Anda di halaman 1dari 3

Program ADEM sebagai Lentera Papua

Lailatul Mukaromah

170722637045

lmukaromah294@gmail.com

Papua merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional, karena dalam bidang
pendidikan provinsi papua masih terlihat minim, banyak sekali anak – anak yang tidak bersekolah
karena keterbatasan keuangan, adapun yang sudah bersekolah tetapi memiliki keterbatasan
perlengkapan sekolah yang memadai, serta kurangnya tenaga pengajar atau guru sehingga membuat
pendidikan masyarakat papua tertinggal dari daerah lain. untuk melakukan percepatan pembangunan
bagi Provinsi Papua dan Papua Barat agar bisa sederajat dengan provinsi lain pemerintah pusat dan
DPR telah mengeluarkan UU Nomor 21/2001 tentang otonomi khusus bagi Papua.

Hak Pendidikan

Seperti yang kita ketahui dalam UUD 1945 pada pasal 31 ayat 1 yang berbunyi bahwa tiap-
tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal
dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan
awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap
pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan
dapat dianggap pendidikan. Hak dalam mendapatkan pendidikan ini harus didapatkan seluruh
warga Indonesia tak terkecuali Papua sebagai daerah yang tertinggal.

Pemerintah membuat sebuah lembaga yang bernama Unit Percepatan Pembangunan Provinsi
Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) yang bertujuan untuk mendukung koordinasi, memfasilitasi,
dan mengendalikan pelaksanaan percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
UP4B dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2011). Dalam meningkatkan pelayanan
pendidikan, UP4B mendorong Program Afirmasi Pendidikan yang digagas bersama Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan serta Universitas/Sekolah/Lembaga.

Program ADEM

Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) merupakan salah satu upaya pemerintah
melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal pemerataan kualitas
pendidikan khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat terbaik serta daerah 3T (terdepan,
terluar, dan tertinggal) lainnya untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan
Bali yang disebar di 125 sekolah (SMA-SMK) yang ada di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta. Program ADEM ini bertujuan mengembangkan Sumber Daya Manusia di
Provinsi Papua dan Papua Barat dalam membentuk karakter bangsa dan mencetak kader bangsa bagi
putra-putri tanah Papua yang dapat membangun Papua dan Papua Barat menjadi lebih maju. Program
ADEM bergulir sejak tahun 2013 .Program ADEM ini menjadi program andalan Papua, karena
Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang telah berjalan selama 10 tahun belum mampu mengembangkan
segala aspek di Papua, termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM)-nya. Siswa-siswi Program
ADEM asal Papua dan Papua Barat yang disebar di 125 sekolah (SMA-SMK) yang ada di Jawa
Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta.

Untuk mendapatkan beasiswa ini, mereka harus melewati beberapa tahapan seleksi, mulai
dari seleksi tingkat kota/kabupaten, provinsi, dan pusat. Proses seleksinya mulai dari administrasi,
dimana mereka harus tercatat sebagai orang asli Papua dan Papua Barat, tes kesehatan, nilai selama
bersekolah di SLTP, dan latar belakang ekonomi keluarga.

Hubungan Keduanya

Dalam kenyataanya mayoritas siswa yang mengikuti program ADEM ini kurang
mampu untuk mengikuti pembelajaran di sekolah dimana ia ditempatkan. Seperti menurut
pendapat Nana Sudjana (2000: 39 keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh
kemampuan individu yang bersangkutan, tetapi dalam proses pembelajaran ada beberapa faktor
yang mempengaruhinya. Ada dua faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yaitu, faktor
Internal:yang merupakan fakta yang timbul pada dirinya sendiri atau dari dalam diri siswa itu
sendiri dan faktor eksternal yang merupakan fakta yang timbul dari luar individu atau diri siswa
itu sendiri, misalnya faktor lingkungan dan faktor sosial .
Perbedaan proses belajar di tanah Papua dengan di sekolah penempatan menjadi salah satu
faktor hambatan penyerapan ilmu. Belum lagi sarana prasarana dan sosial budaya yang sangat
berbeda sehingga menyebabkan siswa-siswi ini kurang mampu mengikuti pelajaran dengan cepat.
Namun juga ada siswa program ADEM yang membanggakan karena prestasi belajarnya.Seperti
diterimanya siswa program ADEM SMA BOPKRI 1 Yogyakarta di Institut Teknologi Bandung
(ITB).

Agar program ADEM ini berjalan lebih baik untuk kedepannya seharusnya, siswa-siswi dari
Papua yang akan diberangkatkan ke Pulau Jawa setidaknya harus mengikuti program matrikulasi
dengan tujuan untuk menyamakan standardisasi pendidikan dengan di Jawa yang tentunya hal ini
akan meringankan beban para siswa program ADEM dalam proses belajar selanjutnya.
Referensi

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/program-adem-dorong-anakanak-papua-bangun-
bangsa-indonesia diakses 13 November 2017

http://m.kompasiana.com/pratiwihestuutami.html diakses 13 November 2017

www.antaranews.com