0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
660 tayangan27 halaman

Perubahan Fisiologis Ibu Hamil Trimester II

Laporan ini memberikan informasi mengenai perubahan anatomi, fisiologi, tanda-tanda, dan keluhan yang dialami ibu hamil pada trimester kedua kehamilan, yaitu antara usia kehamilan 14-28 minggu. Pada trimester ini, uterus, payudara, dan organ-organ lain terus membesar seiring pertumbuhan janin. Ibu juga mulai merasakan gerakan janin dan mengalami perubahan psikologis seperti penerimaan diri terhadap kehamilan. Kelu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
660 tayangan27 halaman

Perubahan Fisiologis Ibu Hamil Trimester II

Laporan ini memberikan informasi mengenai perubahan anatomi, fisiologi, tanda-tanda, dan keluhan yang dialami ibu hamil pada trimester kedua kehamilan, yaitu antara usia kehamilan 14-28 minggu. Pada trimester ini, uterus, payudara, dan organ-organ lain terus membesar seiring pertumbuhan janin. Ibu juga mulai merasakan gerakan janin dan mengalami perubahan psikologis seperti penerimaan diri terhadap kehamilan. Kelu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

KEPERAWATAN MATERNITAS
TRIMESTER 2

Disusun Oleh:
Ni Luh Pramesti Suarna Putri
150210066

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANTEN


Jl.Raya Rawa Buntu No.10, Rawa Buntu, Serpong
Kota Tangerang Selatan
15318

1|Page
Kehamilan Trimester II

A. Definisi
Trimester kedua adalah periode kehamilan dari usia 14 minggu sampai dengan
kurang dari 29 minggu (4-7 bulan)

B. Perubahan anatomi dan fisiologis pada ibu hamil semester II


Proses kehamilan menyebabkan perubahan pada seluruh tubuh ibu khusus nya alat
genetalia eksterna dan interna serta payudara (mamae). Dalam hal ini hormon
somatomammotropin, setrogen, progestero, mempunyai peranan penting. perubahan yang
terdapat pada ibu hamil secara terinci akan dijelaskan sebagai berikut.
1. Uterus
Uterus akan terus membesar seiring dengan pertumbuhan janin dalam rahim.
Selama pembesaran ini, uterus berotasi kekanan hal ini disebabkan adanya kolon
rektosigmoid disebelah kiri. Setelah bulan keempat kehamilan, kontraksi uterus dapat
dirasakan melalui dinding abdomen yang disebut dengan brakston hiks.
2. Servik uteri
Pada trimester dua ini servik akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Terjadi
hipervaskularisasi akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Serviks juga
masih mengalami pelunakan secara bertahap.
3. Vagina dan vulva
Vagina dan vulva mengalami peningkatan vaskularisasi yang disebabkan oleh
peningkatan hormon estrogen dan progesteron sehingga dapat membangkitkan
keinginan serta hasrat seksual peningkatan relaksasi pembuluh darah dan semakin
besarnya uterus dapat menimbulkan edema dan varises pada vulva.
4. Ovarium
Bekas pelepasan ovum dalam ovarium disebut korpus luteum.pada kehamilan
trimester II ini korpus luteum. Muali menghasilkan hormon estrogen dan progesteron,
namun korpus luteum tergantikan fungsinya setelah plasenta terbentuk. Plasenta
menjadi sumber kedua hormon tersebut. Plasenta membentuk steroid, human
chorionic gonadotropin (HCG), Human Placenta Lactogen (HPL), atau human
chorionic somatomammothropin (HCS), atau human chorionic thytropin (HCT). Jadi
pada masaa ini plasenta mulai menggantikan fungsi korpus luteum.
5. Mammae
Pada kehamilan trimester II terjadi perubahan-perubahan pada mamae, yaitu
adanya rasa kesemutan dan nyeri tekan. Payudara membesar secara bertahap karena
peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah ke payudara, puting
susu lebih menonjol dan mengeras, areola tumbuh lebih gelap akibat hiperpigmentasi
areola. Selain itu biasanya pada sebagian ibu hamil, setelah memasuki usia kehamilan
12 minggu puting susunya mulai mengeluarkan cairan berwarna putih agak jernih
yang disebut dengan kolostrum.

2|Page
6. Kulit
Pada trimester kedua ini sudah terdapat striae grvidarum yang tampk pada kulit
abdomen, yaitu tanda regangan yang dibentuk akibat serabut-serabut elastis dari
lapisan kulit terdalam terpisah dan putus. Hal ini mengakibatkan pruritas atau rasa
gatal pada perut ibu.
7. Sistem kardiovaskuler
Peningktan volume darah terjadi sekitar tiga puluh 30-50 % karena adanya retensi
garam dan air yang disebabkan sekresi aldosteron dari adrenal oleh esrogen.
Peningkatan volume dan curah jantung juga menimbulkan perubahan hasil auskultasi.
Bunyi spliting S1 dan S2 lebih jelas terdengar. Irama S3 lebih jelas terdengar setelah
minggu ke 20 gestasi. Pada usia kehamilan antara minggu ke 14 dan 20 terjadi
peningkatan denyut jantung 10-15 kali per menit kemudian menetap sampai aterm.
8. Sistem respirasi
Ibu hamil sering mengalami sesak napas karena penurunan tekanan karbon
dioksida ketika memasuki usia kehamilan semester ini. Kejadian tersebut dipengaruhi
peningkatan hormon progesteron.
9. Sistem pencernaan
Ibu hamil akan mengalami banyak keluhanyang dikarenakan perubahan anatomi
dan fisioogi sistem pencernaan di antaranya sebagai berikut:
a. konstipasi yang diseabkan oleh hormon estrogen yang makin meningkat.
b. perut kembung yang disebkan adanya tekanan uterus yang membesar dalam
rongga perut, sehingga mendesak organ-organ pencernaan kearah atas dan lateral.
c. Hemoroid yang disebabkan oleh konstipasi dan naiknya teanan vena-vena
dibawah uterus
d. Panas perut ( heart burn ) yang terjadi akibat aliran balik asam gastrik kedalam
esofagus bagian bawah.
10. Sistem perkemihan
Vaskularisasi meningkat membuat mukosa kandung kemih menjadi mudah luka
dan berdarah. Pembesaran kandung kemih menyebabkan rasa ingin berkemih
walaupun kemih hanya berisi sedikit urine.
11. Sistem muskuloskletal
Mobilitas sendi berkurang terutama pada daerah siku dan pergelangan tangan,
terjadi penambahan berat badan sehingga bahu lebih tertaik kebelakang dan tulang
belakang lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih lentur sehingga ibu hamil
lebih terlihat seperti penderita lordosis. Sering juga ibu hamil mengeluh mengalami
keram pada kaki yang terjadi akibat tekanan dari rahim pada pembuluh darah utama
menuju kaki membuat darah mengalir kembali kearah kaki, menyebabkan terjadinya
keram.
C. Tanda subjektif dan objektif kehamilan trimester II
1. Tanda subjektif
a. Minggu ke-14 sampai dengan ke-20
1) Nafas kencang
2) Sakit kepala

3|Page
3) Perubahan postur tubuh pada minggu ke-14
b. Minggu ke-20 sampai ke-24
1) Pernafasan menjadi lebih cepat
2) Meningkatnya hasrat seksualitas
c. Minggu ke-25 sampai dengan minggu ke-28
1) Keram pada kaki mungkin terjadi
2) Mudah lelah
2. Tanda objektif
a. Amenorea
b. Meningkatnya kadar HCG
c. Perluasan bernafas, menghitamnya sekitar areola dan membesarnya tubersel
montgomery.
d. Kehamilan positih pada tes HCG
e. Berat badan bertambah sampai dengan 3 Kglebih tetapi juga turun drastis.
f. Fundus pada simfisis pubis, meningkat hampir 1 cm tiap minggu
g. Adanya kolostrum
h. Leukorea,laporan jika pruritus atau dicurigai perkembangannya pada candida
albicans, infeksi trichomonas.
i. Perubahan bentuk pada abdomen karena kehamilan
j. Pigmen yang mungkin berubah pada kulit yaitu kloasma gravidarum, linea nigra,
serta striae gravidum.
k. Konstipasi dan hemoroid karena keterlambatan gerak peristaltik dan tekanan pada
uterus pada kolon dan rektum yang lebih rendah.
D. Perubahan pskilogis kehamilan pada trimester II
Pada trimester ke dua biasanya saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa
dengan keadaan hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah
berkurang. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu
sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menguanakan energi dan fikirannya
secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan janinnya,
dan ibu mulai merasakan kehadiran janinnya sebagai seseorang diluar dari dirinya sendiri.
Peruuahan psikologis pada ibu hamil trimester ke dua adalah sebagai berikut:
1. Trimester dua sering disebut sebagai periode pancaran kesehatan yang baik, yakni
periode ketika ibu merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang
biasanya dialami pada trimester satu.
2. Trimester dua juga merupakan fase ketika ibu menelusur kedalam dan paling banyak
kemunduran. Trimester dua ini dibagi menjadi 2 fase, yaitu pra-quickening dan
pasca-quickening. Quickening mendatangkan sejumlah perubahan seperti penerimaan
kehamilan, meningkatnya hubungan sosial dengan ibu hamil lainnya serta
ketertarikannya pada peran baru.
3. Kebanyakan ibu hamil akan merasa lebih erotis selama trimester dua, kurang lebih 80%
ibu mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibanding

4|Page
pada trimester I, hal ini banyak dipengaruhi oleh karena hilangnya rasa kebingungan
dan keraguan yang terjadi pada trimester I.
E. Reaksi Kognitif dan emosional ibu pada kehamilan trimester II
1. perasaan baik atau tenang
a. Tanda fisik dan nyeri berkurang
b. Berkurangnya rasa ketakutan dan kecemasan dan lupa akan gerakan janin (jika
kemajuan kehamilan normal)
2. perhatian, memikat diri, dan intropeksi
a. Konsentrasi pada ibu dalam keperluan janinnya.
b. Pesona terhadap kehamilan dan proses kelahiran.
c. Menenangkan egosentris, peningkatan intensitas mimpi setiap harinya.
d. Mulai menunjukan sekumpulan perilaku, seperti persiapan membeli barang untuk
anak dan dirinya dalam antisipasi proses kelahiran.
3. Irama suasana hati dan emosional labil
Kegembiraan dan suasana hati bisa menyusahkan untuk sekitarnya, seperti
memerlukan atau lebi menuntut kasih sayang, perhatian, pengertian.
F. Keluhan-keluhan pada ibu hamil trimester II
Ada beberapa keluhan yang biasa dialami ibu hamil pada trimester dua adalah:
1. Kram otot
Kram otot yang kerap dialami oleh ibu hamil dengan usia kehamilan sekitar 16-27
minggu atau trimester 2 disebabkan karena tekanan saraf pada ekstremitas bawah oleh
uterus yang besar kurang nya pencapaian darah pada sirkulasi perifer serta penyerapan
kalsium oleh janin yang meningkatkan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tulang
dan gigi.
Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan ibu hamil trimester
kedua tersebut adalah dengan berkolaborasi dalam pemberian kalsium serta
menganjurkan ibu unuk beristorahat dengan cukup.
2. Anemia
Selain kram otot, anemia juga sering melanda ibu hamil. Penyebab tersering
sehingga terjadi anemia ini adalah kurangnya nutrisi, zat besi, asam folat, serta
hemogllobinopati. Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan ibu
hamil trimester kedua tersebut sebagai berikut.
 Kolaborasi untuk mendapatkan zat besi dan vitamin C
 Konsul tentang pemberian obat
 Anjurkan ibu mencukupi kebutuhan nutrisinya secara adekuat.
 Istrihat yang cukup

5|Page
3. Perubahan libido
Penurunan libido yang terjadi bisa dikarenakan pengaruh psikologis, hormonal,
maupun perubahan emosi. Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan
ibu hamil trimester kedua adalah sebagai berikut.
a. anjurkan ibu dan pasangannya membicarakan hubungan seksual yang aman dan
nyaman bagi si ibu
b. anjurkan ibu membangun komunikasi yang baik dengan pasangan.
c. menganjurkan ayah untuk memperhatikan kondisi psikologis ibu dengan
mencurahkan kasih sayang dan kontak fisik.
4. Pruritus
Pruritus yang dialami oleh ibu hamil masih belum diketahui secara pasti
penyebabnya. Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi untuk keluhan ibu
hamil tersebut adalah sebagai berikut.
a. pastikan kuku ibu hamil pendek dan bersih untuk meningkatkan kesehatan dan
mencegah terjadinya masalah baru
b. oleskan air hangat dan lotion
5. Hiperpigmentasi
Rangsangan fisiologis dari hormon melanosit ( berasal dari pruritas anterior )
biasaya akan hilang pada masa nifas. Penanganan yang dapat dilakukan untuk
mengatasi keluhan ibu hamil trimester kedua tersebut adalah sebagai berikut.
a. kuku hendaknya pendek dan bersih
b. ciptakan suasana nyaman.
G. Kebutuhan pengetahuan bagi orang tua mengenai kehamilan trimester kedua dan
kelahiran janin
1. perubahan fisik pada trimester kedua
2. perubahan emosional
3. seksualitas
 Perubahan kebutuhan
 Sexual conceern
4. ketidaknyamanan ringan kehamilan
 Sakit punggung
 Vena varises
 Kram kaki
 Vaginal discharg
 Konstsipasi
 Nyeri disekitar punggung
5. Tanda bahaya
 Perdarahan vagina
 Nyeri perut
 Edema pada muka, tangan, kaki
 Gangguan bicara
 Rupture of membane

6|Page
6. Nutrisi
7. General hygine
8. Istirahat, tidur, dan latihan
9. Penggunaan obat
 Rokok
 Alkohol
 Resep obat
10. Perubahan janin
H. Pertumbuhan dan perkembangan Fisiologis Janin pada Trimester II
1. Minggu Ke-14
Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin mencapai 80-110 mm dan beratnya
25 gram. Telinganya menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala.
Demikian pula denganmatanya, mengarah ke posisi sebenarnya. Lehernya semakin
panjang dan kuat. Sementara dagu sudah tidak menyentuh dada. Lanugo, rambut
halus yang tumbuh di seluruh tubuh melindungi kulit mulai tumguh pada minggu ini.
Kelenjar prostat janin laki-laki berkemih dan ovarium turun dari rongga perut menuju
panggul, sehingga jenis kelamin sudah dapat dibedakan. Detak jantung janin mulai
menguat tetapi kulit janin belum tebal karena belum lapisan lemak.
2. Minggu Ke-15
Semakin terlihat karena kulit dan otot-otot terutama otot disekitar perut akan
melar yang disebabkan oleh peregangan luar biasa akibat pembesaran uterus. Oleh
karena itu, demi kenyamanan ibu maupun janin, maka dianjurkan untuk mengenakan
baju hamil. Garis-garis regangan yang disebut striase umumnya muncul di daerah
perut, payudara, bokong dan panggul. Penggunaan losion khusus menyamarkan
garis-garis tersebut diperbolehkan akan tetapi tetap tidak dapat menghiilangkannya.
Namun tidak dianjurkan untuk menggunakan krim jenis steroid missal hidrokortison
karena akan dikhawatirkan terserap di dalam sistem peredaran darah ibu sehingga
dapat mengacaukan kerja hormonal.
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang, jika
jenis kelamin tersebut perempuan maka ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur
pada minggu ini. Kulit janin masih sangat tipis sehingga pembuluh darah kelihatan.
Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm. Terlihat janin sudah

7|Page
mampu menggenggam tangannya dan menghisap ibu jari. Lkelopak matanya masih
tertutup.
3. Minggu Ke-16
Kini taksiran panjangnya mencapai 116 mm dengan berat dengan kira-kira 80
gram, refleks gerak bisa dirasakan ibu, walaupun masih amat sederhana yang
biasanya terasa sebagai kedutam dan terkadang tidak disadari oleh ibu. Rambut halus
di bagian atas bibir atas dan alis mata juga tampak melengkapi lanugo memenuhi
seluruh tubuhnya, bahkan jari-jemari kaki dan tangannya dilengkapi dengan sebentuk
kuku.tungkai kaki diawal pembentukannya muncul lebih panjang daripada lengn.
Oleh karenanya kebutuhan akan kalsium semakin banyak untuk disimpan dalam
tulang janin seiring dengan perkembangan rangka tersebut.
Pada usis ini janin memproduksi alfafetoprotein, yaitu protein yang dijumpai
pada darah ibu hamil. Bila kadar protein berlebih kemungkinan ada masalah serius
pada janin seperti spina bifida, yakni kelainan kongenital yang berkaitan dengan saraf
tulang belakang. Sebaliknya, kadar alfafoteprotein yang rendah berhubungan dengan
sindrom down. Sementara jumlah alfafoteprotein ini sendiri dapat diukur dengan
pemmeriksaan air ketuban atau amnionsintesisdengan menggunakan jarum khusu
lewat dinding perut ibu.
Sistem pencernaan janinpun mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24
jam jani menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Hati yang berfungsi membentuk
darah, melakukan metabolisme hemoglobin dan bilirubin, lalu mengubahnya menjadi
biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme. Bila terjadi
asfiksia (gangguan oksigen), akan muncul rangsangan yang mebuat gerakan
peristaltik usus janin meningkat sekaligus terbukanya sfingter ani. Akibatnya, janin
mengeluarkan mekonium yang mmbuat air ketuban jadi kehijauan.
Janin juga mulai mampu mengenali dan mendengar suara-suara dari kantong
ketuban. termasuk detak jantung ibu bahkan suara-suara diluar diri ibu seperti suara
gaduh ataupun teriakkan maupun sapaan lembut.janin sudah terbentuk sepenuhnya
dan mmembutuhkan nutrisi melalui plasenta. Janin telah mempunyai tulang yang
kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam pembentukkan ini, yang pertama
terbentuk dan berfungsi adalah sistem peredaran darah janin.

8|Page
4. Minggu Ke-17
Bentuk uterus terlihat oval, bukan bulat. Sebagai akibatnya uterus terdorong
dari rongga panggul mengarah ke rongga perut sehingga usus ibu terdorong hampir
mencapai aerah hati, sehingga kerap ibu hamil di minggu ini terkadang seperti
tertusuk-tusuk pada ulu hatinya. Pembesaran uterus di minggu ini membuat ligamen-
ligamen meregang, terutama ada gerakkan mendadak. Rasa nyeri atau tidak nyaman
ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap
tubuh dan tidak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan
peregangan. Pada ibu multipara, gerakan bayi mulai bisa dirasakan di minggu ini
meskipun masih samar dan tidak selalu bisa dirasakan setiap saaat sepanjang hari,
sedangkan pada ibu nulipara, gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa dirasakan
pada minggu ke- 20.
Dengan panjang 120 mm dan berat 100 gram, janin masih sangat kecil. Lapisan
lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjaga kestabilan suhu tubuh janinsetelah
lahir serta metabolisme tubuh. Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa
mulai terbentuk di bawah kulit bayi. Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga
erempat dari total berat badannya. Rambut, kening, dan bulu mata janin mulai
tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai
terbentuk.
5. Minggu Ke-18
Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu.
Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahan postur
tubuh sekaligus menyebabkan keluhan nyeri punggung. Keluhan ini makin
bertambah bila kenaikan berat badan tidak terkendali. Mulai usia ini hubungan
interaktif antara ibu dan janinnya semakin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu
gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janinpun merasakan hal yang sama.
Mulailah bersenandung sebab juga sudah bisa mendengar. Iapun bisa terkejut bila
mendengar suara keras. Mata janin pun berkembangan. Ia akan mengetahui adanya
cahaya jika kita menempelkan senter yang menyala di perut ibu hamil. Panjang janin
sudah mencapai 14 cm dan beratnya 140gram. Janin sudah bisa melihat cahaya yang

9|Page
masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon estrogen dan progesteron semakin
meningkat.
6. Minggu Ke-19
Pada minggu ini panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat
226 gram. Otak janin telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu
membuat gerakan sadar seperti mengisap jempol. Dengaan demikian pada minggu ini
perkembangan sistem saraf janin semakin sempurna, selain karena jumlahnya yang
telah mencapai jutaan, cairan serebrospinlis juga mulai diproduksi. Jika ada lubang
yang tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh suatu penyebab,
kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukkan cairan di otak. Jumalh cairan
terakumulasi biasanya 500-1500 ml, namun bisa juga mencapai 5 liter. Penumpukan
ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang
tertekan oleh cairan tersebut.
7. Minggu Ke-20
Kini beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Kulit yang
menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi beberapa lapisan, di bawah
lapisan verniks, kulit janin mulai membuat lapisan dermis, epidermis, dan
subkutaneous. Lapisan epidermis terletak di permukaan dan lapisan dermis terletak di
lapisan dalam. epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung
jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sementara itu, lapisan dermis mengandung
pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf, dan sejumlah besar lemak. Jaringan kuku
mulai tumbuh pada minggu ini. Pigmen kulit mulai terlihat. Selain itu juga terjadi
penyempurnaan paru-paru dan sistem pernapasan. Seiring perkembangan yang pesat,
kebutuhan darah semakin meningkat.
8. Minggu Ke-21
Pada minggu ini berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi
dan perkembangan. Usus janin telah cukup berkembang sehigga ia sudah mampu
menyerap atau menelan gula melalui cairan lalu dilanjutkan melalui sistem
pencernaan menuju usus besar. Gerakkan janin semakin lembut karena beratnya
sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm.

10 | P a g e
9. Minggu Ke-22
Panjang janin sekitar 19 cm dengan berat badan 400 gram. Ciri khas usia
kehamilan ini adalah adanya substansi putih mirip pasta yang menutupi seluruh tubuh
janin disebut vernils caseosa. Fungsinya melindungi kulit janin terhadap cairan
ketuban maupun kelak saat berada di jalan lahir. Kelopak mata mulai menjalankan
fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Indra
sudah digunakan janin untuk belajar berkembang setiap hari. Jantung janin sudah
mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya
memompa darah sebagai sebagai persiapannya kelak saat lahir. Setiap minggu,
wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh
semakin proporsional. Ibu semakin beradaptasi dengan kehamilannya. Kekhawatiran
akan terjadi keguguran juga sudah hilang dan ibu hamil menikmati kehamilannya
karena keluhan mual muntah sudah berlalu dan nafsu makannya semakin meningkat.
Pada minggu ini ibu dianjurkan supaya tidak makan berlebih untuk menghindari
terjadinya berat badan yang berlebih.
10. Minggu Ke-23
Walaupun lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh janin tetapi masih belum
sebanyak saat sudah lahir, sehingga kulitnya masih kendur dan tampak keriput. Ini
karena produksiu sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaan
“berolahraga”, menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara
teratur. Pada minggu ini panjang janin 20 cm dengan beratnya hampir 450 gram.
Tangan dan kaki janin telah terbentuk dengan sempurna, jari juga sudah terbentuk
sempurna. Wajah dan tubuhnya secara keseluruhan sudah mirip dengan
penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup
sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini.
11. Minggu Ke-24
Pada minggu ini panjang janin mencapai 24 cm dengan berat badan 600 gram.
Janin makin terlihat berisi dengan berat tersebut. Uterus terletak sekita 5 cm di atas
pusar atau sekitar24 cm di atas simfisis pubis/tilang kemaluan. Kelopak-kelopak
matanya semakin sempurna dilengkapi bulu mata. Pendengarannya berfungsi penuh.
Terbukti saat janin mulai bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut

11 | P a g e
jika mendengar irama musik yang disukainya. Begitu juga ia akan menunjukkan
respons khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakkan yang tidak disukainya,.
Paru-paru mulai mengambil oksigen walaupun janin masih menerima oksigen dari
plasenta. Paru-paru janin mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara
tetap mengembang untuk persiapan hidup di luar rahim.
12. Minggu Ke-25
Janin sudah dapat mengalami cegukan. Ini tandanya ia sedang latihan bernapas.
Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu
banyak, ia akan cegukan. Tulang janin semakin keras dan juga semakin kuat.
Pembuluh darah di paru-paru janin sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut
janin sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indra
penciuman janin sudah muai membaik karena di minggu ini bagian hidung janin
sudah mulai berfungsi.
Berat janin sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 24-27 cm. Jarak
dari puncak rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. bila ada indikasi medis, umumnya
akan dilakukan USG 2 kali dalam seminggu untuk melihat apakah perkembangan
bayi terganggu atau tidak. Biasanya termasuk indikasi medis diantaranya hipertensi
ataupun pre-eklamsia yang membuat pembuluh darah menguncup, hingga suplai
nutrisi menjadi terhambat. Akibatnya, perkembangan janin terhambat (intra-uterin
growth restriction –IUGR). Begitu juga bila semula tidak ada, tiba-tiba muncul
gangguan asma selama kehamilan.
Jika dari hasil pantauan ternyata tidak terjadi perkembangan semestinya, akan
dipertimbangkan untuk membesarkan janin di luar uterus dengan mengakhiri
kehamilan. Tentu saja harus ada sejumlah syarat ketat yang mengikuti. Syarat
tersebut diantaranya adalah rumah sakit yang merawat bayi prematur tersebut
haruslah rumah sakit bersalin khusus yang lengkap dengan ahli-ahli neonatologi (ahli
anak yang mengharuskan diri pada spesialisasi perawatan bayi baru lahir sampai usia
40 hari) selain fasilitas neonatal intensive care unit (NICU).

12 | P a g e
13. Minggu Ke-26
Janin sudah bisa mengedipkan matanya, selain itu retina matanya juga sudah
mulai terbentuk. Aktivitas otaknya yang berkaitan dengan pendengaran dan
penglihatan sudah berfungsi, ibu mulai dapat memperdngarkan lagu yang ringan dan
mencoba untuk memberi cahaya lebih di sekitar perut, pada saat itu mungkin ibu
hamil akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan janinnya mencapai 750-
780 gram, sedangkan panjanganya 35-38. Denyut jantung sudah jelas terdengar,
normalnya 120-160 denyut permenit. Ketidaknormalan seputar denyut jantung harus
dicermati pada minggu ini. Sementara rasa tidak nyaman berupa keluhan nyeri
pinggang, kram kaki, dan sakit kepala akan lebih sering dirasakan ibu hamil. Begitu
juga keluhan nyeri di bawah tulaang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat
bayi bergerak sebab rahim jadi makin besar yang akan memberi tekanan pada semua
organ tubuh ibu. Termasuk usus kecil, kandung kemih dan rektum.
14. Minggu Ke-27
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh
masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk
bertahan. Indra perasa mulai terbentuk. Janin juga sudah pandai menghisap ibu jari
dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum janin usia ini sudah
mencapai 870-890 gram dengan panjang badan 36-38 cm.
Pada minggu ini kelopak mata mulai mebuka, sementara retina yang berada di
bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya
dan inormasi mengenai cahaya itu sekaligus meneruskannya ke otak. Jika terjadi
“kesalahan” pembentukkan lapisan-lapisan inilah yang kelak memunculkan katarak
kongenital atau bawaaan saat bayi dilahirkan. Lensa jadi berkabut atau keputihan.
Walaupun dipicu oleh faktor genetik, katarak bawaan ini ditemukan pada anak-anak
ini ditemukan pada anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang terserang rubella pada
usia kehamilan di minggu-minggu akhir trimester dua.

13 | P a g e
I. Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester II
1. Rasa Khawatir
Kadang kala ibu khawatir bahwa bayi akan lahir sewaktu-waktu. Hal ini menyebabkan
adanya peningkatan kewaspadaan atas timbulnya tanda-tanda persalinan. Ibu seringkali
merasa khawatir atau takut kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan
ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan menghindari orang atau benda yang
dianggap membahayakan bayi. Ibu mulai merasa takut atas rasa sakit dan bahaya fisik
yang akan timbul pada saat melahirkan.

2. Perubahan Emosional
Perubahan emosional trimester II terjadi pada bulan kelima kehamilan terasa nyata karena
bayi sudah mulai bergerak sehingga dia mulai memperhatikan bayi dan memikirkan
apakah bayinya akan dilahirkan sehat atau cacat. Rasa kecemasan seperti ini terus
meningkat seiring bertambah usia kehamilannya.

3. Keinginan untuk Berhubungan seksual


Ada satu lagi perubahan yang terjadi pada trimester kedua yang harus diimbangi untuk
mengatasi ketidaknyamanan ialah peningkatan libido. Kebanyakan calon orang tua
khawatir jika hubungan seks dapat memengaruhi kehamilan. Kekhawatiran yang paling
sering diajukan ialah kemungkinan bayi diciderai oleh penis, orgasme ibu, atau ejakulasi.
Yang perlu diketahui bahwa hubungan seksual pada masa hamil tidak ada yang perlu
dikhawatirkan. Janin tidak akan terpengaruh karena berada di area belakang serviks dan
dilindungi cairan amniotik dalam uterus. Namun dalam beberapa kondisi hubungan seks
selama trimester kedua tidak diperbolehkan, mencakup plasenta previa dan ibu dengan
riwayat persalinan prematur.
Mengenai strategi pemilihan posisi saat berhubungan seks ini sangat beragam, semua
tergantung pada kesiapan fisik dan psikis dari kedua pihak. Bagi sebagian perempuan,
kehamilan justru meningkatkan dorongan seks, tetapi bagi sebagian lain tidak
berpengaruh. Sementara bagi perempuan yang lain, kehamilan justru menekan atau
menurunkan dorongan seks. Namun, perlu kita ketahui bahwa hubungan seks saat ibu

14 | P a g e
hamil pada dasarnya dipengaruhi kepercayaan yang telah dimiliki kedua pasangan
tentang perilaku seksual, kondisi fisik dan emosi (Kusmiyati, 2010).

J. Asuhan Keperawatan
a) Pengkajian
1. Aktivitas/istirahat.
a. Tekanan darah agak lebih rendah daripada normal (8-12 minggu), kembali pada
tingkat perkemihan selama setengah kehamilan terakhir.
b. Denyut nadi dapat meningkat 10-15x/menit.
c. Murmur sistolik pendek dapat terjadi berhubungan dengan peningkatan volume.
d. Pingsan (sinkope)
e. Varises
f. Sedikit edema ekstremitas bawah/tangan mungkin ada.
2. Integritas ego
Menunjukan perubahan persepsi diri
3. Eliminasi
a. Perubahan pada konsistensi atau frekuensi defekasi
b. Peningkatan frekuensi perkemihan
c. Urinalisis, kemungkinan adanya peningkatan berat jenis urin
d. Hemoroid
4. Makanan atau cairan
a. Sedikit mual dan muntah
b. Nyeri epigastrik (ulu hati)
c. Penambahan berat badan 11-12 kg
d. Membran mukosa kering karena terjadi hipertropi jaringan gusi, mudah berdarah
e. Hemoglobin (Hb) dan hematorit (Ht) rendah mungkin ditemukan adanya anemia
fisiologis sedikit edema dependen.
f. Glikosurya mungkin ada
5. Nyeri/ketidak nyamanan eran kaki, nyeri tekan, bengkak pada payaudara dan
punggung.
6. Pernafasan

15 | P a g e
a. Hidung tersumbat, mukosa lebih dari normal
b. Preuensi pernafasan dapat meningkat relatif terhadap ukuran atau tinggi pundus
uterus, pernafasan torakal.
7. Keamanan
a. Suhu 98-99,6◦F (36,1-37,6◦C)
b. Irama jantung janin (IJJ) terdengar dengan fetoskop
c. Gerakan janin mulai terasa, queckening (sensasi gerakan janin pada abdomen)
diantara 16 dan 20 minggu.
8. Seksualitas
a. Penghentian menstruasi
b. Perubahan respons/ativitas seksual
c. Leukorea mungkin ada
d. Peningkatan progresif pada uuran uterus pundus pada umbilius (20-22 minggu).
e. Perubahan payudara, pembesaran jaringan adiposa, peningkatan vaskularitas, luna
bila dipalpasi, peningkatan diameter dan oigmentasi jaringan alveolar, hipertrofi
tuberkel montgomery, kemungkinan strie gravidarum, serta mulai tampa adanya
kolostrum
f. Perubahan pigmentasi, seperti kloasma, linean nigra, palmar eritema, atau
spidernepi.
g. Tanda-tanda goodel, hegar, dan chadwik positif
9. Interaksi sosial
a. Bingung atau meraguan perubahan peran yang di antisipasi
b. Tahap maturasi/perkembangan bervasiasi dan dapat mundur dengan sterosor
kehamilan.
c. Respons anggota keluarga lain dapat bervariasi dari positif dan mendukung
sampai disfungsional

10. Pemeriksaan diagnostik

1) Pemeriksaan darah menunjukan anemia, hemoglobinopatis (misalnya eritrosit


berbentuk sel sabit).
2) Golongan darah, yaitu ABO dan RH untuk menidentifiasi risio terhadap inompabilitas.

16 | P a g e
3) Usap vagina atau rektal, yaitu tes untu neisseria, gonorrhea, dan Clamydia.
4) Tes serologi, yaitu menetuvan adanya sifilis (rapid plasma reagen-RPR), penyakit
hubungan kelamin lain (PHS) seperti diindikasikan oleh kulit vagina, lesi, atau
abnormalitas lainnya.
5) Skrinning terhadap HIV, hepatitis, dan tuberkolosis.
6) Papaniculon smear untuk mengidentifikasi neoplasma, herpes simplkes tipe 2
7) Urinealisis untuk mensrinning kondisi medis (misalnya pemastian kehamilan, infeksi,
diabetes, dan penyakit ginjal).
8) Tes serum atau urine untuk gonadotropi chorionik hormon (HCG)
9) Sonografi untuk melihat keberadaan janin setelah gestasi 8 minggu
10) Scrinning blukosa serum biasanya dilakukan antara 24 dan 28 minggu pada trimester
dua dan tiga
11) Evaluasi selanjutnya, yaitu fokus pengkajian dilakukan pada setiap kunjungan prantal

11. Pengkajian Fisik


Dalam pemeriksaan kehamilan meliputi beberapa langkah antara lain :

1) Perhatikan tanda – tanda tubuh yang sehat


Pemeriksaan pandang dimulai semenjak bertemu dengan pasien. Perhatikan
bagaimana sikap tubuh, keadaan punggung dan cara berjalannya. Apakah cenderung
membungkuk, terdapat lordosis, kifosis, scoliosis atau pincang dsb. Lihat dan nilai
kekuatan ibu ketika berjalan, apakah ia tampak nyaman dan gembira, apakah ibu
tampak lemah
2) Pengukuran tinggi badan dan berat badan
Timbanglah berat badan ibu pada setiap pemeriksaan kehamilan. Bila tidak
tersedia timbangan, perhatikan apakah ibu bertambah berat badannya. Berat badan
ibu hamil biasanya naik sekitar 9-12 kg selama kehamilan. Yang sebagian besar
diperoleh terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Kenaikan berat badan
menunjukkan bahwa ibu mendapat cukup makanan. Jelaskan bahwa berat badan ibu
naik secara normal yang menunjukkan janinnya tumbuh dengan baik bila kenaikan
berat badan ibu kurang dari 5 kg pada kehamilan 28 minggu maka ia perlu dirujuk.

17 | P a g e
3) Pemeriksaan tekanan darah
Tekanan darah pada ibu hamil bisanya tetap normal, kecuali bila ada
kelainan. Bila tekanan darah mencapai 140/90 mmhg atau lebih mintalah ibu
berbaring miring ke sebelah kiri dan mintalah ibu bersantai sampai terkantuk. Setelah
20 menit beristirahat, ukurlah tekanan darahnya. Bila tekanan darah tetap tinggi,
maka hal ini menunjukkan ibu menderita pre eklamsia dan harus dirujuk ke dokter
serta perlu diperiksa kehamilannya. Khususnya tekanan darahnya lebih sering (setiap
minggu). Ibu dipantau secara ketat dan anjurkan ibu persalinannya direncanakan di
rumah sakit.

4) Pemeriksaan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki


Pemeriksaan fisik pada kehamilan dilakukan melalui pemeriksaan pandang
(inspeksi), pemeriksaan raba (palpasi), periksa dengar (auskultasi),periksa ketuk
(perkusi). Pemeriksaan dilakukan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang
dalam pelaksanaannya dilakukan secara sistematis atau berurutan.

Pada saat melakukan pemeriksaan daerah dada dan perut, pemeriksaan


inspeksi, palpasi, auskultasi dilakukan secara berurutan dan bersamaan sehingga
tidak adanya kesan membuka tutup baju pasien yang mengakibatkan rasa malu pasien.

Dibawah ini akan diuraikan pemeriksaan obstetric yaitu dengan melakukan


inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi terhadap ibu hamil dari kepala sampai kaki.

- Lihatlah wajah atau muka pasien


Adakah cloasma gravidarum, pucat pada wajah adalah pembengkakan pada
wajah. Bila terdapat pucat pada wajah periksalah konjungtiva dan kuku pucat
menandakan bahwa ibu menderita anemia, sehingga memerlukan tindakan lebih
lanjut. Jelaskan bahwa ibu sedang diperiksa apakah kurang darah atau tidak. Sebutkan
bahwa bila ibu tidak kurang darah ia akan lebih kuat selama kehamilan dan persalinan.
Jelaskan pula bahwa tablet tambah darah mencegah kurang darah.

Bila terdapat bengkak diwajah, periksalah adanya bengkak pada tangan dan kaki.
Sedikit bengkak pada mata kaku dapat terjadi pada kehamilan normal, namun
bengkak pada tangn dan atau wajah tanda preeklamsi. Perhatikan wajah ibu apakah

18 | P a g e
bengkak dan tanyakan pada ibu apakah ia sulit melepaskan cincin atau gelang yang
dipakainya. Mata kaki yang bengkak dan menimbulkan cekungan yang tak cepat
hilang bila ditekan, maka ibu harus dirujuk ke dokter, dipantau ketat kehamilannya
dan tekanan darahnya, serta direncanakan persalinannya dirumah sakit.

Selain memeriksa ada tidaknya pucat pada konjungtiva, lihatlah sclera mata
adakah sclera kuning atau ikterik

- Lihatlah mulut pasien. Adakah tampak bibir pucat, bibir kering pecah-pecah adakah
stomatitis, gingivitis, adakah gigi yang tanggal, adakah gigi yang berlobang, caries
gigi. Selain dilihat dicium adanya bau mulut yang menyengat.
- Lihatlah kelenjar gondok, adakah pembesaran kelenjar thyroid, pembengkakan
saluran linfe
- Lihat dan raba payudara, pada kunjungan pertama pemeriksaan payudara terhadap
kemungkinan adanya benjolan yang tidak normal. Lihatlah apakah payudara simetris
atau tidak, putting susu menonjol atau datar atau bahkan masuk. Putting susu yang
datar atau masuk akan mengganggu proses menyusui nantinya. Apakah asinya sudah
keluar atau belum. Lihatlah kebersihan areola mammae adakah hiperpigmentasi
areola mammae.
- Lakukan pemeriksaan inspeksi, palpasi dan auskultasi pada perut ibu.
Lihatlah bentuk pembesaran perut (melintang, memanjang, asimetris)
adakah linea alba nigra, adakah striae gravidarum, adakah bekas luka operasi,
adakah tampak gerakan janin, rasakan juga dengan pemeriksaan raba adanya
pergerakan janin. Tentukan apakah pembesaran perut sesuai dengan umur
kehamilannya. Pertumbuhan janin dinilai dari tingginya fundus uteri. Semakin tua
umur kehamilan, maka semakin tinggi fundus uteri. Namun pada umur kehamilan
9 bulan fundus uteri akan turun kembali karena kepala telah turun atau masuk ke
panggul. Pada kehamilan 12 minggu, tinggi fundus uteri biasanya sedikit diatas
tulang panggul. Pada kehamilan 24 minggu fundus berada di pusat. Secara kasar
dapat dipakai pegangan bahwa setiap bulannya fundus naik 2 jari tetapi
perhitungan tersebut sering kurang tepat karena ukuran jari pemeriksa sangat

19 | P a g e
bervariasi. Agar lebih tepat dianjurkan memakai ukuran tinggi fundus uteri dri
simfisis pubis dalam sentimeter dengan pedoman sebagai berikut:

Umur kehamilan Tinggi fundus uteri

20 minggu 20 cm

24 minggu 24 cm

28 minggu 28 cm

32 minggu 32 cm

36 minggu 34- 46 cm

Jelaskan pada ibu bahwa perutnya akan semakin membesar karena pertumbuhan
janin. Pada kunjungan pertama, tingginya fundus dicocokkan dengan perhitungan
umur kehamilan hanya dapat diperkirakan dari hari pertama haid (HPHT). Bila
HPHT tidak diketahui maka umur kehamilan hanya dapat diperkirakan dari
tingginya fundus uteri. Pada setiap kunjungan, tingginya fundus uteri perlu
diperiksa untuk melihat pertumbuhan janin normal, terlalu kecil atau terlalu besar.

5) Pemeriksaan denyut jantung janin.


Denyut jantung janin menunjukkan kesehatan dan posisi janin terhadap ibu.
Dengarkan denyut jantung janin (DJJ) sejak kehamilan 20 minggu. Jantung janin
biasanya berdenyut 120-160 kali permenit. Tanyakan kepada ibu apakah janin sering
bergerak, katakana pada ibu bahwa DJJ telah dapat didengar. Mintalah ibu segera bila
janinnya berhenti bergerak. Bila sampai umur kehamilan 28 minggu denyut jantung janin
tidak dapat didengar atau denyutnya lebih dari 160 atau kurang dari 120 kali permenit
atau janinnya berkurang gerakannya atau tidak bergerak, maka ibu perlu segera dirujuk.

6) Pemeriksaan genetalia
Cucilah tangan, kemudian kenakan sarung tangan sebelum memeriksa vulva. Pada vulva
terlihat adanya sedikit cairan jernih atau berwarna putih yang tidak berbau. Pada
kehamilan normal, tak ada rasa gatal, luka atau perdarahan. Rabalah kulit didaerah
selangkangan, pada keadaan normal tidak teraba adanya benjolan kelenjar. Setelah selesai

20 | P a g e
cucilah tangan dengan sarung tangan yang masih terpasang, kemudian lepaskan sarung
tangan dan sekali lagi cucilah tangan dengan sabun.
7) Distansia tuberan
Yaitu ukuran melintang dari pintu bawah panggul atau jarak antara tuber iskhiadikum
kanan dan kiri dengan ukuran normal 10,5-11cm
8) Pemeriksaan panggul
Pada ibu hamil terutama primigravida perlu dilakukan pemeriksaan untuk menilai
keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat
menimbulkan penyulit persalinan. Ada empat cara melakukan pemeriksaan panggul yaitu
dengan pemeriksaan pangdang (inspeksi) dilihat apakah terdapat dugaan kesempitan
panggul atau kelainan panggul, misalnya pasien sangat pendek, bejalan pincang, terdapat
kelainan seperti kifosis atau lordosis, belah ketupat michaelis tidah simetris. Dengan
pemeriksaan raba, pasien dapat diduga mempunyai kelainan atau kesempitan panggul bial
pada pemeriksaan raba pasien didapatkan: primigravida pada kehmilan aterm terdapat
kelainan letak. Perasat Osborn positif fengan melakukan pengukuran ukuran-ukuran
panggul luar.
9) Pemeriksaan ektremitas bawah
Memeriksa adanya oedema yang paling mudah dilakukan didaerah pretibia dan mata
kaki dengan cara menekan jari beberapa detik. Apabila terjadi cekung yang tidak lekas
pulih kembali berarti oedem positif. Oedem positif pada tungkai kaki dapat menendakan
adanya pre eklampsia. Daerah lain yang dapat diperiksa adalah kelopak mata. Namun
apabila kelopak mata sudah oedem biasanya keadaan pre eklamsi sudah lebih berat.

b) Diagnosis Keperawatan
1. Gangguan pola nafas berhubungan dengan ketidak efektifan pergeseran difragma
karena pembesaran uterus
2. Gangguan curah jantung berhubungan dengan kebutuhan sirkulasi, perubahan
preload (penurunan aliran balik vena) dan afterload (peningkatan tahanan vaskuler
perifer) serta hipertrofi ventrikel
3. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan perubahan meakanisme regulator,
retensi natrium atau air

21 | P a g e
4. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan pada mekanika tubuh, efek
hormon-hormon, dan ketidak seimbangan elektrolit
5. Perubahan pola sexsualitas berhubungan dengan konflik mengenai perubahan
hasrat sexsual dan harapan, serta akan takut cedera fisik
c) Intervensi keperawatan

Dx1 : Gangguan pola nafas berhubungan dengan ketidak efektifan pergeseran


difragma karena pembesaran uterus yang ditandai dengan keluhan
sesak napas, dispnea, dan perubahan kedalaman pernapasan.

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan


ketidakefektifan pola napas dapat teratasi.

Kriteria Hasil :

- Ibu akan melaporkan penurunan frekuensi atau besarnya keluhan


- Ibu dapat mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi
pernapasan

Intervensi Rasional
1. Kaji status pernapasan 1. Menentukan luas atau beratnya
2. Apatkan riwayat dan pantau masalah masalah, walaupun kapasitas vital
medis yang terjadi sebelumnya, misal meningkat, fungsi prnapasan
galeri, asma, serta tuberkulosis. diubah saat kemampuan diafragma
3. Kaji kadar Hb dan Ht, tekankan untuk turun pada inspirasi
pentingnya masukan vitamin atau fero berkurang oleh pembesaran uterus
sulfat. 2. Masalah lain dapat terus mengubah
4. Beri informasi tentang rasional pola pernapasan dan menurunkan
kesulitan pernapasan dan program oksigenasi jaringan ibu atau janin.
latihan yang realistis. 3. peningkatan kadar plasma pada
5. Tinjau ulang tindakan yang dapat gestasi minggu ke 24 s.d 32
dilakukan ibu untuk baik, hindari mengecerkan kadar Hb,
merokok, makan sedikit tetapi sering. mengakibatkan anemia dan

22 | P a g e
menurunkan kapasitas pembawa
oksigen.
4. menurunkan kemungkinan gejala
pernapasan
5. postur yang baik dan makan sdikit
membantu memaksimalkan
penurunan diafragmatik,
meningkatkan ketersediaan ruang
untuk ekspansi paru. Merokok
menurunkan persediaan oksigen
untuk pertukaran ibu-janin.
Dx2 : Gangguan curah jantung berhubungan dengan kebutuhan sirkulasi,
perubahan preload (penurunan aliran balik vena) dan afterload (peningkatan
tahanan vaskuler perifer) serta hipertrofi ventrikel

Tujuan : Setelah dilakukan tndakan keperawatan diharapkan dekompensasi curah


jantung dapat teratasi

Kriteria Hasil :

- Tetap normontensif selama perjalanan prenatal


- Bebas dari edema patologis dan tanda-tanda hipertensi akibat kehamilan
- Mengidentifikasi cara-cara untuk mengontrol dan menrunkan masalah
kardiovaskuler

Intervensi Rasional
1. Tinjau ulang proses fisiologis dan 1. selama trimester ke 2, hipertropi ventrikel
perubahan normal dan abnormal, jantung menjamin peningkatkan curah
tanda-tanda, dan gejala-gejala yang di jantung. Yang memuncak padagestasi
alami ibu minggu ke 25 s.d 27 untuk memenuhi
2. Perhatikan riwayat yang ada oksigen dan nutrien ibu atau janin.
sebelumnya atau potensial masalah 2. ibu ini menghadapi resiko tinggi terhadap
jantung/ginjal/diabetik masalah jantung selama trimester ke dua,

23 | P a g e
3. Ukur tekanan darah (TD) dan nadi. bila curah jantung memuncak.
Laporkan jika peningkatan sistolik 3. peningkatan TD dapat menunjukan
lebih dari 30 mmHg dan diatoik lebih hipertensi akibat kehamilan, khususnya
dari 15 mmHg pada ibu penyakit jantung atau ginjal,
4. Auskultasi bunyi jantung ; catat Dm, atau kehamilan ganda.
adanya murmur 4. murmur dapat menandakan terjadinya
5. Kaji adanya edema, pergelangan kaki kerusakan.
dan parieses kaki, vulva dan rektum. 5. edema wajah dan/atau ekstermitas atas
Bedakan antara edema fisiologis dan dapat menandakan hipertensi akibat
potensial berbahaya. kehamilan.
Dx3: Kelebihan volume cairan berhubungan dengan perubahan meakanisme
regulator, retensi natrium atau air.

Tujuan : setelah dilkukan tindakan keperawatan diharapkan kelebihan volume cairan


dapat teratasi.

Kriteria Hasil :

- Ibu dapat menyebutkan cara-cara untuk meminimalkan masalah


- Ibu dapat mengidentifikasi tanda/gejala yang memerlukan evaluasi/intervensi
medis
- Bebas dari hipetensi, albuminuria, retensi cairan berlebih, dan edema wajah.
Intervensi Rasional
1. pantau brat badan secara teratur 1. mendeteksi penambahan berat badan
2. kaji aanya tanda-tanda hipertensi berlebihan dan retensi cairan yang tidak
akibat kehamilan, perhatikan tekanan kelihatan, yang potensial patologis.
darah. Pantau lokasi/luasnya edema, Selama trimester ke dua total cairan
masukan atau keluarkan cairan. tubuh meningkat karena sebagian kadar
Perhatikan laporan-laporan gangguan estrogen merangsang kelenjar adrenal
penglihatkan, sakit kepal, nyeri untuk menyekresikan aldosteron yang
epigastrik, atau adanya hiperrefleksia. menahan natium dan air.
3. tes urin terhadap albumin 2. meskipun hipertensi akibat kehamilan
4. berikan informasi tentang diet karena retensi cairan berlebihan

24 | P a g e
(misalnya idak menambhkan garam biasanya tidak terlihat sampai akhir
meja, menghindari makanan dan minggu ke 10 namun dapat terjadi di
minum tinggi natrium) awal.
5. anjurkan meninggikan ekstermitas 3. deteksi masalah vaskular berkenaan
secara periodik secara selama sehari. dengan spasme glomerular dari ginjal
Kolaborasi : yang menurunkan resopsi albumin.
6. Jadwalkan kunjungan prenatal lebih 4. natriumberlebihan dapat memperberat
sering dan lakukan pengobatan dan retensi air (terlalu sedikit Na dapat
bila ada hipertensi akibat kehamilan mengakibatkan dehidrasi)
5. edema fisiologis dari ekstermitas bawah
terjadi dipenghujung hari adalah normal
tetpi harus dapat diatasi dengan
tindakan sederhana.

Kolaborasi :

6. perawatan membantu meningkatkan


kesejahteraan ibu/janin
Dx4 : Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan pada mekanika tubuh,
efek hormon-hormon, dan ketidak seimbangan elektrolit yang ditandai oleh
ketegangan pada punggung, kram kaki, dan nyeri ulu hati.

Tujuan : setelah dilkukan tindakan keperawatan diharapkan ketidaknyamanan dapat


teratasi

Kh :

- Ibu dapat mengidentifikasi dan mendemonstrasikan tindkan perawatan diri yang


tepat
- Ketidak nyamanan dicegah atau diminimalkan

Intervensi Rasional
1. perhatikan adanya masalah yang 1. meskipun kondisi ini adalahtersering
berhubungan dengan curah jantung yang mengakibatkan ketidaknyamanan,

25 | P a g e
atau kesulitan pernapasan dan rujuk ibu biasanya mengalami rasa nyaman
pada diagnosis keperawatan yang tepat. secara fisik
2. kaji ulang adanya peruahan BAB dan 2. efek suplemen zat besi dan peningkatan
hemoroid. tekanan karena perubahan posisi dari
3. diskusikan masukan diet, latihan, pembesaran uterus mmpengaruhi fungsi
penggunaan pelunak feses normal.
4. perhatikan adanya nyeri ulu hati, tinjau 3. membantu pencegahan dan
riwayat diet. penatalaksanaan konstipasi
5. perhatikan adanya sakit punggung dan 4. makanan berlemak meningkatkan
tekanan padapunggung bagian bawah keasamaan gastrik, makan sering dalam
porsi kecil, menetralkan keasamaan.
5. menghilangkan tegang pada punggung
bawah yang disebabkan oleh
peningkatan lengkung vertebra
lumbosakral dan pengencangan otot
punggung
Dx5 : Perubahan pola sexsualitas berhubungan dengan konflik mengenai
perubahan hasrat sexsual dan harapan, serta akan takut cedera fisik

Tujuan : setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan perubahan pola


seksual bisa teratasi

Kh :

- Ibu dapat mendiskusikan masalah seksual


- Ibu dapat mengungkapkan pemahaman tentang alasan yang mungkin untuk di
ubah
- Ibu dapat mengidentifikasi alternatif yang dapatditerima untuk memenuhi
keutuhan individu

Intervensi Rasional
1. diskusikan dampak kehamilan terhadap 1. kepuasan seksual yang optimal untuk
pola koitus yang normal. ibu prenatal terjadi pada trimester kedua

26 | P a g e
2. tinjau ulang apa yang dirasakan dan karena vasokongesti pelvis/perineal
diskusikan kemungkinan pilihan dalam meningkatan kenikmatan orgasme
peningkatan kontak fisik melaui 2. rasa takut mencederai janin pada saat
berpelukan dan bercumbu dari pada koitus adalah hal yang umum
melakukan koitus secara aktual 3. membantu pasangan untuk
3. tinjau ulang perubahan posisi yang mempertimbangkan atau membuat
mungkin dilakukan dalam aktivitas pilihan
seksual 4. disini tampak frekuensi penyimpangan
4. waspadai adanya indikasi kemungkinan menjadi lebih tinggi (misalnya
kesulitan seksual atau perilaku yang perkosaan, kejahatan dan
tdak sesuai dari peria perselingkuhan)bila pasangan sedang
Kolaborasi : hamil.
5. Rujuk pada perawat klinis spesialis atau Kolaborasi :
konseling sesuai indikasi 5. mungkin perlu bantuan tambahan untuk
mengatasi masalah dasar yang dapat
berkembang selama kehamilan.

27 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai