Panduan Pondasi Dangkal dalam Teknik Sipil
Panduan Pondasi Dangkal dalam Teknik Sipil
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
___TUGAS I
PONDASI DANGKAL
1. Pengertian Pondasi
Pondasi adalah bagian dari bangunan bawah yang meneruskan beban ke tanah
pendukung.
2. Persyaratan Pondasi
Dua karakteristik utama yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Aman terhadap kegagalan geser dalam tanah pendukung
2. Penurunan tidak berlebihan (tergantung beberapa tinjauan)
Semula dianggap pondasi dangkal bila Df < B. Investigasi selanjutnya mengusulkan Df =(3 - 4) x
B. Dimana B = lebar pondasi.
Penurunan yang diijinkan adalah 1 inchi untuk umumnya. Dan untuk bangunan tertentu,
penurunan yang diijinkan adalah :
Penurunan maksimum
Jenis bangunan
Gambar 3. Punching Shear Failure Terjadi pada tanah dengan kompresibilitas tinggi
Sumber : Braja M Das (Principles-of-Foundation- dan kompresibilitas rendah jika pondasi agak
Engineering) hal.134
dalam.
Kapasitas ultimit (qult) tidak bisa dipastikan.
6. Cara Keruntuhan Secara Umum Tergantung pada Komprebilitasnya dan Kedalaman
Pondasi Relatif Terhadap Lebarnya.
Analisis kapasitas dukung didasarkan pada kondisi general shear failure, gaya-gaya
yang bekerja dapat dianalisis.
Gambar diatas adalah mekanisme keruntuhan untuk pondasi menerus dengan lebar b
dan panjang tak terbatas,memikul suatu tekanan merata (qult) diatas permukaan tanah yang
homogen dan isotropik. Parameter kekuatan geser tanah adalah c dan φ tetapi berat isi tanah
diasumsikan sama dengan nol.Pondasi akan tertekan kebawah dan menghasilakn suatu
kesetimbangan plastis dalam bentuk zona segi tiga dibawah pondasi dengan sudut ABC =
BAC = 450 + φ/2.
Gerakan bagian tanah ABC kebawah mendorong tanah disampingnya ke
samping.Zona rankine pasif ADE kebawah terbentuk dengan sudut
DEA = GFB = 450 - φ/2.
Transisi antara gerakan kebawah bagian ABC dan gerakan lateral bagian ADE dan
BGF akan terjadi disepanjang zona geser radial ACD dan BCG. Kesetimbangan plastis akan
terjadi pada permukaan EDCGF sedangkan sisa tanah lainnya berada dalam kesetimbangan
elastis. Biasanya pondasi tidak diletakkan pada permukaan tanah, dalam praktek
diasumsikan kenaikan geser tanah antara permukaan dan kedalaman Df diabaikan, tanah
tersebut hanya diperhitungkan sebagai beban yang menambah tekan merata q pada elevasi
pondasi, hal ini disebabkan tanah diatas elevasi pondasi biasanya lebih lemah, khususnya
jika diurung, dari pada tanah ditempat yang lebih dalam. Kapasitas dukung ultimit dibawah
pondasi menerus dapat dinyatakan dengan persamaan Terzaghi (1943)
qult = c Nc + q Nq + ½ b γ Nγ .... ( 1.1 )
φ,c,γ nilainya diambil dibawah pondasi dengan :
q = γ.Df .... ( 1.2 )
γ nilainya diambil diatas elevasi pondasi. )(0
Type equation here.
dimana :
c = kohesi tanah (kN/𝑚2 )
q = Dγ = tekanan overburden pada dasar fondasi (kN/𝑚2 )
γ = berat isi tanah (kN/𝑚3 )
Df = kedalaman pondasi (m)
B = lebar pondasi ( jika pondasi lingkaran B=diameter) (m)
Untuk pondasi telapak berbetuk bujur sangkar (B = L) :
qult= 1,3 c Nc + q Nq + 0,4 b γ Nγ .... ( 1.3 )
)(0
Untuk pondasi telapak berbetuk lingkaran : Type equation here.
qult = 1,3 c Nc + q Nq + 0,3 b γ Nγ .... ( 1.4 )
)(0
Type equation here.
Untuk pondasi empat persegi panjang :
qult = c.Nc (1+0.3 B/L) + q.Nq + 0,5. .B.N (1-0.2 B/L)
.... ( 1.5 )
Untuk pondasi telapak berbentuk empat persegi panjang memakai factor)(0
Type equation here.
modifikasi Meyerhof (1963) (B ≠ L) dari Terzaghi :
Persamaan sebelumnya tidak memperhitungkan pondasipersegi (0<B/L<1) juga
tahanan geser sepanjangpermukaan runtuh pada tanah di atas dasar pondasi. Beban
pondasi pun mungkin miring.
qult= c’ Nc Fcs Fcd Fci + qNq Fqs Fqd Fqi + ½γBFγsFγdFγi .... ( 1.6 )
dimana, )(0
Fcs,Fqs,Fγs = Faktor Bentuk Type equation here.
.... ( 1.7 )
)(0
Type equation here.
.... ( 1.8 )
)(0
Type equation here.
.... ( 1.9 )
)(0
Type equation here.
.... ( 1.10 )
)(0
Type equation here.
7. Pengaruh Air Terhadap Kapasitas Dukung Tanah
Air dapat mengurangi kapasitas dukung tanah hingga setengahnya (Terzaghi), untuk
pasir pendapat ini terlalu kecil dan untuk lempung pendapat ini terlalu besar. Berdasarkan
elevasi MAT (muka air tanah) terhadap pondasi nilai qult menjadi :
0 ≤D1≤Df
q = D1 γb + D2 γ’ .... ( 1.11 )
)(0
qult= c Nc + q Nq + ½ b γ’ Nγ Type.... ( 1.12here.
equation )
)(0
Type equation here.
γ’ = γsat - γw ....( 1.13 )
D1 > Df,0≤d ≤ B )(0
....
Type ( 1.14here.
equation )
q = Df.γ
qult= c Nc + q Nq + ½ b γ Nγ
.... )(0
( 1.15 )
Type equation here.
)(0
γ = γ’ + d/B (γ - γ’) .... ( 1.16 ) Gambar 5. Bearing capacity equations for water
Type equation here.
γ’ = γsat - γw .... )(0
( 1.17 ) Sumber : Braja M Das (Principles-of-Foundation-
Type equation here. Engineering) hal.142
d≥ b )(0
Type equation here.
Pada kedalaman tersebut , air tidak memberikan pengaruh terhadap daya dukung ultimit.
Sebenarnya perlu juga koreksi nilai φ dan c senilai γ akibat adanya M.A.T. namun
dilapangan didapat nilai φ dan c terlemah.
Groos Allowable Bearing Capacity Dengan factor aman pada kuat geser tanah
Hanya Untuk memuaskan dan jarang digunakan
Cd = C / FS .... ( 1.20 )
Tan φ d = tan φ / FS
....)(0( 1.21 )
Type equation here.
)(0
qall = Cd Nc + q Nq + ½ by Ny ....
Type equation
( 1.22 )here.
)(0
FS pada penyelesaian ini antara 2-3 kira – kira sama dengan hasil FS 3-4 untuk
Type equation here.
dua metode sebelumnya.
Catatan :
Daya dukung batas (qult) belum memperhatikan settlement, jari FS biasa 4,5,….
Untuk mengatursettlement.
Jika menggunakan rumus qult settlementyang terjadi 5-25 % x b untuk tanah
pasir dan 3 – 15 % pada tanah lempung. pondasi mat footing / raft memiliki
settlement relatif besar karena b besar.
10. Penurunan Pada Tanah
Penambahan beban di atas suatu permukaan tanah dapat menyebabkan lapisan tanah
dibawahnya mengalami pemampatan. Pemampatan tersebut disebabkan oleh adanya
deformasi partikel tanah, relokasi tanah, keluarnya air atau udara dari dalam pori. Secara
umum, penurunan pada tanah yang disebabkan oleh pembebanan yaitu :
1. Penurunan Konsolidasi (Consolidation Settlement), yang merupakan hasil dari
penurunan volume tanah jenuh air sebagai akibat dari keluarnya air yang menempati
pori-pori tanah.
𝐶𝑐𝐻 𝑃𝑜 + ∆𝑃
𝑆𝑐 =
1+𝑒
log
𝑃𝑜
𝑁𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑𝑎𝑠𝑖 .... ( 1.23 )
)(0
Type equation here.
𝐶𝑠𝐻 𝑃𝑜 + ∆𝑃
𝑆𝑐 = log 𝑂𝑣𝑒𝑟 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑𝑎𝑠𝑖 .... ( 1.24 )
1+𝑒 𝑃𝑜
)(0
Type equation here.
2. Penurunan Segera (immediate Settlement), yang merupakan akibat dari deformasi
elastik tanah kering, basah, dan jenuh air tanpa adanya perubahan kadar air. Perhitungan
penurunan segera umumnya didasarkan pada penurunan yang diturunkan dari teori
elastisitas.
1 − 𝜇2
𝑆𝑖 = 𝑞𝑜𝐵
𝐸𝑠
𝛼 .... ( 1.25 )
μ,Diperoleh dari tabel angka poisson )(0
α,Diperoleh dari tabel faktor pengaruh untuk pondasi kaku Type equation here.
Es,Diperoleh dari tabel perkiraan Modulus Elastisitas
𝐵
𝐹𝑞𝑠 = 1 + ( ) tan ∅
𝐿
𝐵
𝐹𝛾𝑠 = 1 − 0.4 ( )
𝐿
Untuk Ø =0
𝐷𝑓
-Fcd =1+ 0.4( )
𝐵
- Fqd = 1
- Fγd = 1
Untuk Ø >0
1−𝐹
Fcd = Fqd - 𝑁𝑐 tan
𝑞𝑑
Ø
𝐷𝑓
𝐹𝑞𝑑 = 1 + 2 tan ∅(1 − sin ∅)2 𝐵
𝐹𝛾𝑑 = 1
𝑫𝒇
>1
𝑩
Untuk Ø =0
𝑫𝒇
-Fcd =1+ 0.4tan-1 ( 𝑩 )(dalam Radians)
- Fqd = 1
- Fγd = 1
Untuk Ø >0
1−𝐹
Fcd = Fqd - 𝑁𝑐 tan
𝑞𝑑
Ø
𝑫𝒇
𝐹𝑞𝑑 = 1 + 2 tan ∅(1 − sin ∅)2 𝒕𝒂𝒏−𝟏 ( ) (dalam Radians)
𝑩
𝐹𝛾𝑑 = 1
𝛽0
𝐹𝑐𝑖 = 𝐹𝑞𝑖 = (1 − 900 )2
2
𝛽0
𝐹𝛾𝑖 = (1 − )
∅
c. Menghitung qmaks
qmaks =
P .... ( 1.27 )
A )(0
d. Menentukan nilai Faktor Keamanan Type equation here.
qu ....( 1.28 )
Fs = )(0
qmaks
Type equation here.
Penurunan Konsolidasi
𝐶𝑐𝐻 𝑃𝑜 + ∆𝑃
𝑆𝑐 = log 𝑃𝑜 > ∆𝑃 .... ( 1.30 )
1+𝑒 𝑃𝑜
Dimana : )(0
Type equation here.
𝐶𝑐 = 0.009(𝐿𝐿 − 10)
𝐿2
𝑃𝑜 = 𝛾𝑏(𝐿1 − 𝐷𝑓) + (𝛾𝑠𝑎𝑡 − 𝛾𝑤 )
2
𝑞𝐿𝐵
∆𝑃 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑙𝑎𝑝𝑖𝑠𝑎𝑛 𝑙𝑒𝑚𝑝𝑢𝑛𝑔 =
(𝐿 + 𝑍)(𝐵 + 𝑍)
Penurunan yang diizinkan (Sijin) yaitu ≤ 1 inci (2,54 cm), dimensi pondasi diperbesar
jika penurunan yang terjadi melebihi penurunan yang diizinkan.
Macam Tanah μ
Lempung
Pasir
Tabel 4. Faktor Pengaruh Im (Lee, 1962) dan Ip (Schleicher, 1962) untuk fondasi
kaku, dan faktor pengaruh untuk fondasi fleksibel ( Terzaghi, 194 )
Fleksibel Kaku
Bentuk Pondasi
Pusat Sudut Rata - rata Ip Im
𝝓 Nc Nq N𝜸 𝝓 Nc Nq N𝜸
* Kumbhojkar (1993)