Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PRAKTIKUM

PRACTICE COMPOUNDING AND DISPENSING


“KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI”

Disusun Oleh :
Putu Asti Widyanti
1920374159

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pemberian informasi obat memiliki peranan penting dalam rangka memperbaiki
kualitas hidup pasien dan menyediakan pelayanan bermutu bagi pasien. Kualitas hidup dan
pelayanan bermutu dapat menurun akibat adanya ketidakpatuhan terhadap program
pengobatan. Penyebab ketidak patuhan tersebut salah satunya disebabkan kurangnya informasi
tentang obat. Selain itu, regimen pengobatan yang kompleks dan kesulitan mengikuti regimen
pengobatan yang diresepkan merupakan masalah yang mengakibatkan ketidakpatuhan
terhadap pengobatan. Selain masalah kepatuhan, pasien juga dapat mengalami efek yang tidak
diinginkan dari penggunaan obat.
Jenis informasi yang diberikan apoteker pada pasien yang mendapat resep baru meliputi
nama dan gambaran obat, tujuan pengobatan, cara dan waktu penggunaan, saran ketaatan dan
pemantauan sendiri, efek samping dan efek merugikan, tindakan pencegahan, kontraindikasi,
dan interaksi, petunjuk penyimpanan, informasi pengulangan resep dan rencana pemantauan
lanjutan. Selain itu, diskusi penutup juga diperlukan untuk mengulang kembali dan
menekankan hal-hal terpenting terkait pemberian informasi mengenai obat. Dengan
diberikannya informasi obat kepada pasien maka masalah terkait obat seperti penggunaan obat,
efek samping, interaksi obat, dan lain-lain dapat dihindari. Oleh sebab itu perlu mempelajari
tentang komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terhadap pasien.

B. TUJUAN
Menguasai cara pemberian KIE pada pasien yang menggunakan pil KB
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Metode kontrasepsi modern pada dasarnya adalah metode kontrasepsi dengan alat
bantu yang lebih modern. Metode ini diantaranya adalah dengan penggunaan AKDR (Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim), kondom, spermisida, diafragma, susuk dan pil. (Adsense, 2010)
Cara kontrasepsi modern/metode efektif. Cara kontrasepsi ini dibedakan atas
kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen. Kontrasepsi tidak permanen dapat
dilakukan dengan pil, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), suntikan, dan norplant.
Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan matoda mantap, yaitu dengan
operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita), dan vasektomi (sterilisasi pada pria).

A. PIL KOMBINASI
Pil kombinasi merupakan pil kontrasepsi yang sampai saat ini dianggap paling efektif.
Selain mencegah terjadinya ovulasi. Pil juga mempunyai efek lain terhadap traktus genitalis,
seperti menimbulkan perubahan-perubahan pada lendir serviks, sehingga menjadi kurang
banyak dan kental, yang mengakibatkan sperma tidak dapat memasuki kavum uteri. Juga
terjadi perubahan-perubahan pada motilitas tuba Fallopii dan uterus. (Sarwono, 2010:546)
Selain pengertian tentang pil kombinasi tersebut diatas, selanjutnya kelompok
memberikan penjelasan tentang profil, jenis, cara kerja, manfaat juga indikasi dan
kontraindikasi pil kombinasi, dan sebagai sumber utama yang dipakai acuan adalah Buku
Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi yang dikemukakan oleh Abdul Bari S. (2006)

1. Profil
- Efektif dan reversibel
- Harus diminum setiap hari
- Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan perdarahan bercak yang
tidak berbahaya dan segera akan hilang
- Efek samping serius sangat jarang terjadi
- Dapat dipakai oleh semua ibu usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak
maupun belum
- Dapat mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil
- Tidak dianjurkan pada Ibu yang menyusui
- Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat

2. Jenis
- Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon
aktif
- Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa
hormon aktif
- Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa
hormon aktif

3. Cara Kerja
- Menekan ovulasi
- Mencegah implantasi
- Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma
- Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan
terganggu pula

4. Manfaat
- Memiliki efektifitas yang tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila
digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama
penggunaan)
- Risiko terhadap kesehatan sangat kecil
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia),
tidak terjadi nyeri haid
- Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya
untuk mencegah kehamilan
- Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause
- Mudah dihentikan setiap saat
- Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan
- Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat
- Membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium dan endometrium, kista
ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara, dismenore, atau
akne

5. Keterbatasan
- Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari
- Mual, terutama pada 3 bulan pertama
- Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama
- Pusing
- Nyeri payudara
- Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan
justru memiliki dampak positif
- Berhenti haid (amenore), jarang pada pil kombinasi
- Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI)
- Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan
suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang
- Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga risiko stroke, dan
gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada perempuan
>35 tahun dan merokok perlu hati-hati
- Tidak mencegah IMS, HBV, HIV/AIDS

6. Yang Dapat Menggunakan Pil Kombinasi


Pada prinsipnya hampir semua ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti:
- Usia reproduksi
- Telah memiliki anak ataupun belum memiliki anak
- Gemuk atau kurus
- Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi
- Setelah melahirkan dan tidak menyusui
- Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan ASI ekslusif, sedangkan semua
cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi ibu tersebut
- Pascakeguguran
- Anemia karena haid berlebihan
- Nyeri haid hebat
- Siklus haid tidak teratur
- Riwayat kehamilan ektopik
- Kelainan payudara jinak
- Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata, dan saraf
- Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor ovarium jinak
- Menderita tuberkulosis (kecuali yang sedang menggunakan rifampisin)
- Varises vena

7. Yang Tidak Boleh Menggunakan Pil Kombinasi


- Hamil atau dicurigai hamil
- Menyusui ekslusif
- Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya
- Penyakit hati akut (hepatitis)
- Perokok dengan usia >35 tahun
- Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180/110 mmHg
- Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis >20 tahun
- Kanker payudara atau dicurigai kanker payudara
- Migrain dan gejala neurologik fokal (epilepsi/riwayat epilepsi)
- Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari

8. Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi


- Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak hamil
- Hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
- Boleh menggunakan pada hari ke 8, tetapi perlu menggunakan metode kontrasepsi
yang lain (kondom) mulai hari ke 8 sampai hari ke 14 atau tidak melakukan
hubungan seksual sampai Anda telah menghabiskan paket pil tersebut
- Setelah melahirkan:
 Setelah 6 bulan pemberian ASI ekslusif
 Setelah 3 bulan dan tidak menyusui
 Paska keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari)
- Bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi, dan ingin menggantikan dengan
pil kombinasi, pil dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid

9. Intruksi Kepada Klien


Catatan: tunjukkan cara mengeluarkan pil dari kemasannya dan pesankan untuk
mengikuti panah yang menunjuk deretan pil berikutnya
- Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari
- Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai ke 7 siklus haid
- Sangat dianjurkan penggunaannya pada hari pertama haid
- Pada paket 28 pil, dianjurkan mulai minum pil plasebo sesuai dengan hari yang ada
pada paket
- Beberapa paket pil mempunyai 28 pil, yang lain 21 pil. Bila paket 28 pil habis,
sebaiknya anda mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket 21 habis, sebaiknya
tunggu 1 minggu baru kemudian mulai minum pil dari paket yang baru
- Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, ambillah pil yang lain
- Bila terjadi muntah hebat atau diare lebih dari 24 jam, maka bila keaadaan
memungkinkan dan tidak memperburuk keadaan Anda, pil dapat diteruskan
- Bila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih, cara penggunaan pil
mengikuti cara menggunakan pil lupa
- Bila lupa minum 1 pil (hari 1-21), segera minum pil setelah ingat boleh minum 2 pil
pada hari yang sama. Tidak perlu menggunakan kontrasepsi yang lain. Bila lupa 2 pil
atau lebih (1-21 hari), sebaiknya minum 2 pil setiap hari sampai sesuai jadwal yang
ditetapkan. Juga sebaiknya gunakan metode kontrasepsi yang lain atau tidak melakukan
hubungan seksual sampai telah menghabiskannya
- Bila tidak haid, perlu segera ke klinik untuk tes kehamilan

10. Informasi lain yang perlu disampaikan


 Pada masa permulaan menggunakan pil kadang-kadang timbul mual, pening atau sakit
kepala, nyeri payudara serta pendarahan bercak (spotting) yang bisa hilang sendiri.
Kelainan seperti ini muncul terutama pada 3 bulan pertama penggunaan pil, dan makin
lama penggunaannya kelainan tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Cobalah
minum pil pada saat hendak tidur atau pada saat makan malam. Bila tetap saja muncul
keluhan, silahkan konsultasi ke dokter
 Beberapa jenis obat dapat mengurangi efektivitas pil, seperti rifampisin, fenitoin
(Dilantin), barbiturate, griseofulvin,trisiklik antidepresan, ampisilin, dan penisilin,
tetrasiklin. Klien yang memakai obat-obatan diatas untuk jangka panjang sebaiknya
menggunakan pil kombinasi dengan dosis etinilestradiol 50 µg atau dianjurkan
menggunakan metode kontrasepsi yang lain.

11. Efek Samping


Efek samping yang biasa ditemukan dalam pil kombinasi pada umumnya ditemukan
dengan kelebihan estrogen atau progesteron.
a. Efek karena kelebihan estrogen
Mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada mammae, fluor albus.
Rasa mual terkadang disertai muntah, diare, dan rasa perut kembung.
Retensi cairan disebebkan oleh kurangnya pengeluaran air minum dan dapat
meningkatkan bertambahnya berat badan. Sakit kepala sebagian juga disebabkan
oleh retensi cairan
Sedangkan apabila kadar estrogen rendah akan mengakibatkan spotting dan
breakthrough bleeding dalam masa intermenstruum. (Sarwono, 2005:546)
b. Efek karena kelebihan progestagen
Progestagen dalam dosis yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan tidak
teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambah berat badan, akne, alopesia,
kadang-kadang mammae mengecil, fluor albus, hipomenore.
Bertambahnya berat badan karena progestagen kiranya disebabkan oleh adanya
oleh bertambahnya nafsu makan dan efek metabolik hormon.
Akne dan alopesia bisa timbul karena efek androgenik dari jenis progestagen.
Progestagen dapat mengecilkan mammae.
Fluor albus yang kadang-kadang ditemukan pada pil dengan progestagen dalam
dosis tinggi, mungkin disebabkan oleh meningkatnya infeksi dengan kandida
albicans. (Sarwono, 2010:548)

Tabel perhatian khusus untuk penggunaan pil kombinasi


Keadaan Saran
Tekanan darah tinggi Sistolik >160mmHg, atau Pil tidak boleh digunakan
diastolic >90mmHg

Kencing manis Tanpa komplikasi Pil dapat diberikan

Migraine Tanpa gejala neurologic Pil dapat diberikan


fokal yang berhubungan
dengan nyeri kepala

Menggunakan obat fenitoin, Pil dengan dosis


barbiturate, rifampisin etinilestradiol 50 µg

Anemia bulan sabit Pil jangan digunakan

Tabel penangan efek samping yang sering terjadi dan masalah-masalah kesehatan lainnya.
Efek samping atau Penanganan
masalah

Amenorea Periksa dalam atau tes kehamilan. Bila tidak hamil dan klien
minum pil dengan benar, tenanglah. Tidak datang haid
kemungkinan besar karena kurang adekuatnya efek estrogen
terhadap endometrium. Tidak perlu pengobatan khusus.
Coba berikan pil dengan dosis estrogen 50 µg atau dosis
estrogen tetap, tetapi dosis progestin dikurangi. Bila klien
hamil intrauterine, hentikan pil, dan yakinkan pasien bahwa
pil yang telah diminumnya tidak punya efek pada janin

Mual, pusing atau muntah Tes kehamilan, atau pemeriksan ginekologik. Bila tidak
(akibat reaksi anafilaktik) hamil, sarankan minum pil saat makan malam, atau sebelum
tidur

Pendarahan pervaginam/ Tes kehamilan, atau pemeriksaan ginekologik. Sarankan


spotting minum pilpada waktu yang sama. Jelaskan bahwa
pendarahan/ spotting hal yang biasa terjadi pada 3 bulan
pertama, dan lambat laun akan berhenti. Bila
pendarahan/spotting tetap saja terjadi, ganti pil dengan dosis
estrogen lebih tinggi (50 µg) sampai pendarahan teratasi, lalu
kembali ke dosis awal. Bila pendarahan/spotting timbul lagi,
lanjutkan lagi dengan dosis 50 µg, atau ganti dengan metode
kontrasepsi lain.

Tabel keadaan yang perlu mendapat perhatian


Tanda Masalah yang mungkin terjadi

Nyeri dada hebat, batuk, nafas pendek Serangan jantung atau bekuan darah didalam paru

Sakit kepala hebat Stroke, hipertensi, migrain

Nyeri tungkai hebat (betis atau paha) Sumbatan pembuluh darah tungkai

Nyeri abdomen hebat Penyakit kandung empedu, bekuan darah pankreatitis

Kehilangan penglihatan atau kabur Stroke, hipertensi, atau masalah vaskular

Tidak terjadi pendarahan/spotting setelah Kemungkinan kehamilan.


selesai minum pil

12. Memilih Pil Kombinasi


Pada prinsipnya berbagai pil kombinasi mempunyai efektivitas yang sama, walaupun
untuk pil yang mengandung hanya 20µg estrogen hal itu mungkin sedikit kurang. Pil yang
mengandung estrogen yang kurang dari 50µg juga lebih sering menimbulkan gangguan
perdarahan, sedangkan pil yang mengandung lebih dari 50µg dapat menimbulkan mual dan
sebagainya. Sebaiknya pada pemberian pil untuk pertama kali, dipakai pil yang mengandung
50µg mestranol dan 1mg norethindrone. Jika pasien mendapat banyak efek samping yang
disebabkan estrogen, gantilah dengan pil yang mengandung estrogen kurang dari 50µg. Jika
terjadi break-through bleeding, gantilah dengan pil yang memiliki dosis estrogen yang lebih
tinggi.

13. Kunjungan Ulang


Wibisono (2001) dalam bukunya tentang Panduan Baku Klinis Program Pelayanan
Keluarga Berencana mengemukakan bahwa kunjungan ulang pertama sebaiknya dilakukan
dalam 3 bulan, sedang untuk pemakaian yang terus-menerus sebaiknya tiap 6-12 bulan. Dan
berikan klien kartu peserta KB yang berisi nama pil, kode klinik dan tanggal kapan kunjungan
selanjutnya.
Jelaskan pada klien baru, bahwa mereka boleh kapanpun kembali ke klinik apabila ada
keluhan dan lakukan pengamatan lanjut dengan:
 Tanyakan pada klien dan pasangannya bila memungkinkan, apakah mereka puas
dengan metoda tersebut
 Tanyakan pada klien bagaimana minum pil agar yakin obat itu diminum dengan benar.
Anjurkan dia untuk menunjukan paket pil yang dibawanya.
 Periksa tekanan darah,BB, dan pemeriksaan lain bila perlu
 Tanyakan tentang efek samping atau masalah-masalah, termasuk:
 Penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan
 Nyeri dada dan lengan
 Bengkak, kemerahan dan nyeri tungkai, nyeri perut
 Ikterus (pada mata dan kulit)
 Sakit kepala yang tidak pernah diderita sebelumnya atau perubahan sakit kepala
yang biasanya dialami
 Spotting atau pendarahan bercak antara haid
 Tidak mendapat haid
 Perubahan pada payudara (nyeri, tegang, bengkak)
 Mual dan muntah
 Pertambahan berat badan atau penurunan berat badan
 Vaginal discharge atau infeksi
 Sering lupa minum pil
 Kebiasaan merokok saat ini
 Berilah penjelasan ringkas untuk menggunakan kondom dan atau spermisida dalam
kasus dimana klien tidak dapat bertoleransi dengan pil kombinasi. Lupa minum pil atau
resiko tertular PMS termasuk HIV/AIDS
 Bila klien tidak dalam suatu kondisi perhatian khusus dalam penggunaan pil atau klien
merasa metoda atau efek samping yang tak dapat diterima, bantulah ia menemukan
metoda pilihan lainnya.
BAB III
PEMBAHASAN

Kasus:

Seorang ibu Devi, menunda kehamilan karena barusan melahirkan dan meyusui bayinya
kemudian konsultasi kedokter, dianjurkan meminum pil kb yang khusus untuk ibu menyusui,
setelah periksa dari dokter kemudian membawa resepnya diapotik saudara. Setelah membaca
resep, saudara selaku farmasis segera melayani pasien, dengan segera melihat ketersediaan
obatnya (ada, tidak ada, atau ada dengan merk lain)

Resep

Tugas:

Setelah menyiapkan obatnya, kemudian menyerahkan obat kepada pasiean dengan


mengkomunikasikan ke pasien dengan tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat pemakaian.
Apoteker mempunyai kewajiban memilihkan pil KB yang tepat untuk ibu yang sedang
menyusui

Keterangan :
Di apotek tersedia pil KB Andalan khusus untuk ibu yang sedang menyusui. Ibu Devi
sebelumnya belum pernah minum pil KB.

A. SKRINING ADMINISTRATIF

a. Nama dokter : ada


b. No SIP : ada
c. Alamat praktek : ada
d. Tgl penulisan resep : Tidak ada
e. Tanda R/ : ada
f. Paraf dokter : ada
g. Nama obat : ada
h. Jumlah obat : ada
i. Aturan pakai : ada
j. Nama pasien : ada
k. Umur pasien : tidak ada
l. Alamat pasien : tidak ada

B. SKRINING FARMASETIS

No Nama Obat Bentuk Sediaan Dosis Obat Kandungan Obat


Obat

1 Andalan Tablet 1x sehari 1 tablet di Linestrenol 0,5 mg


Laktasi waktu/jam yang sama
setiap harinya
2 Asifit Kaplet 1x sehari 1 kaplet Ekstrak daun katuk
sesudah makan 114 mg, vitamin B12
20 mcg, vitamin B6
15 mg, vitamin B2 25
mg, vitamin B1 10
mg
3 Sangobion Kapsul 1x1 kapsul sehari pada Ferrous gluconate,
waktu atau sesudah Manganese sulfate,
makan Copper sulfate,
Vitamin C, Asam
folat, Vitamin B12,
Sorbitol.

No Nama obat Komposisi Indikasi Kontra indikasi Interaksi Efek


Obat samping

1. Andalan Linestrenol Kontrasepsi - - Spotting


(Laktasi) 0,5 mg oral untuk pada bulan-
Pil mencegah bulan
kehamilan pertama,
sakit kepala,
mual dan
payudara
terasa
lembek

2. Asifit Ekstrak daun Suplemen Hipersensitif - Hipotensi


Kaplet katuk 114 untuk
(Jarang
mg, Vit B12 Membantu
terjadi)
20 mcg, B6 melancarkan
15 mg, B2 2,5 ASI
mg, B1 10 mg

3. Sangobion Fe glukonat Anemia yang Hipersensitif, Tetrasiklin Muntah,


Kapsul 250 mg, disebabkan kalainan fungsi zat iritasi
Mangan defisiensi besi besi/penumpukan lambung,
sulfat 0,2 dan mineral zat besi konstipasi,
mg, lainnya yang diare, colik
Tembaga berperan
sulfat 0,2 dalam
mg, Vit C 50 pembentukan
mg, Asam darah
folat 1 mg,
Vit B12 7,5
mcg, sorbitol
25 mg.

D. KIE

1. Pil KB Andalan Laktasi diminum 1x sehari 1 pil setiap harinya di waktu/jam yang
sama. Diminum pada saat hari pertama menstruasi.
2. Sangobion diminum 1xsehari 1 kapsul makan sesudah makan
3. Efek samping dari penggunaan asifit
4. Efek samping pil KB
5. Efek samping dari penggunaan sangobion yaitu Feses berwarna kehitaman, air
kencing berwarna kekuningan dan gangguan sistem pencernaan.
6. Cara menggunakan Pil KB

DIALOG

Apoteker “Selamat pagi Ibu, ada yang bisa saya bantu?

Pasien “Selamat siang Mbak. Saya mau menebus resep saya.”

Apoteker “Baik Ibu. saya cek dulu ya resep nya, silakan duduk dulu”

Pasien “iya mbak.”

Apoteker menskrining resep

Apoteker “Atas nama Ny. Devi?”

Pasien “Ya saya mbak”

Apoteker “ Ibu alamatnya dimana?”

Pasien “ Di Jln mangga no 2 solo mbak”

Apoteker Ibu usianya berapa ya bu ?

Pasien 30 tahun mbak

Apoteker “ Ibu tadi benar periksa dengan dokter tutik isminarti?”

Pasien “iya benar mbak?”

Apoteker “Apakah obat ini digunakan oleh ibu sendiri?

Pasien “Ya untuk saya sendiri mbak”


Apoteker “Baik Ibu, Apakah Ibu ada waktu sekitar 10 menit untuk ikut saya ke ruang
konseling?”

Pasien “Konseling apa ya mbak?”

Apoteker “Konseling untuk menjelaskan tentang cara menggunakan obat yang akan Ibu
peroleh.”

Pasien “Oh iya bisa mbak”

Apoteker “Baik ibu mari ikut saya ya .”

Menuju ke ruang konseling

Apoteker “ Silakan duduk ibu”

Pasien “ Terimakasih mbak?.”

Apoteker mencatat data diri pasien di buku konseling

Apoteker “Ibu perkenalkan Saya Apoteker Putu Asti, Apoteker di Apotek Setia Budi
Sebelumnya Saya catat data ibu dulu,
Ibu atas nama Devi, umurnya 30 th, alamatnya di Jl. Mangga no,2 Solo ya bu..

Pasien “Benar mbak”

Apoteker “ Apakah dokter sudah menjelaskan mengenai pengobatan ini?”

Pasien “Iya, sudah mbak. Katanya saya dapat obat untuk menunda kehamilan,
suplemen ASI dan penambah darah”

Apoteker “Apakah dokter sudah menjelaskan tentang cara minum obat yang akan ibu
terima?”

Pasien “Belum mbak. Katanya nanti dijelaskan apotekernya”

Apoteker “Apakah ibu sudah dijelaskan tentang harapan setelah penggunaan obat ini?”

Pasien “Sepertinya belum mbak.”

Apoteker “Apa ibu ada riwayat alergi?”

Pasien “gak ada mbak”

Apoteker "Apakah ibu sedang hamil?"

Pasien "gak mbak, tp saya baru saja melahirkan"

Apoteker Kapan ibu melahirkan?


Sudah 1,5 bulan yang lalu mbak.

Apoteker “Ada riwayat penyakit lain dan keluhan lain ibu?”

Pasien “Tidak ada mbak,saya hanya ingin menunda kehamilan saya saja mbak karena
saya baru saja hamil dan melahirkan, jadi mau ngasih jeda dulu biar ga isi lagi
hehee”

Apoteker “Kalau boleh saya tahu, apakah ibu sedang konsumsi obat lain sekarang?”

Pasien “Tidak mbak, saya tidak sedang mengkonsumsi obat apapun sekarang, soalnya
saya juga lagi menyusui asi eklusif mbak”

Apoteker baik bu. Jadi ini ibu mendapatkan 3 obat yah bu. Yang pertama ini ada obat
Asifit untuk membantu memperlancar ASI diminum 1 x sehari 1 tablet setelah
makan yah bu. Kemudian ini yang kedua Sangobion, vitamin yah bu supaya
gak kurang darah diminum 1 x sehari 1 kapsul 30 menit setelah makan. Yang
ketiga ini pil Andalan laktasi untuk mencegah kehamilan.

Pasien “Oh seperti itu ya mbak”

Apoteker pil Andalan laktasi ini dapat dikonsumsi 6 minggu setelah melahirkan. Ibu
kemaren melahirkan pada tanggal berapa bu?
Pasien “tgl 14 februari mbak.”

Apoteker “Berarti sudah bisa diminum bu. Nanti mulai minumnya pada hari pertama
haid yah bu. Ibu sudah haid bulan ini bu?”
Pasien Belum mbak. Sekitar tanggal 15 sy haid mbak

Apoteker Kalau begitu diwaktu hari pertama ibu haid bulan ini langsung diminum yah
bu obatnya. 1 hari 1 pil bu. Besoknya minum lagi 1 pil di jam yang sama yah
bu dengan pada awal minum. Petunjuknya bisa dilihat dibelakang obatnya ini
yah bu. Apakah bisa dimengerti bu?
Pasien Iya mengerti mbak

Apoteker Baik bu. Kalau misalnya ibu lupa minum pil andalan laktasi ini, kalau lupa 1
hari kurang dari 12 jam, langsung diminum pada jam waktu ibu ingat yah bu,
kemudian berikutnya minum sesuai jam pertama kali diminum. Dan kalua lupa
1 pil lebih dari 12 jam ibu langsung minum pilnya sesegera mungkin ya bu
walaupun waktunya berdekatan dgn minum obat yg sblmnya. Jika ibu lupa
minum 2 pil/2 hari, maka minum 2 pil yang terlupa sekaligus lalu minum 2 pil
keesokan harinya. Tetapi Jika lupa minum 3 pil atau lebih, maka manfaat pil
sudah tidak ada bu. Jadi hentikan saja penggunaan yang tersisa dan gunakan
kondom atau hindari hubungan seksual. Kembali minum Pil KB Laktasi
setelah periode menstruasi berikutnya. Tapi ibu supaya tidak lupa buat saja
alarm di hpnya bu. Jadi tiap hari bisa bunyi di waktu ibu harus minum obatnya.
Pasien Oh begitu ya mbak..

analasis Untuk efek samping biasanya pada waktu haid ada bercak-bercak darah bu
pada bulan – bulan pertama, bisa terjadi sakit kepala, mual dan payudara terasa
lembek. Namun pada umumnya semua efek samping akan berangsur hilang
setelah beberapa kali penggunaan bu, jadi jangan khawatir. Ibu banyak istirahat
dan banyak minum air yah bu. Supaya air asi nya pun juga lancar. Dan jangan
lupa juga ya bu nanti semua obatnya disimpan di kotak obat yah bu atau di
tempat yang kering, yang terlindung dari cahaya.
Baik mba Iya mbak..

Apoteker “Apa ada yang mau ditanyakan lagi Ibu?”

Pasien “Sudah cukup jelas kok Mba”

Apoteker “Kalau begitu, apakah Ibu bisa mengulangi aturan pakainya tadi?”

Pasien “ Bisa mba.”


dari dokter anak saya mendapatkan 3 jenis obat, yaitu

obat Asifit untuk ASI diminum 1 x sehari 1 tablet setelah makan, Sangobion
vitamin untuk kurang darah diminum 1 x sehari 1 kapsul 30 menit setelah
makan. Pil Andalan laktasi untuk mencegah kehamilan diminum hari pertama
haid 1 pil, hari berikutya 1 pil dijam yang sama dengan hari sebelumnya, dst.
Kalau lupa minum pil andalan 1 hari, langsung minum pas ingat dan minum
juga pil untuk hari itu pada jam yang sudah diatur. Lupa 2 hari minum 2 pil pas
ingat, besoknya minum 2 pil juga. Lebih dari 3 hari tidak bermanfaat pilnya.
Apoteker “Iya ibu benar sekali, saya rasa Ibu sudah sangat paham dengan pengobatan
ibu. Apa ada yang ingin ditanyakan atau kurang jelas?”

Pasien “Sudah mba, tidak ada lagi.”

Apoteker “Baik ibu, Saya rasa sudah cukup konselingnya. “ apa bila ibu masih merasa
ada yang bingung ibu bs tanyakan langsung pada saya ya bu, dinomor kartu
pengenal sy ini.
semoga asinya lancar terus ya bu, dan semoga ibu dan anak ibu sehat selalu ya
bu..

Pasien “ Iya mbak, terimakasih untuk semua info dan doanya”

Apoteker “Sama-sama ibu.”

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-12593-Paper.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20117/4/Chapter%20II.pdf

Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kandungan. PT Bina Pustaka: Jakarta

Saifuddin, Abdul Bari. 2005. Buku Panduan Praktis Pelayanan ontrasepsi. PT Bina Pustaka:
Jakarta

Wijono, Wibisono. 2001. Panduan Baku Klinis Program Pelayanan Keluarga Berencana.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat
Direktorat Kesehatan Keluarga