Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM

Disusun Oleh :

Nama : Viona Maiseto


NIM : 031500455
Prodi : Elektromekanika / VII
Jurusan : Teknofisika Nuklir

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

YOGYAKARTA

2018
Sekitar tahun 1975, untuk pertama kalinya Honeywell meluncurkan produk kontrol
proses komersil yang diistilahkan sebagai DCS Distributed Control System (produk TDS
2000). DCS ini pada dasarnya merupakan pengembangan sistem kontrol DDC (Direct Digital
Control). Perbedaan utama DCS dengan DDC terutama terletak dalam arsitektur sistem
kontrol, dalam hal ini DCS: Sistem kontrol yang mempunyai kesatuan kontrol yang
terdistribusi dalam keseluruhan Proses Industri. Pengertian terdistribusi dalam DCS meliputi:
Terdistribusi secara (1) geografis (2) Resiko kegagalan operasi (3) fungsional.

Dari gambar arsitektur sistem DCS di atas, dapat dijelaskan bahwa dalam sistem
kendali terdistribusi terdapat banyak komponen yang saling berkaitan dalam suatu topologi
jaringan interkoneksi. Masing-masing komponen mempunyai peran dan fungsi masing-masing
untuk bekerjasama guna mencapai tujuan dari sistem yang diinginkan.
Sinyal standar yang digunakan pada DCS:
1. Sinyal Pneumatic
Sinyal pneumatic adalah sinyal yang memanfaatkan udara bertekanan sebagai media
pengirim sinyalnya.
2. Sinyal Elektrik
Sinyal Elektrik adalah sinyal yang memanfaatkan arus atau tegangan elektrik sebagai
media pengirim.
3. Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, membawa
informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter atau karakteristik
terpenting yang dimiliki oleh sinyal analog adalah amplitude dan frekuensi. Sinyal
analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus
merupakan dasar untuk semua bentuk isinyal analog.
4. Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang mempunyai besaran 0
dan 1.Teknologi Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga
tidak mudah terpengaruh oleh noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya
mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Sinyal Digital juga biasanya
disebut juga dengan sinyal diskrit.

Sistem Pengukuran

Sejarah pengukuran tekanan dimulai pada tahun 1643 saat Torricelli membuat sebuah
eksperimen yang kemudian dinamai menjadi eksperimen Torricelli. Eksperimen Torricelli
adalah percobaan menggunakan barometer sederhana untuk mengukur tekanan udara,
mengisinya dengan merkuri sampai 75% tabung. Setiap gelembung udara di tabung harus
dilepas dengan cara membalik beberapa kali. Setelah itu, merkuri bersih diisi sekali lagi sampai
tabungnya benar-benar penuh. Barometer kemudian ditempatkan terbalik pada piring penuh
merkuri. Hal ini menyebabkan merkuri di dalam tabung jatuh sampai perbedaan antara merkuri
di permukaan dan di tabung sekitar 760 mm. [2] Bahkan saat tabung diguncang atau
dimiringkan, perbedaan antara permukaan dan tabung tidak terpengaruh karena pengaruh
tekanan atmosfir. Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari
suatu cairan atau gas. Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu.
Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin
tinggi. Tekanan diberikan sebagai gaya per satuan luas yaitu:

F
P= 𝐴
P: Tekanan (Pa, N / m2)

F: Gaya (N)

A: Luas (m2)

Tekanan Mutlak = Tekanan Gauge + Tekanan Atmosfer

Pengukuran level cairan memiliki 2 metode pengukuran yaitu metode langsung dan
metode inferensial. Metode langsung adalah pengukuran langsung ketinggian (jarak) dari garis
datum (zero point) tingkat substansi. Metode inferensial adalah Memanfaatkan efek selain dari
perubahan posisi permukaan material. Contoh pengukuran level cairan dengan metode
langsung adalah dengan pengukur kaca. Metode ini adalah yang paling sederhana yang tersedia
untuk pengukuran level cairan. Visibilitas yang jelas yang diberikan oleh desain mereka adalah
keuntungan terbesar mereka, sementara kerapuhan kaca yang bisa mengakibatkan tumpahan
atau dan berujung pada keselamatan personil adalah kerugiannya.

P2 - P1 = ρ.g.h
Pengukuran aliran memanfaatkan penggunaan restrictive element seperti nozzles,
orifice, atau ventury tube. Pemasangan restrictive element ini akan mengakibatkan perbedaan
tekanan pada aliran sebelum dan sesudah restrictive element. Dengan memanfaatkan hukum
Bernoulli, berdasarkan perbedaan tekanan yang terjadi, maka nilai aliran akan dapat
ditentukan.

𝑉12 𝑃1 𝑉22 𝑃2
+ + 𝑧1 𝑔 = + + 𝑧2 𝑔
2 𝜌1 2 𝜌2
𝜌1 : kerapatan fluida (kg/m3)
g : percepatan gravitasi (m/s2)
𝑉12
: velocity head
2
𝑃1
: Pressure Head
𝜌1

Flow rate, Q = K. √∆𝑃

Temperatur adalah derajat tingkat panas suatu benda terhadap benda lain atau
lingkungan. Temperatur memiliki tingkatnya masing masing yaitu:

 Celsius: Titik didih air 100 derajat celcius (100 C). Titik beku 0 derajat celcius (0
C). Dari 0 derajat celcius sampai 100 derajar celcius dibagi dalam 100 skala.
 Fahrenheit : Menggunakan skala reamur (R).Titik didih air 80 derajat reamur (80
R). Titik bekunya 0 derajat reamur (0 R). Dari 0 derajat reamur sampai 80 derajar
reamur dibagi dalam 80 skala.
 Termodinamika Kelvin : Menggunakan skala kelvin (K). Titik didih air: 373 kelvin
(373 K). Titik bekunya 273 kelvin (273 K). Dari 273 kelvin sampai 373 kelvin
dibagi dalam 100 skala.
 Skala Rankine : Lambangnya adalah °R (atau °Ra) . 459.67 °R sama dengan 0 °F.

Sistem Kontrol

Kontrol adalah pengaturan atau pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran
(variabel atau parameter) sehingga berada pada suatu harga range tertentu yang dikehendaki.
Sistem Kendali

Proses kendali adalah gabungan teknik kontrol dan rekayasa kimia menggunakan
sistem kontrol industri untuk mencapai tingkat konsistensi, ekonomi dan keselamatan produksi
yang tidak dapat dicapai secara murni oleh kontrol manual manusia. Proses kendali mempunyai
beberapa nilai yaitu process value (PV), set value (SV), dan manipulated value (MV). PV
adalah nilai yang berasal dari keadaan proses sedangkan SV adalah nilai target yang diinginkan
dicapai oleh proses. Penyimpangan atau deviasi (DV) adalah selisih antara perbedaan nilai PV
dan SV (DV = PV – SV). Merespon nilai DV maka nilai MV akan bervariasi untuk mencapai
nilai DV = 0.
Komponen Alat Ukut

YTA610
YTA610 merupakan merek dagang terbaru untuk produk Transmitter Temperature Yokogawa.

Spesifikasi dan feature untuk YTA610:


EJA110E

EJA110E merupakan merek dagang untuk produk Transmitter TPressure Yokogawa.

Spesifikasi dan feature untuk EJA110E:

 0.055% Accuracy (0.04% Accuracy optional)


 0.1% Stability per 10 years
 90 ms Response Time
 Exida and TUV SIL 2 / SIL3 Certified
 MWP 2,300 psi (MWP 3,600 psi option)
 Local Parameter Setting (LPS)

AXF040G
AXF040G merupakan merek dagang terbaru untuk produk Transmitter Flow Yokogawa
Berikut adalah spesifikasi dan feature untuk AXF040G:

No affection by temperature, pressure, viscosity or density

No pressure lost

No moving parts

Fast response

Ability to measure bi-directional flow

Strong against corrosive liquid and slurry

Langkah Kerja Pengoperasian DCS

 Pada power panel, aktifkan MCB1 – 9.


MCB

No Name Fungtion Specification

1 MCB 1 3 phas main power Schneider 3Pole MCB 40A

2 MCB 2 Inverter 1 MCB Schneider 3Pole MCB 10A

3 MCB 3 Inverter 2 MCB Schneider 3Pole MCB 10A

4 MCB 4 Inverter 3 MCB Schneider 3Pole MCB 10A

5 MCB 5 Inverter 4 MCB Schneider 3Pole MCB 10A

6 MCB 6 Inverter 5 MCB Schneider 3Pole MCB 10A

7 MCB 7 Compressor MCB Schneider 1Pole MCB 4A

8 MCB 8 Booster Pump MCB Schneider 1Pole MCB 4A

9 MCB 9 Power Supply 24VDC Schneider 1Pole MCB 4A


 Pada power panel, posisikan Inverter 1 – 4 pada posisi “Remote”
INVERTER

No Name Fungtion Specification

Brand : ABB or quivalent


Input : 200-240 VAC 1ph
1 Inverter 1 Pump 1 speed control Output : 3ph 380V
freq. 48-63 Hz
max. power 2.2kW
Brand : ABB or quivalent
Input : 200-240 VAC 1ph
2 Inverter 2 Pump 2 speed control Output : 3ph 380V
freq. 48-63 Hz
max. power 2.2kW
Brand : ABB or quivalent
Input : 200-240 VAC 1ph
3 Inverter 3 Pump 3 speed control Output : 3ph 380V
freq. 48-63 Hz
max. power 2.2kW
Brand : ABB or quivalent
Input : 200-240 VAC 1ph
4 Inverter 4 Mixer speed control Output : 3ph 380V
freq. 48-63 Hz
max. power 2.2kW
Brand : ABB or quivalent
Input : 200-240 VAC 1ph
5 Inverter 5 For Spare Output : 3ph 380V
freq. 48-63 Hz
max. power 2.2kW
Brand : ABB or quivalent
Type : LS150-24
6 PS 24 24VDC power Supply Input : 120/240VAC
Output : 24VDC/6.5A

 Pada DCS Panel, nyalakan DCS panel dengan mengaktifkan MCB paling kanan
berurutan hingga paling kiri.
 Nyalakan HIS0164 dan HIS0163:
Login : administrator
Pass : yin admin
 Buka tampilan system view dan pastikan project miniplant “MNPLT” sebagai project
default.
 Lakukan proses offline download dengan cara klik FCS0101 (pada project MNPLT)
 Load  Download.
 Tunggu hingga proses offline download selesai.

 Cek jika semua transmitter (Pressure transmitter, Level transmitter, temperature


transmitter, dan flow transmitter) telah menyala (Sumber power transmitter berasal dari
DCS IO Module).

Intake water ke Tank 1 & Tank 2

 Pastikan manual valve BV01 & BV02 telah terbuka.


 Buka XV01 dan XV02 dengan cara klik icon valve XV01 dan XV02 kemudian tekan
ON.
 Pastikan XV01 dan XV02 telah terbuka dengan pengecekan pada indikasi grafik DCS
dan juga indikasi pada contactor 7 & 8 pada power panel.
 Nyalakan PU01 dengan cara klik icon PU01 kemudian tekan ON.
 Atur putaran (rpm) PU01 dengan mengisi data input PU01 pada grafik.

Stop intake water ke Tank 1 & Tank 2

 Hentikan putaran (rpm) PU01 dengan mengisi data input PU01 menjadi “0” pada
grafik.
 Matikan PU01 dengan cara klik icon PU01 kemudian tekan OFF.
 Tutup XV01 dan XV02 dengan cara klik icon valve XV01 dan XV02 kemudian tekan
OFF.
 Pastikan XV01 dan XV02 telah tertutup dengan pengecekan pada indikasi grafik DCS
dan juga indikasi pada contactor 7 & 8 pada power panel.
 Tutup manual valve BV01 & BV02.

Transfer water dari Tank 1 ke Tank 3

 Pastikan manual valve BV07 dan BV09 telah terbuka.


 Klik FIC01 dan kemudian set nilai SV (target flow) dan rubah menjadi mode “AUT”.
 Buka manual valve BV05.
 Nyalakan PU02 dengan cara klik icon PU02 kemudian tekan ON.
 Atur putaran (rpm) PU02 dengan mengisi data input PU02 pada grafik.

Stop transfer water dari Tank 1 ke Tank 3

 Hentikan putaran (rpm) PU02 dengan mengisi data input PU02 menjadi “0” pada
grafik.
 Matikan PU02 dengan cara klik icon PU02 kemudian tekan OFF.
 Klik FIC01 dan kemudian rubah menjadi mode “MAN” dan set MV menjadi “0”.
 Tutup manual valve BV05.
 Tutup manual valve BV07 & BV09.

Transfer water dari Tank 2 ke Tank 3

 Pastikan manual valve BV08 dan BV10 telah terbuka.


 Klik FIC02 dan kemudian set nilai SV (target flow) dan rubah menjadi mode “AUT”.
 Buka manual valve BV06.
 Nyalakan PU03 dengan cara klik icon PU03 kemudian tekan ON.
 Atur putaran (rpm) PU03 dengan mengisi data input PU03 pada grafik.

Stop transfer water dari Tank 2 ke Tank 3

 Hentikan putaran (rpm) PU03 dengan mengisi data input PU03 menjadi “0” pada
grafik.
 Matikan PU03 dengan cara klik icon PU03 kemudian tekan OFF.
 Klik FIC02 dan kemudian rubah menjadi mode “MAN” dan set MV menjadi “0”.
 Tutup manual valve BV06.
 Tutup manual valve BV08 & BV10.

Menyalakan Agitator Tank 3 (AG03)

 Nyalakan AG03 dengan cara klik icon AG03 kemudian tekan ON.
 Atur putaran (rpm) AG03 dengan mengisi data input AG03 pada grafik.

Mematikan Agitator Tank 3 (AG03)

 Hentikan putaran (rpm) AG03 dengan mengisi data input AG03 menjadi “0” pada
grafik.
 Matikan AG03 dengan cara klik icon AG03 kemudian tekan OFF.

Transfer water dari Tank 3 ke Tank 1


 Pastikan manual valve BV13 dan BV14 telah terbuka.
 Klik LIC03 atau CV03 dan kemudian set nilai SV (target level) dan rubah menjadi
mode “AUT” (Transfer akan terjadi jika level pada Tank 3 melewati nilai SV).
 Buka manual valve BV12.
 Nyalakan PU04 dengan cara klik icon PU04 kemudian tekan ON.

Stop transfer water dari Tank 2 ke Tank 3


 Matikan PU04 dengan cara klik icon PU04 kemudian tekan OFF.
 Klik LIC03 atau CV03 dan kemudian rubah menjadi mode “MAN” dan set MV menjadi
“0”.
 Tutup manual valve BV12.
 Tutup manual valve BV13 & BV14.