Anda di halaman 1dari 22

SUMMARY TEORI AKUNTANSI

CHAPTER 7 – THE FASB’s CONCEPTUAL FRAMEWORK


FASB dan SFAC No. 1, 2, 6

Dokumen-dokumen sebelum adanya kerangka dasar FASB, seperti ASOBAT, ARS,


dan SATTA, memegang peran penting dalam pengembangan standar akuntansi.

A. KERANGKA DASAR FASB


Kerangka dasar ditujukan untuk mewujudkan sebuah sistem yang koheren dari tujuan-
tujuan yang saling berkaitan dan mendasar, yang dapat mengarahkan pada standar yang
konsisten, serta menentukan sifat, fungsi, dan membatasi akuntansi keuangan dan laporan
keuangan. Kerangka dasar dimaksudkan untuk menyediakan struktur metateori untuk
akuntansi keuangan. Saat ini, kerangka dasar ini mencakup 8 statement konsep akuntansi
keuangan, yang diawali oleh discussion memorandum.

Discussion Memorandum
Discussion memorandum merupakan sebuah penelitian yang sangat besar, bahkan
mungkin yang paling ekstensif dari berbagai dokumen lain yang dipublikasikan oleh FASB.
discussion memorandum ini dipublikasikan bersama dokumen lain yang berisikan
kesimpulan dari tujuan-tujuan yang ada pada Trueblood Report.
2 isu utama yang diangkat dalam discussion memorandum:
(1) pandangan baru tentang akuntansi keuangan dan orientasinya pada laporan keuangan
(2) garis besar dari berbagai pendekatan untuk capital maintenance.
Discussion Memorandum mencoba untuk menunjukkan berbagai alternatif dan
peluang untuk mengadopsi standar akuntansi yang baru. Selain itu, dokumen ini menyajikan
definisi dari asset, liability, revenue, expenses, dan losses, termasuk diskusi mengenai
karakteristik kualitatif laporan keuangan. Isu yang paling penting dalam dokumen tersebut
adalah capital maintenance, yang intinya adalah tentang bagaimana earning perusahaan
diukur dalam bentuk mempertahankan keutuhan modal yang ada di awal periode.

B. STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING CONCEPT (SFAC)


Jika discussion memorandum merupakan bagian awal dari kerangka dasar FASB,
maka SFAC merupakan bagian akhir dari kerangka ini.

SFAC NO. 1
SFAC No. 1 berfokus pada tujuan dari pelaporan keuangan bisnis. Tujuan
keseluruhannya adalah menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan
bisnis. Statement ini merupakan turunan langsung dari Trueblood Report, dengan versi yang
lebih matang (kekurangan disempurnakan, pengulangan dihilangkan). Selain itu, SFAC No. 1
juga mengulang konsep pada dokumen-dokumen sebelumnya yang berorientasi pada user.
Walaupun terdapat banyak jenis pengguna eksternal, namun karakteristik utama dari
pengguna eksternal ini sama, yaitu berkepentingan pada prediksi jumlah, waktu, dan
ketidakpastian future cash flow. Oleh karena itu, SFAC No. 1 menekankan bahwa laporan
keuangan harus dibuat secara umum dan tidak dikhususkan untuk kelompok pengguna
tertentu  menjunjung generality.
Selain itu, SFAC No. 1 juga mengasumsikan bahwa para pengguna memiliki
pengetahuan tentang informasi keuangan dan pelaporan. Hal ini merupakan sebuah turunan
semu dari statement Trueblood Report yang mengasumsikan “limited ability” of users.
Statement ini juga menyatakan pentingnya stewardship. Stewardship dalam konteks
ini bukan hanya bentuk “penjagaan” aset dan sumber daya perusahaan saja (custodianship),
namun juga bagaimana manajemen mempertanggunjawabkan aset dan sumber daya tersebut
(accountability).
Berikut merupakan value judgement yang penting yang ada dalam SFAC No. 1:
- Manfaat dari penggunaan informasi harus lebih besar dari pada cost-nya.
- Laporan akuntansi merupakan satu-satunya sumber informasi tentang perusahaan.
- Accrual accounting sangatlah berguna dalam menilai dan memprediksi earning
power dan cash flow perusahaan.
- Informasi yang disajikan harus berguna dalam pengambilan keputusan oleh pengguna.

SFAC NO. 2 (kemudian digantikan oleh SFAC No. 8)


SFAC No. 2 berisikan tentang karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi.
Manfaat informasi akuntansi tercermin pada besarnya manfaat yang diperoleh pengguna
untuk mengambil keputusan. Term karakteristik kulitatif digunakan pada APB Statement 4.
Namun, sebenarnya, karakteristik kualitatif yang ada pada SFAC No. 2 ini adalah turunan
langsung dari ASOBAT
SFAC No. 1 menyatakan bahwa laporan keuangan harus ditujukan pada kebutuha
informasi secara umum, dan mengasumsikan bahwa pengguna memiliki pengetahuan yang
cukup untuk memahami informasi tersebut. Namun, tingkat pemahaman pengguna tentang
suatu informasi berbeda-beda. Ini merupakan salah satu batasan dari pelaporan
keuangan atau Pervasive Constraint dalam hirarki karakteristik kualitatif: benefit
harus lebih besar dari pada cost. Kendala yang meluas bahwa manfaat lebih besar daripada
biaya berasal darI informasi ekonomi. Meskipun merupakan komponen yang sangat penting
dari kerangka kerja konseptual, ini mungkin merupakan bagian paling sulit dari kerangka
kerja konseptual untuk diterapkan dalam praktik.
Untuk mengetahui apakah suatu informasi memiliki manfaat yang lebih besar dari
pada biayanya tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan: nyaris tidak mungkin bagi kita untuk
dapat mengkuantifikasi manfaat yang dihasilkan dari penggunaan informasi akuntansi dalam
pengambilan keputusan secara solid. Benefit dari informasi akuntansi dianyatakan dengan
manfaat informasi tersebut untuk user, terutama investor dan kreditor dalam pengambilan
keputusan. Cost informasi dibagi menjadi 2: (1) direct cost  biaya yang dikeluarkan untuk
mengumpulkan, menyiapkan, dan menyebarluaskan informasi ; (2) indirect cost  a). karena
informasi perusahaan dipublikasikan, kompetitor dapat dengan mudah mengakses informasi
yang diperlukan untuk memenangkan persaingan; b). tidak semua pengguna dapat benar-
benar memahami pengungkapan yang diberikan perusahaan sehingga berpotensi menciptakan
information overload. Benefit dan Cost secara langsung maupun tidak, berhubungan dengan
konsekuensi ekonomi.
There are costs of using information as well as of providing it; and the benefits from
providing financial information accrue to preparers as well as users of that information
Setiap pengguna informasi akuntansi secara unik akan merasakan nilai relatif yang harus
dilampirkan pada setiap kualitas informasi tersebut. juga harus selalu sadar akan kalkulus
biaya dan manfaat. Untuk membenarkan diperlukan pengungkapan tertentu, manfaat yang
dirasakan yang diperoleh dari pengungkapan itu harus melebihi biaya yang dirasakan terkait
dengan itu. Namun, untuk mengatakan sesuatu yang tepat tentang insiden mereka sulit.
Ada biaya menggunakan informasi serta menyediakannya; dan manfaat dari memberikan
informasi keuangan bertambah bagi para penyusun serta pengguna informasi itu
Karakteristik informasi yang menjadikannya komoditas yang diinginkan memandu
pemilihan kebijakan akuntansi yang disukai dari antara alternatif yang tersedia. Mereka dapat
dipandang sebagai hierarki kualitas, dengan kegunaan untuk pengambilan keputusan yang
paling penting. Tanpa kegunaan, tidak akan ada manfaat dari informasi yang
ditetapkan terhadap biayanya. Hirarki diwakili dalam Gambar 1.
The hierarchy separates user-specific qualities, for example, UNDERSTANDABILITY,
from qualities inherent in information. Information cannot be useful to decision makers who
cannot understand it, even though it may otherwise be relevant to a decision and be reliable.
However, understandability of information is related to the characteristics of the decision
maker as well as the characteristics of the information itself and, therefore, understandability
cannot be evaluated in overall terms but must be judged in relation to a specific class of
decision makers.

Hirarki memisahkan kualitas spesifik pengguna, misalnya, dapat dipahami, dari kualitas
yang melekat dalam informasi. Informasi tidak dapat bermanfaat bagi pembuat keputusan
yang tidak dapat memahaminya, meskipun mungkin relevan dengan keputusan dan dapat
diandalkan. Namun, dapat dipahami informasi terkait dengan karakteristik pengambil
keputusan serta karakteristik informasi itu sendiri dan, oleh karena itu, dapat dipahami tidak
dapat dievaluasi secara keseluruhan tetapi harus dinilai dalam kaitannya dengan kelas tertentu
dari pembuat keputusan.
Kualitas Keputusan Khusus-Spesifik
Relevansi dan keandalan adalah dua kualitas utama yang membuat informasi akuntansi
berguna untuk pengambilan keputusan. Tunduk pada kendala yang dipaksakan oleh biaya dan
materialitas, peningkatan relevansi dan peningkatan keandalan adalah karakteristik yang
membuat informasi menjadi komoditas yang lebih diinginkan — yaitu, yang berguna dalam
membuat keputusan. Jika salah satu dari kualitas tersebut benar-benar hilang, informasi
tersebut tidak akan berguna. Meskipun, idealnya, pilihan alternatif akuntansi harus
menghasilkan informasi yang lebih dapat diandalkan dan lebih relevan, mungkin perlu
mengorbankan beberapa kualitas untuk mendapatkan yang lain.

Relevance dan reliability merupakan karakteristik kualitatif yang paling utama dalam
SAFC No. 2. Untuk menjadi relevan, informasi harus bersifat timely dan memiliki predictive
value, feedback value, atau keduanya. Untuk menjadi reliable, informasi harus memiliki
representational faithulness dan dapat diverifikasi, serta netral. Comparability yang
mencakup consistency merupakan kualitas sekunder yang menyatu dengan relevansi dan
reliabilitas untuk berkontribusi pada kebergunaan informasi.

1. RELEVANCE
Relevansi merupakan kualitas yang diambil dari ASOBAT, dan didefinisikan pada
SAFC No. 2 sebagai: infrormasi dikatakan relevan jika mampu membuat
perbedaan dalam pengambilan sebuah keputusan dengan membantu pengguna
untuk memprediksi outcome dari masa lalu, masa kini, dan masa yang akan
datang.

Aspek utama relevansi adalah predictive value dan feedback value, dan aspek
pendukung yaitu timeliness.
 Predictive value : kebergunaan informasi untuk memprediksi kondisi
ekonomi di masa yang akan datang.
 Feedback value :kemampuan informasi untuk mengkonfirmasi atau
membenarkan ekspektasi awal dari pembuat keputusan.
 Timeliness : informasi harus tersedia ketika dibutuhkan sebelum informasi
tersebut kehilangan kemampuannya untuk mempengaruhi keputusan
Informasi akuntansi yang relevan mampu membuat perbedaan dalam keputusan
dengan membantu pengguna untuk membuat prediksi tentang hasil peristiwa masa lalu,
sekarang, dan masa depan atau untuk mengkonfirmasi atau memperbaiki harapan
sebelumnya. Informasi dapat membuat perbedaan pada keputusan dengan meningkatkan
kapasitas pembuat keputusan untuk memprediksi atau dengan memberikan umpan balik
pada harapan sebelumnya. Biasanya, informasi melakukan keduanya sekaligus, karena
pengetahuan tentang hasil tindakan yang sudah diambil umumnya akan meningkatkan
kemampuan para pembuat keputusan untuk memprediksi hasil dari tindakan serupa di masa
depan. Tanpa pengetahuan tentang masa lalu, dasar untuk prediksi biasanya akan kurang.
Tanpa minat pada masa depan, pengetahuan tentang masa lalu adalah steril.
Nilai prediksi: Kualitas informasi yang membantu pengguna untuk meningkatkan
kemungkinan meramalkan dengan tepat hasil dari peristiwa masa lalu atau saat ini.
Nilai Umpan Balik: Kualitas informasi yang memungkinkan pengguna untuk
mengkonfirmasi atau memperbaiki harapan sebelumnya.
Ketepatan waktu: Memiliki informasi yang tersedia untuk pembuat keputusan sebelum
kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi. Ketepatan waktu, yaitu, memiliki informasi
yang tersedia untuk pembuat keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk
mempengaruhi keputusan, adalah aspek tambahan dari relevansi. Jika informasi tidak tersedia
ketika dibutuhkan atau menjadi tersedia begitu lama setelah peristiwa yang dilaporkan itu
tidak ada nilai untuk tindakan di masa depan, tidak memiliki relevansi dan sedikit atau tidak
ada gunanya. Ketepatan waktu saja tidak dapat membuat informasi menjadi relevan, tetapi
kurangnya ketepatan waktu dapat merampok informasi yang relevan yang mungkin dimiliki.
2. RELIABILITY
Reliabilitas terdiri atas 3 bagian:
 Verifiability :dasar pengukuran laporan keuangan dapat diverifikasi oleh
akuntan lain dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.
 Representional faithfulness: informasi disajikan secara jujur dan ada
kesesuaian antara pengukuran dengan peristiwa akuntansi yang diukur.
 Neutrality :informasi yang disajikan harus bersifat netral dan tidak
memihak pada kepentingan kelompok tertentu.
Bahwa informasi harus dapat diandalkan dan juga relevan adalah gagasan yang penting bagi
akuntansi. Oleh karena itu, penting untuk menjadi jelas tentang sifat klaim yang dibuat untuk
nomor akuntansi yang digambarkan dapat diandalkan.
Penggunaan istilah reliabilitas dalam Pernyataan ini tidak menyiratkan apa pun tentang
efektivitas. Informasi akuntansi dapat diandalkan sejauh pengguna dapat bergantung padanya
untuk mewakili kondisi ekonomi atau peristiwa yang ingin diwakilinya. Seperti ditunjukkan
dalam paragraf 59, keandalan informasi akuntansi berasal dari dua karakteristik yang
diinginkan untuk menjaga faithfulness dan Verifiability. Netralitas informasi juga
berinteraksi dengan kedua karakteristik tersebut untuk memengaruhi kegunaannya.
Keandalan: Kualitas informasi yang memastikan bahwa informasi cukup bebas dari
kesalahan dan bias dan dengan setia mewakili apa yang hendak diwakilinya.
Kesetiaan Representasional: Korespondensi atau kesepakatan antara ukuran atau deskripsi
dan fenomena yang ingin diwakilinya (terkadang disebut validitas). Dalam akuntansi,
fenomena yang akan diwakili adalah sumber daya ekonomi dan kewajiban dan transaksi dan
peristiwa yang mengubah sumber daya dan kewajiban itu.
Verifikasi: Kemampuan melalui konsensus di antara pengukur untuk memastikan bahwa
informasi mewakili apa yang dimaksudkan untuk diwakili atau bahwa metode pengukuran
yang dipilih telah digunakan tanpa kesalahan atau bias.
Kenetralan: Tidak adanya informasi bias yang dilaporkan dimaksudkan untuk mencapai
hasil yang telah ditentukan atau untuk mendorong mode perilaku tertentu.
3. COMPARABILITY DAN CONSISTENCY
Suatu informasi akan sangat berguna jika: (1) dapat dibandingkan dengan
informasi yang sama dari perusahaan yang berbeda; (2) dapat dibandingkan
dengan informasi yang sama dari suatu perusahaan pada periode yang berbeda.
Untuk itu, diperlukan konsistensi dalam pelaporan agar informasi dapat
diperbandingkan.
Keterbandingan dan Konsistensi
Informasi tentang perusahaan tertentu sangat bermanfaat jika dapat dibandingkan
dengan informasi serupa tentang perusahaan lain dan dengan informasi serupa tentang
perusahaan yang sama untuk beberapa periode lain atau titik waktu lainnya. Perbandingan
antara perusahaan dan konsistensi dalam penerapan metode dari waktu ke waktu
meningkatkan nilai informasi perbandingan peluang atau kinerja ekonomi relatif.
Pentingnya informasi, terutama informasi kuantitatif, sangat tergantung pada kemampuan
pengguna untuk menghubungkannya dengan beberapa tolok ukur
Konsistensi: Kesesuaian dari periode ke periode dengan kebijakan dan prosedur yang tidak
berubah. Konsistensi dalam menerapkan metode akuntansi selama rentang waktu selalu
dianggap sebagai kualitas penting yang membuat angka akuntansi lebih berguna. Bentuk
standar laporan auditor menyatakan bahwa laporan keuangan telah disusun "sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum yang diterapkan secara konsisten." Dewan Prinsip
Akuntansi dinyatakan dalam APB Opini No. 20, Perubahan Akuntansi, bahwa "... dalam
penyusunan laporan keuangan ada anggapan bahwa prinsip akuntansi yang dulu diadopsi
tidak boleh diubah dalam akuntansi untuk peristiwa dan transaksi dari jenis yang sama.
Penggunaan yang konsisten dari prinsip akuntansi dari satu periode akuntansi ke yang lain
meningkatkan kegunaan laporan keuangan kepada pengguna dengan memfasilitasi analisis
dan pemahaman tentang data akuntansi komparatif
Keterbandingan: Kualitas informasi yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi
kesamaan dan perbedaan antara dua set fenomena ekonomi. Tujuan perbandingan adalah
untuk mendeteksi dan menjelaskan persamaan dan perbedaan. Keterbandingan tidak boleh
disamakan dengan identitas, dan kadang-kadang lebih banyak yang dapat dipelajari dari
perbedaan daripada dari kesamaan jika perbedaan dapat dijelaskan. Kesulitan dalam
membuat perbandingan keuangan antara perusahaan karena penggunaan metode akuntansi
yang berbeda telah diterima selama bertahun-tahun sebagai alasan utama untuk
pengembangan standar akuntansi. Memang, satu-satunya alasan lain yang mungkin untuk
menginginkan standar akuntansi adalah keyakinan bahwa ada satu metode yang tepat di
antara alternatif yang tersedia, dan sedikit orang, jika ada, memiliki keyakinan semacam itu.
 Materiality (pada gambar sebagai ambang batas pengakuan)
Materialitas merupakan suatu batasan yang menyebabkan apakah suatu informasi
dapat mempengaruhi sebuah keputusan atau tidak. Pada umumnya, materialitas
merupakan karakteristik kuantitatif. Namun, materialitas sangat berkaitan dengan
relevansi (kualitatif). Materialitas dan relevansi sama-sama didefinisikan sebagai apa
yang mempengaruhi atau membuat perbedaan pada pengambilan keputusan oleh
pengguna.
Materialitas adalah konsep meresap yang berkaitan dengan karakteristik kualitatif, terutama
relevansi dan keandalan. Materialitas dan relevansi keduanya didefinisikan dalam hal apa
yang memengaruhi atau membuat perbedaan bagi pembuat keputusan, tetapi kedua istilah
tersebut dapat dibedakan. Keputusan untuk tidak mengungkapkan informasi tertentu dapat
dibuat, katakanlah, karena investor tidak memerlukan informasi semacam itu (itu tidak
relevan) atau karena jumlah yang terlibat terlalu kecil untuk membuat perbedaan (mereka
tidak material). Besarnya sendiri, tanpa memperhatikan sifat item dan keadaan di mana
penilaian harus dibuat, umumnya tidak akan menjadi dasar yang cukup untuk penilaian
materialitas.
Posisi Dewan saat ini adalah bahwa tidak ada standar materialitas umum yang dapat
dirumuskan untuk memperhitungkan semua pertimbangan yang masuk ke dalam penilaian
manusia yang berpengalaman. Kriteria materialitas kuantitatif dapat diberikan oleh Dewan
dalam standar khusus di masa depan, seperti di masa lalu, sebagaimana diperlukan.
Materialitas: Penilaian materialitas berkaitan dengan layar atau ambang batas. Besarnya
kelalaian atau salah saji informasi akuntansi yang, mengingat keadaan sekitarnya,
memungkinkan bahwa penilaian orang yang beralasan yang mengandalkan informasi akan
berubah atau dipengaruhi oleh kelalaian atau salah saji

 Conservatism
Conservatism merupakan suatu prinsip pelaporan yang berkaitan dengan
kebutuhan akan pelaporan yang menjunjung kehati-hatian. Pengguna laporan
keuangan harus diberi informasi mengenai segala ketidakpastian dan risiko
perusahaan..
Konservatisme tidak diperlihatkan dalam Tampilan 7.1, tetapi, cukup aneh, hal itu dibahas
dalam SFAC No.2, di mana ia disebut konvensi. SFAC No. 2 tidak mendukung pernyataan
yang disengaja atau kepemilikan aset atau pendapatan. Konservatisme dikaitkan dengan
kebutuhan untuk "pelaporan yang bijaksana" yang memastikan pembaca mendapat informasi
tentang ketidakpastian dan risiko. Dengan demikian, konservatisme tampaknya berkaitan
dengan pengungkapan,
Dalam SFAC
Conservatism : Reaksi yang hati-hati terhadap ketidakpastian untuk mencoba memastikan
bahwa ketidakpastian dan risiko yang melekat dalam situasi bisnis dipertimbangkan secara
memadai.
Belum ada yang dikatakan tentang konservatisme, sebuah konvensi yang banyak akuntan
percaya tepat dalam membuat keputusan akuntansi. Mengutip Pernyataan APB 4: Seringkali,
aset dan liabilitas diukur dalam konteks ketidakpastian yang signifikan. Secara historis,
manajer, investor, dan akuntan umumnya lebih suka bahwa kemungkinan kesalahan dalam
pengukuran lebih mengarah pada pernyataan yang meremehkan daripada melebih-lebihkan
pendapatan bersih dan aset bersih. Ini mempunyai menyebabkan konvensi konservatisme. . .
[paragraf 171].
Ada tempat untuk konvensi seperti konservatisme - yang berarti kehati-hatian - dalam
akuntansi dan pelaporan keuangan, karena kegiatan bisnis dan ekonomi dikelilingi oleh
ketidakpastian, tetapi perlu diterapkan dengan hati-hati. Karena preferensi "bahwa
kemungkinan kesalahan dalam pengukuran lebih mengarah pada pernyataan yang
meremehkan daripada melebih-lebihkan laba bersih dan aset bersih" menimbulkan bias
dalam pelaporan keuangan, konservatisme cenderung bertentangan dengan karakteristik
kualitatif yang signifikan, seperti kesetiaan representasional, netralitas, dan komparatif.
(termasuk konsistensi). Menjadi jelas tentang apa yang tidak dimaksudkan konservatisme
mungkin sering sama pentingnya dengan kejelasan tentang apa artinya.
Konservatisme dalam pelaporan keuangan seharusnya tidak lagi berkonotasi dengan sengaja,
meremehkan aset dan laba bersih. Dewan menekankan hal itu karena konservatisme telah
lama diidentifikasi dengan gagasan bahwa pernyataan yang disengaja adalah suatu kebajikan.
Gagasan itu menjadi tertanam kuat dan masih menjadi bukti meskipun ada upaya selama 40
tahun terakhir untuk berubah Itu. Konvensi konservatisme, yang dulunya biasa dinyatakan
dalam peringatan untuk "tidak mengantisipasi keuntungan tetapi mengantisipasi semua
kerugian," dikembangkan pada masa ketika neraca dianggap sebagai laporan keuangan utama
(dan sering hanya saja), dan perincian laba atau operasi lainnya hasilnya jarang diberikan di
luar perusahaan bisnis. Bagi para bankir atau pemberi pinjaman lain yang merupakan
pengguna eksternal utama laporan keuangan, pernyataan yang merendahkan demi
kepentingannya sendiri secara luas dianggap diinginkan, karena semakin besar pernyataan
aset yang semakin kecil, semakin besar margin keselamatan aset yang diberikan sebagai
jaminan untuk pinjaman atau lainnya.
SFAC No.3 : Elements of Financial Statements of Business Enterprises

Mendefinisikan 10 elemen laporan keuangan yang akan diamandemen oleh SFAC No. 6.,
maka pembahsan mengenai hal tersebut akan dibahas pada pembahsan statement no.6.
Beberapa observasi yang belum dimasukkan dalam SFAC No.3 diantaranya adalah :
1. Hampir tidak menyebutkan tiga pandangan mengenai akuntansi keuangan (Revenue-
expense, assets-liability, and non-atriculated)
2. Tidak menjelaskan tipe konsep pemeliharaan modal yang digunakan
3. Tidak menyebutkan mengenai permasalahan pengakuan dan pengukuran dan
penyajiaannya dalam laporan keuangan.
 SFAC No. 3 juga mengganti istilah earning menjadi income untuk
mengindikasikan comprehensive atau perubahan total dalam net asset yang terjadi selama
periode sebagai hasil dari kegiatan operasi perusahaan.
 Elemen-elemen statement keuangan dituangkan dalam SAF No.3 yang telah diganti
dengan SAFC No.6. pergantian ini dilakukan karena SFAC No.3 belum mencakup
elemen-elemen statement keuangan untuk organisasi-organisasi nonobisnis tetapi
hanya mencakup elemen untuk entitas bisnis saja.

Dengan demikian, definisi dalam pernyataan tersebut tampaknya menjadi "layar pertama" dalam
menentukan isi laporan keuangan. Jelas bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam
meresepkan sifat-sifat berbagai elemen ini, belum lagi pengaturannya laporan keuangan. SFAC No. 3
juga mengungkapkan pembalikan terminologi.32 Sepanjang pembahasanmemorandum dan SFAC No.
1, kata pendapatan menggantikan yang lebih umum digunakanomeome. Namun, dalam SFAC No. 2,
pendapatan menghilang dan pendapatan digunakan dalam paragraf 90 dan 94. Akhirnya, SFAC No. 3
membuat pembalikan resmi dengan menunjuk pendapatan sebagai istilah untuk menunjukkan
perubahan komprehensif atau total dalam aset bersih yang terjadi selama periode sebagai operasi.
Penghasilan dicadangkan sebagai komponen pendapatan yang memungkinkan, untuk ditentukan lebih
lanjut di kemudian hari (lihat pembahasan SFAC No. 5).

SFAC No.4 : Objectives of  Financial Reporting by Nonbusiness Organizations (tujuan


pelaporan keuangan pada entitas non-bisnis)

Lebih menekankan pada pelaporan keuangan entitas non bisnis yang memiliki karakteristik
sebagai berikut:

1. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan
pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber
daya yang diberikan
2. Menghasilkan barang dan atau jasa dan memberikan pelayanan tanpa bertujuan untuk
menghasilkan laba
3. Tidak ada kepemilikan yang dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau
kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas
pada saat likuidasi atau pembubaran entitas
SFAC No. 4 juga menyatakan bahwa entitas non bisnis tidak memiliki indicator tunggal atas
kinerja entitas seperti pengukuran income pada sector profit oriented.
SFAC No. 4 juga mencatat bahwa organisasi non-bisnis tidak memiliki satu indikator kinerja yang
sebanding dengan pengukuran pendapatan di sektor laba. Karena penekanan dalam teks ini adalah
pada sektor laba, SFAC No. 4 berada di luar lingkup naskah ini

o Tujuan Laporan keuangan organisasi nirlaba menurut statement of Financial


Accounting Concepts No. 4 (SFAC 4) adalah :
1. Memberikan informasi yang bermanfaat bagi penyedia dan calon penyedia
sumber daya, serta pemakai dan calon pemakai lainnya dalam pembuatan
keputusan yang rasional mengenai alokasi sumber daya organisasi.
2. Memberikan informasi untuk membantu para penyedia dan calon penyedia
sumber daya, serta pemakai dan calon pemakai lainnya dalam menilai
pelayanan serta kemampuan untuk melanjutkan memberi pelayanan tersebut.
3. Memberikan informasi yang bermanfaat bagi penyedia dan calon penyedia
sumber daya, serta pemakai dan calon pemakai lainnya dalam menilai kinerja
manajer organisasi nonbisnis atas pelaksanaan tanggung jawab pengelolaan
serta aspek kinerja lainnya.
4. Memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi, kewajiban, dan
kekayaan bersih organisasi, serta pengaruh dari transaksi, peristiwa dan
kejadian ekonomi yang mengubah sumber daya dan kepentingan sumber daya
tersebut.
5. Memberikan informasi mengenai kinerja organisasi selama satu periode
6. Memberikan informasi bagaimana memperoleh dan membelanjakan kas
7. Memberikan penjelasan dan intrepetasi untuk membantu pemakai dalam
memahami informasi keuangan yang diberikan.
SFAC No 5 berisi kriteria pengakuan yang fundamental dan panduan tentang informasi apa
yang seharusnya dan kapan informasi tersebut dimasukkan ke dalam laporan keuangan.
Selain itu SFAC No. 5 juga membicarakan masalah-masalah pengukuran yang berhubungan
dengan pengakuan.
 Pengakuan (recognition) adalah proses pencatatan atau pemasukan sebuah item (butir)
di dalam Laporan Keuangan sebuah entitas sebagai aset, kewajiban, pendapatan,
biaya, atau yang sejenis dengannya melalui penggambaran dalam bentuk kata dan
angka. Tidak semua informasi bisa dimasukkan ke dalam laporan keuangan sebagian
lain lebih baik disampaikan di catatan atas laporan keuangan atau Informasi
pendukung lain, atau juga media lain dalam pelaporan keuangan. Pengukuran
merupakan pemberian nilai dengan atribut-atribut pengukuran akuntansi pada item
tertentu dari suatu transaksi.
 Kriteria Pengakuan Mendasar
Item dan informasi tentang hal itu harus memenuhi empat kriteria pengakuan
mendasar untuk diakui dan harus diakui ketika kriteria dipenuhi, tunduk pada batasan
biaya-manfaat dan ambang materialitas. Kriteria tersebut adalah:
 Definisi — Item memenuhi definisi elemen laporan keuangan.
 Measurability — Memiliki atribut yang relevan yang dapat diukur dengan
keandalan yang memadai.
 Relevansi — Informasi tentang hal ini mampu membuat perbedaan dalam
keputusan pengguna.
 Keandalan — Informasi ini representasional, setia, dapat diverifikasi, dan
netral.
Keempat kriteria tunduk pada batasan biaya-manfaat yang meresap: manfaat yang diharapkan
dari mengenali item tertentu harus membenarkan biaya yang dirasakan untuk menyediakan
dan menggunakan informasi. Pengakuan juga tunduk pada ambang batas materialitas: suatu
item dan informasi tentangnya tidak perlu diakui dalam satu set laporan keuangan jika item
tersebut tidak cukup besar untuk menjadi material dan agregat dari item-item immaterial
secara individu tidak cukup besar untuk menjadi material untuk laporan keuangan tersebut
Untuk diakui dalam laporan keuangan, sumber daya harus memenuhi definisi aset, dan
kewajiban harus memenuhi definisi liabilitas. Perubahan ekuitas harus memenuhi definisi
pendapatan, pengeluaran, keuntungan, atau kerugian agar diakui sebagai komponen
pendapatan komprehensif.

 Measurability
Aset, kewajiban, atau perubahan dalam ekuitas harus memiliki atribut yang relevan
yang dapat dikuantifikasi dalam satuan moneter dengan keandalan yang memadai.
Pengukuran harus dipertimbangkan bersama dengan relevansi dan reliabilitas.
o Measurement Attributes
Item-item yang saat ini dilaporkan dalam laporan keuangan diukur dengan atribut
yang berbeda, tergantung pada sifat dari item tersebut dan relevansi serta reliabilitas
dari atribut yang diukur. Dewan mengharapkan penggunaan atribut yang berbeda
untuk melanjutkan. Lima atribut pengukuran yang dicakup secara luas dalam nota
diskusi tahun 1976 ditaburi dan diajukan dalam SFAC No. 5:
1. Biaya historis
2. Biaya saat ini (biaya penggantian)
3. Nilai pasar saat ini (nilai keluar)
4. Nilai realisasi bersih (biaya penjualan dikurangi biaya untuk menyelesaikan
atau membuang)
5. Nilai sekarang (diskon) dari arus kas masa depan
o Penjelasan Lima atribut aset (dan liabilitas) yang berbeda digunakan dalam praktik
saat ini:
 Biaya historis (hasil historis). Properti, pabrik, dan peralatan dan sebagian besar
persediaan dilaporkan berdasarkan biaya historisnya, yaitu jumlah uang tunai,
atau yang setara, dibayarkan untuk memperoleh aset, biasanya disesuaikan
setelah akuisisi untuk amortisasi atau alokasi lainnya. Liabilitas yang melibatkan
kewajiban untuk menyediakan barang atau jasa kepada pelanggan umumnya
dilaporkan dengan hasil historis, yaitu jumlah uang tunai, atau yang setara,
diterima ketika kewajiban tersebut terjadi dan dapat disesuaikan setelah akuisisi
untuk amortisasi atau alokasi lainnya.
 Biaya saat ini. Beberapa persediaan dilaporkan berdasarkan biaya penggantiannya
saat ini, yang merupakan jumlah uang tunai, atau yang setara, yang harus
dibayarkan jika aset yang sama atau setara diperoleh saat ini.
 Nilai pasar saat ini. Beberapa investasi dalam surat berharga dilaporkan pada nilai
pasar saat ini, yang merupakan jumlah uang tunai, atau yang setara, yang dapat
diperoleh dengan menjual aset dalam likuidasi tertib. Nilai pasar saat ini juga
umumnya digunakan untuk aset yang diharapkan akan dijual dengan harga lebih
rendah dari jumlah tercatat sebelumnya. Beberapa kewajiban yang melibatkan
komoditas dan sekuritas yang dapat dipasarkan, misalnya, kewajiban penulis opsi
atau penjual saham biasa yang tidak memiliki komoditas atau sekuritas yang
mendasarinya, dilaporkan pada nilai pasar saat ini.
 Nilai realisasi (penyelesaian) bersih. Piutang jangka pendek dan beberapa
persediaan dilaporkan pada nilai realisasi bersihnya, yang merupakan jumlah
uang tunai yang tidak didiskon, atau yang setara, di mana suatu aset diharapkan
akan dikonversi dalam perjalanan bisnis dikurangi biaya langsung, jika ada, yang
diperlukan untuk melakukan konversi itu. Kewajiban yang melibatkan jumlah
uang yang diketahui atau diperkirakan dibayarkan pada tanggal yang tidak
diketahui di masa depan, misalnya, hutang dagang atau kewajiban garansi,
umumnya dilaporkan pada nilai penyelesaian bersihnya, yang merupakan jumlah
uang tunai yang tidak didiskontokan, atau jumlah yang setara, yang diharapkan
akan dibayar untuk melikuidasi kewajiban dalam perjalanan bisnis, termasuk
biaya langsung, jika ada, diperlukan untuk melakukan pembayaran itu.
 Nilai sekarang (atau diskon) dari arus kas masa depan. Piutang jangka panjang
dilaporkan pada nilai sekarang (didiskontokan pada tingkat implisit atau historis),
yang merupakan nilai sekarang atau diskonto dari arus kas masuk masa depan di
mana suatu aset diharapkan akan dikonversi dalam perjalanan bisnis dikurangi
nilai sekarang dari uang tunai arus keluar yang diperlukan untuk mendapatkan
arus masuk tersebut. Hutang jangka panjang dilaporkan dengan cara yang sama
dengan nilai saat ini (didiskontokan pada tingkat implisit atau historis), yang
merupakan nilai sekarang atau diskonto dari arus kas masa depan yang
diharapkan akan diperlukan untuk memenuhi kewajiban dalam perjalanan bisnis

SFAC NO. 6
SFAC No. 6 merupakan pengganti dari SFAC No. 3. Perbedaannya adalah pada
SFAC No. 6 terdapat perluasan konteks pada organisasi non-bisnis. Selain itu, karakteristik
kualitatif informasi akuntansi yang ada pada SFAC No. 2 juga diperluas kepada organisasi
non-bisnis.
SFAC No. 6 adalah pengganti (bukan revisi) dari SFAC No. 3. Namun, definisi-definisi tersebut pada
dasarnya identik dengan yang ada di SFAC No. 3 kecuali bahwa mereka diperluas ke organisasi non-
bisnis. Demikian juga, karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi SFAC No. 2 diperluas ke
organisasi non-bisnis. Jelas, kemudian, SFAC No. 6 tidak menambahkan lebih jauh ke kerangka kerja
konseptual dari perspektif perusahaan bisnis.

Berikut ini merupakan definisi dari 10 elemen laporan keuangan menurut SFAC No. 6:
1. Aset adalah manfaat ekonomi di masa yang akan datang yang dikuasai oleh suatu
entitas sebagai akibat dari transaksi masa lalu.
2. Liabilitas adalah pengorbanan di masa yang akan datang akibat manfaat ekonomi
yang muncul dari kewajiban saat ini, berupa transfer aset atau penyediaan jasa dari
suatu entitas kepada entitas lainnya di masa yang akan datang sebagai hasil dari
transaksi di masa lalu.
3. Ekuitas atau net asset adalah aset dari entitas yang telah dikurangi dengan liabilitas,
Pada bisnis, ekuitas merupakan suatu kepemilikan, sementara di organisasi non profit,
ekuitas (net asset) dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan ada atau tidaknya batasan-
batasan donasi.
4. Investasi oleh pemilik meningkatkan ekuitas suatu perusahaan, yang muncul dari
transfer suatu barang yang bernilai dari entitas lain untuk meningkatkan kepemilikan.
5. Distribusi kepada pemilik mengurangi ekuitas suatu perusahaan sebagai hasil dari
transfer aset atau penyediaan jasa oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada
pemilik mengurangi kepemilikan (ekuitas) pada sebuah perusahaan.
6. Comprehensive income merupakan perubahan ekuitas pada perusahaan selama satu
periode, dari transaksi sumber daya yang tidak berasal dari owner.
7. Revenue adalah arus masuk aset pada sebuah entitas, dari penyediaan barang/jasa atau
aktivitas lain yang merupakan kegiatan operasional utama perusahaan.
8. Expenses merupakan arus keluar aset pada sebuah entitas, dari penyediaan barang/jasa
atau aktivitas lain yang merupakan kegiatan operasional utama perusahaan.
9. Gains adalah peningkatan ekuitas dari transaksi sampingan sebuah entitas dan dari
seluruh transaksi lain kecuali yang dihasilkan dari revenue dan investasi pemilik.
10. Losses adalah pengurangan ekuitas dari transaksi sampingan sebuah entitas dan dari
seluruh transaksi lain kecuali yang dihasilkan dari revenue dan investasi pemilik.
Definisi tersebut merupakan improvement dari APB Statement 4 yang mengandung
redundant definitions. Kritik atas definisi tersebut:
- Dopuch dan Sander  berbagai kriteria untuk setiap kategori dibutuhkan, namun
tidak cukup untuk menentukan kategori definisi yang mana yang cocok untuk sebuah
jenis peristiwa akuntansi.
- Brown, Collins dan Thornton  merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk
dapat menspesifikasikan seluruh karakteristik seperti aset dan liabilitas secara
lengkap. Ketidaklengkapan ini harus dilengkapi oleh kemampuan akuntan dan auditor
dalam melakukan professional judgement.
- Samuelson  mengkritik definisi aset yang menekankan pada manfaat ekonomi di
masa depan sebagai hasil dari revenue dan cost di masa depan. Samuelson percaya
bahwa aset merupakan salah satu wujud dari matching concept (matching cost dengan
revenue) yang merupakan gagasan historical cost. Seharusnya, definisi aset
dikonsentrasikan pada property rights.
- Kritik mengenai seberapa luas term “past transactions” dapat diinterpretasikan di
bawah definisi aset dan liabilitas.

SFAC No.7 : Using Cash Flow Information And Present Value In Accounting
Measurement (Penggunaan informasi aliran kas dan nilai sekarang dalam pengukuran
akuntansi)

o memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa depan yang diharapkan
dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar pengukuran. Statement No. 7 lebih
menekankan pada isu pengukuran spesifik daripada isu konseptual yang lebih luas,
karena itu statement ini dapat dilihat sebagai bagian dari Statement No. 5. SFAC No.
7 digunakan pada situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga harus
menggunakan estimasi aliran kas di masa mendatang.
o Dua poin penting harus segera dibuat tentang SFAC No. 7.
Pertama, mengingat pentingnya Laporan Komite Trueblood dengan penekanannya pada
pentingnya arus kas, mengejutkan bahwa butuh waktu yang lama (15 tahun setelah SFAC No.
6) untuk pernyataan ini muncul, meskipun pekerjaan dimulai pada proyek di 1988. Kedua,
pernyataan ini menyangkut masalah pengukuran spesifik daripada masalah tipe konseptual
yang lebih luas, karenanya dapat dipandang sebagai bagian dari SFAC No. 5. SFAC No. 7
berlaku untuk situasi di mana jumlah yang ditentukan pasar saat ini seperti uang tunai yang
diterima atau dibayar dan saat ini biaya atau nilai pasar tidak tersedia pada saat pengakuan.
Alih-alih, estimasi arus kas masa depan digunakan untuk pengukuran aset atau liabilitas
o Dalam SFAC No. 7, Dewan mengakui bahwa metode penilaian saat ini diterapkan secara
tidak konsisten dalam berbagai standar. Untuk mengambil dua contoh, dalam Opini APB No.
16 tentang kombinasi bisnis, aset yang diperoleh dengan menimbulkan kewajiban harus
dipesan pada nilai saat ini tanpa menentukan bagaimana menentukan tarif, sedangkan dalam
kasus sewa, lessee menggunakan tingkat pinjaman tambahan sendiri kecuali suku bunga
implisit lessor dapat ditentukan dan lebih rendah dari suku bunga tambahan lessee. SFAC No.
7 hanya berlaku untuk pengakuan awal dan bukan penilaian kembali berikutnya, yang disebut
“pengukuran awal baru”. Untuk memahami istilah itu, ketahuilah bahwa SFAC dibagi
menjadi dua bagian: pengukuran aset dan pengukuran kewajiban
1) Pengukuran Aset Nilai Sekarang
Poin paling penting tentang pengukuran aset adalah bahwa pengukuran nilai sekarang
dimaksudkan untuk mensimulasikan nilai wajar dan bukan nilai sekarang tertentu dari aset ke
perusahaan itu sendiri.
Sebagai contoh, aset mungkin memiliki nilai lebih tinggi bagi perusahaan karena memegang
proses manufaktur khusus atau preferensi lain yang meningkatkan nilai aset untuk perusahaan
tertentu. Jadi setiap nilai yang diperoleh perusahaan tertentu karena nilai wajar yang
disimulasikan kurang dari nilai sekarang dari aset kepada perusahaan harus direalisasikan
dalam bentuk penghematan biaya selama penggunaan daripada dalam penilaian awal yang
lebih tinggi. Oleh karena itu jika perusahaan tidak mengetahui nilai pasar spesifik dari suatu
aset tertentu, ia berusaha untuk tingkat diskonto, yang mengarah sedekat mungkin ke estimasi
nilai wajar. Tingkat diskonto juga harus mencakup risiko dan ketidakpastian, yang
mencerminkan penilaian oleh pasar atas nilai aset. Penting untuk dicatat bahwa preferensi
FASB untuk nilai wajar daripada penilaian perusahaan tertentu menekankan pada tingkat
keparahan aset. Salah satu teknik pengukuran spesifik harus disebutkan. Jika aset tertentu
memiliki beberapa kemungkinan arus kas dalam tahun-tahun tertentu, arus kas yang
diharapkan harus ditentukan (probabilitas rata-rata tertimbang dari arus kas individu yang
mungkin) daripada menggunakan arus kas tunggal yang paling mungkin (mode).
2) Pengukuran Kewajiban Nilai Sekarang
Poin utama tentang pengukuran kewajiban adalah bahwa tingkat diskonto harus dikaitkan
dengan status kredit perusahaan. Nilai tercatat kewajiban asli terkait dengan status kredit
perusahaan. Perhatikan bahwa ini berarti bahwa jika status kredit perusahaan memburuk,
penilaian kewajiban menurun (karena status kredit yang lebih buruk berarti tingkat diskonto
yang diterapkan naik). Oleh karena itu setiap perusahaan yang mendapatkan tanggung jawab
dari kreditor asli membayar lebih sedikit untuk mendapatkan liabilitas karena status kredit
debitur yang semakin buruk. Pengukuran aset dan liabilitas berdasarkan SFAC No. 7 tidak
konsisten. Suatu aset dapat ditinjau dan karenanya dinilai secara terpisah dari perusahaan
pemiliknya, tetapi kewajiban tidak dapat dilihat secara terpisah. Dengan kata lain, kewajiban
pada akhirnya harus diselesaikan oleh debitur. Nilai aset untuk orang lain terpisah dari
pemiliknya saat ini.

SFAC No. 8: Conceptual Framework for Financial Reporting

SFAC No. 8 ini berisi tujuan pelaporan keuangan. Tujuan dari pelaporan keuangan secara
umum adalah menyediakan info keuangan tentang entitas pelapor yang berguna bagi investor
yang sekarang ada dan yang potensial, pemberi pinjaman, dan kreditur lain untuk membuat
keputusan dalam rangka penyediaan sumber daya bagi entitas. Laporan keuangan
menyediakan info mengenai posisi keuangan entitas, sumberdaya dan klaim atas entitas, efek
transaksi dan peristiwa lain yang mengubah sumberdaya dan klaim atas entitas. Manfaat info
atas sumber daya dan klaim atas entitas adalah likuiditas dan solvabilitas, aliran kas masa
depan bisa diprediksi. Info keuangan bisa bermanfaat harus relevan dan faithfully represent
(dengan tepat menyimbolkan) apa yang ingin disajikan. Kegunaan info keuangan akan lebih
tinggi jika bisa dibandingkan (comparable), bisa diverifikasi (verifiable), tepat waktu
(timely),
dan bisa dipahami (understandable).
Pada bulan September 2010, FASB mengeluarkan SFAC No. 8, Kerangka Konseptual untuk
Pelaporan Keuangan, menggantikan, sekitar 30 tahun setelah adopsi mereka, SFACs No. 1 dan No. 2.
Pada tahun 2004, proyek bersama oleh FASB dan IASB ini dimulai sebagai Selain Perjanjian
Norwalk asli mereka. Ini menyelesaikan fase satu dari rencana delapan fase untuk menyatukan
kerangka kerja konseptual masing-masing. Penerbitan awal makalah diskusi FASB / IASB pada tahun
2006 dan draf eksposur dua tahun kemudian adalah langkah-langkah penting dalam mengejar
kerangka kerja konseptual tunggal yang umum

Tujuan yang dihasilkan dari pelaporan keuangan tujuan umum, Bab 1 Kerangka Konseptual untuk
Pelaporan Keuangan, adalah “untuk memberikan informasi keuangan tentang pelaporan yang
berguna bagi investor, pemberi pinjaman, dan kreditor lain yang ada dan potensial dalam
mengambil keputusan tentang penyediaan sumber daya bagi kesatuan."
Penekanan pada pelaporan keuangan ini konsisten dengan kata-kata SFAC No. 1, tetapi lebih luas dari
fokus IASB sebelumnya pada laporan keuangan saja. SFAC No. 1 melihat calon investor dan
kreditor sebagai kelompok pengguna utamanya, SFAC No. 8 menganggap kelompok ini sebagai
penyedia sumber daya, bukan kelompok pengguna utama. Secara historis, kesenjangan antara
bisnis dan pemiliknya melebar. Kesimpulan FASB adalah bahwa teori entitas lebih baik mewakili
pemisahan yang meningkat ini daripada teori kepemilikan yang berfokus pada pemilik

SFAC No. 8, Bab 3: Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan yang Berguna, hasil dari
kerja kolaboratif FASB dengan IASB dan karakteristik kualitatif masing-masing (lihat
Tampilan 7.1). Hasil akhirnya adalah pengocokan / pengorganisasian ulang / penggantian nama
karakteristik dari penggambaran grafis asli berusia 30 tahun. Membandingkan Tampilan 7.1 dan 7.5,
biaya terus menjadi kendala yang meluas di hierarki baru. Namun, materialitas sekarang
ditetapkan sebagai "aspek relevansi entitas-spesifik," bukan ambang batas praktis dan terukur
yang berlaku untuk semua entitas atau untuk semua karakteristik kualitatif. Relevansi terus menjadi
salah satu dari dua karakteristik kualitatif fundamental informasi yang berguna; namun,
"Representasi yang setia" menggantikan "keandalan" sebagai yang kedua. Relevansi
memengaruhi keputusan pengguna, ini adalah pergeseran halus dari penekanan SFAC No 2
pada membuat perbedaan dalam keputusan; Nilai prediktif dan konfirmasi menentukan
relevansi. Nilai konfirmasi pada dasarnya adalah umpan balik yang mengkonfirmasi atau
membantah penilaian sebelumnya terkait dengan informasi tersebut. Sekali lagi, informasi yang
relevan dibatasi oleh materialitas dan biaya spesifik entitas. Informasi yang diwakili dengan
setia lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan. Ketika melaporkan informasi keuangan, FASB
merekomendasikan proses tiga langkah: (1) identifikasi fenomena ekonomi, (2) penentuan
informasi yang paling relevan dan bahwa itu dapat diwakili dengan setia, dan (3) penentuan
ketersediaan informasi dan bahwa itu dapat diwakili dengan setia. Perhatikan bahwa dalam
hirarki SFAC No 2, verifikasi dapat dikaitkan erat dengan kesetiaan representasional, tetapi
sekarang adalah salah satu dari empat "meningkatkan karakteristik kualitatif atau enhacing
Characterristics" Kerangka kerja baru mengelompokkan komparatif, verifikasi, ketepatan
waktu, dan dapat dipahami sebagai meningkatkan karakteristik kualitatif.

Hasil ini menyederhanakan kerangka kerja sambil meningkatkan kegunaan informasi yang
relevan dan diwakili dengan setia. Dewan mempertimbangkan konsep lain (mis., Pandangan yang
benar dan adil, transparansi, kualitas) untuk dimasukkan dalam kerangka kerja, tetapi menentukan
bahwa itu bukan karakteristik kualitatif.

Kerangka Konseptual sebagai Dokumen Codificational


Kami telah menguraikan kerangka kerja konseptual: sekarang adalah pelajaran untuk
mempertimbangkan jenis dokumen apa itu. Pendekatan postulat dan prinsip dari ARS 1 dan 3
disebut sebagai contoh dari penetapan standar dasar karena mencoba memberikan landasan
logis untuk secara deduktif menurunkan "benar," atau setidaknya sesuai, standar akuntansi.
Di sisi lain, kerangka kerja konseptual dibandingkan dengan konstitusi dalam arti bahwa
alternatif untuk itu dapat dipandang baik di dalam hukum atau di luar hukum. Pendekatan
konstitusional jelas tidak memberikan struktur logis yang sekuat pendekatan dasar. Kerangka
kerja konseptual, bagaimanapun, bukanlah instrumen yang mengikat secara hukum, juga tidak
mengandung unsur-unsur acak yang serupa dengan yang ditemukan dalam konstitusi (seperti
jumlah senator dari masing-masing negara bagian). Dalam pandangan Solomon, kerangka
kerja konseptual tidak memiliki ruang untuk kesewenang-wenangan, dan karenanya ini
mengurangi antusiasmenya terhadap metafora konstitusional.
Kita melihat dalam Bab 4 bahwa penetapan standar oleh organisasi seperti FASB dibenarkan atas
dasar kodifikasi. Kodifikasi adalah pembenaran dari proses penetapan standar itu sendiri lebih
daripada standar individu yang dihasilkan dari proses itu. Pendekatan codificational
dipandang sebagai rasional dan sebagai salah satu yang membutuhkan alasan yang mungkin
baik untuk pemilihan standar akuntansi, meskipun ini mungkin tidak selalu menjadi standar
"terbaik". Juga, harus dipahami bahwa kodifikasi mengacu pada proses dan bukan pada
anggota individu (dari FASB) yang bertanggung jawab untuk melaksanakan proses itu. Juga
harus diingat bahwa memilih standar dengan proses rasional menyiratkan bahwa standar
dapat mengubah dan meningkatkan diubah dan ditingkatkan. Dalam pandangan kodifikasi
penetapan standar, kerangka kerja konseptual masuk akal karena dapat mendukung dan
mempromosikan sifat rasional dari proses itu. Gaa melihat kerangka kerja konseptual sebagai
mewujudkan aspek konstitusi dan teori. Pandangan sconstitutional Gaa berbeda dari perspektif yang
lebih legalistik dan memberdayakan Solomon. Bagi Gaa, pandangan distribusi juga melibatkan
pertanyaan tentang siapa yang diuntungkan dari informasi keuangan. Seperti yang telah kita lihat,
SFAC No. 1 menyelesaikan masalah heterogenitas pengguna melalui tujuan memberikan informasi
yang berguna untuk menghadirkan dan calon investor dan kreditor serta pengguna eksternal lainnya
yang memiliki pemahaman yang wajar tentang kegiatan bisnis dan ekonomi.

Kerangka kerja konseptual juga, dalam pandangan Gaa, memiliki aspek teoritis karena ia memberikan
kriteria pilihan ketika mengevaluasi alternatif akuntansi. Ini termasuk faktor-faktor seperti relevansi,
keandalan, dan kendala manfaat / biaya yang dibahas dalam SFAC No. 2, serta definisi yang
diberikan dalam SFAC No. 6. Kriteria pilihan ini dapat membantu atau memandu FASB, tetapi
mereka tidak dapat menjamin hasil terbaik meskipun pedoman konstitusional untuk informasi yang
berguna bagi investor aktual dan prospektif, kreditor, dan pengguna luar lainnya. Menurut
pandangan kodifikasi, tidak hanya standar dapat ditingkatkan, tetapi kerangka kerja
konseptual itu sendiri juga dapat dikoreksi dan disempurnakan.

Kodifikasi Standar Akuntansi FASB ™ adalah satu-satunya sumber GAAP AS untuk entitas non
pemerintah. Pada titik ini, Kerangka Konseptual untuk Pelaporan Keuangan tidak termasuk dalam
kodifikasi dan, oleh karena itu, merupakan sumber non-otoritatif untuk menentukan GAAP. Saat ini,
fungsi resmi Kerangka Kerja Konseptual adalah untuk memandu pembentukan standar akuntansi
FASB. Namun, dalam jangka panjang, kami mengharapkan perpindahan kerangka kerja konseptual ke
dalam Kodifikasi Standar Akuntansi FASB, menyelaraskannya dengan peran yang dimainkan
kerangka kerja dalam kerangka kerja IASB.

Agak mirip dengan pandangan codificational adalah pandangan yurisprudensi FASB yang
dianjurkan oleh Archer. Pandangan yurisprudensi berkaitan dengan proses legitimasi dan
penerimaan kerangka kerja konseptual yang bertentangan dengan "teori" aktual yang
terkandung dalam dokumen. Archer memunculkan beberapa poin yang sangat tajam dibandingkan
dengan bagaimana kerangka kerja konseptual dikembangkan. Dia mempertanyakan apakah dokumen
teoritis yang solid dapat dikembangkan di satu pihak sementara pihak lain menggunakan pengaturan
yang memanfaatkan konsensus di antara berbagai kelompok yang terkena dampak (penyusun,
pengguna, dan auditor) melalui sistem memorandum diskusi dan draft paparan. Archer juga
mengkritik FASB dari sudut pandang cara membingungkan dan mengakhiri pengembangan kerangka
kerja konseptual dengan keinginan kuat untuk mempertahankan status quo. Tentu saja kepatuhan
SFAC No. 5 terhadap penetapan biaya historis dapat dilihat sebagai upaya untuk melestarikan tatanan
lama. Archer berupaya, sebagai bagian dari pendekatan yurisprudensi, untuk menggunakan analisis
manfaat / biaya untuk menilai keinginan sosial dari berbagai alternatif. Pendekatan ini, tentu saja,
penuh dengan kesulitannya sendiri.
Archer, sebagai lawan Dopuch dan Sunder, bukannya menentang kerangka konseptual. Dopuch dan
Sunder, serta Hines, pada dasarnya melihat kerangka kerja konseptual sebagai jenis dokumen
pembenaran diri yang berfungsi sebagai sumber untuk menangkis serangan pihak-pihak yang
berkepentingan. Archer, pada kenyataannya, mendukung penggunaan kerangka kerja konseptual
tetapi berharap bahwa itu akan lebih sistematis dan filosofis (yurisprudensi) dalam penyusunannya.
Archer juga tampaknya berlangganan posisi Ingram dan Rayburn, yang dibahas sebelumnya, bahwa
kerangka kerja konseptual tidak dapat mengabaikan pertimbangan dengan mempertimbangkan
konsekuensi ekonomi.

Michael Power, kritik konstruktif lain dari kerangka kerja konseptual, melihat dokumen itu sebagai
satu-satunya yang mampu memberikan bantuan kepada penentu standar tetapi tidak memberikan
jawaban final dan konklusif (ini juga berlaku untuk Archer): “Kerangka kerja konseptual bukanlah
landasan utama dalam berbagai pengertian klasik tetapi titik acuan dalam jaringan standar dan praktik
akuntansi yang berfungsi untuk 'mengatur' pemikiran tentang mereka. " Power menggunakan
kombinasi dari penalaran yang pada dasarnya deduktif dan induktif untuk menentukan standar
akuntansi dengan kerangka kerja konseptual yang memainkan peran parsial 'tetapi tidak total' dalam
penentuan standar akuntansi. Aspek deduktif dari pendekatan Power adalah kerangka kerja
konseptual, tetapi digunakan bersama dengan "praktik akuntansi yang diterima," yang merupakan
aspek induktif dari proses penetapan standar.

Baik Archer dan Power memberikan kritik yang berguna untuk pembangunan kerangka kerja
konseptual. Namun, kami memiliki kerangka kerja konseptual, dan masalahnya adalah bagaimana hal
itu dapat ditingkatkan sehingga melakukan peran yang lebih berguna dalam proses penetapan standar.
Tidak mengherankan, mungkin, pendekatan evolusioner 'tetapi semoga tidak glasial' mungkin
dilakukan. Pendekatan evolusioner tentu saja tidak bertentangan dengan Archer dan Power, dan item
membahas pendekatan kodifikasi yang dibahas oleh Gaa. Secara khusus, pendekatan evolusi pada
kerangka kerja konseptual memiliki aspek deduktif dan induktif yang mirip dengan saran Power.
Sebagai contoh, dimungkinkan untuk memperbarui SFAC No. 5 dengan mengadvokasi biaya saat ini
di mana pembuktian bukan masalah utama, seperti dengan "mark-to-market," yang sudah terjadi
dengan banyak efek hutang dan ekuitas, sebagaimana dibahas dalam PSAK 115. Ini adalah contoh
dari pendekatan deduktif yang maju dari kerangka kerja konseptual ke standar akuntansi individu.
Pendekatan induktif bekerja mundur dari standar ke kerangka kerja konseptual. Contoh yang mungkin
dibahas sebelumnya dalam bab ini adalah kasus pensiun dalam PSAK No. Analisis itu menyarankan
penekanan kuat pada prediksi arus kas masa depan, yang bertentangan dengan tujuan akuntabilitas.
Oleh karena itu, di mana konflik meningkat, berkonsentrasi pada akuntabilitas mungkin memberikan
standar akuntansi lebih fleksibel karena angka-angka yang berorientasi akuntabilitas berguna untuk
pengambilan keputusan. Tentu saja, analisis pensiun membantu kita memahami konflik antara tujuan
prediktif dan akuntabilitas. Bagaimanapun, webelieve bahwa proyek konvergensi FASB dan IASB
yang melibatkan kerangka kerja konseptual dapat mempertimbangkan pertimbangan ini (kerangka
kerja konseptual IASB dibahas dalam Bab 10).

Penelitian Empiris tentang Kerangka Konseptual


Ada sejumlah pekerjaan empiris yang dilakukan pada kerangka kerja konseptual. Dalam sebuah
percobaan yang melibatkan 28 mantan anggota FASB dan APB yang berusaha untuk
menggunakan karakteristik kualitatif SFAC No. 2, hanya verifikasi dan biaya (seperti dalam
manfaat sout biaya penimbangan) yang ditemukan beroperasi dalam hal memiliki tingkat kesamaan
artinya setter standar. Meskipun hasil ini tidak menggembirakan, ada pencari yang mencatat bahwa
pemahaman konsep sebelum penerbitan SFAC No.2 bisa jauh lebih rendah. Selain itu, subjek
menjawab pertanyaan secara independen dan tidak dalam suasana "memberi dan menerima" dari
proses penetapan standar yang sebenarnya.

Mereka menemukan bahwa Dewan menekankan, kurang lebih secara merata, baik relevansi
dan keandalan dari SFAC No. 2. Namun, dalam standar yang menekankan pengungkapan (catatan
kaki atau jadwal terpisah) daripada pengakuan (angka yang muncul di badan pernyataan), lebih kuat
Penekanan ditempatkan pada relevansi daripada reliabilitas. Studi lain dari SFAC No. 2 berkaitan
dengan pentingnya karakteristik kualitatif untuk tiga kelompok: preparers, auditor, dan
pengguna. Sampel yang dipilih adalah 600 CPA di Pennsylvania yang diidentifikasi berdasarkan
mayoritas pengalaman kerja mereka sebagai penyusun, auditor, atau pengguna (55% responden
diidentifikasi sebagai auditor, dengan pemisah yang terbagi rata antara dua kategori lainnya).
Pengguna dan preparer memberikan bobot lebih untuk relevansi daripada auditor. Hasil tidak berbeda
secara signifikan di antara tiga kelompok dalam kategori keandalan, meskipun auditor memberikan
lebih penting untuk netralitas dan melakukan dua kelompok lainnya. Keandalan lebih penting bagi
auditor daripada relevansi. Materialitas, sebagai kendala yang meluas, memiliki peringkat yang kira-
kira sama dengan relevansi dan reliabilitas dalam masing-masing dari ketiga kelompok

Menilai Kerangka Konseptual


Banyak pendapat telah diungkapkan tentang kerangka kerja konseptual, konsensus negatif. Tentu saja
ada beberapa hal baik dalam SFAC, termasuk karakteristik kualitatif (SFAC No. 2 dan 8),
definisi elemen (SFAC No. 6), dan penyempurnaan pengukuran nilai sekarang (SFAC No. 7).
Adalah hal yang sulit untuk menganggap proyek ini serius, terlepas dari semua waktu, uang, dan
upaya yang dihabiskan untuknya, ketika dalam kata pengantar standar Dewan menyatakan bahwa
SFAC tidak “(a) memerlukan perubahan dalam akuntansi yang ada secara umum yang diterima secara
umum prinsip; (b) mengubah, memodifikasi, atau menafsirkan pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan, atau (c) membenarkan baik mengubah praktik akuntansi dan pelaporan yang diterima
secara umum. " Tentu saja orang mungkin berharap bahwa aset dan kewajiban pajak tangguhan
(PSAK No. 109) didiskon, tetapi penafian ini memberitahu kita untuk tidak menahan nafas. Di sisi
lain, orang mungkin berharap bahwa FASB hanya memotong sendiri beberapa kelonggaran dan
barang itu perubahan akhirnya terjadi.

Namun, satu tanda yang menjanjikan relatif terhadap kemungkinan penggunaan kerangka kerja
konseptual muncul di bidang sewa. Catatan positif lain dimulai dengan PSAK No. 141, di mana
dalam ringkasan masing-masing standar utama memiliki bagian pendek berjudul, "Bagaimana
Kesimpulan dalam Pernyataan Berkaitan dengan Kerangka Kerja Konseptual." Pendapat hampir tidak
sama dengan SFAC No. 5 tentang pengakuan dan pengukuran adalah titik rendah dari kerangka kerja
konseptual. Namun, dalam bidang-bidang seperti surat berharga yang dapat dipasarkan (PSAK No.
115), derivatif (PSAK No. 133), dan aset yang mengalami penurunan nilai (PSAK No. 121), FASB
telah melembagakan beberapa aspek dari nilai wajar (saat ini).

Ringkasan

Delapan SFAC yang terdiri dari kerangka kerja konseptual diselesaikan antara tahun 1978 dan 2010.
Dokumen ini bersifat evolusioner karena tujuannya berakar dalam Laporan Air Bah dan karakteristik
kualitatif yang berasal dari ASOBAT melalui APBStatement 4. Definisi SFAC No. 6, walaupun tidak
sempurna, adalah peningkatan yang berbeda atas definisi APB yang melingkar dan tidak logis. 4.
Tumit dokumen Achilles adalah SFF No. 5, yang kemudian menegaskan kembali biaya historis
sebagai sistem pengukuran dasar. Mungkin dokumen kunci dalam seri ini adalah SFAC No. 8,
penggantian SFAC No. 2. Karakteristik kualitatif utama sekarang relevan dan representasi yang setia.
Kendala yang melemahkan bahwa manfaat harus melebihi biayanya adalah pertimbangan ekonomi
yang melindungi netralitas FASB ketika menetapkan standar. Seperti yang dicatat oleh banyak
kritikusnya, kerangka kerja konseptual jauh dari dokumen yang sempurna. Kemungkinan menyusun
dokumen yang disetujui oleh semua pihak dengan tegas terjadi sesering kemungkinan untuk
menciptakan perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah. Untungnya, bukan itu masalahnya.
Ketika ditinjau dari sudut pandang evolusioner, dokumen tersebut jelas mampu diperbaiki.
Peningkatan evolusioner ini konsisten dengan sudut pandang codificational dari kerangka kerja
konseptual. Terlepas dari semua kritik masa lalu terhadap kerangka kerja konseptual, masih memiliki
peran yang sangat penting untuk dimainkan dalam membantu standar akuntansi keuangan mencapai
lebih banyak konsistensi dan keterbandingan dalam pelaporan keuangan.
Kami telah memeriksa sejumlah laporan komite dan dokumen yang berasal dari Institut Akuntan
Publik Amerika (AICPA), Dewan Prinsip Akuntansi (APB), dan American Accounting Association (AAA).
Kronologi dokumen-dokumen ini sangat penting. Yang pertama (ASOBAT, Pernyataan Teori
Akuntansi Dasar) muncul tak lama setelah Studi Penelitian Akuntansi (ARS) 1 dan 3 (postulat Moonitz
dan Prouse dan Moonitz dan prinsip studi) dan yang terakhir (SATTA, Pernyataan Teori Akuntansi
dan Penerimaan Teori) muncul sesaat sebelum publikasi bagian pertama dari kerangka kerja
konseptual. Karena semua dokumen Bab 6 menjadi tersedia hanya sebelum proyek kerangka kerja
konseptual FASB, mereka memainkan peran penting dalam pengembangannya.

Ada dua poin penting yang perlu diingat ketika kita memeriksa isi dari karya konseptual.

Pertama, proyek ini dapat dilihat sebagai dokumen evolusi dengan bagian-bagian penting yang
banyak menggarap karya yang baru saja dibahas. Kedua, sementara banyak kritik dapat (dan akan)
diarahkan ke kerangka kerja konseptual, dokumen tersebut dapat diperbaiki sehingga belum
memberikan dasar yang kuat untuk standar akuntansi masa depan.

Kerangka kerja konseptual terdiri dari delapan pernyataan berbeda. Pernyataan No. 7 keluar pada
tahun 2000, 15 tahun setelah Pernyataan No. 6, kemudian Pernyataan No. 8 tidak diterbitkan sampai
decadelater. Masing-masing dari delapan bagian ini disebut sebagai pernyataan konsep akuntansi
keuangan (SFAC), dan diskusi kami tentang bagian-bagian ini berlangsung secara kronologis. Delapan
SFAC dan tahun publikasi oleh FASB adalah sebagai berikut

Dalam bab ini, kami memberikan tinjauan kronologis SFAC dan membahas beberapa area masalah
potensial. Ini termasuk masalah antara dua tujuan dan pertanyaan apakah kesetiaan
representasional atau konsekuensi ekonomi (Bab 4) harus mendominasi dalam proses penetapan
standar. Kami menutup dengan memeriksa beberapa orientasi filosofis ke kerangka kerja konseptual
dan menyebutkan penelitian empiris yang berkaitan dengan kerangka kerja konseptual. Sebelum
melanjutkan ke rincian kerangka kerja konseptual, kami mulai dengan menyebutkan memorandum
diskusi yang mendahului semua pernyataan di atas
The FASB ' s Conceptual Framework

Kerangka kerja konseptual diharapkan untuk mewujudkan "sistem yang koheren dari tujuan yang
saling terkait dan fundamental yang dapat mengarah pada standar yang konsisten dan yang
menetapkan standar, fungsi, dan batas-batas akuntansi keuangan dan laporan keuangan." akuntansi
Keuangan. Proyek sekarang mencakup delapan pernyataan konsep akuntansi keuangan, yang
diprakarsai oleh nota diskusi penting.
Discussion Memorandum

Memorandum diskusi untuk kerangka kerja konseptual adalah studi besar-besaran, mungkin yang
paling luas yang pernah diterbitkan oleh FASB. Selain itu, disebarluaskan dan dipublikasikan.
Memorandum diskusi disertai dengan dokumen lain yang berkaitan dengan kesimpulan sementara
dari Trueblood Report tentang tujuan. [1] Laporan terakhir ini menerima orientasi pengguna
Trueblood Report dan penekanan pada arus kas, tetapi menambahkan lebih banyak substansi. [1]
Lihat FASB (1976a), dan FASB (1976c). Materi di ppt

Memorandum diskusi, tentu saja, bukan produk akhir dari pertimbangan FASB. Namun,
memorandum diskusi awal untuk kerangka kerja konseptual adalah studi besar-besaran, mungkin
yang paling luas yang pernah diterbitkan oleh FASB. Selain itu, itu disebarluaskan dan dipublikasikan.
Memorandum diskusi disertai dengan dokumen lain yang berkaitan dengan kesimpulan sementara
dari Laporan Trueblood tentang tujuan.3 Laporan terakhir ini menerima orientasi pengguna Laporan
Trueblood dan penekanan pada arus kas tetapi menambahkan sedikit lebih banyak substansi ke
dalam laporan.

Memorandum diskusi mengangkat dua masalah dasar baru: (1) pandangan baru tentang akuntansi
keuangan dan orientasi pada laporan keuangan (dibahas dalam Bab 11) dan (2) garis besar berbagai
pendekatan untuk pemeliharaan modal.

Dalam kedua kasus, untuk memperoleh tanggapan dari profesi, memorandum berusaha untuk
menunjukkan berbagai alternatif dan kemungkinan yang terbuka untuk diadopsi. Selain itu, disajikan
berbagai definisi untuk dasar seperti aset, kewajiban, pendapatan, pengeluaran, keuntungan, dan
kerugian 'bersama dengan diskusi tentang karakteristik kualitatif dari laporan keuangan. Masalah
baru yang paling penting yang disajikan dalam dokumen adalah pemeliharaan modal. Bab 2
mencatat bahwa konsep ini berkaitan dengan bagaimana laba diukur dalam hal mempertahankan
modal perusahaan (aset dikurangi kewajiban) yang ada pada awal periode. Ini adalah masalah
penting yang harus diberi tempat yang sangat menonjol dalam tujuan normatif dari struktur
metatisoretis. Itu tidak dipertimbangkan secara luas, jika sama sekali, dalam salah satu dokumen lain
yang dibahas dalam Bab 6.

Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan

SFAC merupakan bagian akhir dari proyek kerangka kerja konseptual. Pernyataan-pernyataan ini
analog dengan Pernyataan APB 4 dalam satu hal: Seperti dokumen itu, pernyataan ini tidak
menetapkan prinsip akuntansi yang diterima secara umum (GAAP) dan tidak dimaksudkan untuk
menerapkan Aturan 203 dari Aturan Perilaku AICPA (yang melarang keberangkatan dari GAAP).
Kelemahan ini mungkin mengecewakan, tetapi tidak ada yang memberikan manfaat penting.
Pertama-tama, kemungkinan krisis yang timbul dari kegagalan untuk mematuhi pernyataan
dihindari. Kedua, proses untuk sampai pada struktur tipe metatheoretical yang bisa diterapkan dan
utilitarian harus diakui sebagai proses evolusi yang lambat.

Pernyataan No. 1 (kemudian diganti dengan SFAC No. 8)

SFAC No. 14 berkaitan dengan tujuan pelaporan keuangan bisnis. Tujuan keseluruhannya adalah
untuk memberikan informasi yang berguna untuk membuat keputusan bisnis dan ekonomi (paragraf
9). Pernyataan tersebut adalah turunan langsung dari Laporan Trueblood dan umumnya versi yang
tidak jelas dari laporan itu, dengan beberapa penilaian nilai yang diperlukan serta pernyataan yang
tersebar di seluruh. SFAC No. 1 menegaskan kembali orientasi pengguna dari dokumen-dokumen
yang diulas dalam Bab 6. Meskipun mengakui heterogenitas kelompok pengguna eksternal, ini
menyatakan bahwa karakteristik umum dari semua pengguna luar adalah minat mereka dalam
prediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian. arus kas masa depan. Oleh karena itu, SFAC No. 1
menyatakan bahwa laporan keuangan harus lebih bersifat umum daripada diarahkan untuk
kebutuhan spesifik kelompok pengguna tertentu, meskipun investor, kreditor, dan penasihat mereka
dipilih di antara pengguna eksternal.