0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
469 tayangan19 halaman

Panduan Pondasi Dangkal dalam Teknik Sipil

Dokumen tersebut membahas tentang pondasi dangkal untuk teknik sipil. Pondasi dangkal didefinisikan sebagai pondasi dengan rasio kedalaman terhadap lebar (Df/B) kurang dari 1. Jenis pondasi dangkal meliputi telapak tunggal, telapak berkelanjutan, dan raft pondasi. Dokumen juga membahas persyaratan, jenis, dan mekanisme keruntuhan pondasi berdasarkan jenis bangunan dan tanah pendukung.

Diunggah oleh

Adhipratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
469 tayangan19 halaman

Panduan Pondasi Dangkal dalam Teknik Sipil

Dokumen tersebut membahas tentang pondasi dangkal untuk teknik sipil. Pondasi dangkal didefinisikan sebagai pondasi dengan rasio kedalaman terhadap lebar (Df/B) kurang dari 1. Jenis pondasi dangkal meliputi telapak tunggal, telapak berkelanjutan, dan raft pondasi. Dokumen juga membahas persyaratan, jenis, dan mekanisme keruntuhan pondasi berdasarkan jenis bangunan dan tanah pendukung.

Diunggah oleh

Adhipratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

___TUGAS I
PONDASI DANGKAL
1. Pengertian Pondasi
Pondasi adalah bagian dari bangunan bawah yang meneruskan beban ke tanah
pendukung.

2. Persyaratan Pondasi
Dua karakteristik utama yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Aman terhadap kegagalan geser dalam tanah pendukung
2. Penurunan tidak berlebihan (tergantung beberapa tinjauan)
Semula dianggap pondasi dangkal bila Df < B. Investigasi selanjutnya mengusulkan Df =(3 - 4) x
B. Dimana B = lebar pondasi.
Penurunan yang diijinkan adalah 1 inchi untuk umumnya. Dan untuk bangunan tertentu,
penurunan yang diijinkan adalah :
Penurunan maksimum
Jenis bangunan

Bangunan umum 2.54 Cm


Bangunan pabrik 3.81 Cm
Gudang 5.08 Cm
Pondasi mesin 0.05 Cm

3. Jenis Pondasi Berdasarkan Rasio Df/B


a) Pondasi dangkal (kriteria Df/B≤1)
Telapak :Individual spread footing (murah), Continious footing (belum tentu lebih
murah dibandingkan mini piles), Combine footing, mat footing/raft, Pondasi batu kali.
b) Pondasi Dalam (kriteria Df/B ≥4-5)
Tiang pancang,tiang bor (digali mesin),sumuran/kaison (digali manusia dan lebih
murah dibandingkan Continious footing).

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

4. Jenis Pondasi Berdasarkan Jenis Bangunan


a) Pondasi untuk Gedung
Gedung Sederhana :Continious footing batu kali.
Tingkat tinggi : Dengan atau tanpa basement.Kegunaan basement yang biasanya 2-3
lantai adalah :
1. Segi fungsi sub-base.
2. Kepentingan stabilitas bangunan (tertahan lebih baik terhadap goyangan).
3. Mengurangi settlement jika beban tanah yang diambil sama dengan beban
bangunan diatasnya (∆p=0).Sedangkan masalah yang dihadapi adalah rembesan
yang dapat diatasi dengan kedap air atau drainase.

b) Pondasi untuk Mesin direncanakan terhadap getaran


1. Pondasi untuk Menara Tugu,cerobong asap,pemancar radio/TV,tower lisrtik
(gaya aksial kecil,gaya horizontal besar).
2. Pondasi di Bawah Air Jembatan dan Dermaga (gaya tarik aksial dan horizontal
besar).
Pondasi harus mempertimbangkan erosi,korosi,gaya luar (ombak/arus air),scouring
(penggerusan tanah dasar).
5. . Keruntuhan Tanah Akibat Pembebanan
Kapasitas dukung ultimit (qult) didefinisikan sebagai tekanan terkecil yang dapat
menyebabkan keruntuhan geser pada tanah pendukung tepat di bawah dan di sekeliling
pondasi. Ada 3 kemungkinan pola keruntuhan kapasitas pendukung tanah, yakni :
General Shear Failure(Keruntuhan Geser Umum)
 Kondisi kesetimbangan plastis terjadi penuh
diatas failure plane.
 Muka tanah disekitar mengembang (naik).
 Keruntuhan (slip) terjadi disatu sisi sehinggan
pondasi miring.
 Terjadi pada tanah dengan kompresibilitas
Gambar 1. General Shear Failure rendah (padat atau kaku).
Sumber : Braja M Das (Principles-of-
 Kapasitas ultimit (qult) bisa diamati dengan baik
Foundation-Engineering) hal.134

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Local Shear Failure(Keruntuhan Geser Lokal)


 Muka tanah disekitar kurang berarti
pengembangannya, karena cukup besar desakan
kebawah pondasi.
 Kondisi kesetimbangan plastis hanya terjadi pada
sebagian tanah saja.
 Miring pada pondasi diperkirakan tidak akan
Gambar 2. Local Shear Failure
terjadi.
Sumber : Braja M Das (Principles-of-
Foundation-Engineering) hal.134  Kapasitas ultimit (qult) sulit dipastikan sehingga
sulitdianalisis, hanya bisa dibatasi settlementnya
saja.

Punching Shear Faliure (Keruntuhan Geser Penetrasi)


 Terjadi jika terdapat desakan pada tanah dibawah
pondasi yang disertai pergeseran arah vertikal
disepanjang tepi.
 Tidak terjadi kemiringan dan pengangkatan pada
permukaan tanah.
 Penurunan relatif besar.

Gambar 3. Punching Shear Failure  Terjadi pada tanah dengan kompresibilitas tinggi
Sumber : Braja M Das (Principles-of-Foundation- dan kompresibilitas rendah jika pondasi agak
Engineering) hal.134
dalam.
 Kapasitas ultimit (qult) tidak bisa dipastikan.
6. Cara Keruntuhan Secara Umum Tergantung pada Komprebilitasnya dan Kedalaman
Pondasi Relatif Terhadap Lebarnya.
Analisis kapasitas dukung didasarkan pada kondisi general shear failure, gaya-gaya
yang bekerja dapat dianalisis.

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Gambar 4. Mekanisme Keruntuhan Untuk Pondasi Menerus


Sumber : Braja M Das (Principles-of-Foundation-Engineering) hal.137

Gambar diatas adalah mekanisme keruntuhan untuk pondasi menerus dengan lebar b
dan panjang tak terbatas,memikul suatu tekanan merata (qult) diatas permukaan tanah yang
homogen dan isotropik. Parameter kekuatan geser tanah adalah c dan φ tetapi berat isi tanah
diasumsikan sama dengan nol.Pondasi akan tertekan kebawah dan menghasilakn suatu
kesetimbangan plastis dalam bentuk zona segi tiga dibawah pondasi dengan sudut ABC =
BAC = 450 + φ/2.
Gerakan bagian tanah ABC kebawah mendorong tanah disampingnya ke
samping.Zona rankine pasif ADE kebawah terbentuk dengan sudut
DEA = GFB = 450 - φ/2.
Transisi antara gerakan kebawah bagian ABC dan gerakan lateral bagian ADE dan
BGF akan terjadi disepanjang zona geser radial ACD dan BCG. Kesetimbangan plastis akan
terjadi pada permukaan EDCGF sedangkan sisa tanah lainnya berada dalam kesetimbangan
elastis. Biasanya pondasi tidak diletakkan pada permukaan tanah, dalam praktek
diasumsikan kenaikan geser tanah antara permukaan dan kedalaman Df diabaikan, tanah
tersebut hanya diperhitungkan sebagai beban yang menambah tekan merata q pada elevasi
pondasi, hal ini disebabkan tanah diatas elevasi pondasi biasanya lebih lemah, khususnya
jika diurung, dari pada tanah ditempat yang lebih dalam. Kapasitas dukung ultimit dibawah
pondasi menerus dapat dinyatakan dengan persamaan Terzaghi (1943)
qult = c Nc + q Nq + ½ b γ Nγ .... ( 1.1 )
φ,c,γ nilainya diambil dibawah pondasi dengan :
q = γ.Df .... ( 1.2 )
γ nilainya diambil diatas elevasi pondasi. )(0
Type equation here.

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

dimana :
c = kohesi tanah (kN/𝑚2 )
q = Dγ = tekanan overburden pada dasar fondasi (kN/𝑚2 )
γ = berat isi tanah (kN/𝑚3 )
Df = kedalaman pondasi (m)
B = lebar pondasi ( jika pondasi lingkaran B=diameter) (m)
Untuk pondasi telapak berbetuk bujur sangkar (B = L) :
qult= 1,3 c Nc + q Nq + 0,4 b γ Nγ .... ( 1.3 )
)(0
Untuk pondasi telapak berbetuk lingkaran : Type equation here.
qult = 1,3 c Nc + q Nq + 0,3 b γ Nγ .... ( 1.4 )
)(0
Type equation here.
Untuk pondasi empat persegi panjang :
qult = c.Nc (1+0.3 B/L) + q.Nq + 0,5. .B.N (1-0.2 B/L)
.... ( 1.5 )
Untuk pondasi telapak berbentuk empat persegi panjang memakai factor)(0
Type equation here.
modifikasi Meyerhof (1963) (B ≠ L) dari Terzaghi :
Persamaan sebelumnya tidak memperhitungkan pondasipersegi (0<B/L<1) juga
tahanan geser sepanjangpermukaan runtuh pada tanah di atas dasar pondasi. Beban
pondasi pun mungkin miring.
qult= c’ Nc Fcs Fcd Fci + qNq Fqs Fqd Fqi + ½γBFγsFγdFγi .... ( 1.6 )
dimana, )(0
Fcs,Fqs,Fγs = Faktor Bentuk Type equation here.

Fcd,Fqd,Fγd = Faktor Kedalaman


Fci,Fqi,Fγi = Faktor Kemiringan Beban

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

.... ( 1.7 )
)(0
Type equation here.

.... ( 1.8 )
)(0
Type equation here.

.... ( 1.9 )
)(0
Type equation here.

.... ( 1.10 )
)(0
Type equation here.
7. Pengaruh Air Terhadap Kapasitas Dukung Tanah
Air dapat mengurangi kapasitas dukung tanah hingga setengahnya (Terzaghi), untuk
pasir pendapat ini terlalu kecil dan untuk lempung pendapat ini terlalu besar. Berdasarkan
elevasi MAT (muka air tanah) terhadap pondasi nilai qult menjadi :

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

0 ≤D1≤Df

q = D1 γb + D2 γ’ .... ( 1.11 )
)(0
qult= c Nc + q Nq + ½ b γ’ Nγ Type.... ( 1.12here.
equation )
)(0
Type equation here.
γ’ = γsat - γw ....( 1.13 )
D1 > Df,0≤d ≤ B )(0
....
Type ( 1.14here.
equation )
q = Df.γ
qult= c Nc + q Nq + ½ b γ Nγ
.... )(0
( 1.15 )
Type equation here.
)(0
γ = γ’ + d/B (γ - γ’) .... ( 1.16 ) Gambar 5. Bearing capacity equations for water
Type equation here.
γ’ = γsat - γw .... )(0
( 1.17 ) Sumber : Braja M Das (Principles-of-Foundation-
Type equation here. Engineering) hal.142
d≥ b )(0
Type equation here.
Pada kedalaman tersebut , air tidak memberikan pengaruh terhadap daya dukung ultimit.

Sebenarnya perlu juga koreksi nilai φ dan c senilai γ akibat adanya M.A.T. namun
dilapangan didapat nilai φ dan c terlemah.

8. Kapasitas Dukung Tanah diatas Tanah Berlapis


Tanah tak padat diatas tanah yang lebih padat :
 Jika tanah kurang padat lebih tebal – gunakan kapasitas dukung lapisan tersebut.
 Jika tanah kurang padat lebih tipis – pengaruh lapisan yang lebih padat.
Tanah lebih padat diatas tanah kurang padat :
 Jika tanah lebih padat tebal – kapasitas dukung tanah yang lebih padat dan cek
settlement lapisan kurang padat.
 Jika tanah lebih padat tipis – pertimbangkan patah pons (pada lapisan cadas) jika
pondasi diletakkan diatas lapisan cadas sehingga gunakan kapasitas dukung lapisan
kurang padat.

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

9. Definisi Faktor Keamanan (FS)


Nilai FS tidak ada batasannya,namun karena banyak ketidakpastian nilai φ dan c, maka
secara umum FS diambil minimum = 3 dengan pertimbangan tanah tidak homogen, dan tidak
isotropis.
Tiga definisi kapasitas dukung izin pada pondasi dangkal.
 Groos Allowable Bearing Capacity.
qall = qult / FS
Diharapkan tidak akan terjadi kegagalan bearing capacity (bukan kegagalan
settlement ), beban yang bekerja pada pondasi :
 Beban Hidup (WL)
 Beban Mati ( WD )
 Berat sendiri pondasi ( WS )
 Berat tanah diatas pondasi ( WS )
( WS + WD + WF + WS )
≤ qall .... ( 1.18 )
A )(0
 Net Allowable Bearing Capacity. Type equation here.
Beban tambahan yang di ijinkan persatuan luas selain berat sendiri tanah
( tegangan yang telah ada ) pada level dasar pondasi
q(Net) u = qu – q = C.Nc.Fcs.Fcd
qall(Net)= (qu – q)/ FS
Dalam praktek qall(Net) digunakan terhadap beban bangun diatas saja, berat
pondasi dan tanah diatasnya dianggap berat tanah saja.
( WL + WD )
A
≤ qall (NET) .... ( 1.19 )
Secara teoritis jika W bangunan = W tanah yang digali, maka
)(0 penurunan
tidak terjadi. Type equation here.

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

 Groos Allowable Bearing Capacity Dengan factor aman pada kuat geser tanah
Hanya Untuk memuaskan dan jarang digunakan
Cd = C / FS .... ( 1.20 )
Tan φ d = tan φ / FS
....)(0( 1.21 )
Type equation here.
)(0
qall = Cd Nc + q Nq + ½ by Ny ....
Type equation
( 1.22 )here.
)(0
FS pada penyelesaian ini antara 2-3 kira – kira sama dengan hasil FS 3-4 untuk
Type equation here.
dua metode sebelumnya.
Catatan :

 Daya dukung batas (qult) belum memperhatikan settlement, jari FS biasa 4,5,….
Untuk mengatursettlement.
 Jika menggunakan rumus qult settlementyang terjadi 5-25 % x b untuk tanah
pasir dan 3 – 15 % pada tanah lempung. pondasi mat footing / raft memiliki
settlement relatif besar karena b besar.
10. Penurunan Pada Tanah
Penambahan beban di atas suatu permukaan tanah dapat menyebabkan lapisan tanah
dibawahnya mengalami pemampatan. Pemampatan tersebut disebabkan oleh adanya
deformasi partikel tanah, relokasi tanah, keluarnya air atau udara dari dalam pori. Secara
umum, penurunan pada tanah yang disebabkan oleh pembebanan yaitu :
1. Penurunan Konsolidasi (Consolidation Settlement), yang merupakan hasil dari
penurunan volume tanah jenuh air sebagai akibat dari keluarnya air yang menempati
pori-pori tanah.
𝐶𝑐𝐻 𝑃𝑜 + ∆𝑃
𝑆𝑐 =
1+𝑒
log
𝑃𝑜
𝑁𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑𝑎𝑠𝑖 .... ( 1.23 )
)(0
Type equation here.
𝐶𝑠𝐻 𝑃𝑜 + ∆𝑃
𝑆𝑐 = log 𝑂𝑣𝑒𝑟 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑𝑎𝑠𝑖 .... ( 1.24 )
1+𝑒 𝑃𝑜
)(0
Type equation here.
2. Penurunan Segera (immediate Settlement), yang merupakan akibat dari deformasi
elastik tanah kering, basah, dan jenuh air tanpa adanya perubahan kadar air. Perhitungan

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

penurunan segera umumnya didasarkan pada penurunan yang diturunkan dari teori
elastisitas.
1 − 𝜇2
𝑆𝑖 = 𝑞𝑜𝐵
𝐸𝑠
𝛼 .... ( 1.25 )
 μ,Diperoleh dari tabel angka poisson )(0
 α,Diperoleh dari tabel faktor pengaruh untuk pondasi kaku Type equation here.
 Es,Diperoleh dari tabel perkiraan Modulus Elastisitas

11. Langkah Kerja Perhitungan


a. Menentukan nilai dimensi Df, L dan B dengan cara trial and error.
b. Menghitung nilai daya dukung batas (qu)
qu= c’ Nc Fcs Fcd Fci + qNq Fqs Fqd Fqi + ½γBNγFγsFγdFγi .... ( 1.26 )
dimana, )(0
Nc,Nq, Nγ = Diperoleh dari tabel factor daya dukung tanah oleh afterType equation here.
Vesic

Fcs,Fqs,Fγs = Faktor Bentuk


Fcd,Fqd,Fγd = Faktor Kedalaman
Fci,Fqi,Fγi = Faktor Kemiringan Beban

 Faktor Bentuk(Shape Factor)


𝐵 𝑁𝑞
𝐹𝑐𝑠 = 1 + ( ) ( )
𝐿 𝑁𝑐

𝐵
𝐹𝑞𝑠 = 1 + ( ) tan ∅
𝐿
𝐵
𝐹𝛾𝑠 = 1 − 0.4 ( )
𝐿

 Faktor Kedalaman (Depth Factor)


𝑫𝒇
 ≤𝟏
𝑩

 Untuk Ø =0
𝐷𝑓
-Fcd =1+ 0.4( )
𝐵

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

- Fqd = 1
- Fγd = 1
 Untuk Ø >0
1−𝐹
 Fcd = Fqd - 𝑁𝑐 tan
𝑞𝑑
Ø
𝐷𝑓
 𝐹𝑞𝑑 = 1 + 2 tan ∅(1 − sin ∅)2 𝐵

 𝐹𝛾𝑑 = 1
𝑫𝒇
 >1
𝑩

 Untuk Ø =0
𝑫𝒇
-Fcd =1+ 0.4tan-1 ( 𝑩 )(dalam Radians)

- Fqd = 1
- Fγd = 1
 Untuk Ø >0
1−𝐹
 Fcd = Fqd - 𝑁𝑐 tan
𝑞𝑑
Ø
𝑫𝒇
 𝐹𝑞𝑑 = 1 + 2 tan ∅(1 − sin ∅)2 𝒕𝒂𝒏−𝟏 ( ) (dalam Radians)
𝑩

 𝐹𝛾𝑑 = 1

 Faktor Kemiringan Beban (Inclination Factor)

𝛽0
 𝐹𝑐𝑖 = 𝐹𝑞𝑖 = (1 − 900 )2

2
𝛽0
 𝐹𝛾𝑖 = (1 − )

c. Menghitung qmaks
qmaks =
P .... ( 1.27 )
A )(0
d. Menentukan nilai Faktor Keamanan Type equation here.
qu ....( 1.28 )
Fs = )(0
qmaks
Type equation here.

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

e. Menghitung Penurunan yang terjadi pada pondasi


Penurunan Segera
1 − 𝜇2
𝑆𝑖 = 𝑞𝑜𝐵
𝐸𝑠
𝛼 .... ( 1.29 )
Dimana, )(0
Type equation here.
 μ,Diperoleh dari tabel angka poisson
 α,Diperoleh dari tabel faktor pengaruh untuk pondasi kaku
 Es,Diperoleh dari tabel perkiraan Modulus Elastisitas

Penurunan Konsolidasi
𝐶𝑐𝐻 𝑃𝑜 + ∆𝑃
𝑆𝑐 = log 𝑃𝑜 > ∆𝑃 .... ( 1.30 )
1+𝑒 𝑃𝑜
Dimana : )(0
Type equation here.
𝐶𝑐 = 0.009(𝐿𝐿 − 10)

𝐿2
𝑃𝑜 = 𝛾𝑏(𝐿1 − 𝐷𝑓) + (𝛾𝑠𝑎𝑡 − 𝛾𝑤 )
2

𝑞𝐿𝐵
∆𝑃 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑙𝑎𝑝𝑖𝑠𝑎𝑛 𝑙𝑒𝑚𝑝𝑢𝑛𝑔 =
(𝐿 + 𝑍)(𝐵 + 𝑍)

∆𝑃𝑡 + 4 ∆𝑃𝑚 + ∆𝑃𝑏


∆𝑃 =
6

Maka, Penurunan total yang terjadi yaitu : S = Si + Sc

Penurunan yang diizinkan (Sijin) yaitu ≤ 1 inci (2,54 cm), dimensi pondasi diperbesar
jika penurunan yang terjadi melebihi penurunan yang diizinkan.

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Tabel 1. Bearing Capacity Factors


𝝓 Nc Nq N𝜸 𝝓 Nc Nq N𝜸

0 5.14 1.00 0.00 26 22.25 11.85 12.54

1 5.38 1.09 0.07 27 23.94 13.20 14.47

2 5.63 1.20 0.15 28 25.80 14.72 16.72

3 5.90 1.31 0.24 29 27.86 16.44 19.34

4 6.19 1.43 0.34 30 30.14 18.40 22.40

5 6.49 1.57 0.45 31 32.67 20.63 25.99

6 6.81 1.72 0.57 32 35.49 23.18 30.22

7 7.16 1.88 0.71 33 38.64 26.09 35.19

8 7.53 2.06 0.86 34 42.16 29.44 41.06

9 7.92 2.25 1.03 35 46.12 33.30 48.03

10 8.35 2.47 1.22 36 50.59 37.75 56.31

11 8.80 2.71 1.44 37 55.63 42.92 66.19

12 9.28 2.97 1.69 38 61.35 48.93 78.03

13 9.81 3.26 1.97 39 67.87 55.96 92.25

14 10.37 3.59 2.29 40 75.31 64.20 109.41

15 10.98 3.94 2.65 41 83.86 73.90 130.22

16 11.63 4.34 3.06 42 93.71 85.38 155.55

17 12.34 4.77 3.53 43 105.11 99.02 186.54

18 13.10 5.26 4.07 44 118.37 115.31 224.64

19 13.93 5.80 4.68 45 133.88 134.88 271.76

20 14.83 6.40 5.39 46 152.10 158.51 330.35

21 15.82 7.07 6.20 47 173.64 187.21 403.67

22 16.88 7.82 7.13 48 199.26 222.31 496.01

23 18.05 8.66 8.20 49 229.93 265.51 613.16

24 19.32 9.60 9.44 50 266.89 319.07 762.89

25 20.72 10.66 10.88

* After Vesic (1973)

Sumber : Braja M. Das, General Bearing Equation

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Tabel 2. Perkiraan Angka Poison ( μ ) (Bowles, 1968)

Macam Tanah μ

Lempung Jenuh 0,4 - 0,5

Lempung Tak Jenuh 0,1 - 0,3

Lempung Berpasir 0,2 - 0,3

Lanau 0,3 - 0,35

Pasir Padat 0,2 - 0,4

Pasir Kasar ( angka pori, e = 0,4 - 0,7 ) 0,15

Pasir Halus ( angka pori, e = 0,4 - 0,7 ) 0,25

Batu ( agak tergantung dari macamnya ) 0,1 - 0,4

Loess 0,1 - 0,3

( Teknik Fondasi I, Hary Christady Hardiyatmo )

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Tabel 3. Perkiraan Modulus Elastisitas ( E ) (Bowles,1977)

Macam Tanah E ( kN/m2 )

Lempung

Sangat Lunak 300 – 3000

Lunak 2000 – 4000

Sedang 4500 – 9000

Keras 7000 – 20000

Berpasir 30000 – 42500

Pasir

Berlanau 5000 – 20000

tidak padat 10000 – 25000

Padat 50000 – 100000

Pasir dan Kerikil

Padat 80000 – 200000

Tidak padat 50000 – 140000

Lanau 200 – 20000

Loess 15000 – 60000

Serpih 140000 – 1400000

( Teknik Fondasi I , Hary Christady Hardiyatmo )

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Tabel 4. Faktor Pengaruh Im (Lee, 1962) dan Ip (Schleicher, 1962) untuk fondasi
kaku, dan faktor pengaruh untuk fondasi fleksibel ( Terzaghi, 194 )

Fleksibel Kaku
Bentuk Pondasi
Pusat Sudut Rata - rata Ip Im

Lingkaran 1,00 0,64 0,85 0,88

Bujur Sangkar 1,12 0,36 0,95 0,82 3,70

Empat Persegi Panjang

L/B = 1,5 1,36 0,68 1,20 1,06 4,12

2,0 1,53 0,77 1,31 1,20 4,38

5,0 2,10 1,05 1,83 1,70 4,82

10,0 2,52 1,26 2,25 2,10 4,93

100,0 3,38 1,69 2,96 3,40 5,06

( Teknik Fondasi I, Hary Christady Hardiyatmo)

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Tabel 5. Terzaghi’s Modified Bearing Capacity Factors

Sumber Braja M Das (Principles of Foundation Engineering) hal. 128

MOH RIFKI / F 111 16 196


UNIVERSITAS TADULAKO Civil Engineering 16

Tabel 6.Terzaghi’sBearing Capacity Factors

𝝓 Nc Nq N𝜸 𝝓 Nc Nq N𝜸

0 5.70 1.00 0.00 26 27.09 14.21 9.84

1 6.00 1.10 0.01 27 29.24 15.90 11.60

2 6.30 1.22 0.04 28 31.16 17.81 16.72

3 6.62 1.35 0.05 29 34.24 19.98 16.18

4 6.97 1.49 0.10 30 37.16 22.46 19.13

5 7.34 1.64 0.14 31 40.41 25.28 22.65

6 7.73 1.81 0.20 32 44.04 28.52 26.87

7 8.15 2.00 0.27 33 48.09 32.23 31.94

8 8.60 2.21 0.35 34 52.64 36.50 38.04

9 9.09 2.44 0.44 35 57.75 41.44 45.41

10 9.61 2.69 0.56 36 63.53 47.16 54.36

11 10.16 2.98 0.69 37 70.01 53.80 65.27

12 10.76 3.29 0.85 38 77.50 61.55 78.61

13 11.41 3.63 1.04 39 85.97 70.61 95.03

14 12.11 4.02 1.26 40 95.66 81.27 115.31

15 12.86 4.45 1.52 41 106.81 93.85 140.51

16 13.68 4.92 1.82 42 119.67 108.75 171.99

17 14.60 5.45 2.18 43 134.58 126.50 211.56

18 15.12 6.04 2.59 44 151.95 147.74 261.60

19 16.56 6.70 3.07 45 172.28 173.28 325.34

20 17.69 7.44 3.64 46 196.22 204.19 407.11

21 18.92 8.26 4.31 47 224.55 241.80 512.84

22 20.27 9.19 5.09 48 258.28 287.85 650.67

23 21.75 10.23 6.00 49 298.71 344.63 831.99

24 23.36 11.40 7.08 50 347.50 415.14 1072.80

25 25.13 12.72 8.34

* Kumbhojkar (1993)

Sumber : Braja M. Das, General Bearing Equation

MOH RIFKI / F 111 16 196

Anda mungkin juga menyukai