Anda di halaman 1dari 13

MODUL 13

PENGEBANGAN SEKOLAH BERDASARKAN 8 SNP

LK – 01 Menganalisis Kasus Keterlaksanaan 8 SNP


Petunjuk Penugasan :
1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5-6 orang
2. Cermatilah kasus tentang keterlaksanaan 8 SNP pada sebuah sekolah
3. Diskusikanlah tentang keterlaksanaan 8 SNP pada sekolah tersebut, lalu buatlah alternative
solusi upaya pemenuhan mutu berrdasarkan temuan dan rancanglah rekomendasi
pengembangan sekolah yang akan dilaksanakan
4. Tulislah hasil diskusi kelompok pada format LK – 01

Studi Kasus
Sekolah “BINA ANAK BANGSA” terletak di pinggir kota kecamatan dengan akses menuju ke
sekolah tersebut cukup mudah karena tidak jauh dari jalan raya. Lokasi sekolah yang terletak di
pinggir kota kecamatan sangat nyaman untuk belajar. Orang tua peserta didik di sekolah tersebut
kebanyakan dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang kebanyakan bekerja sebagai petani
dan buruh. Sekolah ini memiliki kerjasama yang baik dengan masyarakat dan sekolah yang ada
disekitarnya. Pembelajaran IPA di sekolah hanya teori hal ini terjadi karena tidak memiliki
peralatan laboratorium. Sumber dana sekolah hanya berasal dari BOS Pusat. Sekolah
tidakpernah memenangkan lomba O2SN. Hasil Nilai UN setiap tahun mengalami peningkatan.
Sebagian besar lulusan melanjutkan ke sekolah di kabupaten.

JAWABAN LK 01
Tabel Hasil Analisis Kasus keterlaksanaan 8 SNP
Deskripsi
Standar
Temuan Alternatif Solusi Rekomendasi Kegiatan
No Nasional
Berdasar Pemenuhan Mutu Pengembangan Sekolah
Pendidikan
analisis Kasus
1 Standar Tidak pernah -Pembinaan siswa -Ekstra kurikuler
Kompetensi menang lomba lebih dioptimalkan.
Lulusan O2SN -memanfaatkan guru
yang ada.
2 Standar Isi Guru belum -Mengikutsertakan KKG
menyusun RPP guru dalam KKG
dengan baik -Supervisi akademik

3 Standar Sarana Tidak punya Menyusun program -sekolah memenuhi


dan Prasarana laboratorium pemenuhan sarpras medi pembelajaran
,ruang KS dengan BOS
bergabung -membuat proposal
dengan R,TU pengajuan sarpras.
4 Standar Guru tidak -mengikutsertakan Program diklat PPG
Pendidik dan memiliki diklat PPG
Tenaga sertifikat
Kependidikan pendidik
5 Standar Proses Pembelajaran Guru diberi motivasi -supervisi akademik
IPA secara teori, /ditekankan
menggunkan media
pembelajaran
Membangkitkan guru
membuat alat sederhana
6 Standar - - -
Penilaian

7 Standar -animo - mempromosikan - sosialisasi program


Pengelolaan masyarakat sekolah sekolah.
menyekolah kan - membentuk tim - mengkoordinasikan dengan
rendah. akreditasi seluruh stakeholder yang ada.
-akreditasi C
8 Standar Sumber dana - memberdayakan - kelas parenting
Pembiayaan hanya BOS wali siswa bentuk - paguyuban kelas
tenaga. - jimpitan beras
- sumbangan suka rela - hasil kewirausahaan.
LK 02. Menganalisis Video

Jawaban
LK-02. Analisis Keterlaksanaan 8 SNP, Alternatif Solusi dan Rencana Pengembangan Sekolah

Standar Deskripsi Alternatif Rencana


Nasional Solusi Pengemb
Pendidikan Indikator Sekolah angan
(SNP) Sekolah Contoh Sekolah Sendiri Sendiri Sekolah
Sendiri

1. Standar 1.1. Lulusan memiliki Sudah memiliki sikap prilaku yang Belum Memiliki sikap Melaksanakan Pembinaan
Kompetensi kompetensi pada dimensi mencerminkan sikap beriman dan prilaku yang pembiasaan melalui
Lulusan sikap. Memiliki perilaku bertaqwa kepada Tuhan YME mencerminkan sikap sikap percaya supervisi
Permendikbud yang mencerminkan sikap
(berakhak, jujur dan peduli, peduli diri ( peduli
No 20 Tahun beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan YME bertanggung jawab,memiliki SDM terhadap
2016 Tentang
(berakhak, jujur dan peduli, yang berkwalitas , lingkungan )
SKL
bertanggung jawab,
pembelajar sejati, sepanjang
hayat dan sehat jasmani dan
rohani)
1.2. Lulusan memiliki 1.2.1 Lulusan sudah memiliki Belum memiliki Pelatihan IHT Workshop
kompetensi pada dimensi kompetensi pada dimensi pengetahuan IHT
pengetahuan pengetahuan factual,procedural,kon
Memiliki pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual,
septual ,meta kognetif
faktual, prosedural, prosedural, konseptual dan
konseptual dan metakognitif metakognitif (ilmu pengetahuan
(ilmu pengetahuan teknologi, seni dan budaya)
teknologi, seni dan budaya)
1.3. Lulusan memiliki Lulusan sudah memiliki kompetensi Belum memiliki Setiap Mengikuti
kompetensi pada dimensi pada dimensi keterampilan. ketrampilan berfikir pembelajaran KKG dan
keterampilan. Memiliki keterampilan berpikir dan dan bertinda kreatif guru harus workshop
Memiliki keterampilan bertindak kreatif, produktif, kritis, menggunakan
berpikir dan bertindak mandiri, kolaboratif dan komunikatif model
kreatif, produktif, kritis, melalui pendekatan ilmiah pembelajaran
mandiri, kolaboratif dan
yang cocok
komunikatif melalui
pendekatan ilmiah

2. Standar Isi 2.1. Perangkat pembelajaran Perangkat pembelajaran sudah sesuai Belum mengatur Guru harus Menyusun
sesuai rumusan kompetensi. rumusan kompetensi. beban belajar memahami analisis
Memuat karakteristik berdasarkan bentuk beban mengajar kaldik
Permendikbud kompetensi sikap, Memuat karakteristik kompetensi
pendalaman materi dalam kurikulum
No 21 Tahun pengetahuan, dan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
2016 Tentang keterampilan
Standar Isi Menyesuaikan tingkat kompetensi
Menyesuaikan tingkat siswa dan ruang lingkup materi
kompetensi siswa dan ruang pembelajaran
lingkup materi
pembelajaran

2.2. Kurikulum Tingkat Satuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Perangkat kurikulum Mengkaji Revisi
Pendidikan dikembangkan sudah dikembangkan sesuai prosedur. tingkat satuan kurikulum yang kurikulum
sesuai prosedur. Melibatkan pemangku kepentingan pendidikan yang di dikembangkan
Melibatkan pemangku dalam pengembangan kurikulum. kembangkan Belum
kepentingan dalam
Mengacu pada kerangka dasar lengkap
pengembangan kurikulum.
penyusunan.
Mengacu pada kerangka
dasar penyusunan. Melewati tahapan operasional
pengembangan.
Melewati tahapan
operasional pengembangan. Memiliki kurikulum tingkat satuan
pendidikan yang dikembangkan
Memiliki kurikulum tingkat
satuan pendidikan yang
dikembangkan

2.3. Sekolah melaksanakan Sekolah sudah melaksanakan Beban belajar belum Mengatur beban Penyusunan
kurikulum sesuai ketentuan kurikulum sesuai ketentuan sesuai dengan bentuk belajar yang silabus
Menyediakan alokasi waktu Menyediakan alokasi waktu pendalaman materi sesuai dalam melaluis
pembelajaran sesuai struktur pembelajaran sesuai struktur kurikulum silabus KKG atau
kurikulum yang berlaku yang berlaku workshop
Mengatur beban belajar Mengatur beban belajar bedasarkan
bedasarkan bentuk bentuk pendalaman materi
pendalaman materi
Menyelenggarakan aspek kurikulum
Menyelenggarakan aspek pada muatan lokal
kurikulum pada muatan
lokal Melaksanakan kegiatan pengembangan
diri siswa
Melaksanakan kegiatan
pengembangan diri siswa

3. Standar Proses 3.1. Sekolah merencanakan Sekolah sudah merencanakan proses Belum semua guru Menyusun Penyusunan
proses pembelajaran sesuai pembelajaran sesuai ketentuan. menyusun dokumen perangkat silabus
ketentuan. Mengacu pada silabus yang telah dengan lengkap dan pembelajaran melaluis
Permendikbud Mengacu pada silabus yang dikembangkan sistematis secara lengkap KKG atau
No 22 Tahun telah dikembangkan
Mengarah pada pencapaian kompetensi dan sisitimatis workshop
2016 Tentang
Standar Proses Mengarah pada pencapaian
kompetensi Menyusun dokumen rencana dengan
lengkap dan sistematis
Menyusun dokumen
Mendapatkan evaluasi dari kepala
rencana dengan lengkap dan sekolah dan pengawas sekolah
sistematis

Mendapatkan evaluasi dari


kepala sekolah dan
pengawas sekolah

3.2. Proses pembelajaran Proses pembelajaran sudah Melaksanakan Mengoprasikan KKG


dilaksanakan dengan tepat dilaksanakan dengan tepat pembelajaran menuju aplikasi dengan Gugus
Mendorong siswa mencari Mendorong siswa mencari tahu pada ketrampilan komputer
tahu aplikasi
Mengarahkan pada penggunaan
Mengarahkan pada pendekatan ilmiah
penggunaan pendekatan
ilmiah Melakukan pembelajaran berbasis
kompetensi
Melakukan pembelajaran
berbasis kompetensi Memberikan pembelajaran terpadu

Memberikan pembelajaran Melaksanakan pembelajaran dengan


terpadu jawaban yang kebenarannya multi
dimensi;
Melaksanakan pembelajaran
dengan jawaban yang Menerapkan metode pembelajaran
kebenarannya multi sesuai karakteristik siswa
dimensi; Memanfaatkan media pembelajaran
Menerapkan metode dalam meningkatkan efisiensi dan
pembelajaran sesuai efektivitas pembelajaran
karakteristik siswa Menggunakan aneka sumber belajar
Memanfaatkan media
pembelajaran dalam
meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pembelajaran

Menggunakan aneka
sumber belajar

3.3. Pengawasan dan penilaian Pengawasan dan penilaian otentik Belum melakukan Pelatihan tehnik Wokshop
otentik dilakukan dalam sudahdilakukan dalam proses tekhnik penilaian penilaian pelatian
proses pembelajaran pembelajaran secara otentik tehnik
Melakukan penilaian otentik Melakukan penilaian otentik secara penilaian
secara komprehensif dan komprehensif dan memanfaatkan
memanfaatkan hasilnya. hasilnya.
Melakukan pemantauan proses
Melakukan pemantauan
pembelajaran dan supervisi proses
proses pembelajaran dan
pembelajaran kepada guru.
supervisi proses
pembelajaran kepada guru. Mengevaluasi proses pembelajaran
Mengevaluasi proses dan menindaklanjuti hasil pengawasan
pembelajaran dan
menindaklanjuti hasil
pengawasan.
4. Standar 4.1. Aspek penilaian sesuai Aspek penilaian sudah sesuai ranah Belum semua aspek Aspek Melatih
Penilaian ranah kompetensi. kompetensi. penilaian sesuai ranah disesuaiakan guru
Pendidik Mencakup ranah sikap, Mencakup ranah sikap, pengetahuan, kompetensi dengan ranah menggunak
pengetahuan, dnan dnan keterampilan dan memiliki kompetensi an IHT
keterampilan dan memiliki bentuk pelaporan sesuai dengan ranah
Permendikbud
bentuk pelaporan sesuai
No 23 Tahun
dengan ranah
2016 Tentang
Standar 4.2. Teknik penilaian obyektif Teknik penilaian sudah obyektif dan Belum semua Pelatihan Workshop
Penilaian dan akuntabel. akuntabel. memiliki tehnik penggunaan dan KKG
Pendidikan Menggunakan jenis teknik Menggunakan jenis teknik penilaian penilaian perangkat
penilaian yang obyektif dan yang obyektif dan akuntabel dan penilaian
akuntabel dan memiliki memiliki perangkat teknik penilaian
perangkat teknik penilaian lengkap.
lengkap.

4.3. Penilaian pendidikan Penilaian pendidikan sudah Belum semua Melaksanakan Menyusun
ditindaklanjuti. ditindaklanjuti. melaksanakan pelaporan secara pelaporan
Menindaklanjuti hasil Menindaklanjuti hasil pelaporan pelaporan secara periodik
pelaporan penilaian dan penilaian dan melakukan pelaporan periodik
melakukan pelaporan secara secara periodik
periodik.

4.4. Instrumen penilaian Instrumen penilaian sudah Belum msemua Pelatihan Workshop
menyesuaikan aspek. menyesuaikan aspek. menggunakan aspek penggunaan penilaian
Menggunakan instrumen Menggunakan instrumen penilaian ketrampilan perangkat
penilaian aspek sikap, aspek sikap, pengetahuan dan penilaian
pengetahuan dan keterampilan.
keterampilan.

4.5. Penilaian dilakukan Penilaian sudah dilakukan mengikuti Belum semua Pelatihan Workshop
mengikuti prosedur. prosedur. menggunakan penggunaan penilaian
Melakukan penilaian Melakukan penilaian berdasarkan prosidur penilaian perangkat
berdasarkan penyelenggara penyelenggara dan ranah sesuai penilaian
dan ranah sesuai prosedur. prosedur.

Menentukan kelulusan Menentukan kelulusan siswa


siswa berdasarkan berdasarkan pertimbangan/kriteria yang
pertimbangan/kriteria yang sesuai.
sesuai.
LK-03. Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah

RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH


TAHUN 2019

Nama Kepala Sekolah : Urip Sumedi, S.Pd.


Unit Kerja : SD Ngeri 02 Banjardawa
Prov./Kab/Kota : Jawa Tengah / Pemalang
Waktu Pelaksanaan : 3 – 6 Agustus 2019

CONTOH RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS)


A. Judul

"Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penggunaan TIK sebagai Media Pembelajaran melalui
KKG di SDN Negeriu 02 Banjardawa"

B. LatarBelakang
Tujuan Pendidikan Nasional berdasarkan UU RI 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas mengandung
empat aspek utama, yaitu:
1. Membentuk manusia beriman, bertaqwa, berakhlak mulia
2. Cerdas, menguasai IPTEK danSeni
3. Sehat, memilikikebugaran
4. Menjadi Warga negara yang cinta tanah air, demokratis dan bertanggung jawab
Dijelaskan pula dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989
tentang Sistem Pendidikan Nasional (butir 9) menyatakan bahwa pengadaan dan
pendayagunaan sumber daya pendidikan dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat dan atau
keluarga. Hal ini bermakna tanggungjawab penyelenggaraan, pembinaan dan
pengembangan pendidikan berada pada ketiga unsur dimaksud.
Undang - undang No 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah berimbas pada otonomi
pendidikan. Pemerintah memberikan kewenangan luas kepadal embaga pendidikan dan
penyelenggara pendidikan untuk mengembangkan pendidikan pada masing- masing
sekolah, namun tetap dalam koridor Pendidikan Nasional. Untuk mewujudkan tujuan
pendidikan tersebut, lembaga pendidikan dalam hal ini Sekolah Dasar perlu merumuskan
Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).
Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) adalah suatu proses untuk menentukan
tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan
sumber daya yang tersedia. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di
masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan / tujuan sekolah yang telah ditetapkan.
Dengan adanya RPS ini diharapkan untuk menggugah semangat juang untuk mewujudkan
kinerja yang lebih baik, dan sebagai arah untuk mengimplementasikan tujuan pendidikan
kedalam bentuk yang lebih operasional. Sehingga secara terpogram dan rencana tujuan
pendidikan akan tercapai.

C. Tujuan
1. Menjamin agar tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian
yang tinggi dan resiko yang kecil
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah
3. Menjamin terciptanya integritas, sinkronisasi, dan sinergi, baik antar pelaku sekolah, antara
sekolah, dan dinas pendidikan kab/ kota.
4. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, pengaggaran, pelaksanaan dan
pengawasan
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan
berkelanjutan

D. Indikator
1. Meningkatnya semangat guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.
2. Meningkatnya kemampuan Guru menggunakan TIK dalam proses belajar mengajar.
3. Meningkatnya antusias Siswa lebih dalam mengikuti proses belajar mengajar
4. Hasil nilai Standar Kelulusan siswa kelas 6 meningkat dari tahun ajaran sebelumnya.

E. Hasil Yang Diharapkan


1. Proses belajar mengajar lebih efisien dan efektif
2. Guru terampil menggunakan TIK dalam proses belajar mengajar.
3. Perolehan nilai siswa di atas KKM.
4. Perolehan nilai rata – rata UN meningkat
5. Peringkat USBN tingkat kecamatan meningkat,dari ranking 10 menjadi 6 besar.

F. Sumber Daya yang Diperlukan


1. Nara sumber TIK untuk mengampu dalam kegiatan KKG
2. Pembiayaan
3. Media pembelajaran berupa Laptop,LCD beserta perlengkapannya.

G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Persiapan
a. Sosialisasi Rencana Kegiatan
b. Pembentukan Panitia pelaksanaan KKG
c. Penyusunan Proposal Kegiatan
d. Pengadaan LCD, Latop, Layar, Kabel data, sound system
e. Persiapan administrasi kegiatan
f. Buat undangan
2. Pelaksanaan
Kegiatan KKG di SD Negeri 02 Banjardawa dalam rangka upaya meningkatkan
komampuan guru memilih bahan ajar yang relevan .
Hari, tanggal Sabtu - Senin, tanggal 3 , 5 dan 6 Agustus 2019.
Waktu, jam 13:00-15:00 WIB
3. Monitoring dan Evaluasi
Adapun tujuan utama dari kegiatan monitoring dan evaluasi adalah untuk:
a. mengetahui tingkat keterlaksanaan program;
b. mengetahui keberhasilan program;
c. bahan masukan dalam perencanaan pembinaan sekolah tahun berikutnya.
d. melakukan pembinaan bagi sekolah agar pada tahun berikutnya diperoleh hasil yang
lebih baik/meningkat secara signifikan
e. mengidentifikasi dan menjustifikasi item-item program yang belum dapat terlaksana
secara optimal.
4. Refleksi
Kondisi ideal yang diharapkan setelah kegiatan KKG:
Guru mampu menggunakan TIK sebagai media dalam pembelajaran sehingga prestasi siswa
meningkat .

H. Penutup
Kompetensi Guru dalam dalam penggunaan TIK sebagai media pembelajaran di SD N 02
Banjardawa merupakan pedoman bagi kepala sekolah dalam mengawasi pelaksanaan
pembelajaran di sekolah. Progam Rencana Pengembangan Sekolah melalui KKG di SD Negeri
02 Banjardawa disusun selaras dengan visi, misi dan tujuan pendidikan di sekolah. Program
yang disusun diarahkan pada layanan professional kepala sekolah dalam rangka peningkatan
mutu pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah perlu meningkatkan mutu pelayanan
pendidikan melalui penggunaan TIK sebagai media pembelajaran.