Anda di halaman 1dari 2

DISKUSI 4 LOGIKA

NAMA : SUPRIATI
NIM : 031034614
UPBJJ : JAMBI

1. Prpoposisi kategoris adalah suatu pernyataan yang terdiri atas hubungan dua term sebagai subjek
dan predikat serta dapat dinilai benar atau salah. Hubungan ini berbentuk pengiyaan (afirmasi)
atau pengingkaran (negasi). Proporsi kategoris terdiri atas empat unsur, dan diantaranya
merupakan materi pokok proposisi, sedangkan dua yang lain sebagai hal yang menyertainya.
Empat unsur yang dimaksudkan adalah :
1. Term sebagai subjek, yaitu hal yang diterangkan dalam pernyataan, yang disimbolkan dengan
“S”.
Contoh : Semua organisme berkembang biak yang sebagai subjek adalah : term “Organisme”,
sebagai predikat adalah term “Berkembang biak”.
2. Term sebagai predikat, yaitu hak yang menerangkan dalam pernyataan yang sering disimbolkan
dengan “P”.
Contoh : Semua cendikiawan adalah manusia pemikir yang sebagai subjek adalah “term”
cendikiawan, sebagai predikat adalah manusia pemikir.

3. Kopula, yaitu hal yang mengungkapkan adanya hubungan antara subjek dan predikat, dapat
mengiyakan atau mengingkari, afirmatif atau negatif yang menunjukkan kualitas pernyataan.

Hal ketiga ini sebagai pemberi bentuk dan sering juga kopula tidak diperlihatkan khusus yang
afirmatif atau positif, serta tidak mengubah makna, hanya diperkirakan saja.

Contoh : Semua rakyat Indonesia adalah berketuhanan Yang Maha Esa, sama saja bila
dinyatakan : Semua rakyat Indonesia Berketuhanan Yang Maha Esa.”

4. Kuantor, yaitu pembilang yang menunjukkan lingkungan yang dimaksudkan oleh subjek, dapat
berbentuk universal atau partikular, yang sekaligus juga menunjukkan kuantitas pernyataan.

2. Negasi proposisi kategoris merupakan ingkaran dari pernyataan atas hubungan dua term sebagai
subjek dan predikat.

Contoh : “Sekarang hari hujan”, maka ingkaran dan suatu pernyataan ingkaran tersebut adalah
“Sekarang hari tidak hujan”.

Jika pernyataan awal bernilai benar, maka ingkaran atau negasi dari pernyataan tersebut bernilai
salah. Sebaliknya pernyataan awal bernilai salah, maka negasi dari pernyataan tersebut bernilai
benar.
Empat proposisi kategoris yang diingkari yaitu:

1. Proposisi universal afirmatif menjadi negasi universal afirmatif yaitu ingkaran pernyataan umum
mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, misalnya : Bukan semua rakyat Indonesia
berketuhanan Yang Maha Esa.

2. Proposisi universal negatif menjadi negasi universal negatif, yaitu ingkaran pernyataan umum
mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, misalnya : “Bukan rakyat Indonesia tidak
boleh mengikuti aliran komunis.

3. Proposisi particular afirmatif menjadi negasi partikular afirmatif, yaitu pernyataan ingkaran khusus
yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, misalnya : Bukan sebagian sarjana
hukum yang ahli politik.

4. Proposisi partikular negatif menjadi negasi partikular negatif, yaitu ingkaran khusus yang
mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, misalnya : Tidak ada sarjana hukum bukan
ahli politik.