Anda di halaman 1dari 18

Aspek-aspek Dinamika

Fluida Geofisika
Aspek-aspek Dinamika Fluida Geofisika
—  Persamaan yg menggambarkan gerak di laut diturunkan dari Hukum
II Newton, yg menyatakan kekekalan momentum dalam bentuk

—  Dalam fluida persamaan ini dinyatakan dalam

—  atau

—  Sistem koordinat dalam oseanografi didefinisikan tidak stasioner


atau tidak bergerak dgn laju konstan tetapi berotasi dengan bumi

—  Jika Hukum II Newton dinyatakan dalam sistem koordinta yg


berotasi, maka harus memperhitungkan suatu gaya semu atau gaya
virtual yg memperhitungkan efek rotasi
Klasifikasi gaya utk oseanografi
1. Gaya-gaya pembangkit arus

Jenis Gaya Keterangan


Gaya-gaya eksternal: a)  Stress tangensial (gaya yg dikerjakan oleh
(bekerja pada batas-batas fluida) angin)
b)  efek-efek termo-haline (pendinginan
permukaan, evaporasi dll
Pendinginan permukaan dan evaporasi bukan
merupakan gaya tetapi mengarah pada perubahan
densitas yg pada gilirannya menjadi perubahan
medan tekanan
Gaya-gaya internal: c)  Medan tekanan interior (gradien tekanan)
(bekerja pada seluruh partikel- d)  Gaya-gaya pasang surut
partikel air)

Gaya 1a) dan 1b) hanya bekerja pada batas-batas; secara matematis
menentukan syarat batas tetapi tidak masuk persamaan gerak
Klasifikasi gaya utk oseanografi
2. Gaya-gaya yg mempertahankan arus

No. Jenis Gaya


(a) Friksi (difusi momentum)
(b) Difusi densitas (bukan gaya, tetapi memiliki efek pada perubahan
gradien tekanan)

Gaya 2a) bekerja pada seluruh partikel air dan karena itu merupakan bagian
dari persamaan gerak

Gaya 2b) bukan merupakan gaya yg bekerja pada gerak air secara langsung
tetapi mengubah temperatur dan salinitas dan karena itu densitas; efeknya
melalui medan tekanan.
Hukum II Newton dalam oseanografi (“Persamaan
Gerak”)

—  Dengan mengambil jumlah seluruh gaya yg bekerja di laut Hukum II


Newton mengambil bentuk:
percepatan partikel = - gradien tekanan
+ gaya Coriolis
+ gaya pasut per satuan massa
+ friksi
+ gravitasi
—  Gaya pasut hanya ditinjau pada masalah pasut; dalam pembahasan
sirkulasi umum dapat diabaikan
—  Gravitasi bukan merupakan gaya horisontal sehingga tidak dapat
menghasilkan percepatan horisontal; tetapi penting dalam
peninjauan gerak vertikal (konveksi, gelombang)
Hukum II Newton dalam oseanografi (“Persamaan
Gerak”)

—  Tanda negatif untuk gradien tekanan karena percepatan yg


dihasilkan oleh gradien tekanan arahnya berlawanan dengan
gradien, sehingga pergerakan air “menuruni gradien”:

Tekanan meningkat dengan bertambahnya jarak x (ke kanan),


gradien tekanan positif, percepatan dari tekanan tinggi ke
tekanan rendah, arus u mengalir menuruni gradien tekanan (ke
kiri)
Hukum II Newton dalam oseanografi (“Persamaan
Gerak”)
—  Gaya Coriolis adalah suatu gaya semu, hanya nampak bagi
pengamat dalam kerangka acuan berotasi

—  Dalam oseanografi arus selalu dinyatakan relatif terhadap dasar


laut – yg berotasi dengan bumi – dan oleh karena itu hanya dapat
digambarkan secara tepat jika Gaya Coriolis diperhitungkan
dalam kesetimbangan gaya-gaya

—  Gaya Coriolis sebanding dengan magnitudo laju aliran dan


arahnya tegak lurus terhadap arah aliran

—  Bekerja ke kiri aliran di BBS dan ke kanan di BBU

—  Perbedaan arah di kedua BB ini dapat didekati (dijelaskan)


dengan prinsip kekekalan momentum sudut
Hukum II Newton dalam oseanografi (“Persamaan
Gerak”)

—  Partikel air yg diam di ekuator membawa momentum sudut dari


rotasi bumi

—  Ketika bergerak ke arah kutub partikel tsb mempertahankan


momentum sudutnya sementara jaraknya dari sumbu bumi
berkurang

—  Agar momentum sudut kekal partikel menambah rotasinya


terhadap sumbu

—  Oleh karena itu mulai berotasi lebih cepat daripada bumi di


bawahnya, mulai bergerak ke arah timur

—  Ini menghasilkan defleksi dari lintasan lurus ke arah kanan di BBU


dan ke arah kiri di BBS
Gerak inersial
—  Jika suatu parsel air diberi momentum
(didorong) dan kemudian dilepas, maka gaya
yg bekerja hanya gaya Coriolis

—  Hukum II Newton menyatakan bahwa parsel


akan mengalami percepatan dgn nilai
konstan

—  Percepatan yg dihasilkan oleh Gaya Coriolis


arahnya tegak lurus terhadap lintasan parsel;
dengan kata lain percepatan membentuk
perubahan arah yg konstan

—  Akibatnya adalah parsel bergerak melingkar

—  Gerak inersial sangat sering terjadi, biasanya


bersuperposisi dgn gerak lain seperti arus
geostropik atau arus akibat-angin
Arus geostropik
—  Di interior laut, di bawah kedalaman sekitar 100 m dan
sekitar 100 km dari garis pantai, gaya friksi dapat diabaikan.

—  Sehingga sirkulasi ditentukan oleh kesetimbangan antara


gaya gradien tekanan dan gaya Coriolis.

—  Kesetimbangan ini dikenal sebagai arus/aliran geostropik.

—  Pada arus geostropik partikel-partikel bergerak sepanjang


isobar (kontur-kontur tekanan konstan), dengan tekanan
tinggi di sebelah kirinya di BBS, di sebelah kanannya di BBU.
Arus geostropik
—  Karena tekanan pada suatu kedalaman ditentukan oleh berat air di
atasnya, maka tekanan tinggi ekuivalen dengan level laut tinggi dan
tekanan rendah ekuivalen dengan level laut rendah.

—  Oleh karena itu arus geostropik berkaitan dengan bentuk permukaan


laut.

—  Gaya Coriolis dan gaya gradien tekanan bekerja pada seluruh partikel
air.

—  Karena itu arus geostropik merupakan bagian dari arus laut di seluruh
kedalaman dan lokasi.

—  Di bawah kedalaman sekitar 100 m dan sekitar 100 km jauh dari garis
pantai semua arus adalah geostropik; di dekat permukaan dan dekat
pantai/batas arus dimodifikasi oleh gaya-gaya tambahan.
Arus geostropik
—  Contoh arus geostropik pada sistem arus
ekuator

—  Variasi level laut hanya 0,2 – 0,4 m


—  Variasi yg kecil ini tidak mungkin diverifikasi
di laut terbuka
—  Tetapi dapat di verifikasi di selat sempit,
dimana arus bolak balik yg mengalir
melewati selat menghasilkan kemiringan
permukaan laut yg bolak-balik melintasi
selat.

—  Kemiringan dapat diukur dengan sea level


gauge di kedua sisi.
Arus geostropik: arus eddie
Lapisan Ekman
—  Arus di atas kedalaman 150 m dipengaruhi secara langsung
oleh angin, yakni transfer momentum dari atmosfir ke laut

—  Karena itu kesetimbangan gaya-gaya melibatkan gaya friksi,


yg mengakibatkan menyimpang dari aliran geostropik; air
bergerak memotong isobar dari daerah tekanan tinggi ke
daerah tekanan rendah
Lapisan Ekman
—  Arah pergerakan air dalam lapisan
Ekman bervariasi terhadap kedalaman

—  Ketika hanya kondisi steady state yg


ditinjau, hasil penting yg diperoleh
adalah transport bersih (rata-rata
vertikal) dalam lapisan Ekman
arahnya tegak lurus terhadap arah
angin, ke kiri di BBS dan ke kanan di
BBU
Upwelling
—  Upwelling adalah proses pergerakan air secara vertikal
menuju permukaan laut.

—  Upwelling pantai dan ekuator merupakan respon terhadap


angin yg bertiup dan memperjelas adanya dinamika transport
Ekman.

—  Upwelling yg terjadi di Southern Ocean tidak berkaitan


langsung dengan angin dan merupakan bagian dari global
conveyor belt.
Upwelling
1.  Coastal upwelling: di
sepanjang pantai timur
Samudra Pasifik dan
Samudra Atlantik Angin
Pasat bertiup hampir
sejajar dengan pantai ke
arah Doldrums. Karena
itu terjadi transport
Ekman ke arah lepas
pantai (laut), yg
selanjutnya
menyebabkan naiknya air
dari bawah ke atas
(biasanya dari kedalaman
200 – 400 m)
Upwelling
2.  Equatorial Upwelling:

Di Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik Doldrums terletak pada


5°N, sehingga Angin Pasat di BBS ada di sisi lain ekuator. Transport
lapisan Ekman mengarah ke selatan di BBS dan ke utara di BBU.
Hal ini menyebabkan divergensi permukaan di ekuator dan terjadi
upwelling (dari kedalaman sekitar 150 – 200 m).

3.  Upwelling di Southern Ocean:

North Atlantic Deep Water mencapai Southern Ocean pada


rentang kedalaman 1000 – 4000 m. Naik sampai kedalaman 200 m
dari permukaan, memasuki sirkulasi lapisan atas. Naiknya air
lebih dari 2000 m ini merupakan proses upwelling paling dalam di
Laut Dunia.