Anda di halaman 1dari 69

dariRedaksi

: Melantun Kebersamaan
Berantas Kanker
Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP
Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab

alam dan sejahtera untuk semua anggota Yayasan Kanker Indonesia


(YKI) di seluruh negeri! Dengan bangga dan gembira kita songsong
kehadiran buletin kita yang bernama HARPA di tengah masyarakat YKI
tercinta. Buletin ini berfungsi sebagai pengikat dan corong sesama, lahan
untuk berkomunikasi dan berbagi rasa serta pengalaman dan kegiatan di
antara cabang-cabang.

Harpa juga kita hadirkan untuk masyarakat luas pemerhati YKI dan yang
ingin mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang penyakit kanker dan
penanggulangannya di Indonesia.

Nama HARPA diambil dari kata-kata HARAPAN TERPADU, karena kita


adalah pengemban amanah dari para Pendiri, Pembina, dan terutama
pasien-pasien di seluruh Indonesia. Namun nama ini juga mencerminkan
kebersamaan dan pentingnya dukungan semua pihak dalam upaya
memberantas kanker, karena alat musik yang bernama Harpa baru bisa
melantun suara musik merdu bila semua senar dimainkan sekaligus.

Buletin ini akan berisi laporan tentang berbagai kegiatan organisasi. Oleh
karena itu, kami mempersilahkan cabang-cabang untuk mengirim laporan
kegiatan beserta satu-dua foto agar bisa dinikmati cabang-cabang lain. Akan
ada juga rubrik info tentang kanker, diisi oleh anggota serta bekerjasama
dengan POI (Perhimpunan Onkologi Indonesia). Rubrik ini kita harapkan
menjadi salah satu unggulan dan sumber informasi bermanfaat bagi kita
semua.

HARPA baru lahir, sehinga pasti ada kekurangannya – dan untuk itu kami
mohon maaf serta menanti usulan para anggota dan pembaca sekalian,
sehingga buletin ini dapat terus kita kembangkan dan tingkatkan kualitasnya.
Sementara itu, mohon doa restu dan SELAMAT MENIKMATI....

Salam

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 1


daftarIsi
Pembina:
Karlinah Umar Wirahadikusumah

EDISI PERDANA | SEPTEMBER 2017 Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab:


Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD,
01 Dari Redaksi KHOM, FACP
HARPA: Melantun Kebersamaan Berantas Kanker
Direktur Produksi:
drg. Sally Sudrajat, Sp.OM
03 Sekapur Sirih 05 Ruang Pembina
HARPA Sebagai Harapan Menjaga Warisan Pendiri Public Relation:
di Indonesia Adiati Arifin M. Siregar
Ani Sumadi
07 Beranda YKI Pusat Iklan dan Dana:
Bidang Penelitian, Registrasi dan Tobacco Control :
Penny Iriana Marsetio
Untuk Solusi Terbaik Penaggulangan Kanker Di Masyarakat
Bidang Humas:
Distribusi:
Membangun Komunikasi: Dari Retro Run Hingga HUT YKI
dr. Melissa S. Luwia, MHA
Bidang Umum:
Pratiwi Astar
Menjaring Dana Pelancar Kegiatan
Vivien Kusumowardhani

Fokus YKI Redaktur Pelaksana:

14
Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B.Onk
dr. Yurni Satria, M.Phil, MHA
dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P (K)

World Cancer Day 2017 Sekretaris Redaksi:


Dalam Spirit ‘Kita Bisa. Saya Bisa.’ Watie S. Harnanto
Ulang Tahun Ke-40 YKI
Bakti Sosial Untuk Nelayan Staf Produksi:
Achmad Zihni Rifai

Ruang Ilmiah Arah Penanganan Kanker: Maksimal,


Desain dan Tata Letak:

26
Minimal, atau Di Antaranya?
Padi
Kanker Usus Besar (Kolorektal):
Kini Nomor 2 Setelah Tidak Masuk Hitungan
Penerbit:
Mengenal Lebih Dekat Perawatan Paliatif Yayasan Kanker Indonesia

36 Pejuang Kanker 45 Sosok YKI selalu berusaha memberikan yang terbaik


dalam menanggulangi masalah kanker.
Aku Wanita Berpayudara Satu KARLINAH UMAR WIRAHADIKUSUMAH
Kepedulian dan peran serta Anda melalui
Nelly Energi Pengabdian Yang
YKI akan sangat membantu keberhasilan
Tidak Pernah Surut
penaggulangan kanker di Indonesia.

49 RUBRIK KHUSUS 54 Serba Serbi Jika Anda membutuhkan informasi lebih


Sasana Marsudi Husada Kanker: Kumpulan Pembiaran jauh mengenai kanker, informasi bantuan
Mari Singgah di Sasana Marsudi dan Pembodohan dan perawatan penderita kanker atau ingin
Husada Hilangkan Mitos, Lihatlah berpartisipasi dalam program-program YKI
Sahabat YKI Fakta dalam bentuk apapun, hubungi kami di:
Dengan Sahabat YKI Kita Berbagi
YKI Sam Ratulangi

60 Berita YKI Cabang YKI Cabang DKI Jakarta:


Call Center 24 Jam Pasien
Telp: (021) 315 2603 eks.111
Fax: (021) 310 8170
YKI Cabang Kalimantan Timur: Paliatif
Menjangkau Dengan IVA e-mail: ykipusat@gmail.com
YKI Cabang Kalimantan Tengah:
YKI Cabang Papua: Deteksi Dini Demi Kualitas
Wanita Assolokobal: Inspirasi dari Hidup Kaum Hawa YKI Lebak Bulus
Pedalaman Wamena YKI Cabang Surakarta:
Telp: 021 750 7447 atau 021 7690704
YKI Cabang Jawa Barat: Lewat Kampanye Mengurangi
Dengan Yoga Tingkatkan Mood Beban Akibat Kanker

2 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


SekapurSirih

Sebagai Harapan
di Indonesia
Oleh: drg. Sally Sudrajat, Sp.OM
Ketua Bidang Organisasi YKI,
Direktur Produksi HARPA

engan memanjatkan puji syukur Kehadhirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Buletin
HARPA telah hadir di tengah kita. Buletin ini merupakan edisi perdana yang kami
terbitkan bersamaan dan menandai peringatan hari ulang tahun Yayasan Kanker
Indonesia (YKI) ke-40. Sebagai edisi perdana, sudah barang tentu banyak kekurangan
– meskipun pada tingkat gagasan dan pekerjaan di atas kertas boleh kami bilang sarat
pemikiran dan harapan.

Gagasan menerbitkan buletin yang kami namakan HARPA ini pada dasarnya
merupakan refleksi dari tuntutan organisasi yang menginginkan adanya media
komunikasi internal yang informatif dan memiliki nilai dokumentasi. Ke luar tentu
saja HARPA kami posisikan sebagai medium untuk mengkomunikasikan gagasan dan
program-program YKI kepada khalayak – terutama Visi dan Misi serta Tujuan yayasan
– sehingga masyarakat luas mengetahui dan tergerak mengakses program-program
kami.

Secara fungsional, HARPA kami orientasikan untuk menjadi salah satu media
sumber informasi terpercaya tentang kanker di Indonesia.

Kami menyadari tidak mudah memenuhi tuntutan tersebut. SDM kami terbatas,
dan kami tidak memiliki pengalaman menerbitkan media massa semacam ini. Meskipun
demikian, kami telah menyatukan tekad untuk menghadirkan buletin yang kami
harapkan kelak menjadi salah satu sumber informasi kredibel tentang kanker.

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker merupakan satu dari tiga


masalah utama yang mendasari pemikiran sejumlah tokoh nasional ketika mendirikan
Yayasan Kanker Indonesia 40 tahun silam. Sehingga, dalam perspektif ini, kehadiran
buletin HARPA terasa relevan dan merupakan bagian dari upaya terpadu YKI dalam
menjalankan fungsi layanannya kepada masyarakat, khususnya di bidang penyampaian
informasi dan pengetahuan tentang kanker.

Jutaan orang di dunia dilaporkan meninggal karena penyakit kanker. WHO


memperkirakan penderita baru kanker saat ini lebih dari 14 juta orang, dan akan
naik menjadi 19 juta pada 2025. Di Indonesia prevalensi penyakit kanker juga
memprihatinkan, yaitu sekitar 1,4 per seribu penduduk.

Penyakit kanker seringkali ditemukan sudah dalam stadium lanjut sehingga


sulit ditangani, dan berbiaya besar. Ini beban berat bagi pasien dan keluarga. Buletin

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 3


HARPA kiranya dapat menjadi medium untuk berbagi informasi tentang kanker seraya
membangkitkan kesadaran masyarakat untuk dapat hidup sehat dan memerangi
penyakit kanker.

HARPA adalah akronim dari Harapan Terpadu. Terkandung dalam makna ini adalah
harapan setiap individu agar informasi yang tersaji mempunyai manfaat khususnya
bagi pasien dan keluarganya, juga mereka yang mencari informasi yang benar tentang
kanker dan kesehatan pada umumnya.

Edisi perdana HARPA, yang masih jauh dari yang kami sendiri harapkan, hanyalah
titik awal, landasan untuk kami terus melangkah menjawab perkembangan kekinian.
Kami optimistis, dengan kekompakan organisasi dan dukungan pembaca, HARPA akan
benar-benar menjadi harapan sebagai buletin kanker yang fungsional untuk kita semua.
Semoga.n

BULAN-BULAN KANKER
Perang melawan kanker berlangsung sepanjang tahun. Namun secara internasional
dikenal bulan-bulan tertentu sebagai fokus pada beberapa jenis kanker.

JANUARI FEBRUARI MARET

Kanker Kolorektal
Bulan Pencegahan
Kanker Serviks Kanker Nasional
Kanker Ginjal

APRIL MEI JUNI

Kanker Testis Kanker Melanoma


Bulan Cancer Survivor
(Penyintas)
Kanker Kepala
Kanker Kandung Kemih
& Leher

JULI AGUSTUS SEPTEMBER


Kanker Anak-anak
Kanker Prostat
Kanker Sarkoma Kanker Ginekologik

Kanker Ovarium Kanker Tiroid

OKTOBER NOVEMBER DESEMBER


Kanker Paru Kanker Lambung
Kanker Payudara

Kanker Hati
Kanker Pankreas

Mari kita meriahkan bulan-bulan tersebut dengan acara-acara edukatif dan


menarik.n

4 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


RuangPembina

Menjaga Warisan Pendiri


tahun lalu 17 tokoh masyarakat dan pemerhati kesehatan Indonesia
bersepakat mendirikan yayasan yang mereka namakan Yayasan Lembaga
Kanker Indonesia (YLKI). Mereka merasa terpanggil melihat kenyataan
penderita penyakit kanker semakin banyak, sementara pengetahuan masyarakat
tentang kanker masih rendah. Kematian akibat penyakit ini juga meningkat karena
penderita datang berobat sudah stadium lanjut.

Di antara 17 tokoh di Indonesia yang mendirikan YLKI pada tanggal 17 April 1977
adalah: Dr. Mohammad Hatta, Letnan Jenderal KKO TNI AL (Purn.) Ali Sadikin, Prof.
dr. G.A. Siwabessy, Prof. dr. Soedarto Pringgoutomo, Sp. PA., R. Satoto Hoepoedio,
Prof. dr. Asmino, Dr. Arifin M.
Siregar. Sebagai Ketua Umum
pertama YLKI ditunjuk Prof.
dr. Soedarto Pringgoutomo
(1977-1978), kemudian
dilanjutkan oleh Karlinah Umar
Wirahadikusumah (1978-2006).

Pada 1987 YLKI diubah


menjadi YKI (Yayasan Kanker
Indonesia). Selanjutnya pada
2004 YKI menyesuaikan diri
dengan menyelenggarakan
Munas ke-IV dan menyusun
Anggaran Dasar/Anggaran
Rumah Tangga baru seperti
diamanatkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan. Pada Munas ke-IV
inilah untuk pertama kali keluar Surat Keputusan tentang Pembina Yayasan.

Undang-undang No. 16 tahun 2001 tegas mengamanatkan adanya Pembina


sebagai salah satu organ yayasan. Disebutkan dalam pasal 28 – 47, Organ Yayasan
adalah: 1. Pembina, 2. Pengurus, 3. Pengawas. Pada 11 April 2005 YKI untuk pertama
kali menetapkan pembina, di mana pemilihannya dilakukan oleh Pendiri YKI yang pada
waktu itu masih hidup, antara lain Ali Sadikin, Soedarto Pringgoutomo dan Arifin M.
Siregar, serta Ketua Umum YKI Karlinah Umar Wirahadikusumah.

Tidak ada periode masa jabatan untuk Pembina yayasan, tetapi dapat
mengundurkan diri dengan permohonan tertulis, atau berakhir dengan sendirinya
apabila Pembina meninggal dunia, atau karena beberapa alasan lain yang disebutkan
dalam pasal 8 ayat (2) Anggaran Dasar YKI.

Tentu tidak mudah menjalankan tugas sebagai Pembina YKI. Namun kami semua
merasa bangga dan terhormat duduk di jajaran Pembina YKI yang sekarang diketuai
oleh Karlinah Umar Wirahadikusumah. Merasa bangga dan terhormat bukan karena
luas dan strategisnya wewenang Pembina – seperti dijelaskan dalam Anggaran Dasar
YKI – melainkan karena YKI merupakan lembaga nirlaba yang sejak pembentukannya
40 tahun lalu hingga kini tetap mampu menjaga nama dan reputasinya dengan baik.

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 5


Orientasi dan bidang garapan YKI juga
jelas, seperti tertera dalam Visi dan Misi
YKI.

Berdasarkan pasal 28 Undang-


undang No. 16 tahun 2001 Tentang
Yayasan, mereka yang dapat menjadi
Pembina adalah orang perseorangan
sebagai Pendiri Yayasan dan atau mereka
yang berdasarkan keputusan rapat
Anggota Pembina dinilai mepunyai
dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan. Pembina tidak boleh
merangkap sebagai Pengurus dan atau Pengawas. Pembina tidak diberi gaji dan atau
tunjangan oleh Yayasan.

Di antara kewewenangan Pembina meliputi keputusan mengenai perubahan


Anggaran Dasar, pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota
Pengawas, penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan,
mengesahkan laporan tahunan Yayasan, serta penunjukan likuidator dalam hal Yayasan
dibubarkan.

Kami meyakini cita-cita mulia para tokoh pendiri ketika membentuk yayasan ini.
Kini menjadi tugas bersama seluruh jajaran Pengurus YKI untuk menjaga dan merawat
yayasan ini, agar terus berkembang maju sesuai Visi dan Misi yang diembannya.n

Dewan Pembina Pengawas


Ketua : Karlinah Umar Wirahadikusumah Ketua : Ir. Sylvia Harry Purnomo, M.Sc
Sekretaris : Soejetty Wardhanto, SH Wakil Ketua : dr. Sutjahjo Endarjo, M.Sc, Sp.PA
Anggota : Dr. Arifin M. Siregar Anggota : Harpini Winastuti, SH
Tati Satrio Sasono Hariani Mardjono Poerbonegoro
S.M. Ali Said dr. Batunahal PP. Gultom
Prof. dr. Mpu Kanoko S., Sp.PA (K), Ph.D
Gunarni suworo, SE
dr. Robby Tandiari, Sp.Rad, K (Onk). FICS
Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD, KHOM

Pengurus Pusat
Ketua Umum : Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP
Wakil Ketua Umum : Murniati Widodo AS
Sekretaris Umum
Bendahara Umum
: Novelina Krisna Rajagukguk, SE, MM
: drg. Titiek Imawati, Sp.Orth Susunan Pengurus
Wakil Bendara Umum : Martini Lim
Humas Yayasan Kanker Indonesia
Ketua
Anggota
: Adiati Arifin M. Siregar
: Ani Sumadi Masa Bakti 2016-2021
dr. Melissa S. Luwia, MHA
dr. Adityawati Gangga Iswari, M.Biomed
Yanti Budhyarto
Vivin Kusumawardhani
Pratiwi Astar

Ketua V (Umum) :
Ketua I Ketua II Ketua III Ketua IV Penny Iriana Marsetio
(Organisasi) : (Pelayanan Sosial) : (Pendidikan dan Penyuluhan) : (Penelitian, Registrasi dan Tobacco Control) : Anggota :
drg. Sally Salziah Sudradjat, Sp.OM Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B.Onk dr. Yurni Satria, M.Phil, MHA dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P (K) Sri Romadhyati Harmoko
Anggota : Anggota : Anggota : Anggota : Amah Sulfiah Ambardy
dr. Lukiarti Rukmini, MPH dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR (K) Dr. dr. Laila Nurrana, Sp.OG (K) Onk. Prof. dr. Rukmini R. Mangunkusumo, Sp.PA Noek Bressina Suhardjo
Watie S. Harnanto dr. Hotma Simatupang, Sp.OG dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp.OG (K) Prof. dr. Anwar Jusuf, Sp.PA Hertoeti Soemitro
Wita M. Purbo Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD dr. Anky Tri Rini Kusumaning Edhy, Sp.A (K) E. Soeminar Siregar Soeryokoesoemah Ammy Sutono Sudirdjo
dr. Nadia Ayu Mulansari, Sp.PD Tati Suroto, SKM Haryati Susilo
dr. Ratna Sudiro, Sp.Rad.Onk Sintha Uli Pakpahan, SKM, MA Satuti Yamin
Poppy Puspitasari Hayono Isman
Meiniar Ukas
Yasni Aida
6 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 Albert Charies Somphie
beranda YKI Pusat

Untuk Solusi Terbaik


Penaggulangan Kanker Di Masyarakat
Oleh: dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P (K)
Ketua IV Bidang Penelitian, Registrasi dan Tobacco Control

Kanker menjadi masalah kesehatan dilakukan tapi umumnya berbasis Rumah


untuk kelompok penyakit tidak menular. Sakit. Gambaran yang didapat tentu
Jumlah penderita baru terus meningkat saja adalah berupa gambaran pasti
dari tahun ke tahun. Ada banyak sebab, pasien yang telah sakit dan semuanya
antara lain semakin meningkatnya memperlihatkan masalah yang sama,

Bidang Penelitian, Registrasi dan Tobacco Control


informasi dan kemudahan penderita yaitu pasien datang pada saat penyakit
mendapat pelayanan dengan program telah memasuki stadium lanjut (hampir
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Data 75%). Kita sudah mempunyai data yang
BPJS memperlihatkan kanker sekarang lumayan bagus berupa estimasi jenis
ini menjadi penyakit nomor 2 terbanyak kanker di Indonesia. Melalui Globocan
yang menguras dana BPJS. Kanker 2012 yang dikeluarkan WHO dapat dilihat
bukan penyakit yang muncul tiba-tiba asumsi insiden beberapa jenis kanker.
karena termasuk penyakit kronik yang Kementrian kesehatan juga memberikan
membutuhkan waktu panjang untuk data tentang sepuluh jenis penyakit
menimbulkan gejala atau keluhan dan kanker di Indonesia dan tiga terbanyak
menyebabkan penderita datang ke adalah kanker payudara, serviks dan
fasilitas kesehatan. paru. Program registrasi kanker nasional
dengan metode yang baik sedang
Indonesia sebagai negara dengan dilakukan dan diharapkan tahun 2017
jumlah penduduk lebih dari 250 juta akan didapat gambaran masalah kanker
jiwa – menjadi negara dengan populasi berbasis populasi.
terbesar ke-4 setelah Tiongkok, India
dan Amerika – akan terus menghadapi Yayasan Kanker Indonesia (YKI)
masalah kanker, terutama jika usaha dalam kepengurusan priode 2016-2021
pencegahan belum dilakukan secara ini mencoba membuat program-progam
maksimal. Melalui pencegahan dengan dengan prioritas paling dibutuhkan
mengenalkan faktor-faktor risiko untuk masyarakat dan diharapkan dapat
kanker secara umum dan secara khusus berkontribusi positif dalam usaha
kewaspadaan (awareness) masyarakat bersama memerangi kanker. Prioritas
dapat ditingkatkan, dan bersama- program atau kegiatan YKI akan
bersama melakukan usaha pencegahan disesuaikan dengan masalah di lapangan.
dan atau menemukan penyakit ketika
penyakit masih pada tahap dini. Hal ini
akan mengurangi ongkos terapi jangka
panjang.

Masalahnya, kita di Indonesia seolah-


olah langsung dihadapkan pada masalah
besar tanpa tahu mesti melakukan apa.
Kita gagap dengan semua masalah
besar ini. Kenapa itu terjadi? Jawabnya
adalah karena kita tidak punya data
sebagai gambaran pasti tentang kanker
di masyarakat. Banyak penelitian telah
BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 7
Dengan banyaknya kasus, Rumah Sakit dini kanker payudara dan serviks.
tidak mampu melayani semua dan tidak Seberapa efektif program itu dan apa
semua kasus kanker mesti di rawat di yang perlu dibenahi dapat diberikan
Rumah Sakit, maka pengembangan berdasarkan hasil penelitian. Selanjutnya
pelayanan paliatif melalui pelatihan yang kita akan melakukan penelitian tentang
diselenggarakan secara berkelanjutan awareness terhadap kanker pada
akan menjadi bagian dari solusi berbagai lapisan masyarakat. Hasilnya
penanggulangan masalah kanker. Apalagi akan dapat memberikan masukan untuk
YKI mempunyai cabang yang banyak dan program penyuluhan yang lebih baik
tersebar di berbagai daerah. dan bermanfaat. Karena rokok menjadi
salah satu faktor risiko untuk berbagai
jenis kanker, maka dirasa perlu dilakukan
penelitian korelasi rokok dengan budaya
dan perilaku masyarakat. Penyuluhan
tentang rokok selama ini belum
memberikan hasil yang baik karena jumlah
perokok semakin meningkat, bahkan pada
usia muda. Diharapkan sebelum priode
kepengurusan berakhir penelitian dampak
rokok pada masyarakat dapat terlaksana.
Harapan lain, hasil penelitian dapat
menjadi jalur publikasi dan YKI dapat go
internasional lewat hasil penelitiannya.

Registrasi pada priode sebelumnya


dilakukan dengan pengumpulan data
berbasis Laboratorium Patalogi Anatomi,
namun akan diubah lebih sesuai dengan
kebutuhan dan keberadaan YKI di
Dari latar belakang di atas dapat masyarakat. Perubahan arah dan tujuan
disimpulkan keberhasilan program untuk registrasi agar sesuai dengan YKI yang
mengatasi kanker dibutuhkan data tidak fokus pada pengobatan tetapi
yang benar, sehingga program dapat lebih pada usaha promotif, preventif
dijalankan secara tepat dan efektif. Secara dan paliatif. Faktor lain perubahan arah
spesifik Bidang Penelitian, Registrasi dan registrasi karena registrasi yang dilakukan
Tobacco Control melakukan tahapan- Kementrian Kesehatan sudah berjalan
tahapan masing-masing programnya. dan mempunyai jangkauan lebih luas dan
Penelitian yang dilakukan diharapkan bersifat nasional.
tidak tumpang tindih dan tidak
melakukan topik yang bukan domainnya Peran YKI yang berhubungan dengan
YKI dan lebih mencari jawaban untuk tobacco control di Indonesia merupakan
masalah kanker di luar masalah medisnya. aktivitas bersama dengan pegiat lainnya.
Hal penting, meskipun YKI bukan institusi Keterlibatan YKI terlihat dengan keaktifan
ilmiah tetapi penelitian akan dilakukan pengurus dalam berbagai forum yang
dengan metode dan tata cara yang sesuai ada di Indonesia khususnya di Jakarta
dengan kaidah dan standar penelitian – tempat sebagian besar forum atau
yang baik. organisasi non profit bergerak. Beberapa
hasil positif telah dapat dikeluarkan
Tahap awal penelitian bertujuan sebagai hasil komunikasi dengan
mengevaluasi program YKI yang telah pemerintah melalui pendekatan yang
dilakukan misalnya skrining dan deteksi sejuk namun jelas. n

8 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Membangun Komunikasi:

Dari Retro Run Hingga HUT YKI


Divisi Humas (Public Relations) Yayasan Kanker Indonesia (YKI) merupakan bidang
baru yang dibentuk pada September 2016. Humas memiliki dasar untuk membangun
dan menjaga iklim yang kondusif dalam hal berkomunikasi, memahami dan menjalin
kerjasama antara YKI dengan publiknya. Hal tersebut disesuaikan dengan beragam
tujuan yang ingin dicapai oleh YKI, seperti meyakinkan masyarakat untuk mendukung
YKI, mengubah perilaku organisasi YKI terhadap masyarakat, mendukung bergeraknya
masyarakat dalam mendukung tujuan YKI.

Dalam menjaga kredibilitas sebagai lembaga nirlaba, tugas public relations


adalah untuk meningkatkan informasi akan peran YKI di masyarakat. Membangun
kredibilitas YKI di masyarakat dan menjaganya dalam nuansa kompetitif dan menjaga
sensitifitas merupakan alasan utama mengapa YKI perlu melakukan kegiatan public

Bidang Humas
relations. Sehingga, public relations tidak dapat dipisahkan dari kegiatan-kegiatan yang
melibatkan pengumpulan dana (fund raising) – meski sudah ada bagian pendanaan.

Sejak dibentuknya Divisi Humas, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan guna


mendukung kegiatan YKI secara keseluruhan, meliputi:

RETRO RUN (Jakarta, 18 September 2016)


Sekitar 1.500 lebih peserta mengikuti kegiatan
pengumpulan dana amal dengan berlari mundur dalam
ajang Retro Run 2016. Lari mundur pertama di Indonesia
ini merupakan hasil kerja sama Mundhiparma dan YKI.
Kegiatan olahraga ini juga sebagai aksi nyata bentuk
kepedulian terhadap pengidap kanker di Indonesia.

Guna meluruskan informasi yang beredar


tentang peran YKI yang mengarahkan pada
obat tertentu, Tim Humas merilis berita
pers pada tanggal 3 Oktober 2016 dan
menyatakan bahwa YKI tidak memasarkan
maupun mengarahkan obat tertentu.
Hal ini berkaitan dengan beredarnya
iklan produk obat antioxidant dari merek
tertentu untuk kampanye pencegahan kanker
payudara pada sebuah seminar.

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 9


YKI mengadakan kerjasama dengan
Estee Lauder dalam rangka ‘Breast
Cancer Awareness month’.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan
memberikan pemaparan tentang kanker
payudara, pada tanggal 6 Oktober 2016,
dengan pembicara YKI, Prof. Dr. dr. Aru W.
Sudoyo. Acara dilanjutkan pada minggu
berikutnya tanggal 13 Oktober 2016,
dengan pembicara YKI, Dr. dr. Sonar Soni
Panigoro. Sejumlah selebritas hadir pada
acara ini untuk mendorong kepedulian
masyarakat terhadap penyakit kanker,
khususya kanker payudara. Dalam
kampanye yang kali ini mengusung tema
‘Take Action Together to Defeat Breast
Cancer’, lipstik hasil penjualan Estee
Lauder pada periode bulan tersebut
disumbangkan ke Yayasan Kanker
Indonesia.

Jakarta Fashion Week


(Jakarta, 23 Oktober 2016)
YKI bersama PT. Mundipharma Healthcare
Indonesia dan Iwet Ramadhan menginspirasi
wanita Indonesia melalui fashion show
bertajuk ‘I am Still a Woman’, dalam rangka
bulan Peduli Kanker Payudara di Jakarta
Fashion Week 2017. Pada kegiatan ini, Tim
Humas YKI memfasilitasi sejumlah tokoh
wanita sebagai volunteer peraga fashion, di
antaranya Ibu Trisna Jero Wacik, Rima Melati,
Sendy Yusuf, Ayu Rosan, Prisia Nasution. Tim
Humas juga menyebarkan berita pers terkait
Jakarta Fashion Week 2016.

Mandiri Jakarta Marathon 2016


(Jakarta, 20 Oktober 2016)
YKI mengajak masyarakat untuk
berpartisipasi pada Mandiri Jakarta
Marathon 2016 yang diselenggarakan
oleh Kementerian Pariwisata Republik
Indonesia bersama dengan Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta dan promotor Inspiro
pada 23 Oktober 2016. Tim Humas
membuat dan melakukan diseminasi
berita pers untuk turut mewartakan
kegiatan tersebut.

10 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


YKI beri IVA dan tes Pap Smear gratis bagi
Tenaga Kerja Perempuan Indonesia di Hong
Kong (Hong Kong, 12 - 13 November 2016)
Kegiatan ini dilaksanakan oleh YKI dan
difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik
Indonesia (KJRI) di Hong Kong. Tim Humas
mendampingi kegiatan tersebut di Hong Kong,
serta mendiseminasi berita pers terkait kegiatan
tersebut.

Press Conference (Jakarta, 30 November 2016)


YKI menggelar press conference guna
mempromosikan konser ‘HYPERLOVE – Musical Fiesta’
yang akan digelar 19 Desember 2016 di Graha Bhakti
Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini
dilaksanakan guna mengajak dan meningkatkan
kepedulian masyarakat terhadap penyakit kanker.
Pagelaran ini merupakan kerjasama dengan Yayasan
Kidung Bangsaku dan Bank Central Asia.
Pagelaran ‘HYPERLOVE – Musical Fiesta’
(Jakarta, 19 Desember 2016)
Tim Humas YKI turut mendukung acara
ini di antaranya menghadirkan sejumlah
wartawan, mendistribusikan berita pers
dan photo release, serta menjadi Master
of Ceremony konser tersebut. Konser
ini mengangkat lagu-lagu tradisional
Indonesia sebagai upaya menyemangati
para penderita kanker dan juga memberikan
dukungan moral bagi survivor kanker.

Kerjasama Talkshow dengan DAAI TV (Januari


s/d Februari 2017)
Dalam rangka menyosialisasikan bahaya
kanker kepada masyarakat, Tim Humas YKI
melakukan kerjasama dengan DAAI TV dari
Tzu Chi Foundation. Sejumlah talkshow telah
dilaksanakan:
l Kanker Anak (16 Januari 2017), menghadirkan
dr. Edi Tehuteru dan dr. Rebecca Angka.
l Waspada Kanker dan Penanganannya (6
Februari 2017), menghadirkan Prof. Dr. dr. Aru
W. Sudoyo dan cancer survivor
l Penyuluhan Tentang Kanker (19 Februari 2017),
kepada komunitas Tzu Chi Foundation dan
DAAI TV, dengan 200 peserta, menghadirkan
pembicara dr. Edi Tehuteru dan dr. Rebecca
Angka.

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 11


World Cancer Day – WCD (Jakarta, 9
Februari 2017)
Tim Humas menyelenggarakan
press conference untuk
menyosialisasikan kegiatan YKI dalam
mendukung Hari Kanker Sedunia.
YKI mengadakan sosialisasi tentang
kanker di Central Park dan di area
Car Free Day, Jakarta pada 12, 19
dan 26 Februari 2017. YKI mengajak
masyarakat untuk bergerak secara
aktif sebagai upaya menanggulangi
salah satu penyakit paling mematikan di dunia, kanker. Tim Humas mendukung YKI
Family Fun Walk pada 26 Februari dengan mengundang dan menyebarkan berita pers.

Peletakan batu pertama pembangunan Sasana Marsudi Husada (SMH) YKI


(Jakarta, 25 Februari 2017)
YKI membangun gedung Rumah Singgah
Sasana Marsudi Husada (SMH) bagi pasien kanker
dari luar Jakarta yang sedang berobat di Jakarta.
Peletakan batu pertama pembangunan SMH
dilakukan 25 Februari 2017 oleh Ibu Karlinah Umar
Wirahadikusumah, dan disaksikan salah seorang
pendiri YKI, Bapak Arifin Siregar. Untuk mendukung
kegiatan ini, Tim Humas mengundang dan
menyebarkan berita pers.

Bulan Kesadaran Kanker Kolorektal (Jakarta, 15 Maret 2017)


Tim Humas YKI bekerjasama dengan POI dan didukung MERCK,
menyelenggarakan press conference dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Kolorektal.

Exclusive Interview (Jakarta, 19 Maret 2017)


Tim Humas mengatur wawancara eksklusif
The Jakarta Post dengan Ketua Umum YKI guna menyosialisasikan tentang bahaya
kanker dan kegiatan yang dilakukan oleh YKI.

HUT YKI 2017


YKI dalam rangka HUT ke-40 melaksanakan
kegiatan bakti sosial kesehatan bekerjasama
dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan
(KKP). Kegiatan dilaksanakan di Pelabuhan Kali
Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, 7 Mei 2017,
dengan memberikan bantuan sembako dan
pelayanan kesehatan kepada keluarga nelayan,
berupa pemeriksaan dini kanker leher rahim
dengan tes IVA dan PapSmear untuk wanita, pemeriksaan paru-paru untuk pria, dan
retinoblastoma (kanker mata) untuk anak-anak. Ada 1.000 orang keluarga nelayan
yang didata untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan bantuan sembako.

Sebelumnya Tim Humas YKI menggelar press conference dan diseminasi berita
mengenai kegiatan-kegiatan seputar HUT YKI termasuk bakti sosial kesehatan untuk
keluarga nelayan di pesisir Jakarta Utara ini. n Adiati Arifin M. Siregar, Ani Sumadi, dan Tim Humas YKI

12 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Menjaring Dana
Pelancar Kegiatan
Oleh: Penny Iriana Marsetio
Ketua V Bidang Umum

Bidang Umum merupakan salah satu dipertanggungjawabkan), sehingga


bidang di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) donatur/sponsor bisa memutuskan
yang boleh dibilang tidak kalah strategis membantu secara tunggal atau sebagian.
dan fungsional dibandingkan empat
bidang lain di struktur kepengurusan YKI. Yang juga tidak boleh diremehkan
Ini antara lain karena salah satu tugas dan adalah soal pelaporan penggunaan
tanggungjawab Bidang Umum – merujuk dana. Pelaporan tidak saja untuk
kepada AD/ART YKI – adalah mencari dana internal tapi juga mitra, yakni donatur/
untuk mendukung semua kegiatan YKI. sponsor. Pelaporan penggunaan dana
adalah bentuk pertanggungjawaban
YKI bertindak selektif dalam mencari sekaligus sebuah pesan terimakasih
dana. Ada riset kecil tentang calon donatur kepada donatur/sponsor. Mereka

Bidang Umum
yang akan kami ajak kerjasama dan minta merasa dihargai dan akan mengingat
bantuan dananya. Individu, kelompok, bahwa YKI menggunakan dana mereka
atau perusahaan yang menurut penilaian dengan penuh tanggung jawab. Setiap
kami sudah mengetahui sedikit banyak orang ingin efektif dalam menyalurkan
tentang YKI, serta memiliki orientasi dan bantuannya.
kepedulian di bidang kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat yang kami Tahun 2017 kiranya akan menjadi
datangi. tahun cukup keras bagi Bidang Umum.
Kegiatan-kegiatan terkait peringatan Hari
Tidak selalu berjalan mulus. Sesekali Kanker Sedunia beberapa waktu lalu,
kami harus bekerja spartan, terutama kalau juga kegiatan-kegiatan dalam rangka
kegiatan yang diselenggarakan bersifat HUT ke-40 YKI di bulan April, program-
‘mendadak’, yaitu kegiatannya yang tidak program promotif berupa penyuluhan,
masuk agenda atau rencana kerja dan penelitian-penelitian, dan juga pelatihan
anggaran untuk tahun itu, melainkan perawatan paliatif yang melibatkan
karena circumstances. Beruntung nama YKI paramedis di seluruh Indonesia – serta
sudah akrab dan dikenal luas masyarakat. semua kegiatan lainnya yang sudah masuk
Reputasinya juga baik, sehingga dalam dalam rencana anggaran tahun berjalan
kesempatan pertama komunikasi dan mendatang, merupakan bagian dari
dengan calon donatur, mereka welcome tugas dan tanggungjawab Bidang Umum
– meskipun belum menjamin target dana untuk pencarian dananya. Tahun ini YKI
terpenuhi. juga tengah membangun rumah singgah
tiga lantai, merencanakan renovasi ruangan
Berkaca dari pengalaman, donatur di kontor Pusat, dan membutuhkan
umumnya menghargai apabila kita pengadaan sarana pembelajaran (alat-alat
datang dengan kebutuhan dan alokasi baru) untuk pelatihan. Ini semua masuk
dana yang jelas dan rinci. Kita harus dalam bagian tugas yang harus dipikul
menyodorkan proposal dengan outcome Bidang Umum. Semoga berjalan baik, dan
dan komponen biaya yang terukur (dapat tetap semangat!n

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 13


fokusYKI

Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila


Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), serta Ketua
Dewan Pembina YKI Karlinah Umar
Wirahadikusumah, turut hadir di acara
ini – ditemani Ketua Umum YKI, Prof. Dr.
dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM,
FACP, beserta Pengurus Pusat YKI. Mereka
semua tampak menikmati segarnya udara
di pagi itu.

Lalu, tak lama setelah melakukan


senam pagi bersama, sekitar seribu orang
laki-laki, perempuan, tua-muda dan anak-
anak peserta Family Funwalk 2017 YKI

WORLD
CANCER DAY Dalam Spirit
‘Kita Bisa. Saya Bisa.’
2017

uaca Jakarta pagi Minggu mulai berjalan memasuki Jalan Jenderal


26 Februari sungguh cerah. Sudirman arah bundaran Hotel Indonesia,
Tidak seperti pagi di hari-hari berbaur dengan ribuan masyarakat
sebelumnya yang kerap mendung bahkan Jakarta yang rutin menikmati car free day
diguyur hujan bulan Februari. Pagi yang setiap minggu untuk bersantai maupun
cerah membuat peserta Family Funwalk berolahraga. Di tengah arus ribuan orang
2017 Yayasan Kanker Indonesia (YKI) yang memadati kawasan ini, peserta
tampak ceria dan bersemangat. Mereka Family Funwalk 2017 YKI terlihat mencolok
sudah berkumpul sejak sebelum jam 06.00 dalam balutan seragam kaos oranye
di salah satu gedung di kawasan car free terang.
day di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek,


pengurus YKI dan peserta Family Funwalk
senam pagi bersama.

14 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Family Funwalk 2017 YKI merupakan
puncak dari serangkaian kegiatan YKI
memperingati Hari Kanker Sedunia
yang jatuh pada 4 Februari. Sebelumnya
YKI menggelar kegiatan bertajuk Pojok
Kanker YKI. Ini adalah bagian dari upaya
YKI melakukan sosialisasi tentang
kanker – bertujuan memberikan edukasi
tantang kanker, konsultasi kesehatan
untuk berhenti merokok, dan skrining
risiko kanker. Kegiatan Pojok Kanker
YKI berlangsung dua hari, bertempat di
daerah Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Ketua Panitia Hari Kanker Sedunia


YKI, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B. Onk,
menilai kegiatan sosialisasi tentang kanker
sangat penting, karena masih banyak
masyarakat yang belum sepenuhnya
memahami mengenai penyakit ini, baik
pencegahan maupun penanganannya.
“Untuk itu dalam memperingati Hari
Kanker Sedunia 2017 YKI mengajak ketinggalan ikut menghibur. Mereka
masyarakat berpartisipasi aktif, mengingat tampil enerjik meskipun usia mereka rata-
setiap orang mempunyai potensi terkena rata sudah tidak muda lagi.
kanker,” tambahnya.
Sambil menikmati hiburan, peserta
Acara Family Funwalk 2017 YKI juga dapat membeli minuman dan makanan
tidak luput diisi kegiatan sosialisasi tentang sehat di lapak-lapak makanan yang
kanker dan hidup sehat. Menteri Kesehatan tersedia. Atau, berfoto di bilik foto yang
dalam kesempatan ini mengingatkan disediakan. Beberapa peserta terlihat
masyarakat mengenai pentingnya pola berdiskusi ringan tentang apa itu
hidup sehat. Fenomena penyakit kanker kanker dan bagaimana menghadapinya.
yang meningkat sekarang ini sangat terkait Ada banyak dokter yang tergabung
dengan pola hidup tidak sehat. Menteri dalam panitia Famili Funwalk 2017 YKI.
menghimbau masyarakat menjaga Beberapa di antaranya dokter ahli kanker.
kesehatan dengan berolahraga dan Berinteraksi langsung dengan masyarakat
mengkonsumsi makanan sehat. Melakukan dalam suasana santai seperti ini tentunya
cek kesehatan berkala juga sangat penting. sangat positif untuk sosialisasi tentang
Semakin dini kanker terdeteksi, peluang kanker maupun program-program YKI
pengobatan semakin baik. yang dapat diikuti masyarakat.

Peserta Family Funwalk 2017 YKI Hari Kanker Sedunia seharusnya


datang bersama keluarga, kerabat dan memang menjadi lonceng peringatan
teman. Mereka menikmati kegiatan gerak untuk semua tentang bahaya penyakit
jalan santai di tengah suasana car free ini. ‘Kita bisa. Saya bisa.’, yang menjadi
day yang mendatangkan rasa semangat tagline Hari Kanker Sedunia 2016-2018,
dan perasaan bugar di pagi hari. Di lokasi merefleksikan bahwa tindakan yang kita
acara, peserta dihibur marching band ambil bertujuan memastikan lebih sedikit
dan pertunjukan band di atas panggung. orang terkena kanker, semakin banyak
Paduan suara cancer survivor YKI tidak penderita yang berhasil diobati, dan

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 15


kualitas hidup mereka yang tengah dalam pasien kanker di Indonesia, lebih 75%
perawatan dan sesudahnya semakin baik. merupakan stadium lanjut. Perawatan
paliatif berfokus mengatasi stres, nyeri,
Kanker memengaruhi semua orang kelelahan, dan gejala lain yang menyertai
dengan cara yang berbeda, sehingga kanker dan penyakit serius lainnya,
semua orang memiliki kemampuan sehingga meningkatkan kualitas hidup
melakukan tindakan untuk mengurangi pasien.
dampak kanker pada individu, keluarga
dan masyarakat. Menjaga kebersihan dan YKI sendiri memprioritaskan program
kesehatan lingkungan, misalnya dengan penanggulangan kanker pada 10 jenis
menjauhkan dan meminimalkan paparan kanker, yaitu: kanker leher rahim, kanker
bahan-bahan dan zat-zat pemicu kanker, payudara, kanker hati, kanker paru, kanker
merupakan tindakan yang bisa dilakukan kulit, kanker nasofaring, kanker kolorektal,
semua orang. Masing-masing orang leukemia, kanker prostat, dan limfoma
dan keluarga juga dapat memberikan malignum.
kontribusinya terhadap keberhasilan
upaya Hari Kanker Sedunia, dengan cara Kanker serviks atau leher rahim
menjaga kesehatan dan kebugarannya menempati urutan kasus kanker paling
– yaitu dengan terus bergerak aktif tinggi di Indonesia, hampir 15.000 kasus
dan berolahraga, tidak mengkonsumsi setiap tahun. Separuh dari penderita
alkohol, menghindari menghisap rokok, meninggal dunia. Ini membuat kanker
dan mengurangi konsumsi daging yang leher rahim mendapat predikat sebagai
diproses. penyakit pembunuh wanita nomor 1 di
Indonesia.
Berbagi informasi di media massa
maupun sosial dapat meningkatkan Kanker leher rahim pada stadium
pengetahuan masyarakat tentang awal umumnya tidak menimbulkan
kanker. “Kami mengajak masyarakat gejala, sehingga sulit diketahui tanpa
secara bersama-sama meningkatkan skrining atau deteksi dini. Gejala baru
pengetahuan dan kepedulian terhadap muncul setelah kanker mencapai stadium
penyakit kanker, berikut pencegahan dan lanjut, menjadikan pengobatannya sulit
penanganannya,” kata Ketua Umum YKI, dan biaya lebih tinggi.
Prof. Aru. Kegiatan positif yang terarah,
menurut Prof. Aru, dapat
menjadi terapi ampuh
untuk membantu suasana
menjadi lebih baik secara
sosial, kognitif, fisik,
emosi, maupun dalam
mengembangkan diri,
sehingga membantu
proses penyembuhan.

Indonesia saat ini


termasuk negara dengan
fokus penanganan
paliatif penderita kanker.
Ini karena kemampuan
Indonesia dalam
pencegahan kanker
belum baik. Dari semua

16 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


melakukan kegiatan penanggulangan
penyakit kanker di Indonesia,” kata Ketua
Bidang Organisasi YKI, drg. Sally Sudrajat,
Sp.OM.

YKI juga tengah membangun gedung


baru Sasana Marsudi Husada (SMH) –
sebuah rumah singgah atau pemondokan
sementara untuk pasien kanker. Di rumah
singgah ini penderita kanker dari luar
Jakarta bisa tinggal selama menjalani
pengobatan dan perawatan di Jakarta.
Peletakan batu pertama menandai
pembangunan rumah singgah ini
dilakukan 25 Februari 2017.
Banyak dari kematian akibat kanker
semestinya dapat dihindari. Menurut YKI saat ini memiliki 93 cabang di
badan kesehatan dunia WHO, antara 30- seluruh Indonesia, dan telah menjadi
50% dari kanker dapat dicegah dengan anggota Union for International Cancer
gaya hidup sehat, seperti menghindari Control (UICC) sejak 1981. UICC merupakan
tembakau dan melakukan langkah- organisasi kanker internasional yang
langkah yang lebih terukur di bidang berpusat di Switzerland. Anggota UICC
kesehatan masyarakat, seperti imunisasi dapat mengikuti perkembangan masalah
terhadap infeksi-infeksi pemicu kanker. kanker dan berpartisipasi dalam kegiatan
Human papillomavirus (HPV) penyebab yang bersifat internasional seperti Hari
kanker leher rahim, dan virus hepatitis B Kanker Sedunia di Indonesia.nAZR
(HBV) menyebabkan kanker hati. Vaksinasi
terhadap dua virus ini bisa mencegah 1,1
juta kasus kanker setiap tahun.

Selebihnya, kanker dapat dideteksi


dini, diobati, dan disembuhkan. Bahkan
dengan kanker stadium akhir, pasien
haruslah merasa lega dan terbebaskan
dari penderitaan dengan perawatan
paliatif yang baik. Sayangnya, di seluruh
dunia hanya sekitar 14% pasien kanker
yang bisa mendapatkan perawatan
paliatif yang mereka butuhkan.

Tahun 2017 nampaknya akan ditandai


dengan beberapa kegiatan penting YKI
di bidang penanggulangan penyakit
kanker. Pada kesempatan acara Family
Funwalk 2017 YKI memperkenalkan
program ‘Sahabat YKI’ yang akan mereka
laksanakan mulai April 2017. “Sahabat YKI
merupakan sebuah upaya menjangkau
lebih luas individu maupun kelompok
masyarakat yang memiliki empati dan
dorongan untuk secara bersama-sama

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 17


Bakti Sosial Ulang Tahun
Untuk Nelayan Ke-40 YKI

anyak makna untuk usia 40. Tapi wanita, deteksi dini kanker paru untuk
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pria, dan retinoblastoma (kanker mata)
memaknainya dengan kerja bakti untuk anak-anak. Juga dibuka pelayanan
sosial kesehatan untuk penduduk yang pemeriksaan kesehatan umum untuk
seringkali terpinggirkan, yaitu para penyakit tidak menular.
keluarga nelayan di pesisir. Bakti sosial
dalam rangka peringatan Hari Ulang Dan hari itu Pelabuhan Kali Adem,
Tahun YKI ini memberikan pelayanan Muara Angke, seperti berubah wajah.
pemeriksaan kesehatan gratis – terutama Ratusan keluarga nelayan memenuhi
deteksi dini kanker, serta bantuan halaman dan tenda-tenda yang sudah
sembako kepada keluarga nelayan yang disiapkan. Mereka datang sejak pagi dan
tinggal di kawasan padat di wilayah menunggu giliran diperiksa. Sementara
Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, di pesisir terlihat 40 kapal nelayan
Jakarta Utara. dengan dekorasi meriah mulai merapat
ke pelabuhan. Hari itu penduduk Muara
“Kita ingin membantu masyarakat Angke berbondong ke pelabuhan untuk
pesisir, terutama yang tidak mampu, untuk juga menonton lomba dekorasi kapal
memeriksakan kesehatannya, dalam hal dan hiburan musik oleh grup Seni Musik
ini deteksi dini kanker,” kata Ketua Panitia,
drg. Sally Sudradjat, Sp.OM, tentang
kegiatan bakti sosial kesehatan untuk
keluarga nelayan ini.

Bakti sosial
dilaksanakan 7 Mei
2017, berkerjasama
dengan Kementerian
Kelautan dan Perikanan
RI. Ada seribu orang
keluarga nelayan terdata
menjadi target layanan
pemeriksaan kesehatan
pada hari itu. Deteksi
dini kanker leher rahim
(serviks) disiapkan untuk

18 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Daur Ulang Sampah Krespiah yang siang – dan juga bantuan sembako. Bagi
itu menyuguhkan lagu-lagu dangdut yang tidak mendapatkan kesempatan
popular. Tak ayal, warga yang dekat diperiksa pada hari itu, dapat mendatangi
panggung ikut bergoyang mengikuti klinik setempat di lain waktu dengan
irama lagu. Di dalam gedung, puluhan menunjukan voucher pemeriksaan gratis
dokter dan petugas kesehatan tidak yang telah dibagikan.
kalah sibuk melayani warga yang antri
memeriksakan kesehatan.

Pengurus YKI bekerja keras


mempersiapkan kegiatan bakti sosial
ini. Pertemuan dan koordinasi intensif
dilakukan dengan Dinas Perhubungan
DKI Jakarta selaku pengelola Pelabuhan
Kali Adem yang dijadikan arena kegiatan.
Panitia juga turun langsung meninjau
keadaan lokasi, untuk memastikan kegitan
nanti berjalan baik. Kegiatan bakti sosial
kesehatan ini mendapat dukungan dari Untuk yang terdindikasi atau dicurigai
Markas Besar TNI Angkatan Laut. mengidap kanker, tim petugas yang
dibentuk YKI akan meneruskannya ke
Puskesmas setempat untuk mendapatkan
pengantar rujukan ke Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Selanjutnya pasien akan dirujuk ke Rumah
Sakit Kanker Dharmais Jakarta bila hasil
pemeriksaan memerlukan tindakan
pengobatan kanker.

Adalah Siti Julia, 15 tahun, yang


pagi itu juga ikut mengisi acara dengan
testimoninya sebagai survivor kanker
Panitia menyiapkan empat area mata (retinoblastoma). Anak kedua dari
pemeriksaan, yakni untuk pemeriksaan tiga bersaudara asal Purwakarta Jawa
deteksi dini kanker serviks dengan tes Barat ini menuturkan, ia terkena kanker
IVA dan PapSmear, pemeriksaan resiko mata sewaktu berusia 4 tahun. ‘’Tanda
kanker paru melalui uji fungsi paru dan awal berupa bintik putih pada mata
pengukuran kadar
CO pada perokok,
pemeriksaan dini
retinoblastoma
untuk anak-anak,
serta pemeriksaan
kesehatan umum
untuk penyakit tidak
menular. Warga yang
hadir tampak antusias
dan merasa bersyukur
karena mendapat
layanan pemeriksaan
kesehatan gratis Testimoni Siti Julia

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 19


kanan bagian yang hitam,’’ kenangnya. diselamatkan bukan hanya nyawanya tapi
Siti lalu menceritakan lika-liku perjalanan juga mata dan penglihatannya.
penyakitnya yang sempat membuatnya
hampir putus asa. Ia berobat ke tiga Kegiatan bakti sosial kesehatan
Rumah Sakit di Jawa Barat, dan mata yang mengusung tema Wujudkan Pola
kanannya harus diangkat. Namun, Hidup Sehat Masyarakat Nelayan ini juga
benjolan terjadi di bawah rahang kanan diisi penyuluhan tentang kanker dan
dan terus membesar. “Saat itu rasanya pentingnya mengkonsumsi makanan
ingin mati saja,” ujarnya. Akhirnya pada sehat, olah raga dan menghindari rokok.
2009 Siti ditangani dokter spesialis kanker Pemahaman masyarakat terhadap
anak di RS Kanker Dharmais Jakarta. ancaman kanker memang belum baik.
Penduduk pesisir boleh jadi termasuk
Lima tahun lalu, setelah selesai yang perlu lebih mendapatkan perhatian
karena mereka kerap
bersentuhan dengan
berbagai jenis olahan-
olahan makanan yang
dapat menimbulkan
ancaman kanker.

Nelayan dan
penduduk pesisir
sebenarnya memiliki
‘keberuntungan’
karena ketersediaan
ikan laut sebagai
sumber makanan
sehat dan kaya protein.
Konsumsi makanan
sehat ini tentunya
perlu lebih digalakkan
sejalan dengan upaya
menjalani kemoterapi, Siti dipasangi mata meningkatan pemahaman masyarakat
palsu untuk mengganti mata kanannya. pesisir tentang gizi seimbang. Aspek inilah
“Pakai mata palsu sempat membuatku sesungguhnya yang ingin dicapai YKI
minder terutama di sekolah, karena melalui kegiatan bakti sosial kesehatan
mataku tidak sesuai dengan yang kiri. Tapi di wilayah pesisir – di samping makin
sekarang tidak minder lagi,” ujarnya sambil meningkatnya kesadaran para orang tua
tersenyum penuh percaya diri. untuk memeriksakan deteksi dini kanker
retinoblastoma pada anak-anak mereka.
Siti masih SMP kelas 2, dan juara
kelas. Penampilannya yang ceria dan Memperkuat pesan tentang
polos itu malah mendatangkan empati pentingnya konsumsi makanan sehat,
dan rasa haru. Hadirin tersenyum dan panitia mendaulat Menteri Kelautan dan
langsung bertepuk tangan ketika Siti Perikanan RI Dr. (HC) Susi Pudjiastuti dan
menyampaikan tentang cita-citanya, Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono
“Semoga cita-citaku menjadi artis dan Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, untuk
putri Indonesia bisa tercapai... Mohon melakukan demo memasak makanan
doa restu dari kita semua.” Menutup sehat. Demo memasak dilakukan langsung
testimoninya Siti berharap pasien kanker di atas panggung, sehingga hadirin bisa
mata seperti dia banyak yang dapat menyaksikan. Makanan hasil masakan

20 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


keduanya diserahkan ke perwakilan Sahabat YKI – yaitu wadah untuk individu
nelayan, sebagai simbol harapan agar maupun kelompok masyarakat yang secara
nelayan dapat terus mengkonsumsi sukarela bergabung dengan YKI untuk
makanan sehat dengan bahan utama ikan sama-sama menanggulangi penyakit
yang kaya protein. kanker di Indonesia.

Menteri Susi Pudjiastuti dan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI)


YKI selepas itu menyempatkan berlayar berdiri 17 April 1977. Bertepatan dengan
sejenak mengitari kawasan pelabuhan, hari lahirnya ini, Pengurus Pusat YKI
menggunakan salah satu kapal nelayan. memperingatinya dengan tumpengan
Para nelayan peserta lomba juga dengan sederhana, bertempat di kantor Yayasan
sukacita ikut berlayar mengiringi menteri. Kanker Indonesia, di Menteng Jakarta
Pusat. Dalam kesempatan ini Ketua
Sebelumnya, dalam sambutannya Dewan Pembina YKI Karlinah Umar
Menteri Susi Pudjiastuti mengingatkan Wirahadikusumah berpesan kepada para
tentang pentingnya kesehatan sebagai pengurus agar bekerja dengan hati yang
modal utama membangun bangsa. ikhlas. “Sebab, bekerja di YKI tidak cukup
Menurutnya, membangun Indonesia dengan cakap dan terampil karena tidak
yang hebat harus dari membangun dapat mengharapkan materi apapun.
manusia-manusia yang stamina dan Tetapi apa yang kita kerjakan adalah
badannya sehat. “Ini tentu dari kesehatan sangat mulia karena membantu mereka
yang dijaga, asupan makanan dengan yang memerlukan bantuan YKI, terutama
makanan yang tinggi vitaminnya, banyak bagi mereka yang kurang mampu.”
mineralnya, banyak proteinnya. Tanpa itu Dirgahayu YKI.n AZR
semua, tidak bisa membangun manusia-
manusia sehat, yang kuat.”

Kegiatan bakti sosial


kesehatan untuk nelayan Muara
Angke ini juga diikuti oleh
puluhan dokter muda yang
belum lama menyelesaikan
kuliah kedokterannya. Tentu ini
pengalaman baik buat mereka,
terutama dalam mengasah
kepekaan dan rasa kepedulian
sosial terhadap masyarakat
kecil. Pada kesempatan ini
para dokter menyampaikan
ikrar ikut bergabung menjadi

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 21


Potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas
perjalanan empat dekade usia YKI. Acara peringatan HUT YKI
ke-40 dilaksanakan di Kantor YKI Pusat, Menteng Jakarta, 17
April 2017, dan ditandai dengan pemberian penghargaan
kepada para karyawan yang telah mengabdi untuk YKI.

Konferensi pers menjelang pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan,


dengan narasumber Ketua Umum YKI Prof. Aru, Ketua Panitia
drg. Sally, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) Rifky Effendi Hardijanto. Konferensi pers
dilaksanakan tanggal 6 Mei 2017.

Bakti Sosial Kesehatan dalam rangka peringatan HUT YKI ke-40 dilaksanakan
di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, 7 Mei 2017.
Sebelum acara dimulai, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Panitia dan Pengurus
Pusat YKI, keluarga nelayan di Pelabuhan Kali Adem dan peserta yang hadir
pagi itu melakukan ‘senam sarung’ – olah raga senam pagi menggunakan
sarung sebagai alat bantu senam.

22 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Acara dibuka dengan laporan
kegiatan oleh Ketua Panitia
drg. Sally, dilanjutkan sambutan
Ketua Umum YKI Prof. Aru,
dan sambutan Menteri KKP
Susi Pudjiastuti.

Paduan Suara Survivor Kanker YKI.

Testimoni
survivor kanker
Retinoblastoma,
Siti Julia.

Demo masak makanan sehat


berbahan utama ikan laut
oleh Menteri KKP dan Ketua
Umum YKI, berlansung di atas
panggung. Hasil masakan secara
simbolis diserahkan kepada
perwakilan nelayan.

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 23


Penyematan PIN Sahabat YKI kepada Menteri KKP Susi Pudjiastuti oleh Ketua
Dewan Pembina YKI Karlinah Umar Wirahadikusumah, dan pengalungan
bunga oleh Wakil Ketua Umum YKI Murniati Widodo A.S. Penyematan PIN
Sahabat YKI kepada dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, Direktur P2PTM
Kemenkes RI mewakili Menteri Kesehatan, oleh Ketua Umum YKI Prof. Aru.

Ikrar para dokter muda untuk bergabung menjadi Sahabat YKI, dan
penyematan PIN Sahabat YKI oleh Ketua Panitia drg. Sally dan oleh
Ketua II Bidang Pelayanan Sosial YKI Dr. dr. Sonar Soni Panigoro.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Pengurus Pusat YKI


menyempatkan berlayar bersama para nelayan
mengitari seputar Pelabuhan Kali Adem.

24 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Pemberian hadiah kepada nelayan
pemenang lomba dekorasi kapal.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti


meninjau kegiatan pelayanan
pemeriksaan kesehatan
yang diberikan kepada
keluarga nelayan.

Hiburan oleh grup Seni Musik Daur Ulang Sampah Krispiah.

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 25


Ruang
Ilmiah

Arah Penanganan Kanker:


Maksimal,
Minimal, atau
Di Antaranya?
Oleh: Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B.Onk
Ketua Bidang Pelayanan Sosial YKI

anker merupakan salah ketakutan terhadap informasi yang


satu penyakit yang dalam menyangkut efek samping terapi yang
perkembangannya terus akan diberikan. Urutan terapi yang paling
meningkat dibandingkan ditakuti berturut-turut kemoterapi, radiasi
dengan penyakit lainnya. Hal ini dapat dan operasi .
dijelaskan karena pertumbuhan
penduduk yang juga terus bertambah, Untuk diketahui, modalitas untuk
faktor penyebab utama yang tidak penanganan kanker (khusunya kanker
diketahui, faktor risiko yang belum dapat padat seperti payudara, tiroid, tulang, dsb.)
dihindari dan belum ada pengobatan yang tersedia adalah operasi, kemoterapi,
yang sangat memuaskan. radiasi dan terapi lain – misalnya terapi
target, sel punca, vaksin, dsb. Dengan
Di Indonesia, selain pertambahan keragaman pilihan itu harus ditentukan
jumlah kasus setiap tahun, yang sangat apakah untuk mencapai keberhasilan
menonjol adalah proporsi kasus dengan yang tinggi akan diberikan sekaligus atau
stadium lanjut masih tetap tinggi, kombinasi. Serta untuk tiap jenis pilihan,
sehingga bukan saja hasil pengobatan baik operasi maupun lainnya, apakah
yang tidak baik tetapi juga membutuhkan akan maksimal/agresif atau minimal, atau
dana yang tinggi. Dari pengalaman di di antaranya.
rumah sakit atau tempat praktek lainnya,
alasan keterlambatan berobat adalah Tanggal 15-18 Maret 2017 di Wina
diadakan 15th St.Gallen International
Breast Cancer Conference, dengan topik
menarik: “de-escalation and escalation
treatment”. Pengertian dari judul tersebut
adalah kapan kita melakukan ekskalasi/
peningkatan atau penambahan terapi yang
ada atau deekskalasi yaitu mengurangi
atau bahkan menghilangkannya, baik
itu tindakan operasi, kemoterapi, radiasi,
hormonal maupun terapi lainnya.

Dok. basicmedicalkey.com Agar memperjelas pengertian di atas


Gbr. A. Radikal mastektomi klasik akan diambil contoh tentang ekskalasi

26 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


atau deekskalasi pada operasi. Salah yang lebih luas/agresif yang dikenal
satu tindakan operasi yang terbanyak sebagai teknik “sentinel lymph node
dikerjakan adalah pembedahan pada biopsy”. Sehingga dengan kedua teknik
kanker payudara. Sejak dipopulerkan oleh operasi ini, bukan saja kosmetik yang
William Stewart Halsted tahun 1800-an, lebih baik tetapi juga efek samping lebih
tekniknya menjadi prosedur standar yang kecil, dan yang terpenting memberikan
sampai saat ini masih banyak dikerjakan keberhasilan yang sama baiknya dengan
dan dikenal sebagai Mastektomi operasi yang lebih luas/agresif.
Radikal Klasik (Gbr. A), yang terdiri dari
pengangkatan otot di bawah payudara Dari data di atas terlihat jelas bahwa
(otot Pektoralis), kelenjar payudara beserta pada stadium dini dengan ukuran tumor
kulit dan putingnya sekaligus dengan yang kecil dapat dilakukan operasi yang
pengangkatan seluruh kelenjar getah juga minimal (deekskalasi), sebaliknya
bening (KGB) ketiak. Efek samping yang pada ukuran tumor yang besar terpaksa
terjadi selain kosmetik yang buruk juga dilakukan bukan saja mastektomi
sering timbul limfedema (pembengkakan modifikasi melainkan juga sampai radikal
lengan disisi yang dilakukan operasi klasik bila tumor sudah melekat ke otot
akibat pengangkatan KGB). (ekskalasi).

Untuk mengurangi hal itu Arah pengobatan kanker saat ini juga
dilakukan teknik modifikasinya, dengan terus mencari tindakan apa saja yang
mempertahankan otot di bawah payudara dapat diekskalasi maupun deekskalasi,
dan kelenjar getah bening yang diambil baik itu kemoterapi, radiasi dan
hanya 2/3-nya (Gbr. B). Selanjutnya, hormonal. Hanya saja, karena variasi obat
kemoterapi dan hormonal sangat banyak,
penentuannya lebih kompleks dibanding
pada tindakan operasi. Penderita kanker
dengan stadium yang sama, jenis kanker
yang sama, bahkan kombinasi obat yang
sama dapat tetapi keberhasilan bisa
berbeda sama sekali.

Di dalam bidang kanker kejadian


itu disebabkan karena setiap kanker
mempunyai sifat/perangai biologi yang
Dok. basicmedicalkey.com

Gbr. B. Radikal mastektomi modifikasi

di era 1970 di Milan, ada seorang ahli


bedah bernama Umberto Verronesi
yang memperlihatkan hasil studinya
bahwa pada kasus kanker payudara
dengan ukuran tumor kecil tidak perlu
dilakukan mastektomi, cukup dilakukan
eksisi terbatas dan selanjutnya diberikan
radiasi. Teknik ini dikenal sebagai “Breast
Conserving Surgery (BCS)” (Gbr. C).
Kemudian, pada studi berikutnya, terbukti
bahwa 1 KGB ketiak yang diambil dan
Dok. indianjcancer.com
tidak mengandung penyebaran kanker,
juga tidak perlu dilakukan pengangkatan Gbr. C. Breast Conservation Surgery

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 27


berbeda. Dan saat ini keragaman
sifat tersebut sudah lebih dapat Kabupaten Paser
dikenali secara jelas dengan Dr. I Made Dewa S, MAP
kemajuan teknologi kedokteran Alamat YKI Cabang DinKes Kabupaten Paser, Komplek
untuk mengurai gen (pembawa Perkantoran, Jl. Kusuma Bangsa Km 05,
di Kalimantan dan Gedung A Lantai II Kav. II, Tana Paser, Kab. Paser
sifat) dalam sel tubuh. Secara Sulawesi Kaltim. Fax. (0453) 24380, 08125800448
mudahnya bila kita menemukan Freshagnes@yahoo.co.id
gen yang membawa sifat kebal Kutai Kartanegara
terhadap misalnya obat X, maka Kalimantan Barat Jl. Awang Sabran No.1, Tenggarong Kaltim
bila diberikan obat X tersebut Jl. Perdana, Komplek Adi Perdana No.B15, 75512. Telp. (0541) 661242, 0811556890,
akan memberikan hasil yang Pontianak 78122. Telp. (0561) 583712, 583865 08125864868, 082148624752
buruk. Sehingga untuk kasus itu 08125754054, Fax. (0561) 765342
Berau
seharusnya diberikan obat Y yang Kalimantan Tengah Jl. Apt. Peranoto No.1, Tanjung Redeb, Berau
Fax. (0554) 2027599, 08125522569
mungkin lebih baik. Atau mungkin Jl. Tjilik Riwut Km 1,5 No.22, Palangkaraya
atau Jl. Yos Sudarso No.9. Telp. (0536) 3242137
juga harus kombinasi baik X dan Y. 0811522940, Fax. (0536) 3228825, 3221767
Kota Bontang
Jl. M.H. Thamrin No.12, RT 05, Kel. Gunung Elai,
Kotawaringin Barat Kec. Bontang Utara 75331.
Dari berbagai penelitian iffarosita@yahoo.com, Telp./Fax. (0548) 22587
Kantor Setda Pangkalan Bun
yang ada, pemilihan jenis terapi Jl.Sutan Syahrir No.2, Kotawaringin Barat 0812550 7847, 085250978839
menjadi sangat minimal bila Fax. (0532) 21001
Kalimantan Selatan
kanker ditemukan pada stadium Kalimantan Timur Jl. Dharma Praja Raya 55, Banjarmasin
dini. Sebagai contoh kanker Jl. Dewi Sartika, Gedung 3 No.13, (Badan PP & Telp. (0511) 3252342, 0811511547,
payudara dengan ukuran tumor KB Provinsi Kaltim), Samarinda - Kalimantan 081349311145. ykikalsel@yahoo.co.id
kurang dari 0,5 cm mungkin cukup Timur 75115. 081520968710, 085349490970
Provinsi Kalimantan
Telp./Fax. (0541) 734944,746181
hanya dilakukan BCS dan terapi ykiprov.kaltim@yahoo.com
DinKes Provinsi Kaltara, Jl. Kedondong No.31,
Tanjung Selor 77212. Telp./Fax. (0552)
hormon saja tanpa kemoterapi 2024321, 2024212, dinkeskaltara@gmail.com
Kota Samarinda
dan radiasi. Saat ini bahkan ada Jl. AW Syahranie, Perum Pondok Alam
pemeriksaan dari jaringan hasil Sulawesi Utara
Indah No.8D, Samarinda. 085250517027,
Jl.Sulawesi No.250, Batu, Kota Manado
biopsi kanker payudara pada 081347005373
Telp./Fax. (0431) 82825, 3357822
stadium dini yang langsung dapat Kota Balikpapan 081283757549, 081340561010
menentukan apakah seseorang Jl. Kapten Tendean RT 50, No.15, Balikpapan g_rauw@yahoo.com
perlu kemoterapi atau tidak. atau Jl. Jend. Sudirman No. 118, Kantor DKK
Sulawesi Tengah
Balikpapan Kaltim. Telp. (0542) 421481
Hanya masih terkendala biaya 08125858994, Fax. (0542) 733580
Jl. Tanjung Api No.10, Palu 94112
pemeriksaan yang sangat mahal. Telp. (0451) 451895. Telp./Fax. (0451) 421110
Dapat disimpulkan bahwa Kota Tarakan Donggala
Jl. Panngeran Diponegoro, Kelurahan
arah pengobatan kanker saat Sebengkok, Gang Kenanga RT. 31, No.33,
Kantor Bupati Donggala, Sulawesi Tengah
Telp. (0457) 72 203, Fax. (0457) 72248
ini cenderung menjadi lebih Tarakan Kaltara. 0811538073, 081254102018
081341088687
minimalis tetapi tetap efektif, dan Kutai Timur
pada keadaan tertentu dapat Kota Palu
Jl. APT Pranoto No.96, RT 35, Sangatta Utara
RSU Anutapura, Kota Palu.
menjadi maksimal yang dapat Atau Gd. Serba Guna Lt.II, Komp. Perkantoran
0811450243, 0811450712
ditoleransi. Sehingga tidak berlaku Bukit Pelangi, Sangatta, Kutai Timur
08115065595, Fax. (0549) 23780, 21500 Toli-toli
lagi pengobatan yang sama untuk yki.kutim@gmail.com, Jl. Tanjung Api No.10, Palu 94112
setiap orang, baik itu operasi, cc: yuwanadr@yahoo.com Telp./Fax. (0451) 42110
kemoterapi, radiasi, hormonal Bulungan Banggai
maupun modalitas terapi lainnya. Jl. Sengkawi, Tanjung Selor. Dr. Nurhayati, RSUD Luwuk, Sulteng
Dan kunci sukses Telp. (0552) 21021, Fax. (0552) 22553 0813404649557. rampialaamiri99@yahoo.co.id
keberhasilan yang paling efektif Penajam Paser Utara Sulawesi Selatan
dan efisien dalam pengobatan Kantor Notaris PPAT Ny. Sri Rohani, SH, MKN Jl. Cumi No.26, Makasar, Sulawesi Selatan
kanker saat ini adalah tetap harus Jl. Propensi Km 2, RT.02, No.31, Penajam Kaltim Telp. (0411) 452049, 0816250590
Telp. (0542) 7200433, 0818300250 nlantara@yahoo.com
ditemukan pada stadium sedini
mungkin……semoga!! n

28 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Kanker Usus Besar (Kolorektal):

Kini Nomor 2 Setelah


Tidak Masuk Hitungan
Oleh: Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP
Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI)

etiap bulan Maret adalah bulan hidup, dan kebiasaan kita sehari-hari. Di
peringatan kanker Kolorektal, di Indonesia telah terjadi pergeseran modus
mana kita fokus pada penyakit yang gaya hidup (kurangnya waktu untuk
– 15 tahun lalu di negeri ini “tidak masuk berolahraga) serta perubahan kebiasaan
hitungan” – sekarang sudah menjadi makan kita – baik dalam jumlah maupun
kanker nomor tiga untuk wanita dan pilihan menu – dan, tentunya, kebiasaan
nomor dua untuk laki-laki (GLOBOCAN merokok yang semakin meningkat di
2012). Mengapa penyakit ini meningkat antara kaum muda kita. Ya, merokok tidak
dengan pesat di Indonesia? hanya dikaitkan dengan kanker paru saja.
Gambar di bawah menunjukkan kenaikan
Kanker kolorektal adalah kanker yang angka kejadian dari kanker jenis ini di RS
amat dipengaruhi oleh lingkungan, gaya Kanker Dharmais, Jakarta:

sumber: Sinuraya, 2015

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 29


Sebagai alat tubuh dengan fungsi menembus lapisan paling permukaan
menampung makanan sebelum yaitu mukosa; pada tahapan ini pasien
dikeluarkan oleh tubuh, usus besar (kolon belum merasakan apa-apa sehingga
dan rektum) pasti akan dilewati makanan sulit sekali dideteksi kecuali bila secara
yang masuk ke tubuh kita setiap hari, dan kebetulan menjalani endoskopi karena
apa yang kita makan akan terpajan oleh keluhan lain atau sebagai pemeriksaan
bahan-bahan makanan beserta semua zat medical check up.
kimiawi.
Stadium 2: Tumor menembus lapisan
Gejala dan tanda penting untuk deteksi serosa (lihat gambar di atas). Pada tahapan
kanker kolorektal ini kanker masih bisa disembuhkan secara
total dengan operasi (stadium 2A). Mulai
Seperti pada jenis kanker lainnya, ada perubahan pola buang air besar yang
seringkali gejala awal tidak terasa dan biasanya tidak diindahkan pasien. Bila
kadang-kadang tidak dindahkan oleh pasien kanker melaju ke stadium 2B, di mana
(dan dokter), yaitu: seringkali sel kanker bisa ditemukan di
1. Berat badan yang turun drastis pembuluh darah atau limfe, pengobatan
(walaupun makan tidak dikurangi) dilanjutkan dengan kemoterapi .
2. Perubahan pola defekasi (variasi
dalam bentuk dan konsistensi) Stadium 3: Kanker sudah keluar dari
3. Anemia atau Hb rendah yang usus dan mengenai beberapa kelenjar
dirasakan sebagai cepat lelah
getah bening (lymph nodes). Tahapan ini
4. Ditemukannya darah pada kotoran/
sudah memerlukan kemoterapi untuk
feses, dan
5. Nyeri serta kembung yang
“membersihkan” tubuh dari sel-sel kanker
berkepanjangan

Faktor-faktor Risiko

Dibandingkan kanker-kanker
lainnya, kanker kolorektal adalah
penyakit keganasan yang paling
dipengaruhi oleh lingkungan dan
gaya hidup (lifestyle) serta kebiasaan
sehari-hari, meliputi antara lain :
1. Merokok
2. Kurang berolah raga
3. Obesitas/berat badan berlebih
4. Kebiasaan makan buruk
(banyak lemak, rendah serat)
yang tidak terlihat atau kemungkinan
Kebiasaan sehar-hari di atas amat sudah terbawa ke organ tubuh jauh yaitu,
berpengaruh terhadap terjadinya kanker ini.
misalnya, paru atau hati.

Tahapan/Stadium dan Pengobatan Stadium 4 atau tahapan metastatik:


Seperti pada semua jenis kanker, Di sini kanker sudah ditemukan di
kanker kolorektal dibagi menjadi empat organ tubuh lain yaitu hati atau paru.
stadium yaitu: Pembedahan masih ada tempatnya
dengan tujuan 1). menghilangkan
Stadium 1: Setelah melalui fase awal sumbatan usus, atau 2). mengambil tumor
(biasanya berupa polip), tumor mulai (terutama) di hati atau paru. Pengobatan di

30 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


sini tidak bersifat kuratif (menyembuhkan), Pencegahan
melainkan paliatif (meringankan), Pencegahan kanker merupakan salah
termasuk kemoterapi. Tentunya angka satu upaya utama dari YKI, dan edukasi
harapan hidup lima tahun (5-year survival terhadap masyarakat akan hal ini adalah
rate) sudah secara bermakna lebih kecil kegiatan utama yayasan, karena edukasi
dari stadium-stadium sebelumnya. – bersama upaya deteksi dini – akan
berpengaruh pada survival atau harapan
Pada kanker kolorektal yang hidup (dinyatakan dalam skala waktu 5
mengenai bagian rektum dari usus besar tahun, atau 5-year survival), seperti dapat
(bagian yang berlokasi di dalam rongga dilihat pada grafik survival rate.
panggul), pengobatan harus melibatkan
tindakan radioterapi. Sekarang ini juga Tanpa uraian panjang-panjang,
sering dilaksanakan kemoterapi sebelum angka-angka di atas menunjukkan betapa
operasi untuk mengecilkan tumor pentingnya upaya pencegahan dan
sebelum operasi (neoajuvan). Kadang- deteksi dini. Upaya menurunkan angka
kadang diperlukan juga pemasangan sakit dan kematian kanker – dalam ini
kantung atau kolostomi, baik yang bersifat kanker kolorektal – amat penting dalam
sementara atau pemanen, untuk memberi mengurangi penderitaan bagi pasien,
jalan keluar bagi sisa makanan. keluarga dan beban pemerintah. n

Deteksi dini
Sesuai dengan motto yang
dicanangkan oleh Yayasan Kanker
Indonesia, yaitu “KANKER DAPAT
DISEMBUHKAN BILA DITEMUKAN PADA “Data terakhir:
STADIUM DINI’. Karena seringkali tidak
ada tanda atau gejala-gejala yang dengan modifikasi
dirasakan pada keadaan dini, deteksi gaya hidup, kanker
kanker kolorektal memerlukan beberapa
pemeriksaan yaitu: usus besar dapat
1. Pemeriksaan darah samar terhadap
kotoran atau feses, dan atau
dicegah sebanyak
2. Endoskopi kolon atau kolonoskopi 50%!”
(dianjurkan sebagai skrining pada
mereka yang mencapai usia 50 tahun).

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 31


Mengenal
Lebih Dekat
Perawatan
Paliatif Oleh: dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR (K)
Bidang Pelayanan Sosial YKI

erkembangan dan penemuan Semua tindakan aktif guna


baru tumbuh pesat pada setiap meringankan beban penderita, terutama
cabang ilmu kedokteran, termasuk yang tak mungkin disembuhkan. Tindakan
tatalaksana penyakit kanker. Studi dari aktif yang dimaksud ialah antara lain
berbagai negara menunjukkan bahwa menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain,
pasien kanker yang menghadapi ambang serta perbaikan dalam bidang psikologis,
akhir hidupnya, justru belum tersentuh sosial, dan spiritual. Tujuan perawatan
oleh sistem pelayanan kesehatan yang paliatif ialah mencapai kualitas hidup
semakin maju dan terintegrasi. Disadari optimal bagi penderita dan keluarga.
bahwa ada sesuatu yang harus dikerjakan, Perawatan paliatif tidak hanya diberikan
yaitu pasien perlu dan harus memperoleh pada penderita menjelang akhir hayatnya,
kualitas perawatan yang baik sejak dari namun juga diberikan segera setelah
awal diagnosis ditegakkan sampai pada diagnosis penyakit ditegakkan, bersama
saat akhir hidupnya. dengan pengobatan kuratif.
Titik sentral perhatian perawatan
adalah pasien sebagai manusia seutuhnya, Lebih lanjut, Organisasi Kesehatan
bukan hanya penyakit yang diderita. Dunia menekankan bahwa pelayanan
Dan perhatian ini tidak dibatasi pada paliatif berpijak pada pola dasar berikut:
pasien secara individu, namun diperluas l Meningkatkan kualitas hidup dan
sampai mencakup keluarganya. Untuk itu menganggap kematian sebagai
metode pendekatan yang terbaik adalah proses yang normal
melalui pendekatan terintegrasi dengan l Tidak mempercepat atau menunda
mengikutsertakan beberapa profesi kematian
terkait. Dengan demikian, pelayanan l Menghilangkan nyeri dan keluhan lain
pada pasien diberikan secara paripurna, yang menganggu
hingga meliputi segi fisik, mental, sosial, l Menjaga keseimbangan psikologis
dan spiritual. Maka timbullah pelayanan dan spiritual
palliative care atau perawatan paliatif yang l Berusaha agar penderita tetap aktif
mencakup pelayanan terintegrasi antara sampai akhir hayatnya
dokter, perawat, terapis, petugas sosial- l Berusaha membantu mengatasi
medis, psikolog, rohaniwan, relawan, suasana dukacita pada keluarga.
pelaku rawat (Caregiver) dan profesi lain
yang diperlukan. Dalam perawatan paliatif sering
diperlukan tindakan pemberian radiasi,
Organisasi Kesehatan Dunia atau kemoterapi, serta pembedahan, yang
WHO mendefinisikan perawatan paliatif tujuannya bukan untuk pengobatan
sebagai berikut: kuratif, melainkan untuk meringankan

32 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


keluhan pasien. pengobatan ke perawatan (from cure to
care) dan tidak hanya memperhatikan apa
Pelaksanaan perawatan paliatif di yang di inginkan, tetapi mengutamakan
Indonesia efektivitas dan efisiensi perawatan,
Dengan bertambahnya usia termasuk dari sudut pertimbangan
harapan hidup di Indonesia, semakin ekonomi.
meningkatnya jumlah penderita kanker,
berbagai penyakit motor neuron dan Dan yang paling mendasar
penyakit degeneratif sistem saraf, serta serta menjadi titik sentral, justru
munculnya penyakit AIDS, akan cenderung persiapan sumber daya manusia untuk
meningkatkan jumlah pasien yang pengembangan ilmu dan pelayanan
memerlukan perawatan paliatif. Di lain perawatan paliatif. Dibutuhkan tenaga
pihak, sarana dan fasilitas kesehatan yang profesional yang handal, tidak hanya
ada belum dapat memenuhi pelayanan dalam hal kualitas keilmuan, namun
kesehatan secara optimal. Justru melalui juga kualitas karya dan kualitas perilaku
perawatan paliatif, masalah ini akan berdedikasi tinggi, serta mampu
dapat diatasi, karena perawatan paliatif memanfaatkan sumber daya dengan
memungkinkan jangkauan pelayanan tepat guna.
cukup luas, tidak terbatas di Rumah Sakit
saja, tetapi dapat keluar dari lingkungan Pemerintah Republik Indonesia
Rumah Sakit dalam bentuk perawatan di melalui Kementrian Kesehatan telah
rumah (home care), perawatan konsultasi menerbitkan Surat Keputusan Menteri
(di Rumah Sakit dan dalam masyarakat) Kesehatan Republik Indonesia No 812/
ataupun pelayanan hospitium yang telah MENKES/SK/VII/2007 tentang Kebijakan
dikembangkan di berbagai negara Eropa, Perawatan Paliatif yang dilaksanakan di
Amerika, Jepang, juga Singapura dan institusi pelayanan kesehatan. Sementara
Malaysia. itu Yayasan Kanker Indonesia (YKI) telah
melaksanakan program perawatan pasien
Kondisi di atas cenderung mengubah kanker di rumah sejak tahun 1995 yang
prioritas pelayanan kesehatan dari berlokasi di YKI Lebak Bulus, jauh sebelum

Dok. newsroom.cumc.columbia.edu

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 33


SK Kementrian Kesehatan terbit. Kegiatan Etika pada perawatan paliatif
perawatan paliatif di rumah tersebut Keputusan untuk memilih perawatan
dinamakan Pelayanan Hospice Home paliatif menggantikan perawatan kuratif
Care YKI, yang masih terus dikembangkan merupakan keputusan yang berat dan
hingga saat ini. sulit. Di sini, segi kuantitas maupun
kualitas hidup harus dipertimbangkan
Tim perawatan paliatif secara seksama tanpa mengesampingkan
Tujuan perawatan paliatif adalah faktor moral sebagai salah satu dasar
untuk mengurangi penderitaan. consensus.
Penderitaan terjadi bila ada salah satu
aspek pada diri kita yang tidak selaras, Hampir seluruh ruang lingkup proses
entah fisik, atau psikis, peran di dalam perawatan paliatif terisi penuh dengan
keluarga, masa depan yang tak jelas, pertanyaan yang terkait dengan etika.
gangguan kemampuan menolong diri Masih perlukah antibiotika diberikan?
dan sebagainya. Untuk memahami Haruskah transfusi darah diberikan untuk
dan mengatasi hal tersebut, peran tim mengurangi gejala hari ini, bila ternyata
interdispliner menjadi sangat dominan. hanya memperpanjang penderitaan,
Dalam bukunya Hospital and Palliative karena keesokan harinya kondisi pasien
menjadi lebih buruk?

Kehendak pasien
dan keputusan keluarga
menjadi pertimbangan
utama, dan mereka
diikutsertakan bila
timbul kesulitan. Dialog
antara pasien, keluarga
pasien, dan anggota tim
akan dapat membantu
memecahkan banyak
masalah, didasarkan
Care, Dame Cicely Saunders, pendiri pada etika perawatan paliatif yang
”St. Christopher’s Hospice” di London, berlaku.
mengutip Peabody (1927): “Apa yang
disebut sebagai gambaran klinis pasien, Keluarga adalah komponen yang
tidaklah hanya gambaran seorang yang sangat berarti
sakit berbaring ditempat tidur, tetapi Keluarga akan menjadi mitra, baik
merupakan cerminan pasien sebagai untuk pasien maupun dokter (dan tim).
individu dengan lingkungannya, keadaan Oleh karena itu perhatian terhadap
rumahnya, pekerjaannya, teman, hobi, keluarga tidak dapat diabaikan, karena
kesedihan, harapan, dan ketakutannya.” keluargalah yang akhirnya harus
menyelesaikan berbagai hal pada saat
Menghadapi pasien pada stasium sebelum dan sesudah pasien meninggal.
paliatif, bukan intervensi yang bersifat
kritis. Perawatan paliatif adalah perawatan Seyogianya pelayanan perawatan
yang terencana. Walaupun ada saat kritis paliatif sudah dilaksanakan secara dini,
dan kedaruratan medis tanpa diduga, sejak diagnosis ditegakkan dan bersamaan
namun hal ini dapat diantisipasi, bahkan dengan upaya kuratif, juga terhadap
dapat dicegah melalui ikatan kerja tim keluarga. Informasi dan pengertian yang
yang solid dan kuat. dangkal pada saat awal, akan berakibat

34 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


kegelisahan yang menimbulkan masalah Kondisi tersebut di atas memberi peluang
sepanjang perjalanan penyakitnya. kepada YKI untuk melaksanakan program
Pasien dan keluarga diikutsertakan pelatihan perawatan paliatif di rumah
dalam program, bukan hanya sebagai untuk pelaku rawat.
obyek, melainkan juga sebagai subyek.
Dengan demikian harapan dan kehendak Target capaian adalah:
pasien beserta keluarga juga merupakan YKI memiliki modul pelatihan
pertimbangan penting. perawatan paliatif di rumah untuk pelaku
rawat yang terakreditasi oleh Kementrian
Keluarga diberi petunjuk untuk Kesehatan Republik Indonesia
pertolongan pertama dan tindakan
selanjutnya seperti mengontrol gejala YKI berencana untuk melatih 10
yang sering timbul: nyeri, gangguan cabang potensial YKI di seluruh Indonesia,
pernafasan, disfagi (gangguan menelan), sehingga menghasilkan 1000 pelaku
mual dan muntah, delirium, gelisah, rawat terlatih dalam 3 tahun ke depan.
kejang, inkontinensi dan retensi urin,
perdarahan, dan lain-lain. Sangat diharapkan melalui program
pelatihan perawatan paliatif di rumah
Peran pelaku rawat (caregiver) menjadi untuk pelaku rawat, akan terwujud visi YKI
sangat penting. Siapa saja yang dianggap yaitu:
mampu melaksanakan perawatan bagi
l Memberikan Perhatian bahwa kanker
pasien di rumah bisa bertindak sebagai
bukan hanya masalah individu atau
pelaku rawat, seperti keluarga, teman,
keluarga mereka yang terkena kanker
tetangga, dan asisten rumah tangga.
Pelaku rawat dibekali ketrampilan dan l Memberikan Dukungan baik moral
petunjuk oleh tim paliatif, khususnya maupun material sesuai dengan
oleh tim perawatan paliatif di rumah kemampuan dan kapasitasnya
(hospice home care). Prinsip community l Memberikan Lindungan agar mereka
based paliatif care atau perawatan paliatif yang terkena kanker merasa terayomi
bersumber daya masyarakat, perlu sehingga timbul semangat untuk
dikembangkan agar cakupan perawatan mencari solusi terbaik dalam upaya
bagi pasien dalam stadium paliatif dapat pengobatan maupun peningkatan
semakin besar. kualitas hidup pasien kanker.n

Fokus kegiatan Yayasan Kanker Sumber:


Indonesia: Melaksanakan pelatihan Nuhonni, Sutandyo, Tulaar. Bunga Rampai Perawatan Paliatif.
Masyarakat Paliatif Indonesia. 2010. 14-26
perawatan paliatif di rumah untuk Nuhonni, Djoerban, Bertens. Pasien terminal, Aspek Medis dan
pelaku rawat Etis. Grasindo 1996. 1-18
World Health Organization 1990. Cancer Pain Relief and Palliative
Care. Technical Report Series No. 804, Geneva.
Pemerintah melalui Kementrian Doyle, D., Hanks, G.W.C., dan MacDonnald, N. 1994. Oxford
Textbook of Palliative Medicine. Oxford: Oxford Medical
Kesehatan sudah memiliki modul Publication.
pelatihan perawatan paliatif untuk tenaga
kesehatan di Rumah Sakit dan pusat
pelayanan kesehatan primer, namun
belum memiliki modul pelatihan merawat
pasien paliatif di rumah untuk awam. Di sisi
lain kebutuhan untuk fasilitas perawatan
di rumah bagi pasien kanker paliatif
meningkat pesat sementara pelaku rawat
yang ada masih belum seluruhnya terlatih.

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 35


PejuangKanker

Aku Wanita
Berpayudara Satu
ore itu, 20 Oktober 2007, di kursi Perlahan kutata kembali emosiku
ruang praktek salah satu rumah dan mulai memikirkan cara terbaik
sakit di Jakarta, aku terhenyak. menyampaikan kabar buruk ini kepada
Perasaanku benar. Hasil pemeriksaan kedua anakku. Sebenarnya aku tidak perlu
mamografi pada payudaraku yang khawatir. Meski akan sedih mendengar
dibacakan dokter – seorang dokter ahli sakitku, tapi aku yakin mereka mampu
bedah tumor – seperti menghujamku. berpikir jernih untuk kuajak bicara,
Belum sempat aku bertanya, dokter sudah memikirkan langkah yang sebaiknya
langsung menelpon ruang perawatan dan segera kulakukan – karena mereka sudah
operasi untuk membuat jadwal tindakan dewasa.
operasi yang akan dilakukan padaku.
Malam itu kedua anakku
Sejenak dokter berpaling kembali menghubungi ayahnya yang langsung
ke arahku sambil mengatakan bahwa datang untuk melihat hasil USG dan
aku kena kanker payudara di sebelah kiri mamografi. Aku dan suamiku sudah lama
dan sebaiknya segera dilakukan tindakan bercerai, bahkan dia telah berkeluarga
mastektomi atau pengangkatan payudara. lagi, tapi hubungan kami sebagai ayah
Sore itu juga aku dianjurkan mendaftarkan dan ibu dari anak-anak kami tetap baik.
diri di bagian pendaftaran rawat inap.
“Jangan tunda, nanti tambah besar!,” Aku yang agak demam, sesudah
ujarnya sambil memandangku serius. makan malam segera masuk kamar
untuk istirahat. Alih-alih tidur, aku malah
Aku terlongok seperti monyet kena mengingat-ingat yang sering kurasakan
sumpit ketika ia menatapku. Sambil setahun terakhir. Gusti Allah, aku langsung
mengucapkan terima kasih kuambil hasil teringat betapa seringnya kualami rasa
USG dan mamografi dari atas meja dan sensasi luar biasa di bawah puting susu
segera ke luar ruangan. kiri, setiap kali kuhisap rokokku. Tiba-
tiba hampir semua kebiasaanku
Sampai di halaman parkir, perlahan terpampang gamblang di
kukendarai mobilku ke luar rumah sakit. Di kepalaku.
pinggir jalan raya aku berhenti. Kubiarkan
air mataku tumpah tak terbendung. Baru M e s k i p u n
beberapa waktu kemudian aku tersadar, waktu itu tidak di
senja mulai turun.

Laksmi Notokusumo
Penari dan Pemain Teater

36 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


depan umum, aku sudah mulai merokok aku sudah mengurangi gula dan garam.
sejak SMA kelas 3 sebagai penahan rasa
kantuk yang mudah menyerang setiap Malam itu, sementara kedua anakku
waktu belajar. Sejak itu aku hanya mampu bertemu ayahnya, aku malah lebih cepat
berhenti sewaktu dua kali hamil dan terlelap.
sewaktu menyusui kedua anakku.
Atas anjuran mantan suamiku,
Kebiasaan burukku yang lain, seminggu kemudian, tengah malam
sekalipun tidak mabuk aku suka minum – melalui perjanjian – aku ditemani
alkohol dan sangat kurang minum kedua anakku perempuan dan laki pergi
air putih. Aku sulit tidur, tapi malah ke seorang dokter ahli darah dan ahli
mensyukurinya karena punya lebih kanker yang berpraktek di sebuah rumah
banyak waktu untuk latihan menari/ sakit swasta di kawasan Jakarta Selatan.
teater, membaca, mengetik atau nonton Begitu selesai mencermati hasil USG
film semasa kuliah dan semasa dan mamografi yang kubawa, dokter
mengajarku di IKJ. Aku biasa terdiam. Baru beberapa saat kemudian
begadang, tapi tetap dengan tenang dan hati-hati ia mulai
bisa bangun pagi dan menerangkan apa itu kanker, bagaimana
bekerja sepanjang penyebarannya, dan bagaimana
hari. kemungkinan pengobatannya. Setelah
itu ia mengajukan beberapa pertanyaan
Tentu saja kepadaku, misalnya; apa sebab aku tiba-
aku juga punya tiba memeriksakan payudaraku?
kebiasaan
baik. Aku tidak Ketika tubuh meriang meningkat
suka jajan di menjadi demam 38C, siang itu aku segera
pinggir jalan, tidur. Waktu terbangun, aku terganggu
atau kue-kue oleh bola-bola hitam kecil seperti
manis dengan kecebong mondar-mandir mengikuti arah
pewarna, jarang gerak kedua bola mataku. “Tidak perlu
makan makanan khawatir dengan mata ibu,” kata dokter
berlemak, atau mata yang kukunjungi sore itu. “Bola-
yang diawetkan atau bola hitam itu bisa merupakan tanda ada
diasinkan. Sebaliknya, peradangan atau infeksi di bagian tubuh
aku suka semua jenis ibu yang dekat dengan mata, misalnya
sayur dan buah-buahan, telinga, hidung, gigi, mulut, dada yang
dari yang pahit, asam akan hilang bila infeksinya sembuh,”
atau manis. Waktu itu, lanjutnya.
diumurku
yang ke- Kecurigaanku langsung pada
35, payudaraku. Karena aku baru saja
melakukan general chek up dan hasilnya
semua bagus, kecuali pemeriksaan
mamografi yang waktu itu diluar
kebiasaanku sudah dua tahun belum
kulakukan kembali.

Aku yang dua tahun belakangan ini


suka kerokan pada belakang punggungku
– setiap kuhisap rokok, ada rasa sensasi
luar biasa pada payudara kiriku, yang

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 37


akhir-akhir ini kadang disertai rasa nyeri. Anakku perempuan Nathalia
Tapi ketika kuraba sampai ketiak – aku langsung menanyakan stadiumnya. “Dari
rajin melakukan SADARI (periksa payudara hasil USG maupun mamografi sudah
sendiri) – tidak ada teraba benjolan. Hanya dapat diperkirakan stadium 2B. Tapi
setiap aku mandi, bila kuperhatikan tentu saja ini baru perkiraan. Sebenarnya
benar, pelan tapi pasti payudara kiriku kalau dua tahun lalu sudah dilakukan
mengalami perubahan – menjadi lebih pemeriksaan mamografi, pengobatan
besar dan lebih montok dibanding masih bisa dilakukan melalui kemoterapi
payudara kanan. atau radiasi saja, karena saya yakin dua
tahun lalu baru tahap awal,” kata dokter.
Tahun 1976 kujalani USG dan operasi
tumor jinak dengan 5 sayatan di kedua Aku langsung sadar, kelalaianku
payudaraku. Sejak itulah general check menunda pemeriksaan mamografi dua
up kulakukan dua tahun sekali. Di tahun tahun lalu ternyata membawa akibat aku
1992, kujalani pengangkatan kelenjar akan kehilangan payudara sebelah kiri.
tiroid sebelah kanan, karena ia membesar Sekalipun saat itu usiaku sudah 58 tahun,
ke dalam sampai sebesar telur ayam. tetap saja tidak mudah bagi perempuan
menerima kenyataan harus kehilangan
satu buah dadanya. Apalagi aku seorang
penari dan pekerja teater yang masih aktif
keliling ke luar Indonesia.

Aku terdiam. Melihatku tak


mampu bicara, dokter dengan sabar
menjelaskan kepada kami kenapa dan
bagaimana tindakan operasi mastektomi
dilakukan. Ia mengambil perumpamaan
seperti menebang pohon, dengan cara
mengangkat seluruh pohon sampai ke
akar-akarnya supaya tidak tumbuh lagi.
Demikian pula tindakan mastektomi,
mengangkat seluruh bagian yang
terkena sel kanker sampai akarnya
agar penyebaran sel kanker segera bisa
Sebenarnya tahun 2005, ketika aku dihentikan, dan tidak tumbuh lagi. Lalu
dirawat seminggu di sebuah rumah sakit sambil tersenyum ia meyakinkan kami
karena gejala tifus, kujalani pemeriksaan bahwa aku akan baik-baik saja dan akan
menyeluruh termasuk USG, kecuali sehat kembali bila cepat ditangani.
mamografi – karena rumah sakit ini tidak
memiliki alatnya. Selanjutnya karena Ia menghiburku dengan jenaka,
sibuk aku lalai dan ahirnya baru kulakukan kalau aku menginginkan, bisa dilakukan
seminggu yang lalu. rekonstruksi buah dada baru yang diambil
Dengan seksama dokter ahli darah dari sayatan kulit bagian tubuh yang
yang juga ahli kanker yang kutemui lain – dan bisa memilih bentuk seperti
mendengarkan semua penjelasanku. apa yang kuinginkan, yang membuat
Sekali lagi ia amati foto mamografi, lalu kami tersenyum dan yang dengan cepat
dengan hati-hati ia sampaikan kepada anakku laki-laki menimpali: “Jadi, kalau
kami bertiga bahwa dari hasil mamografi mau, bisa diganti sebesar buah dada Dolly
sudah dapat dipastikan aku menderita Parton ya, Dok?.” “Bisa, bisa sekali. Kenapa
kanker payudara kiri, tepatnya di bawah tidak?,” jawabnya penuh canda. Dan kami
puting susu pada angka 1 arah jarum. semua tergelak…

38 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Demikianlah pertemuan awal kami datang dari seorang kawan dan bekas
dengan dokter ahli darah dan ahli kanker guruku. Di salah satu karya, aku mampu
yang cerdas, tenang, sabar, ramah dan tampil menari satu jam nonstop.
penuh humor, sehingga pertemuan
kami di ruang prakteknya pada tengah Memang dalam saat-saat tertentu
malam buta sampai menjelang subuh itu selama latihan aku sering mual dan
tidak terasa bagi kami. Malam itu wajah muntah-muntah, tapi aku tetap mampu
kami bertiga yang ketika masuk ruangan melaksanakan pertunjukan dengan
praktek lesu tanpa gairah, ketika keluar maksimal. Efek samping lain, aku juga
– seperti para pasien sebelumnya – kami pernah mengalami sariawan di seluruh
pulang dengan senyum menyungging mulut, dan juga pernah buang air kecil
wajah, ringan melangkah, seakan beban yang terus-menerus sepanjang hari – 30
terangkat sudah. kali dalam sekitar 8 jam. Kuku kaki dan
tangan kusam dan mudah patah. Namun
Malam hari 5 November 2000. Kedua di bawah pengawasan dan bantuan
anakku, adik-adik, saudara-saudaraku dari dokter, efek samping kemoterapi dan
kelarga suamiku, keponakan-keponakanku, radiasi dapat kuatasi dengan baik.
dan dua orang karibku Awing dan Roosdiah
yang menunggu di ruang tunggu operasi
dipanggil untuk dijelaskan bahwa dari hasil
biopsi ditegaskan tindakan mastektomi
perlu dilakukan. Demikianlah sesuai
rencana, malam itu sekitar pukul 19.30
kujalani operasi pengangkatan payudara kiri
dengan selamat.

Enam minggu setelah operasi aku


dinyatakan cukup kuat menerima tindakan
pengobatan berikutnya, yaitu 4 kali
kemoterapi standar melalui infus dan 12
kali tindakan pengobatan semacam yang
juga melalui infus, hanya jenis obatnya
lebih spesifik sesuai jenis kanker yang
kuderita. Secara keseluruhan pengobatan
kemoterapi, yang dilakukan tiga minggu Anakku laki-laki, Boris, memintaku
sekali dan membutuhkan waktu sekitar 7 mencukur rambut ketika rambutku baru
jam setiap kalinya, memakan waktu satu mulai rontok – supaya bila waktunya
tahun. tiba nanti, bisa tumbuh kembali secara
bersamaan dan merata. Rambutku aslinya
Kira-kira dua bulan setelah selesai panjang hingga di bawah ketiak. Begitulah,
pengobatan kemoterapi, pengobatan selama menjalani kemoterapi, setiap tiga
radiasi dimulai. Pengobatan radiasi kulalui bulan sekali, dengan hati-hati dan penuh
25 kali, sekitar 15 menit setiap hari, kecuali sayang Boris mencukur rambutku.
hari libur.
Awal April 2010, aku kembali
Akibat sakit dan lamanya pengobatan, memeriksakan diri ke dokter, karena ada
rencana pertunjukan karyaku – teater benjolan sebesar kelengkeng di leherku
koreografi – yang sudah selesai 60 persen sebelah kiri. Dengan dokter bedah yang
persiapan, kubatalkan. Sebagai gantinya, sama, aku kembali menjalani operasi
dengan ijin dokter, aku terima 3 tawaran pengangkatan seluruh kelenjar tiroid
sebagai penari dan pemain teater yang tanpa sisa, karena dokter tidak mau ambil

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 39


resiko. Menurutnya, benjolan yang ke dan disosialisasikan kepada masyarakat,
dalam mulai menempel pada dinding bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya
leher, ada kecenderungan berubah ganas. pasien bisa sadar dan lebih berhati-hati.

Kini aku sudah sehat kembali. Hanya Kini rambutku sudah lama tumbuh
saja selama sisa hidupku, setiap pagi kembali dan memutih dengan indah. Tapi
sebelum makan pagi, aku harus minum pil sebagai yang terselamatkan dari kanker,
yang mengandung kalsium, kalium dan aku harus tetap waspada. Di samping rajin
natrium (Vit D3) dan satu pil lagi (Euthyrax) melakukan pemeriksaan laboratorium
yang membantu mengatur metabolisme sesuai anjuran dokter, aku harus tetap
tubuh. Ada juga efek samping lain yang melakukan general check up berkala. Di
harus kutanggung. Sejak 2010 tangan tahun ke-9 setelah mastektomi, dokter
kiriku bengkak dari lengan atas sampai menganjurkanku melakukan PETScan –
pergelangan tangan bawah. pemeriksaan secara menyeluruh untuk
mendeteksi adanya jaringan dan sel-sel
Menurut dokter, lymphedema yang bersifat kanker (ganas) di dalam
begitu disebut, sering terjadi setelah tubuh. Puji syukur hasilnya tidak ada yang
pemotongan beberapa titik kelenjar perlu dikawatirkan.
getah bening yang sudah terkena
kanker, yang menyebabkan cairannya Sekarang, kegiatanku kubagi antara
tidak terbendung dan mengalir ke kegiatan kesenian dengan sosial. Sejak
daerah sekitar tidak jauh dari area yang 2009 aku bergabung dengan komunitas
dioperasi. Sebenarnya hal ini masih penyintas kanker (cancer survivor) di
mungkin dihindari kalau aku berhati-hati Jakarta, CISC, YKI, dan Lovepink yang
memperlakukan tangan kiriku. Misalnya mengkhususkan diri pada kanker
tidak mengangkat, membawa, atau payudara. Bersama para survivor cancer,
menyangga barang yang beratnya lebih kami saling berbagi pengalaman dan juga
dari 3 kilogram, melakukan beberapa mengikuti seminar/workshop tentang
latihan senam tangan, tidur dengan berbagai macam penyakit kanker, atau
posisi tangan kiri lebih tinggi dengan khusus tentang payudara dan kesehatan
meletakkannya di atas bantalan kecil. pada umumnya, dengan para dokter
sebagai narasumber.
Sekarang ini, seumur hidupku, setiap
kali tanganku membengkak lebih dari Kami juga melakukan kunjungan ke
3 cm dibanding tangan yang normal, rumah sakit atau datang ke rumah pasien.
aku harus fisioterapi. Tangan kiriku juga Dan bila diperlukan, atas permintaan
kubalut dengan armsleeve (sarung tangan pasien atau keluarga, kami melakukan
dari lengan atas sampai pergelangan pendampingan dan menemani pasien
tangan bawah, yang bisa melar) yang yang baru saja didiagnosa kanker, atau
khusus dibuat untuk itu. membantu memberikan informasi dan
penjelasan kepada keluarga pasien
Semua hal yang kusebutkan di atas bagaimana merawat pasien di rumah.
luput dari perhatianku, karena sebelum
operasi tidak pernah ada yang menyebut- Ah, ya, sebagai WTS (wanita tetek
nyebut kemungkinannya. Mungkinkah satu) tidak pernah terpikir olehku untuk
karena tidak semua pasien yang dioperasi melakukan transplantasi payudara.
akan mengalami lymphedema sepertiku, Berpikir positif, memiliki semangat hidup
atau karena khawatir pasien akan serta rasa kasih sayang pada keluarga,
mengurungkan niatnya sehingga tidak kawan, pasien dan sesama cancer survivor
mau dioperasi? Kini aku hanya berharap dan sesama manusia, sudah merupakan
lymphedema lebih mendapat perhatian keutuhan hidup itu sendiri.n

40 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Nelly
amanya Nelly Fitriani. Pasien sudah akrab bertahun tahun.
auto imun sejak 1995 dan setelah
lewat 20 tahun ia didiagnosa Hidup sebagai seorang aktivis, ia
kanker melanoma di kaki kanan. Awal bergabung dengan banyak komunitas.
April lalu saya berkunjung ke rumahnya Mulai dari komunitas auto imun, komunitas
di Cinere, Depok Jawa Barat. Wajahnya kanker hingga komunitas menjahit. Ia
segar dengan pulasan riasan tipis saat senang dan menikmati hidupnya dengan
kami berjumpa. Beginilah seharusnya bertemu banyak orang dan membantu
pasien kanker, tak melulu identik dengan sekuat yang ia bisa lakukan. Reuni SMP
wajah pucat dan kuyu. Meski sepanjang tahun ini, banyak teman temannya tak

wawancara, ia menahan mual setelah menyangka Nelly duduk di kursi roda.


kemoterapi ketiga. Gambaran Nelly sebagai perempuan
lincah, tegas dan mandiri tertanam kuat di
Kemoterapi dan radiasi telah dijalani benak mereka.
Nelly setahun terakhir. Kaki kanannya
sudah tidak nyaman lagi dibawa berjalan, Melanoma juga menyerang nenek
meski masih sempat ikut fashion show Nelly saat berusia 80 tahun. Beliau
dengan sepatu bertumit tinggi dan sudah meninggal dunia pada umur 90 tahun,
mulai bernanah saat itu. Tetapi sekarang, setelah 10 tahun berjuang melawan
ia memilih menggunakan kursi roda untuk kanker tanpa perawatan kemoterapi atau
kenyamanan. Di atas kursi roda, Nelly radiasi karena usia lanjut. Nelly sejak kecil
lincah sekali memainkan roda layaknya memanggil neneknya dengan sebutan

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 41


mami. Ia sangat dekat dengan neneknya. duduk dan menangis sedih setelah vonis
Beliaulah orang pertama yang curiga dokter. Di sudut kantin, Nelly mengingat
dengan kaki Nelly. dua orang dalam hidupnya yang
meninggal karena kanker. Nenek dan
“Coba lihat kakimu, mirip mami. tantenya. Tante meninggal karena kanker
Periksa segera!,” perintahnya. pankreas. Dada Nelly dipenuhi perasaan
kelam. Umurnya seperti tinggal hitungan
“Ah, ini hanya tahi lalat saja, Mi. Nanti hari, sementara hari menjadi semakin
saja,” tukas Nelly singkat. Apakah ia punya 10 tahun ke
depan, sama dengan neneknya dulu?
Nelly mengabaikan perintah Pikiran inilah yang sempat membuat
neneknya karena saat itu kakinya belum hatinya kelabu sepanjang hari. Tetapi
terasa sakit dan belum ada tanda-tanda mendung hanya bertahan sehari buat
kanker. Tetapi, tidak berselang lama Nelly. Hari berikutnya, ia bangkit dan
setelah nenek meninggal, akhir Desember melakukan riset apa yang harus dilakukan
2015 kaki kanan mulai terasa sakit dan pasien kanker melanoma.
Nelly menemui dokter ahli kanker di
salah satu Rumah Sakit di Jakarta Selatan. Dalam kasus Nelly, operasi
pengangkatan jaringan kanker di tapak
kaki kanannya harus segera dilakukan.
Setelah hampir 3 bulan menyiapkan diri
untuk operasi dan mengikuti prosedur
mulai dari periksa jantung, tekanan
darah hingga HB, operasi dilakukan
tanggal 19 April 2016. Ada dua operasi
yang harus dilakukan. Pertama untuk
kasus melanoma, kedua untuk kasus
endometriosis. Keduanya harus dilakukan
bersama-sama mengingat Nelly adalah
pasien auto imun yang sensitif terhadap
tindakan anastesi.

Jaringan kanker melanoma di telapak


kaki kanan diangkat hingga ke akar-
Dengan hasil patologi anatomi yang akarnya. Begitupun dengan endometriosis.
diterima dokter mendiagnosa positif Nelly seringkali mengalami perdarahan
kanker melanoma stadium-3. Kanker hebat ketika datang bulan. Kehilangan
pada telapak kaki kanan Nelly sudah banyak darah untuk pasien kanker
menyerang lapisan ke-5 dari 7 lapisan seringkali menyebabkan tertundanya
kulit. Sempat berpikir bahwa kankernya perawatan lanjutan. Sementara di sisi lain,
karena keturunan, tetapi segera Nelly harus kuat menjalani kemoterapi.
dibantah dokter. Alasannya, kecil sekali
kemungkinan faktor garis keturunan pada “Awal tahun ini mental saya drop
kanker jenis ini, namun ada kemungkinan lagi. Ada nodul baru di kaki,” suara Nelly
tetapi sangat kecil dari sakit auto imun terdengar bergetar.
yang diderita Nelly selama ini.
Januari tahun ini, Nelly merasakan
Kantin rumah sakit sedang penuh ada benjolan kecil di kakinya. Saat itu,
setelah ke luar dari ruangan dokter, tetapi Nelly ikut paduan suara di acara Yayasan
keramaian hanya artifisial semata. Ia Kanker Indonesia (YKI). Ia meminta
sesungguhya butuh ruang sunyi untuk rekannya pengurus YKI yang juga seorang

42 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


dokter memegang benjolan itu. berkaca-kaca dengan nafas turun naik.

“Dokter kankermu harus segera “Kalau sudah umurku segini, ya,


dikabari benjolan ini,” ujar rekannya. sudah. Semoga Allah kasi saya kesempatan
merawat ibuku yang sepuh. Bukan dia
Nelly tahu, ia harus berkejaran dengan yang seharusnya merawat saya…”
waktu. Benjolan akan makin membesar
dan hasil PET Scan menunjukkan benjolan Nelly selalu merasa tidak kuat
itu berada di sisi garis radiasi dan sudah bila bicara soal ibunya saat ini. Deraan
menyebar di beberapa bagian tubuh. kepedihan karena melihat ibu yang tertatih-
Kesedihan datang lagi, Nelly merasa tatih merawatnya membuat hati semakin
sendiri. Dan satu satunya yang terpikir pilu. Selain itu, ada kakak perempuan yang
adalah ibu!. bolak balik Jakarta-Medan ikut membantu
merawat Nelly. Kakak perempuannya ini
Dalam doa panjang, Nelly selalu juga yang memberikan bantuan keuangan
ingin merawat ibunya yang sudah 83 untuk membayar perawatan kankernya.
tahun. Bukan sebaliknya, ibu merawatnya Nelly memutuskan berhenti bekerja
setelah tidak sanggup lagi berjalan dengan
kakinya.

Pada Nelly saya belajar dua hal.


Pertama tentang kemandiriannya yang
sangat kuat. Ia sanggup ke Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di
Jakarta Pusat sendiri dan dengan lincah
mengendarai kursi rodanya. Seminggu
yang lalu Nelly berangkat kemoterapi
ketiga. Memesan taksi dan mengayuh
kursi roda dari ujung ke ujung RSCM
sendiri. Sungguh bukan pekerjaan
mudah. Kondisi fisik dan mental harus
sama kuat mengingat harus melewati
kemoterapi dan radiasi. Saya tidak bisa
dengan tangan-tangan bergetar karena membayangkan, melakukan semua itu
sepuh. Nelly selalu tidak sampai hati sendiri. Sakit flu sedikit saja, merasa susah
merepotkan ibu yang tak pernah putus dan perlu bantuan orang lain.
harapan padanya.
Kedua, meskipun dalam kondisi
Mengingat Ibu membuat perasaan sakit kanker dan di atas kursi roda, Nelly
bercampur aduk. Sedih dan bahagia tidak pernah putus memberikan bantuan
bersamaan hingga terasa sesak di dada. pada komunitas yang membutuhkan
Dari Ibu, Nelly belajar mandiri dan kuat. tenaga dan pikirannya. Ia sanggup datang
Tidak pernah ada perempuan lain yang dan memberikan dukungannya secara
sehebat dan sekuat ibunya yang dikenal nyata. Bukan hanya lewat media sosial
Nelly selama ini. Saat ini di rumah, ibunya atau pesan-pesan singkat. Simpati dan
merawat Nelly dan kakaknya laki laki empatinya pada sesama terasa jelas bagi
yang buta akibat retina matanya putus. banyak orang.
Saya tanyakan pada Nelly bagaimana
perasaannya sekarang pada ibu. Ia Kiranya pada Nelly lah kita harus
berhenti sejenak mengatur nafas. Matanya belajar banyak tentang hikmah hidup.nEsti

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 43


Kota Semarang
Puri Anjasmoro Blok O.I/12A-15, Semarang, Telp. (0247) 603881, 0811272466
Alamat YKI Cabang di Pulau Jawa
Banjarnegara
Dinkes Bid. PKPK, Jl. Mayjen Sutoyo No.83, Banjarnegara
Telp. (0286) 591218 ext. 457, 081325600101, Telp./Fax. (0286) 591080
Kota Magelang
DKI Jakarta Jl. Pahlawan No.17, Magelang, Jawa Tengah
Gedung Graha YKI, Sunter Permai Raya No.2, Jakarta Utara 14340 Telp. (0293) 361111, 361445, 0811255877, ykicabkotamagelang@yahoo.com
Telp. (021) 6509144, Fax. (021) 6507747
Wonosobo
Jawa Barat Dharma Wanita Persatuan, Jl. Merdeka No.1, Wonosobo atau AIS Klinik
Jl. Kejaksaan No.43, Bandung 40112, Telp./Fax. (022) 4230240, 0811220203 Jl. A. Yani No.2a, Jaraksari Wonosobo, Telp. (0286) 321345 ext.133,
ykijabar@bdg.centrin.net.id 081328225010, 08122670 9762, 085641552787, Fax. (0286) 321183, 321584
Kota Bandung Kudus
Jl. Cikutra Raya No.276, Bandung 40124, Telp./Fax. (022) 7100826, 5200031 Jl. Simpang Tujuh No.1, Kudus, Telp. (0291) 437655, 432254
082121977444, windypawitri@yahoo.com
Surakarta
Sukabumi PHCC, Jl. Siwalan No.37, Kerten, Surakarta 57143
Kompleks Islamic Center, Jl. Raya Cisaat, Sukabumi 232385, Telp. (0271) 7451108, 081331529944, 081329233530
Telp. (0266) 435006, 081563208840, Fax. (0266) 433614
konikabsukabumi2015@gmail.com D.I. Yogyakarta
Sendowo G-1B, RT013/RW056, Sinduadi Mlati, Sleman 55284
Kabupaten Tasikmalaya Telp. (0274) 555394, 08164268140, yki_diy@yahoo.com
Jl. Pancasila No.27, Tasikmalaya, Jawa Barat, Telp. (0265) 343319,
08122283292, 081313682229. ykicabangkabupatentasikmalaya@yahoo.co.id Sleman
Dinkes Kabupaten Sleman,, Jl. Rorojonggrang, Beran, Tridadi Sleman 55511
Kota Tasikmalaya Telp./Fax. (0274) 868409, 7808448, 081903705655, Fax. (0274) 486852
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya,
Jl. Ir. H. Djuanda (Kompl Perkantoran) Tasikmalaya, Jawa Barat Kulon Progo
Telp. (0265) 331840, puskesmastawang.citra@gmail.com Jl. Perwakilan No.1, Wates, Kulon Progo
Telp. (0274) 773147, 081328703348, Fax. (0274) 773148
Sumedang
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Jl. Kutamaya No.21, Sumedang, Jawa Bantul
Barat. Telp. (0261) 202377, 081320664467, Fax. (0261) 204941 Rumah Dinas Bupati Bantul, Jl. Ir. H. Juanda No.1, Bantul Timur, Yogyakarta
Telp. (0274) 7870591, 087738354334, Fax. (0274) 368828
Cianjur
Jl. Siti Jenab No.31, Cianjur, Jawa Barat, Telp. (0263) 261892, 08122171976, Kota Yogyakarta
08179215584, Fax. (0263) 263686 Jl. Mayjend Sutoyo No.32, Yogyakarta atau TP PKK Kota Yogya, Komplek
Balaikota, Jl. Kenari No.56, Yogya, Telp./Fax. (0274) 515865 ext. 195,
Kota Bogor 081227988365 Fax. (0274) 520332, shlalala_2014@gmail.co
Jl. Kesehatan No.3, Bogor, Jawa Barat
Telp. (0251) 8334562, 8331753, 087778286365, 08129872479 Jawa Timur
Jl. Mulyorejo Baru No.8, Surabaya, Telp./Fax. (031) 3892800, 081553665421
Kota Depok
Jl. Margonda Raya No.54, Depok 16431. Telp. (021) 7773610, 081807024659, Jombang
081287633384, 087875926100, Fax. (021) 77204988, ykidepok@gmail.com, Jl. Alun-alun No.1, Jombang (Sekretariat)
dwibudiriyanti@yahoo.com Telp. (0321) 870530, 0816508745, Fax. (0321) 866423
Kota Cimahi Lamongan
Jl. Demang Harjakusumah, Blok Jati Cihanjuang Jl. Raya Dr. K.H. Wahidin Sudiro Husodo No.28, Lamongan
Jl. Hj. Siti Julaeha No.5 (Jl. Pasar Atas), Cimahi, Jawa Barat Telp. (0322) 312223, 081330444099, Fax. (0322) 318635
Telp. (022) 6642137, 081320220885, Fax. (022) 6642292 umuronah@gmail.com
Kabupaten Ciamis Tulungagung
Dinas Kesehatan Kab. Ciamis, Jl. Mr. Iwa Kusuma Somantri No.12, Ciamis 46211 Jl. Pahlawan III/12, Desa Kedungwaru, Tulung Agung 66224
Telp. (0265) 771139, 08122162226 Telp./Fax. (0355) 332191, 322165, 08123252268
YKI_Tulungagung@yahoo.com
Kota Cilegon
Jl. Sultan Ageng Tirtayasa – Simpang Tiga, Cilegon (SMP Madinatul Hadid Jember
Cilegon), Banten. 08158779503, 081283412748 Jl. Gatot Subroto No.22, Jember, Jatim. Telp. (0331) 5939971,
Telp./Fax. (0331) 487352, Fax. (0331) 429870
Subang
Jl. Mayjen Sutoyo No.32, Subang, Jawa Barat Telp. (0260) 416311 Kota Madiun
081572759000, 081321783124, ykisubang@gmail.com Jl. Pahlawan No.77, Kota Madiun
Telp. (0351) 464237, 085856069797, Sujiatike lun77@gmail.com
Kabupaten Pangandaran
Jl. Alun-alun Parigi No.2, Pangandaran 46393, Jawa Barat Kota Kediri
Telp. (0265) 2641271, 082115133345, 081221665577 Jl. Kartini No.7, Kediri, Telp. (0354) 682001
cucu_chuex@yahoo.com Fax. (0354) 671473, ramadhanita17@gmail.com

44 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Sosok

KARLINAH UMAR WIRAHADIKUSUMAH

Energi Pengabdian
Yang Tidak Pernah
Surut
iga puluh sembilan tahun
bukanlah waktu yang singkat.
Tapi itulah rentang waktu
yang telah dilalui Karlinah Umar
Wirahadikusumah dalam pengabdian
sosialnya di bidang kesehatan khususnya meminta saya menjadi ketua umum.
kanker lewat Yayasan Kanker Indonesia Waktu itu Prof. Soedarto itu Ketua Umum-
(YKI): 27 tahun sebagai Ketua Umum dan nya. Lalu saya mau aja, pleng sampai
12 tahun sebagai Ketua Dewan Pembina sekarang kerja di sini,” tawanya pun
hingga sekarang. Rentang waktu ini hanya berderai.
beda setahun dengan berdirinya YKI yang
tahun ini genap 40. Karlinah berceritera, di masa-masa
awal kepemimpinannya ia banyak
Dalam usianya yang sudah 87 tahun, dibantu para dokter muda penuh
Karlinah terlihat bugar. Tidak ada keluhan semangat yang mau berkerja untuk YKI.
penyakit, juga tidak pantang makanan. Ia terus terang mengakui ia awam, tidak
Fisiknya tergolong prima – kecuali sejak mengerti apa dan bagaimana kanker
enam bulan terakhir ia lebih banyak duduk itu. Tapi ini mendorongnya untuk mulai
di kursi roda, dan kalau berjalan dibantu dan terus mempelajari tentang YKI
tongkat, karena tulang paha kirinya dan kanker. Keterpanggilan dan rasa
patah akibat terjatuh. Aktivitas sehari-hari kebersamaan untuk menanggulangi
tetap ia jalankan seperti biasa, termasuk kanker yang semakin meningkat di
menghadiri kegiatan-kegiatan yang Indonesia memacu para pengurus YKI
diselengarakan YKI. Bahkan di atas kursi di bawah kepemimpinannya untuk
roda sekalipun ia masih tetap bermain menyusun program-program yang
ping pong – olah raga kesukaannya – bermanfaat langsung bagi penderita
setiap pagi dan di sore hari. kanker dan keluarganya, juga bagi dokter
dan paramedis yang bergelut dalam
Berbincang dengan Karlinah Umar penanganan penderita. YKI medorong
Wirahadikusumah akan langsung terasa para dokter untuk meningkatkan
ia pribadi yang hangat, dan ramah. Derai pendidikannya dan menjadi ahli di
tawanya lepas ketika menceritakan bidang kanker, melakukan pelatihan-
bagaimana awal mula ia memimpin YKI pelatihan untuk mengembangkan
yang waktu itu masih bernama Yayasan kapasitas paramedis khususnya di
Lembaga Kanker Indonesia (YLKI). “Saya daerah-daerah, juga membuka pusat
awalnya malah tidak tahu kalau ada diagnostik dini kanker dan rumah singgah
yayasan kanker,” ujarnya. “Tapi waktu itu, guna membantu pasien dari keluarga
tahun 1978, datanglah Prof. Soedarto miskin. Di kantor YKI pusat hingga kini

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 45


masih tersedia layanan penyediaan obat
untuk penderita kanker dengan harga
distributor. “Itu izin yang kami dapatkan
dari menteri kesehatan untuk membantu
penderita kurang mampu,” kata Karlinah.

Moto YKI “Kanker dapat disembuhkan


jika ditemukan dalam stadium dini”
merupakan landasan dari setiap program
penyuluhan tentang kanker yang hingga
kini terus dikedepankan YKI kepada
masyarakat. Karlinah suatu ketika merasa
sangat tertolong dengan moto organisasi
yang dipimpinnya ini. Ia mengaku
melakukan pemeriksaan mamografi untuk
deteksi dini kanker payudara pada 1987
karena terdorong oleh moto ini. Ternyata,
hasilnya ditemukan indikasi adanya
jaringan tidak normal pada payudara
sebelah kiri. “Tapi belum ketahuan itu dibuang, meskipun sangat kecil ya tapi
apa, karena sangat kecil sekali. Saya satu payudara harus diangkat semua,”
diminta tunggu lima enam bulan lagi kenang Karlinah. Ia pun merelakan
untuk periksa ulang supaya bisa ketahuan payudaranya diangkat. “Daripada nanti
itu apa. Tapi saya pikir kalau tunggu lima masih menjadi penyakit, ya saya terima
enam bulan nanti seperti apa jadinya kalau saja,” tambahnya. Operasi berlangsung
betul itu kanker,” tuturnya. Ia pun bersama selama hampir 7 jam, karena dokter
suami Wakil Presiden RI ke-4 Umar langsung melanjutkannya dengan
Wirahadikusumah berangkat ke Jepang operasi penutupan bekas pengangkatan
untuk mendapatkan second opinion payudara. Jaringan untuk mengisi bekas
mengenai titik yang mencurigakan di payudara yang diangkat diambilkan dari
payudaranya itu. Dan betul saja, setelah bagian tubuh Karlinah sendiri. Semuanya
diperiksa teliti dan dibiopsi, jaringan itu beres, tidak dilakukan tindakan lanjutan,
positif kanker. misalnya kemoterapi atau penyinaran,
karena kanker payudara Karlinah waktu
“Kesimpulan dokternya, ya harus itu masih stadium-1. Ia hanya diberi obat
pengering luka bekas
operasi.

Pengalam annya
itu membuat Karlinah
semakin teguh
bahwa edukasi dan
penyuluhan mengenai
pentingnya deteksi
dini merupakan upaya
yang harus terus
digalakkan YKI karena
inilah cara paling
efektif dan efisien
dalam menanggulangi
kanker. “Kalau sudah

46 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


lanjut kan sulit diobati,
dan biayanya besar,’’
tegasnya.

Pengabdian
kepada masyarakat
seperti sudah
menjadi jalan hidup
Karlinah Umar
Wirahadikusumah. Ia
merasa senang bekerja
di YKI – meskipun
belakangan terpikir
untuk mengundurkan
diri karena usia yang
sudah lanjut dan tidak
lagi secerkas dulu. “Boleh saja mengajukan Perhatian dan kepeduliannya yang
pengunduran diri, tapi pasti tidak akan besar pada pendidikan anak-anak yang
dikasi,” ujar Ketua Umum YKI Prof. Aru mengalami kesulitan belajar itu membuat
tersenyum sambil memandang ke arah badan dunia UNESCO memberikannya
Karlinah Umar Wirahadikusumah yang penghargaan. Pemerintah juga
ia temani duduk dan berbincang dalam menganugerahkannya penghargaan
acara syukuran Ulang Tahun YKI Ke-40 di Satya Lencana Kebaktian Sosial, pada 1982,
kantor YKI Menteng Jakarta Pusat. karena aktivitas sosial kemasyarakatannya
yang luas.
Dikenal ramah dan murah senyum,
Karlinah masih ingat betapa ia merasa Sepertinya energi pengabdian dalam
sangat senang ketika YKI pada tahun diri Karlinah Umar Wirahadikusumah tidak
1986 bisa membantu anak-anak yang pernah surut. Di atas kursi roda, dalam
masih kecil penderita kanker di RSCM kesempatan Ulang Tahun YKI Ke-40 ia
Jakarta. “Jadi kita perbaiki gedungnya memberikan sambutan dan meminta
sehingga ruang tempat anak-anak itu pengurus di seluruh tanah air untuk terus
tinggal dan bermain lebih baik. Kita jadi mengembangkan diri dan mempelajari
bisa berkumpul dan melihat keceriaan setiap perkembangan kemajuan ilmu dan
mereka. Itu menyenangkan, tapi juga teknologi. Ini supaya YKI tidak tertinggal,
menyedihkan, ya,” ujarnya. selalu siap dan bertanggungjawab
dalam menjalankan setiap kegiatannya.
Perhatiannya kepada anak-anak dan “Sehingga eksistensi YKI dapat dirasakan
masa depannya memang besar. Pada manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
tahun 1994 ia mendirikan Yayasan Pantara
yang bergerak di bidang pendidikan Ia menyambut gembira adanya
untuk anak-anak yang mengalami peremajaan kepengurusan YKI dalam dua
kesulitan belajar spesifik, seperti kesulitan periode terakhir. Peremajaan menurutnya
membaca, kesulitas menulis, berhitung, dapat mendorong peningkatkan kinerja.
kesulitan berbahasa dan lainnya. Anak- Namun demikian ia mengingatkan agar
anak dengan kesulitan belajar spesifik ini para pengurus YKI mempelajari Visi dan
umumnya memiliki tingkat kecerdasan di Misi YKI dengan sebaik-baiknya, mencintai
atas rata-rata. Namun potensi anak harus tugas-tugasnya dan bekerja dengan hati
dapat dikembangkan melalui pendekatan yang ikhlas. Bekerja di YKI, kata Karlinah,
pendidikan khusus sesuai kondisi tidak cukup dengan cakap dan terampil
kesulitan belajar yang mereka alami. karena tidak dapat mengharapkan materi

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 47


apapun. “Tetapi apa yang kita kerjakan
adalah sangat mulia karena membantu
mereka yang memerlukan bantuan YKI,
terutama mereka yang kurang mampu.”

Karlinah Umar Wirahadikusumah dan


YKI seperti dua hal yang sulit dipisahkan.
Para pengurus YKI terlihat dekat dan
tidak sungkan dengan Ketua Dewan
Pembinanya ini. Namun terasa mereka
memberikan rasa hormat yang tulus
kepada Karlinah. Bukan karena Karlinah
hampir empat dekade menjalankan dan
Nama: Karlinah Umar Wirahadikusumah
memimpin YKI, tapi karena intensitas
Lahir: Bandung, Jawa Barat, 30 Juli 1930
dan komitmen yang ditunjukkannya
Agama: Islam dalam bekerja. Ia dinilai tegas namun
Pendidikan: mengayomi.
- Voorbereid Hogere Onderwijs (VHO),
Bandung
- Belajar Bahasa Prancis di Alliance Francaise Penampilan dan dandanannya juga
- Sempat mengikuti Colombo Plan tidak pernah berlebihan, tapi selalu
Pekerjaan: terlihat rapi dan serasi dengan sanggul
- Aktivis dan kebaya yang dikenakannya.
- Guru SMP dan SMA, Bandung (1957)
- Komisi pada Kantor Pusat Perbendaharaan Di rumah, Karlinah sangat
Bandung
memperhatikan pendidikan dan nilai-nilai
Karir:
kebaikan dalam keluarga. Ia tidak ingin
- Ketua Dewan Pembina YKI (2005 – sekarang)
- Ketua Umum YKI (1978 – 2005) anak-anaknya ikut-ikutan dan terbawa
- Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional arus.
(Dekranas)
- Ketua Umum Yayasan Kesejahteraan Anak “Saya hanya meminta kepada anak-
Indonesia
anak saya untuk berkelakuan baik,
- Ketua Presidium Dharma Wanita
- Ketua Dharma Pertiwi BPK (1978) dan belajar terus sebanyak mungkin.
- Ketua I Ria Pembangunan Jangan berhenti belajar hal-hal baru,
- Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana di bidang apa saja. Hanya dengan itu
(1969 – 1973) kita bisa mengetahui dan mengikuti
- Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam
perkembangan dunia dan perkembangan
V/Jaya (1962)
yang terjadi di seputar kita,” ujarnya.n AZR

48 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Mari Singgah
di Sasana Marsudi Husada
asa pengobatan bagi terjangkau.
penderita kanker dan keluarga
adalah masa-masa yang berat. Rumah singgah Sasana Marsudi
Lebih-lebih kalau harus datang dari jauh Husada YKI yang sekarang tengah
ke Jakarta karena fasilitas pengobatan dibangun sebenarnya merupakan
di Rumah Sakit di kota tempat tinggal pengganti gedung lama yang sudah
tidak tersedia. Ini artinya tambahan biaya berusia 35 tahun dan sudah lapuk.
yang tidak kecil. Belum lagi jika stadium Gedung lama satu lantai dirobohkan
kanker sudah lanjut, yang pengobatan untuk dibangun gedung baru 3 lantai,
dan perawatannya berkonsekuensi pada dengan total luas lantai 1610 m2. Di lantai
kebutuhan biaya lebih besar dengan
tingkat kesembuhan minim. Satu
soal lagi, tidak semua pasien kanker
berasal dari keluarga mampu. Pasien
kanker juga mengalami tekanan
psikologis karena penyakitnya
potensial mengancam jiwa.

Adalah rumah singgah Sasana


Marsudi Husada (SMH) yang kini
tengah dibangun oleh Yayasan
Kanker Indonesia (YKI). Ini semacam
rumah pemondokan sementara
untuk pasien kanker dari luar Jakarta
yang sedang berobat jalan di Rumah
Sakit - Rumah Sakit di Jakarta. YKI
rupanya memikirkan tindak lanjut
pengobatan bagi pasien-pasien
kanker yang tidak punya rumah,
keluarga atau kerabat di Jakarta. 1 tersedia 10 kamar inap standar dan 4
kamar VIP. Sementara di lantai 2 terdapat
“Pengobatan kanker memerlukan 4 kamar untuk paliatif dan 2 ruang
waktu cukup lama dan dilaksanakan di kelas untuk pendidikan dan pelatihan.
rumah sakit, tetapi tidak selalu harus Sedangkan lantai 3 berupa aula yang
dirawat inap. Misalnya pengobatan dengan dapat menampung 100 orang.
radioterapi yang dilakukan setiap hari
selama beberapa minggu, dapat dilakukan “Menyediakan pemondokan
oleh pasien tanpa perlu dirawat di rumah sementara bagi pasien kanker, dengan
sakit,” kata Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD, tarif yang sangat rendah, adalah salah
KHOM., Ketua Tim Pembangunan SMH YKI satu misi sosial kami,” tegas Prof. Muthalib.
yang juga Wakil Ketua II Dewan Pembina Tarif mondok per hari per pasien hanya
YKI. Bila pasien berasal dari luar Jakarta, Rp.30.000. Ini sudah termasuk makan 3
apalagi kurang mampu, tentu menyulitkan kali, dengan 2 kali snack dan transportasi
mereka mencari penginapan dengan harga pergi pulang SMH YKI - Rumah Sakit. “Meski

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 49


Peletakan batu pertama SMH YKI
pun demikian, ternyata masih banyak daerah bisa mendapatkan pelayanan
yang tidak mampu bayar,” kenangnya. pengobatan yang memadai,” ujar dokter
Sementara mengenai tarif kamar VIP, Prof. Rebecca yang juga Penanggungjawab
Muthalib mengatakan belum dihitung. Klinik Utama dan SMH YKI.
“Mungkin nanti, ya. Barangnya juga belum
ada,” ujarnya sambil tersenyum. Peletakan batu pertama menandai
pembangunan SMH YKI dilakukan oleh
Rumah singgah SMH YKI berlokasi di Ketua Dewan Pembina YKI, Karlinah Umar
Jalan Lebak Bulus Tengah, No. 9, Jakarta Wirahadikusumah, bersama-sama dengan
Selatan. Pembangunannya ditargetkan Ketua Umum YKI Prof. Aru, dan Ketua Tim
selesai dalam setahun dan diharapkan Pembangunan SMH YKI, Prof. Muthalib,
langsung berfungsi. Menurut dr. 25 Februari 2017. Turut menyaksikan Dr.
Rebecca N. Angka, M.Biomed, Sekretaris Arifin M. Siregar, salah seorang Pendiri dan
Tim Pembangunan SMH YKI, fasilitas Pembina YKI.
pengobatan penyakit kanker belum
merata di Indonesia, sehingga dari daerah Luas lahan milik YKI di lokasi
masih dirujuk ke Jakarta. “Dengan adanya pembangunan SMH YKI adalah sekitar
fasilitas pemondokan sementara yang 4.038 m2. Sebagian sudah ada bangunan
terjangkau harganya bagi pasien kurang Klinik Deteksi Dini berlantai tiga, sehingga
mampu, YKI berharap pasien kanker dari luas tanah untuk alokasi SMH YKI kurang-
lebih 800 m2. Biaya pembangunan SMH
YKI mencapai Rp.10 milyar. Ini belum
termasuk pajak, interior dan kelengkapan
seperti furnitur dan tempat tidur, juga
alat-alat rumah-tangga lainnya. “Biaya
diperoleh dari sumbangan para donatur
perorangan melalui perusahaan, retail,
perusahaan, bank, maupun perorangan
biasa,” kata Prof. Muthalib.

Nantinya akan ada tiga orang dokter


umum yang selalu siaga di SMH YKI,
dibantu seorang perawat yang bertugas
mengantar pasien pergi pulang SMH
YKI - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD, KHOM.

50 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Syarat Gampang Mondok di SMH
Pasien kanker dari luar Jakarta boleh tidak khawatir soal tempat tinggal selama
berobat di Jakarta. “Semua pasien kanker dari luar Jakarta yang memerlukan
pengobatan di rumah sakit di Jakarta, boleh tinggal di SMH YKI. Tetapi diutamakan
yang kurang mampu,” kata dokter Rebecca, Penanggungjawab Klinik Utama dan
SMH YKI.
Prosedur dan syaratnya juga gampang, hanya ini:
n Pasien kanker, dewasa maupun anak
n Membawa Surat Rujukan dari RSUD di daerah untuk penanganan lanjutan di
Rumah Sakit di Jakarta
n Membawa serta jika bisa surat pengantar dari Yayasan Kanker Indonesia
setempat akan lebih baik
Selama mondok di SMH YKI, pasien boleh ditemani seorang pendamping. Pasien
atau keluarga tentu perlu menghubungi terlebihdahulu sekretariat SMH YKI,
untuk menanyakan ketersediaan kamar. Untuk ini silahkan menghubungi nomor
(021) 7507447, 7690704. Di ujung telpon ada Purwanti atau Azizah yang siap
memberikan informasi.n

(RSCM). Sedangkan untuk kebutuhan sesuai kondisi dan kebutuhan setempat.


tertentu pasien paliatif, SMH YKI akan
bekerjasama dengan YKI Cabang DKI Hingga saat ini sudah ada lima YKI
Jakarta yang sudah memiliki tim dokter Cabang yang memiliki fasilitas rumah
dan perawat pasien paliatif. singgah, yakni YKI Cabang Provinsi
Sumatera Barat, YKI Cabang Palembang,
Untuk membereskan administrasi, YKI Cabang D.I. Yogyakarta, YKI Cabang
SMH YKI mempekerjakan 2 orang tenaga Provinsi Jawa Timur, dan YKI Cabang
administrasi dan seorang staf umum. Bali (Koordinator). Di rumah singgah
Sedangkan urusan penyiapan makanan YKI Cabang Provinsi Jawa Timur malah
dan minuman tamu yang mondok tersedia 28 kamar dengan 60 tempat tidur.
ditangani 2 orang juru masak.
Ide meningkatkan rumah singgah
Kebersihan adalah vital untuk rumah menjadi layanan hospis bahkan kini
pemondokan pasien kanker. Untuk ini 5 tengah dipikirkan para pengurus YKI
orang petugas kebersihan siap menjaga Cabang Bali (Koordinator). Tujuannya
kebersihan SMH YKI. Tidak kalah penting untuk membantu pasien kanker dan
adalah kemanan –YKI menggunakan jasa keluarganya mendapatkan layanan
6 orang petugas satuan pengamanan pendampingan yang lebih memadai
terlatih. sesuai dengan konsep hospis dan paliatif.
Untuk tujuan tersebut tim YKI Cabang
Nampaknya YKI akan terus Bali (Koordinator) berkesempatan
mengembangkan fasilitas rumah singgah mengunjungi salah satu hospis yang
untuk membantu meringankan beban telah berkembang di Singapura, yaitu
pasien kanker yang tengah berobat Assisi Hospice, Maret lalu. YKI Cabang Bali
jalan. YKI Cabang di kota-kota besar juga (Koordinator) saat ini memiliki 4 kamar
didorong untuk menyediakan fasilitas pemondokan sementara pasien kanker
pemondokan sementara pasien kanker dengan kapasitas 8 tempat tidur.n AZR

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 51


Dengan Sahabat YKI
Kita Berbagi
anker memengaruhi semua Terkait ajakan tersebut YKI
orang – tua dan muda, memperkenalkan Sahabat YKI, yaitu
kaya dan miskin, laki-laki, individu, kelompok masyarakat
perempuan dan anak-anak – maupun organisasi yang secara
dan merupakan beban besar bagi pasien, sukarela bergabung dengan YKI untuk
keluarga dan masyarakat. Kanker adalah bersama-sama menanggulangi penyakit
salah satu penyebab utama kematian di kanker di Indonesia. Sahabat YKI dapat
dunia. memberikan bantuannya secara langsung
kepada penderita maupun
Pada tahun 2015, keluarganya. Misalnya
sekitar 8,8 juta orang menyumbangkan
di dunia meninggal peralatan kesehatan
akibat kanker – atau alat-alat bantu
atau hampir 1 dari perawatan pasien,
6 kematian yang seperti kursi
terjadi di dunia. roda, masker
Sekitar 70% dari oksigen dan
semua kematian lain sebagainya
akibat kanker sesuai kebutuhan
terjadi di negara pasien dan saran
berpenghasilan dokter.
rendah dan
menengah. Sahabat YKI
juga dapat bertindak
Di tahun 2015, negara- sebagai motivator
negara berpenghasilan edukasi dengan membantu
rendah yang memiliki layanan umum memberikan informasi-informasi
pengobatan kanker tercatat kurang dari yang benar dan bertanggungjawab
30% – bandingkan dengan negara-negara tentang kanker kepada orang-orang
berpenghasilan tinggi, lebih dari 90% di lingkungan terdekat. Ketika YKI
negara-negara ini memiliki ketersediaan membutuhkan, Sahabat YKI dapat
layanan pengobatan kanker. ikut sebagai motivator promotif, yakni
membantu YKI dalam kegiatan-kegiatan
Di Indonesia gambaran tentang tahunan seperti Hari Kanker Sedunia,
penyakit kanker mencemaskan. WHO Ulang Tahun YKI, dan juga pelaksanaan
memperkirakan lonjakan penderita program-program utama YKI.
penyakit kanker akan mencapai tujuh
kali lipat pada 2030. Oleh karena Sahabat YKI juga dapat memberikan
itu YKI mengajak seluruh lapisan bantuan sebagai motivator preventif,
masyarakat untuk bergerak secara aktif yakni dengan terlibat langsung dalam
menanggulangi penyakit ini, yaitu dengan program-program preventif dan
menciptakan lingkungan yang supportif kemasyarakatan yang dilakukan YKI. Di
bagi penderita kanker maupun orang- bidang supportif, Sahabat YKI bisa secara
orang di sekelilingnya. bersama-sama dengan YKI memberikan

52 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


bantuan program-program paliatif untuk donator, atau melakukan hanya satu kali
keluarga maupun lingkungan terdekat donasi.
pasien yang terkena kanker.
Untuk donasi berupa uang ini
YKI sebagai lembaga nirlaba tentunya YKI membuka bank account terpisah,
sangat membutuhkan donasi dari sehingga memudahkan pengawasan
masyarakat. Sahabat YKI bisa menjadi dan pelaporan dana yang terhimpun.
donator tetap yang secara rutin setiap Juga akan dilakukan audit oleh auditor
bulan menyumbangkan sejumlah uang, independen sehingga transparansi dan
atau melakukan donasi secara sesekali efektifitas penggunaan dana dapat
disesuaikan dengan keadaan keuangan dipertanggungjawabkan.n AZR

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 53


Kanker: Kumpulan
Pembiaran dan
Pembodohan
Oleh: Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum
Dokter, Magister Filsafat, Ahli Gizi Komunitas

embaca judul di atas penyebarannya akibat hal di atas bukan


rasanya memang cukup lagi sebatas kanker usus, melainkan juga
‘ngeri-ngeri senewen’. kanker paru, prostat, hati dan payudara.
Disebut pembiaran, karena
kontributor penyakit satu itu banyak dan Di sisi lain, istilah rafinasi tidak pernah
banyak pula orang yang sebenarnya tahu ada saat manusia masih makan apa yang
tetapi tidak sungguh-sungguh berteriak dibutuhkan tubuh – bukan sekadar
cukup keras untuk bisa membangunkan doyan. Tubuh sebagai kesatuan organik
orang lain. Kita masih berandai-andai dan hidup berdasarkan hukum kodrat
apa yang tertulis di berbagai urna l tentunya membutuhkan asupan yang
kesehatan itu tidak terjadi di Indonesia, setara, artinya secara kodrat juga ada di
atau seandainya ada pun – intensitasnya alam. Sehingga dapat disebut bahwa
‘nggak gitu-gitu amat...’ atau lebih parah pangan yang tersehat tentunya segala
lagi, iming-iming silih manipulatif mulai sesuatu yang semakin dekat dengan
bermain: kan bisa ‘dinetralisir’ dengan bentuk aslinya di alam. Tuhan masih
makan buah, olah raga, perbanyak amal cukup memberi kita makan. Butuh bayam
ibadah – halo apa hubungannya, coba? ya makanlah bayam dengan semua
kebaikan yang ada di bayam. Bukan mi
Pola makan sarat rafinasi sudah berwarna ‘seperti bayam’ apalagi disebut
terbukti sejak lama sebagai salah satu ‘mengandung ekstrak bayam’. Apa sih
biang keladi munculnya kanker (Burkitt, yang salah dengan makan bayamnya saja?
2012). Walaupun awalnya gula, terigu, Begitu saja kok repot. Anak tidak doyan?
beras rafinasi dihubung-hubungkan Artinya ada masalah dengan pola asuh.
dengan kanker usus besar akibat Bereskanlah pola asuh tersebut, bukan
minimnya serat, tapi belakangan ini memanipulasi hak kodratinya.
penelitian semakin menemukan benang
merahnya yang terletak pada interaksi Kebablasan teknologi industri yang
senyawa yang dihasilkan oleh proses- melangkahi akidah kodrati pada akhirnya
proses metabolisme seperti P450, MAP menimbulkan masalah kesehatan yang
kinase, PI3 kinase, IGF-1 dan radikal bebas katastropik. Pendomplengan atau lebih
(Ruiz, 2014). Perbanyakan sel kanker dan kasarnya lagi pencatutan program dan

54 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


jargon kesehatan membuat blunder terkendali.
pemahaman masyarakat. Seperti halnya
susu dan biskuit rasa stroberi tidak berarti
Sangatlah naif jika pangan
anak makan buah stroberi. Saat negara-
sehat dianggap hanya sekadar tidak
negara maju seperti Amerika dan Eropa
mengandung pengawet dan pewarna.
mulai menyadari kesalahan besar mereka
Menilik produk industri yang menguasai
dan kini gencar kembali ke pangan asali
asupan pangan saat ini, tak terelakkan
bahan-bahan seperti trans fat, emulsifier
manusia, Indonesia masih terbuai dengan
kecanggihan pangan buatan dan napak
dan pemanis buatan atau sirup gula
jagung (High Fructose Corn Syrup) ikut
tilas perjalanan penyakit gaya Barat. Lebih
parah lagi: dengan ekonomi terpuruk
mencemari tubuh manusia. Pembodohan
dan pembiaran atas nama
“dalam jumlah yang diijinkan”
Produk non alamiah yang membuat konsumennya
sekarang seolah-olah menjadi terlena. Padahal jika dijumlah
- mulai dari minuman sejak
‘kebutuhan baru’ adalah polutan bangun pagi hingga berbagai
atas nama pewangi. Mulai dari jenis makanan kecil, bumbu,
saos, serta pangan kemasan –
produk untuk mencuci pakaian akhirnya terkumpul angka racun
hingga penyemprot ruangan. yang amat mengerikan.

Bukan hanya kebablasan


tanpa pemahaman upaya preventif dan perkara makanan saja. Isu seputar
promotif. Seperti biasa, baru kebakaran konsumsi rokok dan kian bertambahnya
jenggot istilahnya – bila kanker mulai perokok muda seakan seperti angin
nampak dan stroke menyerang. lewat. Risiko dianggap remeh, bahkan
bagi golongan menengah ke bawah
Apabila negara-negara miskin dengan solusinya sudah ada, berkat kartu sehat
wilayah tandus mengalami malnutrisi gratis. Pembatasan iklan dan promosi
akibat kurang kalori dan
protein dan negara-
negara industrialis
menuai malnutrisi
akibat salah asupan gizi
berlebih, maka Indonesia
saat ini menghadapi
malnutrisi ganda. Di sisi
lain kita melihat anak-
anak kurus pendek
berambut jagung dan
mudah terkena infeksi
dengan segala akibatnya,
di sisi lain semakin
banyak anak-anak gemuk
dengan asupan pangan
amburadul siap menuai
berbagai jenis penyakit
tidak menular termasuk
kanker yang dimulai
dari kondisi obesitas tak

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 55


rokok malah dianggap mematikan petani menghasilkan ruang yang sungguh-
tembakau. Padahal, rokok impor semakin sungguh resik dengan aroma asli
murah dan brutal memasang spanduk kebersihan. Bukan kamuflase.
lengkap sepanjang jalan kecamatan
dengan harga per bungkus tercantum Sudah waktunya kita kembali ke
mencolok. Padahal lagi, petani tembakau akidah, menyelesaikan masalah dari
tidak akan sekarat bahkan kian berjaya sumbernya, dengan kerendah-hatian
bila Indonesia menjadi produsen pestisida menata yang terlanjur porak poranda.
organik berbahan tembakau! Teknologi dikembalikan ke ranahnya,
di mana kita kian menikmati perjalanan
Produk non alamiah yang sekarang bebas hambatan dengan mesin
seolah-olah menjadi ‘kebutuhan baru’ anti polusi, informasi semakin cepat
adalah polutan atas nama pewangi. tersampaikan berkat kecanggihan produk
Mulai dari produk untuk mencuci pakaian selular, masalah birokrasi dipangkas
hingga penyemprot ruangan. Sudah berkat jasa alat pemindai. Begitu pula
begitu banyak penelitian di negri orang rumah sakit canggih tetap dibutuhkan
yang tak pernah terbaca di tanah air kita untuk mengatasi kecacatan akibat
– berbicara soal evidence based medicine kecelakaan dan musibah. Kanker bukan
hubungan antara polutan udara (yang musibah. Bisa dicegah, bisa dideteksi
ironisnya kita sebut sebagai ‘aromaterapi’ dini bahkan jadi sembuh, selama tubuh
di sini) dengan risiko kanker. Bahkan lift sebagai keutuhan biologi mendapatkan
rumah sakit yang sempit itu dipasangi haknya yang kodrati. Semoga manusia
alat penyemprot bau-bauan artifisial kian dipanjangkan umurnya dengan tetap
demi mendongkrak kerja cleaning service sehat sejahtera, bukan berbeban penyakit
yang tak mau berusaha lebih keras untuk yang tak kunjung usai.n

Dok. nytimes.com

56 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


“Hilangkan Mitos,
Lihatlah Fakta”
Oleh: dr. Yurni Satria, M.Phil, MHA
Ketua Bidang Pendidikan dan Penyuluhan YKI

uatu hari saya diajak anak-anak dan ingin dekat dengan keluarga menunggu
cucu pergi berbelanja ke salah satu kematiannya. Beban berat segera datang
mall cukup besar di Jakarta dan ke pundaknya sebagai anak tertua dari
selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai lima bersaudara. Seandainya ibunya tiada,
etnis dan lapisan masyarakat. Setelah sedangkan bapaknya hanya seorang
berkeliling beberapa saat, saya berhenti buruh kasar di kampungnya dengan
di salah satu tempat duduk yang tersedia penghasilan tidak tetap.
sambil menunggu mereka berbelanja. Di
samping saya duduk seorang gadis remaja, Saya dengarkan dia bercerita tentang
kira-kira usianya 19 tahun, seorang asisten ibunya dan pendapat orang-orang di
rumah tangga yang sedang menjaga kampungnya tentang penyakit yang
anak majikannya yang tertidur di kereta diderita ibunya. Ia bercerita bahwa dia
dorong. Gadis ini kelihatan cerdas, tetapi mendengarkan apa yang dikatakan orang-
wajahnya nampak muram, pandangannya orang di kampungnya tentang kanker
kosong, sepertinya ada masalah berat ketika ibunya diketahui terkena kanker.
yang sedang ia hadapi. Orang-orang di kampung berpendapat
tidak mungkin orang tidak berpunya
Saya memberanikan diri menegur seperti kita ini terkena kanker, itu kan
dan bertanya ia tinggal di mana, asalnya penyakit orang kaya dan kanker itu sudah
dari mana, keluarganya, dan seterusnya takdir, tidak bisa diobati, tunggu sajalah
dan seterusnya. Saat ia bercerita tentang kapan dipanggil Yang Kuasa, tidak usahlah
ibunya yang saat itu
baru berusia 48 tahun,
air matanya berlinang.
Ia menceritakan bahwa
ibunya sedang mengidap
penyakit kanker, kata
dokter kanker di hati dan
sudah bolak-balik ke rumah
sakit tidak ada perubahan
ke arah kesembuhan.
Bahkan sekarang ibunya
sudah dibawa saja pulang
karena tidak ada biaya
lagi. Ibunya juga sudah
tidak mau dirawat, beliau

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 57


dibawa ke Rumah Sakit, mahal biayanya,
ke orang pintar saja, dan sebagainya.
Suara-sara itu berkecamuk dan menjadi
pertanyaan besar di kepalanya. Ia lalu
bertanya kepada saya, benarkah apa yang
dikatakan orang-orang di kampung itu,
Bu?

Cerita di atas adalah salah satu


masalah yang perlu mendapat perhatian
para pemerhati kanker, bagaimana
menagkis pendapat-pendapat yang
merupakan mitos tersebut dengan keluarga karena membutuhkan biaya
melihat fakta. Upaya membuat tidak sedikit untuk pengobatannya. Hal
masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi ini akan berdampak negatif terhadap
berita-berita menyesatkan tentang kanker ekonomi keluarga dan bahkan dapat
yang mungkin masih mengemuka di mengganggu ketahanan dan keutuhan
masyarakat perlu ditingkatkan. Mitos- keluarga. Di sisi lain, faktor kemiskinan
mitos itu dapat memperburuk keadaan yang mengakibatkan kurangnya akses
dan memperberat masalah yang terhadap pendidikan, informasi dan
mengganggu pikiran dan perasaan layanan kesehatan telah meningkatkan
keluarga pasien seperti pengalaman anak risiko terhadap penyakit dan kematian
gadis di atas. Bahkan dapat mempengaruhi karena kanker.
keluarga dalam mengambil keputusan
yang kurang tepat. Mitos kedua: “Kanker adalah
penyakit orang kaya, orang tua
Organisasi Kanker Sedunia (UICC)
pernah mengangkat tema tentang dan di Negara maju.”
beberapa mitos terkait kanker pada
peringatan Hari Kanker Sedunia tahun Faktanya: Kanker adalah epidemi
2015. Ada 4 (empat) mitos tentang kanker global yang dapat menyerang
yang sering kita jumpai di masyarakat,
segala usia, dari semua kelompok
yaitu:
sosial ekonomi dan di negara
Mitos pertama: “Kanker adalah mana saja, bahkan lebih
masalah kesehatan semata.” banyak ditemukan di negara
berkembang.
Faktanya: Kanker bukanlah Data menunjukkan bahwa sekitar
semata-semata masalah 50% pengidap kanker di Indonesia
kesehatan, karena dampaknya berumur kurang dari 50 tahun, saat
lebih luas mencakup semua aspek masih berada pada usia produktif. Dalam
kehidupan, yaitu aspek sosial, jangka panjang, hal ini akan berdampak
ekonomi dan pembangunan,
bahkan dapat berimplikasi
kepada hak asasi manusia.
Kanker memberi dampak buruk
terhadap ekonomi dan ketahanan

58 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


buruk terhadap perkembangan ekonomi
keluarga dan masyarakat. Alamat YKI Cabang di Bali, NTT,
Maluku, dan Papua
Mitos ketiga: “Kanker selalu
berakibat kematian.”
Bali (Koordinator)
Jl. Pulau Aru No.3, Denpasar. Telp. (0361) 255442, 0811380 9255,
Faktanya: Penyakit kanker DD/MM/YY
08123827954, Fax. (0361) 255428

memang salah satu penyebab Kota Denpasar


Gedung Wanita Shanti Graha, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar,
kematian, namun saat ini Dinkes Kota Denpasar, Jl. Maruti No.8, Denpasar 80118
kanker dapat disembuhkan bila Telp. (0361) 240519, 424801, Fax. (0361) 425369

ditemukan pada stadium dini Badung


Kantor Puspem Kab. Badung, Jl. Raya Sempidi, Mangwi, Bali
dan mendapat perawatan dan Telp. (0361) 9224004, 08123873092, 08124684955,
pengobatan yang efektif. Fax. (0361) 9009316

Bangli
Para ahli memperkirakan 43% kanker Kantor Dinas Kesehatan Kab. Bangli, Jl. Brigjen Ngurah Rai No. 28, Bangli.
Telp. (0366) 93030, 91404, 081338284299, Fax. (0366) 91043
dapat dicegah dengan mengurangi
faktor risikonya, seperti: tidak terpapar Tabanan
dengan asap rokok, memproteksi kulit Sekretariat PKK, Kantor Bupati Tabanan, Jl. Pahlawan No.19, Tabanan, Bali,
Telp. (0361) 811417 ext. 152, 087862562584, 087861902152, Fax. (0361)
dari paparan sinar ultraviolet, tidak 811202, 812703. ganmurniati@gmail.com
mengkonsumsi alkohol, diet dengan gizi
Klungkung
seimbang, aktifitas fisik yang teratur dan Jl. Untung Surapati No.2, Semarapura, Kantor Bupati Klungkung, Bali, Telp.
pencegahan infeksi yang berhubungan (0366) 22582, 08124682181, 087861505494
dengan kanker. Fax.(0366) 22848

Karangasem
Mitos keempat : “Kanker adalah Jl. Untung Surapati No.1B, UD Putra Gading Amlapura
DD/MM/YY
Telp. (0363) 21324, 081338628297, 08123854222, Fax. (0363) 21547
takdir.”
Gianyar
Jl. Manik No.2, Gianyar Bali. Telp. (0361) 942281
Faktanya: Dengan strategi yang 085333294646, 08113869971, Fax. (0361) 943170

tepat, sepertiga dari kanker yang Buleleng


Gedung Wanita Laksmi Graha, Jl. Ngurahrai No.1, Dinkes Kab. Buleleng, Jl.
umum terjadi dapat dicegah. Veteran 15, Singaraja, Bali. Telp. (0362) 21780, 21985
08123807466, 081337556125, Fax. (0362) 32309
Kebijakan global, regional dan Jembrana
nasional dalam mempromosikan pola Jl. Udayana No.3, Negara, Jembrana, Bali. Telp. (0365) 41287
hidup sehat dapat mengurangi insiden 081337754016, putusuekantara@rocketmail.com
penyakit kanker yang diakibatkan oleh Nusa Tenggara Timur
perilaku tidak sehat, seperti konsumsi Jl. Dua Lontar No.1, Kupang, Nusa Tenggara Timur
alkohol, rokok/tembakau, nutrisi yang Maluku
tidak sehat dan kurangnya aktifitas fisik. Komplex Dinkes Provinsi Maluku, Jl. Dewi Sartika, Karang Panjang, Ambon.
Memperbaiki kebiasaan makan yang Telp./Fax. (0911) 341279, 0811470997
kurang sehat dan meningkatkan aktifitas Fax. (0911) 311803, 355668, 342562
Drkiahumarella@yahoo.com, renta@bkkbn.go.id
fisik serta menjaga berat badan tetap
ideal, dapat mencegah sekitar sepertiga Papua
Jl. Kesehatan, RSU Jayapura, Komplek Dok. II No.2B, Jayapura
penyakit kanker yang umum terjadi. Telp. (0967) 524766, 34116, 0811489251, 08124887989
Fax. (0967) 537524, 535513, ykipapua@yahoo.com,
Jadi, mari membantu mencerdaskan apachebiru@gmail.com
masyarakat, hilangkan mitos dan lihatlah Kepulauan Yapen
fakta.n Jl. Irian No.1, Serui, Papua, Kab. Kepulauan Yapen Serui – Papua

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 59


YKI Cabang Kalimantan Timur

Menjangkau Dengan IVA


Memperingati Hari Kanker Sedunia
2017, YKI Cabang Kalimantan Timur
bekerjasama dengan berbagai pihak
melaksanakan kegiatan dengan fokus
pada pencegahan dan penanggulangan
penyakit kanker serviks. Salah satu
kegiatannya adalah pelayanan dan dukungan psikologis,
pemeriksaan IVA atau Inspeksi Visual dan juga informasi
Asam Asetat, untuk mendeteksi kondisi seputar kanker –
leher rahim (serviks). Pemeriksaan sekaligus menjadi
ini merupakan skrining awal yang wadah berbagi
mudah dan praktis, yakni dengan pengalaman
memeriksa langsung leher rahim setelah sesama pasien. Di
memulasnya dengan larutan asam asetat, antara organisasi
kemudian akan tampak perubahan warna ini adalah CISC
yang menunjukkan hasil normal atau (Cancer Information
tidak normal. and Support
Center) Kalimantan Timur, yang juga aktif
Pemeriksaan IVA sederhana dan memberikan dukungan dan partisipasi dalam
murah, sehingga dapat menjangkau kegiatan Hari Kanker Sedunia 2017.
semua lapisan masyarakat. Sasaran
pelayanan adalah para penyapu jalan, Selain itu, Yayasan Komunitas Master
pedagang sayur dan buah, ibu-ibu of Ceremony Family Samarinda menggelar
pengajian, ibu rumah tangga dan program sosial Month of Charity, bekerjasama
masyarakat umum. Tim YKI Cabang dengan beberapa sponsor, perusahaan dan
Kalimantan Timur meninjau langsung instansi pemerintah. Hasil dari program
pasar-pasar, jalan-jalan untuk bertemu ini akan diserahkan kepada YKI Cabang
pedagang sayur dan buah serta Kalimantan Timur untuk pasien kanker.
para penyapu jalan. Pelayanan dan Dukungan banyak pihak terhadap pasien
pemeriksaan IVA yang dilakukan kanker akan menambah semangat pasien
mencapai hampir 2000. dan juga keluarga dalam menjalani masa
perawatan dan pengobatan.
YKI Cabang Kalimantan Timur
juga mendatangi rumah-rumah warga Berkaitan dengan peringatan Hari Ulang
untuk memberikan penyuluhan kanker Tahun ke-40 Yayasan Kanker Indonesia, 17
leher rahim dan payudara. Program April 2017, YKI Cabang Kalimantan Timur
sosial pelayanan dan pemeriksaan Pap akan melakukan kegiatan Training of Trainer
smear bagi masyarakat kurang mampu, (ToT) untuk paramedis dan bidan. ToT tentang
dilaksanakan bekerjasama dengan PT. IVA ini bekerjasama dengan anggota Ikatan
Pesona Natasha Gemilang. Bidan Indonesia (Poltekkes Kaltim) dan
direncanakan berlangsung 11-12 April 2017.
Dukungan sosial yang besar Bakti sosial pelayanan dan pemeriksaan IVA
terhadap penderita kanker telah sebelumnya sudah dilaksanakan 03 April
mencetuskan lahirnya kelompok atau 2017 untuk kader PKK dan Posyandu serta
organisasi yang bertujuan memberikan masyarakat di daerah Bakuan. nErni, S.Sos

60 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


YKI Cabang Papua

WAnita Assolokobal:
inspirasi dari pedalaman wamena
Rasa lelah menempuh
perjalanan dari Jayapura
ke Kampung Assolokobal
Distrik Assolokobal,
Kabupaten Jayawijaya,
seperti tidak terasa begitu
melihat ibu-ibu setempat
– sambil membawa anak-
anak mereka – sudah
berkumpul menyambut
kedatangan kami di
Puskesmas Assolokobal.
Di sore yang cerah itu
sekitar 70 orang ibu-ibu
dan anak-anak sudah
menanti kami.

Kampung Assolokobal
merupakan kampung terpencil. waktu setempat.
Penduduknya sehari- hari bekerja sebagai
petani. Tingkat pendidikannya rendah. Seluruh kegiatan di sore hingga
Tapi sungguh animo mereka mengikuti malam hari itu sangat menguras
penyuluhan tentang kanker serviks dan tenaga. Kami juga tidak luput diterpa
pemeriksaan Pap smear sangat besar. angin kurima Kota Wamena yang sangat
Ini berbeda dengan pengalaman kami dingin menusuk tulang. Namun senyum
mengadakan sosialisasi di beberapa puas tergambar di wajah tim dan juga
daerah yang penduduknya tergolong peserta. Ternyata lingkungan terisolasi
maju dengan rata-rata pendidikan tidak membuat pemikiran wanita
lebih tinggi, animo warga mengikuti kampung Assolokobal ikut terisolasi.
penyuluhan dan memeriksakan diri Berbagai keterbatasan, termasuk
sangat rendah. juga keterbatasan bahasa, sepertinya
tidak menjadi penghalang bagi
Kegiatan penyuluhan dimulai pukul penduduk Assolokobal untuk menyerap
16.30 WIT, disampaikan oleh dr. Lily pengetahuan.
Wanane, Sp.OG dengan menggunakan
lembar balik. Walaupun kegiatan Kiranya wanita Assolokobal
berlangsung di halaman Puskesmas, dapat menjadi inspirasi bagi wanita
namun peserta tekun mendengarkan. Papua khususnya, tentang pentingnya
Selesai penyuluhan, kegiatan pengetahuan mengenai kanker servis,
dilanjutkan dengan pemeriksaan Pap dan juga pentingnya melakukan
semar – hingga berakhir pukul 19.30 pemeriksaan dini penyakit kanker. nSiane

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 61


YKI Cabang Jawa Barat mengenai tumor dan kanker diberikan
dengan melibatkan tenaga dokter dari
Departemen Obstetri dan Ginekologi
Dengan Yoga Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung
dan dokter bedah dari RSUD Cibabat.
Tingkatkan Mood Tidak ketinggalan kegiatan donor darah,
bekerjasama dengan PMI Kabupaten
Bandung.
Cobalah olah raga yoga, semangat
Anda boleh jadi pulih kembali. Olah Melengkapi kegiatan dalam rangka
raga yang satu ini juga dapat membantu peringatan Hari Kesehatan Dunia 2017,
mengurangi nyeri pada tubuh, depresi, YKI Cabang Jawa Barat juga mengadakan
ketakutan dan kegelisahan. Mood juga acara talkshow radio, dengan pembicara:
meningkat menjadi lebih baik. Menilik Ketua YKI Cabang Jawa Barat – dr. Diah
manfaat positif inilah YKI Cabang Jawa Poerwanti, M.Kes, dr. Febia, Sp.OG dari RS
Barat menyelenggarakan kegiatan Hasan Sadikin Bandung, Welly dan Ching
bertema Yoga for Better Health, yang Ching – instruktur yoga, dr. Adi Nugraha,
bertujuan memasyarakatkan olah raga Sp.B.Onk dari RSUD Cibabat dan Yanti
yoga bagi penderita kanker maupun Setiawadi mewakili Bandung Cancer
masyarakat umum. Kegiatan dalam Society.
rangka peringatan Hari Kanker Sedunia
2017 ini diselenggarakan di GOR Untuk warga yang hadir di arena
Pajajaran, Bandung, diikuti sekitar 200 hiburan juga disuguhkan talkshow,
peserta. dengan pembicara: dr. Hendra Gunawan
Widjanarko, Sp.OG membawakan materi
Di kota Bandung dan sekitarnya Vaksinasi Kanker Serviks; dr. Anggi
banyak terdapat sanggar-sanggar yoga. dengan Nutrisi Bagi Penderita Kanker;
Pegiat dan penyuka yoga di kota ini dan dr. Diah Poerwanti, M.Kes, membahas
juga memiliki komunitas yang mereka mengenai fasilitas yang ada di YKI Cabang
namakan Komunitas Yoga Parahyangan, Jawa Barat.
di mana anggotanya salah satunya
berasal dari para instruktur yoga. Antusiasme warga dan para pihak
Dalam kesempatan olah raga yoga yang terlibat dalam rangkaian kegiatan
bersama pada pagi 26 Februari 2017 memperingati Hari Kanker Sedunia
itu, 20 instruktur yoga menampilkan 2017 menunjukkan rasa kepedulian
demo Acroyoga dan Yoga Flexibility. masyarakat kota Bandung dan sekitarnya
Acroyoga merupakan latihan fisik yang terhadap kanker cukup besar.n
menggabungkan yoga dan akrobatik.
Yoga Flexibility melatih
peregangan otot-otot
dengan cara yang efektif dan
sehat untuk mendapatkan
kelenturan dan kekuatan fisik.

Selain kegiatan Yoga for


Better Health, YKI Cabang
Jawa Barat juga membuka
pelayanan skrining kanker
leher rahim (serviks)
berupa pemeriksaan IVA
dan Pap semar. Konsultasi

62 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


YKI Cabang DKI Jakarta aktif atau stadium dini, sehingga akhirnya
jumlah antrian rawat inap pasien kanker
di Rumah Sakit pun dapat berkurang.
Call Center 24 Jam Mulai dari awal beroperasi hingga

Pasien Paliatif Februari 2017, tim paliatif YKI DKI telah


melayani 94 pasien kanker stadium
akhir di rumah, dan telah menemani
Sejak Oktober 2015, Yayasan Kanker
Indonesia (YKI) DKI Jakarta telah memulai
layanan call center dan home care
palliative service bagi pasien kanker di
wilayah DKI Jakarta. Layanan ini diinisiasi
oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia
Provinsi DKI Jakarta, Veronica Basuki
Tjahaja Purnama, sebagai upaya untuk
meningkatkan kualitas pelayanan pasien
kanker.
54 pasien di antaranya hingga akhir
Dengan adanya program ini, pasien hayat. Berdasarkan testimoni yang kami
kanker yang sudah tidak memerlukan terima, pasien dan keluarga memberikan
pengobatan kuratif aktif di Rumah apresiasi yang baik atas tersedianya
Sakit dapat dilanjutkan perawatannya layanan ini. Antara lain pasien dan
di rumah oleh tim dokter dan perawat keluarga merasa bersyukur karena
dari YKI DKI. Di rumah, pasien dapat didampingi, mendapatkan obat-obatan
dirawat dekat dengan keluarganya dan terutama obat anti nyeri yang sangat
menikmati waktu yang berkualitas. Selain dibutuhkan pasien kanker stadium lanjut,
itu, ranjang perawatan di Rumah Sakit penanganan luka serta gejala lainnya
pun dapat digunakan oleh pasien yang serta dukungan moral spiritual. Layanan
masih membutuhkan pengobatan kuratif ini juga tidak dipungut biaya sehingga
pasien dan keluarga tidak merasa
terbebani.

Dalam melaksanakan
pelayanan paliatif, YKI
DKI Jakarta tentu tidak
bekerja sendirian, namun
berkolaborasi dengan
berbagai pihak, antara lain:
mentor perawatan paliatif,
kader paliatif terlatih,
Puskesmas Kecamatan
dan Kelurahan DKI Jakarta,
Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) DKI Jakarta, Rumah
Sakit Vertikal seperti Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo
(RSCM), Rumah Sakit Kanker
Dharmais (RSKD), Rumah
Sakit Persahabatan, Rumah
Sakit Pusat Fatmawati, dan
Tim Ambulans Gawat Darurat

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 63


serta yayasan-yayasan lainnya. Bersama karena ada pihak yang dapat dihubungi
melayani pasien dan berusaha membantu apabila menghadapi kondisi yang
berbagai kendala yang dialami pasien mengkhawatirkan atau membingungkan
terkait penyakitnya. terkait penyakit kanker yang dialami.

Selain layanan di rumah, YKI DKI Setelah menghubungi call center,


Jakarta juga mengoperasikan call center apabila pasien masih dirawat di Rumah
palliative 24 jam dengan operator terlatih. Sakit, maka terlebih dahulu tim perlu
Layanan call center dapat membantu berdiskusi dengan tim perawatan di
menjawab dan mendampingi pasien Rumah Sakit untuk proses handover
kanker yang mengalami berbagai pasien ke rumah. Apabila pasien sudah
masalah, antara lain pertanyaan tentang pulang ke rumah, tim akan menghubungi
obat, prosedur BPJS dan rujukan, untuk survey eligibilitas dan penentuan
kebutuhan transportasi, rumah singgah, jadwal kunjungan. Pasien juga dapat
pelayanan spiritual, dan lainnya. Layanan mengontak tim paliatif melalui kader
ini diterima dengan positif oleh pasien paliatif atau kader kesehatan ataupun
dan masyarakat yang merasa terbantu puskesmas setempat.n dr. Venita

Apabila masyarakat atau pasien membutuhkan bantuan layanan perawatan


paliatif di rumah, dapat menghubungi call center YKI DKI Jakarta di: (021) 6507746,
atau mendatangi kantor di Graha YKI Jakarta, Jalan Baru Sunter Permai Raya
No. 2, Sunter, Jakarta Utara 14350. Lokasinya di sebelah Rumah Sakit Penyakit
Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Adapun kriteria pasien yang mendapat layanan home care palliative YKI DKI
Jakarta adalah sebagai berikut:
l memiliki KTP Jakarta dan berdomisili di Jakarta
l diagnosis kanker stadium akhir atau pasien kanker dengan gejala yang
sulit diatasi.

Mari bersama berjuang meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas hidup


pasien kanker. Masyarakat yang ingin mendukung pelayanan ini secara tenaga
maupun materi, silahkan menghubungi kami di Graha YKI Jakarta, telepon: (021)
6509144 atau yki.dki.jakarta@gmail.com dan info@yki-dki.or.id

64 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


YKI Cabang Kalimantan Tengah
Selain turun langsung menemui
warga, YKI Cabang Kalteng juga
Deteksi Dini melakukan sosialisasi dengan
mengadakan talkshow melalui TVRI

Demi Kualitas Hidup Palangka Raya, serta diskusi dengan


kalangan remaja. Dalam kesempatan
acara-acara tertentu Tim YKI Cabang
Kaum Hawa Kalteng sering memberikan penyuluhan
tentang pola hidup sehat serta
pentingnya deteksi dini kanker payudara
Kasus kanker leher rahim di
dan leher rahim kepada ibu-ibu Darma
Kalimantan Tengah menempati urutan
Wanita, Dinas-dinas, ibu-ibu yang
kedua tertinggi setelah kanker payudara.
Dari kumpulan catatan medik
14 Rumah Sakit Umum (RSU)
di Kalimantan Tengah, pada
tahun 2016, terdapat sebanyak
674 kasus kanker yang dirawat
di Rumah Sakit – dengan 65%
penderitanya adalah wanita.
Dari jumlah ini terbanyak kanker
payudara, berikutnya kanker leher
rahim.

Oleh karena itu YKI


Cabang Kalimantan Tengah
memprioritaskan penyuluhan
tentang dua penyakit kanker
tersebut kepada para penduduk
wanita khususnya ibu-ibu,
serta menganjurkan warga untuk rajin
melakukan SADARI (periksa payudara tergabung dalam Wanita Kristen, Katolik,
sendiri) dan tes IVA sebagai langkah dan lain sebagainya.
deteksi dini.
Provinsi Kalimantan Tengah memiliki
Untuk meningkatkan cakupan fasilitas kesehatan sebanyak 14 Rumah
deteksi dini kanker leher rahim, YKI Sakit Umum (RSU) Kabupaten/Kota dan
Cabang Kalteng aktif melaksanakan tes satu RSU Provinsi, serta didukung oleh
IVA bekerjasama dengan Pemerintah 197 Puskesmas. Kegiatan sosialisasi dan
Daerah setempat dan Tim Penggerak PKK deteksi dini kanker juga melibatkan
Provinsi dan Kabupaten/Kota. Hingga saat kerjasama dengan swasta, seperti dengan
ini kegiatan deteksi dini kanker dengan Natasha Skin Clinik Center Palangka Raya,
tes IVA maupun pemeriksaan Pap smear pada Januari 2017.
telah menjangkau seluruh Kabupaten
dan Kota di Kalimantan Tengah – kecuali Sudah menjadi komitmen YKI
yang belum Kabupaten Sukamara. Cabang Kalimantan Tengah untuk terus
Secara kumulatif YKI Cabang Kalteng bersemangat melaksanakan penyuluhan
telah melaksanakan deteksi dini kanker dan deteksi dini kanker leher rahim demi
leher rahim terhadap 2.414 orang (IVA meningkatkan kualitas hidup kaum hawa.
positif = 26, kanker leher rahim = 6 kasus), Bersama YKI kita wujudkan pola hidup
sedangkan Pap smear 245 orang. sehat Indonesia.n Titik Sundari, SH, MM

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 65


pencegahannya, dan juga membagikan
YKI Cabang Surakarta coklat sebagai hadiah kepada pengguna
jalan.
Berselang sepekan setelah itu YKI
Lewat Kampanye Cabang Surakarta menggelar seminar
sehari untuk umum di Rumah Sakit Dr.
Mengurangi Beban Moewardi, dengan tema ‘Hidup Sehat,
Hindari Kanker’. Seminar menghadirkan

Akibat Kanker pembicara para dokter ahli, di antaranya


dokter ahli ginekologi onkologi, dokter
spesialis bedah onkologi, dokter spesialis
Momentum peringatan Hari Kanker kulit dan kelamin dan dokter spesialis
Sedunia 2017 dicoba dioptimalkan YKI radiasi onkologi.
Cabang Surakarta untuk menjangkau
seluas mungkin individu dan kelompok Peserta seminar lebih dari 200 orang
masyarakat agar menyadari dan dan terlihat antusias menerima informasi
menjalankan perannya masing-masing dari para dokter ahli. Banyak pertanyaan
dalam rangka mengurangi beban yang mereka ajukan seputar kanker
akibat kanker. Mengawali rangkaian yang masih belum mereka ketahui.
kegiatan kampanye sebagai bagian dari Seminar ini terasa urgensinya mengingat
upaya jangka panjang dan terintegrasi banyak masyarakat yang karena tidak
penanggulangan kanker nasional, YKI mengetahui seluk beluk kanker, berusaha
Cabang Surakarta pada Sabtu, 4 Februari mencegah atau berobat dengan cara
2017, bertepatan dengan Hari Kanker yang salah, misalnya dengan meminum
Sedunia, menurunkan puluhan anggota herbal tertentu yang mereka percayai
tim kampanye langsung ke tengah bisa mencegah kanker. Akibatnya mereka
keramaian lalu lintas di perempatan enggan atau tidak mau melakukan
Warung Pelem, perempatan Panggung deteksi dini. Atau bila sudah terkena
dan perempatan Manahan. Tim dengan kanker, berobat lebih dulu ke alternatif
senyum membagikan selebaran berupa sehingga datang ke dokter sudah
kalender edukasi tentang kanker dan cara terlambat dan sulit diobati.

66 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017


Sekitar 150-an warga hadir mengikuti
acara yang juga diisi kegiatan senam
Pada hari yang sama, YKI Cabang bersama dan pemeriksaan faal paru,
Surakarta juga melakukan kegiatan tekanan darah dan lab sederhana (gula
pemeriksaan IVA dan pengobatan gratis dan kolesterol).
di Desa Tamansari, Kecamatan Kerjo,
Karanganyar. Warga mendatangi kegiatan Untuk memperkuat dan
pemeriksaan dan pengobatan gratis memeperluas jangkauan pesan mengenai
ini, dan di hari itu sekitar 170 wanita pentingnya deteksi dini dan peran serta
mendapat kesempatan tes IVA, sementara masyarakat dalam penanggulangan
puluhan warga lainnya mendapat kanker, YKI Cabang Surakarta
pelayanan pengobatan gratis untuk mengudarakan kampanye dan edukasi
penyakit-penyakit umum seperti flu, melalui siaran di 5 stasiun radio, yaitu
hipertensi, diare, anemia, pemeriksaan RRI, Meta FM, Solo Radio, Solopos FM.
kolesterol, gula darah, dan lain-lain. Meskipun bukan merupakan acara rutin,
YKI Cabang Surakarta sering mengisi
siaran di stasiun-stasiun radio lokal di
kota ini.

Mahasiswa merupakan kalangan


terdidik yang potensial dalam
memberikan pemahaman tentang kanker
dan pencegahannya kepada warga di
lingkungannya. Pengetahuan mereka
Memang tidak ada peningkatan mengenai kanker akan sangat bermanfaat
jumlah penderita kanker leher rahim bagi upaya bersama menanggulangi
secara nyata di daerah Surakarta dan kanker. Karena itu YKI Cabang Surakarta
sekitarnya, tetapi kecenderungan pasien, berupaya merangkul mahasiswa antara
terutama yang dari pedesaan, datang lain dengan mengadakan penyuluhan
berobat sudah dalam stadium lanjut. di kampus UNS Surakarta, 23 Februari
2017. Fokus penyuluhan dan tanya jawab
Masih dalam momentum peringatan adalah tentang perilaku hidup sehat
Hari Kanker Sedunia 2017, YKI Cabang sebagai upaya pencegahan kanker dan
Surakarta pada keesokan harinya, 12 faktor-faktor resiko kanker terutama
Februari 2017, melaksanakan kegiatan kanker paru.
kampanye dan talkshow di
kawasan car free day kota Solo.
Tema yang diusung sama dengan
tema seminar, yakni ‘Hidup Sehat,
Hindari Kanker’.

Talkshow menghadirkan
pembicara dr. Rita Budiati, Sp.Rad
(K) Onk. Rad., dr. Heru Priyanto,
Sp. OG (K) Onk, dan dr. Dewi
Makhabah, Sp.P.M.Kes, dr. Ganda.

BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017 67


Kegiatan penyuluhan bekerjasama Kegiatan edukasi dan penyuluhan
dengan BEM Fakultas Teknik UNS ini yang lebih intensif sangat diperlukan
diikuti sekitar 40-an peserta. Mereka mengingat beban akibat kanker
mengikuti pemaparan tentang hanya dapat dikurangi dengan jalan
bagaimana seseorang bisa terkena pencegahan melalui pola hidup sehat
kanker, apakah di usia muda bisa terkena dan deteksi dini.n dr. Nur Endah Tunggul Jati
dr. Rita Budianti, Sp.Rad (K) Onk
kanker, jika menemukan gejala yang
tidak biasa harus memeriksakan ke dokter
spesialis apa.

Kota Pariaman
d/a Walikota Pariaman, Jl. Imam Bonjol 44 Pariaman
Alamat YKI Cabang di Pulau Sumatera Telp. (0751) 92202, 085263755957, 08126759881, Fax. (0751) 91012
ykikotapariaman@gmail.com, anung.respati@ yahooo.co.id

Riau
Aceh Gedung Wanita Lt 2, Jl. Diponegoro No.26, Pekanbaru Riau
d/a Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh , Jl. Tgk. Syech Muda Wali No. Telp. (0761) 7066200, Fax. (0761) 7658958
6, Banda Aceh 082111431454 08127562850, 081378632404, 081397987007
yki_riau@yahoo.com
Sumatera Utara
Jl. Iskandar Muda No.272, Medan 20112, Telp./Fax. (061) 4513451, Prov. Kepulauan Riau
4531453, 082272824224, 081396425656, tia_mdn2004@yahoo.com Dinas Kesehatan Prov. Kepulauan Riau, Komplek Perkantoran
Pemerintah Prov. Kepu;auan Riau, Gedung C2 Lt 2 dan 3, Dompak Laut,
Toba Samosir Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Dr. Indrike 08127921060
Dinas Kesehatan, Jl. Somba Debata No.1 Kecamatan Balige, Kab. Toba
Samosir, Sumatera Utara, 081362424196 Fax. (0632) 21804 Kota Jambi
yayasankankerindo@gmail.com Lab. Klinik Prima Diagnostik, Jl. MH Thamrin No.32, Simpang Mangga,
Jambi, Telp. 0811745823, 0853.82856766, Telp./Fax. (0741) 27978
Tapanuli Utara Fax. (0741) 26724
Kantor PKK/DWP Kab. Tapanuli Utara, Jl. A. Yani No.2, Tarutung
Telp. (0633) 21135/431, 081262458092 - Dr. Marlina Palembang
rinayunita_aritonang @yahoo.co.id Jl. Demang Lebar Daun Kav. 7-8 Pakjo, Palembang 30137
Telp. 0811780810, 08127101983, (0711) 359151, Fax. (0711) 376628
Asahan
Jl. Jendral Sudirman No.4, Kisaran, Kabupaten Asahan Baturaja Oku
Telp. (0623) 41100/348509, 082165664688 Fax. (0623) 345092 Jl. Prof. Ir. Sutami No.29, Baturaja OKU, Telp. (0735) 322506
YKI-asahan@yahoo.com
Ogan Komering Ilir
Deli Serdang Jl. Muchtar Saleh No.85, Kayuagung, OKI, Telp. 08127865003
Dinas Kesehatan Kab. Deli Serdang, Jl. Karya Asih No.4, Lubuk Pakam,
atau Jl. Negara Lik.III Kel. Petapahan Lubuk Pakam, Sumatera Utara Bangka Belitung
082162897512, 081361518892 - Dr. Ade Jl. Jend. Sudirman Gg. Belanak I, No.29, RT 01/02 Lembawai,
Pangkalpinang, Telp. (0717) 421861, 082177597247, 08127177934
Kota Pematangsiantar
d/a Sekretariat Daerah Kota, Jl. Merdeka No.6, Pematangsiantar, Bangka Barat
Sumatera Utara, Telp. (0622) 24040 Jl. Jend. Sudirman, RT 01/02, No.29 Lembawai, Pangkalpinang
Telp. (0717) 421861, 082177597247
Kabupaten Dairi
Jl. Dr. F.L. Tobing No.59, Sidikalang Dairi, Sumatera Utara Lampung
Mirna 081260407416, Delfi 082166689633 Jl. Hasanudin 26, Teluk Betung, Bandar Lampung
Telp. (072) 1475019, 0811725175, 081379422921
Sumatera Barat drhd_djamal@yahoo.com
Balairung POGI Cabang Padang, Jl. Terandam III No.31, Padang,
Sumatera Barat, Telp./Fax. (0751) 840055, 0811668481 - dr. Erma, Lampung Tengah
082391137626 – Intan. ykisumbar@yahoo.com Sekretariat IBI, Jl. Lintas Sumatera Gunung Sugih
(Depan Kantor Dinas Kesehatan Lampung Tengah)
Kota Padang
STIKES Ranah Minang, Jl. Parak Gadang No.35 B, Padang Kota Metro
Telp. (0751) 33341, 0811662108, 081363474133, Fax. (0751) 25969 Jl. Zainal Abidin Pagar-alam No.52, Kota Metro

68 BULETIN YKI | SEPTEMBER 2017