0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
106 tayangan7 halaman

Panduan Mensitasi Karya Ilmiah Efektif

Teks tersebut membahas tentang pentingnya proses mensitasi dalam penulisan karya ilmiah untuk menghindari plagiarisme. Beberapa poin penting yang dijelaskan adalah cara memilih sumber yang akurat, membaca sumber sebelum mensitasi, teknik parafrase, jenis kutipan dan cara yang benar dalam mensitasi.

Diunggah oleh

andi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
106 tayangan7 halaman

Panduan Mensitasi Karya Ilmiah Efektif

Teks tersebut membahas tentang pentingnya proses mensitasi dalam penulisan karya ilmiah untuk menghindari plagiarisme. Beberapa poin penting yang dijelaskan adalah cara memilih sumber yang akurat, membaca sumber sebelum mensitasi, teknik parafrase, jenis kutipan dan cara yang benar dalam mensitasi.

Diunggah oleh

andi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Salah satu tahapan penting yang menentukan kualitas dari suatu karya ilmiah

yaitu adalah proses mensitasi. Mensitasi berarti mengutip informasi dari sumber
artikel ilmiah lain untuk digunakan sebagai informasi tambahan ataupun pendukung
dari sebuah pernyataan yang bersifat ilmiah. Selain itu, mensitasi juga berarti
memberikan informasi mengenai sumber yang Ia kutip dalam karya tulisnya. Melalui
sitasi, seorang penulis akan terhindar dari plagiarisme yang sangat masif terjadi
dalam proses penulisan karya ilmiah. Reputasi seorang penulis akan terancam bila
plagiarisme terjadi dalam penulisan suatu karya ilmiah. Dengan demikian, diperlukan
pemahaman khusus mengenai proses mensitasi agar karya tulis yang dihasilkan dapat
memberikan informasi yang akurat dan terhindar dari plagiarisme. Ada beberapa
langkah yang perlu diperhatikan sebelum mensitasi artikel ilmiah:

1. Memilih Sumber Artikel Ilmiah


Sumber artikel ilmiah yang digunakan akan menjadi fondasi dari karya
tulis yang dibuat. Bahkan terkadang artikel ilmiah yang dikutip dapat
menggambarkan seberapa jauh pengetahuan penulis terhadap topik yang ditulis.
Dalam memilih artikel ilmiah, dianjurkan untuk memulainya dari topik utama
yang bersifat umum. Kemudian mulai membatasi dengan topik – topik khusus
sesuai dengan masalah utama karya tulis yang dibuat.
Setiap karya tulis ilmiah memiliki tahun publikasi, penulis dapat
memulainya dari tahun publikasi yang paling baru. Hal ini akan membantu dalam
memperoleh informasi penting yang paling baru mengenai topik yang ingin
dikembangkan. Setelah itu, penulis dapat membaca artikel ilmiah yang
dipublikasikan pada tahun yang lampau. Dengan demikian diharapkan penulis
mendapatkan gambaran perkembangan informasi serta masalah - masalah dari
topik yang ingin ditulis.

2. Wajib Membaca Sebelum Mensitasi


Bacalah dengan baik artikel yang ingin disintasi. Jangan sesekali mensitasi
tanpa membaca artikel yang bersangkutan sebelumnya. Hal ini akan
memungkinkan terjadinya plagiarisme dalam proses menulis. Bila kesulitan
dalam mengakses secara lengkap sumber artikel yang bersangkutan, dianjurkan
melihat bagian abstrak dari karya tulis tersebut. Abstrak umumnya akan
menjelaskan mengenai isi penting dari setiap artikel ilmiah. Namun, membaca
artikel secara lengkap masih tetap lebih dianjurkan.

3. Gunakan Teknik Parafrase


Parafrase dapat diartikan sebagai mengungkapkan atau menuliskan kembali
suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa sendiri, namun tanpa mengubah
makna yang dimaksud oleh penulis aslinya. Teknik parafrase ini akan membantu
dalam menghindari terjadinya plagiarisme. Perhatikan salah satu pengaplikasian
teknik parafrase dibawah ini
Kalimat Asli
Satwa endemik biawak komodo (Varanus komodoensis) merupakan kadal
terbesar di dunia yang saat ini masih hidup, habitatnya terbatas di Indonesia.
Dalam membuat kalimat parafrase diperlukan beberapa teknik mendasar, yaitu :
Kalimat Parafrase
Biawak komodo (Varanus komodoensis) merupakan kadal predator puncak yang
hidup hanya di Indonesia.

a. Pastikan mengerti makna utama dari kalimat tersebut


Inti kalimat diatas menjelaskan mengenai satwa biawak komodo dan
distribusinya.
b. Cermati kata induk dari kalimat tersebut
Kata induk (biawak komodo (Varanus komodoensis)) merupakan kata penting
yang kedudukannya tidak dapat diubah ketika parafrase dilakukan. Biasanya
kata induk merupakan fakta yang diperoleh melalui hasil penelitian. Kata
induk yang terkandung dalam kalimat diatas, yaitu :
- Biawak komodo (Varanus komodoensis) : merupakan nama lokal dan
nama latin satwa yang kedudukannya jelas tidak dapat diubah.
- Indonesia : merupakan pernyataan yang sangat bersifat ilmiah, dengan
kata lain didukung oleh data hasil penelitian yang pernah dilakukan
mengenai distribusi biawak komodo.
c. Cermati kata penjelas dari kalimat tersebut
Kata penjelas (bergaris bawah) pada kalimat merupakan kata yang dapat
diubah dengan cara mencari sinonim atau mengubah dengan menggunakan
bahasa sendiri. Perlu diperhatikan bahwa ketika mengganti kata penjelas,
tidak mengubah makna utama dari kalimat.
- Satwa endemik diubah menjadi hidup hanya di.......
- Merupakan kadal terbesar didunia yang saat ini masih hidup diubah
menjadi merupakan kadal predator puncak...

4. Pahami pernyataan yang membutuhkan dan tidak membutuhkan sitasi.


Tidak semua pernyataan yang ditulis membutuhkan sitasi. Umumnya sitasi
diperlukan pada pernyataan yang tidak umum dan merupakan hasil penelitian
yang telah dilakukan. Sedangkan untuk jenis pernyataan : hasil observasi,
eksperimen, pengalaman, dan opini pribadi, diperbolehkan untuk tidak
menggunakan sitasi.
a. Contoh penyataan membutuhkan sitasi :
- Biawak komodo memiliki daya jelajah harian dengan radius 250 – 500
meter
- Salah satu ancaman populasi biawak komodo di Pulau Flores adalah
aktivitas manusia : membuka lahan untuk pertanian, pemukiman, dan
infrastruktur lainnya
Kedua pernyataan diatas merupakan pernyataan yang tidak umum, dan
tampak seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Dengan
demikian, kedua kalimat tersebut harus diberikan sitasi.
b. Contoh pernyataan tidak membutuhkan sitasi
- Biawak komodo adalah hewan buas
- Biawak komodo merupakan kadal terestrial
Kedua pernyataan diatas merupakan pernyataan umum yang menjelaskan
satwa biawak komodo. Kedua pernyataan jelas sudah tidak asing lagi pada
kalangan ilmiah biawak komodo, sehingga dapat tidak menggunakan sitasi.

Jenis-jenis Kutipan
1. Kutipan langsung (‘to quote’), mengutip sama persis seperti sumbernya. Ada 2
macam : panjang dan pendek
2. Kutipan tidak langsung (to paraphrase), mengambil gagasan/ide dari sumber
tertentu tetapi dikalimatkan dengan bahasa si pengutipnya = menyitir (sitiran)
3. Kutipan dari sumber kedua, mengutip yang dikutip orang lain dalam suatu
naskah.

Prinsip-prinsip Mengutip (Langsung)


1. Jangan mengadakan perubahan, jika terpaksa untuk tujuan tertentu, harus disertai
keterangan dalam tanda kurung segi empat. Contoh: [cetak tebal dari penulis].
2. Bila ada kesalahan pengutip tidak boleh memperbaikinya. Biarkan apa adanya
dan beri catatan singkat [sic!] yang artinya kesalahan dari naskah asli yang
dikutip dan penulis (pengutip) tidak bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.
Contoh: … hal itu memiliki makan [sic!] yang ambigu.
3. Menghilangkan bagian yang dikutip dibolehkan asalkan tidak mengakibatkan
perubahan makna. Untuk penghilangan bagian kalimat dengan titik tiga. Jika
yang dihilangkan lebih dari satu baris, maka digantikan dengan titik sepanjang
satu barisan.
Cara Mengutip
Kutipan langsung pendek
- Kutipan tidak lebih dari 4 baris
- Kutipan diintegrasikan langsung dalam teks
- Jarak baris kutipan sama dengan jarak baris teks yang ada (2 atau 1½ spasi)
- Kutipan diapit dengan tanda kutip (“…”)
- Contoh:
Terkait dengan keindahan bahasa sastra Semi (1993: 81) menyatakan bahwa
“bagaimanapun juga kemampuan penulis dalam mengeksploitasi kelenturan
bahasa akan menimbulkan kekuatan dan keindahan bahasa”.

Kutipan langsung panjang


- Kutipan 4 baris atau lebih
- Kutipan dipisahkan dengan badan teks
- Kutipan berjarak 1 spasi (badan naskah biasanya 2 atau 1½ spasi)
- Kutipan tidak selalu menggunakan tanda kutip (boleh ada, boleh tidak)
- Seluruh kutipan diletakan menjorok ke dalam (5 – 7 ketukan)
- Jika terjadi, kutipan dalam kutipan, gunakan tanda kutip tunggal/jamak.
- Contoh :
Terjemahan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia banyak yang tidak
memuaskan karena para penerjemah tidak terlatih dalam ilmu penerjemahan.
Misalnya salah satu terjemahan berikut ini.
“Suatu pikiran yang telah tersebar dengan luas sekali orang banyak
menggambarkan buku-buku sebagai benda tak berjiwa, tidak effektif (sic!),
serba damai yang pada tempatnya sekali berada dalam kelindungan-
kelindungan sejuk dan ketenangan akademis dari universitas-universitas
dan tempat …” (Sani, 1959: 7).
Kutipan tidak langsung
- Yang dikutip hanya ide pokoknya, bahasa kutipan dengan bahasa sendiri
- Kutipan diintegrasikan dalam badan naskah/teks
- Jarak bagian kutipan sama dengan jarak badan teks lainnya
- Kutipan tidak menggunakan tanda kutip
- Contoh :
Bentuk tulisan faktual yang berupa recount (penceritaan kembali) dalam
media massa sangat beragam. Hal ini disebabkan sejalannya tujuan penulisan
sebuah recount yang mengarah pada bentuk hiburan atau pemberian informasi
(Callaghan & Rothery, 1993: 53). Banyak rubrik surat kabar nasional yang
menyediakan tempat untuk pembaca untuk terlibat dalam komunikasi nasional
yang dijalin dalam bentuk artikel-artikel.

Kutipan sumber kedua


- Pengutip harus menyebutkan kedua sumber yang ada.
- Contoh :
Tulisan faktual sendiri ternyata meliputi banyak variasi dan model.
Callaghan dan Rothery (1993 dalam Kusmiatun, 2007: 4) memberikan
penjelasan bahwa genre faktual meliputi beberapa model tulisan, seperti recount
(penceritaan kembali), report (pelaporan), penulisan prosedur, dan sebagainya.
TUGAS BAHASA INDONESIA
“MENYUSUN KALIMAT ILMIAH YANG BAIK DAN BENAR”
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Sri Waluyani M.Pd.

Nama Kelompok
Andi Ferano Herawan 17502241006
Muhammad Zaki Zain 17502241021

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019

Anda mungkin juga menyukai