30%)
3. Terpublikasikannya minimal
enam artikel kegiatan ISMKI di
media (35/35%)
4. Terkirimnya minimal enam
press release ke akun line@
ISMKI dan situs citizen media
lainnya (0%/25%)

Stakeholder 1. Terkumpulnya database dan 2. Perlu adanya tindak lanjut secara


contact person dari berkelanjutan seperti silahturahmi
stakeholder yang ditargetkan berkala kepada stakeholder.
(10%/10%) 3. Penyimpanan data base yang
2. Terlaksananya 7 audiensi terintegrasi agar dapat di
atau kerja sama strategis intergrasikan kepada kepengurusan
dengan stakeholder selanjutnya
(45%/45%)
3. Perwakilan ISMKI datang ke
undangan acara stakeholder
minimal 5 kali (25%/25%)
4. Berhasil bekerja sama untuk
menghubungi pembicara
dalam kegiatan ISMKI jika
institusi pemegang tender
meminta untuk koordinasi
dengan PR (20%/20%)
IOMS 3. Terkumpulnya database dan 3. Menjaga Komunikasi bersama
contact person IOMS yang terus IOMS agar terus terjalin.

di-update (50%/50%)
4. Minimal satu acara nasional
ISMKI didatangi oleh
perwakilan dari satu IOMS
(25%/25%)
5. Minimal satu kali perwakilan dari
ISMKI datang ke acara IOMS
(25%/25%)

Forum Alumni 4. Terbentuk grup telegram atau 1. lebih memassifkan perkenalan FA


line dengan minimal satu orang agar banyak mantan pengurus yang
EB ISMKI dari periode 2000- bisa mengikuti FA
2016 (15%/30%) 2. Berkoordinasi dengan Forum Ikatan
5. Datangnya perwakilan alumni Alumni Kedokteran Seluruh
minimal dalam 5 kegiatan ISMKI Indonesia agar terciptanya sinergitas
(25%/25%) antar forum
6. Terbentuknya sesi forum
alumni minimal dalam 4
kegiatan ISMKI (15%/15%)
7. Terwujudnya pertemuan atau
musyawarah forum alumni
(0%/20%)
8. Mengelola database dan contact
person dari alumni ISMKI dalam
format excel (10%/10%)

Mailing list 6. Mailing list ter-update satu 1. seluruh PHN dan PHW ISMKI
minggu minimal 4 kali diharapkan mampu untuk join ke
(50%/50%) millist ISMKI
7. 80% PHN kepengurusan 2017-
2018 bergabung dalam mailing
list (3%/25%)
8. 700 Mahasiswa FK bergabung di
mailing list (15%/25%)

Greetings & 3. Terjadwalnya hari-hari yang 2. Terus di genjotnya pembuatan


Company Profile ingin dibuat greetings card company profile
(15%/15%)
4. Pembuatan konten company
profile selesai bulan Maret 2017
(0%/15%)
5. Seluruh greetings card
terpublikasi di akun line@
ISMKI (40%/40%)
6. Terkirimnya greetings card dan
company profile kepada IOMS,
stakeholder, atau media massa
ISMKI baik dalam bentuk
hardcopy maupun softcopy
(30%/%30%)

Rekomendasi Umum
a. Sekbid PR diharapkan mampu menjaga anggota dan menjaga
kekompakan anggota PR agar selalu semangat dalam kepengurusan
b. perlunya ada Upgrading Internal PR mengenai cara bernegosiasi dan cara
bertatap muka dengan stakeholder dan tip and trik untuk menghadapi
stakeholder
c. Perlu adanya Relasi yang luas dan seseorang yang kenal banyak cara
birokrasi di suatu atau semua perusahaan yang akan dijadikan target
kerjasama oleh PR
d. Perlunya kehadiran anggota PR dalam acara-acara Stakeholder agar
lebih baik dan hubungan dengan stakeholder lebih intens
e. Perlu adanya pencerdasan kepada intitusi maupun wilayah mengenai
peran PR
ISMKI Wilayah III
MPA Wilayah III: Laode Muhammad sukarno kamaluddin ( Universitas
Islam Sultan Agung semarang)

ISMKI Wilayah III masa bakti 2017/2018 berada dibawah


kepemimpinan Rizal Rian Dhalas FK UNS dengan tagline
#Kolaborasi_ISMKI menerusakan tongkat estafet dari kepengurusan yang
sebelumnya. Rizal menahkodai ISMKI Wilayah III dibersamai oleh Alfu
Rafdi FK UII sebagai wasekwil, Pratiwi Hesti Harmoni sebagai Sekretaris
Bendahara, dan melanjutkan terobosan sekwil sebelumnya mengangkat 6
orang Litbang serta 6 Sekretaris Bidang.
Tahun ini Rizal melanjutkan dan mengembangkan inovasi tahun lalu
mengenai 5 regio di wilayah 3. Saat ini dikembangkan dengan cara tidak
hanya PJ Litbang yang memegang regio, namun seluruh PHW di regio
tersebutlah yang memegang institusi disana. Sehingga mendapatkan hasil
yang sangat baik dengan internalisasi yang kuat pada PHW regio tersebut
serta kerjasama institusi. Hal ini menjadi sebuah media pengakaran yang
bagus untuk mahasiswa kedokteran yang ingin lebih tahu tentang ISMKI.
Semenjak terpilih di Muswil UMS hingga amanah selesai di Muswil
UNISSULA, MPA berkomunikasi dengan luwes dan saling percaya.
Pengawasan dalam bentuk visitasi langsung dan visitasi tidak langsung.
Visitasi langsung dilakukan MPA pada Muskerwil BOYOLALI, Muswil
UNISSULA dan kesempatan lainnya yang tidak bias saya tuliskan satu
ersatu. Visitasi tidak langsung dilakukan dengan cara NM, PM, aspirasi dari
peserta acara, OC-SC, PHW maupun via kuisioner dan laporan institusi yang
hasilnya menjadi tambahan data MPA untuk memberikan masukan kepada
Sekwil.
Mayoritas program kerja Sekwil dan PHW Wilayah 3 sudah berjalan
dengan apik pada tahun ini dan semakin terasa kebermanfaatannya bagi
mahasiswa kedokteran khususnya di Wilayah III. MPA memiliki beberapa
catatan yang harapannya bisa menjadi bahan evaluasi kedepannya baik di
Wilayah 3 maupun di Nasional demi terdorongnya ISMKI Wilayah III yang
semakin terasa kebermanfaatanya.
Saat muswil MPA memberikan laporan dan rekomendasi akhir tahun
hanya secara lisan. Hal lainnya yang perlu disoroti adalah ajakan wilayah 3
untuk mempelajari dan memperbaik AD/ART serta hal yang mendukung
terciptanya ISMKI yang lebih baik
MPA di Wilayah 3 juga bertanggung jawab sebagai Panitia
Pengawasan Pemilu Wilayah 3 yang memiliki hak istimewa untuk
melakukan koordinasi dengan KPU dan intervensi langsung jika ditemukan
pelanggaran. Alhamdulillah pada tahun ini Pemilu Wilayah 3 berjalan
dengan lancar dan dapat menyatakan musyawarah mufakat dalam pemilihan
Sekwil. Dengan hasil mufakat saudara Prasasta Asrawijaya terpilih menjadi
sekwil untuk kepengurusan masa bakti 2018/2019.
MPA tahun ini dapat menghadiri sebagian besar acara tender wilayah
3, karena kegiatan dilaksanakan di Jawa. Namun sangat disayangkan untuk
Rakornas dan IMSS tidak dapat menghadiri karena alas an akademis yang
tidak dapat ditinggalkan serta dana yang tidak mencukupi. Namun MPA
tetap memberikan konsiderasi secara jarak jauh untuk laporan pertanggung
jawaban. Sehingga saya menyarankan untuk pemilihan MPA berikutnya
dapat dipertimbangkan tentang mobilitas serta finansial, namun hal ini bukan
pertimbangan mutlak.