Anda di halaman 1dari 180

GENERAL BANKING LEVEL 1

PROGRAM PENDIDIKAN CALON PEGAWAI TAHUN 2018


PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH
KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA
Prepared by: PT. Bangun Kapasitas
Ferry Idroes, Dr.

Pendidikan:
§  Doctorate Strategic Management dari Universitas
Padjadjaran Bandung (2017)
§  Magister Management Risk Management dari Universitas
Indonesia Jakarta (2005)
§  Sarjana Ekonomi dari Universitas Andalas Padang (1990)

Pengalaman:
§  1991 – 2000 Account Officer, MarkeJng Manager, Branch
Manager pada Bank BDNI (BBO) dan Branch Manager pada
Bank Kesawan (QNB)
§  1998 – sekarang sebagai dosen pada berbagai Universitas
(Lektor Kepala)
§  2005 – sekarang sebagai Pemateri untuk PelaJhan dan
Seminar Manajemen Risiko, Perbankan, dan Keuangan pada
berbagai Lembaga Pendidikan dan PelaJhan.

Kontak:
§  Telepon : +62 811 150 945
§  Email : ferry.idroes@gmail.com
§  Media Sosial : ferry.idroes (instagram, linkedin)
2
GENERAL BANKING I

BAB 1
JENIS DAN PERANAN BANK

3
Gambaran Umum dan Tujuan Pembelajaran

Gambaran Umum Tujuan Pembelajaran


• Bagian ini mengulas tentang berbagai definisi •  Menjelaskan klasifikasi bank
dan/atau pengerJan tentang “bank”. •  Menjelaskan fungsi bank
• Perbankan di Indonesia muncul untuk
pertama kalinya sejak didirikannya •  Memahami tujuan didirikannya
Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM), perbankan Indonesia
pada masa pendudukan Belanda untuk
mengisi kekosongan akibat likuidasi
Vereenidge Oost-Indische Compagnie (VOC).

4
PengerUan Bank

•  Badan usaha yang menghimpun dana dari


m a s y a r a k a t d a l a m b e n t u k s i m p a n a n d a n
menyalurkannya kepada masyarakat kembali dalam
rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak

•  Dasar hukum:
UU No. 7 Tahun 1992 jo UU No. 10 Tahun 1998

5
Fungsi Pokok Bank

•  Menerima penyimpanan dana masyarakat dalam


berbagai bentuk
•  Menyalurkan dana dalam bentuk kredit kepada
masyarakat untuk pengembangan usaha
•  Memberikan jasa dalam kegiatan perdagangan dan
pembayaran dalam negeri maupun luar negeri, serta
berbagai jasa lainnya di bidang keuangan

6
6
Klasifikasi Bank
• Bank Sentral
Berdasarkan • Bank Umum
• Bank Perkreditan Rakyat
Fungsi • Bank Umum yang khusus melaksanakan tugas tertentu
• Bank Umum Milik Negara
• Bank Umum Swasta
Berdasarkan Kepemilikan • Bank Campuran
• Bank Pembangunan Daerah
• Bank Syariah

• Corporate Bank
Menurut Kegiatannya • Retail Bank
• Retail Corporate Bank

Menurut Status dan • Bank Devisa


Kedudukan • Bank Non-Devisa

7
Sifat Industri Perbankan
1. Jantung atau motor penggerak
perekonomian suatu negara à indikator
kestabilan Jngkat perekonomian negara
2. Sangat bertumpu pada kepercayaan
masyarakat à modal utama

Industri yang diatur ketat oleh pemerintah

Perubahan fungsi dan penegakannya harus


dilakukan sangat haU-haU à berakibat pada sisi
perekonomian negara

8
Fungsi Umum
2 1
Penyalur dana Penghimpun dana

Fungsi Individu Pemberian Individu


dan Kredit
Bank Simpanan
Peranan Bank
dalam Sistem P e n y a l u r a n
bentuk lain: Sumber
Keuangan Pengguna •  P e m b e l i a n
Dana
Dana surat berharga
•  Penyertaan
•  Pemilikan harta Modal
tetap

3 Pelayanan Jasa Keuangan (services),


antara lain: Usaha/InsUtusi
Usaha/InsUtusi
-  Sistem Pembayaran
-  Export/Import
-  Perdagangan Mata Uang
9
Fungsi dan Peranan Bank dalam Sistem Keuangan

FUNGSI KHUSUS

Agent of Trust

Agent of Development

Agent of Service
10
Peran Bank dalam Sistem Keuangan
•  Pengalihan dana dari surplus unit ke defisit unit
Pengalihan AkUva •  Jangka waktu surplus unit dapat diatur sesuai dengan
(Asset Transmuta6on) keinginan pemilik dana
•  Bank berperan dalam pengalihan akJva likuid

Transaksi •  Memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku


ekonomi untuk bertransaksi keuangan melalui
(Transac6on) berbagai macam produk, jasa, dan layanan

•  Menjaga likuiditas masyarakat, dengan membantu


Likuiditas (Liquidity) aliran likuiditas/ dana dari unit surplus kepada unit
defisit

•  Bank berperan sebagai broker


Efisiensi (Efficiency) •  Menjembatani dua pihak yang saling berkepenJngan
untuk menyamakan informasi yang Jdak sempurna

11
Peran Otoritas Perbankan (Bank Indonesia)
Mencapai dan memelihara KESTABILAN NILAI RUPIAH dan pembangunan nasional
secara keseluruhan
• Menetapkan sasaran moneter dengan memperhaJkan laju
Menetapkan dan inflasi yang ditetapkan
• Melakukan pengendalian moneter dengan cara, namun Jdak
melaksanakan kebijakan terbatas kepada: Operasi pasar terbuka, penetapan Jngkat
moneter diskonto, penetapan Cadangan Wajib Minimum, pengaturan
kredit dan pembiayaan

•  Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin


Mengatur dan menjaga atas jasa sistem pembayaran
kelancaran sistem •  Mewajibkan penyelenggara jasa sistem keuangan
pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya
•  Menetapkan penggunaan alat pembayaran

Mengatur dan
mengawasi Bank •  Tugas Otoritas Jasa Keuangan

12
GENERAL BANKING I

BAB 2
KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA

13
Gambaran Umum dan Tujuan Pembelajaran

Gambaran Umum Tujuan Pembelajaran


•  Proses komunikasi merupakan •  Menjelaskan pengerJan dan manfaat
akJvitas yang sangat penJng dalam komunikasi di tempat kerja
kehidupan ini, Jdak terkecuali dalam •  Memahami proses komunikasi
melaksanakan akJvitas di tempat •  Menjelaskan unsur dan jenis komunikasi
kerja. •  Memahami cara melakukan komunikasi
•  Seorang bankir yang baik harus yang efekJf
cakap melakukan komunikasi di •  Menjelaskan hambatan dalam
komunikasi
tempat kerja
•  Memahami bagaimana cara berbicara
dan mendengar efekJf

14
Manfaat Komunikasi di Tempat Kerja

Upaya untuk membuat


pendapat, menyatakan
perasaan, menyampaikan
informasi, dan sebagainya,
agar dipahami dan diketahui
oleh orang lain

•  To make opinions,
feelings, informa@on
KOMUNIKASI Longman •  Known or
understood by
others

• Keinginan
Keterampilan
atau kemampuan • Ide
untuk • Perasaan Dapat dimengerti
mengungkapkan • Pikiran orang lain
• Pendapat

15
Manfaat Komunikasi di Tempat Kerja bagi Karyawan

•  Memperoleh keterangan atau informasi yang diperlukan


dalam pelaksanaan pekerjaan.
•  Mewujudkan kerja sama antarpersonal di tempat kerja.
•  Memudahkan pengambilan keputusan.
•  Memudahkan dalam penyampaian kebijakan, peraturan,
ataupun ketentuan yang berlaku di tempat kerja.
•  Meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
•  Memudahkan dalam mengakses perkembangan ilmu dan
teknologi.
16
Manfaat Komunikasi yang EfekJf bagi Organisasi

Menciptakan Kepuasan Kerja

Menyelesaikan konflik

Meningkatkan produkJvitas

17
Konteks Komunikasi

Aspek Fisik Aspek Aspek Aspek


• Iklim, cuaca, suhu Psikologis Sosial Waktu
udara, bentuk
ruangan, warna •  Sikap, •  Norma •  Hari, jam, pagi,
dinding, penataan kecenderungan, kelompok, nilai siang, sore,
tempat duduk, prasangka, dan sosial, malam
jumlah peserta
komunikasi, alat emosi peserta karakterisJk
untuk menyampaikan komunikasi budaya
pesan

Tingkat Bentuk Situasi Keadaan Arena Jenis Cara

18
Klasifikasi Komunikasi berdasarkan Konteks
Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Kelompok

Komunikasi Publik

Komunikasi Organisasi

Komunikasi Massa
19
Komunikasi yang EfekJf: Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss

Menyampaikan informasi dan menghasilkan pengerJan

Menghasilkan kesenangan

Mempengaruhi sikap

Menghasilkan hubungan sosial yang lebih baik

Menghasilkan Jndakan nyata

20
Faktor yang Membuat Komunikasi EfekJf

Komunikator yang berperan baik

Tujuan yang jelas

Isi komunikasi jelas

Alat komunikasi tepat

Komunikasi menarik
21
Proses, Unsur, dan Jenis Komunikasi

Unsur Komunikasi Jenis Komunikasi Teknik Komunikasi


•  Komunikator •  Komunikasi Lisan yang EfekJf
•  Komunikan •  Komunikasi Tulisan • Mendengar yang efekJf
•  Saluran (Channel) • Terampil dalam berbicara
• Gaya bicara yang tepat
•  Pesan • Penampilan menarik
•  Respon • Hal lain, seperJ mengingat nama
dan ketulusan

22
Hambatan dalam Komunikasi

§  Hambatan pada komunikator dan komunikan


§  Hambatan pada kode-kode yang digunakan
§  Hambatan pada saluran komunikasi
§  Hambatan situasi komunikasi

23
Berbicara yang EfekJf
•  Menetapkan sasaran
•  Mengenali pendengar
•  Mempelajari tempat dan sasaran
•  Melakukan manajemen waktu
•  Mempersiapkan bahan
•  Mengelola teknik penyampaian:
–  7%: menggunakan kata-kata
–  38%: penggunaan nada dan suara
–  45%: penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh,
dan gerakan tubuh 24
Mendengar EfekJf

•  Mendengar dengan konsentrasi dan disertai usaha untuk


memahami pesan dan informasi yang disampaikan
•  Usaha memperoleh suatu pengerJan terhadap berita atau
pesan dengan menggunakan indra pendengaran

•  Bukan pendengar
•  Pendengar dangkal
Kualitas •  Pendengar yang bersikap kurang
Pendengar perhaJan
•  Pendengar dengan sikap
sungguh-sungguh

25
GENERAL BANKING I

BAB 3
PRODUK DANA
DAN
JASA PERBANKAN

26
Gambaran Umum dan Tujuan Pembelajaran

Gambaran Umum Tujuan Pembelajaran


•  Untuk memahami operasional bank •  Memahami berbagai produk
maka mutlak diperlukan pengetahuan dana
dasar mengenai berbagai produk dan
layanan yang secara umum telah •  Memahami berbagai layanan
diberikan oleh perbankan. Pada bab ini bank
akan dibahas tentang berbagai produk •  Memahami operasional dan
dana dan layanan serta akJvitas terkait
yang melekat pada suatu bank akUvitas bank secara umum

27
Produk Dana: Giro

Definisi: Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan


seJap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah
pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan (UU No. 10 tahun
1998 tentang Perbankan)

1.  Cek:
a.  Cek Atas Nama
b.  Cek Atas Unjuk (Bearer Cheque)
c.  Cek Silang:
•  Cek Silang Umum
•  Cek Silang Khusus
2.  Bilyet Giro
3.  Instrumen Pembayaran Lainnya:
a.  Nota Debet
b.  DraI/ Wesel
c.  Endorsement
28
Produk Dana: Tabungan

Definisi: Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya


dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi
tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya
yang dipersamakan dengan itu(UU No. 10 tahun 1998 tentang
Perbankan)

Perhitungan Bunga Tabungan



•  Berdasarkan saldo terendah
•  Berdasarkan saldo rata-rata
•  Berdasarkan saldo harian

29
Produk Dana: Deposito
Definisi: adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan
dengan bank (UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan)
Deposito berjangka, yaitu deposito yang dibuat atas nama, Jdak dapat
dipindahtangankan/ diperjualbelikan, dan pembayaran bunga dilakukan
seJap bulan pada saat jatuh tempo
SerUfikat deposito, yaitu deposito yang diterbitkan atas unjuk, dalam
nominal tertentu, dapat dipindah tangankan/ diperjualbelikan (secara
diskonto) serta dapat dijadikan sebagai jaminan kredit

Deposit On Call, yaitu sejenis deposito berjangka yang pengambilannya


dapat dilakukan sewaktu-waktu, asalkan memberitahukan bank paling
Jdak dua hari sebelumnya
30
Jasa Perbankan: Transfer

Definisi: Salah satu kegiatan jasa bank untuk memindahkan


sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi
amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang
ditunjuk sebagai penerima transfer


Jenis Transfer

•  Transfer Masuk (Incoming Transfer)
•  Transfer Keluar (Outgoing Transfer)

31
Jasa Perbankan: Inkaso

Definisi: Pemberian kuasa kepada bank oleh nasabah (baik perusahaan maupun
perorangan) untuk melakukan penagihan terhadap surat-surat berharga (baik yang
berdokumen maupun yang Jdak berdokumen) yang harus dibayar setelah pihak
yang bersangkutan (pembayar atau tertarik) yang berada di tempat lain (dalam
atau luar negeri) menyetujui pembayarannya

Warkat Inkaso:
•  Warkat Inkaso tanpa Lampiran (Clean Collec@on)
•  Warkat Inkaso dengan Lampiran
(Documentary Collec@on)

Jenis Inkaso:
•  Inkaso Keluar (Outward Collec@on)
•  Inkaso Masuk (Inward Collec@on)

32
Jasa Perbankan: Kliring
•  Definisi: Cara penyelesaian utang-piutang antar bank peserta kliring
dalam bentuk warkat atau bentuk-bentuk surat berharga di suatu tempat
tertentu, seperJ cek, bilyet, CD, nota debet

Menurut PBI No. 12/5/PBI/2010 Pasal 1 (4), tgl. 12 Maret 2010:
Kliring adalah pertukaran data keuangan elektronik dan/ atau warkat
antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama
nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu

•  Kliring Debet: Kegiatan kliring dalam SKNBI untuk transaksi transfer


debet. Menggunakan Warkat Debet (Cek, Bilyet Giro)

•  Kliring Kredit: Kegiatan kliring dalam SKNBI untuk transaksi transfer


kredit (paperless)

33
Sistem BI-RTGS
•  Definisi: Sistem transfer dana elektronik antar peserta dalam mata uang
rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara sekeUka per transaksi
secara individual
•  Penyelenggara BI-RTGS: Bank Indonesia c.q. Direktorat AkunJng dan
Sistem Pembayaran (DSAP)
•  Peserta BI-RTGS: Bank dan pihak selain bank yang memenuhi persyaratan
yang ditetapkan oleh penyelenggara dan Bank Indonesia
•  Rekening Giro: Rekening peserta dalam mata uang rupiah yang
ditatausahakan di Bank Indonesia yang digunakan untuk penyelesaian
akhir transaksi (seKlement)
•  SeKlement: kegiatan pendebetan dan pengkreditan rekening giro peserta
di Bank Indonesia

34
Penyelesaian Akhir BI-RTGS

•  Jenis transaksi yang harus diselesaikan melalui sistem BI-


RTGS:
1.  Transaksi antar bank dengan Bank Indonesia
2.  Transaksi antar bank
3.  Transaksi-transaksi lain yang dapat diselesaikan
melalui Sistem BI-RTGS
•  Instruksi Transfer
•  Pelaksanaan Instruksi Transfer
•  Biaya Transfer dan pelayanan BI-RTGS

35
Jasa Perbankan: Bank DraA & Traveller’s Cheque

•  Bank DraI: wesel yang dikeluarkan oleh bank kepada para


nasabahnya. Wesel ini dapat diperjualbelikan

•  Travellers Cheque: kertas berharga dalam mata uang yang


dikeluarkan oleh suatu bank, di mana bank tersebut akan
membayarkan sejumlah uang yang tertera di dalamnya
kepada orang yang tanda tangannya tertera pada Traveller’s
Cheque tersebut

36
Jasa Perbankan:
Surat Kredit Berdokumen (LeFer of Credit)
Definisi: Salah satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka
pembelian barang, berupa penangguhan pembayaran
pembelian oleh pembeli sejak LC dibuka sampai dengan jangka
waktu tertentu sesuai perjanjian

Menurut UCP 600:
Kredit berarJ seJap janji, bagaimanapun dinamakan atau
diuraikan, yang bersifat irrevocable dan karenanya merupakan
janji pasJ dari issuing bank untuk membayar (honour)
presentasi/penyerahan (dokumen) yang sesuai
*honour: at sight, deferred payment, acceptance, dan nego@a@on 37
LeFer of Credit (LC)
•  Hubungan koresponden antar bank di Indonesia maupun dengan bank-bank di
luar negeri:
–  Depository Correspondent
–  Non-Depository Correspondent

•  Pihak-pihak dalam LC:
–  Pembeli atau importir
–  Penjual atau eksporJr
–  Bank pembuka/ Issuing Bank
–  Bank Pembayar/ Paying Bank
–  Bank Pangaksep/ Accep@ng Bank
–  Bank Penegosiasi/ Nego@a@ng Bank
–  Bank Penjamin/ Confirming Bank

•  Kewajiban dan Tanggung Jawab dalam LC
38
LeFer of Credit (LC)

•  Bentuk dan Jenis LC


1. Revocable LC (*)
2. Irrevocable LC
3. Confirmed Irrevocable LC
4. Transferable LC
5. Back to Back LC
6. Red-Clause LC
7. Green Clause LC
8. Revolving LC
9. Stanby LC

•  Proses dan Langkah-Langkah LC

39
Jasa Perbankan: Bank Garansi
•  Definisi: suatu fasilitas kredit non-cash loan yang diberikan bank kepada
debiturnya dan/atau pihak lainnya yang disetujui oleh debitur dimana bank
menyatakan sanggup memenuhi kewajiban-kewajiban dari pihak yang dijamin
kepada pihak keJga sebagai penerima Bank Garansi, apabila pada saat waktu yang
telah ditetapkan pihak yang dijamin tersebut Jdak memenuhi kewajiban-
kewajiban (waprestasi/ cedera janji).

•  Definisi menurut SE. Bank Indonesia No.23/7/UKU tanggal 18 Maret 1991 jo SK


Direksi BI No.23/88/KEP/DIR tanggal 18 Maret 1991 tentang Pemberian Garansi
oleh Bank termasuk pengganJan atau perubahannya:
Garansi dalam bentuk warkat yang diterbitkan oleh bank yang mengakibatkan
kewajiban membayar terhadap pihak yang menerima garansi apabila pihak yang
dijamin cidera janji (wanprestasi).

40
Jasa Perbankan: Safe Deposit Box (SDB)
•  Definisi: Jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau
surat-surat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan
baja dan ditempatkan dalam ruang khazanah yang kokoh dan
tahan api untuk menjaga keamanan barang yang disimpan
dan memberikan rasa aman bagi penggunanya

•  Keuntungan SDB bagi nasabah:


–  Aman
–  Fleksibel
–  Mudah
41
Jasa Perbankan:
Electronic Banking (e-Banking)

§  Internet Banking
§  Phone Banking
§  SMS Banking
§  Mobile Banking

42
Jasa Perbankan:
Transaksi Jual Beli Valuta Asing

•  Kurs Bank Notes (BN)


•  Kurs Telegraphic Transfer (TT)
•  Kurs Traveller’s Cheque (TC)
•  Kurs Book Rate
•  Kurs Tengah BI

43
GENERAL BANKING I

BAB 4
PASAR UANG - PASAR MODAL
DAN
INVESTASI

44
  ejelaskan mengenai produk investasi
M
Gambaran dalam pasar uang, termasuk pasar
valas, pasar modal dan dasar- dasar
Umum dalam penentuan investasi yang
dilakukan bank dan nasabah

  Memahami dasar dasar produk


pasaruang
Tujuan   Memahami dasar dasar produk
pembelajaran pasar modal
  Memahami dasar-dasar investasi

45
Agenda

TRANSAKSI PASAR DASAR–DASAR


TRANSAKSI PASAR UANG MODAL INVESTASI

46
•  Pasar uang adalah suatu tempat yang mempertemukan
pihak yang membutuhkan dana (borrower bank) dengan pihak
yang meminjamkan dana (lender bank) untuk melakukan
transaksi pinjam-meminjam dana dengan bunga dan selama jangka waktu tertentu

•  Tujuan transaksi pasar uang
•  Mengatur kecukupan GWM
•  Memperoleh keuntungan melalui arbitrage dan gapping TRANSAKSI
PASAR
•  Instrumen Pasar Uang UANG
•  a. Call money
•  b. Surat Utang Jangka Pendek diterbitkan oleh pemerintah
•  c. Surat Utang diterbitkan oleh pihak swasta

•  KarakterisJk Pasar Uang


•  Over the counter (OTC)
•  Dana dalam berbagai mata uang dunia
•  Harga adalah Jngkat bunga yang disepakaJ
•  Jangka waktu transaksi sejak tanggal penyerahan sampai jatuh tempo
47
TRANSAKSI Faktor –faktor yang mempengaruhi Kurs
PASAR VALAS:
UANG o  Jumlah aliran valas yang besar dan
cepat
o  Posisi Balance of Payment
o  Mekanisme Transaksi Pasar Uang
o  Tingkat inflasi
o  Risiko Transaksi Pasar Uang
o  Suku bunga
o  Liquidity Risk o  GDP
o  Interest Rate Risk o  Kebijakan/kendali pemerintah
o  Credit Risk o  Perkiraan, spekulasi, rumor
o  Transaksi Pasar Valuta Asing
o  Fixed Exchange Rate System Macam –macam Bursa Valas
o  Floa@ng Exchange Rate o  Spot market
System o  Forward market
o  Pegged Exchange Rate o  Swap
System o  Deriva@ve
48
TRANSAKSI
PASAR
MODAL

•  Definisi: Pasar modal adalah suatu tempat/ sarana/ pasar, baik


bersifat abstrak maupun konkret yang mempertemukan antara
pihak pengguna dana dan investor/ pemilik dana. Investor dapat
menanamkan dananya dalam bentuk surat utang atau saham,
sedangkan pengguna dapat menghimpun dana dengan
menerbitkan surat utang dan/ atau saham atau instrumen surat
berharga lainnya dalam jangka menengah dan panjang

•  Menurut UU Pasar Modal, Pasar modal adala kegiatan yang


bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek,
perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,
dan lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek
49
TRANSAKSI
PASAR
MODAL

OJK

Bursa
Efek

LEMBAGA TERKAIT Bursa paralel


PENGELOLAAN
PASAR MODAL Lembaga Kliring
dan Penjaminan

L e m b a g a
Penyimpanan
d a n
Penyelesaian
50
TRANSAKSI
PASAR Keuntungan berinvestasi
MODAL saham:
☺  Capital gain
☺  Dividen
☺  Hak suara
SAHAM ☺  Hak mendapat pembagian
Berdasarkan
kekayaan
Berdasarkan
kepemilikan:
penerbitan: ☺  Subscrip@on privilages for new
1. Saham biasa
2. Saham
1. Saham yang share
sudah dikeluarkan
Preferens
2. Saham yang

3.Saham
conver6ble
belum diterbitkan
Risiko berinvestasi saham
o  Credit Risk/ Ownership risk
o  Market Risk
o  Liquidity Risk
51
TRANSAKSI REKSADANA

PASAR ◊  Salah satu jenis investment company
MODAL
◊  Menurut UU Pasar Modal No. 8/ 1995:
Reksadana adalah wadah yang dipergunakan
O
untuk menghimpun dana dari masyarakat
Indenture pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan
B
dalam porlolio efek oleh manajer investasi
L
I Issuer, investor, ◊  Jenis perusahaan reksadana (PT dan kontrak
G intermediary investasi)

A
◊  Reksadana terbuka dan reksadana tertutup
S Analisis terhadap diJnjau dari proses distribusi
I fixed income
◊  Dari jenis portofolio: reksadana saham,
reksadana obligasi, dan reksadana campuran
52
3 PRINSIP POKOK Tahapan Investasi
o  High risk high return o  Penentuan tujuan investasi
o  Time value of money o  Penentuan kebijaksanaan
o  Don’t put your money in one basket investasi

o  Pemilihan strategi
3 Kegiatan Investasi portofolio investasi
o  Analisis terhadap sarana/ instrumen o  memantau dan penilaian
investasi

o  Upaya proteksi keamanan atas Strategi Portofolio


pokok investasi o  Buy and hold strategy
o  Menilai kewajaran return yang o  Ac@ve management strategy
diterima terhadap risiko yang Jmbul o  Immuniza@on strategy
53
GENERAL BANKING I

BAB 5
BANCASSURANCE
DAN
WEALTH MANAGEMENT

54
Gambaran Umum Tujuan Pembelajaran

Meningkatnya kebutuhan
nasabah dan persaingan
perbankan membuat inovasi Memahami dan menjelaskan
produk dan akJvitas bank tentang bancassurance dan 3
berkembang, antara lain pilar pengelolaan wealth
bancassurance dan management
pelayanan wealth
management

55
BANCASSURANCE
Definisi Bancassurance
•  Pemasaran produk asuransi yang dilandasi dengan kerja sama antara bank dan
perusahaan asuransi
•  Pelayanan bancassurance adalah untuk melayani kebutuhan nasabah,
memberikan solusi menyeluruh kepada nasabah, dan melakukan proteksi risiko
bank
•  Dari sisi bank, tujuan bancassurance adalah untuk meningkatkan fee-based
income, loyalitas nasabah, efekJvitas penjualan, serta melakukan proteksi risiko
bank

3 model akUvitas bancassurance


•  Referensi dalam rangka produk bank
•  Referensi Jdak dalam rangka produk bank
•  Integrasi Produk
56
WEALTH MANAGEMENT

Pilar-Pilar Wealth Management

1.
2. 3. Mendistribusikan
Perlindungan dan dan transisi
Pertumbuhan dan
melestarikan kekayaan
akumulasi kekayaan
kekayaan

57
GENERAL BANKING I

BAB 6
KONSEP DASAR PERKREDITAN

58
Gambaran Umum Tujuan Pembelajaran

•  Untuk memahami operasional 1.  Mampu menjelaskan Prinsip


bank diperlukan pengetahuan Pemberian Kredit
dasar mengenai akJvitas suatu 2.  Mampu menjelaskan Jenis Kredit
bank, akJvitas yang paling utama 3.  Mampu menjelaskan
adalah perkreditan. KolekJbilitas Kredit
4.  Mampu menjelaskan Proses
•  Pada bab ini, akan diuraikan Pemberian Kredit
mengani konsep dasar
perkreditan dan manajemen
perkreditan, termasuk bagaimana
menangani kredit bermasalah.

59
I. Prinsip Pemberian Kredit

•  Kata kredit berasal dari kata credere (Yunani) atau creditum


(LaJn) yangberarJ kepercayaan

•  Kredit memiliki pengerJan penyediaan dana atau tagihan


yang sejenis hal itu, berdasarkan persetujuan atau
kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak
lain yang

•  Prinsip pemberian kredit (5C): Character, Capital, Capacity,


Condi6on of Economic, dan Collateral

60
A. Prinsip 5C
§  CHARACTER , penilaian bank atas karakter debitur sehingga bank dapat
menyimpulkan bahwa debitur tersebut jujur, beriJkad baik, dan Jdak
menyulitkan bank dikemudian hari. Kajian karakter dapat dilakukan
dengan Bank Checking (melalui SLIK), Trade Checking, dan Informasi
terkait asosiasi usaha dimana calon debitur terdaear
§  CAPACITY, penilaian bank atas kemampuan calon debitur dalam bidang
usahanya atau kemampuan manajemen debitur sehingga bank yakin
bahwa usaha yang akan dibiayai dengan kredit tersebut dikelola oleh
orang-orang yang tepat/benar. Pendekatan yang digunakan untuk menilai
Capacity yaitu Pendekatan Historis, Pendekatan Finansial, Pendekatan
Manajerial dan Pendekatan Teknis.
§  CAPITAL, penilaian bank atas posisi keuangan calon debitur
§  CONDITION OF ECONOMIC, penilaian bank atas kondisi pasar di dalam
negeri maupun luar negeri
§  COLLATERAL, penilaian bank terhadap agunan yang dimiliki oleh calon
debitur.
61
B.  Four Eye Principles: prinsip pemutusan kredit yang
melibatkan sinergi antara unit bisnis yang
bertanggung jawab dalam pencapaian pendapatan
dan unit bisnis risiko yang bertanggung jawab untuk
meminimalisasi biaya risiko.
C.  Prinsip One Obligor, pemberian kredit yang dilandasi
asumsi bahwa untuk perusahaan yang tergabung
dalam kelompok usaha, risiko satu debitur/
perusahaan dipengaruhi oleh risiko grupnya secara
keseluruhan.
D.  D. Prinsip Konsolidasi Eksposur:pendekatan untuk
mengetahui total kredit yang diperoleh debitur
mapun grup dengan menjumlahkan kredit yang telah
dan akan diberikan bank
62
E.  Prinsip Kepatuhan terhadap Regulasi, dalam memberikan
kredit, pejabat/pegawai kredit juga harus melaksanakan
ketentuan /aturan-aturan perkreditan

F.  Prinsip Pemantauan Kredit, kredit yang telah diberikan harus


dipantau secara akJf dan konsisten, melipuJ pemantauan
terhadap usaha debitur dan pemenuhan persyaratan
perkreditan.

63
II. Jenis Kredit
A.  Berdasarkan Jangka Waktu: Jangka Pendek, jangka
Menengah, dan Jangka Panjang

B.  Berdasarkan Sifat Penggunaan: Kredit KonsumUf dan Kredit


Komersial

C.  Berdasarkan Keperluan: Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi


dan Kredit Pembiayaan Proyek

D.  Berdasarkan Sifat Penarikan: Kredit Langsung dan Kredit


Tidak Langsung

E.  Berdasarkan Sifat Pelunansan: Kredit dengan Angsuran dan


Kredit Dibayarkan sekaligus saat jatuh tempo
64
F.  Berdasarkan Valuta: kredit yang diberikan dalam valuta
rupiah atau mata uang lainnya, seperU dolar AS, yen, atau
sesuai dengan keperluan usaha nasabah

G.  Berdasarkan Metode Pembiayaan: Kredit Biateral dan


Kredit Sindikasi

H.  Berdasarkan Lokasi Bank: Kredit Onshore dan Kredit


Offshore

I.  Berdasarkan Cara Penarikan: Sekaligus, Bertahap, dan


Rekening Koran
65
III. KolekJbilitas Kredit (Kualitas Kredit)
§  Tujuan penetapan koleJbilitas: untuk ,engetahui kualitas
kredit sehingga bank dapat menganJsipasi risiko kredit
secara dini.
§  Penetapan kualitas kredit mengacu kepada:
PBI No.14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas
AkJva Bank Umum dan SEBI No.7/3/DPNP perihal
Penilaian Kualitas AkJva Bank Umum
§  Kualitas kredit dapat ditentukan berdasarkan 3 (Jga)
parameter: Prospek Usaha, Kinerja Debitur, dan
Kemampuan Membayar

66
§  Penetapan Kualitas Kredit:
1.  Lancar (KolekUbilitas 1), apabila Jdak terdapat tunggakan
pembayaran pokok dan/atau bunga
2.  Dalam PerhaUan Khusus (KolekUbilitas 2), apabila terdapat
tunggakan pembayaran pokok dan atau bunga sampai 90 hari
3.  Kurang lancar (KolekUbilitas 3), apabila terdapat tunggakan
pembayaran pokok dan atau bunga sampai 120 hari
4.  Diragukan (KolekUbilitas 4), apabila terdapat tunggakan
pembayaran pokok dan atau bunga sampai 180 hari
5.  Macet (KolekUbilitas 5), apabila terdapat tunggakan
pembayaran pokok dan atau bunga di atas 180 hari

§  Kredit digolongkan bermasalah (Non Performing Loan/NPL),


apabila telah masuk dalam kualitas Kurang Lancar, Diragukan, dan
Macet.
67
IV. Proses Pemberian Kredit

68
Pengumpulan Informasi, Dokumen
& Verifikasi
Evalusi Kebutuhan Kredit
•  Permohonan Kredit
•  Pengumpulan Informasi dan Dokumen •  Perhitungan Suku Bunga
•  Verifikasi Data o  Metode EfekJf
o  On the Spot Checking (OTS) o  Metode Anuitas
o  Bank Checking o  Metode Flat
o  Trade Checking

Pelunasan dan
Analisis & Persetujuan Kredit Penyelamatan Kredit
•  Analisis Kualitatif: Aspek Manajemen, •  Restrukturisasi Kredit
Aspek Produksi, dan Aspek Pemasaran •  Tindakan Penyelamatan Kredit
•  Analisis Kuantitatif: Neraca, Laporan Lainnya
Laba/ Rugi, Laporan Sumber dan
Penggunaan Dana
69
GENERAL BANKING I

BAB 7
TREASURY

70
Gambaran Umum dan Tujuan Pembelajaran

Gambaran Umum Tujuan Pembelajaran


•  Pengelolaan akJva sebuah bank •  Memahami arJ
dilakukan oleh unit kerja khusus pengelolaan akJva
yang dikenal luas dengan
treasury, yang melakukan •  Memahami konsep dasar
pengelolaan akJva dalam pengelolaan akJva
bentuk penanaman dana •  Memahami fungsi dan
dengan memperhitungkan
sumber dana (Liability) peranan bidang treasury
bank

71
Pengelolaan AkJva
“Treasury” is the name for the center of financial
opera6ons within a company of the funds or revenue of
a government, coopera@on, or ins@tu@on

PENEMPATAN DANA PENEMPATAN DANA


(AKTIVA/ASSETS) (PASIVA/LIABILITIES+EQUITIES)
•  Kas (Uang tunai) •  Simpanan Pihak KeJga (Giro,
•  Giro BI Tabungan, Deposito)
•  Giro di bank lain •  Pinjaman dari bank lain
•  SBI •  Surat Berharga yang Diterbitkan

Senioritas
Likuiditas

•  Penempatan pada bank lain •  Modal


•  Surat Berharga
•  Kredit yang Diberikan
•  AkJva AkJf
•  AkJva Lain-lain
72
Fungsi Treasury

Pengelolaan • Membayar kewajiban yang jatuh tempo kepada pihak keJga;


• Memenuhi kebutuhan bisnis, termasuk pencairan kredit dan atau

Likuiditas Bank membayar biaya operasional;


• Memenuhi ketentuan Bank Indonesia, perihal kewajiban rasio GWM

Assets Liability •  Liquidity Gap


•  Repricing Gap
Management •  Foreign Exchange Gap

•  Fee based dari transaksi jual beli valas


Profit Center •  Pendapatan bunga (interest income) dari transaksi pinjam
meminjam uang dengan pelaku pasar uang lainnya

73
Assets Liability Management

•  Menjadi tanggung jawab ALCO, yaitu komite yang


bertanggung jawab dalam menetapkan strategi dan
kebijakan yang terkait dengan penataan portofolio
kedua sisi neraca, termasuk rekening administraJf
guna meminimalkan risiko likuiditas dan
mengopJmalkan pendapatan
•  Materi yang dibahas ALCO:
– AnJsipasi pengaruh eksternal terhadap kondisi bank à
perkembangan ekonomi, suku bunga, dan kurs
– Manajemen gap (likuiditas dan suku bunga)
– Manajemen valas
– Manajemen porlolio investasi
– Penetapan suku bunga kredit dan simpanan
74
AkJvitas Treasury
•  Transaksi valuta asing dan suku bunga atau
turunannya dengan Bank/Lembaga keuangan
Trading •  Tujuan memperoleh keuntungan jangka
pendek

•  Transaksi valuta asing dan suku bunga atau


turunannya dengan nasabah perorangan, badan
Sales (Penjualan) usaha, atau lembaga keuangan non bank
•  Tujuan memperoleh selisih (spread) antara nilai
penjualan dengan pembelian.

Bank boleh:
Bank Jdak boleh:
Transaksi di pasar uang (pasar
Transaksi di pasar saham dan
valas) dan pasar modal khusus
bursa komoditas
fixed income (obligasi)

75
AkJvitas Treasury sehari-hari

•  Memantau (memantau) posisi likuiditas awal


•  Memperkirakan kebutuhan likuiditas dari
transaksi pasar uang, perkreditan, dan dana
pihak keJga
•  Melakukan transaksi meminjam dana atau
menempatkan dana sesuai dengan strategi
dan limit yang telah ditentukan
•  Memantau perkembangan suku bunga dan
pasar uang, serta mengusulkan langkah-
langkah yang diperlukan
76
Kegiatan Treasury/Dealing Room

•  Transaksi dengan pihak


lawan
•  Melakukan transaksi
secara manual melalui
dealing slip atau dengan
sistem
•  Unit treasury opera@on
melakukan validasi dan
rekonsiliasi
•  Pelaporan sesuai
dengan sistem
77
Struktur Organisasi Treasury

Direktur Utama

Direktur Manajemen
Direktur Treasury Direktur Operasi
Risiko

Treasury/Dealing MarkeJng Risk Treasury OperaJon /


Room Management Seqlement

78
GENERAL BANKING I

BAB 8
PRINSIP AKUNTANSI PERBANKAN

79
§  GAMBARAN UMUM
Bab ini menguraikan tentang elemen-elemen dasar akuntansi umum,
akuntansi perbankan, kewajiban perpajakan, manajemen keuangan
dasar, proses pelaporan ke Bank Indonesia, dan berhubungan
dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja dalam membaca
serta mengarJkan atau menginterpretasikan laporan keuangan bank.

§  TUJUAN PEMBELAJARAN
–  Membaca, menjelaskan dan menginterpretasikan elemen-
elemen dasar akuntansi umum
–  Membaca, menjelaskan, dan menginterpretasikan elemen-
elemen dasar akuntansi perbankan
–  Membaca dan menjelaskan pos-pos yang ada dalam laporan
keuangan utama bank (neraca, laporan laba/rugi, dan off balance
sheet)
80
PRINSIP AKUNTANSI
§  Laporan keuangan (LK) dikatakan berkualitas jika
memenuhi syarat karakterisJk kualiJJf LK yang
terdiri dari andal, relevan, comparable, dan
understandable
§  Dasar utama akuntansi ini adalah PSAK dan
interpretasinya. Disamping itu juga harus
memperhaJkan PAPI
PENGERTIAN PRINSIP AKUNTANSI INDONESIA
TUJUAN AKUNTANSI
KONSEP DASAR
SIFAT LAPORAN KEUANGAN
81
LAPORAN KEUANGAN

Ruang Lingkup
§ Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
§ Laporan Laba/Rugi
§ Catatan Atas Laporan Keuangan
§ Laporan Perubahan Posisi Keuangan
Metode Pencatatan Transaksi Mata Uang Asing
Laporan Keuangan Interim
Laporan Keuangan Konsolidasi
Penggabungan Usaha (PSAK 22 tahun 2010)
82
AkJva
Kas
Bank
Surat-surat berharga
Piutang Usaha
Persediaan
Biaya dibayar dimuka
Investasi jangka panjang
AkJva tetap
AkJva Jdak berwujud
AkJva lain-lain
83
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
•  Akan diselesaikan dalam siklus operasi normal
•  Untuk tujuan diperdagangkan
•  Jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan
•  Perusahaan Jdak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda
penyelesaian liabilitas selama sekurang-kurangnya 12 bulan setelah
periode pelaporan

Liabilitas Jangka Panjang


• Pinjaman subordinasi
• Liabilitas bersyarat

84
MODAL
Modal saham
Tambahan modal disetor
Laba yang ditahan
Revaluasi akJva tetap
Sumber modal yang
utama:
•  Pemilik
•  Hasil Usaha

Sumber modal lainnya:


•  Sumbangan
•  Revaluasi 85
RASIO KEUANGAN

Permodalan
CAR = Modal/AkJva TerJmbang Menurut Risiko
Keterangan:
Modal terdiri dari:
Modal inJ (Tier 1)
Modal pelengkap (Tier 2)
Modal pelengkap tambahan (Tier 3)

ATMR Terdiri dari:
ATMR untuk risiko kredit
ATMR untuk risiko pasar
ATMR untuk risiko operasional
86
RASIO KEUANGAN

AkUva ProdukUf dan AkUva Non ProdukUf


a.  Non-Performing Loan Gross (NPL Gross)
NPL Gross = Kredit bermasalah / Total kredit
b. Non-Performing Loan Neq (NPL Neq)
NPL Neq = Kredit bermasalah – CKPN Kredit / Total kredit

Rentabilitas
a.  Return on Asset (ROA) = laba sebelum pajak/rata-rata total
akJva
b.  Return on Equity (ROE) = laba sebelum pajak/rata-rata ekuitas
c.  Net Interest Margin (NIM) = pendapatan bunga bersih/rata-
rata akJva produkJf
d.  BOPO = total beban operasional/total pendapatan
operasional
87
RASIO KEUANGAN

Likuiditas
Loan to Deposit RaJo (LDR)

Kepatuhan
a.  BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)
b.  GWM (Giro Wajib Minimum)
–  GWM Rupiah – Primer
–  GWM Valas
–  PDN (Posisi Devisa Neto) secara keseluruhan
88
LAPORAN EKSTERNAL

89
GENERAL BANKING I

BAB 9
STANDAR LAYANAN

90
GAMBARAN UMUM
Program pelayanan kepada nasabah merupakan upaya bank untuk memberikan
pelayanan terbaik sehingga nasabah nyaman untuk melakukan transaksi dengan
bank tersebut demi tercipta nasabah yang loyal terhadap bank tersebut akhirnya

TUJUAN PEMBELAJARAN
§  MengidenJfikasi standar layanan yang berlaku di industri perbankan
§  Menjelaskan standar penampilan, kebersihan dan kerapian ruang kerja
§  Menjelaskan pengetahuan produk, jasa dan standar pelayanan
§  Berkomunikasi kepada nasabah dengan bahasa, intonasi yang sesuai dan
dilaksanakan secara terbuka, profesional, ramah dan sopan
§  Menghargai dan tulus dalam memberikan layanan
§  MenindaklanjuJ kebutuhan dan keluhan nasabah dengan baik, sopan, dan
penuh empaJ
§  Menciptakan nasabah yang loyal terhadap bank tersebut dan merekrut
nasabah baru
91
STANDAR LAYANAN PERBANKAN
STANDAR PENAMPILAN DIRI
•  Wajar
•  Berpakaian rapi, serasi dan bersih, Jdak berlebihan
•  Memberikan sambutan senyum dan salam
•  Bersikap opJmis
•  Bersikap dan berperilaku yang baik, gesit, mudah
bergaul dan cepat tanggap
•  Mendengarkan nasabah dengan baik dan sopan
santun
•  Memberikan perhaJan dalam menghadapi nasabah
•  Selalu suka membantu nasabah
•  Meningkatkan kedisiplinan pegawai
92
STANDAR LAYANAN PERBANKAN

STANDAR KEBERSIHAN DAN KERAPIAN RUANG KERJA


§  Lingkungan yang bersih, higienis, aman dan menyenangkan
§  Meningkatkan semangat dan moralitas karyawan bank
§  Meminimalisasi pemborosan
§  Membantu karyawan dalam menegakkan disiplin pribadi
§  Menampilkan pribadi karyawan yang cekatan dan
profesional
§  Meminimalisasi gerak kerja yang tak bernilai tambah,
berjalan jauh, dan bergerak yang menimbulkan kelelahan
§  Memperjelas jalur kerja guna meningkatkan kualitas kerja ,
§  Meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi biaya operasi

93
PENGETAHUAN PRODUK DAN JASA PERBANKAN
Pengetahuan
produk dan jasa
perbankan harus
dikuasai secara
penuh, minimal
sesuai job desk
dan fungsi
jabatan yang
ditugaskan
sebagai pelayan
nasabah
perbankan
94
STANDAR KOMUNIKASI DENGAN NASABAH

Komunikasi yang baik dapat membangun kesan posiJf.


Aspek yang perlu dikomunikasikan dengan nasabah
adalah terkait aspek perlindungan nasabah yang
terhubung dengan transparansi informasi produk bank

95
STANDAR PENANGANAN KELUHAN NASABAH
EmpaJ kepada penyampai keluhan (emphaty)

Kecepatan memberikan tanggapan (quick response)

Permintaan maaf (apology)

Kredibilitas (credibility)

PerhaJan (aKen@veness)

Untuk menyelesaikan pengaduan, bank wajib


menetapkan kebijakan dan prosedur tertulis melipuJ:
§ Penerimaan pengaduan
§ Penanganan dan penyelesaian pengaduan
§ Pemantauan penanganan dan penyelesaian pengaduan96
GENERAL BANKING I

Bab 10
MARKETING & SELLING

97
GAMBARAN UMUM
Modul ini disusun untuk mengakomodasi pemenuhan
kompetensi “Merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan
kegiatan penjualan produk dan jasa perbankan”.

TUJUAN PEMBELAJARAN
§  Memahami konsep dasar pemasaran dan bagaimana proses menyusun
strateginya
§  Memahami bagaimana menyusun rencana dan menyiapkan akJvitas
penjualan dengan baik
§  Memahami bagaimana proses penjualan dilaksanakan secara berurutan
dari proses membuka penjualan, menggali kebutuhan nasabah,
menjelaskan benefit dan keunggulan produk, dan bagaimana memperoleh
komitmen dari nasabah, serta bagaimana melaksanakan penutupan
penjualan yang baik.
98
STRATEGI PEMASARAN
Konsep Dasar Pemasaran
§  Menyusun rencana pemasaran
§  Memahami segmentasi produk dan siapa marketnya
§  Dukungan lain yang membuat proses menjual lebih
efekJf

Segmenta6on Targe6ng Posi6oning

99
STRATEGI PEMASARAN

Product

Unsur
Promo6on Price
Marke6ng

Place

100
STRATEGI PEMASARAN
Marke6ng Mix – Component Factors
Product Place Promo6on Price
Distribu@on
Quality Adver@sing Level
channels
Distribu@on Discounts &
Features Personal selling
coverage allowances
Style Outlet loca@on Sales promo@on Payment terms
Brand name Sales territories Publicity
Inventory levels/
Packaging
loca@ons
Transporta@on
Product line
carriers
Warranty
Service level
101
PENJUALAN (SELLING)

Teknik Penjualan

  Tele-sales/Tele- Marke@ng
  Cross-Selling
  Consulta@ve Selling

MengidenUfikasi Target Nasabah


3 prinsip penJng penjualan:
1.  Candor (Tulus)
2.  Concern (Peduli)
3.  Competence (Cakap)
102
PENJUALAN (SELLING)
Tahapan dalam Proses Penjualan

Pembukaan (Opening)

InvesUgasi (Inves6ga6ng)

Menunjukkan kemampuan (Demonstra6ng Capability)

Memperoleh komitmen (Obtaining Commitment)

Menutup proses dengan penjualan (Closing)

103
PENJUALAN (SELLING)
Menyusun Laporan Penjualan

Realisasi penjualan dibandingkan target penjualan

Hitung volume dan transaksi serta hasil-hasil penjualan

Berikut catatan dan perhaJan khusus untuk seJap Jndak lanjut sebagai
bentuk komitmen kepada nasabah

Jika proses penjualan Jdak berjalan baik, sertakan informasi halangan dan
kendalanya untuk menjadi bahan masukan pada proses penjualan berikutnya

104
GENERAL BANKING I

BAB 11
TEKNOLOGI INFORMASI

105
GAMBARAN UMUM
Sistem aplikasi teknologi informasi perbankan harus
mengikuJ prinsip dasar yang telah ditetapkan oleh
Bank Indonesia sebagai regulator.

TUJUAN PEMBELAJARAN
§  Memiliki pengetahuan yang memadai mengenai akses ke
dalam sistem /aplikasi teknologi informasi
§  Memahami dan menerapkan prinsip security policy yang
berlaku
§  Memiliki pengetahuan yang memadai tentang apa yang
harus dilakukan jika terjadi masalah pada sistem/aplikasi
teknologi informasi
106
TEKNOLOGI INFORMASI PERBANKAN
AKSES KE DALAM SISTEM KOMPUTER
Komponen dasar TI, khususnya di dunia perbankan:
Hardware (perangkat keras/mesin)
SoIware (program aplikasi)
Brain-ware (operator)

Distribusi informasi terdiri dari:


Offline

Online
107
PRINSIP PENTING USER-ID

Unik, terpisah, berbeda

DinonakJsan oleh sistem jika dalam satu


periode salah beberapa kali berturut-turut

Dihapus setelah periode tertentu

Prinsip penUng password:


q  Tidak mudah diterka
q  Password baru Jdak boleh sama dengan password lama
108
TEKNOLOGI INFORMASI PERBANKAN

Manajemen

Perencanaan, pengembangan dan pengadaan

SISTEM Jaringan komunikasi


PENGAMANAN
Pengamanan informasi
Prosedur
Penggunaan Business Con@nuity Plan
Teknologi
Informasi End user compu@ng

Electronic banking

Penggunaan pihak penyedia jasa TI


109
TEKNOLOGI INFORMASI PERBANKAN
SISTEM PENGAMANAN
6 prinsip dasar terkait kebijakan mengenai pengamanan
informasi:
1.  Informasi adalah akJva yang berharga dan harus dilindungi
2.  Kendali pengamanan informasi dibutuhkan untuk menjaga
kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan akJva informasi
3.  Penerapan kendali pengamanan yang terbukJ memberikan
manfaat sesuai kajian dan analisis risiko
4.  Pengamanan informasi harus diterapkan menyeluruh dalam
organisasi
5.  Pengamanan informasi merupakan elemen penJng
6.  Pengamanan informasi merupakan sarana pendukung
untuk meningkatkan kepercayaan 110
TEKNOLOGI INFORMASI PERBANKAN

SISTEM PENGAMANAN

Kaji ulang (kaji ulang) berkala wajb dilakukan apabila
terjadi hal-hal berikut:
§  Perubahan dalam lingkungan usaha atau strategi
perusahaan
§  Perubahan dalam lingkungan/kondisi risiko
pengamanan informasi
§  Perubahan atau peraturan perundang-undangan
baru yang mempengaruhi proses sistem informasi,
pengelolaan TI dan lainnya.
111
TEKNOLOGI INFORMASI PERBANKAN
SISTEM PENGAMANAN

Pengamanan informasi dilaksanakan secara efekJf dengan memperhaJkan
hal-hal berikut:
§  Ditujukan agar informasi yang dikelola terjaga kerahasiaan, intergritas,
dan ketersediaannya dengan memperhaJkan kepada kepatuhan yang
berlaku
§  Dilakukan terhadap aspek teknologi , SDM, dan proses dalam
penggunaan TI
§  Mencakup pengelolaan akJva bank yang terkait dengan informasi,
kebijakan SDM, pengamanan fisik, pengamanan akses, pengamanan
operasional, dan aspek penggunaan teknologi informasi lainnya.
§  Adanya manajemen penanganan insiden dalam pengamanan informasi
§  Diterapkan berdasarkan hasil penilaian terhadap risiko pada informasi
yang dimiliki bank

112
TEKNOLOGI INFORMASI PERBANKAN
SISTEM PENGAMANAN

Dokumentasi kebijakan security yang terkait dengan
user-ID dan password biasanya mencakup:
§  Jenis dan persyaratan user-id dan password
§  Pengelolaan user-id
§  PengganJan password secara ruJn
§  Penghapusan dan penonakJfan user-id yang dalam
jangka waktu tertentu Jdak diakJsan
§  Penggunaan formulir dan log-book
§  Pembuatan laporan dan verifikasi laporan user-id
113
TEKNOLOGI INFORMASI PERBANKAN

MASALAH SISTEM KOMPUTER


Sarana berikut diperlukan untuk menangani permasalahan
teknologi informasi dan harus dimiliki serta dikelola oleh bank:
§  Help Desk
§  Power User
§  Back Up
§  Business Con@ngency Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan
(DRP)

114
GENERAL BANKING I

BAB 12
MANAJEMEN RISIKO

115
GAMBARAN UMUM
  Uraian manajemen risiko ini memberikan informasi mengapa
perbankan di Indonesia perlu mengelola risiko untuk mencapai
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan (sustainable business growth).
Selain itu, bab ini juga memberikan pengerJan tentang risiko dan 8 jenis
risiko yang dihadapi oleh perbankan, serta manajemen risiko

TUJUAN PEMBELAJARAN
  Peserta diharapkan mampu:
  Memahami mengapa bank menerapkan manajemen risiko
  Menjelaskan definisi risiko
  Menjelaskan pengerJan 8 jenis risiko
  Menjelaskan isi laporan profil risiko
  Memahami kerangka permodalan Basel 1, Basel 2, dan Basel 3
116
Nick LEESON - Barings BANK Collapse (1995)

117
Toshihido Iguchi – Daiwa (1995)

118
Yasuo Hamanaka – Sumitomo CorporaJon (1996)

119
Peter Young – Morgan GRENFELL (1997)

120
Helmut EISNER – BAWAG (2006)

121
Kerviel - Societe GENERALE Collapse (2008)

122
DCB seorang ACCOUNT OFFICER Bank “X” Cabang Ekajaya, Mangga Dua Raya,
Jakarta Barat ditangkap atas dugaan penggelapan dana kredit senilai Rp 3,6
miliar. Kasus ini bermula saat HA mengajukan kredit kepada Bank “X” melalui
DCB, untuk pembelian ruko di daerah Tebet, Jakarta Selatan sebesar Rp 4
miliar. DCB membantu HA dalam meloloskan berkas persyaratan palsu agar
pinjaman bisa disetujui. Bank “X” menyetujui pinjaman sebesar Rp3,6 miliar
pada Oktober 2010. Dana langsung ditransfer kepada penjual ruko yang
dibeli HA. Berdasarkani harga yang disepakaJ, terdapat kelebihan
pembayaran senilai Rp 1 miliar yang kemudian diberikan Rp 140 juta kepada
DBC sebagai bagian atas “bantuan” yang diberikan.
Kasus pengajuan kredit fikJf diketahui oleh Bank “X” saat pembayaran
angsuran kedua pada Desember 2010, macet. Sejak itu pula, HA menghilang.
Bank langsung menelusuri berkas persyaratan kredit dan diketahui idenJtas
dalam berkas itu palsu dan mulai diketahui keterlibatan DCB, kdalam
memanipulasi data pinjaman kredit yang diajukan.

Sumber: www.vivanews.com
123
Landasan Regulasi MANAJEMEN RISIKO di INDONESIA

§  Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.5/8/PBI/2003 Penerapan Manajemen Risiko


Bagi Bank Umum,
§  Surat Edaran (SEBI) No.5/21/DPNP Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank
Umum
§  Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 13/23/PBI/2011 tentang Penerapan
Manajemen Risiko bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
§  Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No.13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011
perihal Perubahan atas Surat Edaran No.5/21/DPNP perihal Penerapan
Manajemen Risiko bagi Bank Umum

Peraturan Bank Indonesia (PBI) merupakan ketentuan hukum yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia dan mengikat seJap orang dan/ atau badan dan dimuat dalam
Lembaran Negara Republik Indonesia. PBI yang diterbitkan dilengkapi oleh satu atau
lebih ketentuan pelaksanaan berupa Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI).
124
PengerJan & Regulasi Manajemen Risiko

Risiko merupakan potensi kerugian akibat terjadinya


suatu perisJwa (events) tertentu

Manajemen Risiko merupakan serangkaian


metodologi dan prosedur yang digunakan untuk
mengidenJfikasi, mengukur, memantau, dan
mengendalikan risiko yang Jmbul dari seluruh
kegiatan usaha bank

125

Pedoman Standar Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum
(SEBI) No.13/23/DPNP

Penerapan Manajemen Risiko Secara Umum (1/3)

§  Pengawasan akJf Dewan Komisaris dan Direksi;
§  Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit;
§  Kecukupan proses idenJfikasi, pengukuran, pemantauan,
dan pengendalian Risiko, serta
§  Sistem informasi Manajemen Risiko; dan sistem
pengendalian internal yang menyeluruh.
126

Pedoman Standar Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum
(SEBI) No.13/23/DPNP

Penerapan Manajemen Risiko untuk Masing-Masing Risiko (2/3)

Penerapan Manajemen Risiko untuk masing-masing Risiko yang melipuJ 8 (delapan)
Risiko:
§  Risiko Kredit,
§  Risiko Pasar,
§  Risiko Likuiditas,
§  Risiko Operasional,
§  Risiko Hukum,
§  Risiko Stratejik,
§  Risiko Kepatuhan, dan
§  Risiko Reputasi.
127

Pedoman Standar Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum
(SEBI) No.13/23/DPNP

Penilaian Profil Risiko (3/3)

§  Profil Risiko, baik untuk Bank secara individual maupun untuk Bank secara
konsolidasi. mencakup penilaian terhadap:
§  Risiko inheren (inherent risk) dan
§  Penilaian terhadap kualitas penerapan Manajemen Risiko yang mencerminkan
sistem pengendalian Risiko (risk control system)
§  Penilaian profil Risiko dilakukan terhadap 8 (delapan) Risiko
§  Penilaian profil Risiko Bank wajib mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang
mengatur mengenai penilaian Jngkat kesehatan Bank Umum (PBI 13/1/PBI/2011
dan SEBI 13/24/DPNP).

128
Profil Risiko
Inherent Risk
§  SeUap bisnis yang dimasuki oleh Bank mengandung
RISIKO yang menurut Bank Indonesia mencakup 8
RISIKO.
§  Penerapkan proses Manajemen Risiko Bank, dimulai
dari mengidenUfikasi risiko dan memahami seluruh
risiko yang sudah ada (inherent risks), termasuk
risiko yang bersumber dari cabang-cabang dan
perusahaan anak.
§  Pengukuran inherent risk dilakukan dengan
mengukur terjadinya perisUwa risiko (risk event)
berdasarkan probabilitas (frequency/likelihood)
d a n d a m p a k k e r u g i a n ( i m p a c t / s e v e r i t y) .
Selanjutnya Bank memberikan peringkat sesuai
hasil penilaian (assesment). Inherent Risk 129
Profil Risiko
Risk Control System

Kecukupan sistem pengendalian risiko (risk control system).


Pengukuran KUALITAS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO melipuJ:
1)  TATA KELOLA yang mencakup pengawasan akUf Komisaris dan
Direksi Bank serta risk appe6te;
2)  KERANGKA MANAJEMEN RISIKO yang mencakup kecukupan
kebijakan, prosedur dan penetapan limit;
3)  PROSES MANAJEMEN RISIKO yang mencakup kecukupan
idenUfikasi, pengukuran, pemantauan dan sistem informasi
Manajemen Risiko; dan
4)  sistem pengendalian internal yang komprehensif.
130
Profil Risiko
Risiko Komposit

131
Laporan Profil Risiko
§  Bank wajib menyusun laporan profil risiko untuk kepenJngan:
§  internal sebagai bahan supervisi untuk mengendalikan risiko Bank secara
efekUf.
§  pelaporan kepada Bank Indonesia,
§  Mulai tahun 2011, Bank Indonesia telah menggabungkan laporan profil risiko
dengan laporan Ungkat kesehatan Bank, dimana profil risiko menjadi salah satu
komponen penilaian kesehatan Bank.
§  Laporan profil risiko memuat laporan tentang Ungkat dan tren seluruh eksposur
risiko yang relevan dan sesuai dengan kompleksitas usaha Bank, termasuk profil
risiko perusahaan anak.
§  Laporan dilakukan TRIWULANAN untuk posisi MARET-JUNI-SEPTEMBER-
DESEMBER
§  Pelaporan selambat-lambatnya 15 HARI KERJA pada bulan SETELAH AKHIR BULAN
132
Basel Commilee Capital RegulaUon

133
134
Basel 1 (1988)

Weighted of Credit RISK


Risk CAR (8%) (only)
Minimum
Capital
Requirement Tier 1 (Core
DefiniJon of Capital)
CAPITAL à
ELIGIBLE CAPITAL Tier 2
(Supplementary
Capital

135
Amendment Basel 1 – Market Risk Amendment (1996)

Credit RISK
Weighted of Trading
Risk CAR (8%)
Market BOOK
RISK Banking
Minimum BOOK
Capital
Requirement
Tier 1 (Core Capital)
DefiniJon of
CAPITAL à Tier 2 (Supplementary
ELIGIBLE Capital)
CAPITAL
Tier 3 (AddiJonal Supplementary
Capital) à ONLY for Market RISK
in the Trading BOOK
136
Basel 1 (1988) toward Basel 2 (1999-2004)

137
Basel 2 (1999-2004)

138
Basel 2 (1999-2004)

139
Basel 2 (1999-2004) toward Basel 3 (2010-2015)

140
Basel 3 (2010-2015)

141
Basel 3 (2010-2015)

142
GENERAL BANKING I

BAB 13
KEPATUHAN

143
GAMBARAN UMUM
•  Kepatuhan (compliance) sudah menjadi suatu keharusan bagi bisnis
perbankan karena bisnis Bank adalah bisnis kepercayaan (trust). Bagi
bisnis perbankan, reputasi menjadi bagian yang sangat penJng untuk
menjamin peningkatan kinerja secara berkesinambungan. Reputasi suatu
bank yang baik dapat terbangun jika dan hanya jika bank mampu
menjalankan peran dan fungsi kepatuhan dengan baik.

TUJUAN PEMBELAJARAN
 Memahami arJ penJng dan prinsip-prinsip fungsi kepatuhan
perbankan
 MengidenJfikasi peraturan yang berkaitan dengan kepatuhan
 MemasJkan pelaksanaan peraturan internal dan eksternal
 Membuat laporan penyimpangan yang terjadi
144
ArJ PenJng Fungsi Kepatuhan

 Kepatuhan terhadap hukum, aturan-aturan, dan


norma-norma, membantu memelihara reputasi
bank-bank sehingga sehingga sesuai dengan
harapan nasabah, pasar, dan masyarakat.

  Bank yang lalai akan fungsi kepatuhan


berhadapan dengan Compliance Risk

145
Konsep Dasar dan Prinsip Kepatuhan
PengerUan Risiko Kepatuhan

 Bank Indonesia, risiko kepatuhan didefinisikan sebagai risiko


yang Jmbul akibat bank Jdak mematuhi dan/atau Jdak
melaksanakan peraturan perundang-undangan dan
ketentuan yang berlaku, termasuk prinsip syariah bagi bank
umum syariah dan unit usaha syariah
 Basel Commilee on Banking Supervision, fungsi kepatuhan
sebuah bank didefinisikan sebagai sebuah fungsi independen
untuk mengidenJfikasi, mengukur, memberikan saran,
memantau, dan melaporkan risiko kepatuhan bank, yaitu
risiko hukum atau sanksi-sanksi regulator, kerugian
keuangan, atau kehilangan reputasi yang diderita bank
sebagai akibat dari kelalaian menjalankan kepatuhan untuk
melaksanakan hukum, regulasi, code of conduct dan norma-
norma dari prakJk terbaik 146
Prinsip Manajemen Risiko Kepatuhan Basel
Tanggung
Jawab •  Prinsip 1: bertanggung jawab mengatur
Dewan manajemen risiko kepatuhan bank
Direksi

•  Prinsip 2: bertanggung jawab terhadap


Tanggung pengelolaan risiko kepatuhan yang efekJf
•  Prinsip 3: bertanggung jawab untuk
Jawab mengembangkan dan mengomunikasikan
Pejabat kebijakan kepatuhan, memasJkan dipantau,
dievaluasi & dilaporkan kepada Dewan Direksi
EksekuJf •  Prinsip 4: bertanggung jawab membuat fungsi
kepatuhan secara efekJf dan permanen
147
Prinsip Manajemen Risiko Kepatuhan Basel

•  Prinsip 5: Fungsi Kepatuhan Bank harus


independen
•  Prinsip 6: Fungsi kepatuhan bank harus memiliki
sumber daya yang memadai
Tanggung •  Prinsip 7: Fungsi kepatuhan bank harus dapat
Jawab Unit membantu pejabat eksekuUf dalam mengelola
risiko kepatuhan secara efekJf yang dihadapi
Fungsi bank
Kepatuhan •  Prinsip 8: hubungan antara internal audit harus
memperhaJkan ruang lingkup yang luas dari
akJvitas fungsi kepatuhan sehingga menjadi
subjek kaji ulang secara periodik oleh fungsi
internal audit

148
Prinsip Manajemen Risiko Kepatuhan Basel

•  Prinsip 9: permasalahan lintas negara di mana


bank harus patuh terhadap pelaksanaan hukum
dan regulasi dalam semua area yurisdiksi di
Tanggung mana bisnis dijalankan (host supervisor)
•  Prinsip 10: terkait dengan alih daya
Jawab (outsourcing), fungsi kepatuhan harus selaras
Lainnya dengan akUvitas manajemen risiko bank. Tugas
spesifik fungsi kepatuhan dapat dialih-dayakan
tetapi harus berkenaan dengan hal-hak yang
dapat diawasi oleh kepala divisi kepatuhan

149
Penerapan Manajemen Risiko Kepatuhan Perbankan Nasional

•  Mewujudkan terlaksananya budaya kepatuhan pada


semua Jngkatan organisasi dan kegiatan usaha bank

•  Mengelola risiko kepatuhan yang dihadapi bank

•  MemasJkan agar kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur serta


kegiatan usaham yang dilakukan oleh bank telah sesuai dengan ketentuan
BI dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

•  MemasJkan kepatuhan bank terhadap komitmen yang dibuat oleh bank


kepada Bank Indonesia dan/atau otoritas pengawas lain yang berwenang

150
Pengawasan AkJf Dewan Komisaris &Dewan Direksi
•  Dewan komisaris dan dewan direksi harus memasJkan bahwa
manajemen risiko dilakukan secara terintegrasi dengan manajemen
risiko lainnya

•  Dewan komisaris dan dewan direksi harus memasJkan seJap permasalahan


yang Jmbul diselesaikan secara efekUf oleh satuan kerja terkait dan
dipantau oleh satuan kerja kepatuhan

•  Direktur yang membawahi fungsi kepatuhan memiliki tanggung jawab: merumuskan


strategi, mengusulkan kebijakan, menetapkan sistem & prosedur, memasJkan sesuai
dengan peraturan per UU an, meminimalkan risiko kepatuhan, melakukan Jndakan
pencegahan, tugas lainnya.

•  Direktur harus independen dan melaporkan ke BI sesuai ketentuan

151
Sumber Daya Manusia

Pejabat dan Staf di satuan kerja kepatuhan dilarang


ditempatkan posisinya jika menghadapi konflik kepenUngan
dalam melaksanakan tanggung jawab fungsi kepatuhan

152
Organisasi Manajemen Risiko Kepatuhan
Tugas & Tanggung Jawab Satuan Kerja Kepatuhan

•  Membuat langkah langkah mendukung terciptanya budaya


kepatuhan pada seluruh kegiatan usaha bank
•  Memiliki program kerja tertulis dan melakukan idenJfikasi
pengukuran, memantau, dan pengendalian terkait manajemen
risiko kepatuhan
•  Menilai dan mengevaluasi efekJvitas, kecukupan, dan
kesesuaian kebijakan, sistem dan prosedur bank sesuai
dengan ketentuan BI dan peraturan per UU an yang berlaku
•  Melakukan kaji ulang dan/atau merekomendasikan pengkinian
dan penyempurnaan kebijakan, ketentuan, sistem, prosedur
sesuai ketentuan BI & peraturan per UU an yang berlaku
•  Melakukan upaya-upaya memasJkan kebijakan, ketentuan,
sistem, dan prosedur serta kegiatan usaha bank telah sesuai
dengan ketentuan BI dan UU

153
Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit

Bank wajib memiliki rencana kerja kepatuhan yang memadai dan bank harus
memasJkan bahwa efekUvitas penerapan manajemen risiko kepatuhan,
terutama dalam rangka penyusunan kebijakan dan prosedur sesuai dengan
standar berlaku umum, ketentuan, & per UU an yang berlaku

Bank harus memiliki limit risiko yang sesuai dengan Jngkat risiko yang akan
diambil, toleransi risiko, dan strategi bank secara keseluruhan dengan
memperhaUkan kemampuan modal bank, pengalaman kerugian di masa
lalu, kemampuan SDM, dan kepatuhan terhadap ketentuan eksternal

154
Proses Manajemen Risiko Kepatuhan

155
Pengukuran Risiko Kepatuhan
Score Range Peringkat Risiko Tingkat Kepatuhan Control Trend
90% - 100% Low Baik §  Skor meningkat
80% - 90% Low to Moderate Cukup (Membaik)
§  Skor tetap
50% - 80% Moderate Kurang
(Stabil)
30% - 50% Moderate to High Sangat Kurang §  Skor menurun
(Memburuk)
0% - 30% High Buruk

156
Pemantauan Risiko Kepatuhan
Suatu bank dapat membuat laporan hasil pemantauan risiko kepatuhan seJap
bulan dan disampaikan kepada pimpinan unit kerja terkait dan direktur
kepatuhan untuk dapat diJndaklanjuJ dengan baik

Untuk pelaporan eksternal, khususnya penyimpangan internal terkait proses


kerja, kegiatan operasional bank yang mempengaruhi kondisi keuangan bank
secara signifikan/penyimpangan lebih dari Rp. 100 juta. Telah diberikan format
oleh BI.

157
Pengendalian Risiko Kepatuhan
Pengendalian Risiko Kepatuhan
•  Dalam hal memiliki cabang di luar negeri, bank harus memasJkan bahwa
ia memiliki Jngkat kepatuhan yang memadai terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku di negara di mana kantor cabang
bank tersebut berada
Sistem Informasi Manajemen Risiko Kepatuhan
•  Sistem informasi manajemen risiko bank digunakan untuk mendukung
pelaksanaan proses idenJfikasi, pengukuran, pemantauan dan
pengendalian risiko
Sistem Pengendalian Internal
•  Untuk memasJkan Jngkat responsif terhadap penyimpangan akan
standar yang berlaku umum, ketentuan & UU yang berlaku

158
GENERAL BANKING I

BAB 14
AUDIT

159
GAMBARAN UMUM
•  Peranan pengawasan dalam pengelolaan operasional bank sangat
penJng bagi manajemen untuk mengendalikan jalannya operasional
dalam upaya untuk memasJkan bahwa operasional bank telah
dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus upaya untuk
memiJgasi dan meminimalisasi risiko yang telah terjadi dan/atau akan
terjadi sehingga langkah pengamanan prevenJf dapat segera diambil.
Dalam modul ini ruang lingkup dibatasi pada pembahasan tentang
akJvitas menindaklanjuJ hasil temuan audit.

TUJUAN PEMBELAJARAN
•  Memberikan gambaran penJngnya fungsi auditor dalam melakukan
pengawasan dan peran penJng bagi pegawai bank untuk memperhaJkan
dan melakukan perbaikan-perbaikan yang harus dilaksanakan
•  Memberikan gambaran mengenai Jndakan pegawai bank atas temuan
hasil audit (memahami temuan audit, memberikan rekomendasi,
memberikan penjelasan atas rekomendasi terlambat)
160
Pengawasan Unit Kerja
Pengawasan dilakukan secara internal maupun eksternal. Pengawasan
internal dituangkan dalam SOP. Pemeriksaan eskternal antara lain
dilakukan oleh:
  Satuan Kerja Audit Intern (SKAI)
  Auditor dari Bank Indonesia
  Auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
  Auditor dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)
  Auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP)

161
Pemeriksaan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Laporan hasil audit oleh KAP memuat:
  Posisi dan kondisi neraca keuangan
  Penyimpangan prosedur
  Fraud/manipulasi
  Kerugian dan atau potensi kerugian yang sudah dan/atau akan terjadi
  Evaluasi kelemahan prosedur dan pengawasan
  Saran perbaikan kepada auditee atas temuan audit
  Komitmen dari auditee mengenai langkah

162
Pengetahuan dalam MenindaklanjuJ
Hasil Temuan Audit
•  Job Descrip@on

•  Standard Opera@ng Procedure (SOP)

•  Pengetahuan tentang peraturan produk, jasa, dan hukum perbankan

•  Peraturan/ketentuan dari regulator antara lain UU Perbankan dan Peraturan BI

163
Ketrampilan dalam MenindaklanjuJ
Hasil Temuan Audit
Dalam menyusun rencana Jndak lanjut hasil audit, harus dapat dipasJkan:
  Semua temuan dalam laporan hasil audit telah dikonfirmasi dengan
auditor dan dicocokan dengan data
  Temuan hasil audit berdasarkan ketentuan yang berlaku
  Evaluasi Jngkat kompleksitas permasalahan untuk mendapatkan
komitmen waktu Jndak lanjut audit
  Lakukan pembahasan dengan pihak terkait bahwa rekomendasi dapat
dilaksanakan
  Tentukan cara yang dipilih untuk Jndak lanjut audit
  Siapkan alternaJf lain untuk anJsipasi

164
Melaksanakan
Rekomendasi dan Tanggapan
Hasil Audit
•  Berdasarkan rencana dan jadwal waktu pelaksanaan Jndak lanjut
hasil audit, melakukan rekomendasi sesuai

•  Apabila terjadi keterlambatan dalam melakukan rekomendasi hasil audit,


mengidenJfikasi permasalahan, mencari solusi & waktu untuk melakukan
rekomendasi

•  Melakukan revisi rencana Jndak lanjut hasil audit atas keterlambatan/tertundanya


pelaksanaan rekomendasi dan menyampaikanya kepada auditor/ yang berwenang

•  Menyusun laporan penyelesaian Jndak lanjut hasil audit

165
Langkah-Langkah
menyusun
Laporan Penyelesaian Tindak Lanjut
Siapkan format laporan sesuai ketentuan yang berlaku

Catat waktu pelaksanaan rekomendasi audit dalam format laporan yg telah


disediakan dan beri catatan rekomendasi

Kirim laporan ke auditor/yang berkepenJngan dan berikan


tembusan kepada pihak terkait

Administrasikan dan simpan dokumen/laporan yang telah dikirimkan


166
Sikap dalam MenindaklanjuJ Hasil Audit
Bankir patuh dan taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan

Bankir melakukan pencatatan yang benar mengenai segala transaksi yang


bertalian dengan kegiatan banknya

Bankir menghindarkan diri dari persaingan yang Jdak sehat

Bankir Jdak menyalahgunakan wewenangnya untuk kepenJngan pribadi


Kode EUk
Bankir menghindarkan diri dari keterlibatan dalam pengambilan keputusan
Bankir dalam hal terdapat pertentangan kepenJngan
Indonesia Bankir menjaga kerahasiaan nasabah dan banknya

Bankir memperhitungkan dampak yang merugikan dari kebijakan banknya


terhadap ekonomi, sosial & lingkungan
Bankir Jdak menerima hadiah atau imbalan yang memperkaya diri pribadi
maupun keluarganya

Bankir Jdak melakukan perbuatan tercela yang dapat merugikan citra profesinya
167
GENERAL BANKING I

BAB 16
HUKUM PERBANKAN

168
GAMBARAN UMUM
•  Guna menghindari adanya tuntutan hokum,
diperlukan penataan seJap kegiatan agar taat asas
dan penataan aspek-aspek hukumyang mengatur
bisnis supaya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

TUJUAN PEMBELAJARAN
•  Memahami dengan baik dan benar filosofi hukum perbankan
•  Menerapkan seJap ketentuan hukum perbakan dengan
konsisten dan konsekuen
•  Menjadikan hukum perbakan sebagai pengiring/pelindung/
mitra/pendamping dalam seJan kegiatan bisnis perbankan
169
Overview Hukum Perbankan

DASAR HUKUM
PERBANKAN

UU NO.7 UU No. 23 Peraturan


TAHUN 1992 tahun 1999 Bank UU No. 21
Tentang qg BI Indonesia Tahun 2011 Peraturan
Perbankan sebagaimana (PBI) dan Tentang OJK Per UU yang
sebagaimana diubah Surat Edaran terkait
diubah dengan terakhir dgn Bank dan Aturan
UU No.10 Pelaksanaan lainnya
UU No. 6 Indonesia
tahun 1998
tahun 2009 (SEBI)

170
Kerahasiaan Bank
Definisi Rahasia Bank:

Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank yang menurut
kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan (Pasal 1 UU
Perbankan).

Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanan
Nasabah.

171
Dispensasi atas Kerahasiaan Bank

•  KepenUngan perpajakan
•  Penyelesaian piutang Bank yang sudah
diserahkan kepada Badan Urusan Piutang
Harus memperoleh
Negara & Lelang/PaniUa Urusan Piutang izin tertulis dari BI
Negara
•  KepenUngan peradilan dalam perkara
pidana

•  KepenUngan peradilan dalam perkara perdata


antara Bank dengan Nasabah
•  Tukar menukar informasi antar Bank Tidak memerlukan
•  Permintaan atau persetujuan tertulis dari izin tertulis dari BI
nasabah penyimpan
•  Permintaan ahli waris yang sah dari nasabah
penyimpan yang meninggal dunia

172
Pengecualian terhadap Kerahasiaan Bank

Kerahasiaan bank Jdak berlaku untuk:



§  KepenJngan penyidikan/peradilan dalam perkara Tindak
Pidana Pencucian Uang (TPPU)
§  KepenJngan penyidikan perkara Tindak Pidana Korupsi
oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

173
Sanksi Membuka Rahasia Bank
berdasarkan
UU Perbankan
Sanksi
Barang siapa tanpa membawa izin tertulis dari Bank Indonesia
dengan sengaja memaksa Bank untuk memberikan keterangan
mengenai nasabah penyimpan dan simpanan diancam dengan
pidana penjara sekurang-kurangnya 2 tahun dan paling lama 4
tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp 100.000.000.000,00 dan
paling banyak Rp 200.000.000.000,00

Komisaris, Direksi atau pegawai Bank atau pihak terafiliasi yang


dengan sengaja memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan
diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 tahun dan
paling lama 4 tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp
4.000.000.000,00 dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00
174
1 Tujuan dan 3 Tugas atas Bank Indonesia

175
Tujuan, Fungsi dan Tugas
Otoritas Jasa Keuangan

176
177
178
178
179
179
TERIMA KASIH