Anda di halaman 1dari 14

KEPERAWATAN ANAK II

DIAGNOSA DAN INTERVENSI KASUS ANAK DENGAN PNEUMONIA


Oleh : Triana Ferdianingsih (1806270192)
Mahasiswa Program S1 Ekstensi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia 2019
Email : trianaferdianingsih@gmail.com

Pneumonia atau radang parenkim paru sering terjadi pada masa bayi dan kanak-kanak. Secara
klinis, pneumonia dapat terjadi baik sebagai penyakit primer maupun komplikasi dari penyakit
lain. Pneumonia dapat diklasifikasikan menurut morfologi, agen etiologi, atau bentuk klinis.
klasifikasi yang didasarkan pada agen etiologi (yaitu, virus, bakteri, mikoplasma, atau aspirasi
zat asing) (Hockenberry, 2013). Manifestasi klinis pneumonia bervariasi tergantung pada agen
penyebab, usia anak, reaksi sistemik anak terhadap infeksi, luasnya lesi, segala kondisi yang
mendasarinya, dan tingkat obstruksi bronkial dan bronkiolar.

KASUS
Anak perempuan berusia 1 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 3 hari yang
lalu disertai dengan demam hingga 40°C. Ibu selalu memberikan antipiretik tiap kali suhu tubuh
anak di atas 37,5°C dan segera diberikan ketika suhu tubuh anak naik lagi. Hasil pengkajian
didapatkan anak terlihat sesak, frekuensi napas 60x/menit, frekuensi nadi 142x/menit, terdapat
napas cuping hidung dan retraksi dinding dada, suhu tubuh 38,8° C, saturasi O2 96%, CRT < 2
detik, anak tampak sangat lemas, BB: 10 kg, TB: 85 cm. Ibu mengatakan anak sempat muntah
sebanyak 2 kali pagi ini dan mengeluarkan banyak lendir. Ibu mengatakan anaknya memang sulit
makan, dan semakin sulit makan selama sakit ini. TB BTA (-).

1. Diagnosis keperawatan
Diagnosis keperawatan yang biasanya muncul pada anak dengan infeksi akut saluran
pernapasan menurut Hockenberry adalah:
a. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan proses inflamasi
b. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan hipoksemia atau hiperkapnia

1
c. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan obstruksi mekanik, inflamasi dan
penumpukkan sekret
d. Risiko infeksi berhubungan dengan adanya infeksi organisme, keberadaan media optimal
seperti mukus, sputum untuk pertumbuhan agen infeksi
e. Intoleran aktivitas berhubungan dengan proses inflamasi, ketidakseimbangan asupan dan
permintaan oksigen
f. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan anak sakit
Pada kasus diatas diagnosis keperawatan yang muncul yaitu:
a. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan proses inflamasi
b. Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan obstruksi mekanik, inflamasi dan
penumpukan sekret
c. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
d. Defisit volume cairan berhubungan dengan mekanisme termoregulasi
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penyakit
paru kronik dan peningkatan kerja pernapasan
f. Risiko infeksi berhubungan dengan adanya ketidakefektifan organisme (hanya sebagai
yang diindikasi)
g. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan anak sakit

2. Perencanaan
a. Oksigenasi adekuat
b. Menunjukkan kepatenan jalan napas
c. Kenyamanan pasien yang optimal akan tercapai.
d. Sistem respirasi kembali efektif
e. Cairan dan nutrisi adekuat
Intervensi untuk kasus diatas terdapat pada tabel 1

3. Implementasi
a. Memudahkan upaya pernafasan
b. Meningkatkan istirahat
c. Meningkatkan kenyamanan

2
d. Mencegah penyebaran infeksi
e. Mengurangi suhu tubuh
f. Memberikan nutrisi
g. Meningkatkan hidrasi
h. Memberikan dukungan keluarga dan perawatan rumah
Implementasi dilakukan sesuai intervensi keperawatan yaitu meningkatkan upaya
pernapasan, jalan napas kembali paten, termoregulasi kembali normal, meningkatkan
status hidrasi, memberikan nutrisi adekuat, dan memberikan dukungan keluarga dan
perawatan dirumah

4. Evaluasi
Keefektifan intervensi keperawatan ditentukan oleh pengkajian yang berulang secara terus
menerus dan evaluasi perawatan berdasarkan observasi berikut:
a. Observasi usaha pernapasan anak dan pergerakan dinding dada
b. Observasi aktivitas dan perilaku anak
c. Observasi anggota keluarga lain dan kontak untuk bukti infeksi
d. Cek suhu, pernapasan, nadi, tekanan darah dan saturasi O2
e. Monitor tanda hidrasi adekuat
f. Kaji komplikasi seperti dehidrasi, kehilangan BB atau penyebaran infeksi dari
lingkungan ke tubuh
g. Monitor perilaku keluarga dan tanyakan anggota keluarga terkait perasaan dan perhatian
mereka

3
Diagnosa Keperawatan Kriteria hasil yang Intervensi keperawatan Rasional
diharapkan
Pola napas tidak efektif Sistem respirasi anak kembali - Posisikan anak untuk - Untuk meningkatkan
berhubungan dengan proses normal ventilasi maksimum dan ekspansi paru
inflamasi jalan napas paten
NOC: - Posisikan anak untuk - Untuk mempertahankan
Karakteristik Anak/keluarga kepatenan jalan napas, ventilasi drainase sekret jalan napas dan mencegah
(data subjektif dan objektif) obstruksi di jalan napas
- Menggunakan otot bantu - berikan oksigen humidifier - Untuk memperbaiki
pernapasan jika diperlukan oksigenasi
- Dyspnea - Monitor oksigen dan status - Untuk menetapkan
- Nafas pendek pernapasan termasuk TTV intervensi selanjutnya
- Napas cuping hidung untuk melihat perubahan
- Retraksi dada kondisi
- Posisi tripod - Suction jalan napas jika - Untuk membuang sekret
- RR diatas normal sesuai diperlukan dan mempertahankan
usia anak (turun atau naik) - Sediakan fisioterapi dada - Memfasilitasi penghilangan
jika diperlukan sekret
- Dorong pasien untuk - Menaikkan bronkodilasi dan
latihan napas dalam dan memperbaiki ventilasi

4
batuk efektif (sesuai umur - Mengurangi inflamasi jalan
anak) setelah fisioterapi napas
dada
- Atur obat bronkodilator, - Mengurangi respons
antiinflamasi dan antibiotic inflamasi
(jika bakteri) - Mencegah dehidrasi atau
- Monitor status hidrasi cairan berlebih

NIC:
- Tindakan pencegahan
aspirasi
- Positioning
- Pengawasan monitoring
respirasi
- Terapi oksigen
- Suction jalan napas
- Monitoring TTV
Bersihan jalan napas tidak Jalan napas kembali paten - Posisikan anak untuk - Mencegah obstruksi jalan
efektif berhubungan dengan drainase sekret napas
inflamasi, obstruksi mekanik, NOC: - Lakukan fisioterapi dada - Menghilangkan sekret
penumpukan sekret kontrol aspirasi, kepatenan jika diperlukan
jalan napas - Suction jalan napas jika - Menghilangkan sekret

5
Karakteristik anak/keluarga diperlukan
(data subjektif dan objektif) - Berikan oksigen humidifier - Membasahkan sekret dan
- Dyspnea mencegah jalan napas
- Sulit bersuara kering
- Orthopnea - Bantu dengan batuk efektif - Menghilangkan sekret
- Adanya suara bunyi (sesuai usia anak)
tambahan (krakles,
wheezing, ronki) - Hindari pemeriksaan - Mencegah jalan napas yang
- Batuk tidak efektif atau tenggorokan jika curiga membahayakan
kegelisahan epiglottitis
- Perubahan RR dan ritme - Pastikan anak (sesuai usia) - Menghilangkan kecemasan
semua tindakan untuk jalan
napas adekuat
- Menurunkan cemas dan
- Lakukan kenyamanan
efek terapi medis termasuk
seperti hadirkan orang tua,
hospitalisasi jika dibutuhkan
selimut kesukaan,
genggaman orang tua atau
jelaskan semua prosedur
sebelum tindakan
NIC:
- perbaikan batuk
- Positioning

6
- Fisioterapi dada
- Monitoring TTV
- Penurunan kecemasan
Hipertermi berhubungan Termoregulasi dalam batas - Bina hubungan saling - Hubungan saling percaya
dengan proses penyakit normal percaya pada klien dan akan mempermudah dalam
keluarga pemberian asuhan
Karakteristik anak/keluarga NOC: keperawatan
(data subjektif dan objektif) - Kontrol risiko: hipertermia, - Pantau suhu tubuh berkala - Untuk mengetahui
- Takipnea, takikardi - Manajemen diri: penyakit perubahan suhu klien agar
- Gelisah, hipotensi, letargi akut, dapat menentukan
- Kejang, vasodilatasi - Respons pengobatan intervensi selanjutnya
- Atur lingkungan klien
- Status kenyamanan fisik - Sirkulasi udara yang baik
seperti ventilasi yang baik,
akan mempercepat
turunkan suhu ruangan dan
evaporasi
batasi pengunjung
- Anjurkan penggunaan
- Pakaian tipis akan
pakaian tipis bagi klien
mempercepat evaporasi
- Berikan kompres hangat
- Kompres hangat dapat
menyebabkan vasodilatasi
- Edukasi mengenai
- Meningkatkan pengetahuan
manajemen lingkungan
dan pemahaman klien dan
klien dalam menurunkan
keluarga dalam penaganan

7
suhu tubuh seperti program hipertermi
pengobatan, pengukuran
suhu tubuh
NIC:
- Perawatan demam
- Pengaturan suhu
- Monitor tanda-tanda vital
- Pemberian nutrisi total
parenteral
Defisit volume cairan Kebutuhan cairan seimbang - Pantau tanda vital dan - Untuk mengetahui
berhubungan dengan monitor status hidrasi perubahan kondisi klien
mekanisme termoregulasi (misalnya membrane
NOC: hidrasi mukosa lembab, denyut
Karakteristik (data subjektif & nadi adekuat, CRT)
objektif) - Hitung intake-output dan - Untuk mengetahui status
- Kulit kering balance cairan tiap 24 jam hidrasi klien dalam
- Peningkatan suhu tubuh penentuan tindakan
- Penurunan turgor kulit selanjutnya
- Perubahan status mental - Tingkatkan asupan oral - Untuk menjaga kelembaban
- Membran mukosa kering mulut dan memberikan
asupan cairan
- Monitor hasil laboratorium - Mengetahui perubahan

8
seperti elektrolit kondisi klien
NIC:
Manajemen cairan
Ketidakseimbangan nutrisi Anak akan mendemonstrasikan - Kaji status nutrisi anak - pengkajian merupakan data
kurang dari kebutuhan tubuh nutrisi intake adekuat sesuai termasuk BB, TB, index dasar untuk menentukan
berhubungan dengan penyakit umurnya, dan orang tua akan masa tubuh persentil, intervensi selanjutnya.
paru kronik dan peningkatan mengidentifikasi langkah untuk riwayat diet, kemampuan Peningkatan metabolik
kerja pernapasan mencapai BB ideal anak untuk makan dan diperlukan karena
kemungkinan penyebab peningkatan kerja
NOC: malas makan pernapasan akan
Status nutrisi adekuat/terpenuhi membutukan banyak asupan
kalori. Kerja pernapasan
akan meninggalkan sedikit
energi untuk aktivitas
termasuk makan
- Kaji anak/orang tua untuk - langkah-langkah ini
perencanaan makanan meminimalkan pengeluaran
seimbang dengan metabolisme serta
menggabungkan preferensi menyediakan makanan
makanan anak dengan tinggi kalori yang bergizi,
batasan diet terkait proses menarik dan mudah dicerna
penyakit

9
- pastikan perawatan mulut - membran mukus kering dan
diberikan perawatan mulut yang buruk
dapat berkontribusi
NIC: menurunkan nafsu makan
- Manajemen nutrisi dan status nutrisi yang
- Bantuan peningkatan BB buruk
- Pemberian TPN
Risiko infeksi berhubungan Anak akan tetap bebas dari - jaga lingkungan aseptik - Untuk mencegah
dengan adanya ketidakefektifan komplikasi infeksi menggunakan peralatan penyebaran infeksi
organisme (hanya sebagai yang isap steril dan teknik organisme pada anak dan
diindikasi) NOC: pengisapan steril. keluarga
Pengendalian Risiko - Lakukan dan praktikan
Karakteristik Anak/Keluarga tindakan pencegahan
(Data Subjektif dan Objektif) standar.
- Hipoksia jaringan - Lakukan kontak dan
- Profil darah abnormal tindakan pencegahan
- Orang atau penyedia (agen melalui udara sesuai
nosokomial) indikasi
- Dapatkan spesimen (sekret, - Untuk mengidentifikasi
jaringan, atau darah) sesuai organisme infektif
indikasi dan resep.
- Dorong kontak anak dan - Untuk mencegah

10
keluarga untuk sering penyebaran infeksi
melakukan cuci tangan dan
hindari kontak tangan ke
mata dan mulut ke mulut.
- Untuk mencegah
- Ajarkan anak (sesuai usia)
penyebaran infeksi
dan keluarga cara
mengurangi penyebaran
organisme melalui batuk
dan sekresi lainnya (mis.,
Dengan menutup mulut saat
batuk; membuang sekresi
untuk menghindari
kontaminasi silang).
- Untuk mengobati sumber
- Berikan obat antibiotik atau
infeksi
antivirus sesuai resep.
- Untuk meningkatkan
- Berikan obat penurun
kenyamanan jika ada
demam sesuai indikasi
demam
- Untuk menerapkan terapi
- Pantau dan kaji tanda dan
untuk pencegahan
gejala komplikasi sekunder:
komplikasi sekunder
hipoksia, kerusakan kulit,
asupan nutrisi dan cairan

11
yang kurang, peningkatan
kerja pernapasan, perburuk
status kardiorespirasi.
- Dorong sedikit cairan - Untuk meningkatkan hidrasi
bening oral jika kondisi
memungkinkan.
NIC:
- Identifikasi Risiko
- Manajemen Lingkungan
- Pengendalian Infeksi
- Edukasi orang tua
Proses Keluarga Terganggu Keluarga akan menunjukkan - Dorong keluarga untuk - Untuk mengurangi efek
terkait dengan penyakit anak, kemampuan untuk mengatasi tetap bersama anak. perpisahan
rawat inap, dan rejimen medis penyakit anak. - Tingkatkan perawatan yang - Meningkatkan keluarga
atau terapeutik NOC: berpusat pada keluarga. yang integritas
- Berfungsinya keluarga - Jelaskan prosedur dan - Untuk memberikan
Karakteristik Anak/Keluarga - Normalisasi pengasuhan rejimen terapi untuk informasi yang akurat
(Data Subjektif dan Objektif) keluarga keluarga. mengenai terapi dan kondisi
- Pola komunikasi anak
- Partisipasi dalam - Selalu beri tahu keluarga - Untuk meningkatkan
pengambilan keputusan tentang status anak. kontrol dan keterlibatan
- Ketersediaan untuk - Dorong keterlibatan keluarga dalam perawatan

12
dukungan emosional keluarga dalam perawatan
- Ekspresi konflik dalam anak.
Pola dan tradisi keluarga - Berikan dukungan dan
rujukan untuk dukungan
lanjutan yang diperlukan.
NIC:
- Dukungan pengasuh
- Dukungan Keluarga
- Peningkatan koping
- Dukungan Emosional
- Bantuan Sumber Daya
Keuangan

13
DAFTAR PUSTAKA

Hockenberry, M. J., Wilson, D. (2013). Wong’s Essential of Pediatric Nursing 9th Ed. Saint
Louis: Elsevier Mosby.
Bowden, V.R., & Greenberd, C.S. (2010). Children And Their Families The Continuum Of Care
(2nd Ed.). China: Lippincott Williams & Wilkins.
Bulechek, G.M, dkk.(2013). Nursing Interventions Classification 6th Ed.Philadeplhia: Elsevier
Moorhead, S, dkk. (2013). Nursing Outcomes Classification (NOC) 5th Ed. Philadeplhia:
Elsevier
Herdman, T.H, Shigemi, K alih bahasa Budi Anna Keliat. (2017). NANDA International Nursing
Diagnoses: Definition and Classification 2018-2020 11th Ed. Jakarta: EGC

14