Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

HUKUM ARCHIMEDES

Dosen Pengampu : Dr. Eng. I Dewa Nyoman Nurweda Putra, S.Si., M.Si
I Wayan Gede Astawa Karang, S.Si., M.Si., Ph.D
Ir. Putu Suardana, M.Si
Asisten Dosen : Eliana Revelina Triwulan Damanik

Disusun Oleh
Kelompok 07
Sang Ayu Sephanie Putri
1913521012

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hukum Archimedes juga bisa diartikan bahwa suatu benda yang dicelupkan
seluruhnya atau sebagian kedalam fluida akan mengalami gaya ke atas yang sama
dengan berat fluida yang dipindahkannya. Karena adanya gaya angkat keatas yang
ditimbulkan air dan diterima benda. Dengan demikian maka resultan gaya antara gaya
berat dengan gaya keatas merupakan berat benda dalam air. Selanjutnya berat disebut
dengan berat semu yaitu berat benda tidak sebenarnya karena benda berada dalam zat
cair (Nurlaili & M. Haiyum, 2012).
Fisika adalah subjek yang sangat konseptual. Kesalah pahaman dalam fisika
berkembang sangat pesat pada tingkat dasar, terutama dalam Hukum Achimedes
(Ibrahim Karaman, 2011). Tekanan hidrostatis mempelajari konsep tekanan dalam zat
cair serta faktor-faktor yang memengaruhinya, dan Hukum Archimedes mempelajari
gaya apung serta penggunaannya untuk menjelaskan fenomena tenggelam, melayang,
dan terapung (Serway & Jewett, 2014).
Tekanan hidrostatis dan hukum Archimedes dekat sekali dengan kehidupan
sehari-hari sehingga materi ini sudah sangat dikenal terutama diklangan pelajar.
Namun, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam memahami faktor-faktor yang
memengaruhi besarnya tekanan hidrostatis seperti massa jenis zat, kedalaman, gaya
gravitasi, dan faktor-faktor yang memengaruhi besarnya hukum Archimedes, seperti
volume zat yang dipindahkan, massa jenis, dan gaya angkat zat (Trianto, 2009
Serway & Jewett, 2014). Fisika adalah cabang ilmu yang diperoleh melalui keilmuan
metode untuk mengungkap misteri materi dan interaksinya dengan objek lain
disemesta (Ekawati, 2017). Fisika selalu terkait dengan kehidupan sehari-hari, jadi itu
perlubagi siswa untuk mengetahui dan memahami tentang fisika (Rochmawati &
Wahyuni, 2017).
Stratifikasi didefinisikan sebagai perbedaan kepadatan antara lapisan tercampur
dan laut dalam. Secara khusus, lapisan tercampur mengatur interaksi antara
ketersediaan cahaya untuk fotosintesis dan pasokan nutrisi dari laut dalam untuk
lapisan di atasnya. Ketersediaan cahaya dan kadar nutrisi adalah faktor utama dalam
produktivitas biologis. Kerapatan massa air pada lapisan tercampur sangat
berpengaruh terhadap proses pertukaran massa air yang berperan penting dalam
memasok nutrisi ke zona eufotik. Stratifikasi juga berpengaruh terhadap serapan
karbon dan oksigen dari lapisan permukaan ke lapisan dalam (Capotondi et al., 2012).
Dalam kehidupan sehari-sehari kita tidak akan jauh dari yang namanya massa
jenis dan bagimana gayanya salah satunya terdapat pada konsep berat benda dalam
air. Batu yang berada dibawah permukaan air lebih mudah diangkat jika di dalam air
dibandingkan di udara, hal tersebut terjadi karena adanya gaya apung. Sedangkan
untuk konsepsi paralel, terjadi apabila adanya konsepsi dari berbagai representasi
konteks tentang suatu konsep. Dimana tentu berat benda tersebut lebih ringan
daripada berat benda di udara (Garca-Franco & Taber, 2009).
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum fisika dasar mengenai Hukum Archimedes yaitu
sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui pengertian dari Hukum Archimedes.
2. Dapat melatih perhitungan mengenai massa jenis dari Hukum Archimedes.
3. Dapat mengetahui contoh peranan Hukum Archimedes dalam bidang kelautan dan
perikanan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Hukum Archimedes
Archimedes dikenal sebagai ahli fisika, matematika, optika dan astronomi.
Ia dijuluki sebagai Bapak Eksperimen, karena mendasarkanpenemuannya pada
percobaan. Ia menemukan hukum pada sebuah peristiwa yang disebut dengan Hukum
Archimedes yang berbunyi “jika benda dimasukkan ke dalam cairan, baik sebagian
atau seluruhnya, akan mendapatkan gaya ke atas sebesar berat cairan yang
dipindahkan benda itu”. Misalnya air mempunyai volume tertentu, jika sebuah benda
dimasukkan kedalam air tersebut, maka permukaan air akan terdesak atau
naik. Dengankata lain, berat benda seolah-olah menjadi lebih ringan. Hal ini karena
adanyagaya ke atas yang sering disebut gaya Archimedes (Agusni, 2015).
Hukum Archimedes sebagai penelitian menggunakan minyak tanah dan air
sebagai zat cair yang akan ditentukan massa jenisnya. Alat yang dirancang
menggunakan tabung reaksi sebagai benda yang akan dicelupkan ke dalam zat cair,
gotri sebagai massa beban agar tabung reaksi berdiri secara vertikal, bejana sebagai
wadah yang menampung zat cair, serta kertas skala untuk mengukur perubahan
volume (Nurlaili, 2010)
Fluida Statis (archimedes) adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak
(diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi idak ada perbedaan kecepatan
antara partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida
tersebut bergerak dengankecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser
(Malik, 2014). Misalnya air mempunyai volume tertentu, jika sebuah benda
dimasukkan kedalam air tersebut, maka permukaan air akan terdesak atau
naik. Dengankata lain, berat benda seolah-olah menjadi lebih ringan. Hal ini karena
adanyagaya ke atas yang sering disebut gaya Archimedes (Agusni, 2015).
Prinsip Archimedes ketika menimbang batu di dalam air, berat batu yang terukur
pada timbangan pegas menjadi lebih kecil dibandingkan denganketika dirimu
menimbang batu di udara (tidak di dalam air). Massa batu yang terukur pada
timbangan lebih kecil karena ada gaya apung yang menekan batu ke atas. Efek yang
sama akan dirasakan ketika kita mengangkat benda apapun dalam air. Batu atau
benda apapun akan terasa lebih ringan jika diangkat dalam air. Hal ini bukan berarti
bahwa sebagian batu atau benda yang diangkat hilang sehingga berat batu menjadi
lebih kecil, tetapi karenaadanya gaya apung. Arah gaya apung ke atas, alias searah
dengan gaya angkat yang kita berikan pada batu tersebut, sehingga batu atau benda
apapun yang diangkat di dalam air terasa lebihringan. Keterangan gambar : Fpegas =
gaya pegas, w = gaya berat batu, F1 =gaya yang diberikan fluida pada bagian atas
batu, F2 = gaya yang diberikanfluida pada bagian bawah batu, Fapung = gaya apung
(Agusni, 2015). Pada prinsip Archimedes, sebuah benda akan mengapung di dalam
fluida jika massa jenis suatu benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair (Jewwet,
2009).
Jika benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka berat benda atau gaya berat benda
dilawan oleh gaya ke atas yang diberikan oleh zat cair. Gaya berat memiliki arah ke
bawah dan gaya zat cair memiliki arah ke atas. Berdasarkan besarnya gaya berat dan
gaya ke atas (gaya apung), posisi benda dalam zat cair digolongkan menjadi tiga yaitu
tenggelam, melayang, dan mengapung (Sukabdiyah, 2012).

2.2 Bouyancy
Menurut definisi fisika Buoyancy (daya apung)adalah daya tekan keatas dari
cairan terhadap sebuah benda yang berlawanan dengan massa benda dan efek
gravitasi. Ringkasnya Buoyancy adalah kemampuan mengapung dari sebuah
benda pada cairan tertentu. Bouyancy adalah daya apung. Dalam hal ini molekul
udara yang suhunya lebih hangat kerapatannya menurun (jarak antarmolekulnya
merenggang), sehingga massa jenisnya (massa per satuan volume) menjadi lebih
lebih ringan, dan udara pun bergerak (mengapung) ke atas. Bouyancy dipengaruhi
densitas massa (volume) dan gravitasi (Hakim Simanjuntak, 2012).
Bouyancy terjadi karena adanya reaksi dari fluida terhadap massa benda yang
tercelup ke dalam air. Tubuh manusia umumnya terapung di air dan balon berisi
helium terapung di udara (Latifah, 2010). Secara umum, pada gaya apung terbagi
menjadi dua bentuk, yakni berupa gaya apung yang diperoleh benda pada permukaan
bernilai lebih besar dan gaya apung yang diperoleh benda pada posisi lebih dalam
bernilai lebih besar. Bentuk ide tersebut tersebar dalam penjelasan berupa semakin
kecil massa jenis benda, semakin besar gaya apung semakin besar volume benda,
semakin besar gaya apung semakin ke atas posisi benda, semakin besar gaya apung
(Sutarja dkk, 2016). Gaya apung disebabkan berada dalam fluida dan gaya dinamika
dikarenakan adanya gerakan relatif dalam fluida tersebut (McGinnis,2010). Ada atas
3 kemungkinan yang terjadi pada saat di dalam air (kolam renang) yaitu:
1. Mengapung, jika berat jenis benda < 1 atau (GA>GB),
2. Melayang, jika berat jenis benda = 1 atau (GA=GB),
3. Tenggelam, jika > 1 atau (GA) (McGinnis,2010).
Besarnya gaya apung (Fa) sama dengan Fa = ρf .g .vbf dengan keteragan
Fa adalah gaya ke atas (N), ρf adaah massa jenis fluida (kg/m3), g adalah
Percepatan grafitasi bumi (m/det2) dan vbf adalah volume benda yang tercelup dalam
fluida (m3) (Nurlaili & M. Haiyum, 2012).
Faktor-faktor yang mempengaruhi bouyancy pada fluida adalah volume fluida
yang dipindahkan. Karena total gaya ke atas yang diberikan pada benda oleh fluida
juga sama dengan sebelumnya, sama juga dalam besarnya dengan berat mg fluida
yang dipindahkan. Selain itu faktor yang mempengaruhi bouyancy berat benda di
dalam fluida dan berat benda di udara. Massa jenis atau densitas fluida juga
mempengaruhi gaya apung benda. Dan percepatan gravitasi juga mempengaruhi gaya
apung, karena garis kerja gaya apung kembali melalui pusat gravitasi fluida yang
dipindahkan (Latifah, 2010).

2.3 Stratifikasi
Stratifikasi dibagi menjadi banyak jenis sala satuya stratfikasi suhu, stratifikasi
soiall, sratifikasi vertical laut, stratfikasi ekologi perairan laut dan masih banyak
lagi. Pelapisan ini terjadi karena suhu permukaan air lebih tinggi dibanding dengan
suhuair dibagian bawahnya. Stratifikasi suhu pada air laut dikelompokkan menjadi
tiga yaitu yaitu:Lapisan epilimnion yaitu lapisan sebelah atas perairan yang
hangat dengan penurunan suhu relati kecil (dari 32 derajat celcius menjadi 28
derajat celcius), Lapisan metalimnion yaitu lapisan tengah yang
mempunyai penurunan suhu sangat tajam (dari suhu 28 derajat celcius hingga 2
derajat celcius dan lapisan hipflimnion yaitu lapisan paling bawah di mana pada
lapisan ini perbedaan suhu sangat kecil reatif konstan (Dwi, 2010).
Stratifikasi merupakan salah satu indikator kestabilan danau. Semakin kuat
stratifikasi, maka semakin stabil kolom air suatu danau. Kestabilan dianggap penting
karena bisa menjadi penggerak utama dinamika biota air seperti fitoplankton (Yang et
al., 2016). Kekuatan stratifikasi akan melemah ketika transfer energi panas dari
cahaya matahari ke badan air memiliki intensitas rendah (Magee & Wu, 2017). Jika
kondisi ini berlanjut, maka badan air akan berada pada kondisi isotermis, sehingga
memudahkan proses difusi vertikal molekulmolekul di badan air (Giles et al., 2015).
Stratifikasi akan menghilang pada saat energi panas matahari tidak cukup besar untuk
membentuk stratifikasi, sehingga energi kinetik turbulen di dalam air yang dihasilkan
oleh energi kinetik angin akan menggerakkan air yang lebih hangat dari lapisan atas
menuju ke lapisan bawah). Sebaliknya, jika energi kinetik angin menurun, kekuatan
stratifikasi dan suhu lapisan epilimnion akan meningkat (Tuan et al., 2009).
BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat


Adapun waktu dan tempat pada praktikum fisika dasar mengenai Hukum
Archimedes adalah dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Desember pada pukul 18.00
WITA sampai 19.00 WITA yang dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Kelautan,
Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana.

3.2 Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan dalam praktikum fisika dasar mengenai hukum
Archimedes yaitu sebagai berikut :
Tabel 1. Alat Praktikum Hukum Archimedes (Bouyancy dan Stratifikasi)
No Nama Alat Jumlah Keterangan
1 Baskom bening 1 buah Sebagai tempat untuk diisi air
besar
2 Timbangan Digital 1 buah Untuk menimbang bahan
yang akan digunakan atau
membantu mengukur berat.
3 Gelas beaker 2 buah Sebagai tempat untuk
menampung zat kimia,
sebagai volume pengukur
cairan
4 Pengaduk 1 buah Digunakan untuk
menghomogenkan atau
mengaduk larutan.
5 Alat tulis secukupnya Digunakan sebagai alat untuk
mencatat hasil
Tabel 2. Bahan Praktikum Hukum Archimedes (Bouyancy dan Stratifikasi)
No Nama alat Jumlah Keterangan
1 Air panas 250 mL Sebagai media untuk
percobaan stratifikasi dan
mencampurkan dengan
larutan lain
2 Air dingin 250 mL Sebagai media untuk
percobaan stratifikasi dan
mencampurkan dengan
larutan lain
3 Pewarna makanan 2 buah Sebagai media untuk
memberi warna pada
larutan
4 Coca-cola 1 kaleng Sebagai media untuk
biasa(original) diukur massa jenis dan
ditimbang pada bouyancy
5 Coca-cola Zero 1 kaleng Sebagai media untuk
diukur massa jenis dan
ditimbang pada bouyancy
6 Air keran Secukupnya Sebagai media untuk
mengukur dan
mencampurkan dengan
larutan lain
7 Es batu 1 balok Sebagai media untuk
membuat suhu dingin
3.3 Prosedur Praktikum
Adapun prosedur praktikum fisika dasar mengenai Hukum Archimedes yaitu
sebagai berikut :
3.3.1 Prosedur Praktikum Bouyancy
Adapun prosedur praktikum fisika dasar dari bouyancy adalah sebagai
berikut:
1. Disiapkan alat dan bahan praktikum
2. Disiapkan timbangan digital.
3. Diambil dan ditimbang coca-cola original(biasa) dan coca-cola Zero sebanyak 3
kali dan dicatat hasilnya.
4. Dihitung massa jenis dari ukuran yang di dapat dengan dari ketiga hasil
timbangan tersebut di rata-ratakan lalu dibagi sebanyak jumlah berapa kali
ditimbang lalu dihitung dengan rumus ρ = m/V yang digunakan untuk
dibandingkan dan disebabkan oleh apa.
5. Dicari perbedaan kandungan komposisi coca-cola original(biasa) dengan coca-
cola Zero.
6. Disiapkan baskom bening besar dan disikan air keran secukupknya.
7. Dimasukkan coca-cola original(biasa) dan coca-cola Zero secara bersamaan di
dalam baskom.
8. Diamati dan dicatat hasilnya.
3.3.2 Prosedur Praktikum Stratifikasi
Adapun prosedur praktikum fisika dasar dari stratifikasi adalah sebagai
berikut:
1. Disiapkan alat dan bahan praktikum.
2. Diambil dua gelas kimia, satu gelas kimia diisi air panas dan satu gelas kimia lagi
diisi air dingin secukupnya.
3. Diberi warna yang berbeda pada kedua larutan yang telah disiapkan.
4. Disiapkan baskom bening kosong.
5. Dituang kedua larutan tadi di dalam baskom bening secara bersamaan dan
perlahan.
6. Diamati dengan cara didokumentasikan.
7. Dicatat hasilnya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Adapun hasil praktikum fisika dasar mengenai Hukum Archimedes adalah
sebagai berikut:
4.1.1 Hasil Praktikum Bouyancy
Adapun hasil dari praktikum fisika dasar mengenai Hukum Archimedes
pada bagian bouyancy atau gaya apung yaitu coca-cola original dalam keadaan
tenggelam sedangkan coca-cola Zero dalam keadaan melayang. Dapat dibuktikan
pada gambar hasil praktikum yaitu sebagai berikut:

Gambar 1. Coca-cola original dan Coca-Cola Zero


pada praktikum Hukum Archimedes (Bouyancy).

Adapun perbedaan kandungan komposisi antara Coca- cola Original(biasa)


dengan Coca-cola Zero adalah sebagai berikut :

Tabel 3. Perbedaan Kandungan Komposisi Coca-cola original dengan Coca-cola Zero


No Perbedaan Kandungan Komposisi Coca-cola Komposisi Coca-cola
original zero
1 Energi total 140 kkal 0 kkal
2 Gula 33 g 0
3 Natrium 20 mg 30 mg, 2% AKG
4 Kahbohidrat total 33 g, 11% AKG 0
5 Kandungan kafein 24 mg/saji 32 mg/saji
6 Pengatur Keasaman H2PO4 H2SO4

Perhitungan Bouyancy
Adapun hasil penimbangan dengan repetisi sebanyak 3 kali dari praktikum
buoyancy hukum Archimedes adalah sebagai berikut :

Tabel 4. Perhitungan Bouyancy


Repetisi Coca-cola original(biasa) Coca-cola Zero
I 357,80 g 340,72 g
II 357, 84 g 340,70 g
III 357, 79 g 340,70 g
Rata-rata 357,81 g 340,70 g

Setelah mendapat hasil rata-rata, hitunglah massa jenis dengan menggunakan


rumus :

ρ = m/V

Keterangan :
m = massa (kg atau g),
V = volume (m3 atau cm3)
ρ = massa jenis (kg/m3 atau g/cm3)

1. Massa jenis coca-cola original (biasa)


Diketahui :
m = 357,81
v = 330 mL
Ditanya :
ρ = …??
Jawab :
ρ = m/V
ρ = 357,81 / 330
ρ = 1,0842 g/mL
2. Massa jenis coca cola Zero
Diketahui :
m = 340,70
v = 330 mL
Ditanya :
ρ = …??
Jawab :
ρ = m/V
ρ = 340,70 / 330
ρ = 1,0324 g/mL

4.1.2 Hasil Praktikum Stratifikasi


Adapun hasil praktikum dari hukum Archimedes mengenai Stratifikasi
yaitu pada percobaan praktikum dengan gelas kimia berisi air panas sebanyak 250
mL dicampur dengan pewarna makanan berwarna biru dan gelas kimia kedua berisi
250 mL dicampur dengan pewarna makanan berwarna kuning telur, terlihat bahwa
saat larutan dengan pewarna makanan berbeda dituangkan bersamaan ke dalam
baskom bening berukuran besar terdapat hasil yaitu air panas denga pewarna
berwarna biru berada di atas dan air dingin dengan pewarna warna kuning telur
berada di bawahn tebukti dari gambar saat praktikum adalah sebagai berikut :
Gambar 2. Hasil Praktikum Stratifikasi

4.2 Pembahasan
Adapun pembahasan fisika dasar mengenai Hukum Archimedes adalah sebagai
berikut :
4.2.1 Pembahasan Bouyancy
Diketahui pada percobaan bouyancy langkah pertama yaitu mengukur
massa jenis coca-cola original dan Coca-Cola Zero pada timbangan digital dengan
rumus dan diperoleh massa jenis yang berbeda. Ketika melakukan percobaan dengan
meletakkan coca-cola original dan coca-cola Zero secara bersamaan ke dalam
baskom bening yang berisi air, hasil yang di dapatkan adalah coca-cola
original(biasa) dalam keadaan tenggelam dan coca-cola Zero dalam keadaan
melayang. Coca-cola zero melayang, hal tersebut terjadi dikarenakan adanya
perbedaan massa jenis dan sesuai dengan pengertian gaya melayang adalah berat
benda yang dengan berat air yang dipindahkan adalah sama atau berat benda sama
dengan berat air yang dipindahkan (Pb=Pf , maka w = Fb) dan pada coca-cola
original dalam keadaan tenggelam. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya
perbedaan massa jenis dan sesuai dengan pengertian gaya tenggelam adalah berat
benda yang dengan berat air yang dipindahkan adalah tidak sama atau berat benda
lebih besar besar dari berat air yang dipindahkan (Pb>Pf , maka w > Fb). Hal tersebut
sesuai dengan pendapat McGinnis (2010), yaitu ada atas 3 kemungkinan yang terjadi
pada saat di dalam air (kolam renang) yaitu:
1. Mengapung, jika berat jenis benda < 1 atau (GA>GB)
2. Melayang, jika berat jenis benda = 1 atau (GA=GB)
3. Tenggelam, jika > 1 atau (GA).

4.2.2 Pembahasan Stratifikasi


Diketahui pada percobaan stratifikasi langkah pertama adalah mengambil
sampe dengan suhu air yang berbeda jauh yaitu air panas dan air dingin. Pada gelas
kimia pertama di tuang 250 mL air panas dengan dicampur pewarna makanan kuning
telur, pada gelas kimia kedua dituang 250 mL air panas dan dicampur dengan
pewarna makanan berwarna biru dan disipakan baskom bening besar yang kosong.
Lalu kedua larutan dituang ke dalam baskom secara bersamaan dan didapatkan hasil
pewarna makanan biru yang dicampur dengan air panas berada di atas sedangkan
pewarna makanan kuning telur di campur dengan air dingin berada dibawah. Hal ini
terjadi karena massa jenis air dingin lebih rendah dari air panas sehingga air panas
terletak dibagian atas atau disebut dengan lapisan metalimnion yaitu lapisan paling
atas dari lapisan yang terjadi dengan suhu relative lebih tinggi. Hal tersebut sesuai
dengan pendapat Tuan et al (2009), bahwa stratifikasi akan menghilang pada saat
energi panas matahari tidak cukup besar untuk membentuk stratifikasi, sehingga
energi kinetik turbulen di dalam air yang dihasilkan oleh energi kinetik angin akan
menggerakkan air yang lebih hangat dari lapisan atas menuju ke lapisan bawah).
Sebaliknya, jika energi kinetik angin menurun, kekuatan stratifikasi dan suhu lapisan
epilimnion akan meningkat.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum Hukum Archimedes adalah sebagai berikut :
1. Hukum Archimedes berbunyi “Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau
seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama
dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. Prinsip Hukum
Archimedes adalah ketika sebuah benda tercelup seluruhnya atau sebagian di
dalam zat cair, zat cair akan memberikan gaya apung pada benda dimana besar
gaya apung sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.
2. Hukum Archimedes tentu memiliki hubungan dengan massa jenis. Massa jenis
adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa
jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Rumus
perhitungan massa jenis Archimedes adalah ρ = m/V dengan keterangan m =
massa (kg atau g), V = volume (m3 atau cm3) dan ρ = massa jenis (kg/m3 atau
g/cm3).
3. Hukum Archimedes memiliki peranan dalam bidang kelautan dan perikanan
contohnya adalah minyak dengan air, kapal laut, jembatan poton, balon udara
dan masih banyak lagi yang tentu dpengaruhi oleh massa jenis.
5.2 Saran
Adapun saran dalam praktikum fisika dasar mengenai Hukum Archimedes
adalah sebagai berikut sebaiknya saat melakukan praktikum perhatikan dan pahami
bagaimana langkah-langkah yang tertera, setelah itu saat melakukan penelitian itu
dengan teliti jangan sampai salah melihat atau mengukur suatu objek itu dengan hati
yang tulus dan tidak sembarangan. Selain itu, sebaiknya sarana dan prasarana entah
itu alat maupun bahan yang lebih memadai agar praktikum dapat berjalan lebih baik
lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Agusni, Ayu.2015.Fisika Dasar tentang Penerapan Hukum Archimedes. Aceh :


Politeknik Indonesia Venezuelae

Capotondi A, MA Alexander, NA Bond, EN Curchitser & JD Scott. 2012. Enhanced


upper ocean stratification with climate change in the CMIP3 models. J. Geophys.
Res., 117(C4): 1–23

Dwi, Ichwan. 2010. I-Geography. [25 Maret 2015 ]Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan Universitas Haluoleo

Ekawati, E. Y. (2017). A model of scientific attitudes assessment by observation in


physics learning based scientific approach: case study of dynamic fluid topic in
high school. Journal of Physics: Conference Series. 1-9.

Garcia-Franco, A. & Taber, K.S. 2009. Learning Processes and Parallel


Conceptions. Learning about the Particulate Nature of Matter

Giles CD, Isles PDF, Manley T. 2015. The mobility of phosphorus, iron, and
manganese through the sediment – water continuum of a shallow eutrophic
freshwater lake under stratified and mixed water-column conditions
Biogeochemistry. DOI: 10.1007/s10533-015-0144-x

Hakim Simanjuntak.2010. Hukum Archimedes. Diakses : 2 April 2015

Jewwet. 2009. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta : Salemba Teknika

Ibrahaim Karaman. 2011. Effect Of Instruction Based On Conceptual Change Text


On Students’ Understanding Of Fluid Pressure Concept. Int. J. Innovation and
Learning, Vol. 9, No. 1, 2011.

Latifah, Nur Laela. 2010. Fisika Bangunan 1. Jakarta : Erlangga


Magee MR, Wu CH. 2017. Response of water temperatures and stratification to
changing climate in three lakes with different morphometry. Hydrology and
Earth System Sciences 21: 6253–6274. DOI: 10.5194/hess-21-6253-2017

Malik k. Human Development Report 2014. New York: The Human Development
Programme 2014.

McGinnis. (2010). Biomechanics of sport and exercise. Diterjemahkan oleh


Wijayanto, Adi dan Lestari, Sri. Jakarta: program magister (S2) pasca sarjana
UNJ.

Nurlaili. 2010. Mengukur Massa Jenis Air dan Minyak Tanah Dengan Menggunakan
Hukum Archimedes. Jurusan Teknik Mesin Politeknik Lhokseumawe. Aceh.

Nurlaili dan M. Haiyum. 2012. Mengukur Jenis Air dan Minyak Tanah dengan
Menggunakan Hukum Atchimedes. Teknik Mesin : 2-4

Rochmawati, R & Wahyuni, S. (2017). Authentic Assessment in Physics Learning


Using Physics Chess Game for Senior High School. International Journal of
Learning and Teaching, 3(1), 15 – 18.

Serway, R.A. and Jewett, J.W. (2014) Physics for Scientists and Engineers with
Modern Physics. 9th Edition, Cengage Learning, Boston.

Sukabdiyah, S. 2012. Sains Fisika 2 SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira.

Sutarja, M. C., Sutopo., & Eny Latifah. 2016. Identifikasi Kesulitan Ide Konsep Siswa
pada Fluida Statis. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA 2016.

Tuan N V., Hamagami K, Mori K, Hirai Y. 2009. Mixing by wind-induced flow and
thermal convection in a small, shallow and stratified lake. Paddy and Water
Environment 7: 83–93. DOI: 10.1007/s10333-009-0158-x
Trianto. 2009. Mendesain Model PembelajaranInovatif-Progresif Konsep, Landasan,
dan Implementasi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:
Kencana.

Yang Y, Colom W, Pierson D, Pettersson K. Jasalesmana et al. LIMNOTEK Perairan


Darat Tropis di Indonesia 2019 26(1): 55–64 64 2016. Water column stability
and summer phytoplankton dynamics in a temperate lake (Lake Erken, Sweden).
Inland Waters 6: 499–508. DOI: 10.5268/IW-6.4.874
LAMPIRAN

Gambar 3. Menimbang bahan Gambar 4. Menimbang bahan


(coca-cola biasa) (coca-cola Zero)

Gambar 5. Pewarna makanan Gambar 6. Gelas beaker berisi


250 mL air panas dan air dingin
Gambar 7. Melakukan percobaan Gambar 8. Menuangkan pewarna
Bouyancy makanan

Gambar 9. Melakukan percobaan Gambar 10. Mengamati dan


Stratifikasi Macatat hasil