Anda di halaman 1dari 6

STRATEGI PELAKSANAAN DAN STRATEGI KOMUNIKASI

MENGAJARKAN TEKNIK MENGONTROL NYERI MELALUI DISTRAKSI


PADA TN R DENGAN CF NECK FEMUR (S) DI RUANG ANGSOKA I RSUP
SANGLAH DENPASAR

OLEH:

DEVI DWI YANTHI


1302105057

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2017
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. Kondisi Klien :

1. Nama : Tn. R
2. Diagnosa : CF Neck Femur (S)
3. TTV : TD: 110/80 mmHg, RR: 20x/mnt,
N: 88x/mnt, S: 36C
4. Alasan Masuk RS :
Pasien dirujuk ke RSUP Sanglah dari RSUD Badung karena rusaknya alat C-
Arm di RSUD Badung, pasien dirawat di RSUD Badung dari tanggal 22
februari 2018 karena terjatuh saat bekerja mengerjakan bangunan, pasien di
rujuk ke RSUP Sanglah pada tanggal 26 Febriari 2018, dengan CF Neck
Femur (S)
5. Data fokus:
Data subyektif:
P: pasien mengeluh nyeri pada pangkal paha kiri akibat CF Fraktur yang di
alami
Q: nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk
R: Pasien mengatakan nyeri pada pangkal paha, nyeri tidak menjalar
S: Skala nyeri yang dirasakan skala nyeri 3 dari 0-10 (NRS)
T: Nyeri hilang timbul, dengan durasi kurang lebih 5 menit
Data obyektif:
Tanda-tanda vital:
TD: 110/80 mmHg, RR: 20 kali/menit, Nadi: 88 kali/menit, Suhu: 36C
Pasien tampak melindungi daerah nyeri

B. Diagnosa Keperawatan (Masalah) :

Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera fisik (CF neck femur sinistra) ditandai
dengan pasien mengeluh nyeri pada pangkal paha kiri akibat CF Fraktur yang di
alami, nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk, Pasien mengatakan nyeri pada pangkal
paha, nyeri tidak menjalar, skala nyeri yang dirasakan skala nyeri 3 dari 0-10 (NRS),
Nyeri hilang timbul, dengan durasi kurang lebih 5 menit. Tanda-tanda vital: TD:
110/80 mmHg, RR: 20 kali/menit, Nadi: 88 kali/menit, Suhu: 36C, Pasien tampak
melindungi daerah nyeri
C. Tujuan Khusus : tujuan yang akan dicapai, kriteria hasil

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan pasien dapat
mengontrol nyeri yang dirasakan dengan kriteria evaluasi:
NOC Label: Pain Level
1. Pasien melaporkan nyeri berkurang dengan skala nyeri 1 (0-10)
2. Ekspresi wajah pasien tampak rileks (tidak meringis)

D. Tindakan Keperawatan : tindakan apa yang akan dilakukan, SOP tindakan


tersebut

- Tindakan keperawatan yang akan dilakukan yaitu melatih teknik distraksi.


STRATEGI KOMUNIKASI
DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. PREORIENTASI
1. Memeriksa catatan keperawatan dan catatan medis pasien.
2. Mencuci tangan

B. ORIENTASI
1. Salam terapeutik:
“Selamat malam Bapak, perkenalkan nama saya yoga. Saya perawat yang
bertugas untuk merawat Bapak hari ini.”
Identifikasi pasien dengan pertanyaan terbuka dan cocokkan dengan gelang
identitas.
“Kalau boleh tahu nama lengkap Bapak siapa? Bapak ingat tanggal lahirnya?
Saya cocokkan dengan gelang identitasnya, Pak ya”
2. Evaluasi/validasi:
Tanyakan kondisi dan keluhan pasien saat ini.
“Bagaimana perasaan Bapak hari ini? Apakah masih ada keluhan nyeri?
Apakah ada keluhan lain?”
Memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya.
“Setelah apa yang sudah saya jelaskan tadi, apakah ada hal yang belum Bapak
pahami?”
3. Kontrak:
Topik : “Baik Pak, karena bapak masih sering merasakan nyeri pada pangkal
paha, maka hari ini saya akan mendampingi Bapak untuk berlatih tehnik
distraksi. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri yang Bapak rasakan
dengan mengalihkan perhatian bapak terhadap nyeri yang bapak alami kepada
hal-hal yang menyenangkan. Saya akan membimbing Bapak”
Waktu : “Baiklah Bapak, latihan ini akan berlangsung kurang lebih 10-20
menit.
Tempat : “Bapak, nanti latihan akan dilakukan di atas tempat tidur ya. Latihan
ini dilakukan dengan posisi yang paling nyaman untuk bapak. Apakah Bapak
bersedia?” Baik Bapak, sebelum kita memulai latihan apa ada yang ingin
ditanyakan? Baik kalau tidak kita mulai ya Pak.”

C. KERJA (langkah-langkah tindakan keperawatan): komunikasi saat


melakukan tindakan.
1. Menjaga privasi pasien
“Agar Bapak merasa nyaman, sampirannya saya tutup Pak ya.”
2. Mencuci tangan
“Sebelum kita mulai latihan ini, saya permisi cuci tangan sebentar Pak.”
3. Mempersiapkan pasien
“Sekarang silahkan Bapak mencari posisi yang nyaman, apakah ingin duduk di
tempat tidur atau berbaring saja”
4. Mulai latihan distraksi
“Baiklah, kalau Bapak lebih nyaman untuk posisi berbaring. Kegiatan apa yang
paling bapak senangi pak?. Baiklah jika bapak senang mengobrol mari kita
mengobrol mengenai kisah muda bapak”
Pada saat pasien rileks dan berfokus pada aktivitasnya perawat tidak perlu bicara
lagi.
Jika pasien menunjukkan tanda-tanda agitasi, gelisah atau tidak nyaman, perawat
harus menghentikan latihan dan memulainya lagi kalau pasien sudah siap.
5. Merapikan pasien
“Bapak, kita sudah selesai melakukan latihan distraksi untuk mengurangi nyeri
yang bapak rasakan. Bapak bisa mengulanginya saat bapak merasakan nyeri
untuk mengalihkan rasa nyeri yang bapak rasakan”
“Terimakasih atas kerjasamanya. Bapak bisa beristirahat kembali”

D. TERMINASI
1. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan
2. Evaluasi
Subjektif : “Bapak, sekarang kita sudah selesai melakukan latihan distraksi.
Apakah ada yang belum bapak pahami dari apa yang sudah kita lakukan tadi?
Bagaimana perasaan bapak sekarang? Apakah sudah lebih lega? Setelah
melakukan distraksi apakah nyeri bapak dapat berkurang? Kira-kira berapa skala
nyeri yang bapak rasakan setelah melakukan distraksi? Apakah relaksasi distraksi
ini bermanfaat untuk bapak?” “Terima kasih Bapak melakukan latihan distraksi
dengan baik dan sudah bersedia mendengarkan penjelasan saya. Semoga bapak
bisa menerapkannya dengan baik dan nyeri yang bapak rasakan dapat berkurang”
Objektif : pasien nampak rileks
3. Kontrak yang akan datang
Topik : “Baik Bapak, nanti saya akan kembali untuk melihat kondisi bapak
dan mengevaluasi kemampuan bapak dalam melakukan latihan napas setelah
kita latihan tadi.”
Waktu : “Saya akan kembali sekitar dua jam lagi ya, Pak.”
4. Tindakan lanjut pasien (apa yang perlu dilatih pasien sesuai dengan hasil
tindakan yang telah dilakukan)
“Bapak nanti dapat melakukan latihan distraksi ini sendiri ya, sesuai dengan apa
yang sudah kita lakukan tadi. Kalau Bapak merasakan nyeri bisa langsung
mempraktekkan sesuai dengan saat kita latihan tadi. Tapi kalau nyeri bapak
tidak berkurang bisa memberitahukan kepada perawat untuk tindakan
selanjutnya”.
“Baiklah, sebelum saya tinggalkan apakah ada yang ingin di sampaikan lagi atau
ada yang ingin ditanyakan? Kalau tidak, saya permisi dulu. Kalau Bapak
membutuhkan bantuan, bisa menghubungi saya di ruang perawat. Terima kasih
dan selamat beristirahat”.
5. Mencuci tangan

E. DOKUMENTASI
Mencatat hasil kegiatan dalam catatan keperawatan (tanggal, jam, dan respon
pasien serta tanda tangan nama terang).