Anda di halaman 1dari 12

Melalui tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit panduan buat teman – teman yang sedang

menyelesaikan aplikasi esai melamar beasiswa, baik untuk sebuah degree atau pun exchange
program. Saya coba untuk memberikan panduan sesederhana mungkin, mencoba menghindari
terminologi ilmiah yang bisa memusingkan. Langsung saja ya.

Ditulisan ini akan dibahas tentang bagaimana menulis satu esai dalam aplikasi beasiswa LPDP, yaitu
tentang Kontribusiku bagi Indonesia.

Begini. Menulis itu yang sulit adalah menulis dengan organisasi yang baik. Tidak bertele – tele kesana
kemari, tapi to the point langsung menjawab pertanyaan atau langsung memberikan informasi
sesuai dengan instruksi yang diberikan untuk esai tersebut.

Saya sudah banyak membantu mengoreksi tulisan esai teman – teman yang ingin melamar beasiswa.
Kelemahan paling umum adalah isi tidak menjawab langsung pertanyaan esai, tidak langsung
memberikan informasi yang sesuai intruksi, tidak rinci, kurang informasi terkait informasi akademik,
terutama yang berkaitan dengan bidang yang akan dipelajari.

Di panduan menulis ini, saya ingin menjelaskan bagaimana menulis esai agar tulisan memiliki standar
minimal organisasi sebuah esai yang bagus. Standar minimal organisasi tulisan ini juga berlaku untuk
esai – esai beasiswa yang lainnya, tetapi pada kesempatan ini kita fokuskan ke membahas esai
tentang kontribusiku untuk Indonesia.

Bagaimana esai yang tidak bagus? Tulisan esai kurang bagus ketika: 1). isinya tidak menjawab
pertanyaan atau tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya tidak rinci atau dangkat, 3).
isinya tidak menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi atau yang
digelutinya.

Sebaliknya. Tulisan esai bagus ketika: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan
instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau
“pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya.

Pegang ketiga hal ini ya, karena ini standar minimal dalam memiliki tulisan esai yang bagus.

Bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas esai tentang Kontribusiku untuk Indonesia.
Esai tentang Kontribusiku bagi Indonesia

Bagaimana memulainya? Pertama, lihat instruksinya dengan baik. Instruksinya:

“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang
telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas
saya”

Kemudian, ambil kata kuncinya:

…….. kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi /
profesi komunitas saya.

Lihat, ada tiga kata kunci, yaitu kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Nah, tulisan esai
harus memberikan informasi yang diminta ini, dan dijelaskan langsung to the point.

Begini cara membuat draft tulisannya. Bagi menjadi tiga bagian:

1. Kontribusi yang telah dilakukan

Tulis semua hal terkait tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, kita menjelaskan tentang
pengalaman yang sudah kita miliki, mulai dari sisi akademik, pekerjaan, organisasi, dan lain – lain.
Intinya, semua hal yang sudah dilakukan untuk menggambarkan kalau “Ini loh kontribusi yang sudah
saya lakukan untuk Indonessia..”

Cara termudah adalah dengan terlebih dahulu merapikan curriculum vitae kita, lalu mulai satu
persatu tulis semua pengalaman yang ada di CV atau CV bisa menjadi panduannya. Makanya,
penting untuk selalu menjaga catatan setiap hal yang sudah dilakukan didalam sebuah CV; jangan
mengandalkan ingatan, karena kita sering lupa, terutama tentang rincian tanggal, tempat, dan lain –
lain yang diperlukan dalam menjelaskan dalam esai.
2. Kontribusi yang sedang dilakukan.

Tulis semua hal terkait dengan ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, fokuskan ke apa yang sedang
dilakukan sekarang dan bagaimana hal yang sedang dilakukan ini bisa berkontribusi untuk
indonesia? Memang, ketika mendengar kata berkontribusi rasanya harus melakukan hal yang besar
sekali, sebenarnya tidak juga. Kita hanya perlu melihat kemana hal yang sedang kita lakukan ini bisa
bermanfaat untuk Indonesia. Pandai membaca situasi dan menjelaskan bagaimana manfaat untuk
Indonesia itu bisa terjadi.

3. Kontribusi yang akan dilakukan.

Tulis semua hal tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, mulai jelaskan berdasarkan pengalaman
dan hal yang sedang dilakukan, apa permasalahan yang ingin diatasi? Atau isu apa yang menjadi
minatnya? Lalu kaitkan dengan bidang studi. Kemudian, jelaskan nanti kalau belajar S2 di bidang ini,
saya akan paham tentang hal ini dan itu. Selesai studi, saya ingin membuat ini dan itu sehingga saya
bis aikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan tentang ini.

Nanti setelah semua informasi setiap bagian itu sudah terpenuhi, baru kemudian disatukan menjadi
sebuah esai. Intinya adalah lihat apa intruksi yang diberikan, lalu pisahkan kata kuncinya, tuliskan
secara terpisah dulu agar tulisan kita terfokus, tidak tercampur dengan hal – hal yang lain.

Untuk membantu pemahaman, saya berikan contoh esai salah satu siswa yang saya bantu dan sudah
lulus mendapatkan beasiswa LPDP. Ketika kalian membaca esai dibawah ini, fokuskan pada
organisasi esai yang baik yang saya jelaskan sebelumnya ya.

Contoh:

Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.

Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas … tahun … dengan spesialisasi jurusan pendidikan
Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa … (HIMA..) sebagai
anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam
kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon
permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional. (Ini sedikit gambaran
tentang latar belakang keilmuannya sebagai pengetahuan untuk pembaca. Ingat, pembaca tidak
kenal sama sekali dengan kita. Jangan berasumsi mereka sudah kenal kita, karena ini sering terjadi
tanpa kita sadari. Tetapi, fokuskan pada informasi yang relevan untuk membawa pembaca pada poin
selanjutnya)

Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk Pertukaran
Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas kegiatan
sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat persahabatan
antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan Indonesia. Di Kanada, saya
bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan Indonesia dalam bentuk pentas
seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia. Kami juga membantu beberapa kegiatan
yang diadakan masyarakat setempat seperti mengumpulkan donasi makanan dan acara
penggalangan dana bekerja sama dengan Palang Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran
bantuan korban gempa Sumatera Barat tanggal 30 September 2009 lalu.

Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang
mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan telah
mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk sholat di
rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman – teman juga membantu
masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan lingkungan. Selain itu,
saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa Inggris untuk remaja dan anak –
anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia.
Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke 3 program
Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan saya selama satu
tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama disana, saya mendorong
guru – guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan pengajaran yang telah saya
dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli
terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda pemudi lokal dengan mengadakan
perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, dan lomba
ceramah. Saya dan teman – teman pengajar muda lain juga mendorong perangkat pemerintah
setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten
sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman. (Di paragraf 2, 3, dan 4 ini, dijelaskan
tentang kontribusi yang sudah dilakukannya. Perhatikan rincian informasi yang diberikan, bisa
membuat pembaca merasakan apa yang sudah dilakukannya. Bukan hanya karena program yang
diikutinya sudah bagus, tetapi cara menjelaskannya terdapat rincian informasi yang meliputi tentang
latar belakang program atau kegiatan, lalu kontribusi yang diberikan.)
Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya memiliki
mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa Inggris sehingga
mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah airnya. Namun pengajaran
bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan target. Salah satu penyebabnya
adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa Inggris itu sendiri. Keller (2011)
menyatakan bahwa the big problem of teaching English in Indonesia is a lack of research. We really
don’t know what the situation is at many levels. So much of the literature consists of opinion papers.
There are relatively few ‘hard’ facts. Di salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir
juga menyatakan bahwa dosen Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan
berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan
diatas bisa disimpulkan bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting
dalam kemajuan pendidikan di suatu bangsa.

Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun
generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset tentang
pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan linguistiknya yang
berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa Inggris disana. Salah satu
universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan memiliki 118 dosen tetap untuk
jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan telah bergelar master dan doktor
bandingkan dengan Indonesia yang rata – rata hanya memiliki 20 orang setiap universitas (sumber:
PDDIKTI). (Diparagraf 5 dan 6 ini, dia tidak menjelaskan tentang kontribusi yang sedang
dilakukannya. Dia memilih untuk menjelaskan informasi lain, saya bilang “isu” yang ingin
diselesaikannya. Lalu, paragraf ini menjadi fondasi dia dalam menjelaskan paragraf selanjutnya, iatu
tentang kontribusi yang akan dilakukannya. Hal ini bagus atau tidka bergantung informasi yang
kalian miliki. Harus cerdas juga dalam menulis. Kalau kira – kira tidak ada yang sedang dilakukan
sekarang, gunakan informasi lain untuk menutupinya, seperti yang dilakukan siswa ini)

Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai seorang
dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan sampai
jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang pelatih guru agar guru bahasa
Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga Indonesia mampu mencapai kebangkitan
generasi emas yang berwawasan global dan memiliki daya saing. (Perhatikan, paragraf sebelumnya
membawa pada peran atau kontribusi yang ingin diberikannya nanti. Kunci disini adalah memiliki
sebuah “isu” yang ingin diselesaikan. Ingat, sponsor beasiswa itu mencari seorang problem solver.
Mereka berharap dengan menyekolahkan satu orang dapat memberikan dampak ke banyak orang)

Cara menulis esai setiap orang bisa berbeda untuk esai kontribusiku bagi Indonesia, tetapi organisasi
standar minimal tulisan yang baik adalah kenalkan sedikit latarbelakang pendidikan atau pekerjaan
kita, lalu mulai menjelaskan apa yang sudah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, lalu ditutup
dengan apa yang akan dilakukan. Disaat menulis draft, tulis saja semua informasi yang ada untuk
setiap bagian ini, nanti setelah selesai, baru dipilah yang mana yang relevan dan terlihat lebih kuat
untuk esai ini.

Nah, demikianlah panduan untuk menulis esai kontribusiku untuk Indonesia. Pada dasarnya, tiga
poin ini: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2).
isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di
bidang studi yang sedang digelutinya, berlaku juga dalam menulis esai – esai beasiswa yang lainnya.

Tetapi, agar lebih mudah, saya akan tulis postingan lain membahas esai beasiswa yang berbeda. Bila
kalian punya request untuk membahas esai beasiswa tertentu, silahkan kirim ke e-mail saya bersama
aplikasi atau pertanyaan/instruksi esainya. Nanti akan saya bahas.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!


Di tulisan sebelumnya, saya sudah membahas satu esai yang diperlukan dalam mendaftar
beasiswa LPDP, yaitu esai tentang Kontribusiku Bagi Indonesia. Bagi yang belum baca bisa
klik link ini: Kontribusiku Bagi Indonesia

Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba memberikan panduan bagaimana menulis satu esai
lainnya yang juga menjadi salah satu persyaratan mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai
tentang “Rencana Studi”.

Langsung saja ya.

Pertama, kita perlu memahami bahwa rencana studi atau study objective selalu
menjadi salah satu persyaratan berbagai beasiswa, tidak hanya untuk beasiswa LPDP
saja. Kenapa?

Alasannya sederhana, yaitu karena tujuan utama dari beasiswa yang akan diberikan adalah
untuk studi. Artinya, si sponsor beasiswa perlu memahami tentang latar belakang pendidikan
si pelamar meliputi semua prestasi dan penelitian yang telah diraih dan dilakukan, lalu apa
rencana studinya ke depan, mulai dari kampus yang dituju, jurusan yang ingin dilamar, topik
penelitian yang ingin dikerjakan, sampai apa yang ingin dilakukannya nanti paska lulus dari
studi.

Ingat, sponsor beasiswa menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk membiayai studi S2
atau S3 seseorang apalagi bila studinya ke luar negeri. Mereka mengharapkan, dengan
menyekolahkan beberapa orang dapat memberikan dampak perubahan pada banyak orang,
terutama melalui bidang studi yang akan diambil oleh si penerima beasiswa. Esai tentang
rencana studi dari pelamar beasiswa akan menjadi bahan pertimbangan bagi sponsor
beasiswa dalam memprediksi “impact” beasiswa yang akan diberikannya pada si pelamar itu.
Tak jarang ada yang tidak lulus seleksi beasiswa karena rencana studinya biasa saja, dalam
artian tidak berhasil memperlihatkan rencana studi yang bagus. Yang dimaksud rencana studi
yang bagus disini adalah rencana studi yang berisi rencana ‘studi atau penelitian’ yang akan
ikut berkontribusi mengatasi permasalahan – permasalahan tertentu di bidang yang dilamar.

Alasan lain kenapa sponsor beasiswa membutuhkan rencana studi adalah karena kampus –
kampus, terutama di luar negeri, akan meminta study objective dari setiap mahasiswa yang
melamar ke jurusan mereka. Kampus di luar negeri sangat fokus sekali dengan menerima
mahasiswa yang punya ‘pengalaman’ di bidang akademik atau pun pekerjaannya serta punya
renana studi dalam artian topik penelitian yang ingin dilakukan. Dengan menerima
mahasiswa yang berpengalaman dan tahu apa yang ingin dipelajari, kampus di luar negeri
dapat menilai apakah tenaga pengajar dan fasilitas belajar yang ada dapat membantu siswa ini
atau tidak. Bahkan, tidak jarang ada mahasiswa yang diberikan “Conditional Offer” atau
diterima dengan syarat oleh kampus luar negeri. Biasanya, ini disebabkan rencana studinya
sudah cocok dengan apa yang difasilitasi oleh jurusan di kampus tersebut, tetapi nilai TOEFL
IBT atau IELTS-nya belum memadai. Perlu diketahui bahwa ada yang nilai TOEFL IBT dan
IELTS-nya tinggi, lebih dari standar minimal yang ditetapkan oleh kampus, tapi tidak
diterima oleh kampus; umumnya, ini disebabkan karena kampus tersebut merasa tidak bisa
membantu atau memfasilitasi rencana studi si pelamar tersebut, atau rencana studi si pelamar
berbeda dengan visi dan misi jurusan yang dilamar, dan lain sebagainya. Pendeknya, disini
saya ingin menekankan bahwa jurusan di kampus luar negeri terutama lebih sering melihat
rencana studi mahasisw ayang emlaamr terlebih dahulu, baru kemudian melihat hasil tes
bahasa Inggrisnya.

Nah, sudah paham sekarang tentang seberapa penting rencana studi ini?

Kedua, bagaimana esai rencana studi yang bagus?

Saya akan memberikan panduan sesederhana mungkin, menghindari terminologi akademik.


Disini, saya jelaskan per paragraf agar mudah teman – teman mengikuti organisasi tulisan
esainya.

Rencana studi yang bagus berisi:

 Paragraf Pertama:

Jelaskan program S2 atau S3 apa yang mau diambil dan jelaskan alasannya kenapa. Kasih
penjelasan rinci tentang program yang akan diambil ini, mulai dari mata kuliah, pengajar,
sampai durasi studi.

 Paragraf Kedua:

Jelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu coba hubungkan bagaimana
pengalaman ini bisa terkait dengan program studi yang akan diambil itu. Misal, pernah
belajar satu mata kuliah yang bersinggungan dengan program yang akan diambil, pernah
melakukan penelitian, pernah terlibat dalam sebuah project, pernah membuat program atau
initiative, dan lain sebagainya. Intinya, jelaskan apa yang sudah dilakukan, dalam hal
pengalaman pendidikan atau pekerjaan, yang bisa memperlihatkan bahwa kita “tidak mentah”
kalau nanti belajar di program yang akan diambil.

 Paragraf Ketiga:

Uraikan sebuah isu yang ingin diselesaikan. Ini nanti bisa terkait dengan topik penelitian
yang akan dilakukan ketika studi di program yang akan dilamar. Isu ini harus berangkat dari
latar belakang pendidikan atau pengalaman (pekerjaan) yang dimiliki. Jelaskan isu ini dengan
baik menggunakan pengalaman pribadi dan data atau contoh; usahakan menjelaskan dengan
cara se-akademik mungkin. Saya sangat menekankan disini untuk menggunakan contoh –
contoh yang diambil dari pengalaman pribadi, misal pernah dikirim ke sebuah desa terpencil
atau pernah melakukan sebuah project tertentu lalu menjelaskan kondisi rincinya terkait isu
yang diangkat ini. Alasannya adalah isu yang kita angkat bisa jadi akan sama dengan
beberapa pelamar beasiswa yang lain yang datang dari latar belakang pendidikan atau
pekerjaan yang sama dnegan kita. Nah, yang akan membedakan esai kita dengan mereka
nanti adalah rincian informasi yang melibatkan pengalaman pribadi kita dan ini juga yang
akan membuat esai kita lebih memiliki nilai berbeda nanti.

 Paragraf Keempat:
Uraikan tentang bagaimana kampus dan jurusan yang akan dilamar dapat membantu kita
dalam mempelajari ilmu pengetahuan atau pun skills yang dibutuhkan untuk mengatasi isu
yang kita angkat di paragraf ketiga. Bagaimana cara mendapatkan informasi tentang kampus
dan jurusan yang akan dilamar? Buka website kampusnya. Ketik saja namanya di google,
akan muncul dalam beberapa detik. Lalu, buka program jurusan yang dituju, nanti disana
akan ditemukan visi dan misi jurusan, silabus, serta semua profil tentang tenaga pengajar
yang ada di jurusan itu. Tinggal kita lagi mengkaitkan bagaimana semua informasi ini bisa
membantu kita menjelaskan apa yang akan kita pelajari nanti dan bagaimana itu akan
membantu kita berkontribusi dalam mengatasi isu yang diangkat di paragraf ketiga. Kita bisa
juga melihat artikel atau buku yang sudah dilakukan atau ditulis oleh para tenaga
pengajarnya, kemudian meng-highlight penelitian tentang itu kalau relevan untuk isu yang
kita angkat.

 Paragraf Kelima:

Uraikan future goals yang ingin diraih apa. Biasanya, kalau informasi di paragraf 1, 2, 3, dan
4 sudah lengkap, future goals ini tinggal meyambungkan saja, karena semuanya saling
terkait. Misal, dari isu yang diangkat nanti, bisa jadi future goalnya adalah ingin menjadi
seorang yang ahli di bidang pendidikan daerah terpencil, membantu pemerintah mengatasi
permasalahan – permasalahan yang terkait ketidakmerataan kualitas pendidikan di daerah
terpencil, dan lain sebagainya. Bisa juga disebutkan nama profesinya langsung.

 Paragraf Keenam:

Uraikan kenapa ingin menempuh studi di negara yang akan dilamar ini kampusnya.
Usahakan penjelasan dijaga dalam konteks akademik; tidak perlu kaitkan dengan jalan –
jalan, apalagi ingin melihat artis tertentu. Misal, Beberapa pertimbangan kenapa Australia
menjadi negara tujuan studi yang tempat untuk saya. Pertama, negara Australia sangat
terkenal dengan penelitian dibidang … Sejak tahun 1990, universitas – universitas di
Australia sudah melakukan riset ….. terus dijelaskan. Tentu saja kalian harus eksplor dulu
negara tersebut. Caranya bagaimana? Biasanya kalian akan dapat berbagai informasi saat
buka – buka website kampus – kampus di negara tersebut, lalu tinggal kaitkan saja satu sama
lain informasinya. Tidak sulit koq sebenarnya, selama kalian sudah melakukan eksplorasi
(membaca) penjelasan di website – website kampus di negara tempat tujuan studi.

Nah, inilah panduan menulis esai rencana studi. Saya buat 6 paragraf, tetapi kalian
bisa mengembangkannya sesuai dengan kondisi kalian, apalagi tidak ada batasan di
LPDP jumlah kata maksimalnya. Saran saya jangan lebih dari 3 halaman.

Ada juga yang membuat rencana studi dengan menambahkan beberapa poin. Misal, setelah
keenam paragraf itu selesai, dia buat satu sesi yang berupa tabel tentang nama mata kuliah,
semester berapa diambil, apa yang akan dipelajari, sampai kapan selesai studinya. Ini bisa
saja kalau kalian mau buat. Justru saya sangat sarankan karena orang Indonesia sangat senang
dengan hal – hal yang dibuat agak ‘rumit’. Ini tidak berlaku untuk study objective beasiswa
sponsor luar negeri biasanya. Kalau kalian ingin buat tabel seperti yang saya jelaskan ini
gampang, semua informasinya tentang mata kuliah dari semester 1 sampai selesai berikut
penjelasannya tersedia di website kampus yang akan dilamar, tinggal buka saja, lalu buat
informasinya ke dalam tabel.
Dibawah ini contoh rencana studi dari siswa yang pernah saya bantu koreksi. Terima kasih
padanya yang sudah mengizinkan saya untuk berbagi contoh rencana studinya.

Contoh Rencana Studi

Saya ingin mengambil program Master of Education dengan spesialisasi program TESOL
(Teaching English for Speakers of Other Languages) di University of Wollongong, Australia.
Kampus ini memiliki reputasi yang sangat baik dan masuk dalam 2% universitas terbaik
dunia di bawah usia 50 tahun versi QS World University Ranking dan The Times Higher
Education. Saya telah mendapat letter of admission dan akan memulai perkuliahan pada
bulan Juli 2016 dan akan selesai pada bulan Desember 2017. (Informasi yang saya jelaskan
di Paragraf 1)

Program studi ini adalah master by coursework dan memiliki total 72 kredit dengan bobot 6
kredit setiap mata kuliah. Struktur perkuliahan terdiri dari mata kuliah wajib, mata kuliah
spesialisasi TESOL, dan mata kuliah pilihan lintas jurusan yang bebas dipilih sendiri oleh
mahasiswa. Ada tiga mata kuliah wajib yaitu Introduction to Research and Inquiry, Theories
of Second Language Learning, dan Researching TESOL Perspectives and Practices. Untuk
mata kuliah spesialisasi saya berencana mengambil Methodology in Second Language
Teaching, Materials and Methodology in Second Language Teaching, Assesing and
Evaluating in TESOL environments, English language:Learners problems, Professional
experience in TESOL, Engaging diversity:Exploring Context of EAL Education, dan English
in Spesific Context. (Disini dia buat 2 paragraf informasi yang saya jelaskan di paragraf
1)

Saya memiliki ketertarikan yang tinggi tentang bagaimana cara mengembangkan kurikulum,
penilaian, dan evaluasi dalam pengajaran bahasa Inggris sehingga mampu menghasilkan
metode yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang berasal dari beragam budaya
dan latar belakang. Selain itu saya juga ingin lebih mendalami tentang apa yang sudah saya
pelajari di program sarjana. Beberapa mata kuliah seperti Curriculum and Materials
Development, Language Testing, English for Children, Sociolinguistics, dan Discourse
Analysis telah membekali saya dengan teori dan pengetahuan dalam hal pengajaran bahasa
Inggris dan Linguistik. Saya juga telah melatih rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris
melalui mata kuliah berjenjang seperti Writing, Reading, Listening, dan Speaking. Selain itu
pengalaman bergabung dalam program Indonesia Mengajar dan mengajar anak – anak di
daerah terpencil dengan latar belakang sosial ekonomi rendah dan budaya yang berbeda telah
memberikan saya pengalaman untuk melakukan kegiatan internship (praktik mengajar) di
salah satu sekolah disana. (Disini, dia tidak menjelaskan latar belakang pendidikannya
seperti yang saya jelaskan poin untuk di paragraf 2, tetapi langsung menjelaskan poin
yang saya jelaskan di paragraf 3. Menurut saya, akan lebih kuat ketika dia
menjelaskan latar belakang pendidikannya dahulu baru masuk ke poin yang ini)

Di progam master ini, saya juga berencana mengambil dua mata kuliah lintas jurusan yaitu
Current Issues in Education:Curriculum, Pedagogy, and Policy dan Mentoring Beginning
Teacher. Mata kuliah ini akan membahas isu – isu penting dalam pendidikan termasuk
bagaimana pendidikan mampu mempengaruhi kebijakan sosial ekonomi sebuah negara
seperti sebuah riset yang dilakukan OECD (Organisation for Economic-cooperation and
Development) menyatakan bahwa standar pendidikan merupakan alat prediksi bagi
kesejahteraan jangka panjang suatu negara. Kebijakan dan praktik pendidikan buruk
mengakibatkan banyak negara mengalami keadaan seperti resesi ekonomi. Indonesia akan
mengalami bonus demografi pada tahun 2045, dimana jumlah usia produktif akan lebih
banyak dibanding penduduk usia lansia dan anak – anak, untuk itu diperlukan kebijakan,
kurikulum dan tenaga pengajar yang berkualitas untuk mempersiapkan generasi muda yang
memiliki kompetensi dunia dan pemahaman akar rumput agar mampu bersaing dengan
negara – negara lain. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke tiga
dan empat)

Untuk kegiatan di luar perkuliahan, University of Wollongong juga menyediakan beberapa


program tambahan yang bisa diikuti oleh mahasiswa Internasional seperti kegiatan
sukarelawan, English Conversation Group yang diinisiasi oleh masyarakat lokal, dan Asian
Immersion Program. Program ini adalah program kerjasama antara Bomaderry High School
dan kampus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tradisi dan budaya
negara Asia dan memberi kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk berkunjung dan
belajar tentang sistem pendidikan di Australia. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya
jelaskan di paragraf kelima)

Tujuan karir jangka panjang saya adalah menjadi spesialis dalam pengajaran bahasa Inggris
dan berkontribusi dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menjadi
seorang dosen dan pelatih guru. Saya yakin bahwa kampus ini memiliki posisi yang
terkemuka dalam bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris dalam hal pengetahuan
serta teori, kualitas teknologi dan riset. yang akan memfasilitasi saya untuk mencapai cita –
cita saya menjadi seorang professional di bidang pengajaran dan pendidikan. Sehingga di
masa depan, saya mampu mengembangkan metode pengajaran bahasa Inggris yang sesuai
untuk setiap kondisi dan kebutuhan pelajar yang ada di Indonesia dan melatih guru agar
Indonesia memiliki tenaga pengajar bahasa Inggris yang berkualitas.

(Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke enam)

Bisa tambah setelahnya poin misal: (optional)

Waktu Pelaksanaan Studi:

 Jelaskan dalam bentuk tabel

Mata Kuliah:

 Jelaskan dalam bentuk tabel

Demikianlah, panduan menulis esai LPDP untuk bagian “Rencana Studi”. Gimana? Gampang
bukan?

Kuncinya adalah kalian harus sering – sering buka dan baca website – website kampus di
negara yang dituju dan baca berbagai penjelasan, silabus dan lain sebagainya di jurusan yang
akan kalian ambil. Nanti informasi – informasi itu akan membantu kalian dalam menulis,
bahkan beberapa informasi bisa kalian adopsi.

Semoga bermanfaat.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!


–––––––––––

Anda mungkin juga menyukai