Anda di halaman 1dari 3

UJIAN TENGAH SEMESTER

HUBUNGAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DENGAN PENYAKIT DIARE


DI DESA A TAHUN 2018

Mata Kuliah Penulisan Ilmiah


Dosen Pengampu : Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.A

strategi eko kel.


5.docx

Nama : Selfina Mayada Sitompul


NIM : 0801162017
Kelas : IKM-1 (V)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA


HUBUNGAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DENGAN PENYAKIT DIARE DI
DESA A TAHUN 2018

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Tiga per
empat bagian tubuh manusia terdiri dari air. Manusia tidak dapat bertahan hidup lebih dari 4-
5 hari tanpa minum air. Air juga merupakan zat yang paling parah akibat pencemaran.
Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat ditularkan dan disebarkan melalui air.
Penyakit penyakit tersebut merupakan akibat semakin tingginya kadar pencemar yang
memasuki air.
Air minum merupakan air yang digunakan masyarakat untuk dikonsumsi. Di dalam
permenkes pengertian air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses
pengolahan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan dan dapat langsung di minum.
(PERMENKES, 2010)
Air minum isi ulang merupakan salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum
masyarakat. Akan tetapi banyak yang belum mengetahui kualitas air minum isi ulang yang
telah sesuai dengan standar kualitas air minum.
Pengadaan air bersih untuk keperluan air minum, harus memenuhi persyaratan yang
sudah ditetapkan oleh pemerintah. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi
persyaratan secara fisika, mikrobiologi, kimia, dan radioaktif. Parameter wajib penentuan
kualitas air minum secara mikrobiologi adalah total bakteri Coliform dan Escherichia coli.
Penentuan kualitas air secara mikrobiologi dilakukan dengan Most Probable Number Test.
Jika di dalam 100 ml sampel air didapatkan sel bakteri Coliform memungkinkan terjadinya
diare dan gangguan pencernaan lain.
Sekitar tahun 1999, mulai muncul usaha depot air minum isi ulang. Depot air minum
adalah usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dan
menjual langsung kepada pembeli. Pengujian mutu produk wajib dilakukan oleh depot air
minum di Laboratorium Pemeriksaan Kualitas Air yang ditunjuk oleh Pemerintah
Kabupaten/Kota atau yang terakreditasi sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.
Pengujian tersebut bertujuan menjamin mutu produk air minum.
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh air minum yang kualitas mikrobiologisnya
buruk adalah diare. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara
berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi.
Survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare, Departemen Kesehatan dari tahun 2000
s/d 2010 terlihat kecenderungan insidens naik. Pada tahun 2000 IR penyakit Diare 301/ 1000
penduduk, tahun 2003 naik menjadi 374 /1000 penduduk, tahun 2006 naik menjadi 423 /1000
penduduk dan tahun 2010 menjadi 411/1000 penduduk. Kejadian Luar Biasa (KLB) diare
juga masih sering terjadi, dengan CFR yang masih tinggi. Pada tahun 2008 terjadi KLB di 69
Kecamatan dengan jumlah kasus 8133 orang, kematian 239 orang (CFR 2,94%). Tahun 2009
terjadi KLB di 24 Kecamatan dengan jumlah kasus 5.756 orang, dengan kematian 100 orang
(CFR 1,74%), sedangkan tahun 2010 terjadi KLB diare di 33 kecamatan dengan jumlah
penderita 4204 dengan kematian 73 orang (CFR 1,74 %).

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu
“Apakah ada hubungan kualitas air minum isi ulang dengan penyakit diare di desa A?”