Anda di halaman 1dari 13

ALAT KRISTALISASI

“OSLO CRYSTALLIZER”

Dosen Pengampu : Rizka Amalia,ST,.MT.

Disusun oleh kelompok 2 :


1. Failasofa Kandiawan 40040117060075
2. Erin Eriyanti A 40040117060080
3. Muhammad Danial S 40040117060085
4. Chindya Dwi A 40040117060091
5. Salma Salsabila 40040117060092
6. Ghina Sovia P utri 40040117060102
7. Hartiningsih 40040117060103
8. Erdea Anggiza 40040117060106
9. Puthut Handika M 40040117060107
10. Difa Bayu Akbar L 40040117060117
11. Ghozy Anjab 40040117060141

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


DEPARTEMEN TEKNOLOGI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Mata Kuliah Separasi
Perpindahan Massa dan Panas S mengenai Alat Kristalisasi (Crystallizer) yaitu
OSLO Crystallizer dengan baik dan tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk pemenuhan
tugas Mata Kuliah Separasi Perpindahan Massa dan Panas S dan untuk
melengkapi persyaratan yang telah ada pada pelaksanaan perkuliahan.
Demikian makalah ini dibuat oleh penulis. Namun demikian penulis menyadari
bahwa makalah ini belum sempurna dan masih terdapat kesalahan. Oleh karena
itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca khususnya dosen
pembimbing untuk peningkatan mutu makalah selanjutnya di masa yang akan
datang.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Akhirnya, penulis
mengucapkan terima kasih.

Semarang, 15 Maret 2019

i
Penulis DAFTAR
ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................1
1.2................................................................................Perumusan Masalah
....................................................................................................................2
1.3...............................................................Tujuan Penulisan
............................................................................................. 2
1.4...................................................................................Manfaat Penulisan
....................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................ 3
2.1............................................................................Pengertian Crystallizer
....................................................................................................................3
2.2...................................................................................OSLO Crystallizer
....................................................................................................................4
2.3................................................................Jenis-Jenis OSLO Crystallizer
....................................................................................................................5
2.4...................................................................................Proses Kristalisasi
....................................................................................................................8
BAB III PENUTUP..............................................................................................9
3.1 Kesimpulan...........................................................................9
3.2 Saran........................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam teknik kimia kristalisasi dilakukan dalam alat pengkristal.


Kristalisasi adalah suatu unit operasi teknik kimia dimana senyawa
kimia dilarutkan dalam suatu pelarut (solvent) dan pada kondisi tertentu
akan terpresipitasi dan terpisah di antara fasa. Sejak dahulu kala NaCl ditemukan
pada permukaan bebatuan setelah mengalami pemanasan matahari. Contoh
proses kristalisasi yang lain dalam industri meliputi produksi garam dapur, gula,
sodium sulphat, urea, dan lain-lain.Teknologi kristalisasi berkembang dengan
cepat akhir-akhir ini. Melalui tangki sederhana dimana pendinginan,
penguapan, dan mungkin melalui pengaturan pH, Kristal terbentuk pada proses
kristalisasi larutan dipekatkan dan didinginkan sampai konsentrasi zat
terlarut melewati kelarutannya (supersaturation) pada suhu yang
bersangkutan. Zat terlarut akan keluar dari larutan dan membentuk zat
padat (Kristal/hablur) dalam keadaan yang hamper murni.Proses
kristalisasi adalah salah satu teknik pemisahan padat-cair yang
sangat penting dalam industri, karena dapat menghasilkan kemurnian
produk hingga 100%.
Kristalisasi (crystallization) merupakan peristiwa pembentukan kristal -
kristal padat dalam suatu fase homogen. Baik itu dalam pembuatan partikel padat
di dalam uap seperti dalam hal pembuatan salju atau pembuatan partikel partikel
padat di dalam lelehan cair sebagai mana dalam pembuatan kristal tunggal yang
besar maupun kristalisasi dari larutan cair misalnya pembuatan garam. Peristiwa
kristalisasi ditandai dengan terbentuknya kristal padat.
Oleh karena itu, untuk mempelajari lebih lanjut mengenai apa proses
kristalisasi, bagaimana terjadinya proses kristalisasi, bagian-bagian apa saja yang
terdapat dalam proses kristalisasi dan bagaimana sudut pandang kristalisasi yang
dapat menjadi penting dalam dunia industri saat ini. Sebagai seorang Ahli Teknik
Kimia, maka dalam hal ini dibuatlah sebuah resume mengenai proses kristalisasi

1
yang terjadi pada suatu material secara umum.

1.2 Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah dari pembuatan makalah perancangan alat proses


mengenai alat kristalisasi (crystallizer) ini yaitu:
1. Bagaimana terjadinya suatu proses kristalisasi?
2. Bagaimana cara mendesain alat proses yang akan digunakan dalam
industri berdasarkan proses kristalisasi?
3. Bagaimana pertimbangan bahan konstruksi yang digunakan dalam
proses perancangan alat kristalisasi (crystallizer)?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah perancangan alat proses mengenai


alat kristalisasi (crystallizer) ini yaitu:
1. Untuk mengetahui terjadinya suatu proses kristalisasi di dalam
perindustrian yang menerapkannya.
2. Untuk mengetahui cara mendesain alat proses yang akan
digunakan dalam industri yang menggunakan kristalisasi dalam prosesnya.
3. Untuk mengetahui pertimbangan bahan konstruksi yang digunakan
dalam proses perancangan alat kristalisasi (crystallizer).

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan dari pembuatan makalah perancangan alat proses


mengenai alat kristalisasi (crystallizer) ini yaitu:
1. Mahasiswa mengetahui dan dapat memahami suatu proses
terjadinya kristalisasi pada suatu zat.
2. Mahasiswa mengetahui cara mendesain alat proses yang akan
digunakan dalam industri yang menggunakan kristalisasi sebagai
prosesnya.

2
3. Mahasiswa mengetahui pertimbangan bahan konstruksi yang akan
digunakan dalam proses perancangan alat kristalisasi (crystallizer) sesuai
material yang akan dijadikan kristal.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Crystallizer

Alat-alat kristalisasi disebut juga Crystallizer atau Kristallisator. Alat-alat


yang digunakan dalam proses kristalisasi terutama dalam skala industri (dalam
proses kristalisasi) sangat beragam. Hal ini disebabkan oleh sifat-sifat bahan dan
kondisi pertumbuhan kristal yang sangat bervariasi. Disamping itu juga karena
kristalisasi dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda-beda (pemisahan bahan,
pemurnian bahan, pemberian bentuk).
Kristalisasi adalah peristiwa pembentukan suatu kristal dari solute dalam
larutan toleransinya. Kristalisasi dapat terjadi sebagai pembentukan partikel-
partikel padat dalam uap seperti pada pembentukan salju sebagai pembekuan
lelehan cair. Sebagaimana dalam pembentukan kristal dari larutan cair atau
pembentukan kristal tunggal yang besar. Kristalisasi dapat dilakukan dengan
pendinginan, penguapan, dan penambahan solvent bahan kimia. Kristalisasi
merupakan proses yang dipelajari dalam bidang ilmu alam dan juga mempunyai
penerapan yang penting. Karena sifat dari berbagai macam bentuk padat dan
material bergantung terhadap struktur kristal mereka masing-masing, ukuran
kristal dan tekstur timbal balik mereka .
Secara umum, kristalisasi dapat diartikan pula sebagai permulaan dari
kristal dari larutan yang sangat jenuh. Kuantitas dari energi kinetik dari
kristalisasi dan penggunaan untuk tujuan pembentukannya dipelajari dalam
bidang Teknik Kimia. Metode untuk memperoleh kinetik kristalisasi dan
metode untuk pengaplikasiannya dari kinetik kristalisasi telah
dikembangkan untuk berbagai macam proses dalam dunia industri. Tipe
mekanisme dari kristalisasi adalah menyusun nukleasi dan pertumbuhan
kristal yang besar dengan penyusunan reguler dari sebuah larutan mono
molekuler yang didifusikan ke dalam permukaan kristal.2.2 OSLO
Crystallizer

Oslo Crystallizer digunakan untuk memproduksi kristal dengan ukuran


lebih besar dengan fungsi penggolongannya. Kristal di fluidisasi dan tersuspensi
dalam cairan jenuh ganda, yang memberikan kondisi medan aliran yang sangat
baik untuk pertumbuhan kristal. Supermaturasi sistem dihasilkan dari penukar
panas eksternal. Daerah pertumbuhan kristal diatur di bagian bawah kristalisasi.
Cairan supersaturasi dikirim ke bagian bawah cetakan dan melewati tempat tidur
kristal saat naik, supersaturasi secara bertahap menghilangkan dan kristal tumbuh.

2.3 Jenis Oslo Crytallizer

Oslo Crystallizer memiliki dua jenis yaitu:


 Oslo Surface Cooled Crystalizer
Alat ini dikembangkan dalam larutan tersirkulasi dengan pendinginan di
dalam cooler (H) larutan supersaturasi ini dengan dikontakan dengan suspensi
kristal dalam ruangan suspensi pada (E). Pada puncak ruang suspensi aliran
larutan induk (D) dapat dipisahkan digunakan untuk memindahkan partikel halus.
Tidak jauh berbeda dengan OSLO Evaporative Crystallizer, hanya saja cairan
induk didinginkan terlebih dahulu sebelum masuk kedalam crystallizer. Lainnya
sama dengan jenis crystallizer OSLO Evaporative Crystallizer. Larutan yang
meninggalkan ruang penguapan pada sueprsaturated, mendekati daerah metastail
sehingga nukleus baru tidak akan terbentuk. Kontak cairan pada unggun E
membantu supersaturasi pada pertumbuhan kristal dan menuju pertumbuhan
kristal. Dalam kristal tipe umpan panas dimasukan pada 6 dan campurn larutan
menyemprot ketika mencapai kamar penguapan pada A. Jika evaporator lebih jauh
diperlukan untuk menghentikan driving force.

Sebuah penukar panas dipasang antara pipa sirkulasi dan ruang penguapn utnuk
mencuplai panas yang dibutuhkan. Perpindahan larutan supersaturasi dai
vaporizer (titik B), sering menyebabkan timbulnya kerak dan pengurang sirkulasi.

 Oslo Evaporative Crystalizer

Crystallizer ini dirancang berdasarkan adanya perbedaan suspensi yang


mulai terbentuk pada chamber of suspension. Dimana terdapat HE eksternal yang
bertujuan untuk membuat keadaan lewat jenuh pada suhu super saturasi nya.
Terlihat pada gambar, bahwa umpan masuk pada G, karena dipompa
umpan akan bergerak secara paksa, masuk kedalam evaporator yang terdapat HE,
cairan umpan tersebut masuk kedalam B. Sebelum masuk ke B, pada bagian A
cairan induk yang panas akan bercampur dengan panas penguapan pada bagian B.
Laju penguapan tersebut harus dikontrol antara kerja pompa untuk mengalirkan
cairan induk dengan perubahan panas campuran tersebut.
Pada bagian B terjadi proses pencampuran antara keadaan supersaturasi
dengan kedaan penguapan, maka sering timbul scale atau kerak garam, sehingga
akan mengganggu proses sirkulasi dari aliran tersebut. Sering kali diberikan bibit
kristal pada bibit kristal untuk mempercepat pembentukan kristal-kristal yang kita
harapkan.

Keuntungan alat kristalisasi jenis oslo adalah :


 Biaya operasi jauh lebih rendah dibandingkan dengan jenis lain
dari
crystallizer perawatan yang rendah.
 Memungkinkan siklus produksi yang panjang antara periode cuci.
2.4 Proses Kristalisasi

Kristalisasi dapat memisahkan suatu campuran tertentu dari larutan multi


komponen sehingga didapat produk dalam bentuk kristal. Kristalisasi juga dapat
dipakai sebagai salah satu cara pemurnian karena lebih ekonomis. Operasi
kristalisasi terbagi menjadi:
a. Membuat larutan supersaturasi (lewat jenuh).
b. Pembuatan inti kristal.
c. Pertumbuhan kristal.
Dalam proses kristalisasi, terdiri atas dua buah kejadian besar, yaitu
nukleasi (nucleation) dan pertumbuhan kristal (crystal growth). Kristal dibuat
pada saat nuklei dibentuk dan kemudian ditumbuhkan. Proses kinetika dari
nukleasi dan pertumbuhan kristal membutuhkan keadaan yang sangat jenuh, yang
secara umum dapat diperoleh dengan mengubah suhu, menghilangkan pelarut,
atau dengan menambahkan agen penenggelam (drowning-out agent) atau
pendamping reaksi. Sistem kemudian menempatkan diri untuk mendapatkan
termodinamik melalui nukleasi dan pertumbuhan dari nuklei. Jika suatu larutan
mengandung partikel padatan dari luar daripada kristal dari tipenya sendiri, maka
nuklei dapat terbentuk hanya dengan nukleasi homogen (homogeneus nucleation).
Apabila terdapat keberadaan partikel dari luar, nukleasi difasilitasi dan proses
dikenal sebagai nukleasi heterogen (heterogeneous nucleation). Kedua jenis
nukleasi mengambil tempat dalam kehadiran kristal dari larutan itu sendiri dan
secara kolektif dikenal sebagai nukleasi primer (primary nucleation). Ini
didapatkan ketika keadaan spesifik yang sangat jenuh, dikenal sebagai super
saturasi metastabil yang didapatkan dalam sistem. Akan tetapi, semi komersil dan
kristalizer dalam industri, telah diamati bahwa terdapat nuklei bahkan pada saat
super saturasi rendah ketika larutan dari kristalnya sendiri ada.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kristalisasi merupakan salah satu satuan proses yang sering digunakan
dalam industri kimia, seperti pemekatan susu menjadi berwujud powder dan
sebagainya. Alat-alat yang digunakan dalam proses kristalisasi disebut dengan
Crystallizer dimana alat ini sering ditemukan di berbagai industri pabrik di dunia.
Terdapat beberapa jenis dari Crystallizer yang dikelompokkan berdasarkan ada
tidaknya sirkulasi magma yang berupa larutan pekat di dalam alat crystallizer.
Proses kristalisasi pada umumnya merupakan suatu proses evaporasi dimana hal
ini terjadi pada kondisi larutan yang supersaturated sehingga terjadi perubahan
fasa dari fasa cair ke fasa padatan.

3.2 Saran
Sebaiknya agar lebih memahami mengenai kristalisasi beserta alatnya,
maka diperlukan langkah-langkah cara mendesain crystallizer dengan ketentuan
sesuai dengan umpan yang akan dikristalkan. Diharapkan mahasiswa untuk
mencari penerapan mengenai proses kristalisasi di dalam kehidupan sehari-hari
untuk lebih meningkatkan pemahaman sebagai seorang Ahli Teknik Kimia di
bidang perancangan alat kristalisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Cyntia.2015. Crystallizer. Universitas Muhammadiyah: Surakarta.


Coelfen,Antonietti. 2008. Mesocrystals and Nonclassical Crystallization.
United Kingdom (UK): John Wiley and Sons Ltd.
Ketta, John J. 2003. Unit Operation Handbook Volume 1 Mass Transfer. New
York: Marcel Dekker.
Surdiansyah, Eko Aji dan Radityo Pungky P. 2012. Evaporator dan Kristalisator.
Universitas Negeri Malang: Malang