Anda di halaman 1dari 9

1.

Akuntansi Sektor Publik tidak dapat dikatakan sebagai Akuntansi Pemerintahan,


namun Akuntansi Pemerintahan merupakan Akuntansi Sektor Publik. Jelaskan!
Jawab :
Entitas (organisasi) sektor publik mencakup diantaranya : lembaga pemerintah,
instansi pendidikan, organisasi agama, organisasi sosial, organisasi politik, lembaga
swadaya masyarakat (LSM) dan berbagai lembaga atau yayasan sosial lainnya.
Organisasi sektor publik seperti halnya perusahaan komersial (sektor bisnis) juga
umumnya melakukan transaksi ekonomi untuk mencapai tujuannya. Namun, berbeda
dengan sektor bisnis, laba bukan tujuan utama dari organisasi sektor publik (not for profit
oriented)

Akuntansi pemerintahan dapat didefinisikan sebagai bidang akuntansi yang terkait


dengan
lembaga.pemerintahan..Akuntansi.pemerintahan..merupakan..proses.pengidentifikasian, 
pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) yang dilakukan
oleh entitas pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Lebih jauh
lagi,akuntansi pemerintahan daerah (pemda) dikenal dengan istilah akuntansi keuangan
daerah.

Jadi, kaitan antara Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Pemerintahan adalah
Akuntansi Pemerintahan merupakan bagian/cabang dari Akuntansi Sektor Publik yang
mana Akuntansi Pemerintahan merupakan akuntansi yang dikhususkan untuk bidang
keuangan negara/daerah dan desa untuk pelaksanaan pengawasan anggaran
negara/daerah/desa yang mencakup kegiatan pencatatan, penggolongan, peringkasan,
pelaporan, dan penafsiran transaksi unit pemerintahan agar badan eksekutif dan legislatif
dapat mengambil keputusan yang tepat

2. Jelaskan ruang lingkup Akuntansi Sektor Publik


Ruang lingkup akuntansi sektor publik meliputi :
badan-badan pemerintahan (pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unit-unit kerja
pemerintah), organisasi sukarelawan, rumah sakit, perguruan tinggi dan universitas,
yayasan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi politik, dan
sebagainya.
3. Jelaskan reformasi terhadap Sistem Pencatatan dan Basis Pencatatan dari
Akuntansi Keuangan Daerah sebelum dan sesudah tahun 2000.
Jawab:
Sistem pencatatan sebelum Reformasi :
a. UU No 5 lahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah
b. PP No 5 tahun 1975 tenyang Pengurusan, Pertanggungjawaban, dan Pengawaan
Keuangan Daerah
c. PP No.6 tahun 1975 tentang Penyusunan APBD, Tata Tata Usaha Usaha Keuangan
Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD
d. Kepmendagri No 900-099 tahun 1980 tentang Manual Administrasi Keuangan Daerah
e. Permendagri No.2 tahun 1994 tentang Pelaksanaan APBD
f. UU No 18 tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
g. Kepermendagri No 3 tahun 1999 tentang Bentuk dan Susunan Perhitungan APED

Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Daerah Setelah Reformasi (Baru)


a. UU No.22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah UU No.32 2004, kemudian
beralih beberapa kali revisi, yang terakhir UU No.9 tahun 2015
b. UU No.25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintahan Pusat dan
Pemerintahan Daerah UU No.33 tahun 2004
c. PP No.105 tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah
d. PP No.108 tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah
e. PP No.104 tahun 2000 tentang Dana Perimbangan
f. Kepmendagri No.29 tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan
Pengawasan Keuangan Daeran Serta Tata Cara PenyesonanAnggaran Pbadapatan dan
Belanja Daerah, dan Penusunan Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Belanja,
g. UU 17 tahun 2003 tentang Keuangan degara
h. UU No.1 tahun 2004 tentang Perbendaharan Negara
i. UU No.15 tahun 2004 tentang Pemenanganan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban
Keuangan Negara
j. PP No.24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
k. PP No.58 tahun 2005 tantang Pengelolaan Keuangan Daerah
l. Permendagri No.13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah,
kemudian direvisi menjadi Permendagri 64/2013
4. Jelaskan apa yang menjadi kreteria suatu organisasi dikelompokkan sebagai sektor
privat dan sektor publik.

Jawab:

Kriteria Karakteristik Sektor Privat dan Sektor Publik


Keterangan Akuntansi Sektor Akuntansi Sektor Publik
Privat
Pemerintah Non Pemerintah
Dasar Pencatatan Accrual Basis Accrual Basis (2015) Accrual Basis
Transaksi
Sistem Pencatatan Double Entry Book Double Entry Book Double Entry Book
Transaksi Keeping System Keeping System (2000) Keeping System
Pedoman/Panduan Standar Akuntansi Standar Akuntansi Standar Akuntansi
Keuangan IAI Pemerintahan – Keuangan IAI
PP24/2005
-
PP71/2010
Karakteristik Tertutup Untuk Terbuka Untuk Publik Tertutup Untuk Publik
Anggaran Publik
Keuangan Dana Individual/ Keuangan Negara/ Dana
Dana Privat Daerah Dana Masyarakat/Donatur
Masyarakat
Audit Finacial Kantor Akuntansi Badan Pemeriksa KAP dan/
Audit Internal Bagian Audit Internal Keuangan BPKP/ BPK/SPI/BPKP/Internal
DItjen/Bawasda Auditor

5. Jelaskan perbedaan Pertanggungjawaban Anggaran Daerah sebelum dan sesudah


tahun 2000
Jawab :
Menghitung / Pertanggungjawaban Anggaran
LAMA BARU
1. Fokus pada Pertanggungjawaban 1. Fokus pada Pertanggungjawaban
Akuntansi dan Standar Akuntansi dan Standar Pencapaian
Pencapaian Kinerja. Kinerja Standar Analisis Belanja,
Tolok Ukur Kinerja, Standar Biaya
Dokumen terdiri dari ; Dokumen terdiri dari ;
2. Nota Anggaran APBD, Laporan 2. Laporan Realisasi Anggaran, Laporan
Perhitungan APBD, Laporan Perubahan SAI. Catatan Atas Laporan
Arus Kas Keuangan, Laporan Arus Kas, Neraca,
Laporan Operasional, Laporan
Perubahan Ekuitas
6. Jelaskan perbedaan Akuntansi Sektor Publik dengan Akuntansi Sektor Privat
Jawab :

Perbedaan Sifat dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik dengan


Sektor Privat Privat
Perbedaan Sektor Publik Sektor Privat

Tujuan Organisasi Nonprofit motives Profit motives


Sumber Pendanaan Pajak, retribusi, utang, Pembiayaan internal :
obligasi pemerintah, laba Modal sendiri, laba
BUMN/BUMD, ditahan, penjualan aktiva
penjualan asset negara, Pembiayaan eksternal :
dsb. Utang bank, obligasi,
penerbitan saham.
Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban
kepada masyarakat kepada pemegang saham
(publik) dan parlemen dan kreditor.
(DPR/DPRD).
Struktur Organisasi Birokratis, kaku dan Fleksibel: datar, piramid,
hierarkis. lintas fungsional, dsb.
Karakteristik Anggaran Terbuka untuk publik. Tertutup untuk publik.

Sistem Akuntansi Cash Accounting Accrual Accounting

1. Tujuan organisasi
Dilihat dari tujuannya, organisasi sektor public berbeda dengan sektor privat. Perbedaan
yang menonjol terletak pada tujuan untuk memperoleh laba. Pada sektor swasta terdapat
semangat untuk memaksimumkan laba, sedangkan pada sektor public tujuan utama
organisasi bukan untuki memaksimumkan laba tetapi pemberian pelayanan publik,
seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, keamanan, penegakan hokum transportasi
publik, dan penyediaan barang kebutuhan public. Meskipun tujuan utama sektor publik
adalah pemberian pelayanan public, tidak berarti organisasi sektor publik sama sekali
tidak memiliki tujuan yang bersifat financial. Organisasi sektor publik juga memiliki
tujuan financial, akan tetapi hal tersebut berbeda baik secara filosofi. Usaha pemerintah
untuk meningkatkan penerimaan Negara, peningkatan laba pada perusahaan-
perusahaanmilik Negara atau milik daerah, upaya pemerintahan daerah untuk
meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) adalah contoh adanya tujuan financial
pada organisasi sektor publik.
2. Sumber-sumber pendanaan
Struktur pembiayaan sektor public berbeda dengan sektor privat dalam hal bentuk, jenis,
dan tingkat resiko. Pada sektor public sumber pendanaan berasal dari pajak dan restribusi,
laba perusahaan milik negara, pinjaman pemerintah berupa utang luar negri dengan
obligasi pemerintah, dan lain-lain pendapatan yang sah yang tidak berteentangan dengan
peraturan perundangan yang telah ditetapan. Sumber pembiayaan pada sektor privat lebih
fleksibel ddan memiliki variasi yang lebih banyak. Pada sektor privat sumber pembiayaan
dipisahkan menjadi sumber pembiayaan internal dan sumber pembiayaan eksternal.
Sumber pembiayaan internal terdiri atas bagian laba yang diinvestasikan kembali ke
perusahaan dan modal pemilik. Sedangkan sumber pembiayaan eksternal misalnya utag
bank, penerbitan obligasi, dan penerbitan saham baru untuk mendapatkan dana dari
public. Kebijakan pemilihan strukrur modal pada sektor swasta lebih banyakdipengaruhi
oleh factor ekonomi, seperti tingkat suku bunga, nilai tukar, dan tingkat inflasi.
Sedangkan pada sektor public, keputusan pemilihan struktur pembiayaan tidak hanya
dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi semata, tetapi juga pertimbangan politik dan
sosial.
3. Pola Pertanggung jawaban
Pertanggungjawaban manajemen sektor publik berbeda dengan sektor privat. Manajemen
pada sektor privat bertanggung jawab kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) dan
krditor atas dana yang diberikan. Pada sektor public manajemen bertanggung jawab
kepada masyarakat karena sumber dana yang digunakan organisasi sektor public dalam
rangka pemberian pelayanan public berasal dari masyarakat (public fund). Pola
pertanggungjawaban vertical (vertical accountability) adalah pertanggungjawaban atas
pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban
pemerintah daerah kepada pemerintah daerah atasan atau kepada pemerintah pusat, dan
pemerintah pusat kepada parlemen. Pertanggungjawaban horizontal (horizontal
accountability) adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Kedua jenis
pertanggungjawaban sektor public tersebut merupakan elemen penting dari proses
akuntabilitas publik.
4. Struktur Organisasi
Struktur organisasi pada sektor public bersifat birokratis, kaku, dan hierarkis, sedangkan
struktur organisasi pada sektor privat lebih fleksibel. Struktur organisasi pada sektor
privat dapat berbentuk datar, piramid, lintas fungsional (cross fungsional), dan lainnya
sesuai dengan pilihan organisasi. Salah satu faktor utama yang membedakan sektor
publik dengan sektor privat adalah adanya dengan pengaruh politik yang sangat tinggi
pada organisasi sektor publik. Tipologi pemimpin, termasuk pilihan dan orientasi
kebijakan politik, akan sangat berpengaruh terhadap pilihan struktur birokrasi pada sektor
publik. Sektor publik memiliki fungsi yang lebih kompleks dibanding dengan sektor
privat. Kompleksitas organisasi akan berpengaruh terhadap struktur organisasi. Sebagai
contoh pemerintah memiliki fungsi yang beragam dibandingkan fungsi sektor privat.
Fungsi sektor privat adalah penyediaan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan
permintaan konsumen.
5. Karakteristik Anggaran dan stokeholder
Jika dilihat dari karateristik anggaran, pada sektor public rencana anggaran
dipublikasikan kepada masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan di diskusikan.
Anggaran bukan sebagai rahasian Negara. Sementara itu anggaran pada sektor privat
tertutup bagi public karena anggaran merupakan rahasia prusahaan.
Perbedaan stakeholder sektor publik dengan sektor privat
Stakeholder Sektor Publik Stakeholder Sektor Privat
Stakeholder Eksternal : Stakeholder Eksternal :
1. Masyarakat pengguna jasa 1. Bank sebagai kreditor.
publik. 2. Serikat buruh.
2. Masyarakat pembayar pajak. 3. Pemerintah.
3. Perusahaan dan organisasi 4. Pemasok.
social ekonomi yang 5. Distributor.
menggunakan pelayanan public 6. Pelanggan.
sebagai input atas aktivitas 7. Masyarakat.
organisasi. 8. Serikat dagang (trade union).
4. Bank sebagai kreditor 9. Pasar modal.
pemerintah.
5. Badan-badan internasional,
seperti Bank Dunia, IMF,
ADB, PBB, dsb.
6. Investor asing dan Country
Analyst.
7. Generasi yang akan datang.
Stakeholder Internal Stakeholder Internal :
1. Lembaga negara (misalnya: 1. Manajemen.
Kabinet, MPR, DPR/DPRD, 2. Karyawan.
dsb. 3. Pemegang saham.
2. Kelompok politik (partai
politik).
3. Manajer publik (Gubernur,
bupati, direktur
BUMN/BUMD)
4. Pegawai pemerintah.

6. Sistem akuntansi
Perbedaan yang lain adalah sistem akuntansi yang digunakan. System akuntansi yang
biasa digunakan pada sektor privat adalah akuntansi berbasis akrual (accrual acconting),
sedangkan pada sektor publik lebih banyak menggunakan system akuntansi berbasis kas
(cash accounting).

7. Jelaskan tentang Keuangan Negara yang dikelola langsung Pemerintah ?


Jawab :
Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapet persetujuan
dengan usng, serta segala sesuatu beik tentang uang serta bahan yang dapat digunakan
terkait dengan negara yang terkait pelaksanaan hak dan keperluan sebagaimana
dimaksud (UU No, 17/2003 tentang Keuangan Negara, Pasal 1)

Keuangan Negara
di kelola langsung oleh pemerintah

APBN & Barang Milik


Negara

Pengelola Umum Pengelola Khusus

Berisi Hak Berisi Hak


Perintah Menagih Pengawasan Bendaharawan
dan Membayar

Bendahara Bendahara
Ordinasi Ordinasi Uang Barang

Bedahar Bendahara
Menkeu Presiden a Umum Khusus

Direktur Jendral Menteri Negara KPP


Pembendaharaan & pejabat
Lembaga
Tertinggi Berisi Kewajiban
Menerima,
menyimpan dan
mengeluarkan uang
dan barang
8. Apa yang dimaksud dengan Laporan Realisasi Anggaran, dan gambarkan format
Laporan Realisasi Anggaran Pemko ?
Jawab :

Laporan Realisasi Anggaran (LRA) adalah laporan yang menyajikan informasi


realisasi pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit, pembiayaan, dan sisa lebih/kurang
pembiayaan anggaran, yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam
satu periode. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan
pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang
menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode
pelaporan