0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan6 halaman

Tugas Akhir Modul 3

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang sistem kelistrikan pada kendaraan Suzuki APV Arena, termasuk sistem pengapian, starter, pengisian, dan pendinginan AC beserta gambar sirkuit dan cara kerjanya. Dokumen ini merupakan laporan akhir modul kelistrikan otomotif yang disusun oleh mahasiswa bernama Abdul Khabir.

Diunggah oleh

abdul khabir
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan6 halaman

Tugas Akhir Modul 3

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang sistem kelistrikan pada kendaraan Suzuki APV Arena, termasuk sistem pengapian, starter, pengisian, dan pendinginan AC beserta gambar sirkuit dan cara kerjanya. Dokumen ini merupakan laporan akhir modul kelistrikan otomotif yang disusun oleh mahasiswa bernama Abdul Khabir.

Diunggah oleh

abdul khabir
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS AKHIR MODUL 3

KELISTRIKAN OTOMOTIF
Nama : Abdul Khabir
No. PPG : 19230358710071

1. Gambar rangkaian sistem pengapian Suzuki APV arena dan cara kerjanya

Diagram sirkuit System pengapian APV arena


Kerja system pengapian:

System pengapian yang digunakan adalah system pengapian elektronik tanpa


distributor (detributorless) yan dilengkapi dengan 2 buah ignition coil assy untuk
melayani 4 silinder. Berikut dibawah ini dijelaskan cara kerja system pengapian APV
berdasarkan gambar sirkuti di atas sebagai berikut:

1) Pada saat kunci kontak


Saat kunci kontak posisi on (posisi IG) arus listrik dari baterai mengalir melalui
sekering ke main relay dan kunci kontak. Kemudian dari kunci kontak arus
mengalir melalui IG fuse masuk ke kumparan primer coil melalui terminal
posisif coil kemudian menuju ke massa sehingga pada kumparan primer koil
terdai kemagnetan.
2) Saat posisi start
Saat posisi start, motor starter akan aktif (bekerja) memutar engine sehingga
sensor CKP dan CMP akan mengirim sinyal ke ECM, di dalam ECM
sinyal/informasi yang diperoleh dari sensor CKP dan CMP serta dari
beberapa sensor lain akan dikumpulkan, dihitung dan diolah untuk
menentukan timing pengapian. Keluaran dari sensor yang berupa sinyal akan
memutuskan arus primer coil sehingga terjadi induksi elektromagnetik yang
mengakibatkan terjadinya loncatan api pada busi.
2. Gambar rangkaian sistem starter suzuki APV arena dan cara kerjanya
Keterangan gambar:

1. Pinion drive lever 5. Plunger 9. Flywheel gear


2. Pinion & over-running 6. Magnetic switch 10. A/T: transmisi range
clutch contacts switch (shift lever
3. Magnetic switch 7. Pull-in coil switch)
4. Hold-in coil 8. Motor starter 11. Ignition & starter switch
12. battery

Cara kerja system starter APV

1) pada saat kunci kontak on

Saat kunci kontak berada di posisi “ON” relay utama atau main relay akan
terhubung, menyebabkan arus dari baterai mengalir ke semua sistem
kelistrikan mobil.
2) Pada saat kunci kontak pada posisi ST
Saat kunci kontak pada posisi ST dan shift lever switch (A/T) pada posisi P
atau N maka arus listrik dari baterai mengalir ke terminal 50 sehingga hold in
coil dan pull in coil menjadi kemagnetan sehingga terminal B dan C
terhubung, yang berakibat pinion bergerak maju. Setelah pinion bergrak maju,
selanjutnya arus listrik akan mengalir melalui C menuju ke dalam motor
starter. Didalam motor starter arus tersebut dialirkan ke field coil untuk
membangkitkan medan magnet, dan mengalir ke armature coil melalui brush.
Karena ada aliran listrik didalam medan magnet, hasilnya armature akan
berputar untuk menggerakan flywheel.
Saat mesin menyala, starter akan berhenti dengan menghentikan arus dari
terminal 50. Sehingga pull in coil terlepas dan kembali ke posisi semula.
Dengan kembalinya pull in coil, pinion gear juga akan lepas kaitannya dengan
flywheel dan putaran motor juga terhenti karena arus listrik pada solenoid
switch contact terputus.

3. Gambar rangkaian sistem pengisian kendaraan APV arena dan cara kerjanya
a. Gambar rangkain system pengisian
Keterangan gambar:
1. Generator assembly 4. Rectifier diode 7. Ignition switch
2. Regulator 5. Field coil 8. Battery
3. Stator coil 6. Charge indicator light 9. Load switch

b. Cara kerja system pengisian


1. Saat Kunci kontak "ON"
MIC mendeteksi tegangan pada baterai dan meng ON kan MOSFET, Ini
menyebabkan arus mengalir ke rotor coil.Karena mesin mati maka rotor tidak
berputar sehingga tidak terjadi pembangkitan arus listrik dan tegangan pada
terminal P adalah NOL. Kondisi ini dideteksi oleh MIC untuk meng ON kan
MOSFET sehingga listrik akan mengalir dari bateri kontak, charge indicator
light, MOSFET dan massa,sehingga lampu menyala.
2. Saat mesin hidup
Pada saat mesin hidup maka alternator berputar, sehingga stator coil
menghasilkan arus listrik. Adanya arus pada terminal P dideteksi oleh MIC
sehingga MIC merubah dari posisi mosfet berubah menjadi ON. Dengan
mosfet ON maka arus bari baterai ke rotor coil menjadi besar, kemagnetan
menjadi besar, arus yang dibangkitkan menjadi tinggi. Adanya arus dari
terminal P menyebabkan MIC akan meng OFF kan mosfet yang
berhubungan terminal L (gate tidak mendapat arus listrik) sehingga lampu
menjadi mati.
Saat putaran mesin semakin tinggi maka output alternator menjadi semakin
tinggi, hal ini dapat merusak sistem kelistrikan pada kendaraan, untuk
mengatasi itu maka kemagnetan harus dikurangi atau dihentikan agar
tegangan output alternator berkurang.
Bila tegangan termin al B naik maka MIC akan akan meng OFF kan mosfet
dan mengaktifkan transistor untuk mendapatkan hambatan dan pada saat
yang bersamaan kemagnetan rotor juga terhenti karena mosfet off sehingga
tegangan output dapat dipertahankan pada tegangan tertentu.

4. Gambar system pendingin AC dan cara kerjanya

1. Ignition switch 7. A/C control 12. Radiator fan motor


2. Blower motor 8. ECM 13. Radiator fan relay no. 2
3. Panel control 9. Pressure switch 14. Radiator fan relay no. 1
4. Heater relay 10. Main relay 15. Compressor relay
5. Blower resistor 11. Radiator fan main relay 16. Compressor
6. Thermistor 17. Ke ECM
Cara kerja system AC

a. Pada saat switch blower di on kan


Saat switch blower di on kan, listrik mengalir dari baterai ke fuse kemudian ke IG
relay ke motor blower kemudian ke massa. Sehingga blower berputar dengan
kecepatan rendah. Pada saat switch blower di putar ke medium atau high, maka
listrik mengalir ke switch kecepatan medium atau high untuk kemudian menuju
ke motor blower kecepatan medium atau tinggi. Sehingga putaran blower akan
menjadi naik ke putaran medium atau high.
b. Pada saat switch AC di on kan
Saat switch AC di on kan maka ada listrik yang mengalir dari baterai menuju ke
fuse kemudianke relay sampai ke magnetic cluth kompresor AC sehingga
magnetic clutch akan terhubung dan kopresor AC akan berputar. Dengan
berputarnya kompresor, maka pressure switch akan mengirim sinyaermistor ke
ECU bahwa kompresor AC berputar, sehingga sirkulasi system AC terjadi dan
blower sudah dapat menghembuskan hawa dingin evaporator menuju ruangan
yang akan didinginkan. Pada saat system AC bersirkulasi, thermistor akan selalu
mensuplai sinyal temperature ruangan yang didinginkan kepada ECU. Pada saat
AC sudah menyala, maka ECU juga mengirim sinyal ke pada relay fan untuk ON,
agar kipas pendingin kondensor berputar. ECU juga mengirim sinyal kepada
VCV untuk menaikkan putaran mesin, selama kopresor AC menyala. Pada saat
switch AC diputar kea rah cold, maka volume switch akan mengirim sinyal ke
ECU agar system SC dapat mengatur perubahan suhu ruangan yang
didinginkan.

Anda mungkin juga menyukai