Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

BERAT JENIS ZAT PADAT DAN ZAT CAIR (M.4)

Nama : Berkah Priya Primarta

NIM : 1308105015

Dosen : I Ketut Sukarasa, S.Si, M.Si

Asisten Dosen : Ni Wayan Sariasih

Putu Ika Paramitha Fitri

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS UDAYANA

2013
I. TUJUAN
1. Menentukan berat jenis zat padat yang berbentuk balok
2. Menentukan berat jenis zat padat yang bebentuk tidak beraturan
3. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca teknis
4. Mengenal dan belajar mempergunakan alat-alat yang bersangkutan

II. TINJAUAN TEORI


Berat Jenis adalah Konstanta atau ketetapan bahan tergantung pada suhu
untuk bentuk padat, cair dan bentuk gas yang homogen. Berat jenis didefinisikan
sebagai massa suatu bahan persatuan volume bahan tersebut.
Bentuk persamaan:
S = W / V  Berat jenis = Betat benda / Volume benda. atau
S =  . g  Berat jenis = Massa jenis benda / gravitasi.

Satuan berat jenis menurut SI (Satuan Internasioanal) adalah N .


m3
Dalam menentukan berat jenis suatu benda terlebih dahulu harus membedakan
wujud zatnya. Padat ataukah cair kemudian untuk benda zat padat apakah
bentuknya beraturan ataukah tidak beraturan. Menurut Archimedes : setiap benda
yang terendam seluruhnya atau sebagian di dalam fluida mendapat gaya apung
berarah ke atas, yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh
benda ini. Jika kita mengetahui volume zat cair itu, dimana berat gaya ke atas
inilah dihasilkan persarnaan :
FA =V x p x g
Untuk benda / zat padat yang berbentuk tidak beraturan maka rumusnya :
W = W udara - W air = FA = p x q x V benda
W = berat zat cair.
Untuk menentukan berat jenis zat cair. Secara matematis dapat
dirumuskan: wbenda
 benda 
vbenda
Untuk menentukan berat jenis, benda yang bentuknya tidak teraturan,
dapat menggunakan rumus : W = Wudara – Wair
FA = c . g . Vbenda

Sehingga berat jenis dapat dicari: wbenda


 benda 
vbenda
III. ALAT DAN BAHAN
1. Neraca teknis
2. Neraca Mohr
3. Penggaris
4. Air Suling
5. Balok kayu
6. Batu
7. Gelas ukur

IV. PROSEDUR PERCOBAAN


A. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok
1. Balok kayu yang telah disiapkan, diukur panjang, lebar serta tebalnya
menggunkan penggaris. Pengukuran dilakukan sebanyak 5 kali.
2. Setelah diukur menggunakan penggaris, balok kayu ditimbang dengan neraca
teknis untuk mengetahui berat dari balok. Penimbangan diulangi sebanyak 5
kali.

B. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan Neraca
1. Gelas ditimbang dalam keadaan kosong.
2. Proses penimbangan gelas kosong diulangi sebanyak 5 kali.
3. Setelah ditimbang dalam keadaan kosong gelas diisi air sebanyak 300ml dan
ditimbang kembali. Proses diulang sebanyak 5 kali.

C. Menentukan berat jenis zat padat bebrbentuk tidak beraturan


1. Batu ditimbang sebanyak 5 kali dengan neraca untuk menentukan berat batu.
2. Batu yang sudah ditimbang, dimasukan ke dalam air kemudian berat batu
dalam air serta kenaikan air dalam gelas ditentukan. Penimbangan kembali
juga dilakukan senyak 5 kali.
3. Suhu dalam air diukur dan ditentukan, setelah itu dicatat.
V. HASIL PENGAMATAN
A. Berat jenis zat padat berbentuk balok
 Balok I

Pengukuran Panjang (cm) Lebar (cm) Tebal(cm) Massa (gr)


I 9,6 5,85 3,6 163,1
II 9,3 5,9 3,7 163,3
III 9,5 5,8 3,6 160,7
IV 9,3 5,9 3,6 163,5
V 9,6 5,8 3,7 162,8

 Balok II

Pengukuran Panjang (cm) Lebar (cm) Tebal(cm) Massa (gr)


I 6,2 3,6 4,0 118,1
II 6,2 3,7 4,0 117,8
III 6,5 3,6 4,0 117,2
IV 6,1 3,6 4,0 117,1
V 6,1 3,7 4,0 118

B. Berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca

Pengukuran Gelas Kosong (gr) Terisi Air (gr)


I 190 465
II 190,7 465,9
III 190 464,1
IV 190 463,4
V 190,7 462,2
C. Menentukan berat jenis benda tidak beraturan (batu )

Pengukuran Massa batu (gr) Massa batu dalam air (gr) Batu + Air
I 0,2 0,15 355,5
II 0,2 0,15 355
III 0,2 0,15 354,7
IV 0,2 0,15 355,6
V 0,2 0,15 355,5

VI. PENGOLAHAN DATA


6.1. Ralat
 Zat padat balok
 Berat benda 1 :
No 𝑚(gr) 𝑚
̅ (gr) (𝑚 − 𝑚
̅)gr ̅ )2gr
(𝑚 − 𝑚
1 163,1 162,68 0,42 0,1764
2 163,3 162,68 0,62 0,3844
3 160,7 162,68 -2,1 4,2
4 163,5 162,68 0,82 0,6724
5 162,8 162,68 0,12 0,0144

̅ )2
∑(𝑚 − 𝑚 1,08952

̅ )2
∑(𝑚−𝑚
∆m = √ 𝑛(𝑛−1)

1,08952
∆m =√ 20

∆m = √0,054476
∆m = 0,24 gr
𝑚
̅ ±∆m = 162,68 + 0,24 gr
∆𝑚
Ralat nisbi = ̅
x 100 %
𝑚
0,24
= 162,68 x 100 %

= 0,15 %
Kebenaran praktikum = 100% - 0,15%
= 99,85%
Panjang benda 1 :
No 𝑙(cm) ̅
𝑙 (cm) ̅
(𝑙 − 𝑙 )cm (𝑙 − 𝑙 )̅ 2 cm
1 9,6 9,52 0,08 0,0064
2 9,3 9,52 -0,22 0,0484
3 9,5 9,52 -0,02 0,0004
4 9,6 9,52 0,08 0,0064
5 9,6 9,52 0,08 0,0064

∑(𝑙 − 𝑙 )̅ 2 0,02444

∑(𝑙−𝑙)̅ 2
∆l = √𝑛(𝑛−1)

0,02444
∆l =√ 20

∆l = √0,001222
∆l = 0,035 cm
𝑙 ̅ ±∆l = 9,52 + 0,035 cm
∆𝑙
Ralat nisbi = x 100 %
𝑙̅
0,035
= x 100 %
9,52

= 0,36%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,29%
= 99,64%

Lebar benda 1 :
No 𝑙(cm) ̅
𝑙 (cm) ̅
(𝑙 − 𝑙 )cm (𝑙 − 𝑙 )̅ 2 cm
1 5,85 cm 5,83 0,02 0,0004
2 5,9 cm 5,83 0.07 0,0049
3 5,8 cm 5,83 -0,03 0,0009
4 5,8 cm 5,83 -0,03 0,0009
5 5,8 cm 5,83 -0,03 0,0009

∑(𝑙 − 𝑙 )̅ 2 0,0088
∑(𝑙−𝑙)̅ 2
∆l = √𝑛(𝑛−1)

0,0088
∆l =√ 20

∆l = √0,00044
∆l = 0,021 cm
𝑙 ̅ ±∆l = 5,83 + 0,021 cm
∆𝑙
Ralat nisbi = x 100 %
𝑙̅
0,021
= x 100 %
5,83

= 0,36%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,36%
= 99,64%
Tinggi benda 1 :

No 𝑙(cm) ̅
𝑙 (cm) ̅
(𝑙 − 𝑙 )cm (𝑙 − 𝑙 )̅ 2 cm
1 3,6 3,64 -0,04 0,0016
2 3,7 3,64 0,06 0,0036
3 3,6 3,64 -0,04 0,0016
4 3,6 3,64 -0,04 0,0016
5 3,7 3,64 0,06 0,0036

∑(𝑙 − 𝑙 )̅ 2 0,00336

∑(𝑙−𝑙)̅ 2
∆l = √𝑛(𝑛−1)

0,00336
∆l =√
20

∆l = √0,00018
∆l = 0,014 cm
𝑙 ̅ ±∆l = 3,64 + 0,014 cm
∆𝑙
Ralat nisbi = x 100 %
𝑙̅
0,014
= 3,64
x 100 %

= 0,39%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,39% = 99,61%

 Benda 2
Berat benda :
No 𝑚(gr) 𝑚
̅ (gr) (𝑚 − 𝑚
̅)gr ̅ )2gr
(𝑚 − 𝑚
1 118,1 117,64 0,46 0,2116
2 117,8 117,64 0,16 0,0256
3 117,2 117,64 -0,44 0,1936
4 117,1 117,64 -0,54 0,2916
5 118 117,64 0,36 0,1296

̅ )2
∑(𝑚 − 𝑚 0,852

̅ )2
∑(𝑚−𝑚
∆m = √ 𝑛(𝑛−1)

0,852
∆m =√ 20

∆m = √0,054476
∆m = 0,0426 gr
𝑚
̅ ±∆m = 117,64 + 0,0426 gr
∆𝑚
Ralat nisbi = ̅
x 100 %
𝑚
0,0426
= 117,64 x 100 %

= 0,36 %
Kebenaran praktikum = 100% - 0,36%
= 99,64%
Panjang benda :
No 𝑙(cm) ̅
𝑙 (cm) ̅
(𝑙 − 𝑙 )cm (𝑙 − 𝑙 )̅ 2 cm
1 6,2 6,22 -0,02 0,0004
2 6,2 6,22 -0,02 0,0004
3 6,5 6,22 0,28 0,0784
4 6,1 6,22 -0,12 0,0144
5 6,1 6,22 -0,12 0,0144

∑(𝑙 − 𝑙 )̅ 2 0,1088
∑(𝑙−𝑙)̅ 2
∆l = √𝑛(𝑛−1)

0,1088
∆l =√ 20

∆l = √0,00544
∆l = 0,074 cm
𝑙 ̅ ±∆l = 6,22 + 0,074 cm
∆𝑙
Ralat nisbi = x 100 %
𝑙̅
0,074
= x 100 %
6,22

= 1,19%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,36%
= 98,81%

Lebar benda 2:
No 𝑙(cm) ̅
𝑙 (cm) ̅
(𝑙 − 𝑙 )cm (𝑙 − 𝑙 )̅ 2 cm
1 5,5 5,49 0,01 0,0001
2 5,5 5,49 0,01 0,0001
3 5,5 5,49 0,01 0,0001
4 5,5 5,49 0,01 0,0001
5 5,45 5,49 -0,04 0,0016

∑(𝑙 − 𝑙 )̅ 2 0,002

∑(𝑙−𝑙)̅ 2
∆l = √𝑛(𝑛−1)

0,002
∆l =√ 20

∆l = √0,0001
∆l = 0,01 cm
𝑙 ̅ ±∆l = 5,49 + 0,01 cm
∆𝑙
Ralat nisbi = x 100 %
𝑙̅
0,01
= 5,49 x 100 %

= 0,19%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,19%
= 99,81%

Tinggi Benda 2 :
No 𝑙(cm) ̅
𝑙 (cm) ̅
(𝑙 − 𝑙 )cm (𝑙 − 𝑙 )̅ 2 cm
1 4,0 3,98 0,02 0,0004
2 4,0 3,98 0,02 0,0004
3 3,9 3,98 -0,08 0,0064
4 4,0 3,98 0,02 0,0004
5 4,0 3,98 0,02 0,0004

∑(𝑙 − 𝑙 )̅ 2 0,008

∑(𝑙−𝑙)̅ 2
∆l = √𝑛(𝑛−1)

0,008
∆l =√ 20

∆l = √0,0004
∆l = 0,02 cm
𝑙 ̅ ±∆l = 3,98 + 0,004 cm
∆𝑙
Ralat nisbi = x 100 %
𝑙̅
0,02
= 3,98 x 100 %

= 0,51%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,51%
= 99,49%

 Zat cair
Berat gulus ukur :
No 𝑚(gr) 𝑚
̅ (gr) (𝑚 − 𝑚
̅)gr ̅ )2gr
(𝑚 − 𝑚
1 190 190,28 -0,28 0,0784
2 190,7 190,28 0,42 0,1764
3 190 190,28 -0,28 0,0784
4 190 190,28 -0,28 0,0784
5 190,7 190,28 0,42 0,1764

̅ )2
∑(𝑚 − 𝑚 0,588

̅ )2
∑(𝑚−𝑚
∆m = √ 𝑛(𝑛−1)

0,588
∆m =√ 20

∆m = √0,0294
∆m = 0,1715 gr
𝑚
̅ ±∆m = 190,28 + 0,1715 gr
∆𝑚
Ralat nisbi = ̅
x 100 %
𝑚
0,1714
= 190,28 x 100 %

= 0,09 %
Kebenaran praktikum = 100% - 0,09%
= 99,96%
Berat gelas ukur + isi air 300 ml :
No 𝑚(gr) 𝑚
̅ (gr) (𝑚 − 𝑚
̅)gr ̅ )2gr
(𝑚 − 𝑚
1 465 464,12 0,88 0,7764
2 465,9 464,12 1,78 3,1684
3 464,1 464,12 -0,02 0,0004
4 463,4 464,12 -0,72 0,5814
5 462,2 464,12 0,08 0,0064

̅ )2
∑(𝑚 − 𝑚 4,531

̅ )2
∑(𝑚−𝑚
∆m = √ 𝑛(𝑛−1)

4,531
∆m =√ 20

∆m = √0,22655
∆m = 0,476 gr
𝑚
̅ ±∆m = 190,28 + 0,1715 gr
∆𝑚
Ralat nisbi = ̅
x 100 %
𝑚
0,476
= 464,12 x 100 %

= 0,01 %
Kebenaran praktikum = 100% - 0,01%
= 99,99%
 Zat padat berbentuk tidak beraturan (batu)
Volume batu/kenaikan

No 𝑣(ml) 𝑣⃗(ml) (𝑣 − 𝑣̅ )ml (𝑣 − 𝑣̅ )2 ml


1 26 31,6 -5,6 31,361
2 32 31,6 0,4 0,16
3 31 31,6 -0,6 0,46
4 34 31,6 2,4 5,76
5 35 31,6 3,4 11,56

∑(𝑣 − 𝑣̅ )2 49,3

∑(𝑣−𝑣̅)2
∆m = √ 𝑛(𝑛−1)

49,3
∆v =√ 20

∆v = √2,4665
∆v = 1,571 gr
𝑣̅ ±∆v = 190,28 + 1,571 ml
∆𝑣
Ralat nisbi = x 100 %
𝑣̅
1,571
= x 100 %
31,6

= 4,97 %
Kebenaran praktikum = 100% - 4,97%
= 95,03%
Berat batu di udara :
No 𝑚(gr) 𝑚
̅ (gr) (𝑚 − 𝑚
̅)gr ̅ )2gr
(𝑚 − 𝑚
1 80 79 1 1
2 79 79 0 0
3 78 79 -1 1
4 79,7 79 0,7 0,49
5 78,3 79 -0,7 0,49

̅ )2
∑(𝑚 − 𝑚 2.98

̅ )2
∑(𝑚−𝑚
∆m = √ 𝑛(𝑛−1)

2,98
∆m =√ 20

∆m = √0,149
∆m = 0,39 gr
𝑚
̅ ±∆m = 79 + 0,39 gr
∆𝑚
Ralat nisbi = ̅
x 100 %
𝑚
0,39
= x 100 %
79

= 0,49 %
Kebenaran praktikum = 100% - 0,49%
= 99,51%
Berat batu dalam air

No 𝑚(gr) 𝑚
̅ (gr) (𝑚 − 𝑚
̅)gr ̅ )2gr
(𝑚 − 𝑚
1 355,5 355,26 0,24 0,0576
2 355 355,26 0,26 0,0676
3 354,7 355,26 -0,56 0,3136
4 355,6 355,26 0,34 0,1156
5 355,5 355,26 0,24 0,0576

̅ )2
∑(𝑚 − 𝑚 1,7388

̅ )2
∑(𝑚−𝑚
∆m = √ 𝑛(𝑛−1)

2.98
∆m= √ =0,386 gram
20

𝑚
̅ ±∆m = 355,26 0,386 gram
Ralat nisbi:

∆𝑚 0,386
̅
x 100 %= 355,26x 100% = 0,1 %
𝑚

Kebenaran praktikum:

100% - 0,1%=99,9%

6.2. Perhitungan

1. Zat padat berbentuk balok


A. Balok 1

Diketahui :

𝑝̅ =9,52 cm

𝑙 ̅ =8,53 cm

𝑡̅ =3,64 cm

w= 162,68 gr

Ditanya :

Massa jenis zat padat berbentuk balok

Jawab :

𝑣̅ = 𝑝̅ . 𝑙 ̅ . 𝑡̅

= 9,52 x 8,53 x 3,64

= 295,6 cm3

𝜌𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎= 𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑉𝑜𝑙𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎

162,68
= =0,55 gram/cm3
295,6

B. Balok 2

Diketahui :
𝑝̅ =6,22 cm

𝑙 ̅ =5,49 cm

𝑡̅ = 3,98 cm

w= 117,64 gram

Ditanya:

Massa jenis benda berbentuk balok

Jawab:

𝑣̅ = 𝑝̅ . 𝑙 ̅ . 𝑡̅

= 6,22 x 5,49 x 3,98

= 135,9 cm3

𝜌𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎= 𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑉𝑜𝑙𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎

117,64
= = 0,86 gram/cm3
135,9

2. Zat cair

Diketahui :

Rata-rata massa gelas : 190,28 gram

Rata-rata massa gelas dan air : 464,12 gram

Volume air : 300 mL

Ditanya :

Massa jenis air

Jawab :

Rata-rata berat air : 464,12-190,28 =273,84 gram

𝑊𝑐 273,84
pc= 𝑉𝑜𝑙𝑐= =0,91 gram/mL
300
3. Zat padat berbentuk tidak beraturan

Diketahui :

W udara : 79 gram

W air : 464,12-355,26 = 108,86 gram

pc : 0,91 gram/mL

g : 10 m/s2

Volume benda : 31,6 mL

Ditanya :

Massa jenis batu

Jawab :

W = W udara- W air = 79 – 108,86 = 29,86 gram

𝑊 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 29,96
𝑝 𝑏𝑎𝑡𝑢= 𝑣𝑜𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 = = 0,94 gram/mL
31,6

6.3. Tugas

1. Hitung berat jenis zat tersebut di atas berdasarkan data-data pengamatan A sampai D!
Berat jenis balok 1: 0,55 gram/cm3 = 550 kg/m3=55 N/m3
Berat jenis balok 2: 0,86 gram/cm3 = 860 kg/m3 = 86 N/m3
Berat jenis air : 0,91 gram/mL = 910 kg/m3 = 91 N/m3
Berat jenis batu : 0,94 gram/mL = 940 kg/m3 = 94 N/m3

2. Hitung keraguan (ralat kesalahan) untuk masing-masing hasil tersebut


Lihat bagian 6.2

3. Bandingkan hasil-hasil perhitungan berat jenis itu untuk zat-zat yang sama dan
berikan pembahasan atau penilaian!
No. Bahan Massa jenis hasil perhitungan (kg/
Massa jenis (kg/ m3)
m3 )
1. Kayu 350-980 550 dan 860
2. Air 1000 910
3. Batu 700-2600 940

Massa jenis tidak bergantung pada jumlah zat. Berapa pun jumlah zat yang
diukur,massa jenisnya akan tetap sama. Namun setiap zat yang berbeda memiliki
massa jenis yang berbeda pula. Massa jenis menunjukkan kerapatan massa suatu
zat.

VII. PEMBAHASAN
Dalam menentukan berat jenis pada praktikum kali ini kami hanya
menggunakan beberapa alat saja dalam mengambil data. Ada beberapa alat yang tidak
digunakan dalam mengambil data, salah satunya jangka sorong. Untuk menentukan
tebal dari balok kami mengganti jangka sorong dengan penggaris. Dalam mengukur
berat jenis zat padat berbentuk balok, data yang diperlukan untuk kita cari adalah
volume dan massa balok tersebut, di mana untuk mencari volumenya diperlukan data
panjang, lebar, dan tinggi dari balok itu. Rumus yang digunakan untuk menentukan
berat jenis suatu benda padat berbentuk balok, yaitu:
m
 S   .g
v
dengan S adalah berat jenis,  adalah massa jenis yang diperoleh dari pembagian
massa balok dengan volumenya, dan g adalah percepatan gravitasi.
Untuk pengukuran berat jenis zat cair dengan menggunakan gelas ukur dan
neraca, rumus yang digunakan sama dengan rumus untuk menentukan berat jenis
benda padat berbentuk balok, suhu air setelah diukur yaitu 27  C dengan Volume air
300ml. Massa benda yang digunakan adalah massa air, dimana massa air diperoleh
dari pengurangan massa gelas yang berisi zat cair yang akan diukur dengan massa
gelas yang kosong, sehingga rumus keseluruhannya menjadi:

S air 
ma  mg   mg .g
Va
Dengan ma adalah massa zat cair, mg adalah massa gelas kosong, dan va adalah
volume zat cair.
Sedangkan dalam pengukuran berat jenis benda berbentuk tidak beraturan,
untuk menentukan berat batu di udara digunakan neraca teknis dan untuk menentukan
berat batu terlebih dahulu dihitung berat air dan berat benda+air, maka dari selisih
berat air dengan berat benda+air diperoleh berat batu dalam air. Berat jenis batu
ditentukan dengan rumus :
𝑊 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑝 𝑏𝑎𝑡𝑢 = 𝑣𝑜𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎

dengan volume batu = kenaikan air setelah setelah dimasukan batu, dilihat sesuai
dengan gelas ukur.

VIII. KESIMPULAN
 Massa jenis atau berat jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda
 Dalam menentukan berat jenis suatu benda terlebih dahulu harus membedakan
wujud zatnya. Padat ataukah cair kemudian untuk benda zat padat apakah
bentuknya beraturan ataukah tidak beraturan.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis suatu benda adalah massa, gaya
gravitasi, volume.
 Hukum Archimedes berbunyi :"Setiap benda yang berada dalam satu fluida maka
benda itu akan mengalami gaya keatas, yang disebut gaya apung, sebesar berat
air yang dipindahkannya".

DAFTAR PUSTAKA
 Alit Paramarta, S.Si., M.Si., I Gede Cahya Pradhana. 2013. Penuntun
Praktikum Fisika Dasar I. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana.
 http://id.wikipedia.org/wiki/Berat_jenis

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai