Anda di halaman 1dari 15

Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 ISSN : 1978-001X

UTAMA JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI

KEMAMPUAN KERJA,INTRUKSI KERJA DAN PENGAWASAN


BERPENGARUH TERHADAP MUTU PEMBANGUNAN KONTRUKSI
GEDUNG BERTINGKAT DI JAKARTA
Mohamad Sobirin

PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN KEDAUNG-


JENGGOT DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN
MENGGUNAKAN RANGKA BAJA
Hikma Dewita. B, Linda Supriantini, dan Harry Wibisono

PERENCANAAN STRUKTUR PONDASI GAS KOMPRESSOR DI SENG


GAS PLANT PELALAWAN RIAU (RECTANGULAR BLOCK
FOUNDATIONS)
Iqbal Fiqri, Hari Wibisono,dan Kristina Sembiring

SISTEM MONITORING PERALATAN BENGKEL MENGGUNAKAN


METODE WATERFALL DENGAN MVC CODEIGNITER
Andriyani dan Siyoperman Gea

PERENCANAAN ULANG JEMBATAN TUKAD BANGKUNG


KABUPATEN BADUNG, BALI DENGAN METODE CABLE STAYED
Hazdhika Abizandhika, Hari Wibisono, dan Sempurna Bangun

ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU DAN BIAYA PADA


PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL BW LUXURY JAMBI
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring

ALAMAT REDAKSI:
LPPM Universitas Tama Jagakarsa
Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 152, Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530
Telp.(021) 789096-566, Fax.(021) 7890966
Email : info@jagakarsa.ac.id
Website : http;//www.jagakarsa.ac.id
Volume XI, Nomor. 3, Desember 2016 ISSN : 1978-001X

JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI

Pelindung
Rektor Universitas Tama Jagakarsa (UTAMA)

Penanggung Jawab
Dekan Fakultas Teknik UTAMA

DEWAN REDAKSI

Ketua Dewan Redaksi


Ketua LPPM UTAMA

Wakil Ketua Dewan Redaksi


Wakil Ketua LPPM UTAMA

Anggota Dewan Redaksi


Prof. Dr. Ir. Bambang Soenarto, Dipl.H.E.,En.Dipl.GR., M. Eng.(Dosen UTAMA)
Prof. Dr. Ir. Sjahdanul Irwan, M.Sc. (Dosen UTAMA)
Dr. Maspul Aini Kambry , M.Sc. (Dosen UTAMA)

Mitra Bestari
Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS.(Univ. Brawijaya)
Prof. Dr. Ir. H. Dahmir Dahlan M.Sc.(ISTN)
Ir. H. Media Nofri, M.Sc. (Dosen ISTN)

Redaksi Pelaksana
H. Hamidullah Mahmud, Lc., MA
Ir. Bertinus Simanihuruk, MT
Bintang Unggul P ST, MT
Djoko Prihartono, ST., MT
Lukman Hakim, ST., M.Sc.
Napoleon Lukman, ST

Penerbit
Universitas Tama Jagakarsa

Alamat Redaksi
LPPM Universitas Tama Jagakarsa
Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 152, Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530
Telp.(021)7890965-66. Fax.(021) 7890966, E-mail : info@jagakarsa.ac.id
Website : http://www.jagakarsa.ac.id
Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 ISSN : 1978-001X

UTAMA JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI

KEMAMPUAN KERJA,INTRUKSI KERJA DAN PENGAWASAN


BERPENGARUH TERHADAP MUTU PEMBANGUNAN KONTRUKSI
GEDUNG BERTINGKAT DI JAKARTA
Mohamad Sobirin..................................................................................... 133 - 146

PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN KEDAUNG-JENGGOT


DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA
BAJA
Hikma Dewita. B, Linda Supriantini, dan Harry Wibisono....................... 147- 156

PERENCANAAN STRUKTUR PONDASI GAS KOMPRESSOR DI SENG


GAS PLANT PELALAWAN RIAU (RECTANGULAR BLOCK
FOUNDATIONS)
Iqbal Fiqri, Hari Wibisono,Kristina Sembiring......................................... 157- 162

SISTEM MONITORING PERALATAN BENGKEL MENGGUNAKAN


METODE WATERFALL DENGAN MVC CODEIGNITER
Andriyani dan Siyoperman Gea………………………........................... 163 - 168

PERENCANAAN ULANG JEMBATAN TUKAD BANGKUNG


KABUPATEN BADUNG, BALI DENGAN METODE CABLE STAYED
Hazdhika Abizandhika, Hari Wibisono, dan Sempurna Bangun..………168 - 176

ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU DAN BIAYA PADA


PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL BW LUXURY JAMBI
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring................………………177- 188

ALAMAT REDAKSI:
LPPM Universitas Tama Jagakarsa
Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 152, Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530
Telp.(021) 7890965-66
Fx.(021) 7890966, Email : info@jagakarsa.ac.id
Website : http;//www.jagakarsa.ac.id
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU DAN BIAYA PADA


PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL BW LUXURY JAMBI

Oleh
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tama Jagakarsa

ABSRTACT

Critical path method or the Critical Path Method (CPM) is a method of scheduling projects already known
and often used as a management tool in the implementation of the project. CPM can be calculated with the
time it takes to complete a project and can know which activities are entered into the critical path. CPM
method is also able to analyze the acceleration of the schedule and shorten some good activities that go
critical path or not enter the critical path. Acceleration of project activity will certainly affect the cost of
the project. Slope calculations used to calculate the cost of the project point shortened. To find out which
jobs are included into lanes Critical to the Development Project Bw Luxury Hotels Jambi. To find out the
results of the project Acceleration using Critical Path Method (CPM)ontheproject. Based on the data
obtained, the researcher is interested to use the CPM method as a tool for research, and refers to the
calculation of the theory of the CPM and the calculation of the slope of costs showed that construction
projects Bw Luxury Jambi can be completed within 50 calendar weeks for a total cost of Rp
30.345.194.779,-. But After the analysis of the duration of the time and cost by using CPM obtained
accelerating project completion time duration to 48 weeks of a calendar with a total cost of Rp
29.131.386.988,-. Thus accelerating the project will have an impact on the cost of the project. After that it
can also be analyzed by the CPM are the critical path in several activities, including groundbreaking work
Sitepile foundation and jobs pembesian, Formwork and Concrete of Lt Elementary until the roof floor.

Keywords: Network, CPM Critical Path, Project Acceleration

1. Pendahuluan proyek pembangunan tersebut meliputi


1.1 Latar Belakang empat aktivitas besar, yakni kegiatan
Proyek pembangunan Hotel Bw persiapan, pekerjaan struktur, pekerjaan
Luxury Jambi diselesaiakan dengan total arsitektur, dan pekerjaan mekanikal
hari kerja 50 minggu dengan anggaran elektrikal, namun pada tugas akhir ini
biaya Rp. 30.345.194.779,-. Aktivitas penulis hanya membahas
durasi waktu dan biaya pada pekerjaan Proyek pembangunan Hotel Bw
struktur saja. Proyek pembangunan ini Luxury Jambi direncanakan selesai pada
dilakukan untuk tempat tinggal tanggal 23 Juli 2015 dengan 50minggu
sementara atau Hotel, PT. Waskita kerja (PT. Waskita Karya (Persero),
Karya merupakan perusahaan jasa 2015), namun dalam pelaksanaannya
kontraktor yang mengerjakan proyek proyek mengalami keterlambatan. Pada
pembangunan tersebut. Dalam tanggal 23 Juli 2015 penyelesaian
menjalankan usahanya, PT. Waskita proyek baru mencapai 85%, dimana
Karya belum menggunakan metode pekerjaan Struktur gedung belum selesai
diagram network dalam merencanakan sepenuhnya (PT. Waskita Karya
waktu dan biaya yang dibutuhkan. (Persero), 2015). Pada Tanggal 10 bulan
Selama ini perusahaan dalam Agustus 2015, pekerjaan proyek
menentukan waktu dan biaya yang dinyatakan selesai dan dilakukan
dibutuhkan hanya berdasarkan peresmian gedung, namun masih banyak
pengalaman.. perbaikan di sana sini, yakni perbaikan
pemipaan untuk drain dan perbaikan-

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 177
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

perbaikan pada beton yang keropos. Jambi dan PT Gapura Estetika selaku
Untuk mengembalikan tingkat kemajuan Manajemen Konstruksi (MK).
proyek ke rencana semula diperlukan 2. Analisa jaringan kerja hanya dibatasi
suatu upaya percepatan durasi proyek pada pembangunan gedung/hotel bw
walaupun akan diikuti meningkatnya luxury jambi.
biaya proyek. Oleh karena itu diperlukan 3. Penulis hanya membahas
analisis optimalisasi durasi proyek pelaksanaan waktu dan biaya dari
sehingga dapat diketahui berapa lama pekerjaan struktur saja.
suatu proyek tersebut diselesaikan dan 4. Penulis tidak membahas permasalah
mencari adanya kemungkinan yang terjadi akibat kelalaian kerja
percepatan waktu pelaksanaan proyek yang diakibatkan oleh baik pelaksana
dengan metode PERT (Project dilapangan maupun operator alat-alat
Evaluation and Review Technique) dan berat seperti Excavator, alat pancang
CPM (Critical Path Method - Metode dan lainnya.
Jalur Kritis).\ 5. Penulis tidak membahas
permasalahan bahan/material SBO
(Supply Buy Owner)yang di
1.2 Rumusan Masalah datangkan ke lokasi proyek.
Berdasarkan uraian di atas, maka
masalah pokok penelitian ini antara lain 1.4 Tujuan dan Penelitian
terdapat perbedaan durasi pelaksanaan Tujuan dari penelitian ini yaitu :
proyek dengan durasi rencana proyek 1. Untuk mengetahui pekerjaan mana
yang telah ditetapkan. Proyek saja yang termasuk kedalam Jalur-
mengalami keterlambatan karena jalur Kritis pada Proyek
penggunaan waktu dan biaya yang tidak Pembangunan Hotel Bw Luxury
optimal dalam proses pelaksanaannya. Jambi.
Masalah yang dihadapi antara lain : 2. Untuk mengetahui Hasil Percepatan
1. Bagaimana bentuk jaringan kerja atau proyek dengan menggunakan metode
network proyek pembangunan Hotel Critical Path Method (CPM) pada
Bw Luxury Jambi? proyek tersebut.
2. Berapa durasi optimal Proyek
tersebut? 2. Kajian Pustaka
3. Berapa total biaya proyek tersebut 2.1 Proyek Konstruksi
setelah dilakukannya percepatan Proyek merupakan sekumpulan
pelaksanaan? aktivitas yang saling berhubungan
dimana ada titik awal dan titik akhir
1.3 Pembatasan Masalah serta hasil tertentu, proyek biasanya
Agar penyusunan dan pembahasan bersifat lintas fungsi organisasi sehingga
tugas akhir ini dapat terarah dan membutuhkan bermacam keahlian
dipahami maka dilakukan pembatasan (skills) dari berbagai profesi dan
masalah dan asumsi-asumsi yang organisasi. Setiap proyek adalah unik,
digunakan sebagai berikut : bahkan tidak ada dua proyek yang persis
1. Analisa jaringan kerja untuk sama. Dipohusodo (1995) menyatakan
pembuatan gedung/hotel bw luxury bahwa suatu proyek merupakan upaya
jambi menggunakan data sekunder yang mengerahkan sumber daya yang
yang di dapat dari PT Waskita Karya tersedia, yang diorganisasikan untuk
selaku pelaksana Proyek mencapai tujuan, sasaran dan harapan
Pembangunan Hotel Bw Luxury penting tertentu serta harus diselesaikan

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 178
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

dalam jangka waktu terbatas sesuai lebih dari sekali ataupun aktivitas
dengan kesepakatan. Proyek adalah yang memindahkan pekerjaan yang
aktivitas sementara dari personil, telah dilakukan sebelumnya sebagai
material, serta sarana untuk bagian dari proyek .
menjadikan/mewujudkan sasaran-
sasaran (goals) proyek dalam kurun 2.3 Faktor - Faktor Penyebab
waktu tertentu yang kemudian berakhir. Terjadinya Rework
Proyek konstruksi merupakan Faktor-faktor ini dikelompokkan
suatu rangkaian kegiatan yang saling menjadi tiga bagian, yaitu faktor desain
berkaitan untuk mencapai tujuan dan dokumentasinya, faktor manajerial,
tertentu (bangunan/konstruksi ) dalam dan faktor sumber daya (resources)
batasan waktu, biaya dan mutu tertentu. (Andi, Wenata, Hendarlim, 2005).
Proyek konstruksi selalu memerlukan Faktor yang terkait dengan desain dan
resources (sumber daya) yaitu Human dokumentasinya biasanya lebih
(manusia), material (bahan bangunan), langsung berhubungan dengan proses
machine (peralatan), method (metode desain yang melibatkan desainer
pelaksanaan), money (uang), (konsultan) dan pemilik proyek. Sebagai
information (informasi), dan time contoh, kesalahan dan permintaan
(waktu).. perubahan pada desain yang baru
diketahui setelah pekerjaan konstruksi
2.2 Definisi Rework berjalan dapat menyebabkan pihak
Rework dalam Bahasa Indonesia kontraktor harus membongkar dan
diterjemahkan menjadi pekerjaan ulang, mengerjakan ulang pekerjaan yang
Selanjutnya akan dipakai istilah Rework. sama. Penelitian ini mengidentifikasikan
Rework tidak dapat dipisahkan dari enam faktor yang berkaitan dengan
pengerjaan konstruksi karena rework desain dan dokumentasinya. Kelompok
selalu terjadi hampir di seluruh kedua berkaitan dengan faktor-faktor
pengerjaan proyek konstruksi. Beberapa manajerial. Faktor-faktor ini bisa
definisi rework menurut beberapa disebabkan oleh semua pihak
sumber adalah sebagai berikut: dikonstruksi, baik itu pemilik, desainer
1. CIDA (1995) mendefinisikan Rework (konsultan), dan atau kontraktor
sebagai mengerjakan sesuatu paling (Atkinson.1998; Alarcon, Mardones,
tidak satu kali lebih banyak, yang 1998). Kelompok terakhir, faktor
disebabkan oleh ketidakcocokkan sumber daya, berhubungan pekerja dan
dengan permintaan. peralatan proyek, sehingga kontraktor
2. Love et al (1999) mendefinisikan lebih banyak terkait dengan faktor-
Rework adalah efek yang tidak perlu faktor tersebut. Faktor sumber daya ini
dari mengerjakan ulang suatu proses biasanya muncul pada fase konstruksi
atau aktivitas yang dan mengakibatkan adanya kesalahan
diimplementasikan secara tidak tepat pengerjaan di lapangan.
pada awalnya dan dapat ditimbulkan
oleh kesalahan ataupun adanya 2.4 Jaringan Kerja (CPM) Pengertian
variasi. PERT dan CPM
3. Menurut CII (Construction Industry PERT adalah suatu alat manajemen
Institute oleh tim penelitinya, Cause proyek yang digunakan untuk
and Effect of Field Rework Research melakukan penjadwalan, mengatur dan
Team 153, 2000) Rework adalah mengkoordinasi bagian-bagian
melakukan pekerjaan di lapangan pekerjaan yang ada di dalam suatu

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 179
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

proyek (Setianingrum, 2011). PERT kegiatan. Untuk setiap aktivitas, model


juga merupakan suatu metode yang biasanya mencakup tiga perkiraan waktu
bertujuan untuk (semaksimal mungkin) (Soeharto, 2002):
mengurangi adanya penundaan kegiatan 1. Waktu Optimis, yaitu perkiraan
(proyek, produksi, dan teknik) maupun waktu yang paling singkat bagi
rintangan dan perbedaan-perbedaan, penyelesaian aktivitas.
mengkoordinasikan dan menyelaraskan 2. Waktu Perkiraan Paling Mungkin,
berbagai bagian sebagai suatu waktu penyelesaian yang memiliki
keseluruhan pekerjaan dan mempercepat probabilitas tertinggi (berbeda
selesainya proyek-proyek (Nurhayati, dengan : waktu yang diharapkan), dan
2010). PERT memiliki asumsi bahwa 3. Waktu Pesimis, yaitu waktu
proyek yang akan dilaksanakan adalah terpanjang yang mungkin diperlukan
baru, tidak ada contoh sebelumnya. suatu kegiatan.
Berdasarkan atas asumsi itu, maka PERT “menimbang” ketiga perkiraan
orientasi dari metode PERT adalah waktu ini untuk mendapatkan waktu
mengoptimalkan waktu penyelesaian kegiatan yang diharapkan (expected
proyek dan belum menekankan soal time= TE) dengan rumusan :
minimisasi biaya. Oleh karena belum 𝑎 + 4𝑚 + 𝑏
ada pengalaman sebelumnya, maka 𝑇𝐸 =
6
waktu penyelesaian pekerjaan tertentu a = Waktu Optimis
yang ada dalam proyek bersifat m =Waktu Perkiraan Paling
probabilistik. PERT mencoba Mungkin
mengestimasi waktu aktivitas ini dengan b = Waktu Pesimis
formula. Bahkan, PERT juga mencoba Diagram PERT secara umum adalah
mencari suatu ukuran tentang bahwa perkiraan atas waktu yang
variabilitas waktu penyelesaian paling dibutuhkan bagi masing-masing
awal. PERT dapat bekerja dengan kegiatan bersifat subyektif dan
ketidakpastian melalui penggunaan tergantung pada asumsi. Sehingga
waktu probabilitas (Ma’arif, Syamsul secara umum PERT cenderung terlalu
Mohammad dan Tanjung, Hendri, optimis dalam menetapkan waktu
2003). Bila waktu kegiatan individual penyelesaian sebuah proyek.
acak, maka waktu proyek juga akan Setelah membahas metode jaringan
acak. Bila waktu kegiatan tidak pasti, (network ), ternyata memiliki
lintasan kritis pun bersifat acak. Hanya keunggulan dari gantt chart, antara lain
saja, karena bekerja dengan (Ma’arif, Syamsul Mohammad dan
ketidakpastian, maka lintasan kritis Tanjung, Hendri, 2003) :
penyelesaian proyek pun menjadi tidak 1. Dapat memperlihatkan hubungan
pasti. Inilah gambaran dari metode ketergantungan antara kegiatan
PERT, yaitu risiko ketidakpastian. (activity) yang logis satu dengan yang
Memperkirakan waktu yang diperlukan lain dalam sebuah proyek, sehingga
untuk masing-masing kegiatan seperti memungkinkan proyek dapat
menit, jam, hari, minggu atau bulan dikendalikan dan dikerjakan dengan
adalah unit umum yang biasa digunakan prosedur yang jelas.
waktu untuk penyelesaian suatu 2. Cocok untuk mengendalikan proyek
kegiatan. Sebuah fitur yang yang terdiri dari banyak kegiatan
membedakan PERT adalah dengan berbagai urutan dan
kemampuannya untuk menghadapi kebutuhan.
ketidakpastian di masa penyelesaian

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 180
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

3. Bila ada suatu kegiatan yang pelaksanaannya paling lama. Jadi,


terganggu maka kita dapat lintasan kritis adalah lintasan yang
mengetahui pengaruhnya terhadap paling menentukan waktu 6
kegiatan yang lain dan dapat penyelesaian proyek secara keseluruhan,
dilakukan penjadwalan ulang. digambar dengan anak panah tebal
4. Penjadwalan proyek dalam urutan (Badri,1997).
yang praktis dan efisien karena Menurut Badri (1997), manfaat yang
dikemas dalam bentuk diagram didapat jika mengetahui lintasan kritis
jaringan. adalah sebagai berikut :
5. Dengan diagram jaringan dapat 1. Penundaan pekerjaan pada lintasan
mengetahui kegiatan yang kritis, dan kritis menyebabkan seluruh pekerjaan
dapat menghitung toleransi proyek tertunda penyelesaiannya.
keterlambatan suatu kegiatan yang 2. Proyek dapat dipercepat
bukan kegiatan kritis. penyelesaiannya, bila pekerjaan-
ekerjaan yang ada pada lintasan kritis
2.5 Jaringan Kerja CPM dapat dipercepat.
Network planning (Jaringan 3. Pengawasan atau kontrol dapat
Kerja) pada prinsipnya adalah hubungan dikontrol melalui penyelesaian jalur
ketergantungan antara bagian-bagian kritis yang tepat dalam
pekerjaan yang digambarkan atau penyelesaiannya dan kemungkinan di
divisualisasikan dalam diagram trade off (pertukaran waktu dengan
network. Dengan demikian dapat biaya yang efisien) dan crash
dikemukakan bagian-bagian pekerjaan program (diselesaikan dengan waktu
yang harus didahulukan, sehingga dapat yang optimum dipercepat dengan
dijadikan dasar untuk melakukan biaya yang bertambah pula) atau
pekerjaan selanjutnya dan dapat dilihat dipersingkat waktunya dengan
pula bahwa suatu pekerjaan belum dapat tambahan biaya lembur.
dimulai apabila kegiatan sebelumnya 4. Time slack atau kelonggaran waktu
belum selesai dikerjakan. terdapat pada pekerjaan yang tidak
melalui lintasan kritis. Ini
2.6 Lintasan Kritis CPM memungkinkan bagi manajer/pimpro
Heizer dan Render (2005) untuk memindahkan tenaga kerja,
menjelaskan bahwa dalam dalam alat, dan biaya ke pekerjaan-
melakukan analisis jalur kritis, pekerjaan di lintasan kritis agar
digunakan dua proses two-pass, terdiri efektif dan efisien.
atas forward pass dan backward pass.
Dalam metode CPM (Critical Path 2.7 Istilah Dalam CPM
Method - Metode Jalur Kritis) dikenal 1) E (earliest event occurence time ):
dengan adanya jalur kritis, yaitu jalur Saat tercepat terjadinya suatu
yang memiliki rangkaian komponen- peristiwa.
komponen kegiatan dengan total jumlah 2) L (Latest event occurence time):
waktu terlama. Saat paling lambat yang masih
Jalur kritis terdiri dari rangkaian diperbolehkan bagi suatu peristiwa
kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan terjadi.
pertama sampai pada kegiatan terakhir 3) ES (earliest activity start time):
proyek (Soeharto, 1999). Lintasan kritis Waktu Mulai paling awal suatu
(Critical Path) melalui aktivitas- kegiatan. Bila waktu mulai
aktivitas yang jumlah waktu dinyatakan dalam jam, maka waktu

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 181
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

ini adalah jam paling awal kegiatan 2.9.2 Hitungan Mundur (Backward
dimulai. Pass)
4) EF (earliest activity finish time): Dimulai dari Finish menuju Start
Waktu Selesai paling awal suatu untuk mengidentifikasi saat paling
kegiatan. EF suatu kegiatan lambat terjadinya suatu kegiatan (LF),
terdahulu = ES kegiatan berikutnya. waktu paling lambat terjadinya suatu
5) LS (latest activity start time): Waktu kegiatan (LS) dan saat paling lambat
paling lambat kegiatan boleh suatu peristiwa terjadi (L). Aturan
dimulai tanpa memperlambat Hitungan Mundur (Backward Pass)
proyek. 1. Waktu mulai paling akhir suatu
kegiatan sama dengan waktu selesai
2.8 Asumsi Dasar dalam menghitung paling akhir dikurangi kurun waktu
critical path method: berlangsungnya kegiatan yang
1. Proyek hanya memiliki satu initial bersangkutan. LS(i-j) = LF(i-j) – t
event (start) dan satu terminal event 2. Apabila suatu kegiatan terpecah
(finish). menjadi 2 kegiatan atau lebih, maka
2. Saat tercepat terjadinya initial event waktu paling akhir (LF) kegiatan
adalah hari ke-nol. tersebut sama dengan waktu mulai
3. Saat paling lambat terjadinya paling akhir (LS) kegiatan berikutnya
terminal event adalah LS = ES yang terkecil.

2.9 Teknik Menghitung critical path 3. Data dan Bahan Penelitian


method: 3.1 Tempat dan waktu penelitian
2.9.1 Hitungan Maju (Forward Pass) Penelitian di lakukan pada
Dimulai dari Start (initial event) Proyek Pembangunan Hotel Bw Luxury
menuju Finish (terminal event) untuk yang di bangung diatas lahan seluas
menghitung waktu penyelesaian tercepat 9032m² adalah sebuah bangunan yang
suatu kegiatan (EF), waktu tercepat berbasis pada Concrette. Gedung ini
terjadinya kegiatan (ES) dan saat paling akan di bangun 10 Lantai dan 2 Lantai
cepat dimulainya suatu peristiwa (E). Basement, dan akan di gunakan atau di
Aturan Hitungan Maju (Forward Pass) peruntukan sebagai Rumah tinggal
1. Kecuali kegiatan awal, maka suatu sementara sewa kelola / Penginapan /
kegiatan baru dapat dimulai bila Hotel. Jenis Pekerjaan yang menjadi
kegiatan yang mendahuluinya skope pekerjaan kontraktor adalah
(predecessor) telah selesai. Pelaksanaan sipil saja, adapun untuk
2. Waktu selesai paling awal suatu supply material di adakan langsung oleh
kegiatan sama dengan waktu mulai PT JAMBI PERMAI ABADI Selaku
paling awal, ditambah dengan kurun Owner, dan Pengawasan MK
waktu kegiatan yang mendahuluinya. (Manajement Kontstruksi) oleh PT
EF(i-j) = ES(i-j) + t (i-j) Gapura Estetika Konstruksi termasuk
3. Bila suatu kegiatan memiliki dua atau pembuatan ijin bangunan. Adapun
lebih kegiatan-kegiatan terdahulu penelitian di lakukan pada tanggal 12
yang menggabung, maka waktu mulai juli 2015 sampai dengan Oktober 2015.
paling awal (ES) kegiatan tersebut
adalah sama dengan waktu selesai 3.2 Jenis data
paling awal (EF) yang terbesar dari Pada penelitian ini data yang
kegiatan terdahulu. digunakan adalah :

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 182
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

1. Data urutan proses pembuatan Hotel dialokasikan sesuai kebutuhan, sehingga


Bw Luxury Jambi tidak menghambat pelaksanaan proyek,
2. Data waktu penyelesaian tiap oleh karena itu perkiraan sumber daya
pekerjaan pelaksanaan proyek hotel tidak dibahas dalam skripsi ini.
bw luxury jambi.
3. Spesifikasi gambar proses
pelaksanaan hotel bw luxury jambi 3.5 Perkiraan Waktu Setiap Kegiatan
jenis Data yang digunakan adalah Perkiraan waktu setiap kegiatan
data sekunder yaitu data yang adalah jangka waktu yang dibutuhkan
diperoleh melalui catatan langsung untuk menyelesaikan setiap kegiatan
dari hasil interview dengan beberapa atau pekerjaan. Proyek ini menggunakan
staf di lapangan proyek tersebut. jaringan kerja CPM (Critical Path
Method) oleh karena itu di dalam
3.3 Analisa dan Pembahasan penentuan waktu aktivitas (duration)
3.3.1 Work Break Down Strukture yang akan berpengaruh kepada biaya
(WBS) (Cost) yaitu secara deterministric,karena
didasarkan pengalaman perusahaan
Struktur pekerjaan terperinci (WBS) dalam melaksanakan paket-paket
adalah pengelompokan komponen pekerjaan sejenis.
utama proyek yang diuraikan sehingga Untuk Proyek Pembangunan
di dapat paket-paket pekerjaan. Hotel Bw Luxury ini, PT Waskita Karya
Pembagian proyek kedalam paket-paket menetapkan besar waktu yang
pekerjaan ini merupakan proses diperlukan dapat dilihat seperti pada
terpenting dalam penerapan manajement tabel ddi bawah ini.
proyek berstruktur, karena WBS sangat Tabel 3.1 Perkiraan Waktu
berguna dalam penyusunan perencanaan
organisasi estimasi sumberdaya
perkiraan waktu dan biaya pelaksanaan
dan pegembangan jaringan kerja. WBS
untuk Proyek Pembangunan Hotel Bw
Luxury Jambi ini di gambarkan seperti
tabel 3.2.

3.4. Pemakaian Sumber Daya


Pemakaian sumber daya akan
ditentukan berdasarkan besarnya satuan
ukuran pekerjaan. Sebelum dilakukan 3.6 Perkiraan Biaya Proyek
perhitungan waktu pelaksanaan proyek, Pekerjaan paling rumit yang di
dilakukan perkiraan jumlah sumber daya temukan oleh PT Waskita Karya adalah
yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan. analisa dankemungkinan biaya proyek.
Perhitungan kebutuhan sumber daya Untuk mengetahui biaya keseluruhan
berdasaykan rincian pekerjaan pada proyek ini, digunakan metode
,sedaangkan jumlah bahan bisa perhitungan jumlah dan harga. Untuk
ditetapkan dengan mengethaui beberapa pembuatan gedung / Hotel seluas
kebutuhan jumlah bahan untuk suatu 9032m² PT Waskita Karya menentukan
volume pekerjaan. Sumber daya berupa biaya dengan Bill Of Quantity (BOQ)
pekerjaan tukang yang berasal dari Seperti pada Lampiran sebelumnya dan
sektor informal diasumsikan dapat

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 183
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

rincian anggaran perkegiatan seperti mendahuluinya telah selesai”. Waktu


pada tabel 3.2. selesai paling awal kegiatan adalah sama
dengan waktu mulai paling awal,
4. Analisa dan Pembahasan ditambah kurun waktu kegiatan yang
4.1 Analisis Pemecahan Masalah bersangkutan.
(Jaringan Kerja) EF=ES+D atau EF (I-j)=ES (ij) +
Berdasarkan uraian pekerjaan D(ij)
dan estimasi durasi tiap-tiap pekerjaan
dan mengacu kepada langkah-langkah 4.3 Perhitungan Mundur
pembuatan jadwal menggunakan Perhitungan mundur di
metode jalur kritis, sebagai langkah maksudkan untuk mengetahui waktu
selanjutnya adalah membuat jaringan yang paling akhir kita “masih” dapat
kerja. Untuk melihat logika memulai dan mengakhiri masing-
ketergantungan pekerjaan dari Proyek masing kegiatan tanpa menunda kurun
Pembangunan Hotel Bw Luxury Jambi waktu penyelesaian proyek secara
pada tabel 3.1. keseluruhan, yang telah di hasilkan dari
perhitungan maju. Untuk mendapatkan
4.2 Hitungan Maju Hitungan mundur dipakai aturan kerja
Dalam mengidentifikasi jalur yang menyatakan bahwa “waktu mulai
kritis di pakai suatu cara yang di sebut paling akhir suatu kegiatan adalah sama
hitungan maju. Dan perlu diingat dengan waktu selesai paling akhir
kembali aturan dalam menyusun dikurangi durasi dari kegiatan tersebut,
jaringan kerja yaitu : “Kecuali kegiatan atau
awal, maka suatu kegiatan baru dapat LS = LF - D
dimulai bila kegiatan yang

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 184
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

Tabel 3.2 Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan /item pekerjaan.


DATA ITEM PEKERJAAN ,JUMLAH PEKERJA DAN DURASI PENYELESAIAN PEKERJAAN
BW LUXURY JAMBI PT. WASKITA KARYA PERSERO
NO URAIAN PEKERJAAN Harga Bobot Sat
1 a Pekerjaan Pemancangan Sheet pile di kedalaman 40m Rp737.450.000 2,429483 %
2 b Pekerjaan cut field di elv -7.00m basement 2 Rp21.676.800 0,0714129 %
3 c Pekerjaan Bobok tiang pancang Rp51.435.000 0,1694494 %
4 d Pekerjaan Lantai kerja Pondasi Pilecap,Tiebeam dan Plat Lantai Basement 2 Rp35.519.322 0,1170162 %
5 e Pekerjaan Pembesian Pondasi Pilecap,Tiebeam dan Plat Lantai Basement 2 Rp218.180.546 0,7187822 %
6 f Pekerjaan Beton K300 Pondasi Pilecap,Tiebeam dan Plat Lantai Basement 2 Rp1.431.004.140 4,7143538 %
7 g Pekerjaan Pembesian Kolom,Retaining Wall,Grease trap,pit lift,dudukan pompa dan dinding dalam Basment 2 Rp78.240.094 0,2577571 %
8 h Pekerjaan Beton K300 Kolom,Retaining Wall,Grease trap,pit lift,dudukan pompa dan dinding dalam Basment 2 Rp374.576.853 1,2340201 %
9 i Pekerjaan Bekisting Lt Basement 2 Rp517.465.451 1,7047576 %
10 j Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom dan dinding Basement 1 Rp393.753.491 1,2971963 %
11 k Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom dan dinding basement 1 Rp1.346.281.587 4,4352407 %
12 l Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom dan dinding basement 1 Rp1.665.227.191 5,485987 %
13 m Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Dasar Rp371.966.726 1,2254212 %
14 n Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Dasar Rp1.353.557.975 4,4592123 %
15 o Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Dasar Rp1.738.267.553 5,726614 %
16 p Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Dua Rp261.825.841 0,8625689 %
17 q Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Dua Rp1.020.355.286 3,3614968 %
18 r Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Dua Rp1.368.158.489 4,5073127 %
19 s Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Tiga Rp215.591.339 0,7102522 %
20 t Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Tiga Rp845.300.992 2,7847914 %
21 u Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Tiga Rp1.090.394.688 3,5922372 %
22 v Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Empat Rp215.591.339 0,7102522 %
23 w Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Empat Rp845.300.992 2,7847914 %
24 x Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Empat Rp1.090.394.688 3,5922372 %
25 y Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Lima Rp288.624.451 0,9508552 %
26 z Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Lima Rp983.283.067 3,2393647 %
27 aa Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Lima Rp1.302.522.015 4,2910775 %
28 bb Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Enam Rp191.571.782 0,6311213 %
29 cc Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Enam Rp693.183.654 2,2836503 %
30 ee Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Enam Rp841.419.265 2,7720032 %
31 ff Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Tujuh Rp197.227.080 0,6497523 %
32 gg Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Tujuh Rp902.025.445 2,9716665 %
33 hh Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Tujuh Rp1.015.481.850 3,3454416 %
34 ii Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Delapan Rp167.352.069 0,5513309 %
35 jj Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom LtDelapan Rp693.194.107 2,2836847 %
36 kk Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Delapan Rp895.506.708 2,950191 %
37 ll Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Sembilan Rp168.162.861 0,554002 %
38 mm Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Sembilan Rp693.104.107 2,2833882 %
39 nn Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Sembilan Rp795.506.980 2,6207481 %
40 oo Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Sepuluh Rp163.143.753 0,5374669 %
41 pp Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Sepuluh Rp687.529.538 2,2650231 %
42 qq Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Sepuluh Rp794.106.192 2,6161333 %
43 rr Pekerjaan Pembesian Balok,Plat Lantai, kolom Lt Sepuluh Rp186.363.387 0,6139625 %
44 ss Pekerjaan Bekisting balok,plat lantai,kolom Lt Sepuluh Rp605.903.249 1,9961104 %
45 tt Pekerjaan Beton balok,plat lantai ,kolom Lt Sepuluh Rp801.466.832 2,6403825 %
Jumlah Rp30.354.194.775 100 %

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 185
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

20 f 25
5 10
17 5 22
d1 d7
7 4
14 29
2 16
14 26
d2 d8
6 4
b 20 g 24 m
6 11
4 18 4 22 8

41
20
20 h 24 d9 p 41 r
7 12
0 a 8 c 14 d3 18 4 22 7 7
s 1 3
0 8 8 4 12 4 4 29 n 34 48
17 19 22
d4 d10 26 8 34 48
6 q s
20 i 25 6 7 7
8 13
d 15 5 20 41
21
4 41
o
8
18 j 22
9 14
14 d5 18 4 22 d11
4
14 4 4 26
18
d6 d12 26
4
18 k 22 4
15
18 4 22

Gambar4.1 Hasil Perhitungan Crirical Path Method Perhitungan Maju dan Mundur
Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Maju dan Mundur
Kegiatan Durasi Paling Awal Paling Akhir
i j (D) Mulai Selesai Mulai Selesai FF TF Keterangan
(ES) (EF) (LS) (LF)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 A 8 0 8 8 0 0 0 Jalur Kritis
2 D 4 8 14 8 14 2 2 Aman
3 G 4 8 14 18 22 2 0 Jalur Kritis
4 B 4 8 14 8 14 2 2 Jalur Kritis
5 C 4 8 14 8 14 2 2 Aman
6 E 4 14 21 8 14 3 2 Aman
7 F 5 20 25 14 20 0 1 Aman
8 I 4 20 24 14 20 0 2 Aman
9 K 4 20 24 14 20 0 2 Aman
10 L 5 20 25 14 20 0 1 Aman
11 M 8 18 22 26 34 4 0 Jalur Kritis
12 N 8 18 22 26 34 4 0 Jalur Kritis
13 O 8 25 29 26 34 4 0 Jalur Kritis
14 P 7 29 34 34 41 2 0 Jalur Kritis
15 Q 7 29 34 34 41 2 0 Jalur Kritis
16 R 7 26 34 41 48 1 0 Jalur Kritis
17 AA 7 34 41 41 48 0 0 Jalur Kritis
18 BB 7 34 41 41 48 0 0 Jalur Kritis
Sumber : Hasil Analisa CPM

4.4 Float Total penyelesaian proyek dan secara


Pada perencanaan dan keseluruhan Float Total di hitung
penyusunan jadwal proyek arti penting dengan Rumus sebagai beriku :
dari float total adalah jumlah waktu yang TF = LF – EF = LS – ES
di perkenankan suatu kegiatan boleh di
tunda tanpa mempengaruhi jadwal

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 186
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Total Float


Kegiatan Duras i Paling Awal Paling Akhir
Mulai Seles ai Mulai Seles ai Keterangan
j (D)
(ES) (EF) (LS) (LF) FF TF
-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7
1 A 8 0 8 8 0 0 0 Jalur Kritis
2 D 4 8 14 8 14 2 2 Aman
3 G 4 8 14 18 22 2 0 Jalur Kritis
4 B 4 8 14 8 14 2 2 Jalur Kritis
5 C 4 8 14 8 14 2 2 Aman
6 E 4 14 21 8 14 3 2 Aman
7 F 5 20 25 14 20 0 1 Aman
8 I 4 20 24 14 20 0 2 Aman
9 K 4 20 24 14 20 0 2 Aman
10 L 5 20 25 14 20 0 1 Aman
11 M 8 18 22 26 34 4 0 Jalur Kritis
12 N 8 18 22 26 34 4 0 Jalur Kritis
13 O 8 25 29 26 34 4 0 Jalur Kritis
14 P 7 29 34 34 41 2 0 Jalur Kritis
15 Q 7 29 34 34 41 2 0 Jalur Kritis
16 R 7 26 34 41 48 1 0 Jalur Kritis
17 AA 7 34 41 41 48 0 0 Jalur Kritis
18 BB 7 34 41 41 48 0 0 Jalur Kritis

=Rp29.131.386.988
4.5 Percepatan Proyek Biaya Slope = Biaya Normal – Biaya
Dari perkiraan dan kegiatan Dipercepat Waktu
waktu yang di bahas di ketahui bahwa Normal
hasil penjadwalan yang di pakai oleh – Waktu dipercepat
Team Pelaksana Proyek Pembangunan =Rp 30.345.194.779
Hotel Bw Luxury jambi melebihi Rp29.131.386,988
dengan penggunaan metode = Rp 1.203.807.791
CPM,namun di dalam metode CPM Dari hasil analisis tersebut di ketahui
masih banyak jalur-jalur kritis yang di dengan membandingan biaya dengan
temukan di dalam pelaksanaan proyek waktu pelaksanaan yang di gunakan oleh
tersebut dan perlu percepatan Kontraktor pelaksana proyek dengan
pelaksanaan proyek tersebut agar lebih metode penjadwalan CPM maka nilai
epektif lagi dari segi biaya (Cost). proyek pelaksanaan pekerjaan struktur
Analisa percepatan waktu dengan pada proyek pembengunan tersebut
membandingkan biaya kontrak pada yang awalnya Rp30,345,194,779,- dan
pekerjaan struktur proyek ini adalah dengan penjadwalan metode CPM yaitu
dengan Metode Slope biaya dengan Rp29.131.386.988.
rumus perhitungan sebagai berikut :
Biaya Normal = Rp 30.345.194,779
Biaya Dipercepat = Rp 29.140,026,984 5. Kesimpulan dan Saran
BiayaNormalCost/minggu: 5.1 Kesimpulan
=Rp30.345.194.770/50 minggu Dari analisa didapat beberapa
= Rp606.903.896 kesimpulan yaitu :
Biaya dipercepat : 1. Dengan menggunakan CPM dapat di
=Rp606.903.896x 48 minggu ketahui jangka waktu pelaksanaan

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 187
Waldi, Bertinus Simanihuruk, Kristina Sembiring, Analisa Penerapan Manajemen

proyek yaitu selama 48 minggu Ervianto Wulfram I. 2004 Manajement


kalender dengan jalur kritis yaitu pelaksanaan proyek konstruksi
berada pada pekerjaan Pemancangan penerbit
Sitepile pondasi dan pekerjaan- Andi.
pekerjaan Pembesian, Bekisting dan Kerzer 1982, Clough dan Scars 1991,
Beton dari Lt Dasar sampai dengan Brandon dan Gray 1970 ,
Lantai Atap. Management Institute , Aktivitas
2. Dengan menggunakan metode CPM Proyek dan Management Proyek.
dan perhitungan slope biaya, Dannyanti .2003, Optimalisasi
diketahui bahwa dengan melakukan pelaksanaan proyek dengan
percepatan proyek menjadi 48 metode pert dan (Studi Kasus
minggu kalender yakni akan Twin Tower Building Pasca
meningkatkan biaya pelaksanaan Sarjana Undip) Skripsi .
proyek menjadi Rp 29.131.386.988 Novine Maharstuti, 2008. Percepatan
denagn biaya awal Rp time schedule proyek
30.345.194,779 dan terdapat pembangunan gedung dekan
terdapat selsih budget sebesar fakultas teknik universitas
Rp1.213.807.791. jember dengan metode cut and
crashing teknk sipil fakultas
5.2 Saran teknik universitas jember.
Dari analisa didapat beberapa Yayuk sundarisusilo, Liswar hamid dan
saran yaitu : Iwan Nauli Daulay, 2012.
1. Melakukan analisa yang lebih tajam Analisis pelaksanaan proyek
dengan metode Critichal Path dengan metode cpm dan pert
Method (CPM) atau dengan metode (studi kasus proyek pelaksanaan
lain agar pekerjaan waktu dan biaya main stadium university of riau).
bisa lebih efektiv dan efisien lagi. Teknik Industri Universitas
2. Pengawas lapangan hendaknya selalu Mercubuana, Jakarta.
berada di lokasi proyek untuk Prianto C, 2008 Universitas
mengontrol semua hasil pekerjaan Mercubuana“ Proyek
sesuai dengan syarat – syarat yang pembangunan gedung kantor
telah ditentukan. berdasarkan metode penetapan
jalur kritis”
Daftar Pustaka Dwi antara agung widada 2004. Analisis
Iman Soeharto 1999, Manajement pert dan cpm untuk pesanan
Proyek (Dari Konseptual Sampai khusus pada cv batik surya
Operasional). Jakarta : Penerbit kencana, fakultas ekonomi
Erlangga. uneversitas sebelas maret.

Jurnal Sains dan Teknologi Utama, Volume XI, Nomor 3, Desember 2016 188