Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES INDUSTRI KIMIA

Kompetensi Dasar:

PEMBUATAN PULP AND PAPER

Disusun oleh:

Indah Ramahdina Ginting


Kelas :XI-B
NIS : 4535

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN - SMTI


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI
LEMBAR PENGESAHAN PRAKTIKUM PIK
PEMBUATAN PULP DAN PAPER

A. TUJUAN PERCOBAAN
- Mengetahui proses pembuatan Pulp dan Paper

- Memahami faktor yang mempengaruhi pembuatan Pulp dan Paper

- Dapat mengembangkan variabel yang digunakan untuk pembuatan Pulp dan Paper

B. DASAR TEORI
Pulp merupakan bubur kertas yang digunakan untuk pembuatan kertas. Pulp dapat dibuat
dari bahan baku yang mengandung selulosa. Indonesia memiliki peluang yang sangat strategis
dalam menghadapi era globalisasi kerja sama ekonomi. Disamping memiliki kesempatan untuk
mengembangkan hasil pertanian agar dapat dipasarkan dalam kondisi segar, Indonesia juga
berpeluang untuk mengembangkan industri pengolahan hasil-hasil pertanian menjadi produk-
produk yang diminati pasar. Salah satu komoditas pertanian yang banyak dihasilkan dan
memiliki pasar yang cukup luas adalah pisang. Bahan baku dasar pembuatan pulp adalah
selulosa dalam bentuk serat dan hampir semua tumbuhan yang mengandung selulosa dapat
dipakai sebagai bahan baku pembuatan pulp. Bahan baku yang digunakan dapat berupa kayu
jarum maupun kayu daun. Kayu jarum misalnya kayu pinus, kayu turi dan bambu, sedangkan
yang termasuk kayu daun misalnya jerami, merang, batang pisang dan rumput-rumputan. Suatu
bahan baku dapat digunakan untuk pembuatan pulp apabila mempunyai kandungan selulosa
yang tinggi, lignin yang rendah, tidak rapuh, tidak banyak getah dan tidak berkulit tebal. Kulit
jagung merupakan salah satu limbah (buangan) dari perkebunan, dapat juga dimanfaatkan sebagai
bahan baku pembuatan pulp, karena mengandung selulosa. Selulosa terdapat pada semua tumbuhan,
dari pohon bertingkat tinggi hingga organisme primitive seperti lumut dan gangang.
Komponen lignoselulosa merupakan bagian terbesar yang menyusun tumbuh-tumbuhan.
Komponen ini terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Lignoselulosa yang terdapat dalam
limbah pertanian terdiri dari 40 – 60 % selulosa, 20 – 30 % hemiselulosa, dan 15 – 30 % lignin.
Susunan selulosa, hemiselulosa dan lignin dalam sel tanaman sangat kompleks. Hemiselulosa
bersama lignin membalut serta menyatukan serat-serat selulosa. Wujud dari tiga dimensi lignin
mengakibatkan struktur sel tanaman bersifat pasif dan kaku. Susunan yang kompleks tersebut
mengakibatkan proses pemisahan komponen-komponen ini cukup rumit. Lignin adalah polimer
yang kompleks dengan berat molekul tinggi dan tersusun atas unit-unit fenil propan. Meskipun
tersusun atas karbon, hidrogen dan oksida, tetapi lignin bukanlah suatu karbohidrat. Lignin
terdapat di antara sel-sel dan didalam dinding sel. Di antara dinding sel lignin berfungsi sebagai
pengikat untuk sel-sel secara bersama-sama. Cara yang baik untuk mengisolasi lignin adalah
dengan melarutkannya dalam pelarut yang cocok seperti dioksan. Lignin dengan hasil isolasi
dengan cara ini lebih murni dan strukturnya relatif tidak berubah, hal ini disebabkan dioksan
tidak bereaksi dengan lignin. Di dalam tumbuh-tumbuhan, lignin merupakan bahan yang tidak
berwarna. Jika lignin bersentuhan dengan adanya sinar matahari, maka lama-lama lignin
cenderung menjadi kuning. Penyisihan lignin dari biomassa dapat dilakukan dengan berbagai
proses yaitu mekanik, semikimia dan kimia. Salah satunya adalah proses Soda, yaitu proses
pemisahan serat dengan menggunakan larutan pemasak basa. Proses pembuatan pulp
divariasikan berdasarkan perbedaan konsentrasi larutan pemasak (NaOH) dan waktu pemasakan.
Syarat-syarat bahan baku yang digunakan dalam pulp, yakni:

1. Berserat
2. Kadar alpha selulosa lebih dari 40%
3. Kadar lignin kurang dari 25%
4. Kadar air maksimal 10%
5. Memiliki kadar abu yang kecil.

Proses pembuatan pulp dapat dibagi menjadi tiga proses yaitu proses mekanis, proses semi
kimia, dan proses kimia.
Pembuatan pulp secara mekanis dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia yaitu dengan
cara menguraikan serat yang ada di dalam kayu secara paksa dengan menggunakan aksi mekanis.
Bahan baku digiling dalam keadaan basah, serat-serat kayu akan terlepas, kemudian disaring
sampai kehalusan tertentu untuk memperoleh bubur kertas (pulp). Dalam proses mekanis ini
tidak dilakukan pemisahan komponen-komponen yang terdapat di dalam kayu sehingga pulp
yang dihasilkan mempunyai kandungan bahan seperti semula. Keuntungan proses ini adalah
biaya produksi yang rendah dan hasil yang tinggi karena pulp yang diperoleh sekitar 90 % dari
bahan semula. Kelemahannya adalah rendahnya mutu kertas yang dihasilkan, dimana kertas
mudah sekali menjadi kuning dan kecoklatan karena kandungan ligninnya masih banyak.
Proses semi kimia adalah karena pada tahap awal pembuatan pulp digunakan bahan-
bahan kimia sebagai pelunak bahan baku. Pelunakan dimaksudkan untuk memutuskan ikatan
lignoselulosa dengan menghilangkan sebagian dari hemiselulosa dan lignin. Kemudian
diperlakukan secara mekanis untuk memisahkan serat-seratnya. Disini pulp semi kimia masih
mengandung lebih dari 25 % lignin yang terdapat dalam kayu. Pulp yang diperoleh biasanya
digunakan untuk membuat kertas pembungkus, kertas cetak dan papan kertas. Jika konsentrasi
bahan kimia semakin tinggi, maka penyerapan terhadap selulosa semakin naik dibandingkan
dengan penyerapan terhadap lignin, yang dapat menghasilkan rendemen dan kekuatan rendah.
Proses pembuatan pulp secara kimia adalah proses pembuatan pulp yang menggunakan
bahan kimia sebagai bahan utama untuk melarutkan bagian-bagian kayu yang tidak diinginkan.
Rendemen pulp yang diperoleh dalam proses ini relatif rendah dibandingkan dengan proses
mekanis dan semi kimia, yaitu antara 40 – 60 %, sehingga diperoleh produk selulosa yang lebih
murni. Ada tiga macam proses pembuatan proses pembuatan pulp secara kimia yaitu proses
soda, proses sulfat atau kraft, dan proses sulfit, masing-masing menggunakan larutan pemasak
yang berbeda. Keuntungan-keuntungan memakai proses kimia pada pembuatan pulp antara lain:
1. Dapat dilakukan pada semua jenis bahan baku.
2. Kekuatan pulp tinggi.
3. Pulp yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembuatan rayon.
4. Kualitas kertas yang dihasilkan lebih tinggi.

Pada proses pemasakan, faktor-faktor yang berpengaruh antara lain jenis bahan baku,
konsentrasi bahan kimia, suhu, waktu pemasakan, konsentrasi pelarut dan perbandingan cara
pemasak terhadap bahan baku. Konsentrasi bahan kimia sangat penting dalam pembuatan pulp,
karena berkaitan dengan reaksi antar bahan kimia pemasak dengan material kayu. Makin tinggi
konsentrasi makin banyak material kayu yang bereaksi dengannya. Namun degradasi terhadap
selulosa makin naik dibandingkan dengan penyerapan terhadap lignin. Hal semacam ini tidak
diinginkan dalam proses pembuatan pulp. Namun konsentrasi tinggi tidak harus dihindari, hal itu
diperlukan pada awal pemasakan untuk menetralisasi asam-asam yang terjadi. Untuk
memperoleh pulp pada serat abaka dengan menggunakan bahan kimia, dengan cara dididihkan
dalam NaOH.

C. ALAT DAN BAHAN


ALAT:
1. Hot plate
2. Kondensor/pendingin
3. Pompa air kondensor
4. Labu leher tiga 1000 ml
5. Erlenmeyer 1000 ml
6. Gelas kimia
7. Blender
8. Kertas pH universal
9. Corong Buchner
10. Cawan porselen
11. Magnetic stirrer
12. Timbangan
13. Pisau/gunting
14. Termometer
15. Saringan/kain penyaring

BAHAN:
1. Sampel(kulit jagung)
2. NaOH
3. NaCIO/pemutih(bycline)

D. PROSEDUR KERJA
a. Pembuatan Pulp (Bubur Kertas)
1. Timbang bahan baku (sesuai penugasan: tebu,alang-alang,wastepaper) yang telah
dikeringkan sebanyak 20 gram.
2. Hitung kebutuhan NaOH yang harus ditimbang berdasarkan rasio perbandingan
(sesuai penugasan), lalu larutkan NaOH ke dalam 500 ml aquadest.
3. Hitung konsentrasi larutan NaOH yang telah dibuat.
4. Rangkai alat seperti pada gambar disamping ini.
5. Masukkan bahan baku yang telah ditimbang ke dalam reaktor (labu leher tiga).
6. Masukkan larutan NaOH sebanyak 500 ml ke dalam reaktor.
7. Hidupkan dan atur suhu hotplate pada 300ºC. • Ingat !! Jangan pernah melalaikan
perhatian terhadap larutan yang sedang dipanaskan.
8. Apabila proses pendidihan telah berlangsung sempurna, maka waktu reaksi mulai
dihitung.
9. Jaga suhu pemanasan pada range 100ºC-150ºC. Proses pemasakan berlangsung selama
75 menit.
10. Setelah waktu pemasakan selesai, pemanas dimatikan. Reaktor dipindahkan dari
hotplate dan pulp didinginkan selama ±15-30 menit.
11. Sambil menunggu pendinginan pulp, panaskan air pembilas pulp hingga mendidih.
12. Saring bubur kertas dengan menggunakan kain penyaring/kain lap bersih.
13. Kemudian bilas dengan air panas, saring kembali dan bilas kembali hingga terbebas
dari NaOH (basa). Uji dengan kertas lakmus atau pH universal untuk pengecekan.
14. Peras pulp basah hingga kering, lalu timbang berat pulp yang diperoleh.
15. Masukkan pulp yang telah ditimbang ke dalam cawan porselin lalu dikeringkan di
oven ± 10 menit, suhu operasi oven 100oC.
16. Setelah proses drying selesai, cawan dimasukkan ke dalam desikator selama 5 menit.
Lalu timbang berat kering pulp.
17. Hitung persen kadar air dan yield pulp.

b. Pembuatan Paper
1. Tambahkan pulp kering dengan 100 ml air dan 10 ml larutan pemutih.
2. Aduk hingga rata, lalu bilas pulp dengan air sebanyak 3 kali.
3. Masukkan pulp (bubur kertas) ke dalam blender dan tambahkan air sebanyak 250 ml.
Kemudian haluskan.
4. Siapkan screen sablon, tuang pulp halus ke atas screen sablon, kemudian ratakan dan
tiriskan.
5. Letakkan screen dengan posisi terbalik diatas papan triplek. Lalu gosok screen
menggunakan rahel secara perlahan sambil dilap air menggunakan serbet. Lakukan
secara berulang hingga kering dan screen dapat dilepaskan dan pulp menempel pada
papan.
6. Jemur hingga setengah kering. Jika sudah benar-benar kering, buka kain yang
menutupinya dengan hati-hati. Atau kalau perlu disetrika dulu sebelum dibentuk, agar
lebih rapi. Kertas bisa dibentuk sesuai keinginan.

E. DATA PENGAMATAN

Bahan yang digunakan : kulit jagung


Berat bahan baku : 20 gram
Konsentrasi NaOH :1N
Rasio NaOH : Bahan baku : 1:1
Volume larutan NaOH : 500 mL
Temperatur proses : 97 oC- 100oC
Waktu proses : 75 menit
F. HASIL PENGOLAHAN DATA

NaOH : bahan Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok4

Kadar air 15,8 17,275 13,57 13,68

Yield 142,5% 76,26% 120,85% 125,94%

G. GRAFIK PERBANDINGAN

grafik perbandingan
160.00%
140.00%
120.00%
100.00%
80.00%
60.00% grafik
perbandingan
40.00%
20.00%
0.00%
0 2 4 6
NaoH = bahan baku

Berdasarkan grafik diatas, persamaan yang paling bagus adalah persamaan dengan rasio 0,8:1
karena menghasilkan kualitas kertas yang bagus.

H. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan pembuatan pulp and paper yang bertujuan agar kita
dapat mengetahui proses pembuatannya serta dapat memahami faktor yang mempengaruhi
pembuatan pulp and paper dan juga dapat mengembangkan variabel yang digunakan untuk
pembuatan pulp and paper. Pada umumnya bahan baku utama pembuatan pulp adalah kayu,
namun ada banyak alternatif lain yang dapat digunakan untuk mengganti kayu, salah satunya
adalah kulit jagung seperti yang kita gunakan pada praktikum kali ini. Kulit jagung yang
digunakan harus lah dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur di bawah terik matahari.
Lalu digunting menjadi potongan-potongan kecil dan ditimbang sebanyak 20 gram. Lalu
dimasukkan ke dalam reaktor (labu leher tiga) dan ditambahkan dengan larutan pemasak(NaOH
1N) yang kemudian dimasak menggunakan hot plate dengan suhu 300 oC selama 75 menit
setelah larutan mencapai titik didih (97 oC- 100c). Nilai banding kulit jagung dan larutan NaOH
adalah 1:1 sehingga didapat berat NaOH yang dibutuhkan untuk membuat 500mL larutan
pemasak adalah 20 gram. Apabila proses pendidihan telah berlangsung sempurna, maka waktu
reaksi mulai dihitung sampai 75 menit. Setelah proses pemasakan berakhir, pemanas dimatikan
dan pulp didinginkan selama 15-30 menit.
Tahap selanjutnya adalah proses penyaringan pulp menggunakan kain lap bersih serta
dibilas dengan air panas lalu disaring kembali. Ulangi proses ini sampai kandungan NaOH yang
ada pada pulp tak ada lagi, biasa ditandai dengan air bilasan yang berwarna bening atau dapat
dilakukan pengecekan menggunakan kertas lakmus/pH universal. Kemudian peras pulp basah
sampai kering dan timbang berat pulp yang diperoleh, yaitu 33,806 gram. Untuk menghitung
kadar air dibutuhkan berat pulp kering. Oleh karena itu, dilakukan proses drying dengan cara
mengeringkan pulp di oven dengan suhu 100 oC selama 10 menit. Lalu didinginkan di dalam
desikator selama 10 menit. Kemudian timbang berat pulp kering dan hitung persen kadar air juga
yield pulp.
Pada proses pembuatan paper, yang pertama dilakukan adalah proses bleaching
(pemutihan) dengan cara mencampurkan pulp kering dengan larutan NaClO (bycline) lalu dibilas
lagi minimal 3x. Setelah itu proses blending yang beertujuan agar pulp yang di peroleh lebih
halus dengan menggunakan blender. Selanjutnya proses pencetakkan menngunakan screen
sablon dengan cara menuang dan meratakan pulp halus. Kemudian gosok screen menggunakan
rahel secara perlahan sambil di lap air nya menggunakan serbet. Ulangi proses ini sampai screen
dapat dilepaskan dan pulp menempel pada papan. Tahap terakhir adalah pengeringan dengan
cara di jemur dan kertas bisa digunakan.
Hasil kadar air yang didapatkan saat praktikum pembuatan pulp dan paper yaitu 13,68%
dan berat pulp nya 25,188 gram yang berarti lebih berat daripada berat bahan baku pada
mulanya. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan kekuatan pada saat pulp diperas tidak maksimal
sehingga masih ada sisa-sisa air yang tertinggal. Lalu bandingkan berat pulp denganberat bahan
baku dan dikalikan 100% sehingga diperoleh hasil yield pulp sebesar 125,94 %. Nilai yield pulp
yang bagus adalah nilai yang mendekati 100% dan tidak lebih dari 100%. Untuk mendapatkan
nilai yield yang sempurna, perlu dilakukan pengulangan pada saat proses pemanasan
menggunakan oven agar didapat nilai yang konstan. Namun karena keterbatasan waktu, pada
praktikum ini hanya dilakukan sekali proses pemanasan menggunakan oven sehingga nilai yield
pulp nya meleihi 100%

I. KESIMPULAN
 Kadar air yang diperoleh adalah 13,68%
 Berat pulp yang diperoleh adalah 25,188 gra,
 Berat yield pulp yang dieroleh adalah 125,94%
 Semakin tinggi konsentrasi NaOH maka semakin lama waktu pemasakan,
 Semakin tinggi konsentrasi NaOH maka rendemen dan kadar Air pulp semakin rendah
 Semakn tinggi kadar NaOH maka kadar Lignin pulp semakin tinggi dan kadar Selulosa
pulp cenderung menurun.

J. DAFTAR PUSTAKA

Dari Internet:

http://eprints.polsri.ac.id/1870/1/COVER.pdf
http://jurnalselulosa.org/index.php/jselulosa/article/view/39
http://eprints.ums.ac.id/36164/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf
https://media.neliti.com/media/publications/279627-jurnal-review-analisis-bahan-bahan-
alter-86320da8.pdf
http://ejournal.kemenperin.go.id/dkb/article/view/1180

K. DATA PERHITUNGAN

1) Menghitung rasio NaOH : bahan baku (rasio 1 : 1)


Berat bahan baku =20 gram
𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝑁𝑎𝑂𝐻
Berat NaOH = 𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 × berat bahan baku

1
= 1× 20 gram = 20 𝑔𝑟𝑎𝑚

2) Menghitung kadar air


𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑢𝑙𝑝 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ−𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑢𝑙𝑝 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔
Kadar air = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑢𝑙𝑝 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ
× 100 %

33,806−29,18
= × 100 %
33,806

= 13,68 %

3) Menghitung berat pulp


Berat pulp = Berat pulp kering – (kadar air x berat pulp kering)
= 29,18 – (13,68% x 29,18 gram)
=25,188 gram
4) Menghitung yield pulp
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑢𝑙𝑝
= × 100 %
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢
25,188
= × 100 % = 125,94
20