Anda di halaman 1dari 23

PANDUAN

PENUNDAAN PELAYANAN PASIEN

LOGO RUMAH SAKIT

RUMAH SAKIT ..........................


JL. ....................................
................................
LOGO RUMAH SAKIT

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan, atas limpahan rahmat dan
petunjuk-Nya akhirnya penyusunan Panduan Penundaan pelayanan pasien yang
telah diselesaikan.
Panduan Penundaan pelayanan pasien merupakan bagian dari suatu
sistem pelayanan yang terintegrasi dengan para profesional di bidang pelayanan
kesehatan dan tingkat pelayanan yang akan membangun suatu kontinuitas
pelayanan. Panduan Penundaan pelayanan pasien berdasarkan kebutuhan
pelayanan kesehatannya perlu diidentifikasi dan disesuaikan dengan misi dan
sumber daya rumah sakit.

........................., 06 Oktober 2017

i
LOGO RUMAH SAKIT

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i


DAFTAR ISI ............................................................................................................ 1
BAB I DEFINISI ....................................................................................................... 2
BAB II RUANG LINGKUP ........................................................................................ 4
2.1 UNIK PELAYANAN TERKAIT ..................................................................... 4
2.2 PELAKSANA ............................................................................................. 4
2.3 JENIS PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN ......................................... 5
BAB III TATA PELAKSANA ...................................................................................... 6
3.1 TATA LAKSANANA PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN
FISIOTERAPI DAN REHABILITASI MEDIK .................................................. 6
3.2 TATA LAKSANANA PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN
PELAYANAN KONSULTASI GIZI ................................................................ 7
3.3 TATA LAKSANANA PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN
PELAYANAN DOKTER............................................................................... 8
3.4 TATA LAKSANANA PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN
PELAYANAN TINDAKAN / OPERASI ......................................................... 11
3.5 TATA LAKSANANA PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN
RADIOLOGI .............................................................................................. 13
3.6 TATA LAKSANANA PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN
LABORATORIUM ..................................................................................... 15
3.7 TATA LAKSANANA PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN
FARMASI.................................................................................................. 16
3.8 TATA LAKSANA KETERLAMBATAN PELAYANAN ADMINISTRASI ............. 17
3.9 TATA LAKSANA KETERLAMBATAN PELAYANAN PASIEN MRS................. 18
BAB IV DOKUMENTASI ........................................................................................ 19
4.1 FORM PENUNDAAN PELAYANAN…................................................... ..... 19
4.2 CATATAN INFORMASI DAN EDUKASI PASIEN TERINTEGRASI…............... 20

1
LOGO RUMAH SAKIT

BAB I
DEFINISI

Berikut beberapa definisi yang berhubungan dengan panduan ini


1. Penundaan pelayanan atau pengobatan adalah suatu keadaan yang terjadi
apabila pasien harus menunggu terlayani dalam waktu lebih dari 24 jam
untuk mendapatkan pelayanan diagnostik dan pengobatan atau dalam
mendapatkan rencana pelayanan pasien membutuhkan penempatan di
daftar tunggu.
2. Keterlambatan pelayanan atau pengobatan adalah suatu keadaan yang
terjadi apabila pasien harus menunggu terlayani dalam waktu kurang dari
24 jam untuk mendapatkan pelayanan atau pengobatan atau dalam
mendapatkan rencana pelayanan pasien membutuhkan penempatan di
daftar tunggu.
3. Pelayanan dokter adalah pelayanan kesehatan yang termasuk kelompok
pelayanan kedokteran ditandai dengan cara pengorganisasian yang dapat
bersifat sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi.
4. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah seorang dokter sesuai
dengan kewenangan klinisnya terkait dengan penyakit pasien, memberikan
asuhan medis lengkap kepada satu pasien dengan satu patologi / penyakit
dari awal sampai dengan akhir perawatan di rumah sakit baik pada
pelayanan rawat jalan maupun rawat inap.
5. Pelayanan fisioterapi dan rehabilitasi medik adalah pelayanan kepada
individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan
memulihkan gerak dan fungsi tubuh.
6. Pelayanan konsultasi gizi adalah proses membimbing klien menuju perilaku
gizi yang sehat melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan mengatasi masalah
yang dihadapi.
7. Pelayanan radiologi adalah pelayanan pada sarana penunjang medik yang
memberikan layanan pemeriksaan radiologi dengan hasil pemeriksaan
berupa foto/gambar/imaging yang dapat membantu dokter dalam
merawat pasien.
8. Pelayanan laboratorium adalah pelayanan pada sarana kesehatan yang
mengadakan pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang
berasal dari manusia untuk menentukan jenis penyakit, kondisi kesehatan
atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan
kesehatan masyarakat.

2
LOGO RUMAH SAKIT

9. Pelayanan farmasi adalah suatu pelayanan suatu pelayanan langsung dan


bertanggung jawab kepada pasien untuk meningkatkan mutu kehidupan
pasien.
10. Pelayanan tindakan operasi adalah pelayanan prosedur bedah yang
dilakukan dengan membuat sayatan kecil sebagai pembuka jalan operasi
atau tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh.

3
LOGO RUMAH SAKIT

BAB II
RUANG LINGKUP

2.1 UNIT PELAYANAN TERKAIT


1. Unit Rawat Jalan
a. Poli Umum
b. Poli spesialis
c. IGD
d. Fisioterapi
2. Unit Penunjang
a. Radiologi
b. Laboratorium
3. Unit Gizi
4. Unit Rawat Inap
5. Instalasi Farmasi
6. Unit Kamar Operasi
7. Sub Unit Peneriimaan dan Pembayaran
2.2 PELAKSANA
1. Tenaga administrasi pendaftaran pasien
Tenaga administrasi merupakan petugas yang mengetahui urutan
pelayanan pasien. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari dokter,
perawat, tenaga kesehatan lainnya, tenaga administrasi akan
menentukan waktu pelayanan terhadap pasien karena tertundanya
pelaksanaan pelayanan pasien.
2. Perawat
Perawat melakukan skrining atas aspek klinis pasien yang akan
menunggu waktu pelayanan. Apabila perawat mendapatkan adanya
factor risiko ataskondisi klinis pasien, maka perawat akan melakukan
kolaborasi dengan dokter untuk menentukan rencana pelayanan
selanjutnya.
3. Dokter
Dokter akan menentukan rencana selanjutnya selama waktu tunggu
pelayanan, apalagi kondisi klinis pasien tidak mendukung dan
mengandung risiko memburuknya kondisi klinisnya.

4. Petugas Laboratorium

4
LOGO RUMAH SAKIT

Petugas Laboratorium akan menentukan dan memberitahu jika ada


penundaan atau keterlambatan di unit laboratorium dan
memperkirakan kapan pelayanan bisa dilakukan atau hasilbisa
diperoleh.
5. Petugas Radiologi
Petugas Radiologi akan menentukan dan memberitahukan jika ada
penundaan atau keterlambatan di unit laboratorium dan
memperkirakan kapan pelayanan bisa dilakukan atau hasil bisa
diperoleh.
6. Petugas farmasi
Petugas Farmasi akan memberitahu berapa lama waktu tunggu
pelayanan
7. Ahli Gizi
Ahli Gizi akan menentukan berapa lama waktu tunggu pelayanan.
2.3 JENIS
Penundaan atau keterlambatan pelayanan atau pengobatan di Rumah Sakit
Budi Agung Palu
1. Penundaan atau keterlambatan Pelayanan Fisioterapi
2. Keterlambatan pelayanan konsultasi gizi
3. Penundaan atau keterlambatan Pelayanan Dokter
4. Penundaan atau keterlambatan Pelayanan Tindakan Dokter / Operasi
5. Penundaan atau keterlambatan Pelayanan Radiologi
6. Penundaan atau keterlambatan Pelayanan Laboratorium
7. Penundaan atau keterlambatan Pelayanan Farmasi
8. Keterlambatan Pelayanan Administrasi
9. Keterlambatan Pelayanan Pasien masuk rumah sakit

5
LOGO RUMAH SAKIT

BAB III
TATA LAKSANA

3.1 PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN FISIOTERAPI DAN


REHABILITASI MEDIK
Penyebabnya antara lain pasien banyak, petugas ada yang tidak masuk
mendadak alat fisioterapi ada yang eror, dokter datang terlambat.
Tata laksana :
1. Di Bagian Rawat Jalan
a. Sampaikan informasi kepada bagian pendaftaran bahwa ada
perubahan jadwal praktik fisioterapi (oleh fisioterapis)
b. Informasikan kepada pasien (oleh Petugas TPP Rawat Jalan)
• Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada
perubahan jadwal praktik rehabilitasi medik (sebutkan jam
praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut.
• Untuk pasien yang sudah datang ke poli, informasikan bahwa ada
perubahan jadwal fisioterapi (sebutkan jam praktiknya) dan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
• Sarankan pada pasien jika waktunya terbatas untuk periksa di hari
yang lain, jika tidak mau periksa di hari yang lain maka disarankan
untuk sabar menunggu.
2. Di bagian Rawat Inap
a. Sampaikan informasi ke perawat di ruang rawat inap bahwa ada
perubahan jadwal fisioterapi untuk pasien rawat inap (oleh
fisioterapis)
b. Seinformasikan segera ke DPJP serta pasien dan keluarga pasien
tentang penundaan atau keterlambatan layanan fisioterapi (oleh
perawat ruangan rawat inap).
c. Informasikan kapan layanan fisioterapi dapat dilaksanakan
d. Sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut
Dokumentasi dalam rekam medis pasien bila keterlambatan lebih
dari 1 jam di Catatan Informasi dan Edukasi pasien Terintegrasi untuk
pasien rawat inap, dan untuk pasien rawat jalan di lembar informasi
Umum dan edukasi pasien rawat jalan, dan apabila keterlambatan
kurang dari 1 jam cukup informasikan secara lisan. Untuk penundaan
(lebih dari 24 jam) harus didokumentasikan dalam rekam medis di
Catatan form penundaan pelayanan.

6
LOGO RUMAH SAKIT

3.2 KETERLAMBATAN PELAYANAN KONSULTASI GIZI


Penyebab penundaan atau keterlambatan pelayanan gizi :
1. Keterlambatan pelayanan gizi lewat jalan petugas sedang melakukan
pelayanan di rawat inap.
2. Keterlambatan pelayanan di rawat inap karena petugas sedang
melakukan konseling gizi di ruang perawatan.
Tata Laksana :
1. Di Bagian Rawat Jalan
a. Informasikan keterlambatan pelayanan gizi ke bagian TPP oleh
karena petugas gizi sedang melakukan pelayanan di rawat inap pada
yang sama (oleh Petugas Gizi)
b. Informasikan segera (oleh Petugas TPP)
• Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada
perubahan jadwal praktik gizi (sebutkan jam praktiknya) dan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan
pemberitahuan dalam bentuk tulisan yang ditempel di poli
tersebut.
• Untuk pasien yang waktunya terbatas maka saran kami untuk
periksa di hari yang lain, jika tidak mau periksa di hari yang lain
maka sarankan untuk sabar seminggu .
• Untuk pasien yang waktunya terbatas maka sarankan untuk
periksa di hari yang lain, tidak mau periksa di hari yang lain maka
sarankan untuk sabar menunggu.
2. Dibagian Rawat Inap
a. Informasikan kepada perawat ruangan bahwa pelayanan tertunda
karena petugas sedang berada di ruang perawatan lain (oleh petugas
gizi).
b. Informasikan segera kepada pasien dan keluarga tentang
keterlambatan layanan asuhan gizi / konsultasi gizi (oleh perawat
rawat inap).
c. Informasikan kapan layanan gizi dapat dilaksanakan.
d. Sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Dokumentasikan dalam rekam medis pasien bila keterlambatan lebih dari1


jam di Catatan Informasi dan Edukasi pasien Terintegrasi untuk pasien
rawat inap, dan untuk pasien rawat jalan di lembar informasi Umum, dan
keterlambatan kurang dari 1 jam cukup informasikan secara lisan.
3.3 PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN DOKTER

7
LOGO RUMAH SAKIT

Penyebabnya biasanya karena dokter datang terlambat atau tidak dapat


praktik karena ada alasan tertentu.
A. Penundaan atau keterlambatan dengan pemberitahuan
1. Bagian Rawat Jalan
a. Minta Dokter yang bersangkutan untuk menginformasikan jika:
• dokter datang terlambat (berhalangan lainnya) disertai alasan dan
jam buka praktiknya.
• berhalangan tidak dapat praktik karena ada alasan tertentu,
disertai surat pelimpahan tugas (dokter pengganti).
b. Informasikan kepala unik terkait melalui surat edaran atau telepon ke
unit terkait.
c. Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang
• Untuk pasien yang tanya lewat telpon mau daftar ke dokter
tersebut maka informasikan bahwa jam praktik dokter ada
perubahan (sebutkan jam praktiknya), dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut (pertugas TPP).
• Untuk pasien yang sudah datang ke TPP/Poli maka informasikan
bahwa jam praktik dokter ada perubahan (sebutkan jam
praktiknya), dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut oleh (petugas TPP rawat jalan / asisten rawat jalan).
• Beritahukan dalam bentuk tulisan yang ditempelkan di poli
tersebut;
• Jika pasien waktunya terbatas sarankan atau berikan alternatif
untuk ke dokter yang lain sesuai kebutuhan pasien tersebut, atau
jika tidak mau sarankan bersabar (petugas TPP/asisten rawat
jalan).
• Sarankan ke IGD jika pasien kondisinya lemah dan hasil evaluasi
visual atau pengamatan butuh perawatan di IGD (oleh petugas
skrining di TPP/asisten rawat jalan), komunikasikan ke petugas
IGD, dan minta bantuan security untuk mengantar pasien ke IGD.
d. Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak praktik (terencana)
maka:
• Informasikan kepada pasien yang tanya lewat telepon mau daftar
ke dokter tersebut, bahwa dokter yang bersangkutan tidak praktik
dan digantikan oleh dokter pengganti (oleh Petugas TPP)
• Untuk pasien yang sudah datang ke TPP / Poli, informasikan
bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan sehingga tidak
dapat praktek dan informasikan dokter pengganti dan

8
LOGO RUMAH SAKIT

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut (oleh petugas


TPP/asisten rawat jalan)
• Beritahukan melalui tulisan yang ditempel di poli tersebut
• Sarankan ke IGD jika pasien kondisinya lemah dan hasil evaluasi
visual atau pengamatan butuh perawatan di IGD (oleh petugas
skrining di TPP/asistem rawat jalan), komunikasikan ke petugas
IGD dan minta bantuan security untuk mengantar pasien ke IGD.
• Sarankan untuk periksa ke dokter lain sesuai kebutuhan pasien jika
waktu pasien terbatas , jika tidak mau sarankan untuk sabar
menunggu (Petugas TPP/asisten rawat jalan)
2. Bagian Rawat Inap
a. Minta DPJP untuk menginformasikan jika terlambat datang untuk
visite disertai alasan dan jam datang untuk visite atau berhalangan
tidak dapat visite karena alasan tertentu disertai surat pelimpahan
tugas (dokter pengganti)
b. Informasikan kepada unit terkait melalui surat edaran atau
telepon
c. Jika DPJP terlambat untuk visite maka
• Segera informasikan kepada pasien dan keluarga bahwa DPJP
terlambat untuk visite dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
• Sarankan jika kondisi pasien menurun untuk divisitkan
sementara oleh dokter jaga IGD, jika pasien tidak mau sarankan
untuk sabar menunggu.
d. Jika DPJP berhalangan untuk visite maka:
• Segera informasikan kepada pasien dan keluarga bahwa DPJP
berhalangan tidak dapat visite, informasikan dokter pengganti
yang akan visite dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut.
B. Penundaan atau keterlambatan tanpa pemberitahuan
1. Bagian rawat jalan
a. Hubungi dokter (oleh asisten rawat jalan) 30 menit sebelum jam
praktik dimulai
b. Tanyakan pada dokter yang bersangkutan apakah bisa praktik, dan
informasikan jumlah pasien, jika iya jam berapa mulai melayani,
jika tidak praktik tanyakan siapa dokter penggantinya.
c. Infromasikan ke unit terkait yaitu TPP
d. Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang maka:

9
LOGO RUMAH SAKIT

• Segera informasikan kepada pasien yang tanya lewat telepon


mau daftar atau yang sudah datang ke poli (oleh petugas TPP)
bahwa jam praktik dokter tersebut ada perubahan (sebutkan
jam praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut.
• Untuk pasien yang sudah datang ke TPP / Poli, informasikan
bahwa jam praktik dokter tersebut ada perubahan (sebutkan
jam praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut (oleh petugas TPP/asisten rawat jalan)
• Sarankan ke IGD jika pasien kondisinya lemah dan hasil evaluasi
visual atau pengamatan butuh perawatan di IGD (oleh petugas
skrining di TPP/asisten rawat jalan), komunikasikan ke petugas
IGD dan minta bantuan security untuk mengantar pasien ke
IGD.
• Sarankan untuk periksa ke dokter lain sesuai kebutuhan pasien
jika waktu pasien terbatas , jika tidak mau sarankan untuk sabar
menunggu oleh (Petugas TPP/asisten rawat jalan)
e. Jika dokter yang bersangkutan tidak dapat praktik maka:
• Segera informasikan kepada pasien yang tanya lewat telepon
mau daftar dokter yang bersangkutan berhalangan sehingga
tidak dapat praktik, informasikan juga dokter pengganti, dan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan (oleh petugas TPP).
• Untuk pasien yang sudah datang ke TPP/ poli maka
informasikan bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan
sehingga tidak dapat praktik, informasikan juga dokter
pengganti, dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini
(oleh petugas TPP/asisten rawat jalan).
• Sarankan ke IGD jika pasien kondisinya lemah dan hasil evaluasi
visual atau pengamatan butuh perawatan di IGD (oleh petugas
TPP/asisten rawat jalan)
2. Bagian rawat inap
a. Jika DPJP belum datang visite sampai malam atau jadwal biasanya
DPJP tersebut visite maka segera hubungi DPJP
b. Tanyakan apakah dokter tersebut dapat visite, jika iya maka
tanyakan jam berapa bisa visite, jika tidak tanyakan siapa dokter
penggantinya
c. Jika DPJP terlambat datang untuk visite:

10
LOGO RUMAH SAKIT

• Segera informasikan kepada pasien dan keluarga jika DPJP


terlambat untuk visite dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut. Dokumentasikan di lembar
informasi Umum untuk keterlambatan lebih dari 1 jam.
• Sarankan jika kondisi menurun untuk divisite dokter jaga IGD
dulu
d. Jika DPJP berhalangan tidak dapat visite maka
• Segera informasikan kepada pasien atau keluarga bahwa DPJP
berhalangan tidak dapat visite dan informasikan dokter
pengganti serta sampaikan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut
• Sarankan jika kondisi pasien menurun untuk divisite dokter jaga
IGD dulu.
Keterlambatan yang kurang dari 1 jam, informasikan secara lisan. Dan bila
lebih dari 1 jam dokumentasikan di lembar informasi umum dan edukasi
rawat jalan untuk rawat inap lebih dari 24 jam dan untuk penundaan
pasien untuk rawat jalan dan dilembar Catatan Informasi dan Edukasi
Pasien Terintegrasi dan masukkan dalam rekam medis pasien. Untuk
penundaan dokumentasikan di lembar informasi dan edukasi pasien
terintegrasi
3.4 PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN TINDAKAN / OPERASI
Penyebab antara lain :
1. Kondisi pasien, misal kondisi pasien mendadak menurun atau, kondisi
pasien yang membutuhkan stabilisasi.
2. Kondisi dokter operator, dokter anastesi, misal dokter operator dan atau
anastesi masih mengerjakan tindakan atau operasi yang lain atau
mendadak berhalangan /sakit.
3. Keterbatasan jumlah tim perawat bedah, misal tim perawat bedah
masih mengerjakan tindakan/operasi yang lain.
4. Ketersediaan instrumen atau alat , misal instrument atau alat masih
dalam kondisi tidak steril, atau kondisi rusak/perbaikan, atau instrumen
tertentu belum tersedia di kamar operasi Rumah sakit Budi Agung.
5. Adanya tindakan / operasi cyto sehingga menggeser jadwal operasi
elektif.
6. Administrasi belum selesai misal menunggu persetujuan asuransi/relasi,
atau administrasi dari pasien sendiri.
Tata Laksana :

11
LOGO RUMAH SAKIT

1. Jika keterlambatan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama


maka;
a. Bagian rawat jalan dan IGD :
•. Sampaikan kepada perawat rawat jalan dan IGD tentang
keterlambatan pelayanan tindakan/operasi, sebutkan alasan dan
kapan dapat melayani tindakan/operasi (oleh petugas kamar
operasi)
• Sampaikan kepada pasien atau keluarga informasi tentang
penundaan atau keterlambatan tersebut dan sampaikan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut (petugas rawat
jalan/petugas IGD).
b. Bagian rawat inap:
• Informasikan kepada perawat inap jika ada penundaan atau
keterlambatan pelayanan tindakan/operasi, sebutkan alasan
kapan dapat melayani tindakan/operasi ( oleh petugas operasi)
• Sampaikan kepada pasien atau keluarga pasien informasi
penundaan atau keterlambatan tersebut dan sampaikan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
• Jika penundaan atau keterlambatan disebabkan penurunan
kondisi saat masih diruang rawat inap dan dokter operator
memutuskan untuk menunda tindakan / operasi dan sampaikan
informasi tersebut.
• Jelaskan kepada keluarga tentang penundaan atau keterlambatan
pelayanan tindakan, sebutkan alasan dan kemungkinan kapan
waktu akan dilakukan tindakan/operasi tersebut.
2. Jika penundaan atau keterlambatan membutuhkan waktu yang lama
sehingga RS ........................... belum dapat melayani tindakan / operasi
terhenti maka :
a. Lakukan koordinasi dengan unit terkait
b. Jika dikarenakan alat/instrumen tersebut dalam kondisi
rusak/perbaikan atau instrumen / alat tertentu belum tersedia di RS
............................. maka pasien tersebut di rujuk ke Rumah sakit lain
yang mempunyai fasilitas pelayanan tindakan / operasi tersebut.
Keterlambatan operasi efektif kurang dari 1 jam diinformasikan secara
lisan, keterlambatan yang melebihi 1 jam di dokumentasikan, khusus
operasi cyto keterlambatan lebih dari 30 menit didokumentasikan dalam
rekam medis pasien pada catatan informasi dan edukasi Pasien terintegrasi

12
LOGO RUMAH SAKIT

dan masukkan dalam rekam medis dan bila lebih dari 24 jam
dokumentasikan dalam form penundaan pelayanan pasien
3.5 PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN RADIOLOGI
Penyebabnya antara lain:
1. Waktu tunggu untuk pemeriksaan radiologi konfensional (thorax dll) di
bagian rawat jalan terlalu lama karena pasien Overload, petugas ada
yang berhalangan hadir mendadak.
2. Waktu tunggu untuk pemeriksaan khusus (USG, Colon In Loop dll) di
bagian rawat jalan terlalu lama karena dokter yang terlambat datang
3. Hasil foto Rontgen
Penundaan atau keterlambatan hasil foto rontgen yang disebabkan
karena kondisi pasien yang ramai, petugas yang berhalangan hadir
mendadak, pasien yang alergi kontras atau kondisi pasien yang
mendadak menurun dsb.
4. Hasil bacaan radiologi (expertise)
Hasil expertise terlambat melebihi batas waktu yang seharusnya
disebabkan oleh karena dokter radiologi yang tidak ada di tempat atau
datang dan terlambat.
5. Pasien belum dapat terlayani misal dikarenakan alat radiologi eror atau
dalam kondisi perbaikan, logistik (bahan kontras, film, habis), listrik PLN
padam dan genset tidak nyala dsb.
Tata Laksana :
1. Jika keterlambatan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama
maka :
a. Untuk pasien yang sudah datang ke radiologi sampaikan kepada
pasien atau keluarga pasien tentang penundaan atau keterlambatan
pelayanan radiologi.
b. Sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi
tersebut.
c. Sampaikan permohonan maaf dan sarankan untuk sabar menunggu
d. Untuk bagian rawat jalan, IGD dan rawat inap
• Sampaikan kepada perawat rawat jalan, IGD dan Rawat inap
tentang penundaan atau keterlambatan pelayann radiologi,
sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi
tersebut dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
• minta petugas untuk menginformasikan hal tersebut ke pasien
atau keluarga pasien
• Sarankan untuk sabar menunggu

13
LOGO RUMAH SAKIT

2. Jika penundaan tersebut membutuhkan waktu yang lama (lebih dari 24


jam) misal karena alat eror atau dalam kondisi perbaikan sehingga RS
Budi Agung belum dapat melayani pemeriksaan radiolagi tersebut untuk
waktu yang tidak bisa ditentukan maka :
a. Lakukan koordinasi dengan unit terkait dan berikan surat edaran
pemberitahuan
b. Untuk Pasien Rawat Inap dan IGD. Jika pemeriksaan tersebut
sangat dibutuhkan oleh pasien maka rujuk pasien ke rumah sakit
lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan readiologi tersebut
sesuai dengan MOU
c. Untuk Pasien rawat Jalan, sarankan untuk melakukan pemeriksaan
di tempat lain berikan alternatif beberapa unit pelayanan rujukan
sesuai dengan kebutuhan pasien.
Keterlambatan yang kurang dari 1 jam, informasikan secara lisan. Dan
bila lebih dari 1 jam dokumentasikan di Lembar Informasi Umum
Pasienuntuk pasien rawat jalan dan dokumentasikan di Catatan
Informasikan Dan Edukasi Pasien Teriuntegrasi untuk pasien rawat inap
dan masukkan dalam rekam medis pasien.
Untuk penundaan lebih dari 24 jam, dokumentasikan dalam form
penundaan pelayanan dan dalam rekam medis Lembar Informasi Umum
Pasien untuk pasien rawat jalan dan dokumentasikan di Catatan
Informasikan Dan Edukasi Pasien Terintegrasi untuk pasien rawat inap dan
masukkan dalam rekam medis pasien.
3.6 PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN LABORATORIUM
Penyebabnya antara lain:
1. Waktu tunggu antrian pengambilan sample darah pada pasien rawat
jalan melebihi batas waktu yang seharusnya, karena antrian pasien
terlalu ramai, persyaratan administrasi yang belum lengkap, kesulitan
pengambilan darah.
2. Adanya pengulangan pemeriksaan (adanya kesalahan pre analitik,
analitik dan post analitik), control dan kalibrasi yang tidak masuk, tidak
semua parameter laborat kondisinya ready, tidak setiap alat bisa
melakukan semua parameter pemeriksaan laborat, sampel darah yang
kurang dsb.
3. Dokter Spesialis Pathologi Klinik / Pathologi Anatomi tidak ada ditempat
atau terlambat datang.

14
LOGO RUMAH SAKIT

4. Penundaan atau keterlambatan hasil dikarenakan alat eror atau dalam


kondisi perbaikan, masalah logistik (reagen dan alkes), computer eror,
listrik mati.
5. Penundaan atau keterlambatan pelayanan bank darah karena stock
darah habis, permintaan tranfusi menggunakan darah keluarga,
kesulitan proses crosmatching.
Permintaan darah dengan rhesus negatif, kesulitan pemeriksaan
golongan darah dengan kelainan dsb.
Tata laksana
1. Jika penundaan atau keterlambatan tersebut membutuhkan waktu yang
lama maka :
a. Koordinasikan dengan unit terkait masalah penundaan atau
keterlambatan tersebut dan berikan surat edaran pemberitahuan.
b. Untuk Pasien Rawat Inap dan IGD jika pemeriksaan tersebut sangat
dibutuhkan fasilitas pemeriksaan yang dibutuhkan pasien sesuai
dengan MOU.
c. Untuk Pasien Rawat Jalan, sarankan untuk melakukan pemeriksaan di
tempat lain, berikan alternatif beberapa unit pelayanan rujukan
sesuai dengan kebutuhan pasien.
Keterlambatan yang kurang dari 1 jam, informasikan secara lisan. Dan
bila lebih dari 1 jam dokumentasikan di Lembar Informasi Umum Pasien
Rawa Jalan untuk pasien rawat jalan dan pasien rawat inap dan masukkan
dalam rekam medis pasien dan mengisi form penundaan pelayanan pasien
Penundaan yang lebih dari 24 jam dokumentasi di Lembar Informasi
Umum Pasien untuk pasien rawat jalan dan dokumentasikan di Catatan
informasi dan Edukasi Pasien Terintegrasi untuk pasien rawat inap dan
masukkan dalam rekam medis pasien serta mengisi form penundaan
pelayanan pasien
3.7 PENUNDAAN ATAU KETERLAMBATAN PELAYANAN FARMASI
Penyebabnya antara lain :
1. Waktu tunggu terlayani melebihi batas waktu yang biasanya misal
karena antri pasien kondisi ramai, resep sulit di baca sehingga harus
konfirmasikan ke dokter.
2. Penyerahan obat jadi atau obat racikan melebihi batas waktu yang
biasanya misal karena antrian pasien kondisi ramai, resep sulit dibaca
sehingga harus konfirmasi ke dokter.
3. Logistik, misal obat yang tertulis dalam resep stock habis

15
LOGO RUMAH SAKIT

4. Administrasi, misal menunggu persetujuan asuransi / relasi, menunggu


ACC dari keluarga pasien dsb.
5. Penundaan apabila proses pencampuran kemoterapi tidak bisa
dilaksanakan di bawah jam 14 siang, misalnya karena alasan menunggu
perbaikan kondisi pasien, atau melengkapi hasil pemeriksaan diagnostik.
Tata Laksana :
1. Untuk pasien rawat jalan yang datang ke bagian farmasi :
a. Informasikan kepada pasien atau keluarga pasien tentang penundaan
atau keterlambatan pelayanan resep.
b. Sebutkan alasan dan permohonan maaf atas ketidak nyamanan
tersebut.
c. Sarankan untuk sabar menunggu, jika pasien tidak mau menunggu
sarankan untuk kepelayanan farmasi lain sesuai dengan MOU .

2. Untuk pasien rawat inap


a. Informasikan kepada perawat rawat inap jika ada penundaan atau
keterlambatan pelayanan, sebutkan alasan dan kapan bisa dilayani.
b. Segera informasikan kepada pasien atau keluarga jika ada penundaan
atau keterlambatan tersebut, sebutkan dan kapan bisa dilayani (oleh
Perawat Ruangan)
c. Sampaikan permohonan maaf dan sarankan untuk sabar menunggu
Keterlambatan yang kurang dari 1 jam, Informasikan secara lisan. Dan
bila lebih dari 1 jam dokumentasikan di Lembar informasi Umum Pasien
untuk rawat jalan dan catatan jam dokumentasikan di Lembar informasi
dan edukasi pasien terintegrasi untuk pasien rawat inap dan masukkan
dalam rekam medis pasien.
Penundaan lebih dari 24 jam dokumentasikan di Lembar Informasi
Umum Pasien untuk pasien rawat jalan dan dokumentasi di Catatan
Informasi Dan Edukasi Pasien Terintegrasi untuk pasien rawat dan
masukkan dalam rekam medis pasien serta form penundaan pelayanan
pasien
3.8 KETERLAMBATAN PELAYANAN ADMINISTRASI
Penyebab antara lain :
1. Pasien yang pulang pada hari tersebut sehingga harus menunggu
dikerjakan
2. Ada kendala teknis pada alat (printer, komputer dsb)
Tata Laksana :
1. Pasien rawat jalan dan IGD

16
LOGO RUMAH SAKIT

a. Informasikan kepada pasien atau keluarga pasien yang menunggu


di ruang tunggu antrian pembayaran jika ada penundaan atau
keterlambatan tersebut
b. Sebutkan alasan dan ajurkan untuk sabar menunggu
c. Sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut
2. Pasien rawat inap
a. Koordinasikan dengan unit terkait bila ada waktu tunggu yang
lama proses administrasi (petugas billing rawat inap) atau
melebihi batas waktu yang biasanya
b. Perawat rawat inap : Informasikan segera kepada pasien atau
keluarga tentang penundaan atau keterlambatan pelayanan
pembayaran
c. Anjurkan untuk sabar menunggu bila pasien tidak mau menunggu
sarankan untuk menitipkan uang sementara sejumlah billing rawat
inap dan rawat jalan di petugas penerimaan uang (kasir) dan
kembali besoknyaatau lain waktu setelah perincian selesai
dikerjakan.
d. Sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Keterlambatan yang kurang dari 1 jam, informasikan secara lisan.Dan
bila lebih dari 1 jam dokumentasikan di catatan informasi dan edukasi
pasien terintegrasi dan masukkan dalam rekam medis pasien.
3.9 KETERLAMBATAN PELAYANAN PASIEN MRS
Penyebab keterlambatan pasien MRS karena tempat belum tersedia,
masih ditempati pasien yang rencana pulang karena menunggu proses
administrasi atau penejemputan, karena masih dibersihkan dsb .
1. informasikan kepada pasien atau keluarga jika terjadi penundaan atau
keterlambatan pasien MRS
2. Sebutkan alasan dan jelaskan kapan pasien bisa dipindakhkan ke unit
rawat inap
3. Anjurkan pasien untuk sabar menunggu
4. Sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut
Informasikan secara lisan apabila keterlambatan kurang dari 1 jam dan
dokumentasikan dalam catatan informasi dan Edukasi pasien Terintegrasi
dan masukkan dalam rekam medis pasien dan form penundaan pelayanan
bila dari 24 jam

17
LOGO RUMAH SAKIT

BAB IV
DOKUMENTASI

4.1 FORM PENUNDAAN PELAYANAN


FORMULIR PENUNDAAN PELAYANAN
RUMAH SAKIT BUDI AGUNG PALU

Nama Pasien :
No. RM :
Tempat, Tanggal lahir :
No. Identitas :

Jenis Batas Tanda Tangan


Ruangan
No Tanggal/jam penundaan waktu
/ bagian Edukator Pasien/wali
pelayanan penundaan

Keterangan : jika sampai batas waktu penundaan belum memberikan


konfirmasi persetujuan, dianggap menolak tindakan pelayanan tersebut.

18
LOGO RUMAH SAKIT

4.2 FORM INFORMASI DAN EDUKASI PASIEN TERINTEGRASI

Siapa yang diedukasi Metode


Respon
Edukasi
Pasien Diskusi 1 Tidak ada respon sama sekali (tidak
ada antusiasme dan keinginan
belajar)
Ayah/ibu Leaflet 2 Tidak paham (ingin belajar, tapi sulit
mengerti)
Suami istri Audio 3 Paham hal yang diajarkan, tapi tidak
Visual bias menjelaskan sendiri
Anak 4 Dapat menjelaskan apa yang
diajarkan, tapi harus dibantu eduktor
Lain – lain………….. 5 Dapat menjelaskan apa yang telah
Tullis hubungan dengan pasien diajarkan tanpa dibantu

Tgl/ Edukasi Siapa Tempat Metode Respon/ Nama Paraf Bidang


jam yang yang Edukasi Verifikasi Eduktor edukator Disiplin
diberikan diedukasi/
paraf

19
LOGO RUMAH SAKIT

Tgl/ Edukasi Siapa Tempat Metode Respon/ Nama Paraf Bidang

20
LOGO RUMAH SAKIT

jam yang yang Edukasi Verifikasi Eduktor edukator Disiplin


diberikan diedukasi/
paraf

21