SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok bahasan : Limfadenitis TB Pada Anak
Sasaran : Orangtua Pasien
Tempat : Ruangan Poli Anak RSUD. Achmad Mochtar Bukittinggi
Hari/ Tanggal : 08 Desember 2018
Waktu : 1x30 menit
A. Latar Belakang
Selama beberapa abad tuberkulosis merupakan salah satu penyakit terparah
pada manusia. Dari semua penyakit infeksi, tuberkulosis masih merupakan penyebab
kematian tersering. WHO memprediksikan insidensi penyakit tuberkulosis ini
akan terus meningkat, dimana akan terdapat 12 juta kasus baru dan 3 juta kematian
akibat penyakit tuberkulosis setiap tahun. Sepertiga dari peningkatan jumlah kasus
baru disebabkan oleh epidemi HIV, dimana tuberkulosis menyebabkan kematian
pada satu orang dari tujuh orang yang menderita AIDS (Ioachim, 2009). Indonesia
pada tahun 2009 menempati peringkat kelima negara dengan insidensi TB tertinggi di
dunia sebanyak 0,350,52 juta setelah India (1,6-2,4 juta), Cina (1,1-1,5 juta), Afrika
Selatan (0,400,59 juta), dan Nigeria (0,37-0,55 juta) (WHO, 2010).
Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995 menempatkan TB
sebagai penyebab kematian terbesar ketiga setelah penyakit kardiovaskular
dan penyakit saluran pernapasan, dan merupakan nomor satu terbesar dalam
kelompok penyakit infeksi (Depkes, 2007). Tuberkulosis dapat melibatkan
berbagai sistem organ di tubuh. Meskipun TB pulmoner adalah yang paling
banyak, TB ekstrapulmoner juga merupakan salah satu masalah klinis yang
penting. Istilah TB ekstrapulmoner digunakan pada tuberkulosis yang terjadi selain
pada paruparu. Berdasarkan epidemiologi TB ekstrapulmoner merupakan 15-20%
dari semua kasus TB pada pasien HIV-negatif, dimana limfadenitis TB
merupakan bentuk terbanyak (35% dari semua TB ekstrapulmoner).
B. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan menambah pengetahuan orangtua yang
berada di ruang Poli anak Rumah Achmad Mochtar Bukittinggi tentang penyakit
limfadenitis TB pada anak.
C. Tujuan Khusus
a. Orangtua mengerti Pengertian penyakit limfadenitis TB
b. Orangtua mengerti Penularan dan Penyebaran Bakteri limfadenitis TB Pada Anak
c. Orangtua mengerti Gejala Klinis Penyakit limfadenitis TB Pada Anak
d. Orangtua mengerti Pencegahan Penyakit limfadenitis TB Pada Anak
e. Orangtua mengerti Tindakan Lanjut Anak dengan Penyakit limfadenitis TB
D. Manfaat
1. Bagi Rumah Sakit
Untuk meningkatkan mutu pelayanan di Rumah sakit.
2. Bagi Klien
Sebagai masukan dan pengetahuan tentang penyakit Limfadenitis TB pada anak
3. Bagi mahasiswi
Untuk sarana menambah wawasan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang
didapat dibangku kuliah.
E. Strategi Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik : Kenali Limfadenitis TB pada anak
2. Metode : Ceramah, dan diskusi
3. Media dan alat : Lembar Balik
4. Waktu dan tempat
Hari/tanggal : Senin / 11 Desember 2018
Jam : 09.30-10.00 WIB
Tempat : Ruang Poli Anak RSAM Bukittinggi
5. Materi : Terlampir
6. Setting tempat :
Keterangan
: Media
: Penyaji
: Audiens
: Pebimbing
7. Pengorganisasian :
a. Moderatoe : Yulianti Putri
b. Penyaji : Yulianti Putri
8. Kegiatan
No Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Klien
1. 5 menit Pembukaan
a. Orientasi
Memberi salam /
Menjawab salam
mengucapkan salam
Memperkenalkan diri
Mendengarkan dan
memperhatikan
Menjelaskan topik dan Mendengarkan dan
tujuan penyuluhan memperhatikan
Menjelaskan kontrak Menyepakati kontrak
waktu
2. 20 Pelaksanaan
menit Pemberian materi penyuluhan :
a. Menggali pengetahuan
audien tentang pengertian Mendengarkan dan
memperhatikan
Limfadenitis TB
Beri reinforcement positif Ikut serta memberi
Menjelaskan tentang pendapat
pengertian Lmfadenitis Mendengarkan dan
TB memperhatkan
b. Menggali pengetahuan audiens Mendengarkan dan
tentang penularan dan memperhatikan
penyebaran bakteri
Limfadenitis TB
Beri reinforcement positif Ikut serta memberi
pendapat
Menjelaskan tentang Mendengarkan dan
penularan dan penyebaran memperhatikan
bakteri Limfadenitis TB
c. Menggali pengetahuan Mendengarkan dan
tentang gejala klinis memperhatikan
Limfadenitis TB
Beri reinforcement positif Ikut serta memberi
pendapat
Menjelaskan tentang
Memperhatikan dan
gejala klinis Limfadenitis
mendengarkan
TB
d. Menggali pengetahuan klien
Memperhatikan dan
tentang pencegahan
mendengarkan
Limfadenitis TB
Berikan reinforcement
Ikut serta memberi
positif
pendapat
Menjelaskan tentang
Memperhatikan dan
pencegahan Limfadenitis
mendengarkan
TB
e. Menggali pengetahuan Memperhatikan dan
tentang tindakan lanjut mendengarkan
Limfadenitis TB
Berikan reinforcement Ikut serta memberi
positif pendapat
Menjelaskan tentang Mendengarkan dan
tindakan lanjut memperhatikan
f. Membuka sesi tanya jawab
Berikan kesempatan Mengajukan pertanyaan
kepada audiens untuk
bertanya
Menjawab pertanyaan
Mendengarkan dan
audiens
memperhatiakan
Menanyakan materi yang
Mendengarkan dan
telah diberikan memperhatikan
3. 10 Penutup
menit a. Menyimpulkan materi yang Ikut memberikan
dibahas bersama peserta pendapat melalui Tanya
jawab
b. Melakukan evaluasi bersama Menjelaskan apa yang
klien dan keluarga didapatkan selama
penyuluhan
c. Menutup perjumpaan dan Menjawab salam
memberi salam
F. Materi
Terlampir
G. Kriteria hasil
1. Evaluasi standar
Peserta menghadiri penyuluhan
Peserta mengikuti dari awal sampai akhir penyuluhan
Tersedianya alat media untuk melakukan penyuluhan
Setting tempat sesuai dengan perencanaan
Peserta memberikan respon terhadap pelaksanaan
2. Evalusi proses
Peserta berpartisipasi selama kegiatan penyuluhan
Peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan
Pelaksanaan sesuai rencana
Peserta menyampaikan perasaan setelah penyuluhan
Peserta serta dalam penyimpulan pertemuan
Audiens, moderator, penyaji, dan observer serta fasilitator berperan aktif
selama kegiatan berlangsung
3. Evaluasi hasil
Audiens yang mengikuti penyuluhan dapat menjelaskan Pengertian
limfadenitis TB (50%)
Audiens dapat menyebutkan bagaimana penularan dan penyebaran
limfadenitis TB (50%)
Audiens dapat menyebutkan gejala klinis limfadenitis TB (50%)
Audiens dapat menyebutkan pencegahan limfadenitis TB (50%)
Audiens dapat menyebutkan tindakan lanjut limfadenitis TB (50%)
H. Penutup
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ini, diharapkan pasien dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan yaitu mengetahui tentang apa saja yang berhubungan
dengan limfadenitis TB.
MATERI
1. Pengertian
Limfadenitis merupakan peradangan pada kelenjar limfe atau getah bening, sedangkan
limfadenitis tuberculosis (TB) merupakan peradangan pada kelenjar limfe atau getah
bening yang disebabkan oleh basil tuberculosis. Apabila peradangan terjadi pada kelenjar
limfe di leher disebut dengan scrofula. Limfadenitis pada kelenjar limfe di leher inilah
yang biasanya paling sering terjadi. Istilah scrofula diambil dari bahasa latin yang berarti
pembengkakan kelenjar. Infeksi M. tuberculosis pada kulit disebabkan oleh perluasan
langsung tuberculosis ke kulit dari struktur dasarnya atau terpajan langsung melalui
kontak dengan M. tuberculosis yang disebut dengan scrofuloderma (Amaylia, 2009)
2. Penularan dan Penyebaran
Penularan tuberkulosis melalui berbagai cara, yaitu lewat udara/ droplet nuclei
dengan diameter 3-5 µm (>90%) dengan jarak 1-5 meter, dapat juga (jarang) melalui
kontak langsung kulit/ luka/ lecet, dan kongenital, minum susu terkontaminasi basil (M.
bovis). Basil tetap hidup dan virulen dalam keadaan kering beberapa minggu, mati dalam
cairan dengan suhu 60oC selama 15-20 menit. Basil tidak membentuk toksin. Penularan
pada umumnya berasal dari TB dewasa dengan BTA (+).
Faktor yang berpengaruh dalam penularan TB menurut Beyers et al (2004)
adalah:
a. Dosis/ jumlah paparan
b. Konsentrasi kuman di udara
c. Virulensi kuman
d. Durasi/ lama pajanan
e. Keadaan imunitas host
3. Tanda dan Gejala
Pembesaran kelenjar getah bening biasanya asimptomatik atau tak bergejala atau
bisa juga menimbulkan keluhan nyeri lokal dan juga bengkak.
Gejala Umum:
a. Kulit yang melapisi nodus limfa terlihat memerah dan terasa nyeri.
b. Nodus limfa bengkak, kaku atau keras.
c. Nodus limfa bisa terasa kenyal jika terbentuk abses atau mengalami peradangan
hebat
Gejala Khusus
a. Limfadenitis servikal bisa menyebabkan kekakuan leher dan tortikolis.
b. Pembesaran kelenjar getah bening preaurikula biasanya berhubungan dengan
beberapa bentuk konjungtivitis, termasuk konjungtivitis granulomatosa
unilokular,demam konjungtival faringeal (infeksi adenovirus tipe 3) dan
keratokonjungtivitis (infeksi adenovirus tipe 8).
c. Peradangan kelenjar getah bening retrofaringeal bisa menyebabkan disphagia
(kesulitan menelan karena nyeri) atau sesak napas (dispnea).
d. Limfadenitis mediastinal bisa menyebabkan batuk, dispnea, stridor (mengorok),
efusi pleura (penumpukan cairan di rongga selaput paru), atau bendungan
pembuluh darah vena.
e. Peradangan kelenjar getah bening intra-abdominal bisa menyebabkan nyeri perut.
f. Pembesaran kelenjar getah bening iliaka bisa menyebabkan nyeri perut.
Kebanyakan anak – anak dengan limfadenitis mengalami pembesaran kelenjar
getah bening di inguinal (lipat paha), aksila (ketiak), dan cervical (leher) yang
berukuran kecil dan mudah digerakkan. Hanya sedikit kasus yang mengalami
pembesaran kelenjar getah bening di suboksipital (leher belakang) atau post aurikula
(belakang telinga). Pembesaran kelenjar getah bening di supraklavickla (leher bagian
atas), epitroklear, dan popliteal tidak biasa terjadi seperti halnya pembesaran KGB di
mediastinal dan perut (abdominal).Limfadenitis bisa hanya 1 buah atau muncul
berkelompok dan bisa unilateral (sesisi) atau bilateral (dua sisi). Onset (awal mula
terjadinya) limfadenitis bisa bersifat akut, subakut atau kronik.
4. Pencegahan
Limfadenitis dapat terjadi setelah terjadinya infeksi melalui kulit atau infeksi lainnya
yang disebabkan oleh bakteri seperti streptococcus atau staphylococcus. Terkadang juga
dapat disebabkan oleh infeksi seperti tuberculosis atau cat scratch disease (Bartonella).
Cara pencegahan penularan bakteri TB yaitu :
a. Mengobati pasien TB hingga sembuh
b. Menutup mulut saat batuk dan bersin
c. Buang dahak dan ludah di tempat yanng benar
d. Ventilasi udara yang baik dan terkena cahaya matahari
e. Perilaku hidup bersih dan sehat dapan mengurangi penularan TB
f. Mengikuti tahapan oengobatan dan perawatan TB sesuai anjuran dokter
g. Minum obat secara rutin dan tuntas