Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

IFRS 5
NON-CURRENT ASSETS HELD FOR SALE AND DISCONTINUED OPERATION

Diajukan untuk memenuhi Tugas Kelompok mata kuliah Seminar Akuntansi


Keuangan yang diampu oleh Dr. Reschiwati, S.E., Ak., M.M.

Oleh :

RAFA AVISENA YAHYA 1811070006


STEPHANI FELDA SHABILLAH 1811070027

INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA


(ASIA BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
JAKARTA
PROGRAN STUDI AKUNTANSI
2019
IFRS 5
NON-CURRENT ASSETS HELD FOR SALE AND DISCONTINUED OPERATION

I. Pendahuluan
IFRS 5 adalah standar pertama yang dihasilkan dari joint project antara
IASB dan FASB. IFRS 5 ini adalah hasil review Standar FASB SFAS No.
144 Accounting for the Impairment or Disposal of Long-Lived Assets yang
diterbitkan tahun 2001. IFRS 5 mengatur entitas-entitas untuk melakukan
reklasifikasi aset tidak lancarnya di dalam laporan posisi keuangan menjadi
dikuasai untuk dijual, atau pelepasan kelompok aset entitas bilamana
manajemen memutuskan untuk menjual aset tersebut didalam satu tahun.
IFRS 5 berlaku untuk semua aset tidak lancar, bukan hanya aset tunggal,
namun berlaku juga untuk kelompok aset dan liabilitas terkait yang akan
dilepas dalam satu transaksi tunggal (disebut dengan istilah kelompok
lepasan). IFRS ini tidak diterapkan untuk aset tersedia untuk dijual yang
diatur dengan IFRS lain. Yang dikecualikan dalam penerapan IFRS 5 ini
adalah aset yang dinilai dengan nilai wajar, yang perubahannya diakui secara
langsung di Laba Rugi. Aset tidak lancar yang dikecualikan dalampenerapan
IFRS 5 ini adalah aset pajak tangguhan, aset keuangan, properti investasi, dan
aset biologis. IFRS 5 mensyaratkan bahwa semua aset tersebut dibukukan
atas dasar yang terendah antara nilai yang tercatat atau estimasi harga jual
dikurang dengan biaya untuk menjual (nilai neto yang dapat direalisasikan).
Sekali aset tersebut direklasifikasikan sebagai aset yang dikuasai untuk dijual
atau kelompok pelepasan aset, maka aset tersebut tidak lagi merupakan
subyek untuk penyusutan.

PSAK No. 58 merupakan adopsi dari IFRS 5 tentang Non-current Assets


Held for Sale and Discontinued Operations. PSAK No. 58 mensyaratkan
suatu aset yang akan dijual dan memenuhi beberapa syarat tertentu diukur
pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar neto (nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual). Aset ini harus disajikan sebagai
kelompok terpisah sebagai “Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual” dalam

1
Laporan Posisi Keuangan (Neraca). Dengan adanya suatu klasifikasi aset
sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk dijual membuat IFRS (dan tentunya
PSAK) menjadi lebih lengkap dan lebih konvergen dengan standar lain,
dalam hal ini US GAAP.

II. Ruang Lingkup


IFRS 5 menangani aset tidak lancar yang terbanyak. Namun, standar ini
tidak memasukkan aset tertentu dari ruang lingkupnya aset yang tidak
dimasukkan, diklasifikasikan menjadi dua kategori utama:

a) Aset tidak lancar yang telah dinilai pada nilai wajar dengan perubahan nilai
wajar yang dibukukan di dalam laba atau rugi, seperti aset keuangan.

b) Aset untuk mana terdapat kendala dalam menentukan nilai wajarnya,


seperti aset pajak yang ditangguhkan, aset yang timbul dari imbalan karyawan
dan hak kontraktual menurut kontrak asuransi

III. Bilamana dilakukan Reklasifikasi


Jika kondisi berikut dipenuhi, maka Standar Pelaporan Keuangan
Internasional (IFRS) mengharuskan entitas-entitas untuk melakukan
reklasifikasi asetnya sebagai aset yang dikuasai untuk dijual atau sebagai
kelompok aset yang dilepaskan:

 Aset harus tersedia dan berada dalam keadaan dapat dijual dan
penjualannya harus sangat mungkin terjadi (highly probable);
 Aset ini sudah dipasarkan secara aktif pada harga yang cukup masuk akal
sesuai dengan nilai wajarnya kini;
 Penjualan harus sudah diselesaikan, atau diharapkan dapat diselesaikan
dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal klasifikasi; dan
 Tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan rencana tersebut sudah
dilakukan sehingga mengindikasikan tidak mungkin terjadi perubahan
signifikan atau pembatalan atas rencana tersebut.

2
Contoh:

Common Seals Inc., berkomitmen untuk menjual fasilitas di California dan


menyewa sebuah agen untuk mempromosikan penjualannya. Entitas
melakukan reklasifikasi fasilitas tersebut dari aset tidak lancar menjadi aset
yang dikuasai untuk dijual. Selama tahun bersangkutan, kondisi ekonomi di
AS sangat memburuk, di mana harga-harga menurun dan kredit tidak tersedia
untuk fasilitas yang baru. Setahun telah berlalu dan fasilitas belum juga
terjual. Manajemen masih ingin menjual asetnya dan secara aktif
mempromosikannya termasuk pengurangan atas harga jualnya.

Haruskah Common Seals Inc., mengembalikan klasifikasi fasilitas litbang


menjadi suatu aset tetap pabrik atau terus untuk membukukannya sebagai aset
yang dikuasai untuk dijual?

Kriteria keempat di dalam IFRS 5 mengizinkan Common Seals Inc., untuk


tetap mempertahankan aset yang dikuasai untuk dijual karena manajemen
melakukan semuanya agar fasilitas tersebut dapat dijual walaupun entitas
menghadapi kendala yang luar biasa dalam mewujudkan penjualan tersebut.

IV. Asset yang dimiliki untuk dijual


Apabila suatu entitas memutuskan untuk menjual suatu asset tidak lancar
dalam kurun waktu setahun atau kurang, maka IFRS 5 mengharuskan entitas
untuk melakukan reklasifikasi asset sebagai dikuasai untuk dijual. Peristiwa
utama yang memicu reklasifikasi yaitu apabila entitas memutuskan untuk
menjual asset dari pada memilih untuk terus menggunakannya.

Contoh :

PT ILC sedang merelokasi fasilitas manufakturnya dari Indonesia ke


Thailand. Banguan pabrik berserta tanahnya tidak diperlukan lagi dan mana
dan manajemen memutuskan untuk menjualnya. Dua tahun telah berlalu dan
manajemen tidak mampu untuk menjual bangunannya karena kondisi
ekonomi yang menurun di Indonesia.

3
Dalam hal ini asset harus terus mereklasifikasikannya sebagai asset yang
dikuasai untuk dijual walaupun IFRS 5 mengharuskan penjual untuk terjadi
didalam satu tahun. Oleh karena kondisi berada diluar kendali manajemen,
maka entitas memerlukannya sebagai asset yang dikuasai untuk dijual dari
pada asset tidak lancar yang dimaksudkan untuk digunakan. Hal itu berarti
asset harus diklasifikasi sebagai yang dikuasai untuk dijual dan dicatat atas
dasar manakah yang terendah antara harga perolehan atau nilai neto yang
dapat direalisasikan.

V. Kelompok asset yang dilepaskan (Dijual)


IFRS 5 mendefisinikan sekelompok aset yang dilepaskan sebagai aset
yang harus dilepaskan (dijual) bersama-sama sebagai suatu kelompok di
dalam suatu transaksi tunggal suatu kelompok aset yang dilepaskan, biasanya
merupakan suatu komponen dari suatu entitas.Misalnya, suatu komponen dari
suatu entitas dapat menjadi segmen bisnis (lokasi geografis atau lini produk),
suatu unit penghasil kas, atau suatu anak entitas.

Suatu kelompok aset yang dilepaskan dengan dijual atau lainnya, secara
bersama-sama sebagai kelompok dalam suatu transaksi tunggal dan
kewajiban yang berhubungan secara langsung dengan aset tersebut yang akan
dipindahkan dalam transaksi tersebut. Dalam kelompok ini ter masuk
goodwill yang diperoleh dalam penggabungan usaha jika kelompok ini adalah
unit penghasil kas dimana goodwill telah dialokasikan sesuai dengan PSAK
48: Penurunan Nilai Aset atau jika operasi dalam semacam unit penghasil
kas.

Contoh:

Entitas ABC memutuskan untuk mengeliminasi operasinya di AS Midwest


yang menjual produk perawatan kesehatan, tetapi akan terus beroperasi pada
bagian lain dari negara tersebut. Dalam hal ini, aset yang berlokasi di
Midwest akan dianggap sebagai kelompok aset yang dilepaskan karena

4
operasi milik entitas di Midwest dianggap oleh manajemen entitas sebagai
unit penghasil kas atau suatu segmen geografis.

VI. Pengukuran Asset tidak lancer yang dimiliki untuk dijual atau kelompok
asset yang dilepaskan

1. Suatu asset harus diukur sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan


Internasional yang berlaku sebelum klasifikasi sebagai yang dikuasai
untuk dijual.
2. Asset tidak lancar diklasifikasi sebagai kelompok asset yang dilepaskan
atau dikuasai untuk dijual yang diukur atas dasar mana yang lebih rendah
antara jumlah yang tercatat dengan nilai wajar dikurang dengan biaya
untuk menjual. Nilai wajar adalah jumlah yang diinginkan, suatu pihak
yang berkemauan, untuk membayar suatu pembelian asset dalam transaksi
wajar. Biaya untuk menjual merupakan estimasi biaya yang penting untuk
melepaskan asset seperti biaya iklan atau biaya komisi.
3. Biaya untuk menjual diukur pada nilai sekarang bilamana penjualan
diharapkan terjadi setelah satu tahun. Kenaikan didalam nilai sekarang
dicerminkan sebagai biaya keuanga dalam laba atau rugi.
4. Kerugian karena penurunan nilai dicerminkan sebagai laba atau rugi atas
penurunan awal atau berikut dari pada asset atau penurunan nilai
dicerminkan sebagai laba atau rugi atas penurunan awal atau berikut dari
pada asset atau kelompok asset yang dilepaskan terhadap nilai wajar
dikurang dengan biaya untuk menjual.
5. Kenaikan berikutnya didalam nilai wajar dikurang dengan biaya untuk
menjual suatu asset diakui dalam laba atau rugi hingga sebatas tidak
melebihi kerugian karena penurunan nilai kumulatif.
6. Asset tidak lancar atau kelompok asset yang dilepaskan sebagai dikuasai
untuk dijual tidak boleh disusutkan

Contoh :
PT A mempunyai aset tetap yang diperoleh 1 Desember 2010 pada biaya
perolehan Rp200.000.000. Nilai residu aset diestimasikan sebesar

5
Rp40.000.000 dan masa manfaat 10 tahun. Pada 1 Desember 2013, aset tsb
diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual. .Nilai wajar diestimasikan
Rp150.000.000 dan biaya untuk menjual adalah Rp 5.000.000. Aset tersebut
terjual pada 30 Juni 2008 pada harga Rp145.000.000. Pada saat reklasifikasi
aset tgl 1 Desember 20013:
a. Aset dipindahkan dari kelompok aset tetap ke kelompok aset dimiliki
untuk dijual.
b. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset tersebut adalah Rp
145.000.000 (Rp 150.000.000 – Rp 5.000.000). Jumlah ini lebih tinggi
dari nilai tercatat aset sebesar Rp 120.000.000 (Rp 200.000.000 – ((Rp
200.000.000 – Rp 40.000.000)/10 X 3). Jadi aset tetap diukur sebesar
Rp120.000.000.

Jurnal 1 Desember 2010


Dr. Aset dimiliki untuk dijual Rp 120.000.000
Dr. Akumulasi depresiasi Rp 80.000.000
Cr. Aset tetap Rp 200.000.000

Jurnal 30 Juni 2013


Dr. Kas Rp 150.000.000
Cr. Aset dimiliki untuk dijual Rp 120.000.000
Cr. Keuntungan penjualan aset RP 30.000.000

Pada saat dijual tanggal 30 Juni 2013, mengakui laba dari penjualan sebesar Rp
30.000.000 (perolehan Rp 145.000.000 – nilai tercatat kini Rp 120.0000.000).

VII. Perubahan dalam klasifikasi dari yang dimiliki untuk dijual


Jika entitas merubah rencananya dan memutuskan untuk tidak menjual
aset ini, maka kriteria sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk dijual tidak
terpenuhi lagi. Aset tidak lancar yang dihentikan pengklasifikasiannya sebagai
dimiliki untuk dijual, maka selanjutnya harus diukur pada nilai yang lebih
rendah antara:

6
1) Nilai tercatat aset tersebut sebelum aset diklasifikasi sebagai dimiliki
untuk dijual, disesuaikan dengan penyusutan , amortisasi atau penilaian
kembali yang telah diakui jika tersebut tidak diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual,atau
2) Nilai terpulihkan pada saat tangga keputusan untuk tidak dijual.
Misalnya diketahui bahwa nilai terpulihkan aset Rp 100.000.000, sama
dengan nilai tercatat aset saat ini pada 31 Desember 2017 sebelum
penyesuaian adalah Rp 100.000.000. Nilai tercatat aset jika tidak
diklasifikasikan sebagai aset tersedia dijual dapat dihitung = Rp
200.000.000 – (Rp 200.000.000 – Rp 50.000.000) x 4/10))= Rp
140.000.000. Nilai yang lebih rendah adalah nilai terpulihkan sebesar Rp
100.000.000 akan digunakan sebagai nilai aset pada 31 Desember
2017.Dengan demikian , tidak ada jurnal penyesuaian atas nilai tercatat
yang perlu dibuat pada 31 Desember 2017, kecuali jurnal reklasifikasi
sebagai berikut.

Db Kendaraan Rp 100.000.000 -
Cr Mesin dimiliki untuk dijual - Rp 100.000.0000

Penghentian pengakuan juga dapat terjadi ketika aset tersebut dijual.


Pengakuan penjualan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual, pada
prinsipnya sama seperti penjualan aset biasa. Keuntungan/kerugian muncul
dari selisih antara nilai tercatat akhir aset tersebut dengan harga penjualan.
Keuntungan/kerugian tersebut diakui di Laba Rugi. Contoh, PT XYZ telah
mereklasifikasikan aset tetapnya sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk dijual
pada 2 Januari 2011. Penjualan terjadi pada tanggal 2 Juli 2018 dengan harga
jual Rp 170.000.000, nilai tercatat aset tidak lancar dimiliki untuk dijual pada
2 Juli 2018 adalah sebesar Rp 170.000.000. PT XYZ harus mencatat penjualan
tersebut sebagai berikut.
Db Kas Rp 170.000.000 -
Cr Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual - Rp 170.000.000

7
VIII. Operasi yang Dihentikan
Operasi yang dihentikan (discontinued operation) adalah suatu komponen
dalam entitas yang dilepas atau diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
dan:
1. Mewakili lini usaha atau area geografis operasi utama yang terpisah, atau
2. Bagian dari rencana tunggal terkoordinasi untuk melepaskan lini usaha
atau area geografis operasi utama yang terpisah, atau
3. Entitas anak yang diperoleh secara khusus dengan tujuan dijual kembali

Penyajian dalam laporan keuangan tentang operasi yang dihentikan PSAK


58 mensyaratkan pengungkapan terinci mengenai pendapatan, beban, laba
atau rugi sebelum pajak, secara terpisah di Laporan Laba Rugi dan di Catatan
atas Laporan Keuangan. Sedangkan pada Laporan Arus Kas, arus kas bersih
dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan yang terkait dengan Operasi
Dihentikan harus disajikan terpisah. Ini dilakukan agar jelas terlihat, mana
arus kas yang berasal dari Operasi Berlanjut, mana yang berasal dari Operasi
Dihentikan. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa mungkin saja suatu
aset (atau kelompok lepasan) yang memenuhi kriteria sebagai aset dimiliki
untuk dijual dapat juga memenuhi kriteria sebagai Operasi yang Dihentikan.
Aset ini akan disajikan terpisah baik di Laporan Posisi Keuangan, sebagai
Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan di Laporan Laba Rugi serta
Laporan Arus Kas, sebagai Operasi Dihentikan.

Selain penyajian terpisah pada Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas,
pengungkapan berikut ini juga harus ditambahkan, yaitu:
1. Penyesuaian yang dibuat pada periode berjalan terkait dengan Operasi
Dihentikan.
2. Jika entitas menghentikan klasifikasi sebagai komponen aset tidak lancar
dimiliki untuk dijual, maka hasil yang sebelumnya disajikan sebagai
Operasi Dihentikan harus direklasifikasi dan dimasukkan ke dalam Laba
dari Operasi Berlanjut

8
Selain itu mungkin saja kriteria klasifikasi hanya terpenuhi salah satu.
Berikut penjelasannya dalam bentuk tabel :

IX. Pengungkapan

Didalam IFRS 5 mengharuskan pengungkapan sebagai berikut:

1. Asset tidak lancar dan kelompok asset dan liabilitas yang dilepaskan
harus diungkapkan secara terpisah pada laporan posisi keuangan.
2. Pengungkapan juga harus meliputi keterangan asset tidak lancar dari
suatu kelompok asset yang dilepaskan,keterangan mengenai fakta dan
kondisi penjualan dan harapan cara dan waktu pelepasan tersebut.

9
Berikut ini Lampiran contoh pengungkapan Non Current Asset held for sale
dalam laporan keuangan PT Roda Vivatex :

10
11
12
13
14
15