Anda di halaman 1dari 8

Studi Alokasi Air DAS Serayu

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pokok
dan peningkatan kesejahteraannya, maka telah timbul peningkatan kebutuhan atas lahan
untuk usaha tani, sementara perkembangan ekonomi yang terjadi telah meningkatkan
kebutuhannya atas lahan untuk pemenuhan kebutuhan pembangunan sarana dan
prasarana ekonomi, seperti permukiman, perkantoran, industri/ perdagangan dan
pariwisata. Keadaan tersebut di atas telah menjadikan adanya perubahan tata guna dan
fisiografis lahan (degradasi lahan) yang berdampak pada perubahan perilaku hidrologis
dari sumber daya air yang berupa :
a. Berubahnya pola distribusi hujan tahunan dan debit puncak sungai.
b. Menurunnya ketersediaan air secara kuantitas dan kualitas yang telah
mengakibatkan terjadinya kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan usaha
pertanian dan RKI (Rumah tangga, Perkotaan dan Industri).
c. Meningkatnya daya rusak air yang berakibat timbulnya peningkatan tingkat
erosi, sedimentasi dan banjir serta tanah longsor.
Kebutuhan masyarakat pada air yang semakin meningkat mendorong lebih menguatnya
nilai ekonomi air dibanding fungsi sosialnya. Hal tersebut telah mengakibatkan timbulnya
konflik kepentingan antar masyarakat, antar sektor, antar wilayah dan berbagai pihak yang
terkait dengan air.
Sementara itu, dengan adanya perubahan lingkungan strategis sebagai pengaruh dari
terjadinya perubahan tatanan sistem politik dan pemerintahan, telah mengakibatkan
terpecahnya wilayah sungai menjadi wilayah-wilayah administratif.
Karena batas wilayah administratif dan batas wilayah sungai sangat jauh berbeda, banyak
kebijakan pembangunan di daerah yang tidak selaras dengan dasar-dasar pengelolaan
sumber daya air yang berwawasan wilayah sungai.
Fenomena tersebut diatas mengakibatkan pemenuhan kebutuhan akan air tidak dapat
dicukupi hanya dengan mengandalkan pendekatan hidroteknik. Karena suatu kegiatan

DRAFT LAPORAN AKHIR I-1


Studi Alokasi Air DAS Serayu

yang melibatkan banyak pihak harus juga menerapkan prinsip-prinsip manajemen. Oleh
karenanya, untuk mengantisipasi permasalahan pemenuhan kebutuhan air pada saat ini,
perlu dilaksanakan suatu sistim pengelolaan alokasi air yang selain menggunakan
pendekatan hidroteknik juga memperhatikan fungsi-fungsi manajemen.

1.2. Maksud dan Tujuan


Maksud kegiatan Studi Alokasi Air DAS Serayu untuk memberikan sarana dalam
menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan evaluasi dan pengendalian
alokasi air.
Tujuan pelaksanaan kegiatan Studi Alokasi Air DAS Serayu untuk memperoleh besaran
alokasi air DAS Serayu dalam rangka pemenuhan kebutuhan air dan pemeliharaan sungai
berdasarkan asas kemanfaatan umum, keseimbangan dan pelestarian.

1.3. Lokasi Pekerjaan


Lokasi kegiatan yaitu mencakup seluruh Daerah Aliran Sungai Serayu merupakan salah
satu DAS yang masuk kedalam Wilayah Sungai Serayu Bogowonto yang merupakan
Wilayah Sungai Strategis Nasional yang terletak di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Tengah.

DRAFT LAPORAN AKHIR I-2


Studi Alokasi Air DAS Serayu

Gambar 1.1. Peta Wilayah Sungai Serayu - Bogowonto

Gambar 1.1. Peta DAS Serayu di WS. Serayu Bogowonto

DRAFT LAPORAN AKHIR I-3


Studi Alokasi Air DAS Serayu

1.4. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


Pelaksanaan pekerjaan selama 4 (empat) Bulan/ 120 (seratus dua puluh) hari termasuk
mobilisasi. Pelaksanaan pekerjaan harus sudah dimulai sejak dikeluarkannya Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) yaitu tanggal 08 Agustus 2017 sampai dengan 05 Desember
2017.

1.5. Pengguna Jasa


Pengguna Jasa pada pekerjaan Studi Alokasi Air DAS Serayu adalah PPK Operasi dan
Pemeliharaan Sumber Daya Air I Satuan Kerja Operasi Dan Pemeliharaan SDA Serayu
Opak, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat.

1.6. Lingkup Pekerjaan


Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Pre Award Meeting Nomor : UM.
01.03/S.OPSDA.SO/01/83 bahwasanya lingkup pekerjaan akan mencakup beberapa
kegiatan utama / kegiatan pokok yang pelaksanaannya meliputi kegiatan lapangan dan
studi meja (deskjob), berdasarkan pemahaman konsultan dan sesuai dengan Surat Edaran
Dirjen SDA No 04 tahun 2012 tentang petunjuk teknis penyusunan neraca air dan
penyelenggaraan alokasi air. Lingkup pekerjaan dikelompokkan menjadi:
Kegiatan A : Persiapan/ Pendahuluan
− Persiapan Administrasi, Peralatan dan SDM
− Penyusunan RMK (QA)
− Pengumpulan laporan terdahulu dan peta terdiri dari :
1) Peta DAS dan WS
2) Peta administrasi
3) Peta rencana tata ruang wilayah
4) Peta tata guna lahan DAS
5) Peta lokasi titik pengambilan air
6) Skema sistem sungai dan jaringan irigasi
7) Peta lokasi prasarana SDA pengatur air
− Pengumpulan data yang terdiri dari :

DRAFT LAPORAN AKHIR 1-4


Studi Alokasi Air DAS Serayu

1) Data debit rata-rata harian minimum 10 tahun


2) Data hujan rata-rata harian minimum 10 tahun
3) Data Hidrometeorologi dan klimatologi
4) Data penggunaan air (irigasi, perikanan, PLTA dan PLTMH, pemeliharaan sungai,
serta rumah tangga, kota dan industri) yang memuat informasi pengguna, nama
sungai, koordinat titik pengambilan, lokasi (desa, kecamatan, kabupaten), debit
pengambilan (berdasarkan izin dan aktualnya), nomor izin dan masa berlakunya
termasuk untuk kebutuhan pemeliharaan lingkungan dengan menggunakan
formulir A-01
5) Kurva karakteristik bendungan
6) Data pola operasi bendungan dan kapasitas tampungan aktual
7) Data rencana pola tata tanam
− Survey / Kunjungan Lapangan Pendahuluan
− Kajian Awal Permasalahan
Kegiatan B : Analisis Data
− Validasi data yang telah dikumpulkan dengan melakukan pengecekan kembali,
akurasi, legalitas dan kelengkapan data.
− Pemilihan jenis penggunaan air (irigasi dan non irigasi), waktu dan jumlah
pemanfaatan air serta mengelompokkannya ke dalam setiap daerah layanan.
− Penentuan orde 3 dipilih berdasarkan pemanfaatan air non irigasi yang lebih besar
dari pemanfaatan air untuk irigasi, baik berupa bendung, maupun intake.
− Perhitungan kebutuhan air (irigasi dan non irigasi) pada setiap tempat pengambilan
dalam daerah layanan pada kurun waktu tertentu.
− Perhitungan ketersediaan air pada tempat-tempat pengambilan dalam daerah
layanan yang didasarkan pada debit andalan dengan lingkup resiko yang telah
disepakati pada kurun waktu tertentu.
− Skematisasi sungai dibuat dengan penamaan yang benar.
Kegiatan C : Kajian Neraca Air
− Penghitungan neraca air di setiap daerah layanan dengan mempertimbangkan urutan
prioritas penggunaan air untuk berbagai macam skenario yang didasarkan atas
alternatif prakiraan cuaca dan derajat atau tingkat pemenuhan kebutuhan yang

DRAFT LAPORAN AKHIR 1-5


Studi Alokasi Air DAS Serayu

dirangkum dalam formulir A-02. Mengisi form A-01 – A-09 dengan prioritas A-02 dan
A-02A.
− Penghitungan neraca air, dilakukan menggunakan perangkat lunak (software)
termasuk spreadsheet.
− Rencana alokasi air : hasil perhitungan neraca air dijadikan dasar untuk menghasilkan
rencana alokasi air dalam bentuk rencana penyediaan air rinci dengan berbagai
macam skenario yang membuat informasi alokasi debit pada setiap titik pengambilan
dan status pemenuhannya pada setiap periode waktu tertentu.
− Rencana alokasi air rinci disusun berbagai kondisi ketersediaan sebagai berikut :
1. Kondisi maksimal, normal, dan kering
2. Pada kondisi defisit air, dapat dilakukan pengaturan sesuai dengan
ketersediaan air berdasarkan skala prioritas.
− Pembuatan model Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) dan Rencana Alokasi Air Rinci
(RAAR) yang terintegritas.
Kegiatan D : Penyusunan Laporan dan Diskusi
− Penyusunan Laporan Pendahuluan, Kemajuan Pekerjaan (Bulanan), Laporan Antara,
Laporan Akhir, Laporan Penunjang (Laporan Neraca Air, Laporan Model Alokasi Air
dll.)
− Penyusunan Dokumen RAAT Alokasi Air DAS Serayu
− Diskusi Laporan

DRAFT LAPORAN AKHIR 1-6


Studi Alokasi Air DAS Serayu

1.7. Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan


Secara umum pelaksanaan pekerjaan "Studi Alokasi Air DAS Serayu" disajikan dengan
bagan alir pelaksanaan pekerjaan pokok sebagai berikut :

Gambar 1.2. Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan

DRAFT LAPORAN AKHIR 1-7


Studi Alokasi Air DAS Serayu

Lanjutan Gambar 1.2. Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan

DRAFT LAPORAN AKHIR 1-8