Anda di halaman 1dari 37

Laboratorium Farmakognosi

Program Study D III Farmasi


Akademi Farmasi Toraja

LAPORAN
FARMAKOGNOSI

DISUSUN OLEH :

1. Jendri Tandi Rerung


2. Noviana
3. Ega
4. Stevani patabang
5. Rismayanty

AKADEMI FARMASI TORAJA

YAYASAN NAFIRI INDONESIA

TAHUN 201
PEMBUATAN SIMPLISIA
BAB I

PENDAHULUAN

I.I. Latar belakang

Simplisia merupakan bahan alami yang digunakan sebagai bahan baku obat yang

mengalami pengolahan atau baru dirajang saja, sudah dikeringkan. Permintaan bahan baku

simplisia sebagai bahan baku obatobatan semakin meningkat dengan bertambahnya industri

jamu, selain itu, efek samping penggunaan tanaman obat untuk mengobati penyakit lebih

kecil dibandingkan obat sintesis.

Pemanfaatan tanaman obat sebagai obat tradisional merupakan suatu prosuk

pelayanan kesehatan yang strategis karena berdampak positif terhadap tingkat kesehatan

dan kesejahteraan masyarakat. Tanaman obat dapat memberikan nilai tamba apabila diolah

lebih lanjut menjadi berbagai jenis produk, tanaman obat tersebut dapat diolah menjadi

berbagai jenis produk seperti simplisia, serbuk, ekstrak kental dan ekstrak kering.

Proses pembuatan simplisia diperlukan beberapa tahapan yaitu pengumpulan bahan

baku, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi kering, pengepakan juga

harus diperhatikan dan penyimpanan karena sangat berpengaruh pada kandungan kadar zat

aktif dalam simplisia.

I.2. Tujuan Praktikum

-Dapat membuat simplisia dengan bak dan benar yang memenuhi persyaratan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.I. Teori Umum

Penggunaan tumbuhan sebagai obat traisional umumnya hanya didasarkan atas

pengalaman/warisan tanpa mengetahui kandungan kimianya secara detail. Tumbuhan

tersebut jika diteiti lebih lanjut mempunyai kandungan kimia aktif biologis. Potensi bahan

kimia tersebut dapat dimamfaatkan dalam bidang kesehatan, telah banyak tumbuhan obat

yang diketahui dengan jelas struktur molekulnya dengan digunakan secara global dalam

pengobatan berbagai penyakit ( Ahmad, 1995).

Simplisia adalah bahan alami yang igunakan untik obat dan belum mengalami

perubahan proses apapu dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah

dikeringkan ( Depkes RI : 1989).

Secara umum pemberian nama atau penyebutan simplisia didasarkan atas gabungan

nama spesies iikuti dengan nama bagian tanaman, sebagai contoh, merica dengan nama

spesies Piperis albi maka dengan nama simplisianya disebut Piperis albii fructus. Fructus

menunjukan nama bagian tanaman yang digunakan yaitu buahnya ( Tjitrosoepomo, 2001 ).

Simpisia nabati adalah simplisia yang dapat berupa tanaman utuh, bagian tanaman,

eksudat tanaman atau gabungan. Eksudat tanaman adalah isisel yang secara spontan keluar

dari tanaman atau dengan cara tertentu sengaja dikeluarkan dari selnya. Eksudan bahan

nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan/ disoloni dari tanamannya. Simplisia

hewani adalah simplisia yang dapat berupa hewan utuh atau zat-zat berguna yang dihasilkan

oleh hewan dan belum berupa bahan kimia murni, misalnya, minyak ikan ( Oleum lecoris ),
dan madu (Mel depuraum), simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia berupa bahan

pelikan dan mineral yang belum berupa bahan kimia murni, contoh serbuk seng an serbuk

tembaga. (DepKes RI 1989).

Dalam hal simplisia sebagai bahan baku dan prosuk siap konsumsi langsung dapat

dipertibangkan 3 konsep untuk menyusun parameter standar umum yaitu :

1. Simpisia sebagai bahan kefarmasian seharusnya memenuhi kebenaran

jenis(Identifikasi), kemurnian (Bebas dari kontaminasi kimia dan biologis), serta

aturan penstabilan (wadah, penyimpanan dan transportasi ).

2. Simplisia sebagai bahan dan prosuk konsumsi manusia sebagai obat tetap

diupayakan memenuhi 3 paradigma produk kefarmasian yaitu Quality-safety-

efficacy (Mutu,aman dan mamfaat ).

3. Simplisia sebagai bahan dengan kandungan kimia yang bertanggung jawab

terhadap respon biologis harus mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi

komposisi (Jenis dan kadar). (DepKes RI, 2000).

Perbedaan jamu,OHT dan Fitofarmaka :

1. Jamu adalah obat tradisional terbukti berkhasiat dan aman berdasarkan bukti

empiris turun temurun.

2. OHT adalah obat tradisional terbukti khasiat melalui uji praklinis dan teruji aman

melalui uji toksisitas bahan terstandar dan diproduksi secara higenis.

3. Fitofarmaka adalah obat tradisional terbukti berkhasiat melalui uji praklinis dan uji

klinis aman melalui uji toksisitas bahan terstandar dan diproduksi secara higenis

dan bermutu.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat simplisia :

1. Bahan baku simplisia

2. Proses pembuatan simplisia termasuk cara penyimpanan bahan batu simplisia

3. Cara penempatan dan penyimpanan simplisia.

 Contoh simplisia nabati

Daun bandotan, daun selasi, bunga belimbing, akar perak bumi, kulit batang

delima, daun cocor bebek, akar melati, biji duku.

 Contoh simplisia hewani

Ikan, lebah, domba, babi hutan, sapi, minyak, ikan hiu,kelapa lemak dan

badan. Serbuk kuning, dari kelenjar tiroid binatang.

Cara pembuatan simplisia nabati

1. Pengumpilan bahan baku

2. Sortasi basah

3. Pencucian

4. Pengubahan bentuk

5. Pengeringan

6. Sortasi kering

7. Pengepakan dan penyimpanan

Untuk mengetahui kebenaran dan mutu obat tradisional termasuk simplisia maka

dilakukan analisis kuantitatif dan kualitatif . analisis kuantitatif terdiri atas pengujian

organoleptip, pengujian mikroskopik dan pengujian mikroskopik.


1. Uji organoleptik meliputi pemeriksaan warna, bau, dan rasa demi bahan.

2. Uji makriskopik meliputi pemeriksaan ciri-ciri bentuk luas yang spesifik dari bahan

(morfologi ) maupun ciri-ciri spesifik dari bentuk anatominya .

3. Uji fisika dengan kimiawi meliputi tahapan fisika indeks bias titik lebur dan

kelarutan serta reaksi ientifkasi kimia seperti reaksi warna dan pengetahuan.

4. Uji biologi, meliputi penempatan angka kuman, pencernaan dan percobaan

terhadap binatang.

Persyaratan produk kefarmasian untuk jamu (DepKes RI, 2000) :

1. Memiliki nomor 12 m edar bagi produk jadi

2. Bebas bahn kimia obat

3. Tidak kadaluarsa 1 rasa.


II.2. Uraian bahan

a. Aquadest

Nama Resmi : AQUADESTILLATA

Nama Latin : Aqua destillata, air suling

RM/BM : H2O/ 18.02

Pemerian : Cairan jernih, tidak bernama, tidak berbau tidak berasa

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan : Sebagai Pelarut

b. Bunga Kertas

Kingdom : Plantae

Superdivisi : Vindiplantae

Ordo : Caryophyllales

Family : Nyctaginaceae

Genus : Bougainvillae Common

Spesies : Bogainvillea glabra

 Morfologi batang bunga kertas

Tanaman bunga kertas adalah tanaman pda tegak yang tumbuh tegak lurus

mencapai 2-4 meter tingginya batang tanaman bunga kertas bersifat kayu,

bentuk bulat dan terdapat dari berurukuran kecil, percabangan bunga kertas

adalah monopodial warna batangnya ialah coklat.


 Morfologi daun bunga kertas

Daun tanaman bunga kertas berbentuk melebar dan bulat hingga memasang

tapi daun bunga kertas merata pertulangan daunnya menyirip atau bertulang

tinga hingga lancip. Daun perlindungan duduk, berbentuk bulat oval dan

memiliki panjang kira-kira antara 1,5 sampai 4 cm.

 Morfologi bunga kertas

Bunga kertas termasuk golongan bunga tidak lengkap karens hanya berdiri dari

bunga tangkai kepala putih.tangkai putih benang sari dan tangkai sari bunga

ini tumbuh pada ketiak daun bunga kertas adalah bunga majemuk yang

berbentuk seperti payung.

 Morfologi akar bunga kertas

Akar bunga kertas tunggang tumbuh vertikal,berserabut dan melebur

perakaran bunga kertas ini akan menabur madia yang mencapai ketinggian 50-

80 cm jauh lebih varietasnya.

 Mamfaat bunga kertas dimasyarakat

Jenis tanaman ini paling sering digunakan sebagai penghias jalan, pembatas

jalan, dan juga banyak digunakan sebagai tanaman rumahan karena memiliki

bentuk daun warna bunga yang indah.

 Manfaat bunga kertas dibidang farmasi

Bunga kertas digunakan sebagai obat untuk mengatasi datang bulan tidak

teratur mengatasi keputihan mengobati hepatitis, mengatasi bisul pada kulit,

mengobati rasa gatal.

c. Daun Afrika

Kingdom :Plantae
Divisi :Spermatophyta

Kelas :Dicotyledone

Ordo :Asterales

Genus : Vernonis

Spesies : Vernona amygdalina Del.

 Morfologi batang daun afrika

Batang atau kulit dari aun afrika berkayu dan juga berwarna hijau sama dengan

warna daun sedangkan kulit batang daun afrika yang sudah tua akan berwarna

abu-abu.

 Morfologi daun afrika

Warna daun afrika berwarna hijau tua,daun afrika, bertulang dan menyirip,

daun afrka langsung tumbuh.

 Mamfaat daun afrika dalam masyarakat sebagai tanaman

 Mamfaat daun afrika dalam farmasi

Digunakan untuk mengobati penyakit diabetes, darah tinggi,batuk dan

penyakit sendi.

d. Daun binahong

Kingdom : Plantae

Subkingdom :Vindipantae

Superdivisi :Embryophyta

Subdivisi : Spermatophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Caryophyllae

Genus : Anredera
Spesies: Anredera Cardiovolia

 Morfologi daun binahong

Daun binahong adalah daun tunggal dengan tangkai yang sangat pendek.

Pertulangan aun ini menyirip, daun sini seperti jantung berwarna hijau muda.

 Morfologi akar binahong

Tanaman binahong memiliki akar tunggang yang berdaging dan berwarna

coklat.

 Morfologi umbi binahong

Rhizoma digunakan sebagai tempat cadangan makanan dan

perkembangbiakan.

 Morfologi bunga binahong

Bunga tanaman binahong adalah majemuk, berbentuk tandan atau mulai

panjang, bertangkai panjang muncul di ketiak daun. Mahkota berwarna putih

sampai krim. Panjang mahkota sektar 0,5-1 cm.

 Mamfaat daun binahong dimasyarakat

Digunakan untuk menghias tembok tamban dalam rumah karena tanaman ini

menjalar.

 Mamfaat daun bnahong dibidang farmasi

Daun binahong dapat mengobati batuk kolesterol, mencegah diabetes dan

penangkal kanker dll.

e. Daun jambu

Kingdom :Plantae

Devisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiosperma

Kelas : Dicotyledone

Ordo : Myrales

Family : Myraceae

Genus : Psidium

Spesies : Psidium guajava

 Morfologi daun Jambu

Daun tunggal, bertngkai pendek, letak berhadapan, daun yang mudah

berambut halus dan permukaan atas daun tua, daun ini disebut lengkap karena

daunnya hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja yang disebut daun

bertangkai.

 Morfologi buah jambu

Buah jambu berbentuk bulat,, ukurannya kurang lebih seperti bola tenis, ada

yang berbentuk buat telur, berwarna hijau hingga kekuningan, daging buahnya

tebal, lunak, berwarna putih kekuningan.

 Morfologi batang jambu

Batangnya termasuk kedalam jenis tanaman perlu atau pohon kecil dimana

jambu bisa memiliki pohon dengan tinggi 2-10 meter batang berkayu dan keras

serta kulit batangnya licin dan berwarna coklat.

 Morfologi akar jambu

Tanaman ini memiliki akar tunggang,, akar tanaman ini memiliki cabang-

cabang akar yang lebih kecil.

 Mamfaat daun jambu dimasyarakat


Dapat menghilangkan sakit perut dan dimasyarakat daun jambu dijadikan

sayur dalam pembuatan pa’piong sebagai bumbu masakan.

 Mamfaat daun jambu dibidang farmasi

Digunakan untuk mengobati diare, obesitas, kolesterol, kanker, diabetes,

penyakit gusi, dan menyembuhkan demam berdarah dll

f. Daun sirsak

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Vindiplantae

Superdivisi : Embryophyta

Divisi : Tracheophyta

Subdivisi : Spermatophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Magnoliales

Family : Annonecea

Genus : Annona L

Spesies: Annona muricata L.

 Morfologi Daun sirsak

daun sirsak berbentuk bulat seperti telur terbalik, berwarna hijau muda hingga

tua, ujung daunnya meruncing pinggiran rata dan permukaan daun mengkilap.

 Morfologi bunga sirsak

Bunga sirsak termauk bunga tunggal artinya dlam satu bunga terdpat banyak

putik sehingga sering kali juga dinamakan bunga berputik majemuk bagian

bunga tersusun secara spiral atau terpancar dalam lingkaran. Mahkota bunga
sirsak berjumlah 6 sebelumnya yang terdiri dari 1 lingkaran. Benntuknya

hampir segitiga tebal dan kaku berwrna kuning keputihan.

 Morfologi buah sirsak

Buah sirsak termasuk jenis buah sejati yaitu buah yang berasal dari satu bunga

dengan banyak bakal buah tetapi membentuk suatu buah, buahnya memiliki

dari sisik halus. Daging buah atau berwarna putih lembek dan berserat dengn

biji yang banyak warna bii coklat kehitaman.

 Morfologi biji sirsak

Biji sirsak berwarna coklat gelap berujung tumpul permukaan halus mengkilat

dan keras, ukurannya kira-kira 16,8 mm X 9,6 mm, jumlah biji dalam setap satu

buah berkisar antara 20-70 butir biji normal sedangkan biji yang tidak normal

berwarna putih kecoklatan dan bervarian.

 Manfaat daun sirsak dimasyarakat

Tanaman ini ditanam hanya untuk mengambil buahnya saja dan dipercaya

untuk menghilangkan kutu.

 Manfaat daun sirsak dalam bidang farmasi

Digunakan sebagai obat kanker, aam urat, kolesterol, diabetes, penyakit paru-

paru, menghilangkan kutu dll.


BAB III

METODOLOGI

III.1. Alat dan bahan

a. Alat

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adaah pisau, baskom, gunting,,

toples, open, aluminium foil, koran, blender, lumpang dan stamfer, etiket/label,

timbangan dan saringan.

b. Bahan

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah bunga kertas, daun jambu,

daun klorofil, daun sirsak, daun binahong dan aquadest.

III.2. Prosedur kerja

1. Mengumpukan bahan baku sesuai dengan apa yang akan dibuat simplisia

2. Mencuci bahan baku simplisia hingga bersih dari kotoran yang menempel lalu

ditiriskan hingga bebas dari air.

3. Mensortasi bahan tersebut dengan cara memilih-milih simplisia yang baik dan

diperoleh bahan simplisia yang seragam.

4. Bahan simplisia kemudian dipotong-potong kecilkecil lalu diletakkan dibawah

kertas koran secara tipis-tipis.

5. Setelah diletakkan bahan simplisia kering dilakukan lagi pemeliharaan simplisia

yang baik sortasi kering.

6. Lalu dilakukan pengepakan.


7. Setelah simplisia sudah benar-benar bebas dari kotoran dan sudah kering. Simpisia

tersebut lalu disimpan dengan baik (tempat kedap udara) dan diberi label sesuai

nama jenis simplisia.

III.3. Cara Kerja

1. Cara pembuatan simpisia bunga kertas (Bougainvillae flos)

a. Dilakukan pengumpulan bahan baku

b. Dilakukan sortasi basah

c. Dilakukan pencucian

d. Dilakuakan perajangan

e. Dikeringkan

f. Disortasi kering

g. Dikemas dan disimpan.

2. Cara pembuatansimplisia daun afrika (Vernonia Folium)

a. Dilakukan pengumpulan bahan baku

b. Dilakukan sortasi basah

c. Dilakukan pencucian

d. Dilakukan perajangan

e. Dikeringkan

f. Dilakukan sortasi kering

g.

h. Dikemas dan disimpan

3. Cara pembuatan simplisia daun binahong (Anredera folium)

a. Dilakukan pengumpulan bahan baku


b. Dilakukan sortasi basah

c. Dilakukan pencucian

d. Dilakukan perajangan

e. Dikeringkan

f. Disortasi kering

g. Dikemas dan disimpan

4. Cara pembuatan simpliia daun jambu ( Psidii folium)

a. Dilakukan pengumpulan bahan baku

b. Dilakukan sortasi basah

c. Dilakukan pencucian

d. Dilakukan perajangan

e. Dikeringkan

f. Disortasi kering

g. Dikemas dan disimpan

5. Cara pembuatan simplisia daun sirsak

a. Dilakukan pengumpulan bahan baku

b. Disortasi basah

c. Dilakukan pencucian

d. Dilakukan perajangan

e. Dikeringkan

f. Disortasi kering

g. Dikemas dan disimpan.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil

1. Bunga kertas (Bougainvillae flos)

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑙𝑖𝑠𝑖𝑎
Rendemen = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑥 100%

201
=102 𝑋 100%

=197,058 %/b/b

2. Daun afrika (Vernonia folium)

𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑚𝑙𝑖𝑠𝑖𝑎
Rendemen = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑋 100%

3.09
= 195 𝑋 100%

=158,46 %/ b/b

3. Daun binahong ( Anredera Folium )

𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑙𝑖𝑠𝑖𝑎
Rendemen = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑋 100 %

503
=295 𝑋 100%

= 170,508 %/ b/b

4. Daun jambu (Psidii folium )

𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑙𝑖𝑠𝑖𝑎
Rendemen = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑋 100%

195
= 56 𝑋100%
=348,21 % b/bm

5. Daun sirsak (Annona Foium )

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑙𝑖𝑠𝑖𝑎
Rendemen = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑋100%

250
=96.1 𝑋100%

=260.145 %/ b/b

IV.2. Pembahasan

Tumbuhan memiliki banyak kandungan senyawa kimia yang dapat dimanfaatkansebagai bahan obat.

Terkadang, banyak penyakit yang tidak dapat disembuhkan denganobat kimia melainkan dapat

disembuhkan dengan obat alami tumbuhan (Depkes RI,1995).Identifikasi kandungan kimia atau

skrining fitokimia adalah suatu metode untukmengetahui golongan kimia pada suatu sampel dengan

menguji secara kualitatif adanyasenyawa kandungan dalam sampel yang digunakan seperti misalnya

tanin, saponin,flavonoid, steroid terpenoid, alkaloid, serta kandungan kimia lainnya (Depkes

RI,2007).Pada praktikum kali ini dilakukan dengan tujuan dapat melakukan skriningfitokimia pada

simplisia. Skrining fitokimia bertujuan untuk identifikasi awal senyawakimia yang terkandung dalam

simplisia. Pada praktikum kali ini simplisia yangdigunakan adalah temu kunci..Pada uji alkaloid

dilakukan dua pengujian. Pertama serbuk diambil sedikitditambahkan asam klorida 1ml 2N dan 9ml

aquades, dan dipanaskan diatas penangasair selama 2menit. Setelah itu didinginkan dan disaring.

Kemudian filtrat diambil 3tetesditambah 2 tetes pereaksi mayer terjadi larutan bening. Hal ini tidak

sesuai denganliteratur yang menyebutkan bahwa hasil seharusnya terjadi adalah berupa

endapanmenggumpal berwarna putih atau kuning. Pada pengujian kedua filtrat diambil 3

tetesditambah 2 tetes pereaksi Dragendorff terbentuk warna jingga. Hal ini sudah sesuaidegan

literatur yang ada. Pada pengujian pertama tidak dihasilkan sesuai denganliteratur dimungkinkan

terjadi karena pereaksi sudah rusak.Pada pengujian flavonoid serbuk diambil sedikit lalu ditambahkan

air panas, laludididihkan selama 5menit kemudian disaring dalam keadaan panas. Setelah itu
diambil5ml filtrat ditambahkan sedikit serbuk magnesium dan 1ml asam klorida pekat.Kemudian

dikocok dan dbiarkan memisah. Hasil yang diperoleh adalah larutan jernihtidak berwarna, hal ini

menunjukan bahwa hasil tidak sesuai dengan literatur, yangmenyebutkan bahwa akan terjadi warna

merah, kuning, dan jingga pada lapisan amilalkohol. Hal ini terjadi dimungkinkan karena larutan asam

klorida pekat sudah rusakatau terkontaminasi.

Pada pengujian saponin diambil sedikit serbuk simplisia dimasukkan dalam tabungreaksi kemudian

ditambahkan air panas didinginkan lalu dikocok kuat selama 10 detik.Hasil yang diperoleh terjadi buih

1cm, hal ini menunjukan hasil sudah sesuai denganliteratur yang ada bahwa temu kunci mengandung

saponin.Pada pengujian tanin diambil sedikit serbuk simplisia lalu dilarutkan dalam 10mlakuades,

didihkan selama 15 menit, lalu didinginkan dan disaring dengan kertas saring.Kemudian ditambahkan

larutan Feri (III) klorida 1%. Hasil yang diperoleh hasil

larutan jernih tidak berwarna. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menunjukan hasilwarna biru

tua atau hijau kehitaman. Hal ini terjadi dikarenakan kemungkinan temukunci tidak mengandung tanin

atau hanya terdapat sedikit kandungannya.Pada pengujian kuinon sebanyak 5ml larutan yang

diperoleh dari identifikasiflavonoid terhadap ekstrak dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu

ditambahkan beberapa tetes larutan NaOH 1N. Hasil yang diperoleh tidak terbentuk

warna merah,melainkan larutan jernih tidak berwarna


BAB V

PENUTUP

V.I. Kesimpulan

1. Pembuatan simplisia yang baik harus mengikuti beberapa tahapan yaitu mulai dari

pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi

kering, pengepakan dan penyimpanan.

2. Pembuatan simpisia yang baik harus dalam kondisi kering dan dihaluskan dengan alat

penghalus lalu diayak dengan ayakan.

V.2. Saran
IDENTIFIKASI SERBUK SIMPLISIA
A. Tujuan
1. Untuk mengetahui identifikasi makroskopik serbuk simplisia
2. Untuk mengetahui identifikasi kimia pada amylum
3. Untuk mengetahui identifikasi mikroskopik serbuk simplisia
B. Alat dan bahn
1. Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah
 Makroskopik
 objek glas
 de glas
 tabung reaksi
2. bahan
 aquadest
 kloral hidrat
 serbuk bunga kertas
 serbuk daun binahong
 serbuk daun tapak liman
 serbuk daun alpokat
 serbuk daun afrika
 serbuk daun pepaya
 serbuk kunyit putih
 serbuk daun cengkeh
 serbuk kunyit
 serbuk daun jeruk
 serbuk daun jambu
 serbuk daun kopi
 amylum beras
 amylum jagung
 amylum kentang
 amylum singkong.
C. Cara kerja
1. Identifikasi makroskopik
a. Uji organoleptis
 Disiapkan alat dan bahan
 Diamati serbuk simplisia yakni warna, bau, rasa dan bentuk
 Dilakukan secara bergantian pada tiap sampel
 Dicatat hasilnya
b. Uji kelarutan
 Disiapkan alat dan bahan
 Ditimbang masing-masing serbuk simplisia 1 gram
 Ditambahkan aquadest
 Dihomogenkan lalu diamati kelarutan masing-masing serbuk simplisia
2. Identifikasi amilum
a. Ditimbang 0.2 amylum
b. Dilarutkan dalam 10 ml aquadest dan dihomogenkan
c. Dipanaskan kemudian didinginkan
d. Dimasukan dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes iodium
e. Diamati perubahan warna yang terjadi
3. Identifikasi mikroskopik
a. Disiapkan serbuk simplisia yang akan diamati
b. Serbuk simplisia diletakkan diujung objek glas
c. Ditetesi aquadest dan kloral hidrat masing-masing satu tetes
d. Ditutupi dengan de glas
e. Diamati
D. Hasil
1. Uji organoleptik
a. Serbuk bunga kertas
 Warna : berwarna merah
 Rasa : pahit
 Bau : khas bunga (wangi)
 Bentuk : serbuk
b. Serbuk tapak liman
 Warna : coklat kekuningan
 Rasa : tawar
 Bau : lemah
 Bentuk : serbuk
c. Serbuk daun afrika
 Warna : hijau tua
 Rasa : pahit
 Bau : khas daun afrika ( menyengat )
 Bentuk : serbuk
d. Serbuk kunyit putih
 Warna : kuning pucat
 Rasa : pahit
 Bau : khas kunyit
 Bentuk : serbuk
e. Serbuk kunyit
 Warna : kuning
 Rasa : pahit
 Bau : bau khas kunyit
 Bentuk : serbuk
f. Serbuk daun jambu
 Warna : hijau muda
 Rasa : pahit
 Bau : khas daun jambu
 Bentuk : serbu
g. Serbuk binahong
 Warna : hijau tua
 Rasa : pahit
 Bau : khas binahong (menyengat)
 Bentuk : serbuk
h. Serbuk daun alpokat
 Warna : hijau tua
 Rasa : pahit
 Bau : khas alpukat (menyengat)
 Bentuk : serbuk
i. Serbuk daun pepaya
 Warna : hijau tua
 Rasa : pahit
 Bau : khas pepaya
 Bentuk : serbuk
j. Serbuk daun cengkeh
 Warna : coklat kekuningan
 Rasa : pahit sedikit agak pedis
 Bau : khas romatik
 Bentuk : serbuk
k. Serbuk daun jeruk
 Warna : hijau muda
 Rasa : pahit
 Bau : khas jeruk
 Bentuk : serbuk
l. Serbuk daun beluntas
 Warna : hijau tua
 Rasa : pahit
 Bau : khas jeruk
 Bentuk : serbuk
2. Identifikasi kimia amylum
a. Amylum jagung
 Amylum jagung 0.2% dalam 10 ml air
 Dipanaskan
 Didinginkan
 Ditetesi 3 tetes iodium
 Amati hasil
 Iodium larut dan terdapat endapan putih
b. Amylum beras
 Amylum beras 0.2% dalam 10 ml air
 Dipanaskan
 Didinginkan
 Ditetesi 3 tetes iodium
 Amati hasil
 Warna larutan putih susu jenuh, tidak ada endapan
c. Amylum singkong
 Amylum singkong 0.2% dalam 10 ml air
 Dipanaskan
 Didinginkan
 Ditetesi 3 tetes iodium
 Amati hasil
 Iodium larut, terdapat bintik-bintik biru tua
d. Amylum kentang
 Amylum kentang 0.2% dalam 10 ml air
 Dipanaskan
 Didinginkan
 Ditetesi 3 tetes iodium
 Amati hasil
 Larutan menjadi keruh, terdapat endapan biru
3. Uji kelarutan
a. Serbuk bunga kertas tidak larut dalam aquadest
b. Serbuk binahong tidak larut dalam aquadest
c. Serbuk tapak liman tidak larut dalam aquadest
d. Serbuk daun alpokat tidak larut dalam aquadest
e. Serbuk daun klorofil tidak larut dalam aquadest
f. Serbuk daun pepaya tiidak larut dalam aquadest
g. Serbuk kunyit putih tidak larut dalam aquadest
h. Serbuk kunyit tidak larut dalam aquadest
i. Serbuk daun cengkeh tidak larut dalam aquadest
j. Serbuk daun jeruk tidak larut dalam aquadest
k. Serbuk daun jambu tidak larut dalam aquadest
l. Serbuk daun beluntas tidak larut dalam aquadest
LABORATORIUM FARMAKOGNOSI LABORATORIUM FARMAKOGNOSI
ENTIFIKASI MIKROSKOPIK IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Ket :Bunga kertas ( bougainvillae Ket : Bunga kertas ( bougainvillae flos)


flos) Perbesaran :40
Perbesaran :40 Pelarut : cloral hidrat
Pelarut : Aquadest
LABORATORIUM FARMAKOGNOSI LABORATORIUM FARMAKOGNOSI
IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Ket : daun binahong (andredera Ket :daun binahong (andredera folium )


folium ) Perbesaran :20
Perbesaran :40 Pelarut :colral hidrat
Pelarut :aquadest
LABORATORIUM FARMAKOGNOSI LABORATORIUM FARMAKOGNOSI
IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Ket : daun kunyit (curcuma folium) Ket :daun kunyit (curcuma folium)
Perbesaran :40 Perbesaran :40
Pelarut :aquadest Pelarut :cloralhidrat
LABORATORIUM FARMAKOGNOSI LABORATORIUM FARMAKOGNOSI
IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Ket : daun alpukat (persea folium) Ket :daun alpukat (persea folium)
Perbesaran :40 Perbesaran :20
Pelarut :aquadest Pelarut :colral hidrat
LABORATORIUM FARMAKOGNOSI LABORATORIUM FARMAKOGNOSI
IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Ket : daun klorofil Ket :daun klorofil


Perbesaran :40 Perbesaran :20
Pelarut :aquadest Pelarut :colral hidrat
Anatomi Taksonomi dan Morfologi

Tumbuhan
A. Tujuan :

a) Untuk mengetahui susunan taksonomi dari tumbuhan, ubi talas dan jahe

b) Untuk mengetahui susunan morfologi dari tumbuhan ubi talas dan jahe

c) Untuk mengetahui susunan anatomi dari tumbuhan ubi talas dan jahe.

B. Alat dan Bahan

Alat :

a) silet,

b) pisau,

c) isolasi bening

Bahan :

a) jahe

b) ubi talas

Cara Kerja:

a) disiapkan alat dan bahan

b) diambil setiap bagian tumbuhan

c) ( akar batang daun dan bunga)

d) Dibersihkan bagian tanaman menggunakan alcohol

e) Ditempelkan bagian tamaman pada kertas lalu dicatat morfologi dan

taksonomi masing masing bagian tanaman

f) Ditempelkan pada Styrofoam


C. Hasil

A. Klasifikasi tanaman talas (Colocasia esculenta L.)

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Ordo : Alismatelas

Famili : Araceae

Genus : Colocasia

Spesies : Colocasia esculenta L.

Taksonomi ubi talas ( colocasia esculenta l )

keterangan:

1. Ujung daun runcing

2. Tepi daun rata

3. Pertulangan daun mirip menyerupai ibu tulang daun (1

tulang primer) dengan cabang – cabang berupa tulang

daun( tulang sekunder ) yang kecil.

4. Ibu tulang daun

5. Pangkal daun berbentuk jantung

6. Tangkai daun

7. Pelepah daun

Gambar I.1 : Daun lengkap


Tekstur daun:

Lembar daun mempunyai tekstur tipis seperti membrane atau agak berdaging dan

lunak.

1. Morfologi daun talas

Daun tanaman talas ini adalah daun sempurna atau lengkap, dengan bentuk

melebar mencapai 50-60 cm bahkan lebih, dengan warna daun hijau muda hingga

tua. Daun talas merupakan daun tunggal, dengan tangkai panjang berwarna

keungguan atau keccoklatan, dan pangkal daun meruncing. Selain itu, daun talas

ini juga memiliki bagian tepi rata, dengan pertulangan daun yang besar atau

menonjol yang berbentuk menjari yang berwarna keputihan kotor.

Taksonomi akar talas

keterangan :

akar serabut

umumnya di jumpai pada monokotil, pada kelompok

tumbuhan ini seluruh akar dalam system perakarannya berupa

serabut. Tanaman talas merupakan tanaman yang memiliki

sistem perakaran serabut, dimana akar serabut yang dimiliki

tanaman ini umumnya lebih dangkal dan tersusun oleh

sekelompok akar adventif

morfologi akar talas

Akar tanaman talas serabut, yang tersusun dari perakaran adventif, dengan

tumbuh tegak mencapai kedalam 10-20 cm bahkan lebih.


Taksonomi umbi talas

keterangan

Menurut Prof Hembing Wijayakusuma, Umbi talas

memiliki efek farmakologis anti pembengkakan

(antiswelling). Kandungan kimia yang ada dalam

tumbuhan ini adalah zat besi, kalsium, garam fosfat,

protein, vitamin A dan B. Bagian yang bisa dipakai adalah daun, umbi, dan seluruh

tumbuhan. Talas bisa mengatasi penyakit diare, Caranya, ambil 30 gram batang

talas dan 30 gram tumbuhan patikan kebo (Euphorbia hirta), direbus dengan 800

cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan kemudian disaring dan diminum airnya selagi

hangat.

Morfologi umbi talas

Umbi talas berbentuk lonjong hingga agak bulat, kulitnya kasar, terdapat bekas

bekas pertumbuhan dari akar, dan warnanya cokelat. Daging dari buahnya

berwarna putih atau ungu sedikit merah jambu. Talas mengandung banyak

senyawa kimia yang dihasilkan dari metabolisme sekunder seperti alkaloid,

glikosida, saponin, essensial oil, resin, gula dan asam-asam organik. Umbi talas

mengandung pati yang mudah dicerna kira-kira sebanyak 18,2% dan sukrosa serta

gula pereduksinya 1,42%.


B. Klasifikasi dari tanaman jahe.

Kingdom : Plantae

Sub kingdom : Viridiplantae

Sup divisi : Spermatophytina

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Zingiberales

Family : Zingiberaceae

Genus : Zingiber Mil

Spesies : Zingiber officinale Roscoe

Ciri Morfologi Tanaman Jahe

Untuk karaktersitik yang menjadi ciri khas dari tanaman jahe ini, antara lain adalah

sebagai berikut;

Batang

Batang tanaman jahe memiliki warna hijau, tidak berkayu serta berair dan

merupakan batang semu tumbuh tegak lurus. Batang jahe terdiri dari seludang

daun tanaman serta pelepah daun yang menutupi daun. Bentuk batang jahe bulat

serta permukaan dilapisi oleh bulu halus tetapi tidak memiliki percabangan.

Taksonomi jahe (zingiberis officinale).


keterangan :

1. Ujung daun runcing

2. Tepih daun rata

3. Pangkal daun timbul

4. Pelepah daun

Tekstur daun: lembaran daun mempunyai tekstur tipis seperti membrane atau

seperti kertas.

Permukaan daun :gundul, tanpa rambut

Morfologi Daun

Daun pada tanaman jahe berwarna hijau berbentuk lonjong lancip menyerupai

dengan daun rumput besar. Daun jahe berselang seling dengan tulang daun serta

sejajar. Daun tanaman jahe termasuk daun tunggal dengan ujung daun berbentuk

runcing, tepinya rata dan pangkal daun tumpul, sedangkan permukaan daun halus

serta licin. Daun tanaman jahe termasuk daun lengkap karena terdapat helaian

daun, tangkai, serta upih daun.

Akar

Akar pada tanaman jahe merupakan akar serabut yang tumbuh pada rimpang

serta termasuk modifikasi dari batang. Akar tersebut memiliki bagian berupa leher

akar, tudung akar dan batang akar.


Bunga

Bunga tanaman jahe berupa malai yang tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat

telur. Bunga jahe termasuk dalam golongan bunga majemuk tunggal. Mahkota

bunga jahe berbentuk tabung, berwarna hijau kekuningan serta jumlah daun

mahkota ada tiga buah yang saling berlekatan pada bagian bawah helaian yang

agak sempit. Kelopak bunga berjumlah tiga buah, bunga jahe termasuk bunga

sempurna karena mempunyai 2 kelamin.


DAFATR PUSTAKA

Anonim. 2018. Tanaman jehe klasifikasi. [internet] diakses pada

https://dosenpertanian.com/tanaman-jahe/ tanggal 4 desember 2019 pukul11.41

WITA.

Anonim. 2018. Klasifikasi dan Morfologi Talas. [internet] diakses pada

https://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-ciri-ciri-morfologi-talas/ tanggal 4

desember 2019 pukul11.41 WITA.