0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
389 tayangan13 halaman

Bab I Bendungan Asi

Makalah ini membahas tentang perbedaan bendungan ASI, mastitis, dan abses payudara. Bendungan ASI dijelaskan sebagai pembendungan air susu akibat penyempitan saluran laktifer atau kelenjar yang tidak dikosongkan dengan baik. Faktor penyebabnya adalah pengosongan payudara yang tidak sempurna, hisapan bayi yang lemah, posisi menyusui yang salah, dan puting susu terbenam. Mastitis adalah peradangan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
389 tayangan13 halaman

Bab I Bendungan Asi

Makalah ini membahas tentang perbedaan bendungan ASI, mastitis, dan abses payudara. Bendungan ASI dijelaskan sebagai pembendungan air susu akibat penyempitan saluran laktifer atau kelenjar yang tidak dikosongkan dengan baik. Faktor penyebabnya adalah pengosongan payudara yang tidak sempurna, hisapan bayi yang lemah, posisi menyusui yang salah, dan puting susu terbenam. Mastitis adalah peradangan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang “Perbedaan Bendungan ASI, Mastitis dan Abses Payudara” meskipun
banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Selpyani
Sinulingga SST,M.Kes selaku Dosen mata kuliah Asuhan Kebidanan Nifas yang
telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Bendungan ASI, Mastitis dan Abses
Payudara. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.

Jambi, Desember 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................2
C. Tujuan.................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Bendungan ASI...................................................................................3
1. Pengertian Bendungan ASI ..........................................................3
2. Faktor-faktor Penyebab Bendungan ASI.......................................3
3. Tanda dan Gejala Bendungan ASI................................................4
4. Pencegahan Bendungan ASI.........................................................4
5. Penatalksanaan Bendungan ASI....................................................5
B. Mastitis...............................................................................................6
1. Pengertian Mastitis........................................................................6
2. Tanda dan Gejala Mastitis.............................................................6
3. Penatalaksanaan Mastitis...............................................................7
C. Abses Payudara...................................................................................8
1. Pengertian Abses Payudara...........................................................8
2. Penyebab Abses Payudara.............................................................8
3. Gejala Abses Payudara..................................................................8
4. Mencegah dan Mengobati Abses Payudara...................................9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.........................................................................................10
B. Saran...................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting,
terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. ASI juga merupakan
nutrisi alamiah bagi bayi karena mengandung kebutuhan energy dan zat yang
dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupn bayi. Namun, adakalnya
seorang ibu mengalami masalah dalam pemberian ASI. Kendala yang utama
adalah karena produksi ASI tidak lancer, dan teknik menyusui bayi yang
tidak benar (Saleha, 2009:9-10).
Menurut Dinas Kesehatan Nasional pada tahun 2009 angka kesakitan
ibu nifas karena bendungan ASI, ditingkat nasional 6% dan 5 juta kelahiran
hidup. Sedangkan WHO memperkirakan 10% kelahiran hidup mengalami
komplikasi, diantaranya kesakitan. Kesakitan ibu terdiri atas komplikasi
ringan sampai berat berupa komplikasi permanen atau menahu yang terjadi
sesudah masa nifas. Infeksi juga merupakan penyebab penting kematian dan
kesakitan ibu. Insidensi infeksi nifas sangat berhubungan dengan praktik
tidak bersih pada waktu persalinan dan masa nifas. Kesakitan yang menyusul
penyebab tidak langsung misalnya anemia dan bendungan ASI. Bendungan
ASI yang tidak disusukan dengan adekuat akan menyebabkan terjadinya
mastitis(Wisnuwardhani,2005).
Masalah menyusui pada umumnya terjadi dalam dua minggu pertama
masa nifas. Pada masa ini, pengawasan dan perhatian petugas kesehatan
sangat diperlukan agar masalah meyusui dapat segera ditanggungi, sehingga
tidak menjadi penyakit atau menyebabkan kegagalan menyusui. Salah satu
masalah dalam menyusui adalah payudara bengkak atau bendungan
ASI(Saleha,2009;102).
Ibu yang memberikan ASI secara dini lebih sedikit akan mengalami
masalah dengan menyusui. Bimbingan yang tidak benar tidak teratur dari
tenaga kesehatan merupakan kendala utama pemberian ASI. Sehingga angka
kesakitan ibu yang disebabkan karena bendungan ASI sangat

1
memperihatinkan, hal ini memberikan gambaran sangat kurangnya ibu dalam
menyusui bayinya (prawiroharjo,2008;362).

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu bendungan ASI?
2. Apa saja faktor penyebab bendungan ASI?
3. Bagaimana tanda dan gejala pada bendungan ASI?
4. Bagaimana cara pencegahan bendungan ASI?
5. Bagaimana cara penatalaksanaan bendungan ASI?
6. Apa itu mastitis?
7. Bagaimana tanda dan gejala pada mastitis?
8. Bagaimana cara penatalaksanaan mastitis?
9. Apa itu abses payudara?
10. Apa penyebab abses payudara?
11. Bagaimana gejala abses payudara?
12. Bagaimana mengobati dan mencegah abses payudara?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bendungan ASI
2. Untuk mengetahui faktor penyebab bendungan ASI
3. Untuk mengetahui tanda dan gejala pada bendungan ASI
4. Untuk mengetahui cara pencegahan bendungan ASI
5. Untuk mengetahui penatalaksanaan bendungan ASI
6. Untuk mengetahui mastitis
7. Untuk mengetahui tanda dan gejala pada mastitis
8. Untuk mengetahui cara penatalaksanaan mastitis
9. Untuk mengetahui abses payudara
10. Untuk mengetahui penyebab abses payudara
11. Untuk mengetahui gejala abses payudara
12. Untuk mengetahui mengobati dan mencegah abses payudara

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Bendungan ASI
1. Pengertian bendungan ASI
Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena
penyempitan duktus laktiferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak
dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu.
Pembendungan ASI menurut Pritchar (1999) adalah
pembendungan air susu karena penyempitan duktus lakteferi atau oleh
kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena
kelainan pada puting susu (Buku Obstetri Williams).
Bendungan air susu adalah terjadinya pembengkakan pada
payudara karena peningkatan aliran vena dan limfe sehingga
menyebabkan bendungan ASI dan rasa nyeri disertai kenaikan suhu
badan. (Sarwono, 2007:700).

2. Faktor-faktor penyebab bendungan ASI


Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bendungan ASI, yaitu:
a. Pengosongan mamae yang tidak sempurna
Dalam masa laktasi, terjadi peningkatan produksi ASI pada Ibu yang
produksi ASI-nya berlebihan. apabila bayi sudah kenyang dan
selesai menyusu, & payudara tidak dikosongkan, maka masih
terdapat sisa ASI di dalam payudara. Sisa ASI tersebut jika tidak
dikeluarkan dapat menimbulkan bendungan ASI).
b. Faktor hisapan bayi yang tidak aktif
Pada masa laktasi, bila Ibu tidak menyusukan bayinya sesering
mungkin atau jika bayi tidak aktif mengisap, maka akan
menimbulkan bendungan ASI).
c. Faktor posisi menyusui bayi yang tidak benar
Teknik yang salah dalam menyusui dapat mengakibatkan puting
susu menjadi lecet dan menimbulkan rasa nyeri pada saat bayi

3
menyusu. Akibatnya Ibu tidak mau menyusui bayinya dan terjadi
bendungan ASI).
d. Puting susu terbenam
Puting susu yang terbenam akan menyulitkan bayi dalam menyusu.
Karena bayi tidak dapat menghisap puting dan areola, bayi tidak mau
menyusu dan akibatnya terjadi bendungan ASI).(Manuaba: 317)
e. Puting susu terlalu panjang
Puting susu yang panjang menimbulkan kesulitan pada saat bayi
menyusu karena bayi tidak dapat menghisap areola dan merangsang
sinus laktiferus untuk mengeluarkan ASI. Akibatnya ASI tertahan
dan menimbulkan bendungan ASI). (Manuaba:317)
f. Pengeluaran ASI
Bendungan juga dapat terjadi pada ibu yang ASI nya tidak keluar
sama sekali (agalaksia), ASI sedikit (oligolaksia) dan ASI terlalu
banyak (poligalaksia) tapi tidak dikeluarkan/ disusukan.
(Manuaba:317)

3. Tanda dan Gejala Bendungan ASI


Keluhan ibu adalah payudara yang terbendung, bengkak, keras,
panas dan nyeri, terlihat mengkilap dan puting susu teregang menjadi
rata. ASI tidak mengalir dengan mudah dan bayi sulit menghisap ASI
sampai bengkak berkurang.

4. Pencegahan Bendungan ASI


Perawatan Payudara pada Masa Nifas Menurut Depkes, RI (1993)
Dengan tangan yang sudah dilicinkan dengan minyak lakukan
pengurutan 3 macam cara :
a. Tempatkan kedua telapak tangan diantara ke 2 payudara kemudian
urut keatas, terus kesamping, kebawah dan melintang hingga tangan
menyangga payudara, kemudian lepaskan tangan dari payudara.
b. Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan
saling dirapatkan, kemudian sisi kelingking tangan kanan mengurut

4
payudara dari pangkal ke arah puting, demikian pula payudara
kanan.
c. Telapak tangan menopang payudara pada cara ke – 2 kemudian jari
tangan kanan dikepalkan kemudian buku-buku jari tangan kanan
mengurut dari pangkal ke arah puting.

5. Penatalaksanaan Bendungan ASI


a. Anjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya, dapat dilakukan
pemijatan ringan sebelum menyusui
b. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara
c. Lakukan pengompresan dengan air hangat sebelum menyusui dan
kompres dingin sesudah menyusui untuk mengurangi rasa nyeri
masing – masing selama 5 menit
d. Gunakan BH yang menopang yang pas menopang payudara
e. Berikan analgesik dan antipiretik untuk mengurangi rasa nyeri dan
menurunkan panas.
f. Terkadang perlu diberikan stilbestol/lynoral 3 kali sehari 1 mg selama
2-3 hari (untuk mengurangi produksi ASI)
 Jika ibu menyusui:
 Sebelum menyusui, pijat payudara dengan lembut, mulailah
dari luar kemudian perlahan-lahan bergerak ke arah puting
susu dan lebih berhati-hati pada area yang mengeras
 Menyusui sesering mungkin dengan jangka waktu selama
mungkin, susui bayi dengan payudara yang sakit jika ibu kuat
menahannya, karena bayi akan menyusui dengan penuh
semangat pada awal sesi menyususi, sehingga bisa
mengeringkannya dengan efektif
 Lanjutkan dengan mengeluarkan ASI dari payudara itu setiap
kali selesai menyusui jika bayi belum benar-benar
menghabiskan isi payudara yang sakit tersebut
 Tempelkan handuk halus yang sudah dibasahi dengan air
hangat pada payudara yang sakit beberapa kali dalam sehari

5
(atau mandi dengan air hangat beberapa kali), lakukan
pemijatan dengan lembut di sekitar area yang mengalami
penyumbatan kelenjar susu dan secara perlahan-lahan turun
ke arah puting susu
 Kompres dingin pada payudara di antara waktu menyusui.
 Bila diperlukan berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4
jam.
 Lakukan evaluasi setelah 3 hari untuk mengevaluasi hasilnya.
 Jika ibu tidak menyusui:
 Gunakan bra yang menopang
 Kompres dingin pada payudara untuk mengurangi bengkak
dan nyeri
 Berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4 jam
 Jangan dipijat atau memakai kompres hangat pada payudara.
 Lakukan evaluasi setelah 3 hari untuk mengevaluasi hasilnya.

B. Mastitis
1. Pengertian Matitis
Infeksi Payudara (Mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan
payudara. Biasanyaterjadi karena adanya bakteri jenis staphylococcus
aureus. Bakteri biasanya masuk melalui puting susu yang pecah-pecah
atau terluka.Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, dapatterbentuk
abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara). Mastitis adalah
reaksisistematik seperti demam, terjadi 1-3 minggu setelah melahirkan
sebagai komplikasisumbatan saluran air susu (Masjoer, 2001).

2. Tanda dan Gejala Mastitis


Tanda dan gejala dari mastitis ini biasanya berupa:
a. Payudara yang terbendung membesar, membengkak, keras dan
kadang terasa nyeri.
b. Payudara dapat terlihat merah, mengkilat dan puting teregang
menjadi rata.

6
c. ASI tidak mengalir dengan mudah, dan bayi sulit mengenyut
untuk menghisap ASI sampai pembengkakan berkurang.
d. Ibu akan tampak seperti sedang mengalami flu, dengan gejala
demam,rasa dingin dan tubuh terasa pegal dan sakit.
e. Terjadi pembesaran kelenjar getah bening ketiak pada sisi yang
sama dengan payudara yang terkena.
Gejala yang muncul juga hampir sama dengan payudara yang
membengkak karena sumbatan saluran ASI antara lain:
a. Payudara terasa nyeri
b. Teraba keras
c. Tampak kemerahan
d. Permukaan kulit dari payudara yang terkena infeksi juga tampak
seperti pecah/pecah, dan badan terasa demam seperti hendak flu,
bila terkena sumbatan tanpa infeksi, biasanya di badan tidak
terasa nyeri dan tidak demam. Pada payudara juga tidak teraba
bagian kerasdan nyeri serta merah.

3. Penatalaksanaa Mastitis
Setelah diagnosa mastitis dipastikan, hal yang harus segera
dilakukan adalah pemberian susu kepada bayi dari mamae yang sakit
dihentikan dan diberi antibiotik. Dengan tindakan ini terjadinya abses
sering kali dapat dicegah, karena biasanya infeksi disebabkan oleh
Staphylococcus aureus. Penicilin dalam dosis cukup tinggi dapat
diberikan sebagai terapi antibiotik.
Sebelum pemberian penicilin dapat diadakan pembiakan/kultur air
susu, supaya penyebab mastitis benar-benar diketahui. Apabila ada abses
maka nanah dikeluarkan,kemudian dipasang pipa ke tengah abses agar
nanah dapat keluar terus. Untuk mencegah kerusakan pada duktus
laktiferus, sayatan dibuat sejajar dengan jalannya duktus-duktus tersebut.

7
C. Abses Payudara
1. Pengertian Abses Payudara
Abses payudara adalah benjolan yang terbentuk di payudara yang
berisi nanah dan dapat menimbulkan rasa nyeri. Kebanyakan abses
muncul tepat di bawah lapisan kulit. Penyakit payudara ini seringkali
terjadi sebagai komplikasi dari mastitis. Walaupun sangat jarang terjadi,
namun abses payudara juga bisa menjadi gejala kanker payudara.

2. Penyebab Abses Payudara


Abses payudara adalah akumulasi nanah pada jaringan payudara.
Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi pada payudara. Penyakit ini
disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya adalah Staphylococcus
aureus. Bakteri yang secara alami bisa ditemukan pada kulit manusia itu
bisa masuk apabila ada luka pada payudara terutama di sekitar puting
susu Merupakan komplikasi akibat peradangan payudara / mastitis yang
sering timbul pada minggu ke dua post partum (setelah melahirkan),
karena adanya pembengkakan payudara akibat tidak menyusui dan lecet
pada puting susu.

3. Gejala Abses Payudara


Gejala-gejala yang sering ditimbulkan oleh para penderita abses
payudara, diantaranya adalah:
 Benjolan yang memiliki karakteristik tepian teratur, tekstur halus dan
terasa padat mirip kista.
 Nyeri
 Kemerahan
 Demam tinggi
 Sensasi panas
 Pembengkakan pada kulit di sekitar abses

8
4. Mencegah dan Mengobati Abses Payudara
Untuk pengobatan abses tidak lain adalah menyedot nanah yang
terdapat pada payudara yang terinfeksi dan memberikan terapi antibiotik
untuk mencegah kekambuhan terjadi. Prosedur menyedot nanah ini harus
dilakukan di rumah sakit menggunakan peralatan yang steril dan
dilakukan oleh tenaga profesional untuk mencegah terjadinya infeksi
lebih lanjut.

9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ibu yang sedang dalam masa nidas dapat mengalami beberapa
masalah yang biasanyaterjadi seperti pembendunga air susu ibu, ini dapat
terjadi pada hari ke dua atau ke tiga ketika payudara telah memproduksi air
susu. hal ini disebabkan karena kadar estrogen dan progesterone turun dalam
2-3 hari sesudah melahirkan.Dengan ini faktor dari hipotalamus yang
menghalangi prolaktin waktu hamil, dan sangat di pengaruhi oleh estrogen
tidak dikeluarkan lagi, dan terjadi sekresi prolaktin oleh hipofisis. Hormon ini
menyebabkan alveolus-alveolus kelenjar mammae terisi dengan air susu,
tetapi untuk mengeluarkan dibutuhkan reflek, yang bisa timbul dari hisapan
bayi, apabila bayi tidak menyusu dengan baik, atau jika tidak dikosongkan
dengan sempurna, maka terjadi bendungan air susu.

B. Saran
Diharapkan kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi wanita
untuk selalu menjaga kesehatan payudaranya agar tidak berpotensi terkena
bendungan ASI, mastitis dan abses payudara. Namun, banyak hal yang
dapatdilakukan untuk mengurangi risiko mastitis yaitu dengan cara tidak
mengenakan bra atau pakaian yang tepat menekan saluran susu dan
menghambat aliran susu, menyusui sesering bayi menginginkannya.
Karenadengan membiarkan pada waktu menyusui terlalu
lama,saluran susu dapat tersumbat saat pertama kali bayi tidur semalaman
tanpa menyusui.

10
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/10272278/Bendungan_ASI
https://www.halodhttps://www.academia.edu/25390575/MAKALAH_MASTITIS
oc.com/ini-5-gejala-abses-payudara-yang-perlu-diwaspadai
https://www.honestdocs.id/abses-payudara
https://www.scribd.com/doc/206549834/ABSES-PAYUDARA-ulfa

11

Anda mungkin juga menyukai