Anda di halaman 1dari 19

Panduan Praktik Klinis

PARU

1. Nama Penyakit /Diagnosis : BRONKITIS AKUT

adalah proses radang akut pada saluran napas


bawah. Tidak dijumpai kelainan radiologik.
Penyebab tersering ialah virus. Bila berlangsung
lebih dari 5-7 hari dan perubahan
warna sputum perlu dipikirkan infeksi bakteri

2. Kriteria Diagnosis : Demam, batuk-batuk (dari kering sampai


berdahak), kadang-kadang sesak napas dan disertai
nyeri dada.

3. Diagnosis Diferensial : - Infeksi akut saluran napas bagian atas


- Pneumonia
- TB Paru

4. Pemeriksaan Penunjang : - Foto toraks PA dan lateral


- Laboratorium rutin darah :
* Hitung leukosit meninggi
* Pada hitung jenis, mungkin terdapat dominasi
sel leukosit PMN

5. Konsultasi : Dokter Spesialis Paru

6. Perawatan RS :

7. Terapi : - Terapi medikamentosa :


Antibiotika bila ada tanda-tanda infeksi (leukosis
tosis, demam, dahak purulen).
- Terapi non medikamentosa : istirahat

8. Penyulit : - Komplikasi : Pneumonia


- Karena penyakit : - abses, empiema
- septikemia

9. Inform concent ( tertulis ) : Tidak perlu

10. Lama Perawatan : 5-7 hari

11. Masa pemulihan : 1 minggu

12. Output : - Sembuh total


- Komplikasi

13. PA : -

14. Autopsi/Risalah Rapat


1
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit /Diagnosis : TUBERKULOSISI PARU

Ialah penyakit infeksi di paru yang bersifat kronik


dan menular, disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis.

2. Kriteria Diagnosis :

Klasifikasi TB Paru
Kasus baru dengan sputum yang positip dan klinis penderita dengan
keadaan yang berat seperti meningitis, tuberculosis militer, perikarditis,
Kategori I peritonitis, pleuritis masif atau bilateral, spondilitis dengan gangguan
neurologik, penderita dengan sputum negatif tetapi dengan kelainan paru
luas, tuberculosis usus, saluran kemih dbs.

Kategori II Adalah kasus relaps atau gagal dengan sputum yang tetap positif

Adalah kasus demam dengan sputum yang negatif dengan kelainan paru
Kategori III yang tidak luas, kasus tuberkulosis ekstra pulmoner selain dari yang
disebut dalam kategori I

Kategori IV Adalah kasus tuberkulosis kronik

 Gejala klinis yang dianggap (+) adalah batuk dari ringan (tanpa dahak) sampai
berat/batuk darah, gejala seperti flu yang hilang timbul dan semakin sering dan demam
terutama senja hari
 Foto toraks dianggap (+) bila menggambarkan corakan yang bersifat infiltratre di
puncak paru atau puncak lobus bawah paru dengan atau tanpa kavitas, dan dapat disertai
corakan lainnya seperti kapur dan garis fibrotik.

3. Diagnosis Diferensial : - Bronchopneumonia


- Bronkiektasis
- Keganasan Paru

4. Pemeriksaan Penunjang : - Foto toraks PA dan lateral (terutama bila lesi


terletak dilapangan tengah).
- BTA sputum langsung dan biakan
- TCM
- Laboratorium darah rutin :
 Hitung jenis, biasanya dominasi limfosit
 LED > 30 mm./jam
 PCR TB
 IgG Anti TB
5. Konsultasi
: Dokter Spesialis Paru
6. Perawatan RS
: Pada prinsipnya pasien TB Paru dapat berobat
jalan, kecuali bila ada penyulit

2
Panduan Praktik Klinis

14. Terapi : - Terapi non medikamentosa :


Perbaikan gizi, pendidikan kesehatan
- Terapi medikamentosa :

Pengobatan Tuberkulosis Paru

Alternatif Panduan
Kategori Pasien TB Pengobatan TB
Fase awal Fase Lanjutan
I * Kasus baru TB Paru BTA + 4 R3H3
* Kasus baru TB paru TB – dengan 4 RH
Kerusakan parenchyma yg luas 2 RHZE 6 HE
* Kasusu baru dengan kerusakan yang
Berat pada TB ekstra pulmoner
II * TB Paru BTA dengan riwayat
Pengobatan sebelumnya 2 RHZES 5 R3H3E3
* Kambuh + 1 RHZE 5 RHE
* Kegagalan pengobatan
* Pengobatan tidak selesai
III * Kasus baru TB Paru dengan BTA-
Diluar kategori I 4 R3H3
*Kasus baru yang berat dengan TB 2 RHZ 4 HR
Ekstra pulmoner 6 HE
IV * Kasus kronis
Sputum BTA tetap positif setelah Rujuk ke RS
Pengobatan ulang

3
Panduan Praktik Klinis

Dosis obat berdasarkan berat badan :

Setiap Hari Intermitent


Dewasa Dewasa Dewasa & Dewasa
Anak-anak B. Dosis Anak-anak B. Badan Dosis
(mg/kg/BB) Badan (mg/kg/BB)

Isoniamid 5 - 300 mg 15 - 600-900 mg

Rifampicin 10 <50 kg 450 mg 15 - 600-900 mg


> 50 kg 600 mg

Pyrazinamid 15-20 < 50 kg 750 mg 15-20 < 50 kg 750 mg


> 50 kg 1g > 50 kg 1g

Ethambutol 35 < 50 kg 1.5 g 50


> 50 kg 2g
< 50 kg 2g
(3 x/mggu)
> 50 kg 2,5 g

< 50 kg 3g
(2 x/mggu)
> 50 kg 3,5 g

25 (selama 2 - - 30 (3 x/mggu) - -
bln)
15 bln berikut 45 (2 x/mggu)

Keterangan : R : Rifampisin
H : INH
E : Ethambutol
Z : Pirazinamid
S : Streptomosin
Bedah :
* BTA persisten positif dengan/tanpa resistensi
kuman
* Batuk darah massif atau berulang

15. Tempat Pelayanan : Kelas C jika disertai penyulit

16. Penyulit : Karena penyakit :


- Penyebaran milier, TB ekstrapulmonal
- Destroyed lung, batuk darah masif
- Dengan komplikasi penyakit lain

17. Inform Concent ( tertulis )


: -

4
Panduan Praktik Klinis

18. Standar Tenaga : Dokter spesialis paru bila ada penyulit

19. Lama Perawatan : -

20. Masa pemulihan : Bila tanpa penyulit dapat bekerja biasa

21. Output : * Sembuh total


* Sembuh parsial (kronik/ Persisten TB)
* Komplikasi
* Meninggal

22. PA : -

23. Otopsi /Risalah Rapat : -

5
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit /Diagnosis : PNEUMONIA

Ialah infeksi akut pada parenkim paru yang dapat


disebabkan oleh bakteri, virus maupun parasit.

2. Kriteria Diagnosis : Demam, batuk-batuk (dari batuk kering sampai


berdahak). Sesak nafas yang semakin memberat
dan kadang-kadang disertai nyeri dada.

3. Diagnosis Diferensial : - TB Paru


- Mikosis paru
- Tumor Paru

4. Pemeriksaan Penunjang : - Foto Toraks PA + Lateral


- Laboratorium darah rutin :
* Hitung leukosit
* Pada hitung jenis, terdapat dominasi sel
leukosit PMN
- Bronkoskopi (Aspirasi transbronkial)
- Aspirasi transtorakal, terutama untuk
pemeriksaan bakteriologi

5. Konsultasi : Dokter Spesialis Paru

6. Perawatan RS : Rawat inap, terutama pada penderita yang secara


nyata membutuhkan O2 atau mengalami
komplikasi, terlihat dari frekwensi nafas lebih dari
2 x/m dan dangkal, demam tinggi (lebih dari 38
derajat C), dehidrasi, septicemia.

7. Terapi : Terapi medikamentosa :


Anti biotika sesuai hasil bakteriologi

Terapi non medikamentosa :


* Istirahat, O2 hidrasi (terapi cairan)
* Pengisapan lendir, bila perlu dengan
bronkoskopi

8. Tempat Pelayanan :
RS. C/B dengan Spesialis Paru khususnya pada
kasus yang mengalami komplikasi atau tanda-
tanda ke arah gagal napas.

9. Penyulit : Komplikasi

6
Panduan Praktik Klinis

Karena penyakit :
- Abses Paru, Empisema
- Septikemia
- Gagal Nafas

Karena tindakan :
- Perdarahan
- Empiema
- Septikemia

10. Inform Concent ( tertulis ) : Perlu, karena kemungkinan diperlukan tindakan


diagnostik
Invasif atau pemasangan ventilator mekanik

11. Tenaga Standar : - Dokter Umum


- Dokter Spesialis Paru, khususnya pada
pasien dengan penyulit atau terdapat tanda ke
arah gagal napas

12. Lama Perawatan : 5-7 hari

13. Masa Pemulihan : 1 minggu

14. Output : -

15. PA : -

16. Autopsi /Risalah Rapat : -

7
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit/ Diagnosis : ASMA BRONKIAL

Ialah penyakit saluran napas dengan karakterisktik


berupa peningkatan reaktivitas trakea dan bronkus
penyempitan umum saluran napas, yang dapat
hilang oleh pengaruh obat-obatan maupun secara
spontan.

2. Kriteria Diagnosis : Riwayat batuk-batuk disertai sesak nafas berulang


akibat faktor pencetus disertai mengi (wheezing)
dapat ditemukan penggunaan otot bantu napas,
dapat hilang/sembuh dengan atau tanpa penyebab

3. Diagnosis Diferensial : - PPOK


- Pneumotoraks
- Asma Kardiale

4. Pemeriksaan Penunjang : * Laboratorium : darah, kadar eosinofil


* Foto thoraks
* Spirometri dan pengukuran arus puncak
ekspirasi
* Uji bronkodilator
* Pemeriksaan kadar IgE
* Uji provokasi bronkus

5. Konsultasi : Dokter Spesialis Paru

6. Perawatan RS : * Rawat jalan


* Rawat inap segera, bila serangan asma berat
atau asmatikus.

7. Terapi : Terapi non medikamentosa :


* Oksigen
* Fisioterapi
* Pendidikan Kesehatan
Terapi medikamentosa
1. Bronkodilator
* Adrenalin
* Beta 2 agonis
* Golongan Xantin ( Aminofilin)
* Antikolinergik
* Nebulizer
2. Kortikosteroid sistemik pada serangan
kortikosteroid inhalasi pada asma kronik
3. Sodium kromoglikat
4. Antibiotika, mukolitik, ekspektoran atas
indikasi
Catatan :
 B2 Agonis dan kortikosteroid inhalasi
merupakan pilihan utama
 Obat oral digunakan bila obat inhalasi
tidak dapat diberikan

8
Panduan Praktik Klinis

8. Tempat Pelayanan : RS tipe C

: Komplikasi
9. Penyulit * Status asmatikus
* Pneumotoraks
* Gagal napas

: -
10. Inform Concent ( tertulis
:
11. Lama Perawatan
: Beberapa hari s/d 1 minggu
12. Output
: * Serangan teratasi
13. * Meninggal
PA
: -
14. Autopsi /Risalah Rapat
: -
15.

9
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit/ Diagnosis : BRONKIEKTASIS


No. ICD 494

Ialah penyakit paru yang ditandai oleh dilatasi


yang disertai destruksi dinding bronkus yang
kronik dan menetap. Keadaan ini dapat terjadi
akibat kelainan congenital, infeksi menahun dan
berulang, faktor mekanik, gangguan oleh karena
kelainan yang mendahului cabang-cabang terakhir
di a. bronkialis maupun gangguan saraf perifer
otot-otot bronkus.

2. Kriteria Diagnosis : - Kelainan anatomis berupa pelebaran bronkus


yang terlihat pada bronkografi atau foto toraks
biasa.
- Gejala klinis dapat tidak ditemukan atau berupa
batuk produktif atau batuk darah. Pada keadaan
lanjut dapat disertai sesak napas.

3. Diagnosis Diferensial : - TB Paru


- Bronkitis kronik
- Fibrosis kistik

4. Pemeriksaan Penunjang : Foto toraks, bronkografi untuk diagnosis pasti

5. Konsultasi : Dokter Spesialis Paru

6. Perawatan RS : Rawat inap, pada bronkiektasis terinfeksi berulang


dan bila batuk darah

7. Terapi : Terapi non medikamentosa :


* Oksigen
* Fisioterapi

Terapi medikamentosa
* Antibiotik bila da infeksi
* Bronkodilator, bila ada gejala obstruksi
* Mukolitik dan ekspektoran atas indikasi

Pembedahan :
Lobektomi atau pneumonektomi bila kelainan
unilateral dan keluhan infeksi berulang, atau batuk
darah (berulang)

8. Penyulit : Komplikasi
* Sepsis
* Hemoptisis
* Gagal napas

10
Panduan Praktik Klinis

9. Inform Concent ( tertulis) : Perlu

10. Tenaga Standar : Dokter Spesialis paru

11. Lama Perawatan : 5-7 hari

12. Masa Pemulihan : 1 minggu

13. Output : * Sembuh total


* Sembuh, gejala berkurang
* Meninggal

14. PA : Pelebaran bronkus disertai destruksi dinding


bronkus dan tanda infeksi pada bronkus maupun
parenkim paru.

15. Autopsi /Risalah Rapat : Bila mungkin

11
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit/ Diagnosis : PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK/


PPOK

Ialah kelompok penyakit paru kronik yang tidak


diketahui etiloginya, yang mengakibatkan
obstruksi jalan napas yang ireversibel dan ditandai
oleh dengan peningkatan tahanan aliran udara di
jalan napas penyakit paru kronik yang termasuk
PPOK ialah empisema, bronchitis kronik dan
penyakit jalan napas.

2. Kriteria Diagnosis : - Bronkitis kronik : batuk-batuk produktif 3


bulan dalam setahun, minimal 2 tahun berturut
turut.
Mungkin tidak disertai kelainan pemeriksaan
jasmani atau ditemukan ronki basah di kedua
paru.
- Empisema : sesak napas menetap dan progresif
Pada pemeriksaan fisik dada cembung, hiper
sonor, suara napas melemah, mungkin
terdengar mengi.

3. Diagnosis Diferensial : - Asma bronchial


- Sindrom obstruksi pasca TB

4. Pemeriksaan Penunjang : - Foto toraks PA dan lateral, inspirasi dan


ekspirasi
- Spirometri
- Uji bronkodilator

5. Konsultasi : Dokter Spesialis Paru

6. Perawatan RS : Rawat inap, pada eksaserbasi akut

7. Terapi : Terapi non medikamentosa :


* Oksigen
* Fisioterapi
* Pendidikan kesehatan kepada penderita dan
keluarganya.
Terapi medikamentosa
1. Bronkodilator
* Aminofilin atau teofilin
* Beta 2 agonis
* Anti kolinergik
2. Kortikosteroid pada eksaserbasi akut atas
indikasi
3. Mukolitik dan ekspektoran
4. Anti biotik bila ada infeksi

* Bronkodilator, bila ada gejala obstruksi


* Mukolitik dan ekspektoran atas indikasi

12
Panduan Praktik Klinis

8. Tempat Pelayanan : RS tipe C

9. Penyulit : Komplikasi
* Intoksikasi oksigen
* Kor pulmonale
* Gagal napas

10. Inform Concent ( tertulis) : Perlu

11. Tenaga Standar : Dokter Spesialis Paru

12. Lama Perawatan : 1 sampai 2 minggu

13. Masa Pemulihan : 2 minggu

14. Output : * Sembuh total partial, aktif bekerja


* Meninggal

15. PA : -

16. Autopsi /Risalah Rapat : -

13
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit/ Diagnosis : PNEUMOTORAKS

Ialah adanya udara bebas di dalam rongga pleura


antara dinding dada dan paru, yang disebabkan
oleh trauma dada, maupun penyakit paru dapat
terjadi secara spontan. Kadang-kadang terjadi
pada wanita akibat endometrioasis.

: - Pneumotoraks spontan sesak napas dan atau


2. Kriteria Diagnosis nyeri dada yang terjadi mendadak dan semakin
memberat.
Pada pneumotoraks tekan (venti), sesak napas
semakin hebat, nadi lebih cepat, gelisah,
keringat dingin dan sianosis.
Pneumotoraks pada endometriosis sering
terjadi bersamaan dengan menstruasi.

: - Empisema
3. Diagnosis Diferensial - Asma bronchial
- IMA (Infark Miokard Akut)
- Emboli Paru

: Foto toraks, kadang-kadang diperlukan


4. Pemeriksaan Penunjang pembuatan dalam ekspirasi maksimal bila
dicurigai pneumotoraks ringan atau foto lateral
bila diduga disertai efusi pleura.

: Dokter Spesialis Paru


5. Konsultasi Bila diduga endometriosis : Dokter Spesialis
Kebidanan kandungan

: Rawat inap, setiap pasien pneumotoraks harus


6. Perawatan RS segera dirawat

: Terapi medikamentosa :
7. Terapi Jika disebabkan oleh TB Paru, diperlukan obat –
obatan anti TB (OAT).

Terapi non medikamentosa


* Istirahat fisioterapi (bila ringan)
* Pemasangan WSD atau WSD mini, O2 bila
pneumotoraks sedang berat
* Pleurodesis bila pneumotoraks berulang
* Terapi hormone untuk endometriosis
* Kadang-kadang dibutuhkan pembedahan

Tempat Pelayanan RS. Klas C/B dengan Spesialis Paru

14
Panduan Praktik Klinis

8. Penyulit : Komplikasi

: Karena Penyakit :
* Empisema subkutis
* Efusi pleura
* Empiema
* Pada pneumotoraks tekan dapat terjadi torsi
jantung dan pembuluh darah besar

9. Inform Concent ( tertulis) : Perlu terutama akan dilakukan pemasangan WSD


dan atau pembedahan.

10. Tenaga Standar : Dokter Umum :


 Terutama dalam keadaan akut sampai
pemasangan WSD mini

Dokter Spesialis Paru :


 Bila diperlukan pemasangan WSD pada
pneumotoraks berulang bila terjadi penyulit

11. Lama Perawatan : Sampai 3 hari setelah WSD divcabut dan tidak
terjadi lagi Pneumotoraks berulang.

12. Masa Pemulihan : 1 minggu

13. Output : * Sembuh total


Tanpa keluhan tapi pengembangan paru tidak
sempurna
* Komplikasi
* Meninggal

14. PA : -

15. Autopsi /Risalah Rapat : -

15
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit/ Diagnosis : HEMOPTOE

Ialah suatu batuk yang mengeluarkan darah. Pada


umunya penderita batuk darah telah menpunyai
penyakit dasar

2. Kriteria Diagnosis : Batuk-batuk, berdarah ( dari Bloodstreak sampai


Massive 500-1000 cc atau lebih) dan perdarahan
yang terjadi harus berasal dari saluran napas
bagian bawah ( dari glottis ke bawah).

3. Diagnosis Diferensial : - CA Bronkogenik


- Bronkiektasis
- Tuberkolosis paru
- Abses paru
- Adenoma Bronchial
- Eksaserbasi PPOK
- Kardiovaskuler
- dll

4. Pemeriksaan Penunjang : Foto Toraks PA dan Lateral


Bronkoskopi
Pemeriksaan Laboratorium :
- HB dan Faal Hemostatis
- Sputum BTA
- Jamur
- Setologi Sputum

5. Konsultasi : Dokter Spesialis Paru

6. Perawatan RS : Rawat inap setiap pasien batuk darah

7. Terapi : a. Konservatif
- Menenangkan dan memberitahu penderita
agar jangan takut untuk membatukkan
darahnya
- Penderita diminta berbaring pada posisi
bagian paru yang sakit atau sedikit
trendelenberg, terutama bila reflek
batuknya tidak adekuat.
- Jaga agar jalan napas tetap terbuka bila
diperlukan dilakukan pemasangan pipa
endotrakeal.
- Pemasangan IV line, untuk penggantian
cairan /jalur pemberian obat parenteral.
- Pemberian obat Hemostatik belum jelas
manfaatnya.
- Obat-obat dengan efek sedasi ringan
dapat diberikan bila penderita gelisah.
: Obat – obat penekan reflek batuk hanya

16
Panduan Praktik Klinis

diberikan bila terdapat batuk berlebihan


dan merangsang perdarahan lebih banyak.
- Transfusi darah bila hematokrit < 25 -
20% atau Hb < 10 gram% sedang
perdarahan masih berlangsung.

b. Terapi Bedah
Indikasi tidakan bedah :
- Batuk darah > 600 cc/24 jam dan dalam
pengamatan batuk darah tidak berhenti.
- Batuk darah 250-600 cc/24 jam, Hb < 10
gram% dan batuk darah berlangsung
terus.
- Batuk darah 250 – 600 cc/24 jam, Hb >
10 gram% dan dalam pengamatan 48 jam
perdarahan tidak berhenti.

8. Standard RS

9. Penyulit : - Asfiksia
- Sufokasi
- Kegagalan sirkulasi akibat banyak kehilangan
darah
- Penyebaran penyakit ke sisi paru yang sehat
- Atelektasis

10. Inform Concent ( tertulis) : Perlu bila dilakukan operasi

11. Tenaga Standar : Dokter Umum


Dokter Spesialis Paru

12. Lama Perawatan : 1-2 minggu

13. Masa Pemulihan : 2 minggu

14. Output : Sembuh Parsial


Sembuh total
Meninggal

15. PA : -

16. Autopsi/Risalah Rapat : -

17
Panduan Praktik Klinis

1. Nama Penyakit/ Diagnosis : KANKER PARU

Kanker paru dalam arti luas adalah semua


penyakit keganasan di paru, mencakup :
keganasan yang berasal dari paru sendiri maupun
keganasan dari luar paru metastasis tumor di
paru). Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan
kanker paru ialah kanker paru primer, yakni tumor
ganas yang berasal dari epitel bronkus atau
karsinoma bronkus (Bronchogenic Carcinoma).

2. Kriteria Diagnosis : Batuk-batuk dengan /tanpa dahak :


Batuk darah ;
Sesak napas :
Sakit dada :
Sulit /sakit menelan
Benjolan di pangkal leher
Sembab muka dan leher kadang-kadang disertai
lengan dengan rasa nyeri .

3. Diagnosis Diferensial : Benda asing


Jamur
Tuberkolisis/ Tuberkolomo ;
Hamartoma;
Tumor Metastasis ;
Penyakit Auto –imun

4. Pemeriksaan Penunjang : a. Foto Toraks PA dan Lateral


b. CT Scan Toraks
c. Pemeriksaan Radiologik Lain :
- Brain CT
- Bon Scan /Bone Survey
- USG Abdomen

5. Pemeriksaan Khusus : Bronkoskopi


Biopsi aspirasi jarum ;
Trans Bronchial Needle Aspiration (TBNA);
Trans bronchial Lung Biopsy (TBLB) ;
Biopsi lain ( Biopsi jarum halus, biopsi Daniel);
Torakoskopi Medik
Sitologi Sputum

6. Konsultasi : Dokter Spesialis Paru


Dokter bedah torak, bila dilakukan operasi;
Dokter radiologi bila dilakukan radioterapi

7. Perawatan RS : Rawat inap, bila dilakukan pembedahan dan


kemoterapi
KU jelek

18
Panduan Praktik Klinis

8. Terapi : Pembedahan ;
Kemoterapi
Radioterapi

9. Standard RS : Tipe C dan B

10. Penyulit : Batuk darah ;


Pleural Effusion :
Metastase

11. Inform Concent ( tertulis) : Perlu

12. Tenaga Standar : Dokter Spesialis Paru

: Tidak terbatas/ tidak dapat ditentukan


13. Lama Perawatan

: -
14. Masa Pemulihan

: Komplikasi
15. Output Metastase
Meninggal

: a. Karsinoma Squamosa
16. PA b. Karsinoma Sel Kecil
c. Adeno Karsinoma
d. Karsinoma Sel Besar

: -
17. Autopsi /Risalah Rapat

19